Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM EMBRIOLOGI HEWAN

KEGIATAN 1
GAMETOGENESIS

Disusun oleh :

Nama : Azizah Nur Halimah


NIM : K4315010
Kelas :B
Kelompok :1

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2018
GAMETOGENESIS

Judul :Gametogenesis

Tujuan :
1. Mengetahui tingkatan-tingkatan spermatogenesis yang terjadi di testis melalui
pengamatan preparat awetan histologis.
2. Mengetahui tingkatan-tingkatan oogenesis yang terjadi di ovarium melalui pengamatan
preparat histologis.

Alat dan Bahan :


ALAT
1. Mikroskop
BAHAN
1. Preparat awetan testis katak Bufosp
2. Preparat awetan spermatozoa sapi
3. Preparat awetan testis mamalia
4. Preparat awetan ovarium Bufo sp
5. Preparat awetan ovarium mamalia dan folikel de graff
6. Preparat awetan ovarium Cavia cobaya
7. Preparat awetan ovarium Columba livia

Prinsip kerja :
Spermatogenesis
1. Memeriksa penampang testis katak Bufo sp dan tikus di bawah mikroskop, mencari
bagian tubulus seminiferus.
2. Mula-mula menggunakan perbesaran lemah, kemudian geser ke perbesaran yang kuat.
3. Menggambar penampang tubulus seminiferus dengan berbagai spermatogenesis, mulai
dari spermatogenesis sampai sperma yang tersusun secara berurutan mulai dari dasar
membran ke arah lumen.
Oogenesis
1. Memeriksa penampang ovarium masing-masing preparat yang telah disediakan di
bawah mikroskop.
2. Mula-mula gunakan perbesaran lemah kemudian bergeser ke perbesaran lebih kuat.
3. Menggambar penampang ovarium dan bermacam-macam tingkatan perkembangan
ovum.
DATA PENGAMATAN

No Gambar Keterangan

1
2 1. Tubulus seminiferus
2. Lumen
1 3 3. Spermatosit
4. Ruang interstitial
4 5. Membrana basalis
5

Testis Bufo sp 10X


1. Kepala sperma
2 3 2. Leher sperma
3. Ekor sperma/flagel

1
2

Spermatozoa sapi 20X

Testis tikus 10X 1. Lumen


4 2. Spermatozoa
3. Membrane basal
3 1 4. Spermatosit 1

3 2

Ovarium columba
1. Oosit
2. Antrum
3. Teka interna
4. Teka eksterna
4
5. Sel-sel granulose
Ovarium Bufo Perbesaran 4X 1. Oosit
2. Sel granulosit
3. Antrum

1 2 3

1. Membran basalis
1 2 3
2. Membran oophorus
3. Theca interna
4. Theca externa
5. Ovum
6. Zona pellicida
6

4 5 6
Ovarium mamalia 4X

5. Lumen
Testis tikus 10X 6. Spermatozoa
4 7. Membrane basal
8. Spermatosit 1
7 1

3 2
1. Oosit
6 2. Cumulus oophorus
3 3. Zona pellucida
1 4. Theca
4
5. Antrum
8
7 6. Folikel primer
5 7. Folikel primordial
2

Ovarium Cavia 4X
1. Corona radiata
2. Oosit
3. Folikel de Graaf

9
PEMBAHASAN

1. Gametogenesis
Gametogenesis merupakan proses pembentukan gamet (sel kelamin) yang
terjadi melalui pembelahan meiosis. Gametogenesis berlangsung pada sel kelamin
dalam alat perkembang biakan. Gametogenesis meliputi spermatogenesis
(pembentukan spermatozoa atau sperma) dan Oogenesis (pembentukan ovum)
(Wahyu, 1990).Sel gamet pada manusia terdiri atas dua jenis yaitu sel kelamin jantan
dan sel kelamin betina. Pada sel kelamin jantan menghasilkan sperma. Sperma adalah
gamet amat kecil yang terdiri atas nukleus dan flagelum yang membuat nya dapat
bergerak. Telur, gamet betina lebih besar dan nonmotil. Isinya ialah makanan dalam
jumlah besar dan selalu ada nukleusnya. Karena sperma dan telur itu berlainan
bentuknya, maka disebut heterogamet (Kimball, 1992).
2. Tahapan gametogenesis
Gametogenesis secara berurutan dapat dibagi menjadi tiga periode yaitu
periode perbanyakan,, tumbuh dan pematangan.
a. Tahap perbanyakan (proliferasi), dimana gametagonium akan membelah secara
mitosis berulang-ulang.
b. Tahap pertumbuhan, dimana gametagonium ini akan tumbuh menjadi
gametosit I.
c. Tahap pematangan, gametosist I akan mengalami tahap pematangan yang
berlangsung secara meiosis. Akhir meiosis I akan menghasilkan gametosid II,
dan pada akhir meiosis II terbentuk gametid.
d. Tahap perubahan bentuk (transformasi), gamet akan berubah menjadi gamet.

3. Spermatogenesis
Spermatogenesis adalah proses gametogenesis pada pria dengan cara
pembelahan meiosis dan mitosis. Spermatogenesis pada sperma biasa terjadi
di epididimis. Sedangkan tempat menyimpan sperma sementara, terletak di vas
deferens. Spermatogenesis berasal dari katasperma dan genesis (pembelahan). Pada
spermatogenesis terjadi pembelahan secara mitosisdan meiosis. Spermatogenesis
merupakan tahap atau fase-fase pendewasaan sperma diepididimis. Setiap satu
spermatogonium akan menghasilkan empatspermamatang. Sperma dihasilkan di
tubulus seminiferus yang merupakan lebih dari 90 persen masa testis (Nalbandov,
1990).
4. Tahapan spermatogenesis
a. Spermatogonium
Dapat dilihat pada dinding tubulus seminiferus, ukurannya relative kecil,
bentuk agak oval, inti berwarna kurang terang, terletak berderet
didekat/melekat membrane basalis.
b. Spermatosit I
Letak agak menjauhi membrane basalis, ukuran paling besar, bentuk bulat, inti
terwarna kuat.
c. Spermatosit II
Ukuran agak kecil (1/2 spermatosit I), bentuk bulat warna inti lebih kuat, letak
makin menjauhi membrana basalis.
Pada objek yang dapat dilihat dengan mudah adalah spermatosit I,
sedangkanspermatosit II sukar diamati karena setelah dibentuk akan angsung
mengalami meiosis II.
d. Spermatid
Letak di dekat lumen, ukuran kecil, bentuk agak oval, warna inti kuat, akan
mengalami diferensiasi dari satu sel yang bulat menjadi spermatangatozoid.
e. Spermatozoid
Letaknya dalam lumen, bentuk panjang, ada yang bergerombol pada sel seroli
dan ekornya menghadap kelumen. Mempunyai bentuk yang berbeda dari sel
kelamin sebelumnya karena sperma disiapkan untuk dapat bergerak, sehingga
dilengkapi alat gerak berupa flagella.

1. Oogenesis
Oogenesis sudah dimulai dalam ovarium dan berkembang sejak dari embrio
betina, dengan produksi sel germinal primordial atau oogonia- ini diproduksi dengan
pembelahan secara mitosis. Oogonium menjadi oosit primer dengan memulai
pembelahan meiosis pertama, tetapi mereka menangkap di profase. Pada oosit primer
yang hadir dalam ovarium wanita saat lahir, masing-masing terkandung dalam follicle
pelindung mereka tetap diam seperti ini sampai pubertas, ketika hormonal mulai
tampak, hal ini menyebabkan pematangan (Nalbandov, 1990).

2. Tahapan oogenesis
a. Sel-Sel Kelamin Primordial
Sel-sel kelamin primordial mula-mula terlihat di dalam ektoderm embrional
dari saccus vitellinus dan mengadakan migrasi ke epitelium germinativum kira-
kira pada minggu ke 6 kehidupan intrauteri.Masing-masing sel kelamin primordial
(oogonium) dikelilingi oleh sel-sel pregranulosa yang melindungi dan memberi
nutrien oogonium dan secara bersama-sama membentuk folikel primordial.
b. Folikel Primordial
Folikel primordial mengadakan migrasi ke stroma korteks ovarium dan folikel
ini dihasilkan sebanyak 200.000.Sejumlah folikel primordial berupaya
berkembang selama kehidupan intrauteri dan selama masa kanak-kanak, tetapi
tidak satupun mencapai pemasakan. Pada waktu pubertas satu folikel dapat
menyelesaikan proses pemasakan dan disebut folikel de Graaf dimana didalamnya
terdapat sel kelamin yang disebut oosit primer.
c. Oosit Primer
Inti (nukleus) oosit primer mengandung 23 pasang kromosom (2n).Satu pasang
kromosom merupakan kromosom yang menentukan jenis kelamin, dan disebut
kromosom XX. Kromosom-kromosom yang lain disebut autosom. Satu
kromosom terdiri dari dua kromatin.Kromatin membawa gen-gen yang disebut
DNA.
d. Pembelahan Meiosis Pertama
Pembelahan meiosis terjadi di dalam ovarium ketika folikel de Graaf
mengalami pemasakan dan selesai sebelum terjadi ovulasi. Inti oosit atau ovum
membelah sehingga kromosom terpisah dan terbentuk dua set yang masing-
masing mengandung 23 kromosom. Satu set tetap lebih besar dibanding yang lain
karena mengandung seluruh sitoplasma, sel ini disebut oosit sekunder. Sel yang
lebih kecil disebut badan polar pertama. Kadang-kadang badan polar primer ini
dapat membelah diri dan secara normal akan mengalami degenerasi.
Pembelahan meiosis pertama ini menyebabkan adanya kromosom haploid
pada oosit sekunder dan badan polar primer, juga terjadi pertukaran kromatid dan
bahan genetiknya. Setiap kromosom masih membawa satu kromatid tanpa
pertukaran, tetapi satu kromatid yang lain mengalami pertukaran dengan salah
satu kromatid pada kromosom yang lain (pasangannya). Dengan demikian kedua
sel tersebut mengandung jumlah kromosom yang sama, tetapi dengan bahan
genetik yang polanya berbeda.
e. Oosit Sekunder
Pembelahan meiosis kedua biasanya terjadi hanya apabila kepala
spermatozoa menembus zona pellucida oosit (ovum).Oosit sekunder membelah
membentuk ovum masak dan satu badan polar lagi, sehingga terbentuk dua atau
tiga badan polar dan satu ovum matur, semua mengandung bahan genetik yang
berbeda.Ketiga badan polar tersebut secara normal mengalami degenerasi. Ovum
yang masak yang telah mengalami fertilisasi mulai mengalami perkembangan
embrional
PEMBAHASAN
Testis Bufo sp.
Hasil Pengamatan Referensi

1
3 2
2

3 4

4
5
Sumber : http://1.bp.blogspot.com/-
d7PQ0THQ_js/U2Ek1cciqgI/AAAAAAAAARg/M
uWRBosBy-o/s1600/81.JPG
Keterangan Keterangan
1. Tubulus seminiferus 1. Tubulus seminiferus
2. Lumen 2. Lumen
3. Spermatosit 3. Spermatosit
4. Ruang interstitial 4. Ruang intestitial
5. Membrana basalis 5. Membrana basalis
Pembahasan
Kondisi preparat awetan testis Bufo sp yang digunakan dalam pengamatan masih cukup
bagus, yaitu bagian-bagain dari testis masih dapat teramati. Warna dari preparat masih dalam
keadaan yang baik juga dibandingkan dengan warna preparat pada gambar searching. Testis
merupakan organ reproduksi jantan yang memiliki fungsi sebagai tempat produksi
spermatozoa dan menghasilkan hormon testosteron (Wulan Christijanti, 2010).
Bagian-bagian yang dapat teramati dalam pengamatan preparat ini antara lain :
- Lumen tubulus adalah suatu rongga memanjang dalam tubulus seminiferus
berfungsi sebagai saluran keluarnya spermatozoa menuju epididimis untuk proses
pematangan.
- Spermatosit adalah sel yang akan brkembang menjadi sel sperma melalui proses
spermatogenesis.
- Tubulus seminiferus adalah suatu saluran panjang di dlam testis yang berfungsi
sebagai tempat pembentukan sel sperma atau terjadinya spermatogenesis.
- Interstitial seladalah sel yang terletak di dalam tubulus semniferus dengan
komponen seluler utamanya yaitu sel leydig yang berfungsi sebagai sekret testosteron
dan sel sertoli sebagai pemberi nutrisi pada sperma (Saryono, 2008).
- Membran basalisadalah suatu membran yang berada pada bagian terluar dari
tubulus seminiferus yang berbatasan langsung dengan jaringan ikat (Maskoeri, 1993).
Tahapan spermatogenesis yang teramati pada preparat awetan testis Bufo sp adalah tahapan
meiosis, ditndai dengan adanya spermatosit. Spermatosit I menjauh dari membran basalis
(Nurhayati, 2004).
Testis mammalia

Hasil Pengamatan Referensi

1 3

Sumber :
https://www.tutorvista.com/content/biology/biology-
6 2 5 iv/reproduction-in-animals/human-male-
reproductive-system.php
Keterangan Keterangan
1. Tubulus seminiferus
2. Sel sperma
3. Spermatosit primer
4. Sperma sekunder
5. Lumen tubulus seminiferus
6. Membran basalis

Pembahasan
Kondisi preparat awetan testis mamalia masih dalam kondisi cukup bagus, dibuktikan
dengan hasil pengamatan yang masih terlihat jelas bagian-bagiannya. Warna dari preparat
juga masih terlihat, yang artinya belum begitu memudar. Perbandingan dengan gambar
searching tidak jauh berbeda hasilnya.
Bagian-bagian yang dapat teramati pada preparat testis mamalia antara lain :
- Tubulus seminiferusadalah saluran berukuran panjang, berfungsi untuk tempat
pembentukan sel sperma (spermatogenesis). Menurut Ni Luh Putu (2013) bagian
utama yaitu tubulus seminiferus yang diamati bagian lumen, sel-sel spermatosit dan
sperma. Testis binalut epitel banyak lapis yang mengandung 2 jenis sel dasar yaitu sel
sertoli dan sel spermatognenesis. Testis merupakan kelenjar ganda yang berfungsi
secarafungsional dan bersifat eksokrin dan endokrin.
- Sel spermaadalah suatu sel yang dibentuk pada tubulus seminiferus melalui proses
yang disebut spermatogenesis.
- Spermatosit primer adalah sel yang akan menjadi sperma, berukuran paling besar,
berbetnuk bulat, inti sel berwarna kuat, dan terletak menjauh dari membran basal.
- Sperma sekunderadalah sel yang akan menjadi sperma, berukuran lebih kecil dari
spermatosit primer yaitu setengahnya, berbentuk bulat dengan warna inti lebih kuat,
terletak lebih menjauhi membran basal.
- Lumen tubulus seminiferusadalah suatu ruang berfungsi untuk berkontrakksi otot-
otot sehingga dapat menimbulkan gerak yang berguna bagi testis/tubulus seminiferus.
Lumen ini adalah sebuah rongga memanjang atau saluran yang berfungsi juga
sebagai saluran spermatozoa ke epididimis untuk proses pematangan.
- Interstitial seladalah sel yang terletak di dalam tubulus semniferus dengan
komponen seluler utamanya yaitu sel leydig yang berfungsi sebagai sekret testosteron
dan sel sertoli sebagai pemberi nutrisi pada sperma (Saryono, 2008).
- Membran basalis adalah suatu membran yang berada pada bagian terluar dari
tubulus seminiferus yang berbatasan langsung dengan jaringan ikat (Maskoeri, 1993).
Spermatozoa sapi
Hasil Pengamatan Referensi

1 2 3

3 1

Sumber: http://3.bp.blogspot.comSumber :
Keterangan Keterangan

1.Kepala sperma 1. Kepala sperma


2. Leher aperma 2. Leher sperma
3. Ekor sperma/flagel 3.Ekor sperma/flagel

Pembahasan
Kondisi preparat awetan spermatozoa sapi menunjukkan hasil pengamatan mikroskop
yang kurang memperlihatkan bagian-bagian dengan jelas. Ketidakjelasan hasil yang diamati
dapat dikarenakan adanya kesalahan dari praktikan pada saat mengoperasikan mikroskop,
sehingga tidak didapatkan hasil yang sesuai. Perbesaran atau fokus yang digunakan
kemungkinan belum tepat, sehingga penampang preparat yang diamati tidak menunjukkan
bagian-bagian dengan jelas.
Spermatozoa pada umumnya memiliki empat bagian utama yaitu head, acrosome,
midpiece, tail atau end piece.(Yatim, 1994).Bagian-bagian preparat spermatozoa sapi yang
dapat teramati antara lain :
- Kepala spermatozoa adalah bagian dari spermatozoa yang berbentuk bulat oval,
berisi nukleus terdiri atas kromatin. Kromatin yangg sangat padat mengandung
kromosom haploid (Merry, 2010).
- Leher spermatozoa adalah bagian spermatozoa yang menghubungkan ekor dengan
kepala spermatozoa. Di dalam leher terdapat banyak mitokondriia (Bachtiar, 2003).
- Ekor spermatozoa adalah bagian dari spermatozoa yang berfungsi sebagai alat gerak
sperma menuju sel telur sehingga sel spermatozoa dapat bergerak dan membuahi sel
ovum (Bachtiar, 2003).
Ovarium Bufo sp

Hasil Pengamatan Referensi


Perbesaran 4X

1 2 3

Sumber : http://reproduksiumj.blogspot.co.id
Keterangan Keterangan

1. Oosit
2. Sel granulosit
3. Antrum

Pembahasan
Kondisi preparat praktikum yang digunakan dalam pengamatan berwarna mearh muda,
tetapi ada beberapa struktur yang sudah agak rusak, akan tetapi preparat masih dapat diamati
dengan baik menggunakan perbesaran 4x. Bagian-bagian yang teramati ada beberapa yang
terlihat jelas
Ovarium kodok secara umum memperlihatkan gambaran histologi berupa lapisan
terluar teka eksterna dan di bawahnya terdapat lapisan-lapisan yang disebut teka interna.
Selain itu juga terlihat sel-sel folikel mengelilingi oosit yang sedang berkembang dan erat
hubungannya dengan proses pematangan yang terjadi dalam folikel.
Ovarium Bufo disebut juga kandung telur. Bentuk oosit primer, bulat inti tengah dengan
jalan kromatin tipis, nukleus jelas, berukuran kecil, sementara oosit sekunder belum berkembang.
Dinding ovarium terdiri atas 2 lapis membran yaitu teka eksterna, dan teka interna. Teka interna
membentuk kantung-kantung.
- Teka Interna : Jaringan ikat stroma yang terdapat di sebelah dalam stratum granulosum, teka
interna langsung berbatasan dengan antrum.
- Teka eksterna : jaringan ikat stroma yang terletak di sebelah luar stratum granulosum, teka
eksterna berbatasan langsung dengan jaringan ikat.
- Oosit : gabungan dari sel telur dan sel-sel folikel yang dalam perkembangannya membentuk
ovum yang matang sehingga dapat dibuahi oleh sperma.
- Antrum : rongga atau celah yang terdapat di antara sel-sel granulose dan berisi cairan liquor
folikulli.
- Sel-sel granulose membentuk lapisan corona radiata yang melapisi oosit. Oosit mempunyai
tiga lapisan berturut-turut dari luar ke dalam yaitu corona radiata yang tersusun atas sel-sel
granulose, zona pelusidae, dan membran vitellin.

Tahap spermatogenesis/Oogenesis Preparat


Pada preparat ovarium Bufo sp pada tahap folikel tersier dimana stratum granulosum yang
melapisi oosit I bertambah banyak, terdapat beberapa celah (antrum) diantara sel granulosa.
Jaringan ikat stroma berada diluar granulosum membentuk teka interna dan eksterna (Ganong,
W.F, 2003). Telur dihasilkan dalam ovary. Sel-sel oogonia yang bersifat diploid membelah
secara mitosis menghasilkan sel-sel oogonia tamnahan. Pada kebanyakan hewan aquatic dan
amphibian,proses tersebut terjadi sekali dalam setahun.Akan tetapi pada reptilian,burung dan
mamalia proses tersebut berhenti lama sebelum lahir (J.W Kimball.1988)
Ovarium Cavia cobaya

Hasil Pengamatan Referensi

6
3
1
4
7
5
2

Ovarium Cavia 4X

Keterangan Keterangan
1. Oosit
2. Cumulus oophorus 1. Theca
3. Zona pellucida 2. Oosit
4. Theca 3. Cumulus oophorus
5. Antrum 4. Folikel primer
6. Folikel primer
Folikel primordial
Pembahasan
Kondisi preparat praktikum yang digunakan dalam pengamatan berwarna pink
kemerahan, tetapi ada beberapa struktur yang sudah agak rusak, akan tetapi preparat masih
dapat diamati dengan baik menggunakan perbesaran 4x. Bagian-bagian yang teramati ada
beberapa yang terlihat jelas dan ada beberapa yang agak hancur.
Bagian-bagian yang dapat teramati dalam penampang ovarium Cavia cobaya antara lain :
- Oosit adalah sel yang berbentuk bulat dengan inti berukuran besar yang terdapat anak
inti di dalamnya.
- Zona pelusidaadalah suatu zona dengan lapisan tebal pada bagian luar membran
vitelin yang melindungi sel telur dan terlibat juga dalam pengikatan sperma selama
pembuahan dan mencegah lebih dari satu sperma yang masuk ke sel telur.
- Theca adalah suatu folikel yang mengelilingi sel telur. Theca terbagi menjadi 2, yaitu
theca interna dan theca eksterna.
- Cumulus oophorusadalah suatu kumpulan dari sel-sel granulosa yang mengelilingi
dan menunjang oosit.
- Antrum adalah rongga-rongga mengandung cairan folikel yang bersatu dan pada
akhirnya membentuk satu rongga.
- Folikel primer adalah folikel yang memasuki siklus di bawah pengaruh hormon
FSH. Oosit di kelilingi selapis sel-sel folikel kubus. Folikel primer terdiri dari oosit
primer, dikelilingi epitel pipih selapis dan folikel primordial (Gupta, 2010).

Ovarium meliputi bagian korteks dan medulla. Bagian korteks mengandung


jaringan ikat longgar dan folikel-folikel yang berkembang. Bagian medulla mengandung
jaringan ikat padat, pembuluh darah. Jaringan ikatnya berhubungan dengan jaringan ikat
pada mesovarium. Folikel-folikel yang berkembang meliputi folikel primordial, folikel
primer, folikel sekunder, folikel tersier dan folikel de Graaf.
Tahap oogenesis pada preparat tersebut yaitu penuntasan meiosis II . Folikel
siapdiovulasikan, Oosit dikelilingi oleh sel granulosa, dihubungkan dengan sel-sel granulose oleh
tangkai penghubung yang disebut cumulus oophorus.
Ovarium Columba livia

Hasil Pengamatan Referensi

Sumber : http://reproduksiumj.blogspot.co.id
Keterangan Keterangan
1. Oosit
2. Antrum
3. Teka interna
4. Teka eksterna
5. Sel-sel granulose
Pembahasan
Kondisi preparat awetan ovarium Columba livia cukup baik, karena bagian-bagian dari
ovarium masih dapat diamati, hanya saja warna preparat awetan lebih gelap, berwarna abu-
abu agak hitam. Bagian-bagian yang teramati tidak semua terlihat jelas seperti pada gambar
searching, hal tersebut dikarenakan kondisi preparat yang sudah berwarna agak gelap.
Pada preparat ovarium Columba livia bagian-bagian yang teramati antara lain :
- Oosit adalah sel yang berbentuk bulat dengan inti berukuran besar yang terdapat anak
inti di dalamnya.
- Zona pelusida adalah suatu zona dengan lapisan tebal pada bagian luar membran
vitelin yang melindungi sel telur dan terlibat juga dalam pengikatan sperma selama
pembuahan dan mencegah lebih dari satu sperma yang masuk ke sel telur.
- Theca adalah suatu folikel yang mengelilingi sel telur. Theca terbagi menjadi 2, yaitu
theca interna dan theca eksterna.
- Cumulus oophorus adalah suatu kumpulan dari sel-sel granulosa yang mengelilingi
dan menunjang oosit.
- Antrum adalah rongga-rongga mengandung cairan folikel yang bersatu dan pada
akhirnya membentuk satu rongga.

Tahapan oogenesis yang dapat diamati pada preparat ini adalah tahapan pembentukan
oosit (tahap akhir).
Ovarium mammalia
Hasil Pengamatan
Referensi

1 2 3

4 5 6
Sumber : http://reproduksiumj.blogspot.co.id
Keterangan Keterangan
1. Membran basalis
2. Membran oophorus
3. Theca interna
4. Theca externa
5. Ovum
Zona pellicida
Pembahasan
Kondisi preparat awetan ovariummamalia yang digunakan dalam pengamatan masih
cukup bagus, yaitu bagian-bagain dari ovarium masih dapat teramati. Warna dari preparat
masih dalam keadaan yang baik juga dibandingkan dengan warna preparat pada gambar
searching.
Pada preparat ovarium Columba livia bagian-bagian yang teramati antara lain :
-Tunika interna (teka interna) adalah lapis sel-sel yang berbentuk ireguler, menyerupai sel-sel
epitel, ini dianggap sebagai sumber testosteron dibawah pengaruh LH.
-Tunika eksterna (teka eksterna) adalah suatu lapis sel jaringan ikat, yang pada permukaan dalam
bercampur dengan teka interna, sedangkan pada permukaan luarnya dengan stroma ovarium
-Ovum merupakan sekret yang dihasilkan dari ovarium
-Zona pellicida adalah membran tebal transparan di sekitar sel telur mamalia yang dapat ditembus
oleh sperma dalam proses pembuahan. Zona pelusida akan tetap eksis sampai telur yang telah dibuahi
(embrio) melepaskannya dalam proses yang disebut penetasan (hatching).
-Membran basalis merupakan membran yang berada didasar sebuah sel. Membran basal berfungsi
sebagai tempat melekatnya sel epitel dan inti sel berfungsi mengatur segala aktivitas sel. membran
basalis merupakan kondensasi bahan mukopolisakarida dan protein yang terdapat di bawah permukaan
basal semua epitel dengan ketebalan yang berbeda-beda. Membran basalis yang paling tebal terdapat
di bawah epitel yang sering mengalami gesekan seperti epidermis kulit. Membrane basalis berfungsi
sebagai penyokong dan bertindak sebagai filter yang semipermeabel dari bagian basal epitel
(Arimbawa, 2012).
Tahap oogenesis pada preparat tersebut yaitu penuntasan meiosis II dimana terjadi penetrasi
sperma sehingga oosit II berkembang menjadi ootid atau ovum yang matang (Pirakaksa, 2009)
Folikel de Graff

Hasil Pengamatan Referensi

Sumber : (Trisunuwati, 2016)

Keterangan Keterangan

1. Corona radiata
2. Oosit
3. Folikel de Graaf

Pembahasan
Kondisi preparat awetan folikel de graff menunjukkan masih baik terlihat dari warna
preparatnya. Akan tetapi, bagian-bagian dari folikel de graff tidak terlihat jelas, kemungkinan
dikarenakan adanya kesalahan oleh praktikan pada saat pengamatan di bawah mikroskop.
1. Deskripsi bagian-bagian preparat
- Corona radiata : lapisan pelindung oosit yang terletak paling luar. Corona radiata
tersusun secara mengeliling dan terbentuk atas sel-sel granulose.
- Oosit : gabungan sel telur dan sel-sel folikel yang dalam perkembangannya
membentuk ovum matang sehingga dapat dibuahi oleh sperma.
- Folikel de graaf : folikel matang yang tidak berhasil dibuahi. Folikel de graaf
berukuran paling besar, atrum menjadi rongga besar yang berisi cairan folikel. Oosit
dikelilingi oleh corona radiata dihubungkan dengan sel granulosa oleh kumulus
oforus.
Folikel merupakan struktur yang berisi cairan sebagai tempat pertumbuhan sel-sel
telur. Bagian penutup pada folikel mengandung sel-sel yanng memproduksi hormon
betina dinamakan estradiol (Brown, 1992). Folikel berasal dari eppitel lembaga akibat
proses invaginasi. Secara bertahap, folikel akan berpisah dari epitel lembaga dan
terpancang di bawah tunica albuginea di dalam lapisan parenkima (Frandson, 1992).
Pada setiap siklus menstruasi, biasanya hanya ada satu folikel yang tumbuhlebih besar
dari folikel lain dan menjadi dominan. Disaat folikel lainnya akanmengalami atresi,
folikel dominan akan mencapai tahap perkembangan folikeloptimal dan dapat
mengalami ovulasi. Folikel ini disebut sebagai folikel de Graaf.Folikel yang mengalami
atresia akan mengalami kematian pada sel-sel folikel danoositnya. Dimana, sel-sel
folikel dan oosit yang mati tersebut akan dihancurkan olehsel-sel fagosit. Setelah itu,
makrofag memasuki folikel untuk memfagositosis debris.Saat ovulasi, dinding folikel
matang akan pecah dan oosit akan lepas, kemudian tubauterina yang melebar akan
menangkap oosit tersebut. Proses ini berlangsung pada pertengahan siklus menstruasi
(hari ke-14 dari siklus-28 hari). Jika dalam 24 jam setelah ovulasi oosit tidak dibuahi,
oosit akan berdegenerasi dan difagositosis(Junqueira & Carneiro, 2007).Bagian-bagian
yang teramati pada preparat ini adalah ovum, zona pelusida, cumulus oophorus, dan
techa.
Tahap oogenesis preparat
Ovarium dikelilingi oleh selapis sel epitel kuboid. Sel epitel kolumnar ovarium
tersusun atas folikel dengan berbagai tingkatan perkembangan, jaringan interstisial,
serta jaringan stroma yang berisi pembuluh darah, saraf, dan limfe (Davis, 2000).
Perkembangan folikel ovarium dipengaruhi oleh hormon estrogen. Estrogen dihasilkan
oleh sel-sel granulosa yang mengubah androgen yang dihasilkan oleh sel-sel teka
interna menjadi estrogen. Pertumbuhan dan pemasakan folikel ovarium dan sekresi
estrogen dikendalikan oleh hormon gonadotropin hipofisis yaitu FSH dan LH. Siklus
reproduksi semua berawal dari produksi Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH)
oleh Hypothalamus. Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) memacu Follice
Stimulating Hormone (FSH) pada fase folikuler untuk proses folikulogenesis pada
folikel ovarium. Tahapan folikulogenesis adalah dari folikel primer, sekunder, tertier,
dan de graaf. Komposisi folikel de graaf adalah sel telur dan antrum folikuler yang
berisi hormon estrogen. Sekresi estrogen oleh ovarium memicu pelepasan LH untuk
ovulasi pada masa estrus. LH merangsang pembentukan korpus luteum. Estrogen
mempengaruhi sekresi hormon gonadotropin hipofisis melalui efek umpan balik pada
hipotalamus (Trisunuwati, 2016).
KESIMPULAN

Gametogenesis adalah proses pembentukan sel kelamin atau gonad, pada jantan disebut
spermatogenesis, pada betina disebut oogenesis.
Spermatogenesis terjadi di dalam tubulus seminiferus dalam testis. Proses tersebut
berlangsung mulai dari dinding tepi sampai ke lumen tubulus seminiferus.
Tingkatan perkembangan sel germa dalam tubulus adalah sebagai berikut:
a) Spermatogonium. Dapat dilihat pada dinding tubulus seminiferus, ukurannya relative
kecil, bentuk agak oval, inti berwarna kurang terang, terletak berderet
didekat/melekat membrane basalis.
b) Spermatosit I. Letak agak menjauhi membrane basalis, ukuran paling besar, bentuk
bulat, inti terwarna kuat.
c) Spermatosit II. Ukuran agak kecil (1/2 spermatosit I), bentuk bulat warna inti lebih
kuat, letak makin menjauhi membrana basalis.
d) Spermatid. Letak di dekat lumen, ukuran kecil, bentuk agak oval, warna inti kuat,
akan mengalami diferensiasi dari satu sel yang bulat menjadi spermatangatozoid.
e) Spermatozoid. Letaknya dalam lumen, bentuk panjang, ada yang bergerombol pada
sel seroli dan ekornya menghadap kelumen. Mempunyai bentuk yang berbeda dari
sel kelamin sebelumnya karena sperma disiapkan untuk dapat bergerak, sehingga
dilengkapi alat gerak berupa flagella.
Pada proses spermatogenesis terjadi proses - proses dalam istilah sebagai berikut:
1. Spermatositogenesis (spermatocytogenesis) adalah tahap awal dari spermatogenesis,
yaitu peristiwa pembelahan spermatogonium menjadi spermatosit primer (mitosis),
selanjutnya spermatosit melanjutkan pembelahan secara meiosismenjadi spermatosit
sekunder dan spermatid. Istilah ini biasa disingkat proses pembelahan sel dari
spermatogonium menjadi spermatid.
2. Spermiogenesis (spermiogensis) adalah peristiwa perubahan spermatid menjadi
sperma yang dewasa. Spermiogenesis terjadi di dalam epididimis dan membutuhkan
waktu selama 2 hari. Terbagi menjadi tahap 1) Pembentukan golgi, axon ema dan
kondensasi DNA, 2) Pembentukan cap akrosom, 3) pembentukan bagian ekor, 4)
Maturasi, reduksi sitoplasma difagosit oleh sel Sertoli.
3. Spermiasi (Spermiation) adalah peristiwa pelepasan sperma matur dari sel sertoli
ke lumen tubulus seminiferus selanjutnya ke epididimidis. Sperma belum memiliki
kemampuan bergerak sendiri (non-motil). Sperma non motil ini ditranspor dalam
cairan testicular hasil sekresi sel Sertoli dan bergerak menuju epididimis karena
kontraksi otot peritubuler. Sperma baru mampu bergerak dalam saluran epidimis
namun pergerakan sperma dalam saluran reproduksi pria bukan karena motilitas
sperma sendiri melainkan karena kontraksi peristaltik otot saluran.
Pada pengamatan yang telah dilakukan, terdapat testis mamalia-tikus dan katak dengan
struktur histologis yang meliputi: Sel interstisial, Membran basal, Tubulus seminiferus,
Sel sperma, Spermatogonium (dalam perkembangan), Spermatosit primer, Spermatosit
sekunder, Sel sertoli, Lumen. Sedangkan pada sel spermatozoid sapi, terlihat struktur sel
sperma yaitu: kepala, leher, dan ekor.
Oogenesis terjadi didalam ovarium dan dilanjutkan didalam oviduk jika terjadi penetrasi
spermatozoid. Dalam oogenesis sel germa berkembang dalam folikel-folikel telur. Oosit
diovulasikan dari folikel de graff dalam tahap metaphase meiosis II. Jika dalam oviduk
terjadi penetrasi sperma, maka terjadi penuntasan meiosis II dan oosit II berkembang
menjadi ootid atau ovum yang matang.
Pada preparat Ovarium, bisa di amati perkembangan folikel mulai dari :
a) Folikel Premodial merupakan folikel yang akan tumbuh menjadi folikel primer yang
berada pada bagian tepi sel. Folikel primordial terdiri dari oosit primer yang
dikelilingi oleh selapis sel-sel folikel pipih.
b) Folikel Primer merupakan folikel yang telah memasuki siklus dan di bawah pengaruh
hormon FSH dari hipofisa terjadi proses pertumbuhan. Pada folikel primer oosit
dikelilingi oleh selapis sel-sel folikel kubus.
c) Folikel Sekunder ditandai dengan oosit yang dikelilingi oleh dua atau lebih lapisan
sel-sel folikel kubus.
d) Folikel Tersier ditandai dengan terbentuknya beberapa rongga yang disebut vakuola
call exner.
e) Folikel de graff hanya ada satu rongga besar yang disebut antrum follikuli yang terisi
cairan yang disebut liquor follikuli.
Pada ovarium, Sel-sel folikel yang berbentuk kubus disebut juga sel-sel granulosa, sel-sel
granulosa yang mengelilingi oosit primer pada folikel de Graaf disebut korona
radiata, sel-sel granulosa berbentuk agak kolumnar. Mulai dari folikel sekunder hingga
folikel de Graaf, antara oosit primer dan korona radiata terdapat satu lapisan yang
merupakan cairan (glikoprotein) yang disebut zona pellusida. Di luar lapisan sel-
sel granulose terdapat stroma yang disebut theka interna dan theka eksterna. Theka
interna terdiri dari sel-sel yang berfungsi untuk menghasilkan hormon steroid. Sel-sel
tersebut berbentuk kubus. Theka interna banyak mengandung pembuluh darah. Theka
eksterna terutama terdiri dari jaringan ikat longgar.
Pada pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan ovarium mamalia, Cavia, dan
Columba terlihat struktur histologis yang meliputi: Korteks, Medula, Folikel primordial,
Folikel primer, Folikel sekunder, Folikel de graff, Oosit, dan Sel-sel granulosa.
Sedangkan pada folikel de graff terdapat struktur histologis: Theca externa, Theca
interna, Stroma, Antrum, Zona pekusida (zp), Corona radiata, Lamina basalis, Sel-sel
granulosa
DAFTAR PUSTAKA
Arimbawa, I.W.P., Trilaksana, I.G.N.B., Pemayun, T.G.O. 2012. Gambaran Hormon

Bachtiar, I. (2003). Reproduksi Seksual Karang Scleractinia: Telaah Pustaka. Jurnal Biota , Vol VIII.
No. 3. Hal 131 – 134.Progesteron selama Satu Siklus Estrus. Indonesia Medicus Veterinus 1(3) :
330 – 336.Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Denpasar

Ganong, W.F. 2003. Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC Sumiati. (2013). Sistem Reproduksi
Manusia. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Garner, D. a. (2000). Spermatozoa and Seminal Plasma. In Reproduction in Farm Animals. USA:
Lippincott Wiliams and Wilkins.

JW.Kimball.1998.Bioogi Jilid I.Jakarta:Erlangga

Maskoeri, J. (1993). Zoologi Vertebrata. Surabaya: Sinar Wijaya.

Merry, P. (2010). Jenis dan Tingkat Abnormalitas Primer pada Spermatozoa Sapi. Bogor: Institut
Pertanian Bogor.

Nurhayati, A. P. (2004). Perkembangan Hewan. Surabaya: ITS Press.

Partodihardjo, S. (1985). Ilmu Produksi Hewan. Jakarta:Binarupa Aksara.

Pirakaksa, I. W., dan W. Bebas. 2009. Pengaruh Penyuntikan Ekstrak Hypophysis terhadap Berat
Testes, Gambaran Mikroskopis Testes, dan Kualitas Semen Ayam Hutan Merah (Gallus
Gallus).Vol.1 No.1. :13-19 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Denpasar

Suwarso. (1999). Ilmu reproduksi. Jakarta: Akademi Pressindo.

Trisunuwati, P. (2016). The Role of Leaf Water Clover (Marsilia crenata) Squeeze Towards Estrogen
Blood Level and Uterine Histology in Rats (Rattus norvegicus). Jurnal Ternak Tropika, 17(2), 1–
7.

Unitly, A. J. A., Kusumorini, N., Agungpriyono, S., & Satyaningtijas, A. S. (2014). Perubahan
Kualitas Spermatozoa dan Jumlah Sel-sel Spermatogenik Tikus yang Terpapar Asap Rokok.
Jurnal Kedokteran Hewan, 8(2), 8–11.

Wulan Christijanti, d. (2010). Efek Pemberian Antioksidan Vitamin C dan E terhadap Kualitas
Spermatozoa Tikus Putih Terpapar Allethrin. Biosaintifika , Vol. 2 No.1, Hal 18-26.

Yatim, W. (1994). Reproduksi dan Embriologi. Bandung: Tarsito.


LAMPIRAN

(DokumentasiHasilPengamatan)

Ovarium Bufo 10x Ovarium Columba 4x Testis Bufo 10x

Ovarium mammalia
Testis mamalia 10x Spermatozoa sapi 20x
10x

Ovarium Cavia 4x Ovarium Bufo 10x


Laporan sementara

Anda mungkin juga menyukai