Anda di halaman 1dari 30

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pemerintah Desa menyusun perencanaan pembangunan Desa sesuai dengan
kewenangannya dengan mengacu pada perencanaan pembangunan Kabupaten
dimana pembangunan Desa dilaksanakan oleh pemerintah Desa dengan
melibatkan seluruh masyarakat Desa dengan semangat gotong royong.
Dalam rangka perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Desa, pemerintah
Desa didampingi oleh pemerintah daerah Kabupaten yang secara teknis
dilaksanakan oleh SKPD Kabupaten. Sedangkan untuk mengkoordinasikan
pembangunan Desa, kepala Desa dapat didampingi oleh tenaga pendamping
profisional, kader pemberdayaan masyarakat Desa dan atau pihak ketiga.
Pembangunan Desa mencakup bidang penyelenggaraan pemerintahan Desa,
pelaksanaan pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa dan
pemberdayaan masyarakat Desa.
Perencanaan pembangunan Desa disusun berdasarkan Visi dan Misi yang menjadi
acuan rencana kerja pembangunan Desa selama masa jabatannya yang
dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa)
untuk jangka waktu 6 (enam) tahun dan Rencana Pembangunan Tahunan Desa
atau yang disebut Rencana Kerja Pemerintah Desa, merupakan penjabaran dari
RPJM Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) dan Rencana Kerja
Pemerintah Desa (RKP Desa) ditetapkan dengan peraturan Desa dimana RPJM-
Desa ditetapkan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan terhitung sejak
pelantikan Kepala Desa dan RKP Desa mulai disusun oleh pemerintah Desa pada
bulan Juli tahun berjalan dan ditetapkan dengan peraturan Desa paling lambat
akhir bulan September tahun berjalan sesuai Peraturan Bupati Dompu Nomor 21
Tahun 2015 tentang Petunjuk teknis penyusunan RPJM Desa dan RKP Desa. RKP
Desa menjadi dasar penetapan APB Desa.
Penyusunan RKP Desa dilakukan dengan kegiatan yang meliputi :
a. Penyusunan perencanaan pembangunan Desa melalui musyawarah Desa
b. Pembentukan tim penyusun RKP Desa
c. Pencermatan pagu indikatif Desa dan penyelarasan program/kegiatan masuk
ke Desa
d. Pencermatan ulang dokumen RPJM Desa
e. Penyusunan rancangan RKP Desa

1
f. Penyusunan RKP Desa melalui musyawarah perencanaan pembangunan Desa
g. Penetapan RKP Desa
h. Perubahan RKP Desa
i. Pengajuan daftar usulan RKP Desa
Kegiatan penyusunan RKP Desa di atas dilaksanakan oleh Kepala Desa Ta’a
beserta perangkatnya bersama-sama dengan masyarakat melalui forum
musyawarah Desa sehingga dapat menghasilkan Rencana Kerja Pemerintah Desa
(RKP Desa) sebagai acuan yang akan dilaksanakan selama 1 tahun.

1.2 Maksud dan Tujuan


Maksud disusunnya RKP Desa tahun 2018 adalah :
a. Menjabarkan program kegiatan yang telah disusun pada RPJM Desa Perubahan
2015 – 2021 dengan Peraturan Desa nomor 04 tahun 2017 berdasarkan RPJM
Desa 2015 – 2021 dengan Peraturan Desa nomor 02 tahun 2016 yang dikaitkan
dengan hasil kajian mengenai isu strategis yang diperkirakan akan berdampak
terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan tahun 2018;
b. Mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan merumuskannya menjadi program
prioritas pembangunan;
c. Memberikan acuan dalam penyusunan RKP Desa selanjutnya.

Tujuan disusunnya RKP Desa tahun 2018 adalah :


a. Sebagai acuan bagi kepala Desa beserta perangkatnya dalam menyusun
program dan kegiatan yang akan diajukan pada saat musrenbang Desa;
b. Sebagai pedoman dalam menentukan sumber pendanaan baik itu APB Desa
Tahun 2018 maupun APBD II, APBD I dan APBN serta sumber pendanaan lain
dalam penyusunan program dan kegiatan yang akan didanai pada tahun 2018.
c. Sebagai acuan bagi seluruh komponen masyarakat yang telah menyepakati
hasil musyawarah Desa dalam penyusunan RKP Desa.

1.3 Landasan Hukum


Landasan Hukum Penyusunan RKP Desa Tahun 2018 adalah sebagai berikut:
a. Undang undang nomor 69 tahun 1958 tentang pembentukan Daerah daerah
Tingkat II Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran
negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 122, tambahan lembaran
Negara Republik Indonesia nomor 1655);
b. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa (Lembaran negara
Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 07);

2
c. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2014 Tentang Perubahan Peraturan
Pelaksanaan Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang
Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 157);
d. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa Yang
Bersumber Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5558);
e. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2007 tentang Perencanaan
Pembangunan Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007
Nomor 166);
f. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 111 Tahun 2014 tentang Pedoman
Tehnis Peraturan Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 2091);
g. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 tentang tentang
Pengelolaan Keuangan Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2014 Nomor 2093);
h. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 tentang tentang
Perencanaan pembanguan Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun
2014 Nomor 2094);
i. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi
Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pedoman Tata Tertib dan
Mekanisme Pengambilan Keputusan Musyawarah Desa (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 159);
j. Peraturan Daerah Nomor 03 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Daerah Propinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2016-2021
(Lembar Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2008 Nomor 3);
k. Peraturan daerah Nomor 13 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Daerah (RPJMD) Kabupaten Dompu 2005-2025 (Lembar
Daerah Kabupaten Dompu Tahun 2008 Nomor 13);
l. Peraturan daerah Nomor 05 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan
Jangkah Menengah Daerah Kabupaten Dompu Tahun 2016-2021 (Lembar
Daerah Kabupaten Dompu Tahun 2016 Nomor 05);
m. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi
Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2017 tentang Penetapan Prioritas
Penggunaan Dana DesaTahun 2018;

3
n. Peraturan Bupati Dompu Nomor 09 Tahun 2015 Tentang Petunjuk
Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Dompu Nomor 1 Tahun 2015
Tentang Perangkat Desa;
o. Peraturan Bupati Dompu Nomor 21 Tahun 2015 Tentang Petunjuk Teknis
Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa dan Rencana
Kerja Pemerinta Desa.
p. Peraturan Bupati Dompu Nomor 29 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan
Keuangan Desa.

1.4 Hubungan RKP Desa dengan Dokumen Perencanaan Lainnya


RKP Desa Tahun 2018 merupakan dokumen perencanaan pembangunan Desa
yang disusun berdasarkan hasil Musyawarah Kepala Desa dengan
mengikutsertakan masyarakat Desa. Hubungan RKP Desa dengan dokumen
perencanaan lainnya sangat berkaitan dan berkesinambungan terutama dalam
rangka menyusun rencana kegiatan pembangunan Desa setiap tahunnya dengan
memperhatikan kebijakan pembangunan yang ada di Desa sesuai RPJM Desa.

1.5 Sistematika Penyusunan RKP-Desa


RKP Desa disusun dengan sistematika yang terdiri dari BAB I PENDAHULUAN, BAB
II GAMBARAN UMUM KONDISI DESA, BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI
DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DESA, BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN
PEMBANGUNAN DESA TAHUN 2018, BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN
PRIORITAS DESA, terakhir BAB VI PENUTUP dan dilengkapi dengan Lampiran

4
BAB II
GAMBARAN UMUM KONDISI DESA

2.1 Sejarah Desa


Desa Ta’a adalah desa yang merupakan hasil pengembangan dari Desa Kempo
pada tahun 1972, awal berdirinya desa Ta’a hanya terdiri dari 2 Dusun yaitu dusun
Ta,a dan Rasa Bou dengan luas wilayah 46,95 Km2.
Desa Ta’a dalam perkembangannya telah dilakukan pengembangan dusun dan
desa , yaitu dari 2 dusun menjadi 6 dusun antara lain Dusun Rasabou, Dusun
Ta’a, Dusun Permata Hijau Dusun Saleko, Dusun Dorokobo, Dusun Baru dan
Dusun Reformasi. Serta Terjadi pemekaran wilayah Desa menjadi Desa Ta’a dan
Desa Dorokobo.

2.2 Sejarah Pemerintah Desa


Kepala Desa pertama desa Ta’a adalah Abdullah Hasyim yang memimpin Desa
Ta’a selama Dua Periode dari tahun 1972 s/d 1988. Abdullah Hasim memimpin
Desa Ta’a melalui pemilihan secara Demokrasi. Selanjutnya periode kepemimpinan
desa Ta’a tampuk pimpinan beralih kepada Hamzah A. Majid yang memimpin
sejak tahun 1988 s/d 1999 (satu periode) , periode keempat tahun 1999 s/d 2003
dipimpin oleh Burhanuddin AB.
Pada periode kelima yaitu dari tahun 2003 s/d 2009, kepemimpinan di desa Ta’a
dipimpin oleh Taufik, S.Sos dilanjutkan Muhammad Ali Umar yang terpilih pada
periode keenam kepemimpinan desa Ta’a menjabat dari tahun 2009 s/d 2015.
Pada tahun 2015 melalui pemilihan secara demokrasi serta pemilihan dua putaran,
pucuk pimpinan Desa Ta’a beralih ke tangan Sanusi Hamse yang memimpin Desa
Ta’a sejak Tahun 2015 sampai dengan sekarang.

2.3 Peta dan Kondisi Desa


2.3.1 Batas Administrasi Desa
Desa Ta’a terletak di wilayah kecamatan Kempo kabupaten Dompu, yang berada
di tengah-tegah Desa lain. Adapun batas-batas wilayah Desa Ta’a adalah:

 Sebelah Utara : Desa sukadame


 Sebelah Timur : Desa dorokobo
 Sebelah Selatan : Desa kempo
 Sebelah Barat : Desa kempo

5
2.3.2 Jumlah Penduduk
Jumlah Penduduk Desa Ta’a adalah 4.150 Jiwa terdiri dari laki-laki 1.991 jiwa
dan perempuan 2.229 jiwa dengan kepadatan penduduk 1.306 jiwa/km2 .
Adapun jumlah penduduk secara rinci dapat dilihat pada table di bawah ini.
Tabel 2.1 Penduduk Desa Ta’a menurut kelompok umur dan Jenis Kelamin
Tahun 2017.

No Umur / Tahun Laki-laki Perempuan Total

1 0–4 136 132 268


2 5-9 249 245 494
3 10 – 14 143 137 280
4 15 – 19 182 166 348
5 20 – 24 149 152 301
6 25 – 29 142 159 301
7 30 – 34 170 151 321
8 35 - 39 163 156 318
9 40 - 44 168 141 309
10 45 - 49 151 136 287
11 50 - 54 121 117 238
12 55 - 59 118 93 211
13 60 - 64 59 54 113
14 65 - 69 28 69 87
15 70 - 74 6 25 31
16 75 + 3 6 9
Jumlah 1.991 2.229 4.150
Sumber: Administrasi Desa Ta’a Tahun 2017

2.3.3 Jarak Desa ke kota Kecamatan dan Kabupaten.


Jarak tempuh dari kantor Desa Ta’a ke Kantor Kecamatan ± 2 km dengan
waktu tempuh dengan kendaraan roda dua ± 3 menit. Sedangkan jarak
tempuh ke kantor pemerintahan daerah Dompu ± 30 km dengan waktu
tempuh dengan kendaraan pribadi ±30 menit.

6
Berdasarkan hasil survei indikator IDM oleh Kemendes pada tahun 2015,
status Desa Ta’a adalah Desa Berkembang.
2.3.4 Topografi dan Iklim
Desa Ta’a memiliki wilayah dengan bentuk lahan datar dan sebagian
berbukit, wilayah ini beriklim tropis dengan mengalami dua musim, yaitu
musim hujan dan musim kemarau, dengan curah hujan mencapai 144,29
mm/tahun dengan suhu rata-rata.
2.3.5 Tata Guna Lahan
Wilayah Desa Ta’a diapit oleh satu aliran irigasi, sungai yang ada di Desa ada
5 Sungai yaitu sungai (sori) nae, sori tumpu, sori ngonge, sori ngeha ngara,
dan sori bola yang melintasi desa ta’a. Adapun penggunaan tanah desa ta’a
dapar dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 2.2 Penggunaan Tanah Tahun 2015

Penggunaan Tanah
Sawah
Sawah Sengah Lahan Pekera Lain-
Kebun Tadah
Teknis Teknis Kering ngan lain
Hujan
163 Ha - 2.669 Ha 53 225 Ha 1.595

Tabel diatas menggambarkan penggunaan tanah sampai dengan tahun 2015


dan tingkat penggunaan lahan kering untuk penanaman jagung pada desa
Ta’a yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 2.3 Penggunaan lahan dalam wilayah Desa Ta’a.

No Jenis Lahan Luas (Ha) % Ket


1 Persawahan 299
2 Perkebunan 46
3 Pekarangan 39
4 Lahan kering 2.537
5 Lain-lain 4.574
Total luas 7.495

7
Ketersedian permukaan air di Desa Ta’a pada musim hujan bisa mencukupi
kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang bersumber dari sumur gali,
Sanyo (air bor) dan PAMSIMAS sementara jika musim kemarau, sumur gali
airnya kering sehingga air bersih yang ada hanya cukup untuk memenuhi
kebutuhan minum, masa, mandi cuci dan yang lainnya mereka
memanfaatkan air PDAM, untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga.
Sementara air untuk kebutuhan pertanian dapat dikatakan sepenuhnya
masih tergantung dari hujan.
Tabel 2.4 Jenis Penggunaan Sumber daya air.

Jenis Sumber Daya Jumlah


No Ket
Air (Unit/KK)
1 Mata Air 6
2 Sumur Gali 120/73
3 PAMSIMAS 1
4 Sumur Bor 1
5

2.4 Keadaan sosial


2.4.1 Bidang Pemberdayaan
Desa Ta’a adalah salah satu desa di Kecamatan Kempo yang bila ditinjau dari
segi pemberdayaan sudah dalam taraf berkembang. Secara umum
masyarakat desa Ta’a memiliki mata pencaharian sebagai Petani, PNS, dan
lainnya. Kegiatan pemberdayaan di desa Ta’a sudah berjalan sebagai mana
mestinya, tetapi yang masih menjadi perhatian untuk desa Ta’a adalah
kegiatan pelatihan yang berhubungan dengan peningkatan kapasitas
masyarakat dalam rangka meningkatkan skill atau keterampilan masyarakat
dalam memanfaatkan Sumber daya yang ada di desa.
Adapun salah satu sumber potensi yang mampu menunjang kegiatan
pemberdayaan pada desa Ta’a yaitu terdapat 1 SMA Negeri, 2 SMP Negeri,
4 SD Negeri, serta pendidikan pra sekolah PAUD 2 Unit, 1 Unit Taman

8
Bermain dan 1 Unit Raodathul Atfhal dengan kondisi jumlah masyarakat yang
mengenyam pendidikan adalah seperti di bawah ini.
Tabel 2.5 Tingkat Pendidikan Masyarakat Desa Ta’a Tahun 2015-2017.

No. Jenjang pendidikan Jumlah (org)


1 Sarjana sederajat
2 SLTA Sederat
3 SLTP Sederat
4 SD sederajad
5 TK/PAUD
6 Tidak sekolah
7 Belum sekolah

Selain data di atas, pada Desa Ta’a ada 7 unit Posyandu. Adapun untuk
pembangunan mental spiriual sarana peribadatan di Desa Ta’a Terdapat 3
buah Masjid, 9 Mushalah, 1 pura dengan 80 persen penduduk Desa Ta’a
adalah muslim.
2.4.2 Bidang Pembangunan Desa.
1. Perhubungan dan transportasi
Perhubungan dan transportasi merupakan pendukung yang dirasakan
masyarakat sangat penting karena berkaitan dengan berbagai aspek
kehidupan masyarakat, misalnya ekonomi, kesehatan, pendidikan dan juga
hubungan kekerabatan antar masyarakat.
Infrastruktur desa Ta’a berkaitan dengan perhubungan dan transportasi
dalam kondisi baik, namun yang menjadi fokus desa Ta’a adalah terkait jalan
ekonomi dalam kondisi rusak parah bahkan harus ada pembukaan jalan baru.
Adapun kondisi sarana jalan desa Ta’a dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 2.6 Jenis Sarana Jalan.

No. Uraian Jumlah Dalam (KM)


1 Jalan propinsi
2 Jalan Kabupaten
3 Jalan antar Desa
4 Jalan ekonomi

9
No. Uraian Jumlah Dalam (KM)
5 Jalan lingkungan
6 Gang
7 Jembatan

2. Kesehatan Sanitasi dan Air Bersih


Kesehatan merupakan modal dasar yang sangat vital dalam aktifitas kehidupan
sehingga upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sangat di
butuhkan. Berdasarkan diskusi dengan pihak kesehatan yang ada , Bidan Desa
dan Puskesmas selama tahun 2015-2017, belum Ada kasus yang masuk kalaupun
ada masih berobat ringan dengan membeli obat di kios bahkan sudah ada yang
telah disediakan oleh Polindes.
Kesehatan sanitasi dan air bersih Sarana dan prasarana kesehatan, sanitasi
dan air bersih juga masih cukup terbatas. Prasarana kesehatan yang ada di Desa
Ta’a terdiri dari, 1 Polindes dan 7 Posyandu. Sementara prasarananya yang
tersedia yaitu 5 orang tenaga medis (bidan desa) dan didukung dukun terlatih.
Kader desa juga sudah mulai dikembangkan, tetapi belum mampu berperan
optimal. Jumlah prasarana dan sarana yang telah ada ini tentunya masih sangat
kurang dibandingkan dengan jumlah masyarakat yang membutuhkan layanan.
Selain itu ketersediaan obatan-obatan yang mudah diakses masyarakat juga masih
kurang. Posyandu yang adapun belum maksimal sebagai tempat pelayanan karena
sarana prasarananya masih terbatas.
Demikian pula dengan ketersediaan prasarana air bersih dan sanitasi masih sangat
kurang. Di Desa Ta’a berdasarkan hasil pendataan tercatat dalam rangka
pemenuhan kebutuhan air bersih diperoleh dari sumur gali dan lewat perpipaan,
seluruh sumur gali yang ada cukup memenuhi kebutuhan, selebihnya seluruh
Masyarakat yang ada karena hanya ada dua dusun yang mengalirkan air bersih
kebutuhan masyarakat lewat perpipaan yaitu Dusun Ta’a dan Saleko.

10
Adapun secara sarana dan prasarana kesehatan masyarakat dapat dilihat pada
tabel di bawah ini.
Tabel 2.7 Jenis Sarana dan Prasaran Desa Tahun 2016-2017.

No. Jenis sarana Jumlah (unit)


1 Sumur gali
2 Jamban keluarga
3 Mata air
4 SPAL
5 Perpipaan
6 PDAM
7 Pustu Pembantu
8 Polindes
9 Posyandu

3. Pemukiman dan perumahan penduduk


Sebaran perumahan masyarakat sangat variatif,ada dusun yang perumahannya
berdekatan dan ada juga Dusun yang letak rumah masyarakat yang satu dengan
yang lainnya berjauhan. Sebagian besar rumah masyarakat telah menggunakan
fasilitas penerangan berupa listrik PLN.

2.5 Keadaan Ekonomi.


2.5.1 Mata Pencaharian
Sumber penghidupan utama masyarakat Ta’a adalah sektor pertanian. Selain
bidang pertanian, masyarakat Ta’a memiliki mata pencaharian sebagai Pegawai
Negeri Sipil, pedagang, bakulan dan kios, tukang batu dan tukang kayu, peternak,
Perikanan dan perkebunan. Berikut ini adalah data jenis mata pencaharian
masyarakat Desa Ta’a yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 2.8 Tabel Jumlah Kepala Keluarga Berdasarkan Jenis Mata Pencaharian
Pada Tahun 2017.

No Mata Pencaharian Jumlah %

1. Pertanian
2. Jasa/Perdagangan
a. Jasa
Pemerintahan
b. Jasa Pedagangan
c. Jasa Angkutan

11
No Mata Pencaharian Jumlah %

d. Jasa
Keterampilan
e. Jasa lainnya
3. Sektor Industri
4. Sektor Lain
Jumlah 100

2.5.2 Lembaga Keuangan Desa


Lembaga keuangan desa merupakan salah satu aspek yang menunjang
perekonomian desa. Desa Ta’a sebagai salah satu desa yang berkembang memiliki
lembaga keuangan desa yang dapat dijabarkan seperti pada tabel di bawah ini.
Tabel 2.9 Lembaga Keuangan Mikro Desa.

No Nama Lembaga Jumlah Keterangan


Keuangan
1 Koperasi
2 Bumdes
3 Kelompok SPP
4 Gapoktan

2.5.3 Pendapatan Perkapita


Berdasarkan data profil desa dan kajian desa yang telah dilakukan diketahui
bahwa sumber mata pencaharian utama masyarakat Desa Ta’a adalah pertanian,
peternakan, dan PNS. Rata-rata pendapatan masyarakat berkisar antara Rp
800.000,- sampai dengan Rp 3.500.000,- per bulan.
Berdasarkan hasil diskusi terfokus dengan masyarakat diperoleh informasi bahwa
ada tiga kategori tingkat kesejahteraan rumah tangga berdasarkan indikator
setempat yang telah dikembangkan dan disepakati oleh masyarakat, yaitu rumah
tangga dengan kategori miskin, sedang dan kaya. Secara umum ada 9 kriteria
yang menjadi tolak ukur dalam menentukan kategori tingkat kesejahteraan yang
juga telah dikembangkan dan disepakati masyarakat yaitu Kondisi Rumah,
Kepemilikan ternak, Kepemilikan sawah,Pekerjaan, Pendapatan, Kendaraan,
Penerangan, Sarana air bersih, kepemilikan wc.
Kondisi Rumah merupakan prioritas utama jika dibandingkan dengan 8 kriteria
yang ada sehingga masyarakat memberikan nilai bobot 9, kemudian dilanjutkan
dengan kepemilikan ternak 8, kepemilikan lahan 7, pekerjaa 6, pendapatan 5
,kepemilikan kendaraan 4, penerangan nilai bobot 3, Sarana air bersih 2,

12
kepemilikan wc 1. Dari proses penggunaan alat kaji Klasifikasi Kesejahteraan
Keluaraga diperoleh angka kemiskinan pada table berikut:
Tabel 2.10 Tabel Porsentase Tingkat Kesejahteraan Keluarga Desa Ta’a dan
Sebarannya pada tahun 2017.
Klasifikasi Kesejahteraan
Nama Jumlah Persentase
No Keluarga (%)
Dusun KK Kemiskinan
Miskin Sedang Kaya
1 Saleko
2 Ta’a
3 Baru
4 Permata
Hijau
5 Rasa Bou
6 Reformasi
Total

2.6 Kelembagaan Desa


Lembaga pemerintahan desa yang dimaksudkan yaitu lembaga pemerintahan
yang ada di desa mulai dari RT, Dusun sampai Tingkat Desa, serta Badan
Perwakilan Desa (BPD). Pada profil desa 2017 tercatat jumlah aparat desa
berjumlah 9 orang, dusun 6 orang dan RT 23 orang. Sementara jumlah anggota
BPD sebanyak 9 org. Lembaga kemasyarakatan yang ada di Desa Ta’a yaitu 1
Organsiasi Pemuda yang beranggotakan 11 orang dan Lembaga pemberdayaan
Masyarakat Desa) LPM yang beranggotakan 3 orang (Data Profil Desa). Adapun
penjabaran lembaga kemasyarakatan yang ada di desa Ta’a seperti yang
dipaparkan di bawah ini.

1. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPM)


Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPM) adalah organissi yang dibentuk
oleh masyarakat dengan tujuan membantu Pemerintah Desa untuk
memberdayakan masyarakat dalam hal perencanaan,pelaksanaan,pengawasan
dan evaluasi pembangunan ditingkat desa. Namun tujuan mulia dari terbentuknya
lembaga ini belum dilaksanakan dengan maksimal disebabkan karena kemampuan
dan keterampilan sebagian besar pengurus dan anggotanya belum memahami

13
tugas pokok dan fungsi LPM. Adapun nama pengurus LPM Desa Ta’a adalah
seperti pada table di bawah ini.
Tabel 2.11. Nama Pejabat LPM Desa Ta’a

No Nama Jabatan
1 SALAHUDDIN ARSYAD KETUA

2 MUHAMMAD JAE, BA SEKRETARIS

3 SUHARNI H. ANWAR BENDAHARA

2. Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)


Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang dipimpin oleh Istri Kepala Desa
dengan Tugas Pokok dan Fungsinya adalah membantu Pemerintah Desa dalam
rangka memberikan pelayanan,penyuluhan serta kegiatan-kegiatan yang berkaitan
erat dengan pemberdayaan kaum wanita, juga belum maksimal melakukan Tugas
pokok dan Fungsi masing-masing Kelompok Kerja (POKJA),sehingga harus tetap
mendapatkan pembinaan dan pelatihan. Adapun susunan pengurus tim penggerak
PKK Desa Ta’a tahun 2017 adalah sebagai berikut.
Tabel 2.12. Nama Tim Penggerak PKK Desa Ta’a

No Nama Jabatan

1. Ketua
2. Sekretaris
3. Bendahara
4. Sekretaris II
5. Anggota
6. Anggota
7. Anggota
8. Anggota
9. Anggota
10. Anggota
11. Anggota
12. Anggota
13. Anggota
14. Anggota
15. Anggota
16. Anggota
17. Anggota
18. Anggota
19. Anggota

14
3. Karang Taruna
Sebagai satu-satunya organisasi kepemudaan ditingkat Desa, maka seyogyanya
fungsi dan peran Karang Taruna dalam hal pembinaan semua aspek yang
berkaitan dengan kegiatan kepemudaan harus tetap berjalan, apalagi dalam hal
membina, mengembangkan serta menyalurkan kreatifitasnya harus ada sarana
dan prasarana yang memadai, namun selama beberapa tahun terakhir ini
kepengurusan yang aktif hanya beberapa orang pengurus saja, sehingga
diperlukan adanya penyegaran pengurus dan mengganti anggota pengurus yang
sudah tidak aktif, selain itu sarana dan prasarana penunjang kegiatan
kepemudaan juga sangat minim sehingga dihawatirkan kegiatan sebagian pemuda
menjurus pada hal-hal yang negatif. Adapun nama pengurus karang taruna Desa
Ta’a adalah sebagai berikut
Tabel 2.13. Nama Pengurus Karang Taruna Desa Ta’a

NO NAMA JABATAN
1 IRFAN M. JAFAR, S.Pd KETUA

2 CANDAR MJ SARIF, D.Pd SEKRETARIS

3 HIDAYATULLAH, S.Ap BENDAHARA

4 NONONG MUHAEMIN ANGGOTA

5 FARID FEBRIANSYAH, S.Pd ANGGOTA

6 AMIRUDDIN, S.Pd ANGGOTA

7 AMIR KARMANSYAH, S.Pd ANGGOTA

8 TASRIF M. ALI ANGGOTA

9 JUMADIN MUHDAR ANGGOTA

10 IKSAN MUSA ANGGOTA

11 PURWANTO ANGGOTA

15
Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Ta’a

Tabel 2.14. Struktur pemerintahan desa Ta’a mengacu pada struktur administratif pemerintahan sesuai peraturan yang
berlaku. Hal ini ini dapat dilihat pada bagan berikut ini :
BPD KEPALA DESA LPM

SEKRETARIS DESA

KAUR TU UMUM KAUR KEUANGAN KAUR PERENCANAAN

KASI PEMERINTAHAN KASI KESEJAHTERAAN KASI PELAYANAN


STAF KEUANGAN BENDAHARA

KADUS KADUS KADUS KADUS KADUS KADUS


SALEKO TA’A BARU PERMATA IJO REFORMASI REFORMASI

16
Tabel 2.15. Nama Pejabat Pemerintah Desa

No Nama Jabatan

1. SANUSI HAMSE KEPALA DESA


2. SETIAWAN SEKRETARIS DESA
3. M GUFRAN KAUR KEUANGAN
4. KAUR PEMERINTAHAN
5. KAUR PEREKONOMIAN
6. KAUR KESRA
7. KAUR UMUM
8. KADUS SALEKO
9. KADUS RASABOU
10. KADUS PERMATA HIJAU
11. KADUS TA’A
12. KADUS REFORMASI
13. KADUS BARU

Tabel 2.16. Nama Pejabat Pemerintah BPD Desa Ta’a

NO NAMA JABATAN

1 BURHANUDDIN, AB KETUA

2 ABAKAR MANSYUR WAKIL KETUA

3 ABDUL HARIS ARSYAD SEKRETARIS

4 M ALI ANGGOTA

5 AGUS MARSUDIN ANGGOTA

6 ARAJAK H KASIM ANGGOTA

17
2.7 Masalah dan Isu Strategis Yang dihadapi Desa
Berdasarkan penjaringan masalah yang dilakukan disetiap dusun didapati masalah
sebagai berikut :
1. Masalah Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Yang Dihadapi
Pemerintahan Desa yaitu:
a. Masalah penetapan dan penegasan batas Desa;
b. Masalah Umum pendataan Desa dan legalitas Penduduk;
c. Masalah penyusunan tata ruang Desa;
d. Masalah penyelenggaraan musyawarah Desa;
e. Masalah pengelolaan informasi Desa;
f. Masalah penyelenggaraan perencanaan Desa;
g. Masalah penyelenggaraan evaluasi tingkat perkembangan
pemerintahan Desa;
h. Masalah pengelolaan dokumen dan arsip di desa;
i. Masalah penyelenggaraan kerjasama antar Desa;
j. Masalah pembangunan sarana dan prasarana kantor Desa; dan
k. Masalah sarana transportasi pemerintah desa
l. Masalah lainnya sesuai kondisi Desa.

2. Masalah Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa antara lain:


a. Kelompok masalah pembangunan, pemanfaatan dan pemeliharaan
infrasruktur dan lingkungan Desa dengan kegiatan antara lain:
1) Masalah Pembuatan/pengadaan/perkerasan/pengaspalan jalan pemukiman;
2) Masalah Pembuatan/pengadaan/perkerasan/pengaspalan jalan Desa antar
permukiman ke wilayah pertanian;
3) Masalah Pembuatan Frainase lingkungan permukiman masyarakat Desa;
4) Masalah Jambanisasi;
5) Masalah sampah dan limbah rumah tangga;
6) Masalah perbaikan Rumah tidak layak huni;

b. Kelompok Masalah pembangunan, pemanfaatan dan pemeliharaan


sarana dan prasarana kesehatan dengan kegiatan antara lain:

18
1) Masalah Pengadaan Unit Pengolahan Air Bersih berskala Desa;
2) Masalah Peningkatan Sanitasi Lingkungan;
3) Masalah Pelayanan Kesehatan Desa seperti posyandu; dan
4) Masalah sarana dan prasarana kesehatan lainnya sesuai kondisi Desa.

c. Program pembangunan, pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan


prasarana pendidikan dan kebudayaan dengan kegiatan antara lain:
1) Masalah Pengadaan/Pemeliharaan taman bacaan masyarakat;
2) Masalah Pemeliharaan sarana pendidikan anak usia dini;
3) Masalah Pengadaan balai pelatihan/kegiatan belajar masyarakat;
4) Masalah Pengembangan dan pembinaan sanggar seni; dan
5) Masalah Pemeliharaan/Pembangunan sarana dan prasarana
6) pendidikan dan pelatihan lainnya sesuai kondisi Desa.

d. Kelompok masalah Pengembangan usaha ekonomi produktif serta


pembangunan, pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana ekonomi
dengan kegiatan antara lain:
1) Masalah pembangunan, pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan
prasarana pasar Desa;
2) Masalah pengembangan BUM Desa;
3) Masalah penguatan permodalan BUM Desa;
4) Kegiatan pembibitan tanaman pangan;
5) Masalah penggilingan padi;
6) Masalah Pengadaan lumbung Desa;
7) Masalah pembukaan lahan pertanian;
8) Kegiatan pengelolaan usaha hutan Desa;
9) Masalah Pengadaan tambak ikan dan pembenihan ikan;
10)Masalah Pengadaan kandang ternak;
11)Masalah Pengadaan mesin pakan ternak;
12)Masalah Pengadaan sarana dan prasarana ekonomi lainnya sesuai kondisi
Desa.

19
e. Keompok Masalah pelestarian lingkungan hidup antara lain:
1) Masalah penghijauan;
2) Masalah Pengadaan /pembuatan terasering;
3) Masalah Pengadaan /pemeliharaan hutan bakau;
4) Masalah perlindungan mata air;
5) Masalah pembersihan daerah aliran sungai;
6) Masalah lainnya sesuai kondisi Desa.

3. Masalah dan Isu-Isu Strategis Bidang Pembinaan


Kemasyarakatan terdiri dari Program antara lain:
a. Kelompok isu/masalah pembinaan lembaga kemasyarakatan;
b. Kelompok isu/masalah penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban;
c. Kelompok isu/masalah pembinaan kerukunan umat beragama;
d. Kelompok isu/masalah Kepemudaan, Olah Raga dan Seni Budaya dengan
kegiatan antara lain :
1) Masalah pengadaan sarana dan prasarana olah raga;
2) Masalah pembinaan kesenian dan sosial budaya masyarakat Desa.
e. Isu/Kelompok masalah Kemasyarakatan dengan Kegiatan pembinaan lembaga
adat;
f. Isu/Kelompok masalah lain sesuai kondisi Desa.

4. Masalah Bidang Pemberdayaan Masyarakat dengan Isu/Kelompok


masalah antara lain:
a. Isu/Kelompok masalah Pemberdayaan Masyarakat dengan masalah antara lain:
1) Masalah pelatihan usaha ekonomi, pertanian, perikanan dan
2) perdagangan;
3) Masalah pelatihan teknologi tepat guna;
4) Masalah pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan bagi kepala Desa, perangkat
Desa, dan Badan Pemusyawaratan Desa;
b. Isu/Kelompok masalah peningkatan kapasitas masyarakat denganMasalah
antara lain:
1) Masalah Pendidikan dan Pelatihan kader pemberdayaan masyarakat Desa;
2) Masalah Pendidikan dan Pelatihan kelompok usaha ekonomi produktif;

20
3) Masalah Pendidikan dan Pelatihan kelompok perempuan;
4) Masalah Pendidikan dan Pelatihan kelompok tani;
5) Masalah Pendidikan dan Pelatihan kelompok masyarakat miskin;
6) Masalah Pendidikan dan Pelatihan kelompok nelayan;
7) Masalah Pendidikan dan Pelatihan kelompok pengrajin;
8) Masalah Pendidikan dan Pelatihan kelompok pemerhati dan perlindungan
anak;
9) Masalah Pendidikan dan Pelatihan kelompok pemuda;
10) Masalah Pendidikan dan Pelatihan untuk perangkat Desa;
11) Masalah Pendidikan dan pelatihan untuk Lembaga Desa; dan
12) Masalah Pendidikan dan Pelatihan kelompok lain sesuai kondisi Desa.

2.8 Daftar Potensi Desa


1. Bidang Pemerintahan
a. Struktur perangkat desa lengkap
b. Struktur BPD lengkap
c. Sarana kantor desa cukup memadai
d. Adanya kendaraan dinas roda dua
2. Bidang Sarana dan Prasarana
a. Ada sungai yang memiliki batu untuk pekerjaan bangunan
b. Adanya jalan poros desa
c. Adanya jalan lingkungan
d. Adanya jalan ekonomi / jalan usaha tani
e. Adanya jembatan penghubung antar dusun
f. Adanya jembatan penghubung pemukiman ke lahan pertanian
g. Adanya sarana irigasi
h. Toko bangunan relatif dekat
i. Adanya tenaga bangunan terampil
j. Kesadaran gotongroyong cukup baik
k. Alat berat mudah didapat dengan harga relatif murah
3. Bidang Pendidikan
a. Adanya gedung sekolah Taman Kanak-kanak (TK)

21
b. Adanya gedung Sekolah Dasar (SD)
c. Adanya gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP)
d. Adanya gedung PAUD
e. Adanya siswa dan calon siswa TK, SD, SMP, SMA
f. Adanya guru TK, SD dan SMP
4. Bidang Kesehatan
a. Adanya Poli Klinik Desa (POLINDES)
b. Adanya gedung POSYANDU
c. Adanya Bidan Desa
d. Adanya sumber mata air bersih sumur gali
e. Aktifnya kegiatan posyandu

5. Bidang Lingkungan Hidup


a. Adanya bibit tanaman untuk penghijauan lingkungan desa
b. Adanya SDM untuk pengembangan Kebun Bibit Desa

6. Bidang Sosial Budaya


a. Adanya Masjid dan Musholla
b. Adanya Pos Keamanan Lingkungan
c. Adanya lapangan Sepakbola
d. Adanya kelompok Rebana
e. Adanya kegiatan Karang Taruna
f. Adanya pengajian rutin bulanan desa
g. Adanya klub Sepakbola
h. Adanya kegiatan PKK
i. Adanya forum Imam Khotib
j. Adanya Tempat Pemakaman Umum
k. Adanya guru baca Al Qur’an
l. Adanya kegiatan TPQ di setiap dusun / RW

7. Bidang Koperasi dan Usaha Masyarakat


a. Kelompok SPP aktif dan lancar

22
b. Adanya Koperasi dan KUBE
c. Adanya penggilingan padi
d. Adanya usaha meubeler
e. Adanya usaha warung nasi
f. Adanya nelayan ikan
g. Adanya masyarakat pemelihara hewan ternak
h. 11. Adanya usaha menjahit pakaian
i. 12. Adanya usaha pembibitan tanaman
j. 13. Adanya usaha bengkel motor

8. Bidang Pertanian
a. Banyaknya tambak budidaya ikan
b. Adanya pemudidaya ikan
c. Adanya lahan pesawahan dan palawija
d. 4 Adanya petani penggarap
e. Adanya buruh tani

9. Bidang Pariwisata
Adanya wisata pantai yang bisa digunakan area wisata umum.

23
BAB III
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DESA

3.1. Rancangan KerangkaEkonomi Masyarakat Desa


3.1.1 Kondisi Ekonomi

Keadaan Ekonomi masyarakat ……….jiwa ada yang dari ….. KK kategori kaya
….. KK dan yang miskin …… KK dengan mayoritas mata pencaharian
penduduk sebagian besar adalah Petani.
Dalam dokumen ini kami tampilkan gambaran kondisi ekonomi masyarakat
Desa Ta’a secara umum berdasarkan:
Tabel 3.1. Kondisi ekonomi masyarakat Desa Ta’a.

No Kondisi Keluarga KK
PRA SEJAHTERA
1
KELUARGA SEJAHTERA 1
2
KELUARGA SEJAHTERA 2
3
KELUARGA SEJAHTERA 3
4
KELUARGA SEJAHTERA 3 PLUS
5

Adapun penyebaran dan proporsi masyarakat pada jenis mata pencaharian


sbb:
Tabel 3.2. Proporsi masyarakat pada jenis mata pencaharian masyarakat
Desa Ta’a.
No Mata Pencaharian Jumlah %

1. Pertanian
2. Jasa/Perdagangan
a. Jasa
Pemerintahan
b. Jasa Pedagangan
c. Jasa Angkutan
d. Jasa

24
Keterampilan
e. Jasa lainnya
3. Sektor Industri
4. Sektor Lain
Jumlah 100

Usia produktif di desa Ta’a adalah …..org, dari tabel diatas terlihat jumlah
warga yang bekerja/mata pencaharia dari bidang pertanian adalah ….. org
atau …..% dari jumlah usia produktif, pertanian merupakan mata pencaharian
utama masyarakat Desa Ta’a.

3.2. Arah Kebijakan Keuangan Desa


a. Dana Desa adalah dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan
belanja negara yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui
anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten/Kota dan digunakan
untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan Desa, pelaksanaan
pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa dan pemberdayaan
masyarakat Desa.
b. Anggaran pendapatan dan belanja Desa, yang selanjutnya disingkat APB
Desa adalah rencana keuangan tahunan Pemerintahan Desa. Pemerintah
menganggarkan dana desa secara nasional dalam APBN setiap tahun,
dimana dana Desa bersumber dari belanja Pemerintah dengan
mengefektifkan program yang berbasis Desa secara merata dan
berkeadilan.
c. Dana Desa dialokasikan oleh Pemerintah untuk Desa dimana
Pengalokasian Dana Desa dihitung berdasarkan jumlah Desa dan
dialokasikan dengan memperhatikan jumlah penduduk (25%), jumlah
penduduk miskin (35%), luas wilayah (10%) dan tingkat kesulitan
geografis (30%) yang ditransfer melalui APBD Kabupaten/Kota untuk
selanjutnya ditransfer ke APB Desa.
d. Pengelolaan Dana Desa dalam APBD Kabupaten/Kota dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan
keuangan daerah sedangkan pengelolaan Dana Desa dalam anggaran

25
pendapatan belanja Desa (APB Desa) dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan
keuangan Desa.
e. Pengelolaan Dana Desa dalam APBD Kabupaten/Kota maupun APB-Desa
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di
bidang pengelolaan keuangan daerah/Desa dengan dasar hukum PP No 60
Tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari APBN dan
Permendagri no 113 tahun 2014 tentang pengelolaan keuangan Desa.
Dana Desa dikelola secara tertib, taat pada ketentuan peraturan
perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan
bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan
serta mengutamakan kepentingan masyarakat setempat.

26
BAB IV
PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DESA TAHUN 2018

4.1. Tujuan dan Sasaran Pembangunan


a. Membangun Pemahaman Masyarakat mengenai Dasar-dasar Perencanaan
Pembangunan Partisipatif di tingkat Desa;
b. Mengembangkan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa Ta’a
Tahun 2015-2021 Yang selanjutnya digunakan Sebagai Pedoman dalam
Penyusunan Rencana Pembangunan Tahunan Desa selama 6 Tahun yang
disusun tiap tahun melalui mekanisme musyawarah perencanaan
pembanguan (Musrembang) serta tolak ukur pencapaian visi
Pembangunan;
c. Mengembangkan Model Perencanaan Pembangunan yang partisipatif di
tingkat Desa sebagai bahan pembelajaran bagi Masyarakat dan
Pemerintahan Desa serta berbagai pihak yang berkepentingan;
d. Terwujudnya perencanaan pembangunan Desa sesuai dengan kebutuhan
masyarakat keadaan setempat;
e. Menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap
program pembangunan di Desa.
4.2. Sasaran
a. Pemerintahan Desa dapat mengatur dan mengurus sendiri urusan
pemerintahan menurut asas otonomi dan dsentralisasi yang di arahkan
untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui
peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat
dengan memperhatikan prinsip Demokrasi, pemerataan dan keadilan;
b. Implementasi dari Amanat Undang-undang, di setiap Desa perlu
merumuskan Strategi guna pencapaian percepatan terwujudnya
penyelenggaraan Pemerintah Desa yang di tujukan pada peningkatan
kesejahteraan masyarakat yang di wujudkan melalui perencanaan secara
sistimatis, terukur dan berkesinambungan sehingga menjamin keterkaitan
dan konsistensi antara perencanaan,pelaksanaan dan pengawasan;
c. Memelihara dan mengembangkan hasil-hasil pembangunan di Desa;

27
d. Sebagai rencana induk pembangunan desa yang merupakan acuan
Pembangunan Desa;
e. Lebih menjamin kesinambungan Pembangunan; dan
f. Sebagai Pemberi arah Pembangunan di Desa.
4.3. Prioritas dan Pembangunan Desa
Tahapan pembangunan Tahun 2018 merupakan tahapan untuk mempercepat
pembangunan infrastruktur terutama pembangunan jalan, jembatan dan
jaringan infrastruktur lainnya, kegiatan pelayanan dasar dan upaya
peningkatan sumber daya manusia guna mendukung arah kebijakan
pembangunan kabupaten, provinsi dan pusat.
Tahap pembangunan 2018 terutama diarahkan untuk mendukung tercapainya hal-
hal berikut:

a. Meningkatkan penyediaan infrastruktur strategis terutama pembangunan


jalan, jembatan dan bronjong guna, infrastruktur saluran air (Drainase),
serta Saluran pembungan air limbah (SPAL);
b. Memantapkan pengembangan sumber daya manusia;
c. Menajamkan program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan;
d. Meningkatkan produksi, produktivitas, nilai tambah dan pendapatan dari
kegiatan pertanian, perkebunan, peternakan,pariwisata.

28
BAB V
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DESA

5.1. Rencana Program dan Kegiatan Prioritas Desa Tahun 2018


Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Desa Ta’a merupakan usulan dari
masyarakat dari tingkat bawah yakni RT, RW, dan Dusun yang telah
dimusyawarahkan sehingga mendapatkan RKP Desa selama 1 (satu) tahun. RKP
Desa menjadi pedoman untuk menyusun kebijakan umum Anggaran Pendapatan
Belanja Desa (APB Desa) Tahun 2018.
Dalam melaksanakan program dan kegiatan untuk mencapai sasaran-sasaran
pembangunan yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa)
Tahun 2018 wajib menerapkan prinsip-prinsip efesiensi, efektifitas, transparansi,
akuntabilitas dan partisipatif.
Adapun Rencana Kerja Program dan Kegiatan Prioritas Desa Ta’a untuk Tahun 2018
dengan data terlampir (Matrik RKP Desa)

29
BAB VI

PENUTUP

RKP Desa Ta’a Tahun 2018 akan menjadi pedoman dan arahan bersama bagi
seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan
pembangunan di Desa, serta terpadu dan searah dengan pembangunan Kabupaten,
Provinsi Nusa Tenggara Barat dan pembangunan Nasional selama satu tahun
mendatang.

Keberhasilan pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2018
ditentukan oleh dukungan yang solid seluruh aparat Pemerintah Desa dan
masyarakat, kerjasama yang kuat antara Pemerintah Desa dengan pemerintah
Kabupaten Dompu, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah,
komitmen dan dukungan DPRD Kabupaten Dompu, serta kerjasama dengan
perguruan tinggi dan masyarakat sipil. Pelaksanaan RKP Desa juga ditentukan
kerjasama antar desa dan kemitraan dengan pihak swasta.

Ditetapkan di Ta’a
Pada Tanggal, 1 Maret 2018

Kepala Desa Ta’a

SANUSI

30