Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kerajaan Kutai Martapura merupakan kerajaan Hindu pertama di
Indonesia, dan dikatakan bahwa agama Hindu telah menyebar dari abad ke-II
dan III tahun masehi dibawa dengan jalan damai melaluipenganutnya yang
rata-rata sebagai saudagar, pedagang dan lain-lain. Mereka menetap di
daerah-daerah wilayah Indonesia dan terjadilah pembauran kebudayaan dan
kepercayaan, Corak Hindu diIndonesia dimulainya dengan munculnya
kerajaan Kutai Martapura, Menurut seorang pujangga dari Indiabernama
Walmaliki dalam sebuah kidungnya bernama Ramayana, ia menggambarkan
negeri yang kayayang menghasilkan logam dan tumbuh-tumbuhan serta
menjadikan daerah itu menjadi perhatian bangsaHindu (India), Yunani dan
Tiongkok, dan mulai terjadilah suatu gejala politik berupa pendirian
kampung-kampung yang kemudian menjadi hiasan tujuh Negara di Nusa
Emas dan Perak, yang dapat diartikan Kerajaan Kutai.
Fenomena tersebut menarik penulis untuk menulis makalah berjudul
Sejarah Kerajaan Kutai.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut maka dapat dirumuskan
permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana deskripsi kerajaan Kutai?
2. Apakah saja peninggalan kerajaan Kutai?

C. Tujuan
Sesuai dengan permasalahan yang dikemukakan di atas, maka makalah
ini bertujuan untuk mengetahui ;
1. Deskripsi kerajaan Kutai
2. Peninggalan kerajaan Kutai

Sejarah Indonesia_Kelas_X Page 1


D. Manfaat
Sesuai dengan tujuan penulisan makalah, maka makalah ini memiliki
manfaat ;
1. Mendeskripsikan kerajaan Kutai
2. Mejelaskan peninggalan kerajaan Kutai

Sejarah Indonesia_Kelas_X Page 2


BAB II
PEMBAHASAN

A. Letak Kerajaan Kutai


Kerajaan Kutai (Kutai Martadipura) adalah kerajaan bercorak hindu yang
terletak di muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu Sungai
Mahakam. Kerajaan Kutai berdiri sekitar abad ke-4. Nama kerajaan ini
disesuaikan dengan nama daerah tempat penemuan prasasti, yaitu daerah
Kutai. Hal ini disebabkan, karena setiap prasasti yang ditemukan tidak ada
yang menyebutkan nama dari kerajaan tersebut. Wilayah Kerajaan Kutai
mencakup wilayah yang cukup luas, yaitu hampir menguasai seluruh wilayah
Kalimantan Timur. Bahkan pada masa kejayaannya Kerajaan Kutai hampir
manguasai sebagian wilayah Kalimantan.

B. Sumber Sejarah
Keberadaan kerajaan tersebut diketahui berdasarkan sumber berita yang
ditemukan yaitu berupa prasasti yang berbentuk yupa / tiang batu berjumlah 7
buah.
Prasasti Yupa merupakan salah satu bukti sejarah Kerajaan Kutai yang
paling tua. Dari prasasti inilah diketahui tentang adanya Kerajaan Kutai di

Sejarah Indonesia_Kelas_X Page 3


Kalimantan. Di dalam prasasti ini terdapat tulisan-tulisan yang menggunakan
bahasa Sansekerta dan juga aksara/huruf Pallawa.

Isi dari Prasasti Yupa mengungkapkan sejarah dari Kerajaan Hindu yang
berada di Muara Kaman, di hulu Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
Secara garis besar prasasti tersebut menceritakan tentang kehidupan politik,
sosial dan budaya Kerajaan Kutai.
Dari 7 buah prasasti Yupa yang ditemukan, hingga kini rupanya baru 5
buah prasasti yang berhasil diterjemahkan artinya sebagai sumber sejarah
kerajaan Kutai. Sementara 2 yupa lainnya memiliki keausan parah pada
bagian pahatannya sehingga sangat sulit untuk diidentifikasi. Berikut ini isi
dari 5 yupa peninggalan kerajaan Kutai tersebut.
1. Isi Yupa 1
Isi yupa pertama mengabarkan tentang silsilah singkat raja kerajaan
Kutai pada awal masa berdirinya. Disebutkan dalam prasasti ini bahwa
raja Mulawarman adalah raja yang baik, kuat, dan berkuasa. Ia adalah
anak dari raja Asmawarman sekaligus cucu dari Maharaja Kudungga.
Berikut ini teks dan terjemahan dari isi yupa tersebut.
Teks : “Crimatah cri-narendrasya, Kundungasya mahatmanah, Putro
cvavarmmo vikhyatah, Vancakartta yathancuman, Tasya putra
mahatmanah, Trayas traya ivagnayah, Tesan trayanam pravarah, Tapo-
bala-damanvitah, Cri mulavarmma rajendro, Yastpa bahusuvarnnakam,
Tasya yajnasya yupo yam, Dvijendrais samprakalpitah.”
Terjemahan : “Sang Maharaja Kudungga, yang amat mulia,
mempunyai putra yang mashur, Sang Aswawarmman namanya, yang

Sejarah Indonesia_Kelas_X Page 4


seperti sang Angsuman (=dewa matahari) menumbuhkan keluarga yang
sangat mulia. Sang Aswawarmman mempunyai putra tiga, seperti api
(yang suci) tiga. Yang terkemuka dari ketiga putra itu ialah Sang
Mulawarmman, raja yang berperadaban baik, kuat dan kuasa. Sang
Mulawarmman telah mengadakan kenduri (selamatan yang dinamakan)
emas-amat-banyak. Untuk peringatan kenduri (salamatan) itulah tugu
batu ini didirikan oleh pra Brahmana.”
2. Isi Yupa Kedua
Yupa lain yang menjadi sumber sejarah kerajaan Kutai berisi tentang
kabar kebaikan raja Mulawarman kepada para brahmana, serta pemberian
hadiah berupa tanah kepada mereka. Berikut ini teks dan terjemahan dari
isi yupa tersebut.
Teks : “Crimad-viraja-kirtteh, Rajnah cri-mulavarmmanah punyam,
Crnantu vipramukhyah, Ye canya sadhavah purusah, Bahudana-
jivadanam, Sakalpavrksam sabhumidanan ca, Tesam punyagananam,
Yupo yam stahipito vipraih.”
Terjemahan : “Dengarkanlah oleh kamu sekalian, Brahmana yang
terkemuka, dan sekalian orang baik lain-lainya, tentang kebaikan budi
Sang Mulawarmman, raja besar yang sangat mulia. Kebaikan budi ini
ialah berwujud sedekah banyak sekali, seolah-olah sedekah kehidupan
atau semata-mata pohon Kalpa (yang memberi segaa keinginan), dengan
sedekah tanah (yang dihadiahkan). Berhubungan dengan semua kebaikan
itulah tugu ini didirikan oleh para Brahmana (sebagai peringatan).”
3. Isi Yupa Ketiga
Yupa ketiga memiliki isi yang singkat dibandingkan isi yupa
lainnya. Yupa ini berisi tentang kabar pemberian sedekah raja
Mulawarman kepada para Brahmana berupa segunung minyak dengan
lampu dan malai bunga. Kemungkinan sedekah ini diperuntukan sebagai
media peribadatan. Berikut ini teks dan terjemahan dari isi yupa tersebut.
Teks : “Sri-mulavarmmana rajna, Yad dattan tila-patvvatam, Sa-
dipamalaya sarddham, Yupo yam likhitas tayoh.”
Terjemahan : “Tugu ini ditulis untuk (peringatan) dua (perkara) yang

Sejarah Indonesia_Kelas_X Page 5


telah disedekahkan oleh Sang Raja Mulawarmman, yakni segunung
minyak (kental), dengan lampu serta malai bunga.”
4. Isi Yupa Keempat
Yupa keempat berisi berita yang membuktikan bahwa kerajaan Kutai
memperoleh masa kejayaan dibawah pimpinan raja Mulawarman. Isi
prasasti yang menjadi sumber sejarah kerajaan Kutai ini menyatakan
bahwa sang raja telah memberikan sedekah 20 ribu ekor sapi kepada para
Brahmana. Berikut ini teks dan terjemahan dari isi yupa tersebut.
Teks : “Srimato nrpamukhyasya, Rajnah sri muavarmmanah, Danam
punyatame ksetre, Yad dattam vaprakesvare, Dvijatibhyo gnikalpebhyah,
Vinsatir nggosahasrikam, Tasya punyasya yupo yam, Krto viprair
ihagataih.”
Terjemahan : “Sang Mulawarman, raja yang mulia dan terkemuka, telah
memberi sedekah 20.000 ekor sapi kepada para brahman yang seperti
api, (bertempat) di tanah yang sangat suci (bernama) Waprakeswara.
Untuk (peringatan) akan kebaikan budi yang raja itu, tugu ini telah dibuat
oleh para brahmana yang datang di tempat ini”.
5. Isi Yupa Kelima
Yupa terakhir yang dapat diidentifikasi dan dijadikan sebagai salah
satu sumber sejarah kerajaan Kutai ini diperkirakan dibuat oleh para
Brahmana untuk mengenang keberanian dan kebaikan raja Mulawarman.
Berikut ini Berikut ini teks dan terjemahan dari isi yupa tersebut.
Teks : “Sri-mulavarmma rajendra (h) sama vijitya parttya (van),
Karadam nrpatimms cakre yatha raja yudhisthirah, Catvarimsat
sahasrani sa dadau vapprakesvare, Ba … trimsat sahasrani punar
ddadau, Malam sa punar jivadanam pritagvidham, Akasadipam
dharmmatma parttivendra (h) svake pure, … … … … … … …
mahatmana, Yupo yam sth (apito) viprair nnana desad iha (gataih//).”
Terjemahan : “Raja Mulawarman yang tersohor telah mengalahkan raja-
raja di medan perang, dan menjadikan mereka bawahannya seperti yang
dilakukan oleh raja Yudisthira. Di Waprakeswara Raja Mulawarman
menghadiahkan (sesuatu) 40 ribu, lalu 30 ribu lagi. Raja yang saleh

Sejarah Indonesia_Kelas_X Page 6


tersebut juga memberikan Jivadana dan cahaya terang (?) di kotanya.
Yupa ini didirikan oleh para Brahmana yang datang ke sini dari pelbagai
tempat”.
Selain Yupa,Kerajaan Kutai juga mempunyai peninggalan lainnya yaitu :
1. Ketopong Sultan

Ketopong adalah mahkota yang biasa dipakai oleh Sultan Kerajaan


Kutai yang terbuat dari emas. Ketopong ini memiliki berat 1,98 kg dan
saat ini masih tersimpan di Museum Nasional Jakarta. Benda bersejarah
yang satu ini ditemukan di Mura Kaman, Kutai Kartanegara pada tahun
1890. Sedangkan yang dipajang di Museum Mulawarman merupakan
ketopong tiruan.
2. Kalung Ciwa

Peninggalan sejarah berikutnya adalah Kalung Ciwa yang ditemukan


oleh pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Kalung ini

Sejarah Indonesia_Kelas_X Page 7


ditemukan oleh seorang penduduk di sekitar Danau Lipan Muara Kaman
pada tahun 1890. Saat ini Kalung Ciwa masih digunakan sebagai
perhiasan oleh sultan dan hanya dipakai ketika ada pesta penobatan
sultan baru.
3. Kura-kura Emas

Bukti sejarah Kerajaan Kutai yang satu ini cukup unik, karena
berwujud kura-kura emas. Benda bersejarah ini saat ini berada di
Museum Mulawarman. Benda yang memiliki ukuran sebesar kepalan
tangan ini ditemukan di daerah Long Lalang, daerah yang berada di hulu
Sungai Mahakam.

Dari riwayat yang diketahui benda ini merupakan persembahan dari


seorang pangeran dari Kerajaan China untuk Putri Raja Kutai, Aji Bidara
Putih. Kura-kura emas ini merupakan bukti dari pangeran tersebut untuk
mempersunting sang putri.
4. Pedang Sultan Kutai

Sejarah Indonesia_Kelas_X Page 8


Pedang Sultan Kutai terbuat dari emat padat. Pada gagang pedang
terdapat ukiran gambar seekor harimau yang siap untuk menerkam
mangsanya. Sedang pada bagian ujung pedang terdapat hiasan seekor
buaya. Untuk melihat benda ini kamu harus berkunjung ke Museum
Nasional di Jakarta.
5. Keris Bukit Kang

Kering Bukit Kang merupakan keris yang digunakan oleh Permaisuri


Aji Putri Karang Melenu, permaisuri Raja Kutai Kartanegara yang
pertama. Berdasarkan cerita dari masyarakat menyebutkan bahwa putri
ini merupakan putri yang ditemukan dalam sebuah gong yang hanyut di
atas bambu. Di dalam gong tersebut terdapat bayi perempuan, telur ayam
dan sebuah kering. Kering ini diyakini sebagai Keris Bukit Kang.
6. Singgasana Sultan

Sejarah Indonesia_Kelas_X Page 9


Singgasana Sultan adalah salah satu peninggalan sejarah Kerajaan
Kutai yang masih terjaga sampai saat ini. Benda ini diletakan di Museum
Mulawarman. Pada zaman dahulu Singgasana ini digunakan oleh Sultan
Aji Muhammad Sulaiman serta raja-raja Kutai sebelumnya. Singgasana
Sultan ini dilengkapi dengan payung erta umbul-umbul serta peraduan
pengantin Kutai Keraton.

C. Aspek Kehidupan Politik


Kerajaan Kutai mempunyai kehidupan politik secara turun temurun,
dalam arti kepemimpinan akan selalu diteruskan oleh anak, cucu sampai cicit
dan sistem pemerintahan tersebut sudah berjalan sejak Kerajaan Kutai
dipimpin oleh Aswawarman. Akan tetapi, pemerintahan masih di kuasi oleh
orang Hindu yang berasal dari India sehingga sistem berjalan dengan
sistematis dan teratur. Sementara untuk wilayah kekuasan Kerajaan Kutai
mempunyai wilayah yang sangat luas yang mencakup 3 Kabupaten yakni
Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Kutai
Timur yang semuanya masih masuk dalam Provinsi Kalimantan Timur.
Seperti yang dijelaskan dalam yupa bahwa raja terbesar Kutai adalah
Mulawarman, putra Aswawarman dan Aswawarman adalah putra Kudungga.
Dalam yupa juga dijelaskan bahwa Aswawarman disebut sebagai Dewa
Ansuman/Dewa Matahari dan dipandang sebagai Wangsakerta atau pendiri
keluarga raja. Hal ini berarti Asmawarman sudah menganut agama Hindu dan
dipandang sebagai pendiri keluarga atau dinasti dalam agama Hindu. Untuk
itu para ahli berpendapat Kudungga masih nama Indonesia asli dan masih
sebagai kepala suku, yang menurunkan raja-raja Kutai. Dalam kehidupan
sosial terjalin hubungan yang harmonis/erat antara Raja Mulawarman dengan
kaum Brahmana, seperti yang dijelaskan dalam yupa, bahwa raja
Mulawarman memberi sedekah 20.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana di
dalam tanah yang suci bernama Waprakeswara. Istilah Waprakeswara–tempat
suci untuk memuja Dewa Siwa di pulau Jawa disebut Baprakewara.

Sejarah Indonesia_Kelas_X Page 10


Raja di Kerajaan Kutai
1. Maharaja Kudungga
Adalah raja pertama di Kerajaan Kutai. Kedudukan Kudungga pada
awalnya adalah seorang kepala suku, dengan masuknya pengaruh Hindu
maka ia mengubah struktur pemerintahannya menjadi kerajaan dan
menjadikan dirinya sebagai raja, dan pergantian kekuasaan dengan
keturuanan-keturunannya.
Raja Kudungga merupakan penduduk asli Indonesia yang belum
terpengaruh dengan ajaran Hindu pada zamannya. Oleh karena itu, Raja
Kudungga tidak dianggap sebagai pendiri keluarga kerajaan, melainkan
anaknya yaitu Raja Aswawarman, karena pada masa pemerintahannya
sudah masuk pengaruh agama Hindu dana Raja
Aswawarman menjadi pemeluk Hindu hingga keturunan berikut-
berikutnya.
2. Maharaja Aswawarman
Raja Aswawarman adalah putra Raja Kudungga. Raja Aswawarman
adalah Raja pertama yang menganut kepercayaan Hindu. Sebelumnya
pada masa pemerintahaan Raja Kudungga, kerajaan Kutai menganut
kepercayaan animisme.
Berikut ini jasa-jasa Maharaja Aswawarman
 Tersingkirnya kepercayaan animisme
Animisme berasal dari kata Anima yang latinnya berarti Roh.
Kepercayaan ini mempercayai bahwa segala benda hidup ataupun
benda mati mempunyai roh-roh yang wajib di hormati dan di puja.
Seperti gunung, laut, pohon, danau, batu besar dan sebagainya.
Benda-benda tersebut dipercaya dapat membantu kelangsungan
hidup manusia.
Selain itu animisme juga mempercayai bahwa roh-roh orang
yang telah meninggal, akan berpindah roh ke tubuh hewan yang
masih hidup seperti babi, harimau dan hewan buas lainnya.
Dipercaya bahwa roh orang yang telah meninggal itu akan membalas
dendam kepada musuhnya ketika hidup melalui hewan itu. Sekilas

Sejarah Indonesia_Kelas_X Page 11


kepercayaan ini hampir mirip dengan reinkarnasi, ajaran pada agama
Hindu dan Buddha.
Namun ada perbedaan yang mendalam, reinkarnasi diartikan
kelahiran baru. Jadi ajaran Hindu dan Buddha mempercayai bahwa
orang yang telah meninggal akan lahir kembali ke raga yang baru,
tidak ke tubuh hewan seperti pemeluk animisme.
Sejak Raja Aswawarman naik tahta, kepercayaan ini pelan-pelan
tersingkir dan terganti dengan ajaran yang dibawa oleh para
Brahmana yaitu agama Hindu.
Asal – usul masuknya agama Hindu ke Indonesia:
Raja Aswawarman adalah Raja pertama yang menganut agama
Hindu. Pada saat itu di Kalimantan ada Brahmana yang ingin
menyebarkan ajaran Hindu ke Indonesia, lalu Brahmana ini di
angkat menjadi Parohita (penasihat Raja) sekaligus pemimpin
upacara-upaca kerajaan oleh Raja Kudungga karena dipercaya
mempunyai kesaktiaan.
Namun saat itu ajaran Hindu yang dibawa oleh Brahmana hanya
dapat di pelajari dan di mengerti oleh golongan kerajaan dan
golongan tertentu, karena ajaran yang dibawa para Brahmana sangat
tinggi.
Sampai pada akhirnya ajaran Hindu sudah mempengaruhi
kerajan Kutai pada masa pemerintahan Raja Aswawarman hingga
terus di turunkan sampai ke putranya yaitu Raja Mulawarman yang
dikenal sebagai penganut Hindu-Syiwa yang taat.
 Mendapat gelar Wangsakerta dan Dewa Ansuman:
Raja Aswawarman merupakan pendiri dinasti Kerajaan Kutai,
sehingga mendapat gelar Wangsakerta yang artinya sebagai
pembentuk keluarga raja. Pemberiaan gelar ini juga disebutkan pada
stupa, selain itu stupa itu juga menjelaskan bahwa Raja
Aswawarman mendapat sebutan sebagai Dewa Ansuman (Dewa
Matahari).

Sejarah Indonesia_Kelas_X Page 12


3. Maharaja Mulawarman
Raja Mulawarman merupakan Raja ketiga, setelah ayahnya di
Kerajaan Kutai. Kerajaan kutai mencapai puncak kejayaannya sejak masa
pemerintahan raja yang mempunyai nama lengkap Mulawarman Nala
Dewa dan dikenal sebagai raja yang tersohor pada abad ke 4 Masehi.
Berikut ini jasa-jasa Maharaja Mulawarman :
 Semakin luasnya wilayah kerajaan Kutai
Raja Mulawarman berhasil mencapai puncak kejayaan Kutai
hingga terus menerus memperluas wilayahnya, hingga menguasai
Kalimantan bagian Timur. Hampir semua daerah di Kalimantan
berhasil pula di taklukan. Dengan semakin luasnya wilayah kerjaan
Kutai, nama Raja Mulawarman semakin tersohor.
 Kehidupan rakyat makmur dan tentram
Kehidupan rakyat pada masa pemerintahan Raja Mulawarman
sangat makmur, tentram dan terjamin sehingga seluruh rakyat dapat
melangsungkan kehidupannya dengan lebih baik. Keamanan juga
terjamin pada waktu itu, sehingga semua rakyat bangga dengan Raja
Mulawarman.
 Terkenal sebagai raja yang dermawan
Sejarah menyebutkan bahwa pada suatu hari Raja Mulawarman
memberikan sekitar 20.000 ekor sapi kepada para Brahmana di
dalam tanah yang suci yang dikenal dengan nama Waprakeswara,
sebagai bentuk terimakasih dan peringatan acara kurban. Raja
Mulawarman terkenal sebagai raja besar yang mulia.
 Banyak bangunan suci
Pada masa pemerintahan Raja Mulawarman banyak di dirikan
bangunan suci untuk ibadah, seperti bangunan suci untuk
menyembah Dewa Trimurti. Trinurti adalah tiga bentuk kekuatan
Brahman dalam menciptakan, memelihara dan meleburkan alam.
Dewa Trimurti adalah tiga dewa tertinggi di agama Hindu. Ketiga
nama dewa tertinggi tersebut adalah:
- Dewa Brahma yang fungsinya sebagai Pencipta,

Sejarah Indonesia_Kelas_X Page 13


- Dewa Wisnu yang fungsinya sebagai Pemelihara
- Dewa Siwa yang fungsinya sebagai Pelebur
Selain ketiga dewa tertinggi, agama Hindu juga meyakini
keberadaan dewa lainnya antara lain: Dewa Chandra (Dewa
Bulan), Dewa Ganesha (Dewa kebijaksanaan), Dewa Indra (Dewa
hujan dan perang), Dewa Kuwera (Dewa kekayaan), Dewi Laksmi
(Dewi kemakmuran dan kesuburan), Dewa Maruta (Dewa petir),
Dewi Saraswati (Dewi pengetahuan), Dewi Sri (Dewi pangan),
Dewa Surya (Dewa matahari), Dewa Waruna (Dewa
air,laut,samudra), Dewa Bayu (Dewa angin), Dewa Yama (Dewa
maut), Dewa akhirat(hakim yang mengadili roh) dan Dewa
Kartikeya (Dewa pembunuh iblis) dan masih banyak dewa-dewa
lainnya.
4. Maharaja Irwansyah
5. Maharaja Sri Aswawarman
6. Maharaja Marawijaya Warman
7. Maharaja Gajayana Warman
8. Maharaja Tungga Warman
9. Maharaja Jayanaga Warman
10. Maharaja Nalasinga Warman
11. Maharaja Nala Parana Tungga
12. Maharaja Gadingga Warman Dewa
13. Maharaja Indra Warman Dewa
14. Maharaja Sangga Warman Dewa
15. Maharaja Singsingamangaraja XXI
16. Maharaja Candrawarman
17. Maharaja Prabu Nefi Suriagus
18. Maharaja Ahmad Ridho Darmawan
19. Maharaja Riski Subhana
20. Maharaja Sri Langka Dewa
21. Maharaja Guna Parana Dewa
22. Maharaja Wijaya Warman

Sejarah Indonesia_Kelas_X Page 14


23. Maharaja Indra Mulya
24. Maharaja Sri Aji Dewa
25. Maharaja Mulia Putera
26. Maharaja Nala Pandita
27. Maharaja Indra Paruta Dewa
28. Maharaja Dharma Setia

D. Struktur Birokrasi
Raja Kudungga tidak dianggap sebagai pendiri dinasti, karena pengertian
raja pada waktu itu terbatas pada keluarga kerajaan yang telah menyerap
kebudayaan india
Raja Mulawarman adalah raja yang telah menciptakan stabilitas politik
karena salah satunya prasasti Yupa menyebutkan bahwa raja yang bijaksana,
kuat , dan berkuasa
Selain raja dapat menjalin hubungan baik dengan kaum Brahmana,
dengan menyembelih 20.000 ekor sapi

E. Kehidupan Sosial dan Budaya Masyarakat


a. Kehidupan Sosial
Kehidupan sosial di Kerajaan Kutai merupakan terjemahan dari prasasti-
prasasti yang ditemukan oleh para ahli. Diantara terjemahan tersebut
adalah sebagai berikut:
 Masyarakat di Kerajaan Kutai tertata, tertib dan teratur.
 Masyarakat di Kerajaan Kutai memiliki kemampuan beradaptasi
dengan budaya luar (India), mengikuti pola perubahan zaman dengan
tetap memelihara dan melestarikan budayanya sendiri
b. Kehidupan Budaya masyarakat
Sementara itu dalam kehidupan budaya dapat dikatakan kerajaan
Kutai sudah maju. Hal ini dibuktikan melalui upacara penghinduan
(pemberkatan memeluk agama Hindu) yang disebut Vratyastoma.
Vratyastoma dilaksanakan sejak pemerintahan Aswawarman karena
Kudungga masih mempertahankan ciri-ciri keIndonesiaannya, sedangkan
yang memimpin upacara tersebut, menurut para ahli, dipastikan adalah

Sejarah Indonesia_Kelas_X Page 15


para pendeta (Brahmana) dari India. Tetapi pada masa Mulawarman
kemungkinan sekali upacara penghinduan tersebut dipimpin oleh kaum
Brahmana dari orang Indonesia asli. Adanya kaum Brahmana asli orang
Indonesia membuktikan bahwa kemampuan intelektualnya tinggi,
terutama penguasaan terhadap bahasa Sansekerta yang pada dasarnya
bukanlah bahasa rakyat India sehari-hari, melainkan lebih merupakan
bahasa resmi kaum Brahmana untuk masalah keagamaan.

F. Kehidupan Ekonomi
Kehidupan ekonomi di Kutai, tidak diketahui secara pasti, kecuali
disebutkan dalam salah satu prasasti bahwa Raja Mulawarman telah
mengadakan upacara korban emas dan tidak menghadiahkan sebanyak 20.000
ekor sapi untuk golongan Brahmana. Tidak diketahui secara pasti asal emas
dan sapi tersebut diperoleh. Apabila emas dan sapi tersebut didatangkan dari
tempat lain, bisa disimpulkan bahwa kerajaan Kutai telah melakukan kegiatan
dagang. Jika dilihat dari letak geografis, Kerajaan Kutai berada pada jalur
perdagangan antara Cina dan India. Kerajaan Kutai menjadi tempat yang
menarik untuk disinggahi para pedagang.
Kutai yang berada di tepian sungai, mulai mendorong masyarakatnya
untuk mengembangkan di bidang pertanian. Selain di bidang pertanian,
mereka kemudian banyak menjalan kegiatan perdagangan. Bahkan telah
diperkirakan bahwa telah terjadi hubungan dagang ke beberapa wilayah yang
ada dari luar. Pada jalur perdagangan internasional waktu ini sudah ada dari
India yang melewati selat makassar, sampai terus mengarah ke Filipina dan
hingga di Cina. Didalam pelayarannya tersebut dimungkinkan para pedagang
tersebut akan singgah terlebih dahulu di Kutai untuk melakukan penjualan
dan pembelian barang dagangan dengan sekaligus untuk menyiapkan
beberapa berbekalan untuk pelayaran.Hal inilah yang membuat kerajaan kutai
semakin ramai dan rakyat akhirnya hidup makmur.

G. Faktor Pendorong Masa Kejayaan Kerajaan Kutai


Ditemukannya prasasti atau yupa di Muara Kaman merupakan salah satu
bukti bahwa kehidupan Kerajaan Kutai sangatlah makmur dan sejahtera.

Sejarah Indonesia_Kelas_X Page 16


Masa kejayaan Kerajaaan Kutai berada pada massa pemerintahan Raja
Mulawarman. Hal ini karena beliau begitu bijaksana dan royal bagi hal-hal
yang religius. Para brahmana dihadiahi emas, tanah, dan ternak secara adil,
pengadaan upacara sedekah di tempat yang dianggap suci atau
Waprakeswara. Dan dibuktikan juga dengan pemberian sedekah kepada kaum
Brahmana berupa 20.000 ekor sapi. Jumlah 20.000 ekor sapi ini
membuktikan bahwa pada masa itu kerajaan Kutai telah mempunyai
kehidupan yang makmur dan telah mencapai massa kejayaannya.
Pada masa pemerintahan Raja Mulawarman, rakyat juga sangat
menghormati rajanya dengan menyelenggarakan kenduri demi keselamatan
sang raja. Bukti kebesaran Raja Mulawarman juga tertuang dalam tulisan-
tulisan yang ada di tugu prasasti.
Prasasti Mulawarman terdiri dari tujuh Yupa. Prasasti tersebut berisi
puisi anustub. Namun dari ketujuh prasasti tersebut, hanya empat Yupa yang
sudah berhasil dibaca dan diterjemahkan.

H. Faktor Yang Menyebabkan Keruntuhan Kerajaan Kutai


Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma
Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji
Pangeran Anum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai
Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya
pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). Kutai Kartanegara inilah,
di tahun 1365, yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Kutai
Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan
Kutai Kartanegara.

Sejarah Indonesia_Kelas_X Page 17


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kerajaan Kutai berada di Kalimantan Timur, yaitu di sungai hulu
Mahakam. Nama kerajaan ini disesuaikan dengan nama tempat penemuan
prasasti, yaitu didaerah Kutai.
Kaltim telah berdiri dan berkembang kerajaan yang mendapatkan
pegaruh Hindu adalah beberapa penemuan berupa batu bertulis atau Prasasti.
Tulisan itu ada pada tujuh tiang batu yang disebut Yupa. Yupa ini berfungsi
utuk mengikat hewan Korban. Korban itu merupakan pwersembahan rakyat
kepada para Dewa yang dipujanya.
Kehidupan sosial dan budayanya pun sangat menjujung tinggi nilai
kebudayaan yang ada. Kehidupan ekonomi masyarakat kutai sangat makmur,
dengan bukti bahwa Kerajaan Kutai berada pada jalur perdagangan antara
Cina dan India. Kerajaan Kutai menjadi tempat yang menarik untuk
disinggahi para pedagang. Hal tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan
perdagangan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kutai,
disamping pertanian.
Keterangan tertulis pada prasasti yang mengatakan bahwa Raja
Mulawarman pernah memberikan hartanya berupa minyak dan 20.000 ekor
sapi kepada para Brahmana.
Masa keruntuhan Kerajaan Kutai runtuh ketika Raja Dharma Setia tewas
ditangan Raja Kutai Kartanegara. Raja Dhamarmasetia adalah anak dari Raja
Mulawarman, cucu dari Raja Asmawarman, buyut dari Raja Kudungga. Dan
Raja Dharma Setia adalah Raja terakhir diKerajaan Kutai

B. Saran
Kita sebagai masyarakat Indonesia harus mencintai budaya budaya yang
ada saat ini. Peninggalan-peninggalan yang begitu besar di Indonesia
membuktikan bahwa Indonesia adalah negeri yang kaya akan budaya.

Sejarah Indonesia_Kelas_X Page 18


Dengan cara merawat, melestarikan dan tidak merusak budaya yang ada itu
juga merupakan bukti cinta kita terhadapan peninggalan budaya diIndonesia.

Sejarah Indonesia_Kelas_X Page 19


DAFTAR PUSTAKA

http://pendidikan4sejarah.blogspot.co.id/2011/12/kerajaan-kutai.html
http://mulyaniangel14.blogspot.co.id/2014/12/v-behaviorurldefaultvmlo.html
http://www.artikelsiana.com/2014/11/peninggalan-sejarah-kerajaan-kutai-
hasil.html
http://www.satujam.com/kerajaan-kutai/
http://www.ipsmudah.com/2017/08/sumber-sejarah-kerajaan-kutai-7-isi-
yupa.html

Sejarah Indonesia_Kelas_X Page 20