Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN

VARICELLA PADA ANAK DI RUANG POLI ANAK PUSKESMAS


KARANG TALIWANG

Disusun oleh :

KELOMPOK 11

1. M. HIZBULLAH
2. YULI ISMAWATI
3. KOMALASARI
4. YUNI SETIAWATI
5. DEWI HANDAYANI
6. SARI NINGSIH
7. ATIKA KHETRYN OKTAPIANI
8. SUCI HENDRA LESTARI

YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM NUSA TENGGARA BARAT


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YARSI MATARAM
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
MATARAM
2017/2018

1
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Tema : Cacar Air


Sasaran : Ibu dan Anak
Hari/Tanggal : Sabtu, 31 Maret 2018
Tempat : Poli Anak Puskesmas Karang Taliwang
Waktu : 30 Menit

I. Latar Belakang
Cacar air atau Varicella simplex adalah suatu penyakit menular yang
disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster. Virus ini menginfeksi manusia
dengan sifat sistemik, maksudnya virus ini menimbulkan reaksi menyeluruh,
bukan bersifat lokal. Cacar air merupakan penyakit kulit yang umum dikenal
masyarakat. Hampir semua orang dari anak-anak sampai dewasa pernah
terkena cacar air. Yang perlu diperhatikan adalah virus ini menyerang ketika
ketahanan tubuh melemah atau kondisi tubuh sedang tidak fit.
Pada permulaannya, penderita akan merasa sedikit demam, pilek, cepat
merasa lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada
kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing.
Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan pada kulit yang berukuran
kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung
lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah.
Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan
dengan dinding tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal
sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika lenting ini dibiarkan maka akan
segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas
dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak
ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan
meninggalkan bekas lagi. Penyakit ini lebih berat dan sering menimbulkan
komplikasi pada bayi, dewasa, dan orang dengan daya tahan tubuh yang
jelek.

2
II. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan tentang bahaya penyakit cacar air selama
30 menit, ibu–ibu dengan anak balita mengerti tentang penyakit cacar
air.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan tentang bahaya cacar air, ibu mampu:
1. Menjelaskan pengertian cacar air.
2. Menjelaskan cara penularan atau penyebaran cacar air.
3. Menjelaskan tanda–tanda orang yang terkena cacar air.
4. Menjelaskan tips saat mengalami cacar air.
5. Menjelaskan cara menghilangkan bekas cacar air di wajah dan
kulit.

III. Pelaksanaan Kegiatan


1. Topik
Cacar Air
2. Sasaran dan target
 Sasaran : Semua ibu dengan anak balita yang datang berobat ke
Poli Anak Puskesmas Karang Taliwang
 Target : Ibu yang anaknya menderita cacar air
3. Materi
Terlampir
4. Metode
Ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
5. Media dan Alat
Lembar balik, leaflet
6. Waktu dan Tempat
Hari/tanggal : Sabtu, 31 Maret 2018
Waktu : 30 Menit
Tempat : Poli Anak Puskesmas Karang Taliwang

3
IV. Pengorganisasian
1. Penanggung jawab :
2. Moderator : Atika Khetryn Oktapiani
3. Pemateri : Komalasari
4. Observer : Yuni Setiawati
5. Fasilitator : 1. Dewi Handayani,
2. Sari Ningsih
3. Suci Hendra Lestari
4. M.Hizbllah
5. Yuli Ismawati

Uraian Tugas
1. Penanggung jawab
Mengkoordinir persiapan dan pelaksanaan penyuluhan.
2. Moderator
1) Membuka acara.
2) Memperkenalkan mahasiswa dan dosen pembimbing.
3) Menjelaskan tujuan dan topik.
4) Menjelaskan kontrak waktu.
5) Menyerahkan jalannya penyuluhan kepada pemateri.
6) Mengarahkan alur diskusi.
7) Memimpin jalannya diskusi.
8) Menutup acara.
3. Pemateri
Mempersiapkan materi untuk penyuluhan.
4. Observer
Mengamati proses pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir.
5. Fasilitator
1) Memotifasi peserta untuk berperan aktif dalam jalannya
penyuluhan.
2) Membantu dalam menanggapi pertanyaan dari peserta.

4
Setting Tempat

Keterangan:
= Moderator = Peserta

= Pemateri = Fasilitator

= Pembimbing = Observer

5
V. Kegiatan Penyuluhan

Waktu Kegiatan Therapis Kegiatan Peserta

No
5 menit Pembukaan:
 Perkenalan mahasiswa.
Memperhatikan.
 Perkenalan dengan pembimbing.
 Menjelaskan tujuan.
 Menjelaskan kontrak waktu.
15 menit

Pelaksanaan  Mengemukakan

 Menanyakan kepada ibu tentang pendapat

Penyakit cacar air menurut  Mendengarkan.


sepengetahuannya.
 Penyuluh menjelaskan materi  Mendengarkan
tentang: dan
a. Menjelaskan Pengertian cacar memperhatikan.
air
b. Menjelaskan cara penularan  Mendengarkan.
atau penyebaran cacar air
c. Menjelaskan tanda-tanda  Mendengarkan
orang yang terkena cacar air dan
d. Menjelaskan tips saat memperhatikan.
mengalami cacar air
e. Menjelaskan cara
menghilangkan bekas cacar air  Mendengarkan.
di wajah dan kulit
 Penyuluh memberi kesempatan  Mendengarkan
kepada salah satu orangtua untuk dan
menanyakan hal-hal yang belum memperhatikan.

6
dimengerti dari materi yang telah
dijelaskan mengenai penyakit
cacar air.  Mengemukakan
pendapat.

 Mendengarkan.

 Mendengarkan
dan
memperhatikan

10 menit Penutup:
 Meminta peserta untuk  Memberikan
memberikan pertanyaan atas pertanyaan
penjelasan yang tidak dipahami.
 Menjawab pertanyaan yang  Memperhatikan
diajukan.  Berpartisipasi
 Menyimpulkan diskusi.  Menjawab
 Melakukan evaluasi. pertanyaan
 Menjawab salam
 Mengucapkan salam.

VI. Kriteria Evaluasi


1. Evaluasi Struktur
a. Laporan telah dikoordinasi sesuai rencana.
b. 60 % peserta menghadiri penyuluhan.
c. Tempat, media, dan alat penyuluhan sesuai rencana.
2. Evaluasi Proses
a. Peran dan tugas mahasiswa sesuai dengan perencanaan.
b. Waktu yang direncanakan sesuai dengan pelaksanaan.

7
c. 70 % peserta aktif dalam kegiatan penyuluhan.
d. 70 % peserta tidak meninggalkan ruangan selama penyuluhan.
3. Evaluasi Hasil
Peserta mampu :
a. Menjelaskan Pengertian cacar air
b. Menjelaskan cara penularan atau penyebaran cacar air
c. Menjelaskan tanda-tanda orang yang terkena cacar air
d. Menjelaskan tips saat mengalami cacar air
e. Menjelaskan cara menghilangkan bekas cacar air di wajah dan kulit

VII. Materi
A. Pengertian
Cacar air atau Varicella simplex adalah suatu penyakit menular
yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster. Virus ini
menginfeksi manusia dengan sifat sistemik, maksudnya virus ini
menimbulkan reaksi menyeluruh, bukan bersifat lokal. Cacar air
merupakan penyakit kulit yang umum dikenal masyarakat. Hampir
semua orang dari anak-anak sampai dewasa pernah terkena cacar air.
Yang perlu diperhatikan adalah virus ini menyerang ketika ketahanan
tubuh melemah atau kondisi tubuh sedang tidak fit.
Pada permulaannya, penderita akan merasa sedikit demam, pilek,
cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi
virus. Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit
kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan pada
kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada
dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah.
Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi
cairan dengan dinding tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri
atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika lenting ini dibiarkan
maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang
nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih

8
gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar
sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas
lagi. Penyakit ini lebih berat dan sering menimbulkan komplikasi pada
bayi, dewasa, dan orang dengan daya tahan tubuh yang jelek. Setelah
sakit, pasien kebal seumur hidup.

B. Penularan Cacar Air


1. Cairan yang keluar dari lepuh cacar air bisa menularkan pada orang
lain.
2. Benda-benda yang terkena cairan dari lepuh cacar airpun dapat
menularkan pada orang lain bila tersentuh.
3. Jika penderita cacar air batuk atau bersin dapat menularkan penyakit
ini lewat udara.

C. Tanda-Tanda Cacar Air


1. Timbulnya bintik-bintik merah pada kulit dan akan menyebar ke
seluruh tubuh.
2. Setelah beberapa hari bintik merah baru akan timbul dan lebih
banyak serta timbulnya gelembung berisi air.
3. Setelah gelembung berisi air terbentuk biasanya masa inkubasinya
sekitar 2 hingga 3 minggu.
4. Tubuh akan mengalami demam.
5. Rasa gatal membuat penderita akan menggaruk dan mengakibatkan
parut.
6. Gejala lain yang dimbulkan seperti nyeri di pergelangan sendi, sakit
kepala, sakit perut, nafsu makan berkurang, rasa lelah da tidak
nyaman.
7. Sebelum bintik merah timbul biasanya penderita cacar air akan
mengalami batuk ringan serta hidung berair.
8. Jika daya tahan tubuh seseorang yang terkena cacar air ini kuat maka
cacar air yang ditimbulkan akan lebih sedikit serta cepat mengering.

9
D. Tips Saat Mengalami Cacar Air
1. Segera pergi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, biasanya
dokter akan memberikan obat penurun panas, vitamin untuk daya
tahan tubuh, obat atau salep untuk antivirus cacar air seperti
Asiklovir.
2. Bersihkan bintil merah yang pecah.
3. Mandilah secara teratur dengan sabun antisptik.
4. Hindari menggaruk kulit yang gatal dengan kuku karena akan
mengakibatkan bekas.
5. Hindari penggunaan bedak tabur jika gelembung pecah karena akan
membuat perluasan penyebaran cacar air, namun gunakan salep
seperti Asiklovir.
6. Supaya rasa gatal bisa berkurang bisa digunakan lotion yang
mengandung fenol atau mentol atau bisa juga dikompres dingin.
7. Gunakan alkohol dan kapas untuk membersihkan bekas gelembung
cacar air yang pecah.
8. Gunakan obat tetes mata untuk menghindari mata anda dari infeksi
cacar air.
9. Banyak mengkonsumsi makanan yang bernutrisi seperti buah-
buahan misalnya jeruk, apel, pear, jambu biji dll.
10. Mengkonsumsi tablet vitamin C.
11. Minum air putih yang banyak

E. Cara Menghilangkan Bekas Cacar air di wajah dan kulit


1. Apabila noda bekas penyakit cacar tersebut agak dalam, maka
mungkin perlu dilakukan melalui operasi. Baik operasi pembedahan
maupun dengan teknik dermabrasi dengan mengggunakan laser.
Cara ini dilakukan untuk merangsang terjadinya regenerasi kulit.
Namun cara ini tentunya akan memakan biaya yang tidak kecil.
2. Berjemurlah dibawah terik matahari pagi, terutama sebelum pukul 8
pagi,sekitar 15 hingga 20 menit. Arahkan wajah pada

10
matahari,sedangkan untuk mata sebaiknya kenakan kacamata
pelindung. Hal ini penting agar kulit mendapatkan asupan vitamin E
dari sinar ultraviolet yang sangat berguna dalam membantu kulit
untuk melakukan regenerasi.
3. Buat masker wajah dari bahan-bahan alami atau herbal, sperti lidah
buaya ataupun jeruk, dan ambil sarinya untuk ditempelkan ke wajah.
Biarkan selama sekitar 20 menit, setelah itu bilas dengan air hangat.
Lakukan hal ini setidaknya pada pagi dan malam sebelum tidur.
4. Buat jus yang terbuat dari sari lidah buayaataupun jeruk lemon dan
minum sehari sekali.
5. Saringlah minum yang banyak mengandung vitamin c, terutama
unutk membantu proses pemulihan tubuh dan meningkatkan
kesegaran kulit.
6. Untuk mempercepat menghilangnya bekas cacar, minumlah air puith
yang banyak, setidaknya 2 liter setiap hari.

11