Anda di halaman 1dari 3

AKTA PERJANJIAN KREDIT SINDIKASI

Nomor
Pada hari ini, Selasa tanggal 1 Desember 2015 dibuat oleh para pihak:
1. Nama : Viki Partiasa
Pekerjaan : Direktur PT. BINGBANG
Alamat : Di jalan Susilo Raya No. 10
Kewarganegaraan : Indonesia
No. KTP : 123.456.789.11
Yang selanjutnya disebut sebagai Debitur.

Melakukan perjanjian kredit sindikasi dengan para kreditur, sebagai berikut:


1. Nama : Reh Muliya
Pekerjaan : Drektur Bank Central Asia
Alamat : Di jalan Tawakal 5 N0. 21
Kewarganegaraan : Indonesia
No. KTP : 6969.412.765.22
Menurut keterangannya bertindak sebagai Direktur Utama Bank Central Asia dalam hal ini
bertindak mewakili direksi untuk dan atas nama Bank Central Asia.

2. Nama : Vincent Hutapea


Pekerjaan : Direktur PT. Bank Negara Indonesia
Alamat : Di Jalan Abc No. 45
Kewarganegaraan : Indonesia
No. KTP : 456.731.876.00
Menurut keterangannya bertindak sebagai Direktur Utama PT. Bank Negara Indonesia
dalam hal ini bertindak mewakili direksi untuk dan atas nama PT. Bank Negara Indonesia.

Masing-masing secara sendiri-sendiri disebut sebagai “kreditur” dan bersama-sama disebut sebagai
“kreditur sindikasi’.

PASAL 1
DEFINISI
1. Perjanjian kredit sindikasi adalah perjanjian pinjaman yang diberikan oleh beberapa kreditur
kepada debitur yang biasanya berbentuk badan hukum untuk membiayai satu atau
beberapa proyek milik debitur.
2. Proyek adalah suatu proyek milik debitur yang dibiayai dengan kredit sindikasi.
3. Arranger adalah Bank yang mengatur segala hal yang terkait dengan kredit dari proses
pengajuan kredit sampai dengan persetujuan kredit.
4. Lead Manager adalah Bank yang ditugaskan menangani semua masalah pemberian kredit.
5. Security agent adalah salah satu kreditur yang tugasnya mengatur pembagian jaminan
sesuai dengan pinjaman yang diberikan masing masing kreditur.
6. Drawdown adalah pinjaman yang diambil oleh debitur dengan persyaratan yang diberikan
oleh kreditur.

PASAL 2
PROYEK/OBJEK
1. Proyek atau objek yang dibiayai dengan kredit sindikasi adalah proyek pembangunan rumah
susun, dengan dana pembangunan yang diperlukan sebesar Rp 100.000.000.000,00 (seratus
miliyar rupiah).
2. Tujuan dari proyek tersebut ialah menyediakan tempat tinggal bagi konsumen dalam bentuk
rumah susun yang nyaman dan aman.

PASAL 3
PARA PIHAK
1. Bank Central Asia, yang berkedudukan di Jalan Sudirman Kav. 5, Jakarta Selatan, sebagai
Bank utama dari calon penerima kredit atau debitur berfungsi sebagai Arranger yang
bertugas untuk memimpin dan mengatur jalannya proses kredit sindikasi.
2. PT. Bank Negara Indonesia, yang berkedudukan di Jalan Asia Afrika No. 01, Jakarta Selatan,
sebagai Lead Manager yang bertugas mengatur pemberian kredit dari kreditur kepada
debitur.

PASAL 4
FASILITAS KREDIT
1. Besarnya kredit yang diajukan debitur sebesar Rp 100.000.000.000,00 (seratus miliyar
rupiah).
2. Jangka waktu kredit yang diberikan adalah selama 5 tahun.

PASAL 5
KETENTUAN DAN PERSYARATAN
1. Dalam dua bulan sekali diadakan inspeksi dari Bank terhadap modal yang dimiliki oleh
perusahaan.
2. Perusahaan memiliki track record dalam menjalankan perusahaan dengan baik.

PASAL 6
PENCAIRAN DANA
Tahap I : Drawdown sebesar 50% dari pinjaman bila debitur telah menyelesaikan pembangunan
rumah susun minimal 5 lantai.
Tahap II : Drawdown sebesar 50% dari pinjaman bila debitur telah menyelesaikan pembangunan
rumah susun minimal 8 lantai.
7
PASAL 7
BIAYA LAIN
1. Debitur mengeluarkan biaya untuk dialokasikan oleh para kreditur sebanyak 1% dari hutang
pokok.
2. Debitur mengeluarkan biaya untuk membayar notaris yang sesuai dengan yang ditunjuk oleh
kreditur.

PASAL 8
JAMINAN
Debitur memberikan jaminan kepada kreditur sebagai berikut :
1. Sebidang tanah seluas 3 ha yang menjadi proyek pembangunan rumah susun yang terletak
di Jalan Tebet Raya No. 13-16, Jakarta Selatan dengan APHT yang dilakukan dihadapan Yudi
Maulana, S.H., M.H. Notaris di Jakarta dengan sertipikat hak tanggungan Nomor 123-31/BPN
sebagai objek jaminan pertama.
2. Sebidang tanah seluas 50 ha perkebunan kelapa sawit yang berada di Sumatera dengan
APHT yang dilakukan dihadapan Abdul Aziz, S.H. Notaris di Aceh dengan sertipikat hak
tanggungan Nomor 111-69/BPN sebagai jaminan kedua.
PASAL 9
WANPRESTASI
1. Pihak kedua dapat dikatakan wanprestasi, apabila :
a. Tidak membayar angsuran kredit pada pihak pertama sesuai dengan perjanjian.
b. Lewat dari jangka waktu yang telah ditentukan dalam perjanjian ini untuk melakukan
penyetoran angsuran kredit kepada pihak pertama.
c. Mengalihkan hak dari objek yang menjadi jaminan kepada pihak lain tanpa persetujuan
dari pihak pertama.
2. Pihak pertama dapat dikatakan wanprestasi, apabila :
a.

Anda mungkin juga menyukai