Anda di halaman 1dari 4

Kegiatan Pembelajaran 2.

2. Pembiakan Vegetatif dengan Stek


Setek atau cutting merupakan salah satu teknik perbanyakan tanaman secara
vegetative dengan cara pemotongan organ dari induk yang kemudian ditanam di
media agar menumbuhkan akar dan tunas batang. Setek banyak dilakukan untuk
memperbanyak tanaman hias dan tanaman buah
Keunggulan setek:
a) Sifat tanaman baru sama dengan sifat induknya.
b) Bagian tanaman induk yang diperlukan sebagai bahan setek relatif sedikit, sehingga
tidak merugikan tanaman induk.
c) Menghasilkan tanaman yang sempurna yaitu tanaman yang telah memiliki akar,
batang dan daun.
d) Setek mudah dilakukan dan tidak memerlukan teknologi yang rumit.
e) Biaya yang dikeluarkan sedikit dan waktu yang diperlukan relative singkat.
f) Jumlah tanaman yang dihasilkan lebih banyak dari pada cangkok dan okulasi.
g) Tanaman baru hasil setek memiliki keseragaman umur.
Media yang diperlukan dalam perbanyakan setek adalah:
1) Campuran tanah dan pupuk kandang yang sudah jadi dengan perbandingan 1:1.
2) Campuran tanah, pasir halus dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.
Cara perlakuan-perlakuan setek yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:
1) Setelah bahan setek dipisahkan dari tanaman induk (kecuali setek daun), bagian
pangkal segera direndam dengan air atau dicuci dengan air yang mengalir.
Tujuannya supaya jaringan pengangkut tidak terisi udara. Dengan demikian, bahan
setek akan cepat menyerap air dan mineral dari media tanam.
2) Untuk mempercepat pertumbuhan akar, dapat digunakan Rooton F. Pangkal setek
dalam keadaan basah dimasukkan ke dalam Rooton F.
3) Lembaran daun yang ada dibahan setek dipotong setengahnya.
Pemotongan daun ini bertujuan untuk mengurangi penguapan.Setek dapat disemaikan
dalam polibag atau bedengan selama bahan setek disemai, keadaan lingkungan media
semai harus terlindung dari sinar matahari dan air hujan langsung dengan cara menyiapkan
atap atau naungan. Media semai harus disiram
secara rutin supaya tetap lembab. Pada musim
kemarau setek disiram dua kali sehari sedangkan
pada musim hujan cukup disiram sehari sekali. Air
sisa siraman harus dapat mengalir secara lancar dari
polibag atau bedengan.
Gambar. Pembiakan tanaman melalui stek
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kegagalan setek yaitu:
1) Kondisi batang yang masih muda, pada kondisi batang yang masih muda memiliki

STEK-Bayu Angga F, SST-SMKN 2 Jeneponto Page 1


kandungan karbohidrat rendah tetapi hormonnya cukup tinggi, hal ini yang
menyebabkan pucuk tumbuh lebih cepat dibandingkan akar.
2) Kondisi pisau yang kurang steril, agar pisau yang digunakan sterilyaitu dengan
menggunakan alkohol, dengan menggunakan alkohol akan membersihkan bakteri-
bakteri yang terdapat pada pisau dan menghindari menempelnya bakteri pada luka
setek yang bisa menyebabkan kegagalan dalam setek.
3) Kekeringan.
Setek banyak dilakukan untuk memperbanyak tanaman-tanaman hias dan tanaman buah,
seperti: anggur,markisa, sukun, jeruk nipis, apel, panili, sirih. Sebagai alternarif perbanyakan
vegetatif buatan, stek lebih ekonomis, lebih mudah, tidak memerlukan keterampilan khusus
dan cepat dibandingkan dengan cara perbanyakan vegetatif buatan lainnya. Cara
perbanyakan dengan metode stek akan kurang menguntungkan jika bertemu dengan
kondisi tanaman yang sukar berakar, akar yang baru terbentuk tidak tahan stress
lingkungan dan adanya sifat plagiotrop tanaman yang masih bertahan. Keberhasilan
perbanyakan dengan cara stek ditandai oleh terjadinya regenerasi akar dan pucuk
pada bahan stek sehingga menjadi tanaman baru yang true to name dan true to type.
Regenerasi akar dan pucuk dipengaruhi oleh faktor intern yaitu tanaman itu sendiri dan
faktor ekstern atau lingkungan. Salah satu faktor intern yang mempengaruhi regenerasi akar
dan pucuk adalah fitohormon yang berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh. Boulline dan
Went 1933) menemukan substansi yang disebut rhizocaline pada kotiledon, daun dan
tunas yang menstimulasi perakaran pada stek. Menurut Hartmann et al (1997), zat
pengatur tumbuh yang paling berperan pada pengakaran stek adalah Auksin. Auksin yang
biasa dikenal yaitu indole-3-aceticacid (IAA), indolebutyric acid (IBA) dan nepthaleneacetic
acid (NAA). IBA dan NAA bersifat lebih efektif dibandingkan IAA yang meruapakan auksin
alami, sedangkan zat pengatur tumbuh yang paling berperan dalam pembentukan tunas
adalah sitokinin yang terdiri atas zeatin, zeatin riboside, kinetin, isopentenyl adenin (ZiP),
thidiazurron (TBZ), dan benzyladenine (BA atau BAP). Selain auksin, absisic acid (ABA)
juga berperan penting dalam pengakaran stek. Faktor intern yang paling penting dalam
mempengaruhi regenerasi akar dan pucuk pada stek adalah faktor genetik. Jenis tanaman
yang berbeda mempunyai kemampuan regenerasi akar dan pucuk yang berbeda pula. Untuk
menunjang keberhasilan perbanyakan tanaman dengan cara stek, tanaman sumber
seharusnya mempunyai sifat-sifat unggul serta tidak terserang hama dan/atau penyakit.
Selain itu, manipulasi terhadap kondisi lingkungan dan status fisiologi tanaman sumber juga
penting dilakukan agar tingkat keberhasilan stek tinggi. Kondisi lingkungan dan status
fisiologi yang penting bagi tanaman sumber diantaranya adalah:
a) Status air; Setek lebih baik diambil pada pagi hari dimana bahan setek dalam kondisi
turgid.
b) Temperatur; Tanaman setek lebih baik ditumbuhkan pada suhu 12°C hingga 27°C.
c) Cahaya; Durasi dan intensitas cahaya yang dibutuhkan tanaman sumber tergantung
pada jenis tanaman, sehingg tanaman sumber seharusnya ditumbuhkan pada kondisi
STEK-Bayu Angga F, SST-SMKN 2 Jeneponto Page 2
cahaya yang tepat.
d) Kandungan karbohidrat; Untuk meningkatkan kandungan karbohidrat bahan setek yang
masih ada pada tanaman sumber bisa dilakukan pengeratan untuk menghalangi
translokasi karbohidrat.
Pada setek tanaman adenium (setek batang), yang dilakukan pada 2 batang adenium
dengan perlakuan yang berbeda yaitu: perlakuan pertama dengan mengolesi growtone
pada daerah luka, perlakuan kedua sebagai kontrol atau tidak diberi perlakuan. Setelah 2
minggu didapatkan hasil yaitu:
a. Pada setek yang diolesi growtone menghasilkan 1 tunas, tinggi tunas 1 cm, jumlah
daun 6 helai.
b. Pada kontrol menghasilkan 2 tunas, tinggi tunas 2,5 cm - 4,5 cm, jumlah daun 5 helai.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa tanaman yang yang tidak diberi perlakuan/control
pertumbuhanmya lebih cepat dan menghasilkan daun lebih banyak dibandingan
tanaman yang diberi perlakuan dengan growtone. Padahal seharusnya tanaman yang
diberi perlakuan dengan growtone lebih cepat pertumbuhannya karena growtone
merupakan zat pengatur tumbuh untuk mempercepat pertumbuhan akar. Untuk
membuktikan apakah growtone berpengaruh terhadap pertumbuhan batang kedua
tanaman dicabut dan di dapatkan hasil, baik tanaman yang diberi pelakuan dan yang
tidak diberi perlakuan kedua tanaman tidak tumbuh akar namun memiliki pucuk daun,
hal ini disebabkan oleh keadaan batang yang masih muda karena pada keadaan
batang yang masih muda memiliki kandungan karbohidrat yang rendah sedangkan
kandungan hormonnya tinggi, kejadian ini akan menyebabkan hasil setekan akan
tumbuh tunas terlebih dahulu. Padahal setek yang baik harus tumbuh akar terlebih
dulu kemudian baru disususul pemunculan tunas daun.
Macam-macam setek yaitu:
1) Stek Daun
Setek daun merupakan salah satu teknik setek
yang menggunakan bagian daun tanaman atau
daun yang bertunas. Tanaman yang bisa
diperbanyak melalui setek daun adalah tanaman
hias seperti cocor bebek dan tanaman jeruk yang
berbuahnya masam banyak menyimpan energi
sehingga lebih mudah disetek.
2) Stek Batang
Setek batang merupakan salah satu perbanyakan
vegetative tanaman dengan menggunakan
potongan batang, cabang, atau ranting tanaman induknya. Setek batang disebut juga setek
kayu atau setek ranting. Setek batang banyak digunakan untuk memperbanyak tanaman
hias dan tanaman buah. Syarat mutlak tanaman yang akan diperbanyak secar setek batang
adalah harus memiliki kambium.
STEK-Bayu Angga F, SST-SMKN 2 Jeneponto Page 3
Jawab Pertanyaan berikut dengan jelas.
1. Setek atau cutting adalah

2. Sebutkan keunggulan setek.

3. Sebutkan media yang diperlukan dalam perbanyakan setek

4. Tujuan dari pemotongan setengah lembaran daun pada bahan tanam stek adalah.

5. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kegagalan setek adalah

STEK-Bayu Angga F, SST-SMKN 2 Jeneponto Page 4