Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN AUTISME


DI POLIKLINIK TUMBUH KEMBANG
RSUD ULIN BANJARMASIN

Tanggal 26 Maret – 31 Maret 2018

Oleh:
Robby Noercahya Sukardi, S.Kep.
NIM. 1730913310033

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
2018
LEMBAR PENGESAHAN

NAMA : Robby Noercahya Sukardi, S.Kep.

NIM : 1730913310033

JUDUL LP : Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Autisme di Poliklinik


Tumbuh Kembang RSUD Ulin Banjarmasin

Banjarmasin, Maret 2018

Mengetahui,

Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan

Eka Santi, S. Kep., Ns., M. Kep.. Wiwik Winarsih, S.Kep, Ns


NIP. 197080615 200812 2 001 NIP. 19600228 198911 2 001
Laporan Pendahulan Kejang Demam
Etiologi Definisi
Hingga kini belum diketahui dengan pasti. Autisme sering Autisme adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang
diasumsikan karena faktor lingkungan yang terpapar ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang
organisme atau bahan beracun juga faktor genesis. kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial.

Manifestasi klinis
Perilaku autisme dapat digolongkan
dalam 2 jenis : Penatalaksanaan Dasar
Indikator Pemeriksaan Penunjang
a. Eksesif Perilaku  CT scan dan Terapi perilaku misal dengan Terapi
(berlebihan) misalnya - Bahasa pneumoencephalogram Okupasi, Terapi Wicara, dan sosialisasi
hiperaktif, tantrum, menjerit, - Hubungan  Pemeriksaan Histopatologi dengan menghilangkan perilaku yang
mengepak, menggigit, dengan orang  Pemeriksaan EEG tidak benar. Terapi perilaku pada anak
mencakar, memukul, sering lain  Pemeriksaan darah lengkap dengan autisme berguna untuk
terjadi self abuse. - Hubungan  Pemeriksaan urine
b. Defisit dengan
mengurangi perilaku yang tidak lazim
 Pemeriksaan Citogenetik
(kekurangan) misalnya lingkungan
dan menggantinya dengan perilaku yang
 MRI
gangguan bicara, perilaku - Respon
bisa diterima oleh masyarakat.
sosial kurang sesuai, defisit terhadap
sensori, emosi tidak tepat rangsangan Penatalaksanaan Rehabilitasi
(tertawa tanpa sebab, menangis 1. Rehabilitasi dasar
tanpa sebab dan melamun). 2. Rehabilitasi lanjutan atau tahap
fungsiologis
Klasifikasi 3. Rehabilitasi antisipasi Plateu or
1) Childhood autisme yaitu kelainan pertumbuhan anak sejak Pseudo-Stationery Stage
lahir sampai usia 3 tahun.
2) Atypical autisme yaitu kelainan pertumbuhan pada anak
sesudah usia 3 tahun.
3) Reff’s syndrom yang umumnya pada anak perempuan.
4) Overach disorder associated with Mental Retardation and
Stereotyped Movement.
5) Childhood Disintegrative Disorders.
6) Asperges Syndrom.
7) Other persasive development Disorder.
Pathway Autisme

Resiko Trauma

Hambatan Interaksi
Sosial Hambatan
Komunikasi Verbal
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN
DENGAN NHL

Pengkajian
a. Identitas: Nama, umur, jenis kelamin, agama, suku, alamat, nomor register, tanggal
Masuk Rumah Sakit , diagnosa medis
b. Keluhan Utama
c. Riwayat penyakit sekarang
Alasan MRS: Menjelaskan riwayat penyakit yang dialami adalah klien mengalami
kejang setelah terjadi demam. Keluarga menjelaskan kronologi kejadian kejang
disertai waktu serangan, frekuensi, aktifitas saat kejang serta keadaan sebelum selama
dan sesudah Diagnosa Keperawatan
d. Riwayat kesehatan Dahulu: riwayat kejang sebelumnya Resiko Trauma
Hambatan Komunikasi Verbal
e. Riwayat kesehatan keluarga
Hambatan Interaksi Sosial
f. Pemeriksaan fisik
g. Pengkajian dengan pendekatan pola gordon
NOC DAN NIC

Hambatan Interaksi Sosial Hambatan Komunikasi Verbal Risiko Trauma


NOC NOC NOC:
Keterampilan Interaksi Sosial Komunikasi Risk control
Kriteria Hasil: Setelah dilakukan tindakan Setelah dilakukan tindakan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x30 menit
keperawatan selama 1 x 30 menit klien tidak mengalami Trauma
keperawatan selama 1x24 jam klien bisa berkomunikasi dengan
klien bisa melakukan interaksi dengan kriteria hasil:
kriteria hasil: 1. Lingkungan tetap terjaga aman
secara terbuka kriteria hasil:
1. Melakukan komunikasi yang dari bahaya cedera
1. Menunjukkan penerimaan
efektif 2. Tidak terjadi trauma pada badan
2. Menunjukkan ketertarikan klien
dan perhatian 2. Menggunakan bahasa verbal
3. Terlibat dalam komunikasi dan nonverbal
langsung NIC:
Environmental Management
NIC: 1. Ciptakan lingkungan yang aman
Peningkatan Komunikasi bagi klien
1. Melakukan komunikasi 2. Jauhkan benda yang berbahaya
terapetik dari klien
2. Melakukan interaksi dengan 3. Monitor kejang pada tangan, kaki,
NIC : klien secara langsung mulut dan otot-otot muka
Peningkatan Sosialisasi 3. Membina hubungan saling 4. Persiapkan lingkungan yang aman
1. Lakukan komunikasi percaya seperti batasan ranjang, papan
yang efektif dan konstan
pengaman, dan alat suction
terhadap klien
berada dekat pasien
2. Ajak klien mendiskusikan 5. Kolaborasi pemberian terapi
sesuatu hal yang menarik
sesuai advis
3. Berdiskusi secara bebas
bersama klien.
4. Anjurkan keluarga
terlibat langsung dalam
interaksi
DAFTAR PUSTAKA
Bulechek G.M., Howard K.B., Joanne M.D. (Eds.). 2008. Nursing Intervention
Classification (NIC), Fifth Edition. St. Louis Missouri: Mosby Inc.
Herdman, T.H. & Kamitsuru, S. (Eds.). 2014. NANDA International Nursing
Diagnoses: Definitions and Classification 2015-2017. Oxford: Wiley Blackwell.
Hidayat, Aziz Alimul A. 2005. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak 1. Jakarta:
Salemba Medika.
Judha, Mohammad. 2011. Sistem Persyarafan (Dalam Asuhan Keperawatan).
Yogyakarta: Gosyen Publishing.
Moorhead Sue, Marion Johnson, Meridean L.M., et al. (Eds.). 2008. Nursing
Outcomes Classification (NOC), Fifth Edition. St. Louis Missouri: Mosby Inc.
Ngastiyah, 2005. Perawatan Anak Sakit Edisi 2. Jakarta: EGC.
Potter, Paricia dan Anne G Perry. 2010. Fundamentals of Nursing Fundamental
Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Sujono & Sukarmin. 2013. Asuhan Keperawatan Pada Anak. Yogyakarta: Graha
Ilmu.