Anda di halaman 1dari 16

Praktikum Telekomunikasi Analog

PERCOBAAN IV
MODULATOR - DEMODULATOR AM

4.1.Tujuan
 Mengetahui dan memahami proses modulasi AM
 Mengetahui dan memahami prsoses demodulasi AM
 Mengetahui dan memahami karakteristik sinyal termodulasi AM
 Mengetahui dan memahami karakteristik sinyal demodulasi AM

4.2.Alat dan Bahan


 Modul DC Power Supply 1 buah
 Modul Function Generator 1 buah
 Modul CF Transmitter 20kHz 1 buah
 Modul CF Receiver 20kHz 1 buah
 Osiloskop Dual Trace 1 buah
 Kabel BNC to banana 2 buah
 Jumper secukupnya
 Kabel banana to banana secukupnya
 Penyangga besi 1 buah
 Software matlab

4.3.Teori Dasar
Carilah teori dasar tentang:
a. Spektrum sinyal termodulasi AM
Spektrum Sinyal AM
Pada gambar 1.1 merupakan spektrum frekuensi gelombangtermodulasi AM
yang dihasilkan oleh spektrum analyzer.

Gambar 4.1 Spektrum frekuensi Sinyal Termodulasi

Politeknik Negeri Malang 1


Praktikum Telekomunikasi Analog

Perumusan sinyal AM adalah sebagai berikut :


 Jika sinyal modulasi adalah gelombang sinusoida.
em(t)= Emmaks . sin (Wmt)
 Maka gelombang carrier akan berubah sebanding dengan sinyal pemodulasinya.
ec(t)= (Ecmaks + em(t))sin Wct
 Gelombang termodulasi menjadi.
ec(t)= [ Ecmaks + Em maks sin Wmt] sin Wct

b. Prinsip kerja demodulasi AM


Demodulasi AM merupakan proses pemulihan sinyal pemodulasi dari sinyal
termodulasi. Ada beberapa macam teknik demodulasi yang digunakan dalam AM,
diantaranya adalah dengan menggunakan detector selubung dan detector sinkron.
Detektor selubung merupakan teknik demodulasi paling sederhana, karena hanya terdiri
dari komponen-komponen dasar seperti diode, resistor dan kapasitor.
Secara umum cara kerja detector selubung adalah sebagai berikut :
 Dioda pada rangkaian detector selubung tersebut berfungsi sebagai penyearah.
 Arus yang lewat diode mengakibatkan proses pengisian muatan ke dalam kapasitor,
sehingga V katoda naik. Saat V katoda sama dengan V anoda maka diode akan off.

Sehingga terjadi proses pembuangan muatan dari kapasitor ke resistor, sehingga V katoda
akan turun. Siklus ini berulang terus – menerus. Dan berikut merupakan gambar keluaran
hasil detector selubung. Selain detector selubung dan product detector, dapat juga dilakukan
dengan detector sinkron. Seperti gambar berikut :
Persamaan sinyal :
A = Vc ( 1 + cos ωm t) cos ωc t
B = Vc cos ωc t
C = [ Vc ( 1 + cos ωm t) cos ωc t ] x Vc cos ωc t
D= [Vm . Vc /2 ] cos ωm t
Prinsip daridetektor sinkron adalah menggunakan sinyal carrier yang sama
pada transmitter dan receiver. Pada blok diatas, BPF akan menyaring sinyal masukan
demodulasi, sehingga yang dilewatkan hanya sinyal carrier yaitu :
a. Sensitivitas modulasi

Politeknik Negeri Malang 2


Praktikum Telekomunikasi Analog

Sensitivitas penerima adalah kemampuan penerima untuk menguatkan sinyal-sinyal


lemah, atau tegangan batas minimum pada input penerima untuk menghasilkan sinyal
informasi yang asli. Sensitivitas juga sering didefinisikan sebagai tegangan yang harus
dipenuhi di input penerima untuk memberikan sebuah standard daya keluaran yang diukur
pada bagian output.
b. Selektivitas modulasi
Selektivitas merupakan parameter kemampuan penerima untuk menolak interferensi
antar kanal yang berdekatan, atau kemampuan untuk menolak interferensi dari sinyal yang
memiliki frekuensi yang berdekatan frekuensi sinyal yang diinginkan

4.4.Prosedur Percobaan
4.4.1 Simulasi MATLAB
1. Dengan menggunakan matlab, buatlah program untuk melakukan proses simulasi
modulasi dan demodulasi AM. Tampilkan sinyal carrier, informasi, sinyal
termodulasi, dan sinyal hasil demodulasi!
2. Ubah bentuk, amplitudo dan frekuensi sinyal informasi sesuai dengan Tabel 4.1
3. Amati sinyal hasil termodulasinya. Bagaimana bentuk sinyalnya? Apa efek
perubahan bentuk, amplitudo dan frekuensi sinyal informasi?
4. Amati sinyal demodulasinya. Bandingkan dengan sinyal informasi awal!

4.4.2 Praktik
1. Siapkan alat dan bahan
2. Letakkan modul power supply, generator fungsi, CF transmitter 20kHz, serta CF
receiver 20kHz secara berurutan pada penyangga besi
3. Beri catu daya masing-masing modul sebesar ±15 V dan sambungkan groundnya!
(jangan nyalakan modul power supply sebelum rangkaian dicek oleh dosen)
4. Ubah switch pada modul CF transmitter ke posisi AM
5. Sambungkan output function generator ke input CF transmitter
6. Atur sinyal keluaran function generator sinusoida dengan amplitudo 2Vpp dan
frekuensi 1 kHz!
7. Atur sinyal carrier menjadi sinyal sinusoida
8. Letakkan channel 1 osiloskop di input CF transmitter
9. Letakkan channel 2 osiloskop di jalur output AM

Politeknik Negeri Malang 3


Praktikum Telekomunikasi Analog

10. Amati sinyal yang dihasilkan


11. Hubungkan output CF transmitter ke input CF receiver
12. Ubah posisi channel 2 osiloskop ke output CF receiver sebelum bandpass filter
13. Amati sinyal yang dihasilkan
14. Ubah posisi channel 2 osiloskop ke output CF receiver setelah bandpass filter
15. Amati sinyal yang dihasilkan
16. Ubah bentuk sinyal carrier menjadi sinyal kotak
17. Ulangi langkah 8-15
18. Ubah nilai frekuensi dan amplitudo sinyal keluaran function sesuai dengan Tabel 4.2.
Ulangi langkah 7-17!

Politeknik Negeri Malang 4


Praktikum Telekomunikasi Analog

4.5.Hasil Percobaan
Tabel 4.1 Gambar Sinyal Carrier, Informasi, Termodulasi, dan Demodulasi AM
Hasil Simulasi
No Keterangan Gambar Sinyal
Sinyal Carrier Sinusoida Sinyal Carrier Kotak
1 Sinyal carrier
𝑉𝑐 = 4 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑐 = 20𝑘𝐻𝑧
2 Sinyal informasi
𝑉𝑚 = 2 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑚 = 1 𝑘𝐻𝑧
Sinyal sinus hasil
demodulasi
𝑉𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 2 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 1,001𝑘𝐻𝑧
Sinyal kotak hasil
demodulasi
𝑉𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 3,998 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 0.999 𝑘𝐻𝑧
3 Sinyal informasi
𝑉𝑚 = 4 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑚 = 1.5 𝑘𝐻𝑧
Sinyal sinus hasil
demodulasi
𝑉𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 3,999 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 1,516 𝑘𝐻𝑧
Sinyal kotak hasil
demodulasi
𝑉𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 7,998 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 1,497 𝑘𝐻𝑧
4 Sinyal informasi
𝑉𝑚 = 6 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑚 = 2 𝑘𝐻𝑧

Politeknik Negeri Malang 5


Praktikum Telekomunikasi Analog

Sinyal sinus hasil


demodulasi
𝑉𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 6 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 1,976 𝑘𝐻𝑧
Sinyal kotak hasil
demodulasi
𝑉𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 11,996 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 2 𝑘𝐻𝑧

Politeknik Negeri Malang 6


Praktikum Telekomunikasi Analog

Tabel 4.2 Gambar Sinyal Carrier, Informasi, Termodulasi, dan Demodulasi AM


Hasil Praktik

No Keterangan Gambar Sinyal


Sinyal Carrier Sinusoida Sinyal Carrier Kotak
1 Sinyal carrier
𝑉𝑐 = 3,92 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑐 = 16 𝑘𝐻𝑧
2 Sinyal informasi
𝑉𝑚 = 2 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑚 = 1 𝑘𝐻𝑧
Sinyal sinus hasil
demodulasi
𝑉𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 1,14 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 1𝑘𝐻𝑧
Sinyal kotak hasil
demodulasi
𝑉𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 1,972 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 0.978 𝑘𝐻𝑧
3 Sinyal informasi
𝑉𝑚 = 4 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑚 = 1.5 𝑘𝐻𝑧
Sinyal sinus hasil
demodulasi
𝑉𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 2,56 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 1,497 𝑘𝐻𝑧
Sinyal kotak hasil
demodulasi
𝑉𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 3,44 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 1,509 𝑘𝐻𝑧
4 Sinyal informasi
𝑉𝑚 = 6 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑚 = 2 𝑘𝐻𝑧

Politeknik Negeri Malang 7


Praktikum Telekomunikasi Analog

Sinyal sinus hasil


demodulasi
𝑉𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 3,35 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 2,043 𝑘𝐻𝑧
Sinyal kotak hasil
demodulasi
𝑉𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 4,24 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 2 𝑘𝐻𝑧

Politeknik Negeri Malang 8


Praktikum Telekomunikasi Analog

4.6. Analisis Hasil Praktikum


4.6.1. Script Matlab
A. Script Matlab Untuk Sinyal Sinus
clc;
clear all;

Ac=2; %carrier amplitude (volt) Vp


fc=20000; %carrier frequency (Hz)
Am=1; %message signal amplitude (Volt) VP
fm=1000; %message signal frequency (Hz)
Fs=1000*fc; %sampling rate/frequency, the higher the better (Hz)

t=[0:1/Fs:0.003]; %defining the time range & disseminating it into samples (s)
wc= cos(2*pi*fc*t); %defining carrier cos signal (Volt)
ct=Ac*wc; %defining the carrier signal wave (volt)
wm=cos(2*pi*fm*t); %defining message cos signal (volt)
mt=Am*wm; % defining the message signal (volt)
% x= ammod (mt,fc,Fs);
x=(Ac+mt).*wc; %Amplitude Modulated wave, according to the standard definition
u = x.*ct; %Defining of demodulation (volt)
[b,a] = butter(5,fc*2/Fs);
v = filtfilt(b,a,u);

%menampilkan
figure (1) % memposisikan gambar 1
subplot (2,2,2) %menentukan posisi gambar 1 / figure 1 (jumlah gambar/kolom/urutan)
plot (t,mt), grid on; % menggambarkan sumbu y(mt) terhadap sumbu x(t)
% grid on untuk menampilkan garis putus putus
title('signal informasi'); % menampilkan judul
xlabel ('waktu (s)'); % memberi keterangan pada sumbu x / horizontal
ylabel ('Amplitudo (volt)'); % memberi keterangan pada sumbu y / vertikal

%menampilkan hasil signal carrier

Politeknik Negeri Malang 9


Praktikum Telekomunikasi Analog

subplot (2,2,1) %menentukan posisi gambar 2 di figure 1(jumlah gambar/kolom/urutan)


plot (t,ct), grid on; % menggambarkan sumbu y(ct) terhadap sumbu x(t)
% grid on untuk menampilkan garis putus putus
title (' signal carrier'); % menampilkan judul
xlabel ('waktu (s)'); % memberi keterangan pada sumbu x / horizontal
ylabel ('Amplitudo (volt)'); % memberi keterangan pada sumbu y vertikal
axis([0 0.001 -3 3])
%menampilkan hasil dmodulasi AM
subplot (2,2,4) % menentukan posisi gambar 3 di figure 1(jumlah gambar/kolom/urutan)
plot (t,v), grid on; % menggambarkan sumbu y(u) terhadap sumbu x(t)
% grid on untuk menampilkan garis putus putus
title (' hasil demodulasi AM'); % menampilkan judul
xlabel ('waktu (s)'); % memberi keterangan pada sumbu x / horizontal
ylabel ('Amplitudo (volt)'); % memberi keterangan pada sumbu y / vertikal
% axis([0 0.001 -2 0])

%menampilkan hasil modulasi AM


subplot (2,2,3) % menentukan posisi gambar 4 di figure 1(jumlah gambar/kolom/urutan)
plot (t,x), grid on; % menggambarkan sumbu y(AM) terhadap sumbu x(t)
% grid on untuk menampilkan garis putus putus
title ('hasil modulasi AM'); % menampilkan judul
xlabel ('waktu (s)'); % memberi keterangan pada sumbu x / horizontal
ylabel ('Amplitudo (volt)'); % memberi keterangan pada sumbu y / vertical

B. Script Matlab Untuk Sinyal Kotak


clc;
clear all;

Ac=2; %carrier amplitude (volt) Vp


fc=20000; %carrier frequency (Hz)
Am=1; %message signal amplitude (Volt) VP
fm=1000; %message signal frequency (Hz)
Fs=1000*fc; %sampling rate/frequency, the higher the better (Hz)

Politeknik Negeri Malang 10


Praktikum Telekomunikasi Analog

t=[0:1/Fs:0.003]; %defining the time range & disseminating it into samples (s)
wc= square(2*pi*fc*t); %defining carrier cos signal (Volt)
ct=Ac*wc; %defining the carrier signal wave (volt)
wm= cos(2*pi*fm*t); %defining message cos signal (volt)
mt=Am*wm; % defining the message signal (volt)
% x= ammod (mt,fc,Fs);
x=(Ac+mt).*wc; %Amplitude Modulated wave, according to the standard definition
u = x.*ct; %Defining of demodulation (volt)
[b,a] = butter(5,fc*2/Fs);
v = filtfilt(b,a,u);

%menampilkan
figure (1) % memposisikan gambar 1
subplot (2,2,2) %menentukan posisi gambar 1 / figure 1 (jumlah gambar/kolom/urutan)
plot (t,mt), grid on; % menggambarkan sumbu y(mt) terhadap sumbu x(t)
% grid on untuk menampilkan garis putus putus
title('signal informasi'); % menampilkan judul
xlabel ('waktu (s)'); % memberi keterangan pada sumbu x / horizontal
ylabel ('Amplitudo (volt)'); % memberi keterangan pada sumbu y / vertikal

%menampilkan hasil signal carrier


subplot (2,2,1) %menentukan posisi gambar 2 di figure 1(jumlah gambar/kolom/urutan)
plot (t,ct), grid on; % menggambarkan sumbu y(ct) terhadap sumbu x(t)
% grid on untuk menampilkan garis putus putus
title (' signal carrier'); % menampilkan judul
xlabel ('waktu (s)'); % memberi keterangan pada sumbu x / horizontal
ylabel ('Amplitudo (volt)'); % memberi keterangan pada sumbu y vertikal
axis([0 0.001 -3 3])
%menampilkan hasil dmodulasi AM
subplot (2,2,4) % menentukan posisi gambar 3 di figure 1(jumlah gambar/kolom/urutan)
plot (t,v), grid on; % menggambarkan sumbu y(u) terhadap sumbu x(t)
% grid on untuk menampilkan garis putus putus

Politeknik Negeri Malang 11


Praktikum Telekomunikasi Analog

title (' hasil demodulasi AM'); % menampilkan judul


xlabel ('waktu (s)'); % memberi keterangan pada sumbu x / horizontal
ylabel ('Amplitudo (volt)'); % memberi keterangan pada sumbu y / vertikal
% axis([0 0.001 -2 0])

%menampilkan hasil modulasi AM


subplot (2,2,3) % menentukan posisi gambar 4 di figure 1(jumlah gambar/kolom/urutan)
plot (t,x), grid on; % menggambarkan sumbu y(AM) terhadap sumbu x(t)
% grid on untuk menampilkan garis putus putus
title ('hasil modulasi AM'); % menampilkan judul
xlabel ('waktu (s)'); % memberi keterangan pada sumbu x / horizontal
ylabel ('Amplitudo (volt)'); % memberi keterangan pada sumbu y / vertikal

4.6.2. Fungsi Masing-masing Komponen Block Modul

Gambar 4.1
1. Power Supply = Digunakan untuk memberikan catu daya
2. button amplitude yang digunakan untuk mengatur amplitude sinyal.
3. button frekuensi yang digunakan untuk mengatur kelipatan/ skala frekuensi
yang digunakan pada gelombang.

Politeknik Negeri Malang 12


Praktikum Telekomunikasi Analog

4. button frekuensi yang digunakan untuk mengatur nilai frekuensi pada


glombang.
5. Bandpass Filter 300-34000Hz = digunakan untuk melewatkan isyarat dalam
suatu pita frekuensi 300-34000Hz dan untuk menahan isyarat diluar jalur pita
frekuensi 300-34000Hz.
6. Mixer = digunakan untuk mencampurkan/memadukan sinyal analaog maupun
sinyal digital.
7. Jalur output Modulasi Fc & DSB-SC = digunakan sebgai transmisi di mana
frekuensi yang dihasilkan oleh modulasi amplitudo yang simetris berada di
bawah frekuensi pembawa dan tingkat pembawa berkurang ke tingkat praktis
terendah.
8. Jalur output Modulasi SSB = merupakan jenis komunikasi yang memakai
frekuensi HF(3 – 30 Mhz) menggunakan pemodulasi AM dengan salah satu sisi
band, baik itu sisi band atas USB (sper side band) atau sisi band bawah LSB
(low side band).
9. Amplifire = digunakan sebagai penguat sinyal sinus maupun kotak
10. Gelombang carrier kotak / Sinus = untuk menampilkan sinyal carrier sinus
maupun kotak.
11. Option = kiri untuk AM dan kanan untuk DSB.
12. Filter = menyaring hasil sinyal termodulaasi AM antara frekuensi 20,3-23,4Khz
13. Mixer CF-Receiver = mencampurkan sinyal termodulasi AM dengan frekuensi
carrier 16 Khz
14. Filter = menyaring sinyal hasil mixer antara frekuensi 300-3400 Hz

Politeknik Negeri Malang 13


Praktikum Telekomunikasi Analog

4.6.3. Spektrum Frekuensi Sinyal Termodulasi AM


A. Hasil Spektrum Simulasi

No Keterangan Spektrum Hasil Gel. Sinus/ Gel. Kotak


1 𝑉𝑚. 𝑉𝑐
𝑉𝑝𝑝 =
2
2.4
= =4
2
𝑓𝑚 = 1 𝐾ℎ𝑧

2 𝑉𝑚. 𝑉𝑐
𝑉𝑝𝑝 =
2
4.4
= =8
2
𝑓𝑚 = 1,5 𝐾ℎ𝑧

3 𝑉𝑚. 𝑉𝑐
𝑉𝑝𝑝 =
2
6.4
= = 12
2
𝑓𝑚 = 2 𝐾ℎ𝑧

Politeknik Negeri Malang 14


Praktikum Telekomunikasi Analog

B. Hasil Spektrum Praktek

No Keterangan Spektrum Hasil Gel. Sinus Spektrum Hasil Gel. Kotak


1 𝑉𝑚. 𝑉𝑐
𝑉𝑝𝑝 =
2
𝑓𝑚 = 1 𝐾ℎ𝑧
Gel. Sinus
2.3,6
𝑉𝑝𝑝 = = 3,6
2
Gel. Kotak
2.3,92
𝑉𝑝𝑝 = = 3,92
2

2 𝑉𝑚. 𝑉𝑐
𝑉𝑝𝑝 =
2
𝑓𝑚 = 1,5 𝐾ℎ𝑧
Gel. Sinus
4,3,6
𝑉𝑝𝑝 = = 7,2
2
Gel. Kotak
4.3,92
𝑉𝑝𝑝 = = 7,84
2

3 𝑉𝑚. 𝑉𝑐
𝑉𝑝𝑝 =
2
𝑓𝑚 = 2 𝐾ℎ𝑧
Gel. Sinus
6.3,6
𝑉𝑝𝑝 = = 10,8
2
Gel. Kotak
6.3,92
𝑉𝑝𝑝 = = 11,76
2

4.6.4. Karakteristik Sinyal Hasil Demodulasi AM


Karakteristik Modulasi Demodulasi AM berdasarkan teori, simulasi & praktek.Pada
Simulasi dan praktek, frekuensi demodulasi = frekuensi informasi. Jika ada perbedaan

Politeknik Negeri Malang 15


Praktikum Telekomunikasi Analog

sedikit nilai itu diakibatkan oleh pengaruh komponen yang ada dalam modul. Tegangan
yang dihasilkan dari praktek, nilai tegangan menurun karena adanya noise dan rugi-rugi
tegangan. Sehingga fdemod = fm dan pada praktikum Vdemod lebih kecil dari Vm, sehingga
Vdemod ≤ Vm.
Pengaruh bentuk sinyal carrier hanya berpengaruh pada sinyal termodulasi, karena
sinyal carrier berubah sesuai dengan amplitude informasi, sehingga sinyal termodulasi
mengikuti bentuk sinyal carrier.

4.7.Kesimpulan
Bahwa frekuensi demodulasi = frekuensi informasi dan jika pada praktek berbeda karena
dipengaruhi oleh komponen modul tersebut. Selain itu, Vdemod ≤ Vm, karena dipengaruhi oleh
noise dan rugi-rugi tegangan dan beban pada alat ukur. Bentuk sinyal carrier tidak berpengaruh
pada bentuk sinyal demodulasi, karena bentuk sinyal carrier berubah sesuai dengan amplitude
informasi, sehingga bentuk sinyal termodulasi mengikuti bentuk dari sinyal carrier.

Politeknik Negeri Malang 16

Anda mungkin juga menyukai