Anda di halaman 1dari 89

PRACTICE TEST

PROSES PERSIAPAN
INSTRUKSI & PETUNJUK
Ujian untuk tingkat MADYA / UTAMA biasanya akan terdiri dari test tertulis selama 3
s/d 4 jam, dilanjutkan dengan test interview di mana staff Direktorat akan merujuk
ke jawaban tertulis Anda. Biasanya, selama test interview, tim penilai akan befokus
pada pertanyaan-pertanyaan tertulis yang tidak dapat Anda jawab dengan tepat
dan jika Anda dapat menjawabnya dengan benar, maka mereka akan
meningkatkan pertanyaannya. Akibatnya, waktu untuk test interview ini sangat
bervariasi, namun demikian ini merupakan kesempatan bagi Anda untuk
menunjukkan pemahaman Anda jika pada saat test tertulis, Anda mengalami
kesulitan.

Booklet ini terdiri dari soal-soal latihan yang dibuat untuk membantu persiapan
Anda dalam menghadapi ujian tertulis dan interview di tingkat MADYA ataupun
UTAMA. Walaupun ada kemungkinan soal-soal yang keluar akan berbeda bentuk
pertanyaannya, namun jika Anda mempelajari presentasi PowerPoint yang ada di
dalam CD atau tampilan booklet dan mempelajari jawaban-jawaban atas
pertanyaan tersebut, kemungkinan Anda untuk lulus akan menjadi lebih besar.

Selama masa persiapan, bacalah KEPUTUSAN MENTERI sebagai bahan acuan


untuk mengkonfirmasikan apa yang dinyatakan dalam peraturan tersebut. Jangan
berasumsi bahwa semuanya sama seperti yang ada di Australia!!

Proses Persiapan yang Direkomendasikan


 Langkah 1 – Lihatlah slide presentasi dalam tampilan booklet ataupun di
dalam CD. Buatlah catatan jika hal tersebut dapat membantu. (Perhatikan
bahwa ada beberapa perbedaan dalam presentasi antara MADYA dan UTAMA,
namun soal latihannya sama).
 Langkah 2 – Pelajari pertanyaan dan jawabannya di bagian belakang booklet
ini.
 Langkah 3 – Cobalah mengerjakan pertanyaan di bagian depan booklet
tanpa merujuk ke jawabannya.
 Langkah 4 – Periksalah jawaban Anda dan carilah KEPMEN acuannya untuk
mengkonfirmasi segala jawaban yang Anda masih belum yakin.
 Langkah 5 – Bacalah kembali pertanyaan dan jawaban dalam booklet ini
dengan berfokus pada apa yang masih belum Anda yakini sampai Anda dapat
menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut tanpa melihat jawabannya di bagian
belakang booklet.

Petunjuk Ujian Tertulis & Oral


Walaupun prosesnya bisa berbeda-beda, namun yang berikut ini kemungkinan
besar dapat terjadi. Ujiannya akan terdiri dari dua bagian, yaitu hal-hal mengenai
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Lingkungan. Anda diharuskan memilih
20 pertanyaan dari 25 yang ada untuk bagian K3 dan 15 dari 20 pertanyaan untuk
bagian Lingkungan. Pertama-tama, Anda akan diberikan salah satu bagian ujian K3
/ Lingkungan dan begitu selesai, tim penguji akan memberikan bagian ujian yang

T Page 1 of 89
PRACTICE TEST

lainnya. Lembar jawaban akan dibagikan terpisah dengan lembar pertanyaan dan
dilarang menulis apapun pada lembar pertanyaan. Anda juga tidak diperbolehkan
membawa buku atau catatan apapun ke dalam ruangan ujian.
 Langkah 1 – Rencanakan waktu Anda. Periksalah jumlah pertanyaan. Jika
jumlah soal atau pertanyaan ada 35 (dari kedua kedua bagian ujian) dan Anda
diberikan waktu 3 jam untuk mengerjakannya, ini berarti Anda mempunyai 5
menit untuk mengerjakan 1 soal setelah menghabiskan waktu 5 menit dalam
tahap perencanaan waktu. Taruhlah jam tangan di atas meja dan pastikan
selalu mengerjakan satu soal selama 5 menit. Nilai NOL akan diberikan jika
Anda tidak menjawab akibat kehabisan waktu!!! Lakukan kalkulasi sendiri
sebelum mulai mengerjakan test.
 Langkah 2 – Bacalah lembar pertanyaan dengan cepat dan pilihlah
pertanyaannya. Carilah (20 atau 15) pertanyaan-pertanyaan yang Anda yakin
dapat menjawabnya dan catatlah di kertas kosong. “Pilih yang Anda tahu!” Jika
cukup banyak yang Anda tidak ketahui jawabannya, langsung saja mulai
mengerjakan dan begitu Anda dalam tahap pengerjaan, jawaban-jawaban atas
pertanyaan yang Anda tidak ketahui tadi kemungkinan bisa muncul di pikiran
Anda.
 Langkah 3 – Jawablah pertanyaan secara lengkap dan selalu berpegang
teguh pada batasan waktu yang telah diperhitungkan. Jika Anda memiliki
waktu di akhir pertanyaan, Anda mungkin dapat menambahkan beberapa
informasi yang diperlukan.
 Langkah 4 – Pastikan jumlah pertanyaan yang telah Anda jawab sesuai
dengan yang dibutuhkan.
 Selama ujian tertulis. Pastikan Anda membaca setiap pertanyaan dengan
hati-hati sampai Anda benar-benar memahami maksudnya. Kemudian jawablah
pertanyaan yang mereka tanyakan, bukan pertanyaan yang Anda pikir
seharusnya mereka tanyakan. Jika tidak yakin terhadap suatu jawaban, buatlah
catatan di selembar kertas dan gunakan waktu yang ada antara ujian tertulis
dan oral untuk memeriksa peraturan di buku catatan belajar Anda.
 Selama ujian oral. Berikan jawaban yang mereka inginkan. Berargumentasi
dengan tim penilai tidak akan menolong Anda!!!

Anda membutuhkan nilai kelulusan minimal 70% atau lebih untuk setiap
ujian, sehingga ketidak pahaman terhadap satu jawaban tidak akan membuat
Anda gagal total. Apa yang secara pasti membuat Anda gagal adalah
memfokuskan diri terlalu lama pada satu pertanyaan saja dan mengabaikan
yang lainnya atau juga karena kehabisan waktu.

Dari pengalaman-pengalaman yang ada sejauh ini kebanyakan yang gagal di


bidang lingkunyan ketimbang bidang K3, namun bagaimanapun juga, Anda
tetap harus benar-benar mempersiapkan diri untuk kedua jenis ujian ini.

T Page 2 of 89
PRACTICE TEST

I. KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA PERTAMBANGAN :

1. Jelaskan perbedaan tanggungjawab antara Pengawas Operasional dan


Pengawas Teknis Tambang!

2. Salah satu kriteria kecelakaan tambang adalah ‘kecelakaan benar-benar


terjadi’ Coba anda jelaskan maksudnya!

3. Apa perbedaan antara kecelakaan tambang dengan kecelakaan kerja?


Jelaskan!

T Page 3 of 89
PRACTICE TEST

4. Kelas kecelakaan tambang yang bagaimana, yang harus sesegera


dilaporkan oleh Kepala Teknik Tambang (KTT) kepada Kepala Pelaksana
Inspeksi Tambang (KAPIT)?

5. Terdapat satu kasus kecelakaan tambang, dimana korban mendapatkan


P3K di klinik site dan ybs langsung kembali bekerja seperti semula.
Menurut anda, apakah kecelakaan tersebut harus dilaporkan ke pemerintah
(Pertambangan)? Jelaskan alasan anda.

6. Suatu ketika ada seorang karyawan yang mengalami kecelakaan dimana


sendi tangannya terlepas. Karyawan tersebut tanpa melapor ke atasannya,
langsung pergi ke ‘tukang pijat’ untuk menyembuhkannya. Keesokan
harinya ybs dapat kembali bekerja dengan normal. Apa tindakan anda
sebagai seorang pengawas Madya?

T Page 4 of 89
PRACTICE TEST

7. Terjadi suatu kecelakaan – bus karyawan yang sedang menuju tempat


kerja, terbalik di jalan tambang. Siapa saja yang dapat dijadikan sebagai
Saksi Langsung dan Saksi Tidak Langsung dari kejadian tsb?

8. Suatu perusahaan, melakukan modifikasi - meninggikan bak truck


pengangkut material batubara. Setelah dilakukan penghitungan, ternyata
kapasitas angkutnya masih dibawah atau masih sesuai dengan spesifikasi
pabrik pembuat truck tsb. Sebagai pengawas Madya apa yang harus anda
lakukan berkaitan dengan perubahan spesifikasi bak truck tsb?

9. Jika diperusahaan anda ada 3 juru ledak yang keluar dan digantikan
dengan 3 juru ledak baru, apa yang harus anda lakukan (sesuai dengan
ketentuan Kepmen MPE No. 555k tahun 1995)?

T Page 5 of 89
PRACTICE TEST

10. Bagaimana menurut anda, jika dijalan tambang ada unit angkut yang
mengambil jalur jalan ke kanan saat melewati tikungan jalan?

11. LTI FR dan LTI SR merupakan indikator kinerja pengelolaan safety di suatu
lokasi kerja. Menurut anda dari dua indikator tsb, indikator mana yang
lebih mendekati kinerja safety sebenarnya?. Jelaskan alasan anda!

12. Sebutkan tanggungjawab Bagian K3 dalam suatu wilayah Kuasa


Pertambangan!

T Page 6 of 89
PRACTICE TEST

13. Bagaimana formula / rumus untuk menentukan Tingkat Resiko suatu


bahaya?

14. Jelaskan prinsip hirarki pengendalian resiko menurut SHEQM. Berikan


masing-masing contoh dari setiap metoda pengendalian resiko tsb.

15. Sebutkan metoda penyusunan JSA. Metoda apa yang paling baik untuk
digunakan? Mengapa?

T Page 7 of 89
PRACTICE TEST

16. Sebagai pengawas Madya, apa saja peranan anda berkaitan JSA?

17. Pengelolaan resiko dapat dilakukan dengan cara Terminate, Treat, Tolerate
dan Transfer. Cara mana yang paling baik untuk dilakukan dan mana yang
paling sering digunakan ditempat kerja? Jelaskan.

18. Bagaimana agar pemakaian Alat Pelindung Diri, APD ditempat kerja dapat
efektif?

19. Bagaimana agar Sub Kontraktor anda mau mematuhi peraturan safety yang
ada ditempat kerja anda?

T Page 8 of 89
PRACTICE TEST

20. Sebutkan dan jelaskan 3 cara bahan kimia berbahaya dapat masuk ke
dalam tubuh pekerja!

21. Mengapa keadaan darurat (emergency) harus di klasifikasikan?

22. Fasilitas apa saja yang harus tersedia di ruang Emergency Management
Team, EMT atau Crisis Room?

23. Sebutkan komposisi pejabat Crisis Management Team, CMT dari suatu
perusahaan !

T Page 9 of 89
PRACTICE TEST

24. Sebutkan komposisi pejabat Emergency Response Team, ERT dari suatu
perusahaan!

25. Sebutkan contoh-contoh confines space (ruang terbatas) yang ada


ditempat kerja anda. Apa saja yang harus dilakukan jika akan
masuk/bekerja di confine space?.

26. Pada penyelidikan kecelakaan, terdapat istilah 4P yang harus dikumpulkan


dan dianalisis. Sebutkan dan jelaskan masing-masing ‘P’ tsb.

T Page 10 of 89
PRACTICE TEST

27. Mengapa pengawas perlu dilibatkan dalam investigasi insiden?

28. Sebutkan dan jelaskan, bagaimana agar pertemuan Safety kelompok kerja
dapat berjalan efektif?

29. Hal apa yang menurut anda paling penting dalam pertemuan safety
kelompok kerja? Mengapa?

30. Apa yang dimaksud dengan pembentukan komite keselamatan kerja secara
berjenjang dalam Kep. MPE No. 555k tahun 1995? Jelaskan.

T Page 11 of 89
PRACTICE TEST

31. Jelaskan tentang teori domino kecelakaan dan bagaimana peran anda
sebagai pengawas operasional madya?

32. Jelaskan tentang teori gunung es biaya kecelakaan!

33. Apa yang dimaksud dengan hazard/bahaya, resiko dan kecelakaan?

34. Dalam hal apa kita (KTT) diperkenankan untuk merubah lokasi tempat
kejadian kecelakaan!

T Page 12 of 89
PRACTICE TEST

35. Sebutkan 3 jenis pekerjaan yang perlu mendapatkan ijin kerja khusus (work
Permit)!

36. Jelaskan tentang teori perbandingan kecelakaan (Phyramid Ratio Incident~


1-10-30-600-20.000) dari Frank Byrd!

37. Sebutkan jabatan apa saja yang harus dilaporkan dan dicatat dalam buku
tambang?

T Page 13 of 89
PRACTICE TEST

38. Jelaskan syarat-syarat penimbunan Bahan Bakar Cair (BBC) berdasarkan


Keputusan MPE No. 555k tahun 1995!

39. Sebutkan hak dan kewajiban pekerja tambang berdasarkan Kep. MPE No.
555k tahun 1995!

40. Apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi jika akan dilakukan peledakan
tidur?

41. Jika terjadi situasi darurat (emergency) disuatu area, jelaskan siapa yang
bertindak sebagai On Scene Command (OSC); Apa yang harus dilakukan
oleh OSC tsb?

T Page 14 of 89
PRACTICE TEST

42. Sebutkan minimal 5 (lima) fasilitas di ruang krisis (Crisis Room)

43. Jika terjadi suatu kecelakaan di area anda, apa yang harus anda lakukan?

44. Dalam pengelolaan kontrol resiko kita mengenal istilah 4T (Terminate,


Treat, Transfer dan Tolerate). Jelaskan apa yang anda ketahui tentang
kontrol Terminate dan berikan beberapa contohnya

T Page 15 of 89
PRACTICE TEST

45. Sebagai pengawas operasional anda ditunjuk untuk melakukan pertemuan


K3, Jelaskan bagaimana anda mempersiapkan dan melaksanakan
pertemuan tsb agar hasilnya dapat maksimal?

46. Terdapat beberapa bahan berbahaya yang digunakan pada kegiatan


pertambangan khususnya pada proses Plant. Apa yang harus anda
lakukan untuk mencegah kecelakaan dalam penanganan bahan berbahaya
tsb.

47. Berdasarkan Kep MPE No. 555k tahun 1995, KTT harus menyampaikan 2
tipe statistik kecelakaan (FR dan SR). Jelaskan rumus untuk menghitung
FR dan SR tsb dan apa saja keuntungan dan kerugiannya?

T Page 16 of 89
PRACTICE TEST

48. Sebagai pengawas operasional apa yang harus anda lakukan dengan Alat
Pelindung Diri untuk mencegah terjadinya kecelakaan?

49. Dalam manajemen safety kita mengenal 2 penyebab kecelakaan; faktor


individu dan faktor pekerjaan. Jelaskan apa yang anda ketahui tentang
faktor individu dan faktor pekerjaan tsb dan berikan masing-masing
minimal 3 contohnya.

50. Saat investigasi kecelakaan, investigator harus menganalisa beberapa


obyek. Jelaskan obyek apa saja yang harus dianalisa?

T Page 17 of 89
PRACTICE TEST

51. Jelaskan 5 faktor yang menentukan keberhasilan pertemuan safety

52. Karena beberapa alasan, pada sebagian jalan tambang KTT menentukan;
unit harus mengambil jalur kanan saat ditikungan. Sebelum keputusan ini
diterapkan, jelaskan apa yang harus dilakukan manajemen untuk
mencegah terjadinya kecelakaan.

53. Promosi K3 adalah salah satu elemen dari pengelolaan K3. Jelaskan apa
yang anda ketahui ttg Promosi K3 tsb.

T Page 18 of 89
PRACTICE TEST

54. Jelaskan dan gambarkan bagaimana menilai/menentukan tingkat resiko

55. Jelaskan apa yang anda ketahui tentang hirarki pengendalian bahaya

56. Dalam proses investigasi kecelakaan terdapat istilah 4P; salah satu P
adalah People (saksi langsung dan saksi tak langsung). Bagaimana cara
anda melakukan wawancara kepada para saksi untuk mendapatkan
fakta/informasi kecelakaan?

T Page 19 of 89
PRACTICE TEST

57. Pada kegiatan pengangkutan Ore pada suatu proyek tambang. Sebutkan 3
potensi kecelakaan yang terdapat pada kegiatan tsb dan bagaimana cara
anda sebagai pengawas operasional mengendalikannya?

58. Sebutkan 3 potensi kecelakaan yang ada di workshop dan bagaimana anda
sebagai pengawas operasional untuk mengendalikannya?

59. Sebutkan 3 potensi kecelakaan yang ada di-waste dumping dan bagaimana
cara anda sebagai pengawas operasional untuk mengendalikannya

T Page 20 of 89
PRACTICE TEST

60. Sesuai Kep MPE 555k tahun 1995 pasal 47, tentang statistik kecelakaan
tambang. Coba anda tuliskan rumus perhitungan FR dan SR tsb.
Sebutkan keuntungan dan kerugian FR dan SR;

61. Sebutkan 5 contoh yang termasuk kejadian berbahaya, dimana KTT harus
sesegera mungkin melaporkannya kepada KAPIT.

62. Sebagai pengawas Madya, hal apa yang harus anda lakukan sebelum
menandatangani work permit (silahkan anda tentukan sendiri jenis
perkerjaannya).

T Page 21 of 89
PRACTICE TEST

63. Apa yang dimaksud dengan faktor personal dan faktor pekerjaan dari suatu
kasus kecelakaan (teori domino insiden). Berikan masing-masing 3
contoh Faktor Personal dan Faktor Pekerjaan tsb

64. Dalam Risk management (SHEQM) terdapat berbagai cara untuk mengelola
resiko; Terminate, Treat, Tolerate dan Transfer. Apa yang dimaksud
dengan Terminate dan berikan 3 contoh cara Terminate yang ada
ditempat kerja anda.

65. Bagaimana cara penanganan Bahan Berbahaya (B2) yang ada ditempat
kerja anda?

T Page 22 of 89
PRACTICE TEST

66. Bagaimana peran anda sebagai pengawas Madya, agar SOP atau peraturan
safety ditempat kerja dapat dipatuhi?

67. Siapa yang menjabat OSC (On Scene Commander) dan apa yang harus
dilakukan jika terjadi keadaan darurat?

68. Sebutkan 3 contoh program Safety Promotion yang ada ditempat kerja
anda

69. Apa saja Hirarki pengendalian resiko menurut SHEQM. Coba anda jelaskan
dan berikan masing-masing contoh dari pengendalian tsb.

T Page 23 of 89
PRACTICE TEST

70. Bagaimana peran anda sebagai pengawas agar pertemuan K3 menjadi


efektif?

T Page 24 of 89
PRACTICE TEST

SOAL-SOAL TAMBAHAN UTAMA

71. UU No.1 tahun 1970 yang mengatur keselamatan kerja dibuat oleh Departemen
Tenaga Kerja. Mengapa Departemen Pertambangan melakukan pengawasan
K3 pada kegiatan pertambangan?

72. Jelaskan struktur organisasi yang ada di Departemen Pertambangan & Energi
dengan hubungannya dalam kegiatan pertambangan

73. Untuk mengukur kinerja pengelolaan safety dapat dilakukan dengan


menghitung FR dan SR. Selain FR dan SR, ukuran kinerja apa saja yang dapat
dilakukan ditempat kerja anda? Jelaskan.

T Page 25 of 89
PRACTICE TEST

74. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Bahaya, Resiko, Kecelakaan (Accident)
dan Kejadian (Incident)

75. Fasilitas-fasilitas tambang apa saja yang harus mendapatkan persetujuan dari
KAPIT?

76. Jelaskan ttg teori domino insiden

T Page 26 of 89
PRACTICE TEST

77. Jelaskan ttg teori rasio insiden (Frank Bird)

78. Berdasarkan Kep. MPE No. 555k tahun 1995, jika terjadi kecelakaan maka
lokasi kejadian tidak boleh dirubah, kecuali untuk beberapa kasus. Coba anda
jelaskan hal tsb dan hal apa yang harus anda lakukan sebelum melakukan
perubahan?

79. Sebutkan 10 elemen dalam keselamatan kerja

T Page 27 of 89
PRACTICE TEST

80. Sebutkan 3 keuntungan pengukuran SR

81. Coba jelaskan apa yang dilakukan oleh perusahaan anda berkaitan dengan
hygiene sesuai dengan Kep. MPE No. 555k tahun 1995

82. Tipe-tipe pekerjaan apa saja yang perlu persetujuan sebelum dilaksanakan
dan siapa yang harus menyetujuinya?

T Page 28 of 89
PRACTICE TEST

83. Apa yang harus anda lakukan dalam pengelolaan bahan berbahaya

84. Sebagai seorang KTT, peraturan safety apa saja yang akan anda buat/terbitkan

85. Sebutkan 5 faktor agar pertemuan K3 menjadi efektif

T Page 29 of 89
PRACTICE TEST

86. Jelaskan sistem manajemen resiko dari SHEQM

T Page 30 of 89
PRACTICE TEST

II. LINGKUNGAN KERJA PERTAMBANGAN

1. Apa yang dimaksud dengan Air Asam Tambang? Bagaimana dampaknya


terhadap lingkungan? Dan bagaimana cara pencegahannya?

2. Sebutkan elemen-elemen ‘good mining practice’

T Page 31 of 89
PRACTICE TEST

3. Apa saja kewajiban Perusahaan dan Kepala Teknik Tambang (KTT) dalam
pengelolaan lingkungan tambang?

4. Apa tujuan dan sasaran Reklamasi? Dan apa saja kriteria keberhasilan
kegiatan reklamasi? Bagaimana pelaporan kegiatan reklamasi?

T Page 32 of 89
PRACTICE TEST

5. Sebutkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan reklamasi


tambang!

6. Apa yang dimaksud dengan Dana Jaminan Reklamasi? Apa saja Bentuk
Jaminan Reklamasi tsb?

7. Apa saja fasilitas pengelolaan lingkungan yang harus ada di workshop?

8. Apa saja komponen biaya reklamasi?

T Page 33 of 89
PRACTICE TEST

9. Bagaimana penanganan debu, bising dan emisi gas buang dari proses
pertambangan/pengangkutan batubara?

10. Hal apa yang harus dipertimbangan dalam penentuan lokasi penempatan
overburden (tanah penutup)?

11. Sebutkan dan jelaskan prinsip umum pengendalian erosi!

T Page 34 of 89
PRACTICE TEST

12. Apa yang dimaksud dengan kasus lingkungan pertambangan? Dan apa
saja kategorinya?

13. Apa saja tanggungjawab KTT dan wewenang PIT dalam penanganan kasus
lingkungan?

14. Bagaimana penanganan hidro carbon yang ada di workshop?

15. Bagaimana penanganan erosi yang sudah mencemari sungai yang airnya
dikonsumsi oleh masyarakat sekitar?

T Page 35 of 89
PRACTICE TEST

16. Mengapa kegiatan pencegahan kerusakan lingkungan lebih baik dari pada
kegiatan penanggulangan kerusakan lingkungan?

17. Apa saja resiko yang harus ditanggung perusahaan jika terjadi kasus
lingkungan?

18. Apa yang dimaksud dengan kolam sediment dan apa tujuan
pembuatannya?

19. Sebutkan fungsi tanaman penutup tanah terhadap pencegahan kerusakan


lingkungan!

T Page 36 of 89
PRACTICE TEST

20. Bagaimana proses pencairan atau pelepasan Dana Jaminan Reklamasi?

21. Apa saja fasilitas pengelolaan lingkungan yang harus ada di lokasi
pengapalan batubara?

22. Bagaimana penetapan besarnya dana jaminan reklamasi tambang?

23. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi laju erosi:

T Page 37 of 89
PRACTICE TEST

24. Sebutkan hal-hal utama yang dijadikan pertimbangan dalam study


kelayakan (feasibility study) AMDAL pertambangan?

25. Apa yang dijadikan referensi kajian AMDAL?

26. Sebutkan pasal 29 dan 30 dari UU No.11 tahun 1967 (UU Pokok
Pertambangan)!

.
27. Bagaimana dan mengapa program Community Development diperlukan di
tambang?

28. Bagaimana program saudara dalam menjawab tantangan dari masyarakat


yang anti tambang?

T Page 38 of 89
PRACTICE TEST

29. Hal-hal apa saja yang dicakup oleh Environmental Management Plan
(EMP)?

30. Apa saja yang anda ketahui tentang manajemen tanah pucuk (top soil)

31. Bagaimana cara dan teknik saudara bila harus menambang di hutan
lindung?

32. Apa yang dimaksud dengan teknik pengendalian erosi dan sedimentasi
dengan metoda vegetatif?

T Page 39 of 89
PRACTICE TEST

33. Sebutkan fungsi dan sarana pengendalian erosi dan sedimentasi dengan
metoda vegetatif

34. Apa yang dimaksud dengan teknik pengendalian erosi dan sedimentasi
dengan metoda mekanis / teknik sipil?

35. Sebutkan fungsi dan sarana pengendalian erosi dan sedimentasi dengan
metoda mekanis/teknik sipil

36. Apa Dampak dari penutupan suatu usaha pertambangan?

T Page 40 of 89
PRACTICE TEST

37. Apa yang dimaksud dengan AMDAL ?

38. Siapa penanggung jawab pelaksanaan AMDAL

39. Apa tujuan proses AMDAL ?

40.Jelaskan apa yang dimaksud dengan rencana pengelolaan lingkungan

T Page 41 of 89
PRACTICE TEST

41.Hal apa yang diperlukan oleh perusahaan pertambangan untuk


mendapatkan izin dari pemerintah ?

42.Jelaskan yang dimaksud pengelolaan limbah dengan cara 4R?

43.Jelaskan kegiatan yang dilakukan perusahaan mengenai program


pemantauan lingkungan ?

T Page 42 of 89
PRACTICE TEST

44. Bagaimana mengelola dan memonitor peledakan yang menghasilkan flying


rock, dust, noise, vibration yang berpengaruh terhadap masyarakat dan
lingkungan

45.Jelaskan hal-hal (aspek) yang menjadi pertimbangan studi kelayakan


AMDAL ?

46. Apa perbedaan antara tailing pond & Setling pond

T Page 43 of 89
PRACTICE TEST

SOAL-SOAL TAMBAHAN UTAMA

47. Sesuai dengan PP No. 11 Tahun 1967 bahwa Perusahaan harus


melakukan perlindungan terhadap lingkungan. Jelaskan!

48. According yo Kepmen 1211 year 1995, please explain the obligation of
the Company and KTT

49. According to Mepmen 1211 year 1995 what the criteria of the environment
case and what the risk could be happen

T Page 44 of 89
PRACTICE TEST

50. How do we deal with the anti mining NGO

51. Mining business potential to develop the real economic for community
please what do you do in your company

52. What the meaning of Reclamation and please explain the steps

T Page 45 of 89
PRACTICE TEST

53. What the meaning of Reclamation bond, what the reclamation bond
should be in place and what for

54. Please explain the overburden management and what the risk if not
manage properly

55. How to avoid and control the Mine Acid water

T Page 46 of 89
PRACTICE TEST

56. Supreme court has determined that protected forest should be back to
the previous function. What do you to full fill the requirement.

57. Explain 3 aspects of feasibility study

58. Good mining practice

T Page 47 of 89
PRACTICE TEST

59. What plan will you submit for the mining closure and who should involve

60. Mine environment very specific the characteristic compare with the other
industry. Please explain.

61. Please explain your community development

T Page 48 of 89
PRACTICE TEST

I. KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA PERTAMBANGAN :

1. Jelaskan perbedaan tanggungjawab antara Pengawas Operasional dan


Pengawas Teknis Tambang!
Tanggung jawab pengawas operasional dititik beratkan terhadap orang/pekerja
(bawahan atau orang yang ditugaskan kepadanya) sedang pengawas teknis
bertanggungjawab terhadap alat, listrik dan permesinan.
Sesuai dengan Pasal 12 dan 13 Kep. MPE No. 555k tahun 1995:
Pengawas Operasional wajib:
a. Bertanggungjawab kepada KTT untuk keselamatan semua pekerja
tambang yang menjadi bawahannya
b. Melaksanakan inspeksi, pemeriksaan dan pengujian
c. Bertanggungjawab atas keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dari
semua orang yang ditugaskan kepadanya
d. Membuat dan menandatangani laporan-laporan pemeriksaan, inspeksi dan
pengujian
Pengawas Teknis Wajib:
a. Bertanggungjawab kepada KTT untuk keselamatan pemasangan dan
pekerjaan serta pemeliharaan yang benar dari semua peralatan yang
menjadi tugasnya
b. Mengawasi dan memeriksa semua permesinan dan kelistrikan dalam ruang
lingkup yang menjadi tanggungjawabnya
c. Menjamin bahwa selalu dilaksanakan penyelidikan, pemeriksaan dan
pengujian dari pekerjaan permesinan dan kelistrikan serta peralatan
d. Membuat dan menandatangani laporan dari penyelidikan, pemeriksaan dan
pengujian
e. Melaksanakan penyelidikan dan pengujian pada semua permesinan dan
peralatan sebelum digunakan, setelah dipasang, dipasang kembali atau
diperbaiki
f. Merencanakan dan menekankan dilaksanakannya jadwal pemeliharaan
yang telah direncanakan serta semua perbaikan permesinan tambang,
pengangkutan, pembuat jalan dan semua mesin-mesin lainnya yang
dipergunakan

2. Salah satu kriteria kecelakaan tambang adalah ‘kecelakaan benar-benar


terjadi’ Coba anda jelaskan maksudnya!
Terjadinya Kecelakaan tsb benar-benar merupakan kecelakaan murni, tidak
ada unsur kesengajaan; kriminalitas atau bunuh diri

3. Apa perbedaan antara kecelakaan tambang dengan kecelakaan kerja?


Jelaskan!
Kecelakaan tambang harus memenuhi kelima kriteria kecelakaan tambang
sesuai dengan pasal 39 Kep. MPE No. 555k tahun 1995. Jika salah satu
kriteria tidak terpenuhi maka bukan termasuk kecelakaan tambang tapi

T Page 49 of 89
PRACTICE TEST

dikatagorikan sebagai kecelakaan kerja. Jadi kalau kecelakaan tambang


sudah pasti kecelakaan kerja, tapi kecelakaan kerja belum tentu termasuk
kecelakaan tambang.

4. Kategori cidera kecelakaan tambang yang bagaimana, yang harus sesegera


dilaporkan oleh Kepala Teknik Tambang (KTT) kepada Kepala Pelaksana
Inspeksi Tambang (KAPIT)?
Kecelakaan berakibat cidera Berat atau Mati (Berdasarkan Kep. MPE No.
555k tahun 1995 pasal 41 ayat (3))

5. Terdapat satu kasus kecelakaan tambang, dimana korban mendapatkan


P3K di klinik site dan ybs langsung kembali bekerja seperti semula.
Menurut anda, apakah kecelakaan tersebut harus dilaporkan ke pemerintah
(Pertambangan)? Jelaskan alasan anda.
Sesuai dengan Kep MPE No.555k tahun 1995 pasal 40, terdapat tiga kategori
cidera kecelakaan tambang – Cidera ringan, Cidera Berat dan Mati. Jika
sipekerja setelah terjadi kecelakaan dapat kembali bekerja di tempat kerja
semula, maka kecelakaan tsb tidak perlu dilaporkan ke pemerintah, tapi tetap
harus diinvestigasi secara internal perusahaan karena tidak memenuhi kriteria
cidera ringan Kep MPE tahun 1995, yaitu jika si korban tidak dapat kembali
bekerja ketempat semula selama lebih dari satu hari dan kurang dari tiga
minggu.

6. Suatu ketika ada seorang karyawan yang mengalami kecelakaan dimana


sendi tangannya terlepas. Karyawan tersebut tanpa melapor ke atasannya,
langsung pergi ke ‘tukang pijat’ untuk menyembuhkannya. Keesokan
harinya ybs dapat kembali bekerja dengan normal. Apa tindakan anda
sebagai seorang pengawas Madya?
Berdasarkan pasal 40 Kep.MPE No. 555k tahun 1995, kecelakaan yang
mengakibatkan lepasnya persendian (pertamakali) masuk dalam kelas
kecelakaan / cidera berat dan wajib sesegera mungkin dilaporkan oleh KTT
kepada KAPIT. Jika ada karyawan yang tidak melaporkan kecelakaan, berarti
kita sebagai pengawas madya tidak mendapatkan informasi lengkap tentang
kejadian tersebut – sehingga rekomendasi pencegahan kecelakaan tidak dapat
dibuat atau kurang lengkap; kemungkinan terulangnya kecelakaan serupa
akan semakin besar terjadi. Terhadap si korban, sebaiknya kita panggil untuk
diberikan arahan tentang manfaat/pentingnya pelaporan insiden yang terjadi
ditempat kerja ~ Jika memang dianggap perlu, untuk mencegah terulangnya
perilaku tidak melaporkan insiden tsb, kita berikan sanksi/peringatan sesuai
ketentuan perusahaan yang berlaku

T Page 50 of 89
PRACTICE TEST

7. Terjadi suatu kecelakaan – bus karyawan yang sedang menuju tempat


kerja, terbalik di jalan tambang. Siapa saja yang dapat dijadikan sebagai
Saksi Langsung dan Saksi Tidak Langsung dari kejadian tsb?
Saksi langsung adalah orang yang melihat, mendengar atau merasakan
langsung kejadian kecelakaan, jadi dalam kasus ini yang dapat dijadikan saksi
langsung adalah sopir bus, penumpang bus atau orang lain (diluar sopir &
penumpang bus) yang berada/melihat kejadian kecelakaan tsb. Sedang saksi
tak langsung adalah orang yang dapat dimintai keterangan berkaitan dengan
kecelakaan tsb dimana ybs tidak berada dilokasi kejadian saat kecelakaan tsb
terjadi; seperti: rekan kerja si sopir bus yang mengetahui sifat dan tabiat si
sopir dalam mengoperasikan bus, mekanik yang melakukan
maintenance/perawat bus yang terbalik, saksi ahli, dsb.

8. Suatu perusahaan, melakukan modifikasi - meninggikan bak truck


pengangkut material batubara. Setelah dilakukan penghitungan, ternyata
kapasitas angkutnya masih dibawah atau masih sesuai dengan spesifikasi
pabrik pembuat truck tsb. Sebagai pengawas Madya apa yang harus anda
lakukan berkaitan dengan perubahan spesifikasi bak truck tsb?
Sesuai dengan pasal 249 ayat (2) Kep MPE No. 555k tahun 1995, setiap
perubahan konstruksi alat pemindah tanah dari standar pabrik pembuatnya
yang dapat mempengaruhi keselamatan dan kestabilan, harus mendapat
persetujuan KAPIT. Sebagai pengawas madya, kita bisa memberikan
masukan/kajian teknis tentang perubahan tsb kepada KTT, sebelum
diserahkan kepada KAPIT

9. Jika diperusahaan anda ada 3 juru ledak yang keluar dan digantikan
dengan 3 juru ledak baru, apa yang harus anda lakukan (sesuai dengan
ketentuan Kepmen MPE No. 555k tahun 1995)?
Sesuai dengan pasal 75 Kep MPE No. 555k tahun 1995, Kartu Ijin Meledakan
(KIM) hanya berlaku untuk tambang yang tercantum dalam kartu tersebut dan
nama juru ledak harus didaftarkan dalam buku tambang. Apabila juru ledak
sudah tidak bekerja (ditambang tsb), maka KIM harus dikembalikan kepada KA
PIT melalui KTT selambat-lambatnya dalam jangka waktu satu bulan. Untuk
Juru Ledak yang baru masuk, KTT harus mengajukan mereka untuk diangkat
oleh KAPIT sebagai Juru Ledak diperusahaan tambang tsb.

10. Bagaimana menurut anda, jika dijalan tambang ada unit angkut yang
mengambil jalur jalan ke kanan saat melewati tikungan jalan?
Sesuai ketentuan perusahaan - dijalan tambang, setiap alat angkut tambang
harus tetap berada di jalur kiri untuk menghindari tabrakan dengan unit lain.
Tetapi jika terdapat kesepakatan dan kajian teknis terhadap keselamatan kerja
pengangkutan, hal tersebut dapat saja dilakukan atas persetujuan KTT - dan
setiap orang (operator dan pengguna jalan lainnya) tahu prosedur melewati
tikungan dan disetiap tikungan dilengkapi dengan rambu dan atau kaca
pembesar.

T Page 51 of 89
PRACTICE TEST

11. LTI FR dan LTI SR merupakan indikator kinerja pengelolaan safety di suatu
lokasi kerja. Menurut anda dari dua indikator tsb, indikator mana yang
lebih mendekati kinerja safety sebenarnya?. Jelaskan alasan anda!
Yang lebih mendekati, adalah indikator LTI SR karena tingkat keparahan ini
berhubungan langsung dengan kerugian, akibat atau konsekuensi dari satu
kasus kecelakaan. Kalau LTI FR hanya melihat dari jumlah kasus kecelakaan
saja.

12. Sebutkan tanggungjawab Bagian K3 dalam suatu wilayah Kuasa


Pertambangan!
Berdasarkan pasal 24 Kep. MPE No. 555k tahun 1995; tugas bagian K3:
a. Mengumpulkan data & menganalisa kecelakaan;
b. Mengumpulkan data daerah berbahaya;
c. Memberikan penerangan/petunjuk K3;
d. Membentuk dan melatih tim rescue;
e. Menyusun statistik K3;
f. Mengevaluasi program K3

13. Bagaimana formula / rumus untuk menentukan Tingkat Resiko suatu


bahaya?
Tingkat resiko dapat diukur berdasarkan matriks tingkat kemungkinan dan
tingkat akibat. Atau dapat juga diukur dengan perhitungan (scoring) hasil
perkalian atau penjumlahan score tingkat kemungkinan, tingkat akibat dan atau
tingkat keterpaparan

Matriks;
AKIBAT

KEMUNGKINAN Sangat Kecil Kecil Sedang Besar Bencana


1 2 3 4 5
A E
(Hampir Pasti)
H H E E

B H
M H E
(Sangat Mungkin)   E
H
C L M E E
(Mungkin)

D M 
(Hampir Tdk L L H E
Mungkin)

E M
(Jarang)
L L H H

T Page 52 of 89
PRACTICE TEST

Perhitungan:
EXPOSURE PROBABILITY CONSECQUENCE Score & Level
(E) (P) (C) Risk (E x P x C)
Continuously Almost Certain Catastrophic Extreme
10 1,0 20 >20
Frequency Likely Major High
6 0.6 10 >10
Occasionally Possible Moderate Moderate
3 0.3 5 3-10
Infrequently Unlikely Minor Low
2 0.1 2 <3
Rarely Rarely Insignificant
1 0.05 1

14. Jelaskan prinsip hirarki pengendalian resiko menurut SHEQM. Berikan


masing-masing contoh dari setiap metoda pengendalian resiko tsb.
Engineering: Modifikasi alat, Pengisolasian
Administrative: Pemilihan/persyaratan pekerja, sistem shif kerja
Work Practice: Pembuatan prosedur kerja aman
Personal Protective Equipment, PPE: Pemakaian alat pelindung diri sesuai
potensi bahaya yang ada

15. Sebutkan metoda penyusunan JSEA. Metoda apa yang paling baik untuk
digunakan? Mengapa?
Metoda penyusunan JSA ada 3: Metoda Diskusi, Metoda Observasi dan
Metoda Gabungan Observasi dan Diskusi. Yang paling baik digunakan dalam
penyusunan JSA adalah metoda Gabungan Diskusi dan Observasi, karena
dengan metoda ini penyusunan JSA lebih lengkap, kita dapat menganalisa
pekerjaan dengan melihat langsung peralatan yang akan digunakan, lokasi
tempat kerja, lingkungan, dsb ~ kemudian dilakukan diskusi untuk
menentukan/penyusunan JSA yang lebih akurat

16. Sebagai pengawas Madya, apa saja peranan anda berkaitan JSEA?
Sebagai pengawas Madya peran kita adalah memastikan semua tugas-tugas
kritis yang ada di Departemen kita sudah terdaftar dalam Penilaian Resiko
(Risk Assessment) dan selanjutnya dilengkapi dengan membuat JSA.
Memastikan JSEA telah dijelaskan/disosialisasikan oleh pengawas kepada
pekerja yang terlibat, sebelum pekerjaan dilakukan. Ketika pekerjaan
dilaksanakan, semua ketentuan yang tercantum dalam JSEA telah dimonitor
pengawas untuk dilaksanakan oleh pekerja sehingga tidak terjadi kecelakaan.

17. Pengelolaan resiko dapat dilakukan dengan cara Terminate, Treat, Tolerate
dan Transfer. Cara mana yang paling baik untuk dilakukan dan mana yang
paling sering digunakan ditempat kerja? Jelaskan.
Cara yang paling baik adalah TERMINATE karena dengan cara ini resiko dari
bahaya tersebut bisa hilang sehingga kemungkinan terjadinya kecelakaan
sangat kecil atau tidak ada. Yang paling sering dilakukan ditempat kerja
adalah cara TREAT karena dengan cara ini kita berupaya untuk menurunkan
tingkat resiko bahaya ketingkat yang lebih rendah dengan cara/biaya yang
reasonable

T Page 53 of 89
PRACTICE TEST

18. Bagaimana agar pemakaian Alat Pelindung Diri, APD ditempat kerja dapat
efektif?
1. Identifikasi bahaya dan APD yang sesuai
2. Sosisalisasi aturan penggunaan dan perawatan APD
3. Implementasi dan monitoring pemakaian APD
4. Tindakan perbaikan (berkelanjutan)

19. Bagaimana agar Sub Kontraktor anda mau mematuhi peraturan safety yang
ada ditempat kerja anda?
Pada saat pengajuan kontrak kerja, sub kontraktor harus melampirkan Safety
Management Plan yang memuat/mencantumkan aspek-aspek pelaksanaan K3
yang wajib dilaksanakan oleh Sub Kontraktor disertai dengan sanksi (penalty)
yang diberikan jika hal tersebut tidak dilaksanakan. Ketika sub kontraktor tsb
telah menjalankan aktivitasnya, harus dilakukan monitoring terhadap
pelaksanaan ketentuan yang tercantum dalam kontrak kerja (lengkap dengan
penalty/sanksi tegas jika terjadi pelanggaran aturan K3-sesuai kontrak). Sub
kontraktor juga harus dibina, dilibatkan dalam program keselamatan kerja
seperti mengajak pekerja mereka untuk mengikuti pelatihan-pelatihan K3 yang
diselenggarakan oleh perusahaan; melibatkan sub kontraktor dalam kegiatan
komite keselamatan kerja; dll.

20. Sebutkan dan jelaskan 3 cara bahan kimia berbahaya dapat masuk ke
dalam tubuh pekerja!
1. Lewat saluran pernafasan; seperti terhirup gas H2S
2. Lewat saluran pencernaan; seperti terminum tiner
3. Lewat kontak kulit; seperti terpercik/terkena H2SO4

21. Mengapa keadaan darurat (emergency) harus di klasifikasikan?


Untuk menentukan skala prioritas penanggulangannya ~ sehingga respon
yang dilakukan menjadi efektif

22. Fasilitas apa saja yang harus tersedia di ruang Emergency Management
Team, EMT atau Crisis Room?
1. Peta, Foto, Sketsa Lokasi Kerja
2. Papan Tulis/White board + ATK
3. Jam dinding
4. Alat komunikasi (telpon, Fax, Email, HT, SSB)
5. Prosedur tertulis Manajemen Krisis
6. Nama & Call Number personil ERT, EMT dan CMT

23. Sebutkan komposisi pejabat Crisis Management Team, CMT dari suatu
perusahaan !
1. CMT Leader: Manager
2. Public Affair Advisor
3. Human Resource & Community Affair Advisor
4. Investor Relation Advisor
5. Corporate Affair Advisor
6. Information Coordinator

T Page 54 of 89
PRACTICE TEST

24. Sebutkan komposisi pejabat Emergency Response Team, ERT dari suatu
perusahaan!
1. ERT Leader
2. Personil Emergency
3. Paramedis dan atau Dokter Perusahaan
4. Security and Fire Brigade

25. Sebutkan contoh-contoh confines space (ruang terbatas) yang ada


ditempat kerja anda. Apa saja yang harus dilakukan jika akan
masuk/bekerja di confine space.
Contoh Confine Space: Tanki Solar/BBM, Oil Treatment, Compartment engine,
Parit/Galian dengan kedalaman lebih dari 1.5 meter, dll
Prosedur bekerja bekerja di ruang terbatas – Confine Space (kategori 1 – 3)
1. Pembuatan work permit – Responsible Person, Authority Person, Standby
Person
2. Pengukuran pencemaran udara di dalam ruang terbatas
3. Pembuatan ventilasi (jika memungkinkan)
4. Kesiapsiagaan emergency-rescue team

26. Pada penyelidikan kecelakaan, terdapat istilah 4P yang harus dikumpulkan


dan dianalisis. Sebutkan dan jelaskan masing-masing ‘P’ tsb.
1. Position; Posisi korban, alat, Jalan, dll
2. People; Saksi Langsung dan Saksi Tak Langsung
3. Part; Bagian alat yang tidak berfungsi atau rusak
4. Paper; Dokumen-dokumen yang diperlukan berkaitan dengan kasus
kecelakaan

27. Mengapa pengawas perlu dilibatkan dalam investigasi insiden?


1. Memiliki kepentingan pribadi
2. Mengetahui kondisi tempat kerja
3. Paham sifat & tabiat pekrja/bawahannya
4. Mengetahui dimana dan bagaimana untuk mendapatkan informasi
5. Dapat melakukan perbaikan dengan segera

28. Sebutkan dan jelaskan, bagaimana agar pertemuan Safety kelompok kerja
dapat berjalan efektif?
1. Persiapan
2. Presentasi
3. Visualisasi
4. Partisipasi
5. Evaluasi

29. Hal apa yang menurut anda paling penting dalam pertemuan safety
kelompok kerja? Mengapa?
Yang paling penting adalah tindak lanjut hasil pertemuan K3 tsb, karena jika
tidak ada tindak lanjutnya segala hal yang dibahas/dibicarakan dalam
pertemuan K3 tsb menjadi sia-sia; karyawan akan kehilangan motivasi untuk
memberikan masukan atau ikut dalam pertemuan kelompok tsb

T Page 55 of 89
PRACTICE TEST

30. Apa yang dimaksud dengan pembentukan komite keselamatan kerja secara
berjenjang dalam Kep. MPE No. 555k tahun 1995? Jelaskan.
Pada setiap jenjang jabatan yang ada di perusahaan dibentuk komite K3,
sehingga jika pada jenjang yang rendah permasalahan K3 tidak terpecahkan
dapat dibahas pada jenjang yang lebih tinggi.

31. Jelaskan tentang teori domino kecelakaan dan bagaimana peran anda
sebagai pengawas operasional madya?
Kronologis terjadinya kecelakaan, sama seperti jatuhnya kartu domino yang
didirikan; penyebab-penyebab kecelakaan diibaratkan seperti kartu domino
yang didirikan, mulai dari kartu Manajemen problem, kartu Penyebab dasar,
kartu Penyebab langsung, kartu Kecelakaan dan kartu Kerugian (kartu domino
terakhir). Jika kita ingin mencegah dua kartu terakhir jatuh (Kartu Kecelakaan
& Kerugian), maka kita harus melakukan pengelolaan yang baik terhadap tiga
kartu dibelakang (Kartu Penyebab Langsung, Penyebab Dasar & Manajemen
Problem). Sebagai POM, kita harus membuat dan menjalankan program &
standar K3 yang telah ditetapkan perusahaan dan menjalankannya dengan
penuh tanggungjawab.

32. Jelaskan tentang teori gunung es biaya kecelakaan!


Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan jika terjadi suatu kasus kecelakaan,
sama seperti gunung es – yang tampak diatas permukaan laut hanya kecil tapi
dasarnya cukup besar. Seperti gunung es, yang tampak dipermukaan laut
hanya 1 USD yang dikatakan sebagai Biaya Tampak (Biaya Langsung
Kecelakaan) seperti Biaya untuk berobat & biaya penggantian/pembelian
sparepart. Sedangkan biaya yang tidak tampak pada dasar atau dibawah
gunung es bisa mencapai 6-53 USD seperti biaya produksi, biaya yang tak
terasuransikan dll.

33. Apa yang dimaksud dengan hazard/bahaya, resiko dan kecelakaan?


Hazard/Bahaya adalah segala sesuatu yang berpotensi untuk menimbulkan
kerugian (kecelakaan atau penyakit akibat kerja)
Resiko adalah nilai kemungkinan dan keparahan dari suatu bahaya yang
mengakibatkan kerugian/kecelakaan
Kecelakaan adalah suatu kejadian yang datangnya tiba-tiba, tidak
direncanakan dan tidak diinginkan, yang mengakibatkan kerugian; kehilangan
nyawa, penyakit akibat kerja, harta benda perusahaan, kerusakan lingkungan
atau kombinasi/gabungan dari ke-empatnya

34. Dalam hal apa kita (KTT) diperkenankan untuk merubah lokasi tempat
kejadian kecelakaan!
Sesuai dengan pasal 46 Kep. MPE No. 555k tahun 1995;
1. Untuk memberikan pertolongan kepada korban,
2. Dalam hal dianggap perlu untuk kepentingan kelangsungan
pekerjaan/produksi (atas persetujuan KAPIT).

T Page 56 of 89
PRACTICE TEST

35. Sebutkan 3 jenis pekerjaan yang perlu mendapatkan ijin kerja khusus (work
Permit)!
1. Bekerja di ruang terbatas (Confine Space)
2. Bekerja berhubungan dengan panas (Hot Work)
3. Bekerja melakukan penggalian dan pembuatan parit (Excavating &
Trenching)
4. Bekerja dengan listrik tegangan tinggi (High Voltage)

36. Jelaskan tentang teori perbandingan kecelakaan (Phyramid Ratio Incident~


1-10-30-600-20.000) dari Frank Byrd!
Setiap terjadi 1 kasus kecelakaan yang mengakibatkan kematian (fatality),
biasanya didahului oleh 10 kecelakaan yang mengakibatkan luka ringan atau
30 kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan property atau 600 kejadian
hampir celaka atau 20.000 Perilaku tidak aman/beresiko. Jika kita tidak ingin
terjadi kasus kematian, kecelakaan ringan dan kerusakan property maka
kejadian-kejadian hampir celaka dan perilaku beresiko/tidak aman yang
menjadi dasar dari piramida insiden tsb harus kita kelola dengan benar.

1 Kematian / Fatality
10 Cidera Ringan
30 Kerusakan Properti
600 Kejadian Hampir Celaka
20.000 Perilaku Tidak aman

37. Sebutkan jabatan apa saja yang harus dilaporkan dan dicatat dalam buku
tambang?
Kepala Teknik Tambang, Petugas Gudang Bahan Peledak, Juru Ledak,
Pengawas Operasional, Ahli Listrik, Kepala Tambang Bawah Tanah, Petugas
Ventilasi Tambang Bawah Tanah, Petugas pemeriksa gas Methan (tambang
bawah tanah), Kepala Kapal Keruk, Kepala Gilir Kerja Pengoperasian Kapal
Keruk, Ahli Mesin Pesawat Angkat & Tekel

T Page 57 of 89
PRACTICE TEST

38. Jelaskan syarat-syarat penimbunan Bahan Bakar Cair (BBC) berdasarkan


Keputusan MPE No. 555k tahun 1995!
• Harus tersedia: Tanda Larangan, Lampu Penerangan, APAR, Penangkal Petir
• Harus ada tanggul pengaman yang terbuat dari beton atau timbunan tanah dan
tingginya harus dapat menampung: 1 tangki (kap.maks) + 20 cm dan kumpulan
tangki ½ + 20 cm
• Jarak antara tangki sekurang-kurangnya 10 meter
• Dinding tangki harus tertulis: Nomor, Kapasitas, Jenis BBC
• Pagar pengaman berjarak 5 meter dari tanggul
• Panel listrik, lampu penerangan dan pompa ditempatkan diluar pagar pengaman

39. Sebutkan hak dan kewajiban pekerja tambang berdasarkan Kep. MPE No.
555k tahun 1995!
Kewajiban (psl. 32) :
• Mematuhi peraturan K3 & Kerja sesuai SOP
• Melaporkan penyimpangan pekerjaan kepada pengawas
• Memakai dan merawat APD
• Memberikan keterangan yang benar kepada PIT atau KTT
• Memperhatikan dan menjaga Keselamatan Kerja diri sendiri dan orang lain
• Segera mengambil tindakan atau melaporkan apabila ada kondisi berbahaya yang
tidak bisa diatasinya
Hak :
• Menyatakan keberatan kerja apabila syarat K3 tidak dipenuhi (psl. 32)
• Pemeriksaan Kesehatan berkala (ps. 27)
• Mendapatkan Diklat (ps. 28-30)

40. Apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi jika akan dilakukan peledakan
tidur?
Peledakan Tidur (Sleeping Blasting) dapat dilakukan dengan ketentuan:
- Tidak boleh menggunakan detonator di dalam lubang ledak dan
- Dilakukan pengamanan daerah peledakan tidur
- Apabila dalam peledakan tidur digunakan detonator didalam lubang ledak, maka
harus mendapatkan persetujuan KAPIT

41. Jika terjadi situasi darurat (emergency) disuatu area, jelaskan siapa yang
bertindak sebagai On Scene Command (OSC); Apa yang harus dilakukan
oleh OSC tsb?
 Yang bertindak sebagai OSC adalah petugas/orang yang memiliki jabatan tertinggi
disuatu lokasi/tempat kerja.
 OSC harus melaksanakan prosedur tanggap darurat, seperti: Jangan Panik, Lakukan
penilaian resiko keadaan darurat (jangan jadi korban berikutnya!), Segera lakukan
pengendalian (jika mampu) dan Informasikan ke team rescue jika tidak dapat
mengatasi dengan menyebutkan: Jenis insiden, lokasi, jumlah dan kondisi korban,
bantuan yang diperlukan. Secara terus menerus menjaga kontak komunikasi dengan
team rescue.

42. Sebutkan minimal 5 (lima) fasilitas di ruang krisis (Crisis Room)


a. Peta, Foto, Sketsa Lokasi Kerja

T Page 58 of 89
PRACTICE TEST

b. Papan Tulis/White board + ATK


c. Jam dinding
d. Alat komunikasi (telpon, Fax, Email, HT, SSB)
e. Prosedur tertulis Manajemen Krisis
f. Nama & Call Number personil ERT, EMT dan CMT

43. Jika terjadi suatu kecelakaan di area anda, apa yang harus anda lakukan?
Laksanakan prosedur tanggap darurat, seperti: Jangan Panik, Lakukan penilaian resiko
keadaan darurat (jangan jadi korban berikutnya!), Segera lakukan pengendalian (jika
mampu) dan Informasikan ke OSC jika tidak dapat mengatasi dengan menyebutkan:
Jenis insiden, lokasi, jumlah dan kondisi korban, bantuan yang diperlukan. Secara terus
menerus menjaga kontak komunikasi dengan OSC

44. Dalam pengelolaan kontrol resiko kita mengenal istilah 4T (Terminate,


Treat, Transfer dan Tolerate). Jelaskan apa yang anda ketahui tentang
kontrol Terminate dan berikan beberapa contohnya
Terminate: Kontrol resiko yang bertujuan untuk menghilangkan atau menghapuskan
semua resiko dari suatu bahaya yang teridentifikasi
a. Kabel powertool terkelupas – Jangan gunakan alat tsb, buat laporan kerusakan
agar dilakukan perbaikan segera.
b. Kondisi jalan berlubang – Segera lakukan perbaikan sehingga kemungkinan
tabrakan unit karena menghindari lubang jalan tidak akan terjadi
c. Jarak pandang terhalang karena debu – Lakukan penyiraman jalan secara
periodik sehingga konsentrasi debu jalan yang dapat menghalangi jarak pandang
dapat dihilangkan.

45. Sebagai pengawas operasional anda ditunjuk untuk melakukan pertemuan


K3, Jelaskan bagaimana anda mempersiapkan dan melaksanakan
pertemuan tsb agar hasilnya dapat maksimal?
Preparation – Lakukan persiapan dengan pembuatan jadwal pelaksanaan yang
lengkap dengan; siapa pelaksananya, kapan dilaksanakan, berapa lama
pelaksanaannya, dimana dilaksanakan, apa topik dan alat bantunya)
Presentation – Presentasi dilaksanakan dengan baik, Presenter harus memahami
topik dan telah mempersiapkan diri, membuat kerangka acuan presentasi
Visualization – Bagaimana presenter dalam menyampaikan topik bahasan untuk
mempermudah peserta dalam memahami hal/topik yang sedang dibahas (bahasa
tubuh presenter, penggunaan alat bantu, dsb)
Participation – Dalam pelaksanaan pertemuan harus ada partisipasi dari semua
peserta yang hadir agar pertemuan hidup, tidak monoton. Agar ada partisipasi; topik
yang dibicarakan harus yang berhubungan dengan peserta rapat, Presenter dalam
mempresentasikan topiknya harus dapat menarik perhatian peserta, dsb
Evaluation – Setiap pelaksanaan pertemuan K3 harus dilakukan evaluasi untuk
langkah-langkah perbaikan dalam pertemuan berikutnya. Evaluasi dilakukan terhadap
semua aspek yang berhubungan dengan pertemuan tsb, mulai dari persiapan sampai
dengan pelaksanaannya.

46. Terdapat beberapa bahan berbahaya yang digunakan pada kegiatan


pertambangan khususnya pada proses Plant. Apa yang harus anda
lakukan untuk mencegah kecelakaan dalam penanganan bahan berbahaya
tsb.

T Page 59 of 89
PRACTICE TEST

 Bahan berbahaya harus dilengkapi dengan Material Safety Data Sheet (MSDS)
 Setiap pekerja yang menangani bahan berbahaya tsb harus dipastikan sudah
membaca, paham/mengerti dan menjalankan semua informasi yang tertulis dalam
MSDS tsb (spt; sifat/karakteristik bahan, cara pengangkutan, penyimpanan,
penanganan termasuk APD yang harus digunakan, firstaid jika terjadi kecelakaan,
dsb)

47. Berdasarkan Kep MPE No. 555k tahun 1995, KTT harus menyampaikan 2
tipe statistik kecelakaan (FR dan SR). Jelaskan rumus untuk menghitung
FR dan SR tsb dan apa saja keuntungan dan kerugiannya?
Jumlah Korban Kecelakaan
FR = X 1.000.000
Jumlah Jam Kerja Karyawan

Jumlah Hari Kerja Hilang


SR = X 1.000.000
Jumlah Jam Kerja Karyawan

 Keuntungan FR; dengan FR kita dapat mengetahui jumlah kasus kecelakaan yang
ada ditempat kerja sehingga kita dapat mengantisipasi kasus kecelakaan serupa
agar tidak terulang (teori rasio insiden). Kerugian FR, tidak bisa diketahui akibat
atau tingkat keparahan suatu kasus kecelakaan
 Keuntungan SR; dengan SR kita dapat mengetahui tingkat akibat /keparahan suatu
kasus kecelakaan dan dapat langsung dikaitkan dengan biaya kecelakaan yang
dikeluarkan perusahaan (teori ice berg - biaya kecelakaan). Kekurangannya jumlah
kasus tidak diketahui , termasuk kejadian yang hampir celaka sehingga upaya
pencegahan atau kewaspadaan safety kurang baik...

48. Sebagai pengawas operasional apa yang harus anda lakukan dengan Alat
Pelindung Diri untuk mencegah terjadinya kecelakaan?
 Identifikasi bahaya dan APD yang sesuai
 Sosisalisasi aturan penggunaan dan perawatan APD
 Implementasi dan monitoring pemakaian APD
 Tindakan perbaikan (berkelanjutan)

49. Dalam manajemen safety kita mengenal 2 penyebab kecelakaan; faktor


individu dan faktor pekerjaan. Jelaskan apa yang anda ketahui tentang
faktor individu dan faktor pekerjaan tsb dan berikan masing-masing
minimal 3 contohnya.
Faktor Personal: Faktor perorangan yang mengakibatkan penyebab langsung
kecelakaan, dimana faktor ini ada karena lemahnya sistem kontrol manajemen
Faktor Pekerjaan: Faktor yang berhubungan dengan pengaturan pekerjaan yang
mengakibatkan penyebab langsung kecelakaan, dimana faktor ini ada karena lemahnya
sistem kontrol manajemen
Contoh;
 Faktor Personal/Perorangan: Kemampuan fisik terbatas, kemampuan mental
terbatas, kurang pengetahuan, kurang terampil, motivasi tidak tepat
 Faktor Pekerjaan : Tidak memadainya pengawasan, Penyalahgunaan wewenang,
Tidak memadainya peralatan dan perkakas kerja, pembelian tidak memadai,
Standar kerja tidak memadai

T Page 60 of 89
PRACTICE TEST

50. Saat investigasi kecelakaan, investigator harus menganalisa beberapa


obyek. Jelaskan obyek apa saja yang harus dianalisa?
 Position; Posisi korban, alat, Jalan, dll
 People; Saksi Langsung dan Saksi Tak Langsung
 Part; Bagian alat yang tidak berfungsi atau rusak
 Paper; Dokumen-dokumen yang diperlukan berkaitan dengan kasus kecelakaan

51. Jelaskan 5 faktor yang menentukan keberhasilan pertemuan safety


Preparation – Lakukan persiapan dengan pembuatan jadwal pelaksanaan yang
lengkap dengan; siapa pelaksananya, kapan dilaksanakan, berapa lama
pelaksanaannya, dimana dilaksanakan, apa topik dan alat bantunya)
Presentation – Presentasi dilaksanakan dengan baik, Presenter harus memahami
topik dan telah mempersiapkan diri, membuat kerangka acuan presentasi
Visualization – Bagaimana presenter dalam menyampaikan topik bahasan untuk
mempermudah peserta dalam memahami hal/topik yang sedang dibahas (bahasa
tubuh presenter, penggunaan alat bantu, dsb)
Participation – Dalam pelaksanaan pertemuan harus ada partisipasi dari semua
peserta yang hadir agar pertemuan hidup, tidak monoton. Agar ada partisipasi; topik
yang dibicarakan harus yang berhubungan dengan peserta rapat, Presenter dalam
mempresentasikan topiknya harus dapat menarik perhatian peserta, dsb
Evaluation – Setiap pelaksanaan pertemuan K3 harus dilakukan evaluasi untuk
langkah-langkah perbaikan dalam pertemuan berikutnya. Evaluasi dilakukan terhadap
semua aspek yang berhubungan dengan pertemuan tsb, mulai dari persiapan sampai
dengan pelaksanaannya.

52. Karena beberapa alasan, pada sebagian jalan tambang KTT menentukan;
unti harus mengambil jalur kanan saat ditikungan. Sebelum keputusan ini
diterapkan, jelaskan apa yang harus dilakukan manajemen untuk
mencegah terjadinya kecelakaan.
Melakukan kajian teknis ulang terhadap aturan tsb, Mensosialisasikan
prosedur / peraturan saat melintas tikungan tsb; pelengkapan rambu-rambu
jalan (termasuk pemasangan cermin cembung disetiap tikungan);

53. Promosi K3 adalah salah satu elemen dari pengelolaan K3. Jelaskan apa
yang anda ketahui ttg Promosi K3 tsb.
 Promosi K3 adalah salah satu program K3 yang mengingatkan pekerja tentang
aspek-aspek yang harus dilakukan untk menciptakan tempat kerja yang aman,
bebas dari kecelakaan. Contohnya: Baner, Slogan K3, Rambu-rambu K3, Buletin
Safety, Program reward & punishment

T Page 61 of 89
PRACTICE TEST

54. Jelaskan dan gambarkan bagaimana menilai/menentukan tingkat resiko


Tingkat resiko dapat diukur berdasarkan matriks tingkat kemungkinan dan
tingkat akibat. Atau dapat juga diukur dengan perhitungan (scoring) hasil
perkalian atau penjumlahan score tingkat kemungkinan, tingkat akibat dan atau
tingkat keterpaparan

Matriks;
AKIBAT

KEMUNGKINAN Sangat Kecil Kecil Sedang Besar Bencana


1 2 3 4 5
A E
(Hampir Pasti)
H H E E

B H
M H E E
(Sangat Mungkin)  
H
C L M E E
(Mungkin)

D M 
(Hampir Tidak L L H E
Mungkin)

E M
(Jarang)
L L H H

Perhitungan:
EXPOSURE PROBABILITY CONSECQUENCE Score & Level
(E) (P) (C) Risk (E x P x C)
Continuously Almost Certain Catastrophic Extreme
10 1,0 20 >20
Frequency Likely Major High
6 0.6 10 >10
Occasionally Possible Moderate Moderate
3 0.3 5 3-10
Infrequently Unlikely Minor Low
2 0.1 2 <3
Rarely Rarely Insignificant
1 0.05 1

55. Jelaskan apa yang anda ketahui tentang hirarki pengendalian bahaya
Hirarki Pengendalian bahaya adalah urutan/tahapan yang logis dalam kita melakukan
pengendalian bahaya, mulai dari Engineering, Administrative, Work Practice dan PPE.
Dalam pengendalian bahaya kita harus lakukan pengendalian engineering terlebih dahulu
jika tidak bisa dilakukan maka kita gunakan langkah hirarki kontrol yang ada dibawahnya.
Pengendalian bahaya akan lebih efektif jika kita gunakan secara kombinasi

T Page 62 of 89
PRACTICE TEST

56. Dalam proses investigasi kecelakaan terdapat istilah 4P; salah satu P adalah
People (saksi langsung dan saksi tak langsung). Bagaimana cara anda
melakukan wawancara kepada para saksi untuk mendapatkan fakta/informasi
kecelakaan?
 Lakukan wawancara sesegera mungkin, tentukan siapa yang akan diwawancarai
dan siapa yang mewawancarai serta atur tempat wawancara senyaman mungkin.
 Wawancarai setiap saksi secara terpisah,
 Yakinkan saksi bahwa wawancara ini adalah suatu proses untuk medapatkan fakta
& informasi kecelakaan saja agar rekomendasi yang diberikan tepat sehingga
kecelakaan serupa tidak akan terulang.
 Jelaskan proses wawancara spt, semua keterangan akan anda catat dan saksi
dapat membaca ulang keterangan tsb, saksi harus menandatangani surat
pernyataan saksi diakhir wawancara.
 Pastikan orang yang diwawancarai dalam keadaan tenang, berikan pertanyaan logis
dan jangan memotong/memutus keterangan saat saksi sedang memberikan
keterangan (rangkum setiap jawaban, dan tanyakan ulang untuk memastikan
kebenaran setiap maksud/pernyataan saksi)
 Akhiri dengan ucapan terimakasih dan beritahu mereka bagaimana untuk
menghubungi anda jika mereka mengingat informasi lainnya atau mempunyai
pertanyaan

57. Pada kegiatan pengangkutan Ore pada suatu proyek tambang. Sebutkan 3
potensi kecelakaan yang terdapat pada kegiatan tsb dan bagaimana cara
anda sebagai pengawas madya mengendalikannya?
 Tabrakan Unit karena overspeed – Lakukan perbaikan terhadap proses recruitment
driver, Lakukan program training pengoperasian unit yang aman bagi semua driver,
Buat dan sosialisasikan aturan dan sangsi thd pelanggaran aturan kecepatan,
Lengkapi rambu-rambu jalan, Lakukan monitoring laju kecepatan unit yang melintas
dengan speedgun, dsb
 Unit masuk jurang karena tidak ada safety berm – Identifikasi lokasi jalan yang perlu
dibuatkan safety berm, Lakukan pengawasan pada saat pembuatan safety berm
agar tingginya sesuai dengan unit yang akan melintasi jalan tsb, Pre-start cek unit
harus dilakukan oleh pada operator / driver, Pastikan tidak ada operator/driver yang
kurang tidur/mengantuk;jika ada segera diganti.
 Unit terbalik karena beban muatan tidak seimbang/berlebih – Buat standar beban
muatan yang aman dan lakukan monitoring pelaksanaannya, Perbaikan terhadap
kondisi jalan angkut (% tanjakan atau turunan, radius tikungan, graveling permukaan
jalan,dsb), Pastikan para driver kompeten dalam pengoperasian unit

58. Sebutkan 3 potensi kecelakaan yang ada di workshop dan bagaimana anda
sebagai pengawas madya untuk mengendalikannya?
1. Terpukul tools karena salah pengoperasian – Pastikan supervisor telah menjelaskan
kepada bawahannya tentang prosedur penggunaan alat yang aman, Periksa secara
berkala kelayakan tools (selalu gunakan tools standart)
2. Mata Terpercik air accu – Pastikan MSDS air accu tersedia dilokasi kerja; Sebelum
melakukan pekerjaan, pastikan supervisor telah menjelaskan cara penanganan
bahan yang aman dilengkapi dengan cara penggunaan PPE yang standart
3. Terjatuh/Terpleset/Tersandung karena lokasi kerja yang licin/berantakan – Lakukan
program housekeeping, Ingatkan supervisor dan pekerja akan pentingnya program
housekeeping pada saat toolbox/safetytalk, Lakukan program penilaian tempat kerja
bersih (berikan reward atau punishment)

T Page 63 of 89
PRACTICE TEST

59. Sebutkan 3 potensi kecelakaan yang ada di-waste dumping dan bagaimana
cara anda sebagai pengawas madya untuk mengendalikannya
 Dump Truck Menabrak dozer – Lakukan pengaturan lokasi dumping point dengan
baik, Pastikan operator Dozer dan Dump Truck kompeten dalam pengoperasian unit,
Lengakapi lokasi dumping point dengan rambu-rambu dan penerangan yang baik
(untuk kegiatan shift malam)
 Unit Dump Truck rusak karena salah operasi saat menurunkan dump – Lakukan
pelatihan pengoperasian unit yang aman; Selalu mengingatkan driver via
safety/toolbox untuk pengoperasian unit yang benar dan aman; Lakukan
pengamatan perilaku operator/driver (safe behavior observation, SBO) saat di-
dumpingan.
 Dump Truck masuk jurang karena lokasi dumpingan retak – Selalu lakukan
pemeriksaan kondisi dumping-an, jika ada keretakan - stop kegiatan dumping dan
langsung lakukan perbaikan dumping-an, Pastikan beban muatan dump truck tidak
melebihi kapasitas muatan

60. Sesuai dengan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 555k
tahun 1995 dalam pasal 47, mengatur tentang statistik kecelakaan
tambang. Coba anda tuliskan rumus perhitungan FR dan SR. Sebutkan
keuntungan serta kerugian FR dan SR tsb.
Jumlah Korban Kecelakaan
FR = X 1.000.000
Jumlah Jam Kerja Karyawan

Jumlah Hari Kerja Hilang


SR = X 1.000.000
Jumlah Jam Kerja Karyawan

 Keuntungan FR; dengan FR kita dapat mengetahui jumlah kasus kecelakaan yang
ada ditempat kerja sehingga kita dapat mengantisipasi kasus kecelakaan serupa
agar tidak terulang (teori rasio insiden). Kerugian FR, tidak bisa diketahui akibat
atau tingkat keparahan suatu kasus kecelakaan
 Keuntungan SR; dengan SR kita dapat mengetahui tingkat akibat /keparahan suatu
kasus kecelakaan dan dapat langsung dikaitkan dengan biaya kecelakaan yang
dikeluarkan perusahaan (teori ice berg - biaya kecelakaan). Kekurangannya jumlah
kasus tidak diketahui , termasuk kejadian yang hampir celaka sehingga upaya
pencegahan atau kewaspadaan safety kurang baik...

61. Sebutkan 5 contoh yang termasuk kejadian berbahaya, dimana KTT harus
sesegera mungkin melaporkannya kepada KAPIT.
 Tabung bertekanan meledak
 Mesin pengangkat roboh/terbalik sewaktu mengangkat beban
 Roboh gedung atau bangunan
 Kebocoran bahan berbahaya (1 ton atau lebih)
 Peledakan dini atau meledaknya bahan peledak yang tidak disengaja

T Page 64 of 89
PRACTICE TEST

62. Sebagai pengawas Madya, hal apa yang harus anda lakukan sebelum
menandatangani work permit (silahkan anda tentukan sendiri jenis
perkerjaannya).
Contoh bekerja diruang terbatas (Confined Space); Sebagai pengawas Madya, kita
harus memastikan semua prosedur bekerja di ruang terbatas telah dilaksanakan oleh
para supervisor & crewnya (cek: responsible person, authority person, standby
person, team rescue, pengukuran atmosfer ruang terbatas, isolasi, ventilasi, dsb)

63. Apa yang dimaksud dengan faktor personal dan faktor pekerjaan dari suatu
kasus kecelakaan (teori domino insiden). Berikan masing-masing 3 contoh
Faktor Personal dan Faktor Pekerjaan tsb
Faktor Personal: Faktor perorangan yang mengakibatkan penyebab langsung
kecelakaan, dimana faktor ini ada karena lemahnya sistem kontrol manajemen
Faktor Pekerjaan: Faktor yang berhubungan dengan pengaturan pekerjaan yang
mengakibatkan penyebab langsung kecelakaan, dimana faktor ini ada karena lemahnya
sistem kontrol manajemen
Contoh;
 Faktor Personal/Perorangan: Kemampuan fisik terbatas, kemampuan mental
terbatas, kurang pengetahuan, kurang terampil, motivasi tidak tepat
 Faktor Pekerjaan : Tidak memadainya pengawasan, Penyalahgunaan wewenang,
Tidak memadainya peralatan dan perkakas kerja, pembelian tidak memadai,
Standar kerja tidak memadai

64. Dalam Risk management (SHEQM) terdapat berbagai cara untuk mengelola
resiko; Terminate, Treat, Tolerate dan Transfer. Apa yang dimaksud dengan
Terminate dan berikan 3 contoh cara Terminate yang ada ditempat kerja
anda.
Terminate: Pengelolaan resiko yang bertujuan untuk menghilangkan atau
menghindarkan semua resiko suatu bahaya yang teridentifikasi
 Pemasangan Atap Workshop – lakukan pemasangan / rangkai atap dibawah (tidak
diatas bangunan) sehingga kemungkinan kecelakaan jatuh dari ketinggian tidak
akan terjadi
 Kondisi jalan berlubang – Segera lakukan perbaikan sehingga kemungkinan
tabrakan unit karena menghindari lubang jalan tidak akan terjadi
 Jarak pandang terhalang karena debu – Lakukan penyiraman jalan secara periodik
sehingga konsentrasi debu jalan yang dapat menghalangi jarak pandang dapat
dihilangkan.

65. Bagaimana cara penanganan Bahan Berbahaya (B2) yang ada ditempat
kerja anda?
 Bahan berbahaya harus dilengkapi dengan Material Safety Data Sheet (MSDS)
 Setiap pekerja yang menangani bahan berbahaya tsb harus dipastikan sudah
membaca, paham/mengerti dan menjalankan semua informasi yang tertulis dalam
MSDS tsb (spt; sifat/karakteristik bahan, cara pengangkutan, penyimpanan,
penanganan termasuk APD yang harus digunakan, firstaid jika terjadi kecelakaan,
dsb)

T Page 65 of 89
PRACTICE TEST

66. Bagaimana peran anda sebagai pengawas Madya, agar SOP atau peraturan
safety ditempat kerja dapat dipatuhi?
 Buat peraturan dengan jelas, simple dan tidak berlebihan secara operasional
praktis dan mudah dijelaskan dan dilaksanakan
 Aturan yang dibuat, pastikan memang benar-benar dibutuhkan (say what they
mean and mean what they say),
 Lakukan sosialisasi kepada semua pihak terkait, sebelum aturan tersebut
dijalankan
 Lakukan monitoring pelaksanaan aturan, dilengkapi dengan reward dan
punishment-nya
 Buat tindakan perbaikan agar peraturan tsb selalu up-to date

67. Siapa yang menjabat OSC (On Scene Commander) dan apa yang harus
dilakukan jika terjadi keadaan darurat?
 OSC dijabat oleh petugas/orang yang memiliki jabatan tertinggi disuatu
lokasi/tempat kerja.
 Prosedur jika terjadi keadaan darurat: Jangan Panik, Lakukan penilaian resiko
keadaan darurat (jangan jadi korban berikutnya!), Segera lakukan pengendalian
(jika mampu) dan Informasikan ke team rescue jika tidak dapat mengatasi dengan
menyebutkan: Jenis insiden, lokasi, jumlah dan kondisi korban, bantuan yang
diperlukan. Secara terus menerus menjaga kontak bicara dengan team rescue.

68. Sebutkan 3 contoh program Safety Promotion yang ada ditempat kerja
anda
 Penyuluhan K3 / Safetyday program
 Safety Focus
 Baner, Slogan K3,
 Rambu-rambu K3
 Buletin Safety
 Program reward & punishment

69. Apa saja Hirarki pengendalian resiko menurut SHEQM. Coba anda jelaskan
dan berikan masing-masing contoh dari pengendalian tsb.
 Engineering: Penggunaan teknik rekayasa, isolasi, substitusi dan eliminasi sumber
bahaya, meliputi pengendalian dengan merubah proses atau peralatan, mengurangi
penggunaan zat berbahaya, memasang alat peringatan, dsb. Contoh: Penggunaan
exhaust fan untuk mengurangi konsentrasi agent berbahaya diudara; Pemasangan
alat peredam suara pada alat yang menghasilkan tingkat kebisingan yang tinggi,
Pemasangan guard machine disekeliling pinch point atau rotating coupling
 Administrative: Variasi proses manajemen untuk mengendalikan bahaya. Contoh:
Pemilihan pekerja yang tepat, Pembatasan jam kerja, Pelaksanaan program
pemeliharaan, dsb
 Work Practice: Penggunaan praktek kerja yang sesuai agar bahaya dapat
dikendalikan. Contoh: Pembuatan Job Safety Analysis, Standar Operating
Procedure (SOP)
 Personal Protective Equipment: Penggunaan alat pelindung diri yang sesuai dengan
potensi bahaya yang teridentifikasi. Contoh: Penggunaan earplug/earmuff untuk
penanganan bahaya kebisingan, Penggunaan masker untuk penanganan bahaya
debu/partikel, dsb

T Page 66 of 89
PRACTICE TEST

70. Bagaimana peran anda sebagai pengawas Madya agar pertemuan K3


menjadi efektif?
Memastikan pelaksanaan pertemuan K3 berjalan efektif, melalui tahapan: Preparation,
Presentation, Visualization, Participation dan Evaluation
Preparation – Lakukan persiapan dengan pembuatan jadwal pelaksanaan yang
lengkap dengan; siapa pelaksananya, kapan dilaksanakan, berapa lama
pelaksanaannya, dimana dilaksanakan, apa topik dan alat bantunya)
Presentation – Presentasi dilaksanakan dengan baik, Presenter harus memahami
topik dan telah mempersiapkan diri, membuat kerangka acuan presentasi
Visualization – Bagaimana presenter dalam menyampaikan topik bahasan untuk
mempermudah peserta dalam memahami hal/topik yang sedang dibahas (bahasa
tubuh presenter, penggunaan alat bantu, dsb)
Participation – Dalam pelaksanaan pertemuan harus ada partisipasi dari semua
peserta yang hadir agar pertemuan hidup, tidak monoton. Agar ada partisipasi; topik
yang dibicarakan harus yang berhubungan dengan peserta rapat, Presenter dalam
mempresentasikan topiknya harus dapat menarik perhatian peserta, dsb
Evaluation – Setiap pelaksanaan pertemuan K3 harus dilakukan evaluasi untuk
langkah-langkah perbaikan dalam pertemuan berikutnya. Evaluasi dilakukan terhadap
semua aspek yang berhubungan dengan pertemuan tsb, mulai dari persiapan sampai
dengan pelaksanaannya.

T Page 67 of 89
PRACTICE TEST

Soal-soal Tambahan UTAMA:

71. UU No.1 tahun 1970 yang mengatur keselamatan kerja dibuat oleh Departemen
Tenaga Kerja. Mengapa Departemen Pertambangan melakukan pengawasan
K3 pada kegiatan pertambangan?
UU No.1 tahun 1970 mengatur keselamatan kerja secara umum, termasuk bidang
pertambangan. Karena usaha pertambangan memiliki sifat dan karakteristik khusus dan
bahaya atau kecelakaannya begitu besar maka perlu pengawasan yang lebih efisien dan
efektif. Untuk itu pemerintah mengeluarkan PP No.19 Tahun 1973, tentang pengaturan
keselamatan kerja di bidang pertambangan dimana, yang berwenang untuk melakukan
pengawasan K3 di pertambangan adalah Menteri Pertambangan dan Energi

72. Jelaskan struktur organisasi yang ada di Departemen Pertambangan & Energi
dengan hubungannya dalam kegiatan pertambangan

Keppress no. 165 tahun 2000:

Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral)  Sek Jen, Ir Jen, Dir. Jen
Minyak dan Gas Bumi (dimasukkan ke Dir Jen GSDM), Dir Jen Listrik dan
Pemanfaatan Energi, Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM, Badan
Pendidikan dan Pelatihan ESDM dan Dir. Jen. Geologi dan Sumber Daya Mineral
(GSDM) Direktur2 (Panas Bumi, Batubara, Pertambangan Umum), dll.

73. Untuk mengukur kinerja pengelolaan safety dapat dilakukan dengan


menghitung FR dan SR. Selain FR dan SR, ukuran kinerja apa saja yang dapat
dilakukan ditempat kerja anda? Jelaskan.
Kinerja safety dapat juga diukur dengan perhitungan Safe Man Hours, Nilai Pencapaian
Safety Audit, Statistik Recordable Injury, dsb

74. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Bahaya, Resiko, Kecelakaan (Accident)
dan Kejadian (Incident)
Bahaya adalah segala sesuatu yang berpotensi untuk menimbulkan kerugian (kecelakaan,
penyakit akibat kerja, kerusakan alat dan lingkungan kerja)
Resiko adalah nilai kemungkinan dan keparahan suatu bahaya berubah menjadi
kecelakaan
Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak direncanakan, datangnya tiba-tiba dan
menyebabkan cidera pada pekerja, penyakit akibat kerja, kerusakan alat, kerusakan
lingkungan atau gabungan ke-empatnya.
Kejadian (incident) adalah Suatu kejadian yang tidak diinginkan yang dapat mengakibatkan
cideranya seseorang, kerusakan alat, kerusakan lingkungan, terhentinya proses produksi,
dan atau bahkan gabungan dari keempatnya termasuk kejadian-kejadian hampir celaka
(nearmiss/nearhit).

75. Fasilitas-fasilitas tambang apa saja yang harus mendapatkan persetujuan dari
KAPIT?
Fasilitas penimbunan Bahan Bakar Cair, Gudang Bahan Peledak, Sistem angkutan darat,
angkutan air, angkutan udara, Permuka kerja tambang permukaan pada bagian atas daerah
kgt tambang bawah tanah, Perubahan konstruksi alat pemindah tanah, Operasional kapal
keruk, Perubahan konstruksi kapal keruk, Alat angkut dlm sumuran, Derek pengangkut
orang, Ban berjalan pengangkutan orang, Fasilitas kelistrikan tegangan tinggi.

T Page 68 of 89
PRACTICE TEST

76. Jelaskan ttg teori domino insiden


Kronologis terjadinya kecelakaan, sama seperti jatuhnya kartu domino yang didirikan;
penyebab-penyebab kecelakaan diibaratkan seperti kartu domino yang didirikan, mulai dari
kartu Manajemen problem, kartu Penyebab dasar, kartu Penyebab langsung, kartu
Kecelakaan dan kartu Kerugian (kartu domino terakhir). Jika kita ingin mencegah dua kartu
terakhir jatuh (Kartu Kecelakaan & Kerugian), maka kita harus melakukan pengelolaan yang
baik terhadap tiga kartu dibelakang (Kartu Penyebab Langsung, Penyebab Dasar &
Manajemen Problem).
77. Jelaskan ttg teori rasio insiden (Frank Bird)
Setiap terjadi 1 kasus kecelakaan yang mengakibatkan kematian (fatality), biasanya
didahului oleh 10 kecelakaan yang mengakibatkan luka ringan atau 30 kecelakaan yang
mengakibatkan kerusakan property atau 600 kejadian hampir celaka atau 20.000 Perilaku
tidak aman/beresiko. Jika kita tidak ingin terjadi kasus kematian, kecelakaan ringan dan
kerusakan property maka kejadian-kejadian hampir celaka dan perilaku beresiko/tidak aman
yang menjadi dasar dari piramida insiden tsb harus kita kelola dengan benar.

78. Berdasarkan Kep. MPE No. 555k tahun 1995, jika terjadi kecelakaan maka
lokasi kejadian tidak boleh dirubah, kecuali untuk beberapa kasus. Coba anda
jelaskan hal tsb dan hal apa yang harus anda lakukan sebelum melakukan
perubahan?
Sesuai pasal 46 Kep. MPE No.555k tahun 1995; KTT tidak boleh mengubah keadaan
tempat dan atau kondisi perbaikan peralatan akibat kecelakaan atau kejadian berbahaya,
kecuali untuk memberikan pertolongan dan bila dianggap perlu untuk kepentingan
kelangsungan pekerjaan; hanya dapat diubah setelah disetujui oleh KAPIT.
Sebelum melakukan perubahan sedapat mungkin harus terlebih dahulu mengumpulkan
semua data dan informasi yang berkaitan dengan kecelakaan tsb, seperti pengambilan
photo dan pembuatan sketsa lokasi kecelakaan.

79. Sebutkan 10 elemen dalam keselamatan kerja


1. Kepemimpinan dan administrasi
2. Inspeksi
3. Investigasi kecelakaan
4. Kesiapsiagaan & tanggap darurat
5. Pelatihan karyawan
6. Alat Pelindung Diri
7. Peraturan keselamatan kerja & prosedur kerja aman
8. Rapat-rapat K3
9. Promosi K3
10. Keselamatan diluar jam kerja

80. Sebutkan 3 keuntungan pengukuran SR


 Tingkat akibat keparahan cidera karyawan (persoal injury) suatu kasus kecelakaan
dapat diketahui ~ sehingga memotivasi semua pihak untuk melaksanakan program K3
ditempat kerja
 Tingkat akibat biaya perbaikan alat dan atau lingkungan akibat kasus kecelakaan dapat
dihitung ~ sehingga memotivasi semua pihak untuk melaksanakan program K3 ditempat
kerja
 Dengan SR, tercermin kinerja pengelolaan safety suatu perusahaan yang sebenarnya

81. Coba jelaskan apa yang dilakukan oleh perusahaan anda berkaitan dengan
hygiene sesuai dengan Kep. MPE No. 555k tahun 1995

T Page 69 of 89
PRACTICE TEST

 Penyediakan ruang ganti pakaian dan tempat membersihkan badan yang selalu dijaga
kebersihannya
 Penyediaan air bersih dan air minum yang mencukupi dan memenuhi persyaratan
kesehatan;
 Penyediaan jamban yang dibuat sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan
kesehatan
 Pengelolaan dan Pemantauan resiko kesehatan pekerja tambang dalam hubungannya
dengan resiko kesehatan akibat pencemaran udara, zat padat & zat kimia berbahaya,
kebisingan, getaran dan penerangan tempat kerja ~ KTT wajib menjamin dilakukannya
pengukuran atau pemantauan tsb

82. Tipe-tipe pekerjaan apa saja yang perlu persetujuan sebelum dilaksanakan
dan siapa yang harus menyetujuinya?
Setiap pekerjaan yang memiliki tingkat bahaya/resiko yang sangat tinggi untuk terjadinya
kasus fatality, seperti Bekerja diruang terbatas (Confined Space), Bekerja dengan listrik
tegangan tinggi (High Voltage), Melakukan penggalian dan pembuatan parit (Excavating &
Trenching), Pengelasan (Hot Work).
Yang menyetujui adalah petugas-petugas khusus sebagai delegasi/perwakilan dari KTT.

83. Apa yang harus anda lakukan dalam pengelolaan bahan berbahaya
 Bahan berbahaya harus dilengkapi dengan Material Safety Data Sheet (MSDS)
 Setiap pekerja yang menangani bahan berbahaya tsb harus dipastikan sudah
membaca, paham/mengerti dan menjalankan semua informasi yang tertulis dalam
MSDS tsb (spt; sifat/karakteristik bahan, cara pengangkutan, penyimpanan,
penanganan termasuk APD yang harus digunakan, firstaid jika terjadi kecelakaan, dsb)

84. Sebagai seorang KTT, peraturan safety apa saja yang akan anda buat/terbitkan
 Peraturan perusahaan tentang angkutan
 Aturan lalu lintas jalan tambang termasuk pemasangan rambu-rambu lalu lintas
 Aturan pembatasan jam kerja sesuai dengan tingkat bahaya (exp.: bahaya kebisingan)
 Menetapkan daerah rawan kebakaran beserta aturan yang harus dipatuhi ketika berada
dilokasi tsb
 ....

85. Sebutkan 5 faktor agar pertemuan K3 menjadi efektif


Preparation – Lakukan persiapan dengan pembuatan jadwal pelaksanaan yang lengkap
dengan; siapa pelaksananya, kapan dilaksanakan, berapa lama
pelaksanaannya, dimana dilaksanakan, apa topik dan alat bantunya)
Presentation – Presentasi dilaksanakan dengan baik, Presenter harus memahami topik dan
telah mempersiapkan diri, membuat kerangka acuan presentasi
Visualization – Bagaimana presenter dalam menyampaikan topik bahasan untuk
mempermudah peserta dalam memahami hal/topik yang sedang dibahas
(bahasa tubuh presenter, penggunaan alat bantu, dsb)
Participation – Dalam pelaksanaan pertemuan harus ada partisipasi dari semua peserta
yang hadir agar pertemuan hidup, tidak monoton. Agar ada partisipasi; topik
yang dibicarakan harus yang berhubungan dengan peserta rapat, Presenter
dalam mempresentasikan topiknya harus dapat menarik perhatian peserta,
dsb
Evaluation – Setiap pelaksanaan pertemuan K3 harus dilakukan evaluasi untuk langkah-
langkah perbaikan dalam pertemuan berikutnya. Evaluasi dilakukan terhadap
semua aspek yang berhubungan dengan pertemuan tsb, mulai dari persiapan
sampai dengan pelaksanaannya.

T Page 70 of 89
PRACTICE TEST

86. Jelaskan sistem manajemen resiko dari SHEQM

SHEQ
SHEQ Risk
Risk Management
Management System
System

Identifikasi
Kerugian
Evaluasi
Resiko
Pemilihan Kontrol
Metoda Kontrol

TERMINATE TREAT TOLERATE TRANSFER

Insuring
Avoid or Eliminate Loss Control Acceptable Level Leasing
Loss Exposure Activities Risk Contracting

Penerapan Kontrol
Resiko/Finansial

Perbaikan Berkelanjutan
Identifikasi – Evaluasi - Kontrol

T Page 71 of 89
PRACTICE TEST

III. LINGKUNGAN KERJA PERTAMBANGAN

1. Apa yang dimaksud dengan Air Asam Tambang? Bagaimana dampaknya


terhadap lingkungan? Dan bagaimana cara pencegahannya?
Air Asam Tambang adalah lindian (leanchate), rembesan (seepage) atau aliran
(drainage) yang telah dipengaruhi oleh oksidasi alamiah mineral sulfida yang
terkandung dalam batuan yang terpapar (exposed) selama kegiatan
penambangan.
Dampaknya terhadap lingkungan:
a. Terhadap Tanah: Bersifat toksik/racun sehingga meracuni tanaman,
Meningkatkan patogen (mikroba) penyakit, Menurunkan jumlah mikroba
tanah yang bermanfaat untuk fiksasi nitrogen
b. Terhadap Air: Mengakibatkan kematian ikan akibat pH air rendah – terjadi
penyumbatan pada insang oleh garam besi dan aluminium, Dominannya
jenis-jenis plankton tertentu dan terjadinya endapan besi didasar sungai –
gangguan thd fotosintesis, transfer energi di air
c. Terhadap Manusia: Al terlarut dalam air dapat menimbulkan gangguan thd
pertumbuhan organ tubuh dan gangguan kesehatan lainnya, Meningkatnya
kasus malaria, demam berdarah, cikunguya – karena air asam adalah tempat
yang paling disenangi nyamuk untuk bersarang.
d. Terhadap Bangunan: Bersifat korosif, bangunan beton/semen akan
berkurang kekuatannya pada kondisi asam, Terjadi penyumbatan pada
sumur bor akibat pengendapan besi (feri oksida)
Pencegahannya:
Dengan mencegah terbentuknya air asam tambang ~ dengan meniadakan salah
satu unsur pembentuknya (mineral sulfida, air, oksigen) – Baik dengan cara
kering (ex. Pelapisan dengan liat, aspal, ter, semen, geotekstil, dll) maupun
dengan cara basah (ex. Penambahan sodium lauril sulfat / SLS pada coal
refuse)

2. Sebutkan elemen-elemen ‘good mining practice’


a. Pembukaan lahan sesuai kebutuhan
b. Top Soil (tanah pucuk) segera dimanfaatkan untuk revegetasi, bila tidak –
harus diamankan dengan baik
c. Overburden (tanah penutup) ditimbun dengan benar ditempat yang aman
serta dipantau secara berkala
d. Perlindungan terhadap air permukaan dan air tanah
e. Pencegahan dan pengendalian pencemaran udara akibat pengangkutan dan
kegiatan lainnya
f. Peledakan tidak boleh menimbulkan gangguan dan atau kerusakan terhadap
lingkungan dan sarana disekitarnya
g. Penampungan tailing harus ditempatkan dilokasi yang stabil dan
konstruksinya harus aman
Cakupan dari Good Mining Practice adalah sbb:
1. Teknis eksplorasi
2. Penerapan sumber daya dan cadangan
3. Studi geoteknik dan hidrologi
4. Studi kelayakan (mencakup AMDAL, ekonomis dan lingkungan)

T Page 72 of 89
PRACTICE TEST

5. Teknis konstruksi
6. Teknis penambangan
7. Teknis pengangkatan
8. Teknis pengolahan/pemurnian
9. Paska tambang

3. Apa saja kewajiban Perusahaan dan Kepala Teknik Tambang (KTT) dalam
pengelolaan lingkungan tambang?
Kewajiban Perusahaan:
a. Mengalokasikan biaya dan fasilitas untuk perlindungan lingkungan
b. Memberikan Diklat perlindungan lingkungan kepada karyawan
c. Menunjuk KTT untuk memimpin langsung pelaksanaan perlindungan
lingkungan
d. Bila KTT berhalangan dilapangan, maka perusahaan menunjuk petugas yang
melaksanakan kewajiban KTT dibidang lingkungan
e. Menyampaikan Rencana Tahunan Pengelolaan & Pemantauan Lingkungan
kepada KAPIT
f. Menyampaikan rencana penutupan tambang selambat-lambatnya 1 tahun
sebelum berakhirnya operasi penambangan
g. Menempatkan dana jaminan pelaksanaan reklamasi tambang

Kewajiban KTT:
d. Melaksanakan Pengelolaan & Pemantauan Lingkungan
e. Mendata jumlah pengadaan, penggunaan, penyimpanan dan
persediaan B3
f. Menangani gejala yang berpotensi menimbulkan kerusakan dan
atau pencemaran lingkungan
g. Mencegah terjadinya perusakan lingkungan dan atau
pencemaran, berikut upaya penanggulangannya dalam waktu 1x24 jam
h. Menetapkan prosedur penanggulangan perusakan dan
pencemaran lingkungan
i. Melakukan upaya pencegahan atas kemungkinan perusakan dan
pencemaran lingkungan
j. Melakukan revegetasi sesuai AMDAL atau UKL/UPL
k. Membuat peta pengelolaan dan pemantauan lingkungan
l. Memeriksa tailing yang mengandung B3 secara berkala dan
melaporkannya kepada KAPIT

4. Apa tujuan dan sasaran Reklamasi? Dan apa saja kriteria keberhasilan
kegiatan reklamasi? Bagaimana pelaporan kegiatan reklamasi?
Reklamasi bertujuan untuk memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang
terganggu akibat pertambangan agar tercipta lahan bekas tambang dengan
kondisi aman, stabil dan tidak mudah tererosi sehingga dapat dimanfaatkan
kembali sesuai dengan peruntukannya.

Kriteria keberhasilan reklamasi:


a. Penataan Lahan: lahan bekas tambang telah diisi kembali, dilakukan
pengaturan permukaan lahan serta penaburan/penempatan top soil (tanah
pucuk)

T Page 73 of 89
PRACTICE TEST

b. Pengendalian Erosi & Pengelolaan Limbah: telah dibuat sarana kendali erosi
dan sarana pengelolaan limbah tambang
c. Revegatasi: Telah dilakukan kegiatan pengadaan bibit tanaman, penanaman,
pemeliharaan tanaman serta evaluasi tingkat pertumbuhan tanaman

Pelaporan kegiatan reklamasi: Laporan dibuat oleh KTT secara triwulan dan
tahunan, ditujukan kepada KAPIT dengan tembusan ke berbagai instansi terkait
baik pusat maupun daerah (Dinas Pertambangan Daerah, dsb)

5. Sebutkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan reklamasi


tambang!
a. Persiapan Lahan (Pengamanan dan pengaturan)
b. Pengendalian erosi dan sedimentasi
c. Pengelolaan top soil (tanah pucuk)
d. Revegetasi (penanaman kembali) dan atau pemanfaatan lahan bekas
tambang untuk tujuan lainnya.

6. Apa yang dimaksud dengan Dana Jaminan Reklamasi? Apa saja Bentuk
Jaminan Reklamasi tsb?
Dana Jaminan Reklamasi adalah dana yang disediakan oleh perusahaan
pertambangan sebagai jaminan untuk melakukan reklamasi dibidang
pertambangan umum.

Bentuk Jaminan Reklamasi:


a. Deposito berjangka yang ditempatkan pada Bank Pemerintah atas
nama Dirjen GSDM qq. Perusahaan tambang ybs
b. Accounting Reserve, untuk perusahaan yang memenuhi salah satu
persyaratan sbb: Perusahaan Publik yang terdaftar di Bursa Efek; Anak
Perusahaan dari sebuah perusahaan Publik yang terdaftar di Bursa Efek;
Perusahaan yang memiliki jumlah modal sendiri min. US$ 25 juta yang
dinyatakan oleh laporan keuangan hasil audit
c. Jaminan Pihak Ketiga untuk jangka waktu 5 tahun, dapat berupa:
Bank Garansi, Irrevocable Letter of Credit, Sertifikat Penjaminan dari
Lembaga Penjamin milik Pemerintah

7. Apa saja fasilitas pengelolaan lingkungan yang harus ada di workshop?


- Fasilitas pengelolaan limbah cair; Drainase/parit sekitar workshop, Oil Trap,
Penampung ceceran Oli bekas, Bundwall, serbuk gergaji / absorber agent
- Fasilitas pengelolaan limbah padat: Tempat sampah organik dan anorganik
- Fasilitas pengelolaan limbah beracun: Tempat penampungan aki bekas

8. Apa saja komponen biaya reklamasi?


Biaya langsung:
- Biaya pembongkaran fasilitas tambang
- Biaya tata guna lahan
- Biaya revegetasi
- Biaya pencegahan dan penanggulangan air asam tambang
- Biaya pekerjaan sipil sesuai peruntukan

T Page 74 of 89
PRACTICE TEST

Biaya tak langsung:


- Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat
- Biaya perencanaan reklamasi
- Biaya administrasi dan keuntungan kontraktor

9. Bagaimana penanganan debu, bising dan emisi gas buang dari proses
pertambangan/pengangkutan batubara?
Penanganan Debu: pada tahap perencanaan: penentuan lokasi penanaman
tanaman pelindung angin/debu; pada tahap pelaksanaan: modifikasi muffler
(knalpot) alat angkut; pemisahan jalur kendaraan berdasarkan besar/kecilnya
unit; pembatasan kecepatan unit; penyiraman jalan tambang dengan water truck;
pengukuran dan monitoring debu; pemasangan alat penangkap debu (pada
plant).
Penanganan Kebisingan: Pengukuran tingkat kebisingan; modifikasi
engine/muffler untuk mengurangi kebisingan; penyediaan APD (Ear plug, Ear
muff).
Penanganan emisi gas buang: Pengukuran dan monitoring emisi gas buang;
pelaksanaan maintenance unit yang baik.

10. Hal apa yang harus dipertimbangan dalam penentuan lokasi penempatan
overburden (tanah penutup)?
Lokasi harus datar, bukan daerah patahan, tidak berada didekat sungai, tidak
memiliki kandungan cadangan batubara yang potensial (atau tidak ada batubara
direncana lokasi penempatan OB tsb), jika memungkinkan dekat dengan lokasi
reklamasi, pembuatan sarana pencegahan-pengendalian erosi mudah.

11. Sebutkan dan jelaskan prinsip umum pengendalian erosi!


- Penyesuaian kegiatan dengan kondisi topografi dan tanah didaerah kegiatan:
Penilaian terhadap kareakteristik fisik lapangan, Memanfaatkan pola drainase
alamiah, Memanfaatkan kondisi topografi yang ada
- Pembuatan rencana kendali erosi dan sedimentasi sebelum aktivitas
dilaksanakan
- Sedapat mungkin mempertahankan tumbuhan alami setempat
- Meminimalkan luas dan lamanya tanah terbuka – buat jadwal pengupasan
dan pembentukan lereng
- Berupaya untuk menahan sedimen dilokasi atau sumbernya – pembuatan
kolam penangkap sedimen
- Mengalirkan air limpasan jauh dari daerah yang terganggu
- Meminimalkan panjang dan kemiringan lereng
- Menstabilkan daerah terganggu sesegera mungkin seperti penanaman
covercrop, mulsa, kolam sedimen, bangunan pengendali erosi, dll
- Berupaya memperlambat kecepatan air limpasan dengan penanaman
covercrop, mengalirkan luapan air limpasan ke saluran alami/parit/sungai
- Melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan terhadap sarana kendali erosi
secara berkala

T Page 75 of 89
PRACTICE TEST

12. Apa yang dimaksud dengan kasus lingkungan pertambangan? Dan apa
saja kategorinya?
Kasus lingkungan pertambangan adalah suatu kejadian yang setelah melalui
proses pemeriksaan terbukti telah terjadi kerusakan dan atau pencemaran
lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan pertambangan.
Kategori kasus lingkungan:
a. Terjadi pada batas waktu tertentu
b. Penurunan kualitas lingkungan
c. Perubahan fungsi lingkungan
d. Lingkungan tidak berfungsi lagi
e. Tidak sesuai dengan baku mutu lingkungan / melebihi baku mutu lingkungan

13. Apa saja tanggungjawab KTT dan wewenang PIT dalam penanganan kasus
lingkungan?
Tanggungjawab KTT:
a. Melakukan penanganan segera
b. Melaporkan proses/kronologis terjadinya kasus lingkungan dan upaya
penanggulangan yang telah dilakukan kepada KAPIT
c. Melakukan pencegahan
d. Melakukan tindakan koreksi hasil pemeriksaan PIT
Wewenang PIT:
a. Melakukan pemeriksaan lapangan
b. Pembuktian terhadap kebenaran kasus yang terjadi
c. Memberikan tindakan koreksi
d. Menutup sementara unit kegiatan yang menjadi sumber kasus

14. Bagaimana penanganan hidro carbon yang ada di workshop?


Monitoring pemakaian dan stock hydrocarbon (oli/solar/bensin-BBM);
pembuatan oil trap; pengumpulan & pendataan limbah padat workshop pada
tempat yang telah ditentukan

15. Bagaimana penanganan erosi yang sudah mencemari sungai yang airnya
dikonsumsi oleh masyarakat sekitar?
Harus dilakukan upaya-upaya pencegahan dan penanganan erosi yang telah
dituangkan dalam dokumen AMDAL (RKL/RPL) seperti penanaman covercrop,
pembuatan kolam sedimen, pengukuran dan monitoring laju erosi dibeberapa
lokasi pengukuran, pengukuran tingkat sedimentasi dan biota perairan sungai.

16. Mengapa kegiatan pencegahan kerusakan lingkungan lebih baik dari pada
kegiatan penanggulangan kerusakan lingkungan?
Karena kasus kerusakan lingkungan akan membawa pengaruh akibat yang
sangat fatal mengerikan terhadap kehidupan mahluk hidup yang ada dibumi ini;
dan untuk mengembalikan fungsi lingkungan tersebut perlu waktu yang cukup
lama dan kemauan atau usaha yang sungguh-sungguh. Jika kerusakan
lingkungan terjadi, berarti kita mewariskan airmata kepada generasi penerus
kita.

T Page 76 of 89
PRACTICE TEST

17. Apa saja resiko yang harus ditanggung perusahaan jika terjadi kasus
lingkungan?
- Membayar ganti rugi
- Penghentian kegiatan sebagai sumber kasus
- Penutupan kegiatan pertambangan apabila kasus lingkungan tidak dapat
ditanggulangi
- Mengganti penanggungjawab lapangan apabila terjadi kelalaian
- Pidana apabila ada pihak yang dirugikan akibat pelanggaran hukum

18. Apa yang dimaksud dengan kolam sediment dan apa tujuan
pembuatannya?
Kolam sediment adalah kolam air untuk mengumpulkan sediment yang dibentuk
dengan cara membangun dam / tanggul atau dengan menggali cekungan.
Tujuan pembuatannya:
a. Mempertahankan kapasitas penyimpanan waduk didaerah hilir,
perairan, saluran pengelak serta aliran air
b. Untuk mencegah pengendapan yang tidak diinginkan pada daerah
hilir dan yang sudah ada kegiatan
c. Untuk menerapkan dan menahan sediment yang berasal dari lokasi
konstruksi sehingga tidak menambah jumlah sediment keperairan dibagian
hilir

19. Sebutkan fungsi tanaman penutup tanah terhadap pencegahan kerusakan


lingkungan!
- Menghalangi air hujan agar tidak jatuh langsung ke permukaan tanah
sehingga kekuatan untuk menghancurkan tanah dapat dikurangi. Untuk
pencegahan erosi paling sedikit 70% tanah harus tertutup vegetasi.
- Menghambat aliran permukaan dan memperbanyak air infiltrasi ke dalam
tanah
- Penyerapan air kedalam tanah diperkuat oleh transpirasi melalui vegetasi

20. Bagaimana proses pencairan atau pelepasan Dana Jaminan Reklamasi?


- 60% dana di-cairkan; jika telah dilakukan pengisian kembali lahan bekas
tambang dan penataan lahan (back filling) atau bagi kegiatan pertambangan
yang kegiatannya tidak dapat dilakukan pengisian kembali, penataan
kegunaan lahan dilakukan sesuai dengan peruntukannya sebagaimana
disepakati dalam RTKL
- 20% dana di-cairkan, setelah selesai melakukan revegetasi (kecuali
ditentukan lain) dan selesai pekerjaan sipil dan atau kegiatan reklamasi
- 20% dana di-cairkan, setelah kegiatan reklamasi dinyatakan selesai oleh
Dirjen GSDM

21. Apa saja fasilitas pengelolaan lingkungan yang harus ada di lokasi
pengapalan batubara?
- High Volume Sampler – Alat deteksi debu
- Automatic Water Sprayer – Penyiram air secara otomatis
- Oil Spil Kit, Absorber, Oil Boom dan Oil Skimmer

T Page 77 of 89
PRACTICE TEST

22. Bagaimana penetapan besarnya dana jaminan reklamasi tambang?


Besarnya jaminan reklamasi ditetapkan berdasarkan biaya reklamasi sesuai
dengan rencana reklamasi tahunan yang tertuang dalam (Rencana Tahunan
Pengelolaan Lingkungan) untuk jangka waktu 5 tahun. Bagi perusahaan
pertambangan yang umurnya kurang dari 5 tahun, besarnya jaminan reklamasi
disesuaikan dengan rencana reklamasi untuk jangka waktu umur tambangnya.

23. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi laju erosi:


- Curah hujan
- Kemiringan lereng
- Jenis tanah
- Perlakuan terhadap tanah
- Tanaman penutup tanah

24. Sebutkan hal-hal utama yang dijadikan pertimbangan dalam study


kelayakan (feasibility study) AMDAL pertambangan?
a. Kelayakan dalam segi teknis
b. Kelayakan dalam segi ekonomi
c. Kelayakan dalam segi lingkungan

25. Apa yang dijadikan referensi kajian AMDAL?


PP No. 27 Tahun 1999 tentang AMDAL;
Bahwa setiap usaha dan/atau kegiatan pada dasarnya menimbulkan dampak
terhadap lingkungan hidup yang perlu dianalisis sejak awal perencanaannya,
sehingga langkah pengendalian dampak negatif dan pengembangan dampak
positif dapat dipersiapkan sedini mungkin;
Bahwa analisis mengenai dampak lingkungan hidup diperlukan bagi proses
pengambilan keputusan tentang pelaksanaan rencana usaha dan/atau kegiatan
yang mempunyai dampak besar dan penting
26. Sebutkan pasal 29 dan 30 dari UU No.11 tahun 1967 (UU Pokok
Pertambangan)!
Psl 29 menyebutkan bahwa Menteri PE antara lain melakukan
pengawasan terhadap kegiatan lainnya yang menyangkut kepentingan umum.
Psl 30 menyebutkan “Apabila selesai melakukan penambangan bahan
galian pada suatu tempat pekerjaan, pemegang KP diwajibkan mengembalikan
tanah sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan bahaya bagi masyarakat
sekitarnya”.
27. Bagaimana dan mengapa program Community Development diperlukan di
tambang?
Program Community Development di tambang dilakukan dengan penyusunan
rencana & pelaksanaan program yang menyeluruh dengan melibatkan
masyarakat setempat. Hal ini dilakukan untuk memberdayakan masyarakat
sekitar tambang; seperti program penyediaan air bersih, bantuan pendidikan,
kesehatan dan sarana peribadatan; dan program recriutment & pelatihan tenaga
kerja lokal khususnya tenaga non skill.
28. Bagaimana program saudara dalam menjawab tantangan dari masyarakat
yang anti tambang?

T Page 78 of 89
PRACTICE TEST

Program penyuluhan atau bimbingan kepada masyarakat lokal/setempat


(khususnya masyarakat anti tambang); penyuluhan tentang tentang proses
kegiatan penambangan yang ramah lingkungan, dampak positif kegiatan
pertambangan yang dapat dirasakan oleh masyarakat setempat (seperti:
ketersediaan lapangan kerja, pengembangan & pembangunan daerah (terpencil)
serta berbagai kegiatan ekonomi yang cukup luas lainnya).
Program Monitoring dan Analisa dampak kegiatan pertambangan terhadap
lingkungan seperti monitoring & analisa data erosi, sedimentasi, revegetasi,
flora-fauna dan pengelolaan air asam tambang)

29. Hal-hal apa saja yang dicakup oleh Environmental Management Plan
(EMP)?
Pengelolaan semua dampak akibat kegiatan pertambangan yang harus
diupayakan oleh pihak perusahaan, antara lain:
 Pengelolaan & pengawasan tanah pucuk (top soil) dan overburden
 Pengelolaan & Pengawasan bahan kimia berbahaya (B3), air asam tambang
 Pengelolaan & pengawasan terhadap laju erosi dan sedimentasi
 Pelaksanaan program reklamasi tambang
 Pengelolaan & Pengawasan terhadap kebisingan dan debu

30. Apa saja yang anda ketahui tentang manajemen tanah pucuk (top soil)
Dalam pengelolaan tanah pucuk/top soil, harus mendapat perhatian khusus
dengan menyimpan/menempatkannya pada lokasi yang aman dan diberi label
agar terhindar dari kemungkinan tertimbun, ter-erosi, dan unsur hara-nya tetap
terjaga/terpelihara – sehingga pada saat kegiatan reklamasi keperluan akan top
soil/tanah pucuk (yang baik sebagai media tanam) akan dapat terpenuhi

31. Bagaimana cara dan teknik saudara bila harus menambang di hutan
lindung?
Caranya dengan menerapkan ‘good mining practice’ atau Teknik penambangan
yang memperhatikan aspek kelestarian lingkungan sehingga setelah kegiatan
penambangan selesai, spesies tanaman lokal, fauna endemik, tata aliran air dan
fungsi lahan bekas pertambangan akan kembali berfungsi seperti semula atau
berfungsi sesuai dengan peruntukannya.

32. Apa yang dimaksud dengan teknik pengendalian erosi dan sedimentasi
dengan metoda vegetatif?
Penggunanaan tanaman dan sisa-sisanya untuk mengurangi daya rusak hujan
yang jatuh kepermukaan tanah, mengurangi jumlah dan daya aliran air
permukaan

T Page 79 of 89
PRACTICE TEST

33. Sebutkan fungsi dan sarana pengendalian erosi dan sedimentasi dengan
metoda vegetatif
Fungsi Metoda Vegetatif:
- Melindungi tanah terhadap daya perusak butir air hujan yang jatuh
- Melindungi tanah terhadap daya perusak aliran air diatas permukaan tanah
- Memperbaiki kapasitas infiltrasi tanah dan penahanan air yang langsung
mempengaruhi besarnya aliran permukaan
Sarana Metoda Vegetatif:
- Tanaman penutup tanah (cover crop)
- Saluran air bervegetasi
- Pe-Mulsa-an
- Hidrosiding

34. Apa yang dimaksud dengan teknik pengendalian erosi dan sedimentasi
dengan metoda mekanis / teknik sipil?
Perlakuan mekanis yang diberikan terhadap tanah dan untuk mengurangi aliran
permukaan dan erosi serta meningkatkan kemampuan penggunaan tanah

35. Sebutkan fungsi dan sarana pengendalian erosi dan sedimentasi dengan
metoda mekanis/teknik sipil
Fungsi Metoda Mekanis/Teknik Sipil:
- Memperlambat aliran permukaan
- Menampung dan menyalurkan aliran permukaan dengan kekuatan yang tidak
merusak
- Memperbesar infiltrasi air kedalam tanah dan memperbaiki abrasi
- Penyediaan air bagi tanaman

Sarana Metoda Mekanis/Teknik Sipil:


- Saluran permukaan/saluran pengelak
- Saluran bawah tanah
- Gabion
- Penahan tebing
- Geotekstil
- Penghalang sedimen
- Dam Penghambat
- Penangkap sedimen
- Rip-Rap

T Page 80 of 89
PRACTICE TEST

36. Apa Dampak dari penutupan suatu usaha pertambangan?


 Teknis
Terhentinya penataan tataguna lahan untuk pengembangan daerah

 Ekonomi
Macetnya/terhentinya kegiatan ekonomi masyarakat yang ada disekitar
tambang dimana mereka sangat tergantung terhadap keberadaan tambang
tsb

 Lingkungan yang ditinggalkan dengan :


Rusaknya lingkungan yang tidak di reklamasi sehingga dapat
mempengaruhi bentuk bentangan lingkungan (tanah yang berlubang-
lubang, tebing yang rawan terhadap adanya longsoran), terbukanya areal
lahan sehingga dapat merusak struktur tanah, erosi, sedimentasi, bencana
banjir, air asam tambang, penurunan kualitas air.

37. Apa yang dimaksud dengan AMDAL ?


Amdal ( Analisa Mengenai Dampak Lingkungan ) adalah proses kajian yang
terpadu untuk mengkordinasi perencanaan dan kajian dari kegiatan
pembangunan yang diusulkan , khususnya komponen ekologi, sosio-ekonomi
dan budaya, sebagai pelengkap kelayakan teknis dan ekonomis.

AMDAL ditetapkan melalui peraturan pemerintah No.29,1986 atau PP 29 /


1986 merupakan peraturan perlindungan lingkungan hidup pertama yang
diberlakukan dengan resmi sesuai dengan hukum lingakungan Indonesia.

38. Siapa penanggung jawab pelaksanaan AMDAL


Saat ini tanggung jawab peleksanaan AMDAL dialihkan kepada instansi baru,
yaitu Badan Pengendalian Dampak Lingkungan ( BAPEDAL ) yang dibentuk
pada Juni 1990 berdasarkan Kepres No.23 tahun 1990. Wewenang untuk
penerapan proses AMDAL terdapat di dua tingkat pemerintahan yaitu tingkat
pusat dan tingkat daerah.

39.Apa tujuan proses AMDAL ?


Tujuan AMDAL untuk memudahkan dan mempercepat usaha pambangunan
yang layak secara ekonomis, dan dapat diterima dari segi lingkungan dan
masyarakat.

40.Jelaskan yang dimaksud dengan rencana pengelolaan lingkungan


Suatu dokumen yang memuat rencana aktivitas pengendalian dan pemantauan
lingkungan dari suatu project

41.Hal apa yang diperlukan oleh perusahaan pertambangan untuk


mendapatkan izin dari pemerintah ?
Melengkapi project tersebut dengan AMDAL, Perusahaan juga menyiapkan dana
reklamasi

T Page 81 of 89
PRACTICE TEST

42.Jelaskan yang dimaksud pengelolaan limbah dengan cara 4R?


Reduce : Mengurangi penggunaan bahan pencemar
Reuse : penggunaan kembali limbah semaksimal mungkin
Recycle : Mendaur ulang sampah/limbah sehingga dapat dimanfaatkan
kembali
Recover : Pemanfaatan Energi

43.Jelaskan kegiatan yang dilakukan perusahaan mengenai program


pemantauan lingkungan ?
Pemantauan kualitas lingkungan yang terdiri dari:
 Kualitas Air : Air minum, Air buangan (buangan industri & Rumah Tangga),
Air permukaan, Air Laut serta biota laut
 Kualitas Udara : Kualitas udara ambien
 Kebisingan: pada seluruh area fabrikasi, perkantoran, ruang operator.
 Getaran: pada peralatan/mesin, proses blasting
 Pencahayaan: didaerah fabrikasi, lapangan maupun di perkantoran
 Hygene Industri: Kebersihan catering, tempat istirahat, limbah pemukiman

44. Bagaimana mengelola dan memonitor peledakan yang menghasilkan flying


rock, dust, noise, vibration yang berpengaruh terhadap masyarakat dan
lingkungan

Masyarakat perlu diinformasikan mengenai adanya rencana peledakan tersebut.


Peledakan tidur tidak boleh menggunakan detonator didalam lubang
ledak.Harus dilakukan pengamanan selama 1 x 24 jam atau lebih. Apa bila
didalam peledakan tidur digunakan detonator didalam lubang ledak maka harus
mendapatkan persetujuan KAPIT melalui Kepala Teknik Tambang.

45.Jelaskan hal-hal yang menjadi pertimbangan studi kelayakan ?


Aspek Teknis : memberikan gambaran dari suatu proses pengelolaan tambang
yang secara teknis dampaknya bisa diterima sesuai dengan kriteria yang
ditetapkan oleh pemerintah (misalnya kebisingan dari unit yg digunakan tidak
melebihi Nilai Ambang Batas yg telah ditentukan (85 dBA), Menggunakan
mesin/alat yang tidak menimbulkan polusi udara)

Aspek Ekonomi: kegiatan usaha pertambangan dapat memberikan dampak


perubahan ekonomi yang positif bagi negara & masyarakat yang berada disekitar
tambang misalnya dengan naiknya pendapatan perkapita masyarakat
setempatnya maupun yang berhubungan dengan tambang, infrastruktur (jalan,
sarana air bersih, pendidikan dsb) berkembang sejalan dengan kemajuan
industri.

Aspek Lingkungan: Kegiatan usaha tambang tidak mengakibatkan kerusakan


lingkungan yang dapat mengakibatkan penurunan kualitas, perubahan fungsi
lingkungan, tidak sesuai dengan baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan
misalnya akibat dari kegiatan tambang tidak mengakibat pencemaran limbah B3,
Erosi, sedimentasi, banjir dsb

T Page 82 of 89
PRACTICE TEST

46. Apa perbedaan antara tailing pond & Setling pond


Tailing pond adalah lokasi/kawasan yang berfungsi untuk mengendapkan sisa-
sisa dari suatu proses pencucian mineral

Setling Pond adalah lokasi/kawasan yang berfungsi untuk mengendapkan


lumpur dari suatu aliran permukaan

T Page 83 of 89
PRACTICE TEST

SOAL-SOAL TAMBAHAN UTAMA

47. Sesuai dengan PP No. 11 Tahun 1967 bahwa Perusahaan harus melakukan
perlindungan terhadap lingkungan. Jelaskan!
a) Pengusaha tambang yang mempunyai daerah penambangan atau Kuasa
Penambangan setelah melakukan kegiatan pertambangan wajib mengembalikan
tanah sedemikian rupa sehingga tidak menimbukan bahaya bagi masyarakat dan
lingkungan sekitarnya.
b) Mengamankan benda maupun bangunan yang dapat membahayakan
kepentingan umum.
c) Menteri Pertambangan dan Energi melalui instansi terkait akan melakukan
pengawasan secara berkala melalui KAPIT dna PIT terhadpat kegiatan
pertambangan dan kegiatan penunjang lainnya yang menyangkut kepada
kepentingan umum.
d) Diwajibkan mengikuti petunjuk dari menteri, Gubernurm dll sesuai
kewenangannya dalam melakukan kegiatan pertambangan dan perlindungan.

48. According yo Kepmen 1211 year 1995, please explain the obligation of the
Company and KTT
Kewajiban perusahaan:
a) Menyampaikan rencana tahunan pengelolaan dan pemantauan lingkungan
kepada KAPIT.
b) Menyampaikan rencana penutupan tambang 1 tahun elambat2nya sebelm
operasi tambang berakhir.
c) Menempatkan jaminan reklamasi.
d) Mengalokasikan biaya2 kegiatan seperti pencegahan, penanggulangan,
reklamasi, revegetasi dan pemantauan lingkungan.
e) Memberikan pendidikan dan pelatihan kepada karyawan untuk melindungi
lingkungan.
f) Menunjuk KTT untuk melakukan kegitan perlindungan lingkungan.
g) Ada pengganti KTT dalam melakukan kegiatannya.

Kewajiban KTT:
a) Menyampaikan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan
b) Penggunaan dan pengadaan, penyimpanan dan persediaan B3.
c) Identifkasi kegitan yang dapat menyebabkan perusakan atau pencemaran
lingkungan.
d) Melaporkan perusakan atau pencemaran lingkungan dlam waktu 1 x 24 jam
e) Menetapkan cara /prosedur untuk pencegahan, penanggulangan perusakan dan
pencemaran lingkungan.
f) Melakukan upaya2 pencegahan, penanggulangan, pengendalian dan
pemantauan lingkungan.
g) Melakukan reklamasi dan revegetasi
h) Membuat peta pengelolaan dan pemantauan lingkungan.
i) Melaporkan hasil2 analisa pembuangan B3 secara berkala ke KAPIT.

T Page 84 of 89
PRACTICE TEST

49. According to Mepmen 1211 year 1995 what the criteria of the environment
case and what the risk could be happen
Kasus lingkungan:
a) adanya kerusakan atau pencemaran lingkungan yang diakibatkan kegiatan
pertambangan.
b) Terjadi pada batas waktu tertentu
c) Penurunan kualitas
d) Perubahan fungsi
e) Lingkungan tidak berfungsi
f) Melebihi atau tidak sesuai dengan baku mutu lingkungan

Resiko yang akan terjadi:


a) Membayar ganti rugi
b) Kegiatan dihentikan sebagai sumber kasus.
c) Meutup kegiatan pertambangan jika tidak dapat ditanggulangi.
d) Menggati penanggung jawab lapangan jika terindikasi adanya kelalaian.
e) Tindak Pidana jika ada pihak2 yang dirugikan akibat pelanggaran hukum.

50. How do we deal with the anti mining NGO


a) Kegiatan pertambangan legal dengan adanya izin dan studi2 AMDAL dan
kelayakan lainnya.
b) Menjelaskan praktek2 pertambangan yang dilakukan yang mempertimbangkan
aspek2 sosial, lingkungan, teknis dan dampaknya.
c) Mengkomunikasikan rencana, dampak yang mungkin terjadi, pencegahan,
penanggulangan dan kontrol serta pemantauan yang dilakukan bersama dengan
pemerintah.
d) Melaporkan hasil2 kegiatan dan pemantauan ke pemerintah sebagai pemberi
kuasa dan izin.
e) Komunikasi 2 arah serta umpan balik yang membangun.
f) Sumberdaya yang tersimpan di eksploitasi secara good mining practice.

51. Mining business potential to develop the real economic for community
please what do you do in your company
a) Penyedia lapangan kerja.
b) Pengembangan sarana pendidikan dan kesehatan.
c) Pengembagan masyarakat dan wilayah.
d) Berperan untuk menigkatkan tingkat kehidupan dan percepatan pertumbuhan.

52. What the meaning of Reclamation and please explain the steps
a) Kegiatan memperbaiki atau menata kegunaan lahan bekas tambang atau lahan
yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan umum agar
kondisinya stabil, tidak mudah tererosi dan dapat berfungsi dan berdaya guna
sesuai dengan peruntukkannya.
b) Langkah2 nya sbb:
- perencanaan reklamasi
- identifikasi aspek2 klimatologi dan lahan

T Page 85 of 89
PRACTICE TEST

- pemetaan lahan
- kesiapan alat
- persiapan lahan
- pengendalian erosi (pemberian mulsa)
- pengendalian sedimentasi (pembuatan kolam2 pengendapan)
- pengelolaan tanah pucuk
- revegetasi
- pemantauan
- pemeliharaan

53. What the meaning of Reclamation bond, what the reclamation bond should
be in place and what for?
a) Jaminan reklamasi adalah biaya yang dikeluarkan dan disediakan oleh
pengusaha tambang sebagia jaminan untuk melakukan reklamasi dan
memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat
kegiatan usaha pertambangan umum agar dapat berfungsi dan berdaya guna
sesuai dengan peruntukkannya.
b) Jaminan reklamasi ditetapkan berdasarkan Rencan Tahuan Pengelolaan
Lingkungan untuk jangka watu 5 tahun atau sesuai dengan umur tambang jika
kurang dari 5 tahun.
c) Ditetapkan oleh DirJen GSDM.
d) Besarnya jaminan reklamasi akan terus bertambah jika pengusaha
pertambangan tidak melaksanakan kewajiban reklamasi tambang.
e) Jaminan reklamasi mencakup biaya pembongkaran fasilitas tambang, penataan
kegunaan lahan, revegetasi, pencegahan dan penanggulangan air asam
ambang, pekerjaan sipil sesuai peruntukannya, mob dan demob, perencanaan
reklamasi dan admin dan keuntungan pihak ketiga yang melakukannya.
f) Jaminan dapat berupa deopsito atau accounting reserve atau jaminan pihak ke
tiga.

54. Please explain the overburden management and what the risk if not
manage properly.
a) Over Burden (OB) merupakan batuan samping yang tidak layak secara
ekonomis ditambang dan harus dibuang pad lokasi yang telah ditentukan.
b) OB dapat menjadi sumber terjadinya air asam tambang.
c) Jumlah OB akan menjadi lebih banyak jika ratio antara OB dan mineral yang
akan diambil semakin besar.
d) Tinggi OB dapat mencapai puluhan atau ratusan meter tergantung kepada
lokasi.
e) Penempatan lokasi OB harus benar, ada drainase dan erosi kontrol dan segera
di reklamasi dan rehabilitasi dan revegetasi.
f) Ada kolam pengendapan yang untuk mengendapkan sediment atau partikel
tersuspensi dan mengatur kualitas air dari aliran air permukaan.
g) Dapat terjadi longsor karena gempa dan intensitas curah hujan tinggi.
h) Dapat terjadi erosi yang dapat mencemari air permukaan dengan bertambahnya
partikel tersuspensi.

T Page 86 of 89
PRACTICE TEST

55. How to avoid and control the Mine Acid water


a) Identifikasi sumber/material air asam tambang, volume dan lokasi.
b) Menghindarinya terekspose/terpapar secara terbuka dan mudah kontak dengan
air dan udara.
c) Memisahkannya dengan sumber2 lain dan memberikan tanda.
d) Melakukan penutupan sementara dengan reklamasi dan melakukan penanaman
agar terhindar dari kontak dengan udara dan air yang dapat menyebabkan
oksidasi dan reaksi kimia (pelindihan – leachate).
e) Pencegahan lebih baik daripada penanggulangan terhadap terjadinya air asam
tambang.
f) Jika air asam tambang telah terjadi harus dikontrol dengan pemberian kapur
secara berkala untuk menjaga pH air berkisar 6-9. Sekali air asam terjadi maka
akan selama umur tambang setelah tambang selesai harus dijaga dan dipantau
dengan penambahan kapur dan kualitas air nya.
g) Pembongkaran lokasi sumber air asam tambang dapat dilakukan dengan biaya
yang hampir sama untuk melakukan penambangan yang harus dihindari.

56. Supreme Court has determined that protected forest should be back to the
previous function. What do you do to fulfill the requirement.

a) Protected forest (hutan lindung) merupakan suatu area keanekaragaman hayati


yang dapat menjadi plasma nutfa untuk berbagai kegiatan seperti kehutanan,
bio-teknologi, penelitian, sumber obat2an, dsb.
b) Tidak semua hutan lindung mempunyai ciri yang sama sehingga perlu dilakukan
survey keanekaragaman hayati lengkap untuk memastikan bahwa lahan yang
dibuka untuk tambang mempunyai ciri yang sama paa daerah lain.
c) Tidak adanya link dan saling ketergantungan antara satu area dan area lain yang
dapat mempengaruhi ekosistem.
d) Pembukaan tambang di hutan lindung akan sangat terbatas sekali dan harus
segera dikembalikan sesuai dengan fungsinya.
e) Belum diketahui pasti dampak lanjutan jika hutan lindung dibukan untuk
pertambangan dan dikembalikan seperti semula.
f) Pemantaun lanjutan tingkat keberhasilan pengembalian hutan lindung seperti
semula setelah tambang selesai perlu dilakukan agar fungsinya dapat kembali
seperti semula (secara teoritis untuk kembali ke fungsi semula 100% sulit sekali
karena ada faktor2 X yang memerlukan penelitian lebih lanjut dan biaya yang
mahal).

57. Explain 3 aspects of feasibility study


a) Aspek lingkungan (dampak terhadap kualitas udara, air dan tanah, pemantauan,
rehabilitasi, pengendalian erosi, reklamasi dan rehabilitasi, pengelolaaan bahan
dan limbah berbahaya dan tidak berbahaya, dll).
b) Aspek teknis (cadangan, studi geoteknik, hidrologi, teknik penambangan,
pengolahan, pemurnian, pengangkutan, penjualan, peralatan – master list,
investasi kelayakan usaha, penutupan tambang, dll).
c) Aspek sosial (pengembangan sumberdaya lokal, kemitraan, pengembangan
masyarakat dan daerah, tenaga kerja, produk dalam negeri,dll).

T Page 87 of 89
PRACTICE TEST

58. Good mining practice


a) Mempunyai dan mentaati hukum perizinan.
b) Perencanaan teknis pertambangan efektif dan efisien.
c) Konservasi bahan galian.
d) Keselamatan pertambangan.
e) eksplorasi dengan presisi tinggi.
f) pemilihan teknologi yang tepat.
g) efisiensi penggunaan lahan.
h) pengelolaan tanah pucuk/penutup, erosi, sedimentasi, air asam tambang.
i) penggunaan kebutuhan air untuk proses.
j) perlindungan dan pemantauan sumberdaya air, udara dan tanah berkelanjutan.
k) penambangan selesai segera direklamasi.
l) Pendekatan sosial kemasyarakatan.
m) Pengembangan daerah dengan mengakomodir rencana dan parisipasi
masyarakat.
n) Nilai tambah yang optimal.
o) Meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
p) Pembangunan berkelanjutan.
q) Mengkomunikasikan.

59. What plan will you submit for the mining closure and who should involve?
a) Rencana Penutupan Tambang harus disetujui oleh Pemerintah (dan
bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dan Dinas terkait serta NGO) 2 tahun
sebelum rencana tersebut diterapkan.
b) Bentuk akhir dari tambang dan rencana yang akan dilakukan.
c) Pada saat studi kelayakan, rencana penutupan tambang dapat diusulkan.
d) Rencana mencakup kegiatan yang akan dilakukan dalam penutupan tambang
seperti pemantauan air, udara dan tanah, sosial, tenaga kerja, HSE, pengelolaan
asset, keterlibatan masyarakat sekitar, pengelolaan Over Burden, dll.
e) Biaya penutupan tambang.
f) Waktu penutupan tambang.

60. Mine environment very specific the characteristic compare with the other
industry. Please explain.
a) Dapat terjadi dimana saja
b) Merubah bentang alam
c) Padat modal
d) Resiko tinggi
e) Jika terjadi kasus akan menurunkan kualitas lingkungan, perubahan fungsi
lingkungan dan tidak dapat berfungsi lagi dan tidak sesuai dengan baku mutu
nya.

61. Please explain your community development


Community Development (CD) adalah sebagai bentuk partisipasi aktif perusahaan
pertambangan dalam:
a) Mengikutkan kepentingan komunitas sekitarnya.

T Page 88 of 89
PRACTICE TEST

b) Penyerapan tenaga kerja lokal (skilled dan unskilled).


c) Membantu daerah2 sekitar yang memerlukannya seperti kesehatan, pendidikan,
perbaikan gedung sekolah, dsb.
d) Membina komunitas untuk menjadi tenaga terampil, aspek HSE, dll.
e) Merubah perilaku dan habit komunitas menerima hal2 yang baru untuk perbaikan
dan peningkatan kualitas hidup, pendidikan, kesehatan, ketrampilan, dll.
f) Membantu membangun daerah agar dapat mandiri dan self-sustainable /
mencukupi daerahnya sendiri.

T Page 89 of 89