Anda di halaman 1dari 28

ARSITEKTUR GOTHIC

(XII - XVI)

Sejarah dan Geografi

Kekuasaan Romawi berpusat di Roma mencapai puncak hingga abad II, wilayahnya mencakup
seluruh kawasan Laut Mediterania, termasuk Mesir di timur-selatan, Mesopotamia di barat, di utara-barat
hingga Britania.

Setelah Theodosius I salah seorang penguasa Imperium Bisantin meninggal pada 395, wilayah
kekuasaan dibagi menjadi dua, wilayah timur berpusat di Konstantinopel (sekarang Istanbul) dan wilayah
barat berpusat di Ravenna (sekarang di Italia bagian utara). Bagian utara-barat Afrika, daratan Eropa
bagian barat yang dahulu masuk ke dalam wilayah Romawi, tidak lagi berada di bawah kekuasaan
Bisantin.

Perpecahan antara kaum ortodoks dari Konstantinopel dengan Paus terjadi pada 1054,
berpengaruh besar pada perkembangan politik dan ekonomi Eropa. Dari segi luas wilayah, Imperium
Bisantin mencapai puncak pada 1014, ketika berhasil mengalahkan kekaisaran Bulgaria.

Hampir selama abad XIII, gereja sangat kuat mempengaruhi pemerintahan di seluruh Negara di
mana Kristen menjadi agama penguasa dan sebagian besar rakyatnya. Keadaan ini membuat semakin
banyaknya peninggalan arsitektural atau monumen berbentuk gereja. Di jaman itu dibangun gereja juga
katedral besar dan megah di mana-mana. Pada masa inilah arsitektur Gotik berkembang. Abad XIV dan
XV, kota-kota di Italia seperti antara lain Florence, Roma, Venesia, mendorong berkembangnya jaman
baru disebut jaman Reinassance, merupakan akhir dari Gotik, meskipun nantinya kembali muncul dan
disukai kembali pada masa Neo-Gotik sekitar abad XVIII.

Arsitektur Gotik

Arsitektur Gotik menjadi satu hasil seni yang paling spektakuler dalam perkembangan arsitektur
Eropa occidental, hal ini tidak diragukan oleh para ahli sejarah seni dan arsitektur. Gotik berkembang
dalam jaman akhir kehidupan dalam benteng telah disebut di depan sehingga jaman Romanesque. Salah
satu cirri utamanya berbentuk benteng, atau menara pengawas, karena kesenjangan ekonomi dan social
antara para tuan tanah (yang kemudian menjadi raja atau penguasa), dengan petani miskin.

Kekuasaan dan kekayaan raja didukung oleh gereja, semakin melimpah, membuat kecenderungan
membangun gereja yang besar, megah dan mewah. Bentuk tinggi dari arsitektur Romanesque, kemudian
menjadi ekstrim pada arsitektur Gotik dengan runcing-runcing, penuh dengan hiasan, mengacu semata-
mata pada keindahan dan kemegahan.

Ciri umum yang paling menonjol dari arsitektur Gotik adalah bentuk runcing-runcing tersebut,
pada hamper semua bagian ujung atas, sehingga ada yang menyebut arsitektur Gotik : “arsitktur runcing”
(“pointed architecture”). Ciri Gotik lainnya yang menonjol dari segi konstruksi atap adalah bentuk
pelengkung silang-runcing disebut “pelengkung iga” (“rib vault”) atau ponted arch. Dalam arsitektur
Gotik berkembang bentuk kolom di luar, atas dan lepas disebut flying buttress, menjadi cirinya pula.
Bagian ini juga diakui sebagai unsure dekorasi penambah kemegahan dan keindahan arsitektur Gotik.

Rib vault

Arsitektur Gotik, Perancis

Gaya Gotik berasal dari dominasi kerajaan di wilayah Ile de France (sekarang wilayah di Perancis
tengah-utara), yang berpusat di Paris. Sejarah Gotik di Perancis dapat dibagi dalam beberapa periode
yaitu:
1. Jaman Gotik Primer (abad XII) sering disebut “a lancettes”, ditandai dengan bentuk pelengkung-
pelengkung runcing (pointed arches) dan jendela-jendela traceried. Jaman ini merupakan transisi
dari Romanesque ke Gotik. Contoh dari Gotik dalam kategori ini adalah Sens dan Selis di Noyon.
2. Jaman Gotik Sekunder (abad XIII), disebut jaman “Rayonnant” dengan karakteristik jendela
lingkaran dan jari-jari seperti roda dengan hiasan traceried.
3. Jaman Gotik Tersier, abad XIV, XV dan sebagian abad XVI. Jaman Gotik ini sering disebut
“Flamboyant” dengan ciri jendela traceried seperti lidah api.

A. Katedral Notre-Dame

Salah satu bangunan Gotik tertua dan sangat terkenal di Prancis adalah Katedral Notre-Dame de
Paris (1136-1250), mulai dibangun oleh Bishop Maurice de Sully. Seperti pada kebanyakan gereja pada
jamannya dan jaman sebelumnya, denah gereja segi empat dengan nave di tengah dalam sumbu
membujur, dalam hal ini diapit simetris oleh aisle dobel, masing-masing dua lajur di kiri-kanannya.
Sejarah dan arsitektur Notre-Dame de Paris sangat representative arsitektur Gotik dengan bentuk
langsing, tinggi, pada ujung-ujungnya dihias dengan bentuk runcing-runcing sehingga salah satu
sebutannya “pointed architecture”.Hampir semua bagian dihias termasuk hiasan jendela mawar (rose
window), jendela pelengkung runcing dengan hiasan traceried merupakan ciri kuat arsitektur Gotik. Ciri
Gotik lainnya yang menonjol dalam Katedral Notre-Dame de Paris, dari segi konstruksi terlihat pada atap
berderet dari pelengkung silang-runcing atau “pelengkung iga” (rib vault / pointed arch ) dan flying
buttress.
NAVE

AISL
E

CHOIR NAVE
B. Katedral Bourges

Sebuah arsitektur Gotik lain terkenal di Perancis karena keindahan dan kemegahannya adalah Katedral di
Bourges sebuah kota sekitar 150 Km di selatan Paris. Katedral Bourges, dibangun antara 1192-1275,
denahnya mirip dengan Notre Dame de Paris, termasuk apse-nya yang bergaris tengah sama dengan lebar
bangunan (55 M). Namun yang unik dari Katedral Bourges, tidak mempunyai transepts seperti pada
kebanyakan gereja Gotik maupun Romanesque. Katedral Bourges, mempunyai keunikan jarang terdapat
pada gereja Gotik lain, yaitu aisle-nya dobel, namun masing-masing mempunyai ketinggian atap berbeda.
C. Katedral Amiens

Katedral Amiens (1220-88) dibangun dengan system berbeda dari katedral biasanya yaitu mulai
dari nave-nya dahulu yang dirancang oleh Robert de Luzarches, selesai pada 1236. Ciri Gotik Perancis
terlihat pada katedral ini antara lain pada bentuk tidak langsing pada denah denga perbandingan panjang-
lebar 137 M-46 M. Buttress dibangun kemudian, selain untuk konstruksi penguat, juga menjadi bagian
memperindah bangunan. Ruang dalam terutama pada nave, dibuat menjadi sangat megah dan
monumental dengan pelengkung patah dari batu (stone vault) setinggi 43 M. Ruang dalam diperindah lagi
dengan panggung dan tempat choir dari kayu dihias dengan ukiran. Bagian luar Katedral Amiens
terutama wajah baratnya, merupakan salah satu bagian bangunan Gotik terindah di Perancis, dengan
hiasan antara lain deretan patung dan relief. Bagian paling atas dari flying buttress , hanya selebar aisle .
Fleche atau puncak menara berdiri, mencuat ramping dan runcing 55 M di atas atap.
D. Katedral Reims

Arsitektur Gotik terkenal lainnya di Perancis adalah Katedral Reims, sebuah kota sekitar 200 Km di
timur-utara Paris, dibangun antara 1211-1290. Katedral ini sering dipakai untuk penobatan raja-raja
Perancis sehingga tata-ruangnya disesuaikan untuk itu. Nave dan aisle sebelah timur-utara atau bagian
depan dimana terdapat altar, termasuk transepts lebih lebar dibanding dengan yang di barat. Pada bagian
lebih lebar ini, aisle-nya dobel. Dengan demikian, terbentuk bagian lebih luas dari lainnya untuk
digunakan pada upacara pemahkotaan. Pelengkung patah (pointed arches) di atas nave tingginya 42 M
dari lantai. Di sebelah timur utara, terdapat unit, disatukan dengan unit utama oleh sebuah gang, untuk
ruang keuskupan istana.
E. Katedral Chartres

Katedral Chartres (dibangun kembali pada 1194-1260) mempunyai crypt (ruang dibawah tanah
untuk kapel atau kadang-kadang untuk makam) cukup luas, mengingatkan pada konstruksi Romanesque
awal. Denahnya mempunyai nave yang relative pendek, dibatasi oleh transepts, dengan choir. Transepts
berujung pada pintu masuk samping kiri dan kanan, di mana masing-masing mempunyai menara kembar.
Spire atau konstruksi runcing di atas menara dalam hal ini menara sebelah utara-barat yang dibangun
antara 1507-1514, merupakan salah satu terindah di Eropa. Di tengah-bawah dari kedua menara tidak
simetris tersebut terdapat rose window, salah satu ciri khas dari arsitektur Gotik. Jendela dari katedral ini
dihias dengan kaca warna, sangat indah pada pagi dan siang hari karena ada cahaya alami dari luar,
jumlahnya 160 buah. Flying buttress bertingkat tiga satu di bawah lainnya, dua di bawah berbentuk radial,
seperti jari-jari sebuah roda.
Sejarah Gotik menunjukkan betapa sangat ambisius mewujudkan suatu bangunan besar, indah
dan megah tanpa memperhatikan aspek waktu dan biaya. Sejarah Gotik mengungkap antara lain kejayaan,
kekuasaan dan kekayaan penguasa absolute pada waktu itu, bekerja sama dengan gereja. Katedral
Beauvais, menjadi bukti tidak diragukan dari kecenderungan perencanaan pembangunan waktu itu.
Katedral memakai nama kota seperti hampir semua katedral lainnya, yaitu Beauvais, sebuah kota di utara
Paris, sekitar 70 Km. Katedral ini dapat dikatakan tidak mempunyai nave, yang ada hanyalah transepts,
choir dan apse.
Pada apse terdapat ceruk untuk kapel sebanyak tujuh buah, masing-masing berdenah setengah
hexagonal. Pada ruang dalam ciri Gotik terlihat dengan jelas dan khas antara lain pada tiang-tiang
menjulang tinggi, terdiri dari alur-alur, di atas terpencar menjadi kerangka atap dari rib vault, bertemu di
satu titik dengan konstruksi sama di samping kiri-kanan dan depannya.

Arsitektur Gotik Inggris

Sejarah Gotik Inggris, tidak lepas dari perkembangan arsitektur disana pada jaman sebelumnya,
yaitu arsitektur orang-orang normandia. Merupakan jaman peraihan dari arsitektur Romanesk ke
Gotik,.Pengaruh Normandia pada gotik inggris adalah pada konstruksi kayu cukup dominan dipadu
dengan konstruksi batu yang membentuk kolom beralur tegak, menjulang tinggi diatas melebar menjadi
kerangka rib vaults, juga menjadi elemen dekorasi indah mempesona dengan pola interlacenya.

Periode berikutnya disebut “inggris Awal” atau Early English berlangsung antara 1189 hingga
1307, sejalan dengan jaman puncak gotik di perancis bagian utara. Cirri utama jaman ini adalah pada
jendela runcing, sempit meninggi, sering disebut First Pointed .

Setelah itu karena sangat menekankan pada dekorasi maka disebut jaman gotik Decorated (1307-
77). Pada jaman ini, hiasan geometris kombinasi dengan pola lengkung-lengkung (curvilinair) terutama
pada pintu dan jendela disebut tracery, sangat dominan. Bentuk runcing-runcing masih terlihat menonjol
dalam jaman ini sehingga sering disebut Second Pointed.

Berikutnya disebut Third Pointed atau Gotik Perpindicular (1377-1485). Cirinya adalah jendela
lebar dibagi-bagi dengan hiasan berupa garis-garis horizontal berpola tracery atau sering disebut
transomes.

Gotik corak tudor, sebutan untuk masa antara 1495-1558. Gaya jaman ini disebut perpendicular
akhir dimana sudah mulai ada kombinasi dengan bentuk-bentuk dekorasi dan detail-detail konstruksi
renaissance.

Selanjutnya dikenal dengan corak Elizabethan untuk bangunan gotik dibangun antara 1558-1603,
dengan corqak renaissance sangat dominan, kombinasi dengan runcing-runcing dan dekorasi gotik.
F. Katedral Salisbury

Katedral Salisbury (1220-65) cenderung dikategorikan sebagai gotik inggris awal (early English
Periode).ada perbedaan cukup besar antara gotik perancis dengan gotik inggris seperti misalnya Salisbury
ini, denahnya ramping dalam arti perbandingan antara panjang dean lebar cukup besar. Menara utama
atau spire, terletak dipersilangan transepts dengan nave, bentuknya ramping tinggi 123m, beratap kerucut
sangat runcing. Badan spire ramping dihias dengan alur-alur, jendela dan dekorasi corak gotik lainnya.

G. Katedral Cantebury
Katedral Cantebury masuk dalam kategori normandia pertama, dibangun pada 1071-1077,
kemudian diperluas antara 1096-1185 oleh wiliam of sens. Denah memanjang langsing karena
perbandingan lebar dan panjang sangat besar, yaitu lebih dari 1:5. Babtistery berdenah lingkjaran , berada
diluar disebelah utara, namun dihubungkan dengan gang. Katedral ini mempunyai cloister. Chapter house
merupakan bagian khas dari arsitektur gotik inggris, berada disebelah timur cloister, berdenah segiempat
panjang.

Menara sentral (1490-1503) terbesar dan tertinggi berada ditengah, diatas persilangan transept
barat dengan nave dan choir. Terdapat alur-alur pilaster dan dekorasi dan jendela-jendela runcing
meninggi khas gotik. Atapnya berbentuk runcing .

H. Katderal Wells
Katderal Wells dibangun antara 1180-1425. Katedral wells mempunyai trasepst ganda, yang
utama terbesar ditengah melintang dan satunya lagi jauh lebih kecil ditimur dekat dengan altar. Terrdapat
nave choir dan transepts barat yang menjadi cirri arsitektur gotik perancis. Pada puncak menara terdapat
lantern, berjendela disekeliling dindingnya, sehingga dpt memasukan sinar alami dari luar. Cirri gotik
inggris dalam katedral ini yaitu denahnya segiempat panjang ,sisi utara dari cloister menyatu dengan
aisle. Chapter house berada sebelah utara-timur, denahnya segi delapan.

Pada bagian portal utama penuh dengan dekorasi patung,relief dan alur-alur vertical dari pilaster.
Ruang-ruang yang lain tidak berbeda dengan katedral gotik inggris pada umumnya yaitu kolom tidak
menerus, berbentuk alur silindris, setiap satu pasang menumpu pelengkung runcing.

I. Gereja Westminister abbey


Gereja Westminister abbey merupakan salah satu bangunan peninggalan jaman pertengahan
terpenting di inggris. Berdiri pada tahun 960 dan dibanguna kembali antara 1055-1065. Denah cloister
dan chapter house gereja ini, identik dengan katedral Salisbury berbntuk bujur sangkar, berdenah
segidelapan. Chapter house dibangun pada 1250, konstruksinya cukup unik dibanding pada gereja lain.
Bentuk meninggi dihias dan diperkuat dengan flying buttress. Menara tambahan didirkan antara 1736-
1745. Arsitekturnya campuran gotik dan klasik lain.Gereja ini mempunyai kapel cukup banyak yang
berbentuk setengah lingkaran.

Arsitektur Gotik di Belanda dan


sekitarnya.

Arsitektur gotik belanda banyak ditentukan oleh prinsip-prinsip yang diterapkan diwilayah eropa
lainnya. Pengaruh perancis paling besar dalam perkembangan arsitektur gotik belanda.di falnders
arsitektur gotik yang biasanya dalam konstruksi batu, diadaptasikan dengan konstruksi setempat yaitu
bata. Oleh karena itu ,pelengkung, dekorasi dan alur-alurnya tidak sebanyak bangunan gotik pada
umumnya.

Gereja Saint Gudule di Brussels (1220-1475) merupakan contoh paling awal dari gotik belanda,
diturunkan dari perancis bagian utara-timur. Denahnya berbentuk segi delapan, merupakan bangunan
tambahan dibangun pada 1673. Nave merupakan bagian tambahan pada 1425-75, menggunakan kolom
batu silindris.

Arsitektur Gotik di Sentral Eropa

Pada Jaman Gotik Abad 13 – 16 masehi

Sejarah Eropa sentral sangat kompleks, adanya pergantian


bangkit jatuh tahta kerajaan dari berbagai dinasti.

Peta Eropa Sentral Abad 15 masehi

Intrik para bangsawan Negara untuk mengamankan kekuasaan raja dan ambisi sekuler bekerja sama
dengan keuskupan membangun tirani sejarah Eropa sentral menjadi rumit.

Antara abad 12 – 13 masehi

Jerman (Germany) Pusat Imperium Barat

Dibawah Imperior Hohenstauten dari wilayah Italia bagian utara.

Kematian Conrad IV membuat runtuh dinasti Hohenstauten pada tahun (1254 – 1273) dikenal dengan
jaman “peralihan besar” (Great Interregnum).

Pada jaman ini Perkembangan Arsitektur menjadi tergannggu dan tidak berkembang.
Dinasti Hapsburg memegang tampuk kekuasaan tahun (1273), terjadi pengaruh besar dalam Arsitektur
Gotik dari Perancis. Hingga Pemerintahan Maximilian I (1486 – 1519) merupakan akhir jaman
Pertengahan (Middle Ages) memulai jaman baru Jaman Renaissance.

Arsitektur Gotik Jerman tidaklah jauh berbeda dengan Gotik dibagian lain di Eropa, yang dibangun
Pertengahan Abad XIII hingga XV.

Gaya Arsitektur Dipengaruhi Langsung dari Perancis dan tidak secara langsung melibatkan unsur
Romanesque.

Katedral Cologne mulai dibangun tahun (1248)

Rencana awal mendasarkan pada Katedral Paris, Amiens


dan Reims, Perancis.

Katedral Cologne (1248 dan seterusnya, diselesaikan 1824 – 1880) Pandangan Udara dari arah Barat.

Luas Katedral luar biasa, Panjang 143 m, lebar 84 m dan nave-nya yang dibangun (1338), berlebar bersih
12,6 m, tinggi 46 m. nave diapit kembar kiri kanan(utara-selatan)oleh aisle ganda.

Gerbang masuk di utara terdapat menara kembar, menjulang tinggi, yaitu 157 m, masing-masing menara
penuh hiasan indah gaya Gotik-Flamboyant, alur silindris dari pilaster khas Gotik.
Bagian bawah menara berpenampang bujur sangkar, semakin keatas semakin mengecil, dan
penampangnya menjadi segi delapan, dekorasi pada sisinya terdapat jendela meninggi berambang
runcing. Puncak menara berupa atap kerucut bersisi delapan.

Katedral Cologne hanya mempunyai satu transept yang aisle-nya tunggal kiri kanannya, Apse berdenah
setengah lingkaran. Bergaris tengah=lebar nave. Pada keliling luar apse terdapat tujuh buah kapel (denah
setengah lingkaran), diluar apse dan ketujuh kapel terdapat setiap Buttres, setiap ijing dihias dengan
amortizement runcing khas Gotik.
Pada ruang dalam Kolom menerus, terdiri dari kumpulan garis silindris seperti modling vertikal, diatas
mengembang menajdi kerangka Ribbed Vault.

Katedral Cologne (1248 dan seterusnya, diselesaikan 1824 – 1880), denah dan potongan melintang, detail
pandangan dari luar arah utara-timur dari apse (kanan –tengah) denagn nave (kanan-bawah).
Di Wina, Austria antara Abad XII-XIII

Gereja Saint Stephen (1300-1510), Arsitektur bergaya Gotik, terdapat pengaruh aliran Stephansdom.
Antara laintidak adanya clear story dan triforium. Nave dan aisle mengapit kiri kanannya, lebar dan tinggi
sama semua berada di satu atap satu dengan yang lain terpisah.

Transept tidak mempunyai nave berfungsi pintu masuksamping kiri-kanan atau utara-barat.Ujung masing-
masing transept berfungsi sebagai gerbang masuk atau (porche), terdapat menara yang bentuk
konstruksinya berbeda, membuat gereja tidak simetris,

Dikanan atau Selatan, Spire jauh lebih tinggi runcing dengan khas hiasan Gotik, berupa amortizement
pada sudut ujung atas dari buttres.

Gereja Saint Stephen, Wina, Austria (1300 – 1510), denah (bawah) dan potongan melintang pada
transcept (atas).
Dikiri atau Utara, tinggi hanya setengah dari yang kanan atap berbentuk kubah runcing, pelengkung-
pelengkung membentuk jaringan rumit geomtris (traceried) jendela dihias kaca berwarna. Ujung greja
terdapat altar atau apse, tedapat tiga kapel, masing-masing denah dari sgi delapan. Dua kapel kiri-kanan
simetris yang ditengah menjorok keluar.

Gereja Saint Stephen, Wina, Austria (1300 – 1510), dari luar


arah selatan dan detail ornament atap bagian sudut atas didepan
(selatan-barat) bawah.
Gereja S. Elizabeth di Marburg (masuk wilayah jerman bagian timur),

didirikan (1235 – 1283), mempunyai transcept tunggal, berbeda transcept pada gereja gotik umumnya,
tidak berfungsi sebagai pintu masuk samping, ujung transcept dan apse satu dengan yang lain sama
(setengah lingkaran), sisi kiri atau utara dari apse, terdapat denah bujur sangkar disebut saint Elizabeth’s
Shrine, ruang pemujaan untuk S. Elizabeth.

Arsitektur gereja dapat dikategorikan tipe “gereja–hall” (hall-church) yaitu nav, dan aisle mempunyai
ketinggian sama, tidak mempunyai triforium maupun clear storey.

Pintu masuk utama disebelah barat berada di tengah diapit kiri-kanan menara kembar kedua kolomditumpu
dari batu diperkuat buttress, ujun buttres dihias amortizementruncing khas dekorasi Gotik, atap khas Gotik,
kerucut runcing berpenampang segi delapan.
Gereja S. Elizabeth, Marburg (1235 – 1283) denah dan potongan melintang pada nave ke arah timur (kiri
atas-bawah), pandangan nave ke arah timur (kanan-atas) dan pandangan luar, dari arah selatan-timur.

Katedral di Freiburg sebuah kota (masuk wilayah Jerman selatan) dekat perbatasan Perancis dan Swiss.
Dalam arsitektur Gotik dengan pengaruh Romanesque. Transept menara samping-barat dengan spire-nya,
aspek Romanesque dalam gereja mulai dibangun (1200). Pada (1354) mulai dibangun chancel (bagian
gereja dalam terdapat sanctuary, choir, apse) baru dapat diselesaikan pada (1513).

Ambulatory yaitu semacam gang mengelilingichoir, altar dll. Bagian depan tengah gereja, bentuknya
tipical Gotik-Jerman antara lain pelengkung atas (vault).

Transcept gereja mempunyai pintu masuk lateral kiri-


kanan seperti Gereja Gotik umumnya, lebar sama dengan
lebar nave ditambah aisle kiri-kanannya (membentuk
menjorok keluar denah silang salib), menara barat depan
dimana terdapat pintu masuk utama. Berada diatas
porchdenah segi empat bujur sangkar, konstruksi kesatuan
dari pintu masuk, porch dan menara lengkap dengan spire-
nya banyak di arsitektur Gotik Inggris disebut Galilee.
Tinggi menara 117 m, dibangun (1310 – 1350), dikaki
menara sudut porch ada buttres ujung atas terdapat
amortizementruncing, khas Gotik, diatas bagian spire
berpenampang segi delapan, dihias jendela tinggi, ambang
atas runcingdihias pola geometris-interlace.
Tinggi nave sedang tidak mempunyai triforium, nave-arcade, seperti umum arsitektur Gotik deretan
pelengkung berambang atas runcing. Ruang dalam tidak mempunyai dekorasi sebanyak gereja Gotik
umumnya.

Katedral Freiburg, mulai dibangun sebagai gereja Romanesque pada (1200), hingga selesai seperti bentuk
nya sekarang pada (1513), denah kiri vault dari nave(kanan-atas), dan nave dipandang kearah timur
(kanan-bawah).

Arsitektur Gotik di Italia abad ( XII-XVI )


Akhir jaman Pertengahan

Secara Geografis, wilayah Italia merupkan semenanjung. Dikelilingi perairan.

Di utara barat > Laut Adriatik

Di sebelah timur > Laut Terenia (Tyrrhenian)

Di selatan timur > Laut Mediterania

Disebut wilayah lain Italia bagian utara termasuk wilayah Lombarg dan kepulauan Venesia.

Kebudayaan termasuk seni dan arsitektur penduduk wilayah italia bagian tengah, telah lama didominasi
tradisi Romawi.

Dari segi Geologi wilayah Italia mengandung bahan batuan marmer, juga wilayah alluvial daratan lombarg
mempunyai bahan untuk bata dan terra-cota. Kedua bahan tersebut menjadi bahan bangunan utamauntuk
mendidirikan Gereja (ecclectiastical).

Dalam kebudayaan Italia dikenal sebagai tempat awal dari jaman Renaissance dan secara efektif di sana
berkembang seni Gotik.

Venesia berperan penting dalam penaklukan konstantiopel (istambul) pada (1204), mendorong tejadi
migrasi besar para seniman dari wilayah Yunani-Bisantin (Greco-Byzantine) ke italia.
Kebangkitan Venesia ditandai dengan jatuhnya Genoese dari pantai Sardinia (1353) da armada Turki
(1416). Kemenangan Venesia diperingati denagn dibangunnya Istana Goge (Doge’s Palace) sebagai
symbol kejayaan.

Berdirinya katedral Siena, Orvieto, Florence, Milan dan Lucca, bukti kecenderungan kegairahan
kebanggaan kota wilayah yang bersaing.

Perkembangan gaya Gotik Italia Berlangsung sekitar abad XII-XVI bersamaan dengan tradisi romawi.
Jaman tesebut sring disebut jaman pertengahan akhir (Late Mediaeval).

Katedral Milan (kota Italia bagian utara dekat perbatasan Swiss)

Katedral dibangun warga kota berkerja sama denagn gereja, disponsori oleh
Giovani Galeazzo Visconti (pangeran Italia), mulai (1386)
dilanjutkan pada abad XV-XVI dibawah ahli bangunan Italia dan Jerman.

Ujung Transept (sisi selatan dan utara) pada gereja Gotik diguanakan untuk pintu masuk Lateral, namun
gereja ini untuk kapel. Perpotongan antara transept dengan nave dan choir diatas terdapat menara, lazim
biasa menara sentral. Denah menara sentral yang berdiri diatas kolom nave di ujung timur dan kolom
choir, bujur sangkar, pada sudut dihias buttres. Buttres menara sentral dihias denagn amortizement
runcing khas Gotik.
Choir dan transept selesai dibangun pada (1450) nave dan asle dimulai (1425)gereja sagat besar, lebih
besar dari Notre de Paris, dekorasi luar dalam dihias seperti pada umumnya Gotik, denah sederhana.

Bentuk denah segi empat, panjang 148 m, transept lebar 91 m, apse berisi tiga bagian dari segi
delapan, bagian dalam denah tidak berbentuk ceruk, lengkungmelainkan lurus dan tegak lurus.

Lebar nave 16,7 m, tinggi 45 m diapit kiri-kanan aisle ganda, masing-masing berbeda tinggi

Yang dekat nane (aisle dalam) 30 m dan yang dekat dengan dinding (aisle luar) 23 m. kolom berderet kiri-
kanan nave, sangat besar, tinggi 18 m, menumpu sebuah kepala yang sangat besar dan tinggi 6 m dihias
niche dengan patung, diatas kepala penuh dengan hiasan tersebut, menumpu vault. Dibawah choir
terdapat crypt, ruang bawah tanah makam dari S. Charles Borromee.

Diluar gereja dihias dengan marmer putih, jendela traceried, buttres, flying buttres dan pinnacles, masing-
masing dimahlotai sebuah patung,
Pada ketiga dinding apse, terdapat jendela dihias denagn ploa traceried luar biasa besar (20,7 m x 8,5 m),
salah satu yang terindah di Italia. Katedral Milan (1353, abad XV, selesai abad XVI), denah lantai dasar,
denah atap dan potongan melintang x-x, potongan membujur, perspektif ruang dalam dan pandangan dari
utara-barat.