Anda di halaman 1dari 14

LATAR BELAKANG,TERMINOLOGI

DAN FALSAFAH
KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

Marina Sulistyati
LATAR BELAKANG KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

• Komunikasi dan pembangunan merupakan dua hal yang saling


berhubungan. Adapun kedudukan komunikasi dalam konteks
pembangunan adalah: as an integral part of development, and
communication as a set of variables instrumental in bringing about
development (Jayaweera dan Anumagama,1987 dalam Nasution, 1996).
• Dalam arti luas, komunikasi pembangunan meliputi peran dan fungsi
komunikasi (sebagai suatu aktivitas pertukaran pesan secara timbal-balik)
diantara semua pihak yang terlibat dalam usaha pembangunan, terutama
antara masyarakat dengan pemerintah, sejak dari proses perencanaan,
kemudian pelaksanaan, dan penilaian terhadap pembangunan. Dalam arti
sempitnya, komunikasi pembangunan merupakan segala upaya dan cara,
serta teknik penyampaian gagasan, dan keterampilan-keterampilan
pembangunan yang berasal dari pihak yang memprakasai pembangunan
dan ditujukan kepada masyarakat luas.
Kegiatan tersebut bertujuan agar masyarakat yang dituju dapat
memahami, menerima, dan berpartisipasi dalam melaksanakan
gagasan-gagasan yang telah disampaikan. Saat ini pembangunan
yang telah dilakukan pemerintah masih menggunakan sistem top-
down yang berarti arah komunikasinya masih searah berupa
strategi dari atas ke bawah, seperti instruksi atau bottom-up
sesuai kebutuhan masyarakat.

Sistem top-down cenderung memaksakan kehendak pemerintah


kepada masyarakat, karena pemerintah menganggap paling
mengetahui yang diinginkan oleh masyarakat. Dalam praktiknya,
pemerintah belum memberikan kesempatan kepada masyarakat
untuk memutuskan apa yang diinginkan masyarakat dalam upaya
meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
Pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat
masih merupakan wacana pemerintah semata.
LATAR BELAKANG:
Memahami Istilah Komunikasi Pembangunan
• Dimulai dengan istilah ‘Jurnalisme Pembangunan’
yaitu melaksanakan kebijakan pemberitaan yang
mendukung peliputan pembangunan {development
reporting}
• Muncul istilah ‘komunikasi penunjang pembangunan
{development support communication} dari UNDP
• ‘Komunikasi Pertanian’ dari UoP Los Banos, bahkan
‘development advertising’ yang mencakup komunikasi
pembangunan dewasa ini
Inti ketiga istilah itu sama: yaitu pencarian bersama akan isi
dan metode komunikasi yang lebih sesuai dengan keadaan
masy. miskin yang berjuang menuju suatu kehidupan yang
lebih baik (Nasution,1992)
Jurnalisme Pembangunan
• Lahir dari kursus Latihan Penulis Ekonomi se-Asia yang pertama di Manila.
• Fungsi utama dalam mengembangkan sumber-sumber ekonomi dan bukan
sekadar pencatat suatu kejadian ekonomi
• Berita pembangunan berbeda dengan spot news dan action news, juga positive
news seperti humas.

Aggarwala,
JP harus secara kritis mengkaji, mengevaluasi dan memberitakan :
• Relevansi suatu proyek pembangunan dengan kebutuhan nasional dan juga
keb. Lokal sebagai hal yang paling penting
• Perbedaan antara program menurut rencananya dengan yang dilaksanakan
• Perbedaan antara dampaknya terhadap masy seperti yang diklaim pemerintah
dan yang sebenarnya
• Awal 70-an pemerintah Dunia Ketiga merasakan potensi
besar pada JP untuk mempromosikan ideologi dan
kampanye program mereka. Muncul istilah KP, yang
pengertian suatu komitmen untuk meliput secara sistematik
problematika yang dihadapi dalam pembangunan suatu
bangsa. Diperluas dengan cakupan komunikasi secara luas
Komunikasi Penunjang Pembangunan
• Lahir dari birokrasi internasional sistem PBB
• Titik tolak KPP adalah proyek pembangunan khususnya yang didanai UNDP dan
UNICEF

• Awal 70-an pemerintah Dunia Ketiga merasakan


potensi besar pada JP untuk mempromosikan
ideologi dan kampanye program mereka. Muncul
istilah KP, yang pengertian suatu komitmen untuk
meliput secara sistematik problematika yang
dihadapi dalam pembangunan suatu bangsa.
• Diperluas dengan cakupan komunikasi secara luas
Peran Komunikasi dalam Teori
Pembangunan
I. Anggapan komunikasi sebagai suatu pra-sarana
(infra struktur) dalam proses pembangunan dan
memandangnya sebagai suatu prakondisi untuk
pertumbuhan ekonomi
II. Pandangan komunikasi sbg faktor penting dan
integral dalam proses perubahan sosial dan
modernisasi
III. Komunikasi bukanlah faktor penting dalam proses
perubahan sosial tanpa banyak praasumsi
terhadap peranannya dalam proses
pembangunan
Hedebro (dalam Nasution, 2004:102-103) menentukan 12 peran
yang dapat dilakukan komunikasi dalam pembangunan, yakni:
1.Komunikasi dapat menciptakan iklim bagi perubahan dengan
mmasukan nilai-nilai, sikap mental, dan bentuk perilaku yang
menunjang modernisasi.
2.Komunikasi dapat mengajarkan keterampilan-keterampilan baru,
mulai dari baca-tulis ke pertanian, hingga ke keberhasilan
lingkungan, hingga reparasi mobil (Schram,1967).
3.Media massa dapat bertindak sebagai pengganda sumber-sumber
daya pengetahuan.
4.Media massa dapat mengantarkan pengalaman-pengalaman yang
seolah-olah dialami sendiri, sehingga mengurangi biaya psikis dan
ekonomis untuk menciptakan kepribadian yang mobile.
5.Komunikasi dapat meningkatkan aspirasi yang merupakan
perangsang untuk bertindak nyata.
6.Komunikasi dapat membantu masyarakat menemukan norma-
norma baru dan keharmonisan dari masa transisi (Rao,1966).
7. Komunikasi dapat membuat orang lebih condong untuk berpartisipasi
dalam pembuatan keputusan di tengah kehidupan masyarakat.
8. Komunikasi dapat mengubah struktur kekuasaan pada masyarakat
yang bercirikan tradisional, dengan membawa pengetahuan kepada
massa. Mereka yang beroleh informasi akan menjadi orang yang
berarti, dan para pemimpin tradisional akan tertantang oleh
kenyataan bahwa ada orang-orang lain yang juga mempunyai
kelebihan dalam hal memiliki informasi.
9. Komunikasi dapat menciptakan rasa kebangsaan sebagai sesuatu yang
mengatasi kesetiaan-kesetiaan lokal.
10. Komunikasi dapat membantu mayoritas populasi menyadari
pentingnya arti mereka sebagai warga negara, sehingga dapat
membantu meningkatkan aktivitas politik (Rao, 1966)
11. Komunikasi memudahkan perencanaan dan implementasi program-
program pembangunan yang berkaitan dengan kebutuhan penduduk
12. Komunikasi dapat membuat pembangunan ekonomi, sosial, dan
politik menjadi suatu proses yang berlangsung sendiri (self-
perpetuating).
UMUM KHUSUS
Komunikasi Pembangunan adalah:
KOMUNIKASI PEMBANGUNAN
Proses penyampaian materi dalam rangka
meningkatkan sesuatu agar menjadi lebih baik.
Secara khusus Komunikasi Secara luas Pengertian Komunikasi Pembangunan
pembangunan adalah segala adalah sebagai aktivitas pertukaran pesan secara
upaya dan cara, serta teknik timbal balik diantara semua pihak yang terlibat
penyampaian pesan atau gagasan dala usaha pembangunan, terutama masyarakat
dan keterampilan pembangunan dan pemerintah, sejak dari proses perencanaan,
yang berasal dari pihak yang pelaksanaan dan penilaian terhadap
memprakarsai pembangunan pembangunan.
yang ditujukan kepada
masyarakat luas.
1. Pendidikan informal
Pendidikan di luar jalur resmi, ciri-cirinya:
biaya per org/per unit intruks. Rendah
 durasi waktu yg terbatas
 dasar yg jelas pd kebutuhan
 pengakuan thd peserta pertautan utuh dgn kesempatan kerja nyata

2. Community Development
Beri ketramp. kpd warga masya. Utk mampu berorganisasi & mengelola
kegiatan – bertujuan meningkatkan taraf kehudpn.
Keg. Utk meningkatkan penghasil/income generating

3. Penyuluhan Pertanian/pendidikan non formal


Jenis khusus pendidk. pemecah. mslh (Problem solving) yang
berorientasi pd tindkan yg m’ajarkan sesuatu, mendemons. dan
memotivasi, tapi tdk m’lakukan pengat.(regulating) & tdk laksanakan
prog. non edukatif (Claar et.al, 1984).
Usaha pendi. non formal utk mengajar org sadar dan mau melaksanakan
ide-ide baru
bertani/beternak, yg akhirnya meningkt penghsl dan taraf hidupnya.
FALSAFAH & UNSUR KP
KP sbg komunikasi yg m’punya tujuan, yaitu :
1. Memajukan pemb.
2. Meningkatkan masya. dr kemiskinan,
3. Tingkat melek huruf yg rendah, pengangguran &
4. Keadaan sosial yg tdk adil (pemb. sebagi istilah teknis, (Seers, 1969).
Sasaran komunikasi diberitahu ttg sesuatu & diberi motivasi utk menerima dan
me’gunakan inivasi (laksakan pemb. itu sendiri)

KP tersirat nilai (penuh dgn nilai):


Nilai tersirat dalam inovasi/pesan
Inovasi punya nilai yg berorientasi pd sumber (yg sebenarnya) bukan apa yang
seharusnya berlaku
KP bersifat pragmatik
Komunikasi dinilai melalui apa yg telah dihslkannya
Penting komunikasi yg dpt me’beri perhatian, pengertian utk dpt diterapkan.

Unsur-unsur KP
• Inovasi
ide, objek, tindakan yg mempunyai nilai bagi orang
• Komunikasi
Proses penyampaian pesan/inovasi dari sumber ke penerima
• Tindakan atau prestasi
- Pelaksanaan dari inovasi yang disampaikan