Anda di halaman 1dari 47

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sehat merupakan hak setiap individu. Hal ini sesuai dengan UU kesehatan no 30
Tahun 2009 yang menyatakan bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu
unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia
sebagaimana yang dimaksud dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Sementara
definisi sehat itu sendiri menurut WHO yaitu suatu keadaan yang sempurna baik fisik,
mental maupun sosial yang tidak hanya bebas dari penyakit dan kecacatan.
Kesehatan merupakan hal yang sangat penting agar manusia dapat bertahan hidup
dan beraktivitas. Pentingnya kesehatan ini mendorong pemerintah untuk mendirikan layanan
kesehatan agar masyarakat dapat mengagkses kebutuhan kesehatan. Layanan kesehatan salah
satu jenis layanan publik merupakan ujung tombak dalam pembangunan kesehatan
masyarakat. Salah satu layanan kesehatan yang didirikan oleh pemerintah adalah Puskesmas.
Puskesmas merupakan Unti Pelaksanan Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota
yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya.
Puskesmas merupakan pelayanan kesehatan dengan wilayah kerja tingkat kecamatan. Untuk
menjangkau wilayah kerjanya Puskesmas diperkuat dengan Puskesmas Pembantu,
Puskesmas Keliling dan untuk daerah yang jauh dari sarana pelayanan rujukan, Puskesmas
dilengkapi dengan fasilitas rawat inap. Puskesmas bertanggungjawab menyelenggarakan
upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat yang ditinjau dari Sistem
Kesehatan Nasional merupakan pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Dalam pelaksanaannya masih banyak terjadi masalah-masalah yang dapat
menghambat Puskemas berfungsi secara maksimal. Masalah-masalah tersebut dapat
mempengaruhi pemanfaatan Puskesmas yang pada ujungnya berpengaruh pada status
kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. Untuk mencapai suatu penyelesaian masalah,
maka diperlukan serangkaian kegiatan yang sistematis, terstruktur, dan berkesinambungan
yang disebut dengan siklus pemecahan masalah. Siklus pemecahan masalah ini sangatlah
diperlukan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Memberikan gambaran kesehatan yang menyeluruh di wilayah kerja Poskesdes Babadan
dalam rangka evaluasi dan pemantauan pencapaian pelaksanaan program – program
Poskesdes.
2. Tujuan Khusus
a. Menyediakan data dan informasi umum Poskesdes Babadan yang berkaitan dengan
pelaksanaan program kesehatan yang dijalankan sesuai peran dan fungsi Poskesdes.
b. Menyediakan data dan informasi pencapaian pembangunan kesehatan di Wilayah
Kerja Poskesdes Babadan dalam rangka mencapai Visi dan Misi Poskesdes Babadan,
meliputi indikator– indikator di bidang derajat kesehatan, perilaku masyarakat,
kesehatan lingkungan dan sumber daya kesehatan.
2

c. Menyediakan data dan informasi untuk penyusunan Profil Kesehatan Kabupaten


Tulungagu
3

BAB II
GAMBARAN UMUM DAN KHUSUS

A. Gambaran Umum
1. Data Geografis
Desa Babadan merupakan salah satu seda yang ada di Kecamatan Karangrejo yang
termasuk wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung yang
berada di daerah rendah dan sebagian besar terdiri dari pemukiman umum dan sawah.
Secara keseluruhan luas wilayah desa babadan adalah 333,365Ha/m2. Wilayah desa
Babadan terdiri dari 4(empat) dusun yaitu dusun Setonobendo, dusun Pereng,dusun
Persilan,dusun Babadan Utara, 22 (dua puluh dua) Rukun Tetangga (RT) dan 8 (delapan)
Rukun Warga (RW). Jarak desa Babadan dari Puskesmas Karangrejo yaitu ± 18 Km
dengan waktu tempuh ± 30 menit.

Gambar 2.1 Peta Wilayah Desa Babadan

Sedangkan batas–batas wilayah kerja UPTD Puskesmas Perawatan


Karangrejo:adalah :
1. Sebelah utara wilayah Sukowidodo
2. Sebelah timur wilayah Sukowiyono
3. Sebelah selatan wilayah Bungur
4. Sebelah barat wilayah Kedoyo
Luas wilayah kerja dengan luas wilayah 333,365 Ha/m2, yang merupakan daerah
dataran rendah dan dataran tinggi terdiri dari 4 dusun yaitu:
1.Dusun Setonobendo
2.Dusun Pereng
3.Ddusun Persilan
4.Dusun Babadan Utara
4

2. Data Demografi
Jumlah Penduduk : 3.134 Jiwa
Jumlah KK : 1.060 KK
Jumlah Rumah : 976 Rumah
Jumlah Desa : 1 Buah
Jumlah Dusun : 4 Buah
Jumlah RW : 8 Buah
Jumlah RT : 22 Buah
Luas Wilayah : 333,365 Ha/m2
3. PEMANFAATAN TANAH
Perumahan : - %
Sawah : 3,25 %
Tegalan : 3,57 %
Lain-lain : %
4. DATA SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA
a. Klasifikasi Desa
Desa Swadaya : 1 Desa
Desa Swakarya : -
Desa Swasembada : -
b. Mata Pencaharian
Petani : 102 orang
Buruh : 487 orang
Pengrajin : 20 orang
Pedagang : 230 orang
PNS : 47 orang
ABRI : 4 orang
c. Sarana Ibadah
Masjid : 5 Buah
Langgar : 9 Buah
Gereja : - Buah
d. Agama
Islam : 100 %
Kristen : -
Katholik : -
Hindu : -
Budha : -
e. Sarana Pendidikan
TK : 1 Sekolah
SD / MI : 3/- Sekolah
SLTP / MTS : -/- Sekolah
SLTA / MAN : -/- Sekolah
f. Pendidikan
5

Jumlah Murid
TK : 51 Anak
SD / MI : 176 Anak
SLTP / MTS : - Anak
SLTA / MAN : - Anak
AK / PT : - Anak
g. Pendidikan Penduduk Tidak Sekolah
Tamat SD : 892 Anak
SD Tidak Tamat : 154 Anak
Tamat SLTP : 843 Anak
Tamat SLTA : 1023 Anak
Tamat AK / PT : 222 Anak
Wilayah Poskesdes Babadan mempunyai jumlah dusun, jumlah RT, jumlah RW,
jumlah KK, jumlah rumah, jumlah penduduk perdesa sebagai berikut :
Tabel 2.1 Jumlah Penduduk Di wilayah Kerja UPTD Puskesmas Karangrejo
Jml Penddk
No Desa Dsn RT RW KK Rmh Jml
L P
1. Babadan 4 22 8 1060 976 1.566 1.568 3.134
JUMLAH 4 22 8 1060 976 1.566 1.568 3.134

Dari jumlah penduduk tersebut Pemerintah juga memberikan jaminan kesehatan


(Jamkesmas) bagi penduduk miskin sebanyak 1.516 peserta.

B. Gambaran Khusus
Poskesdes Babadan merupakan Poskesdes Rawat Jalan seperti yang tertuang dalam
lampiran 1 Salinan Peraturan Bupati Tulungagung Nomor 20 Tahun 2009, Tentang Susunan
Organisasi dan Tata Kerja Pusat Kesehatan Masyarakat Kabupaten Tulungagung, tertanggal
29 April 2009.
Sifat bisnis adalah sosio ekonomi atau non profit oriented (tanpa mengutamakan
pencarian keuntungan) dan mengutamakan efektivitas dan efisiensi serta kualitas pelayanan
umum kepada seluruh lapisan masyarakat dan sekaligus sebagai pusat pelayanan kesehatan
perorangan di wilayah Desa Babadan.
Poskesdes Babadan memberikan pelayanan kesehatan meliputi upaya kesehatan
masyarakat dan upaya kesehatan perorangan. Adapun yang menjadi tanggung jawab
Poskesdes Babadan adalah :
1. Upaya Kesehatan Masyarakat Essensial
a. Upaya Promosi Kesehatan termasuk UKS
b. Upaya Kesehatan Lingkungan
c. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana
d. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
e. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
6

2. Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan


a. Upaya Keperawatan Kesehatan Masyarakat
b. Upaya Kesehatan Jiwa
c. UpayaKesehatan Gigi Masyarakat
d. Upaya Kesehatan Lansia
e. Upaya Kesehatan Kerja
f. Bina Kesehatan Tradisional
3. Upaya Kesehatan perorangan (UKP)
Upaya pengobatan sebagai bagian dari upaya kesehatan wajib dibagi lebih lanjut
berdasarkan klasifikasi dan jenis layanan.Upaya pengobatan berdasarkan klasifikasi,
terdiri dari:
a. Pelayanan rawat jalan;
Upaya pengobatan berdasarkan jenis layanan, terdiri dari:
a. Pelayanan medik
1) Pelayanan Pengobatan Umum
2) Pelayanan KIA
3) Pelayanan KB
b. Pelayanan penunjang non medik;
1) Pelayanan Pendaftaran
2) Pelayanan Gizi
3) Pelayanan Obat

1. Visi Dan Misi Poskesdes


a. Pernyataan Visi
“Terwujudnya P0skesdes Babadan Menjadi Pilihan Masyarakat Dalam
Memberi Pelayanan Kesehatan”
Adapun pengertian visi tersebut adalah Poskesdes Babadan berkeinginan bisa
menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas. Yaitu pelayanan
kesehatan dasar yang prima, dilaksanakan oleh tenaga yang berkompeten, sesuai
standart dan bisa memenuhi kebutuhan serta harapan dari masyarakat. Dan selanjutnya
bisa menjadi salah satu Poskesdes pilihan masyarakat dalam mencari pelayanan
kesehatan yang berkualitas. Pencapaian Visi akan berhasil apabila seluruh staf,
pimpinan serta seluruh lapisan masyarakat memahami dan senantiasa bertekad untuk
mewujudkannya.

Adapaun pernyataan masyarakat sehat secara mandiri ditandai dengan :


1) Peran serta masyarakat yang aktif dalam mewujudkan kemandirian hidup sehat
2) Perilaku masyarakat yang proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan
dan mencegah terjadinya penyakit
7

3) Pelayanan Kesehatan yang berkualitas berhasil dan berdayaguna tersebar merata di


Kabupaten Tulungagung
4) Meningkatnya Derajat Kesehatan Masyarakat

b. Pernyataan Misi
Untuk mewujudkan visi tersebut telah ditetapkan misi secara jelas sebagai suatu
pernyataan untuk menetapkan arah kebijakan dan strategi yang ingin dicapai, sebagai
berikut:
1) Meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan
2) Memberdayakan masyarakat dan lingkungan di wilayah Poskesdes Babadan
3) Mewujudkan derajat kesehatan yang optimal
4) Mendorong kemandirian masyarakat untuk berperilaku hidup sehat.
Dalam mewujudkan misi tersebut maka perlu menyelenggarakan pelayanan
kesehatan dasar secara komprehensif, berkesinambungan, terjangkau dan berkualitas.
dengan meningkatkan akses dan mutu pelayanan, pemerataan pelayanan kesehatan
dasar, peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan, penjaminan mutu
pelayanan, keamanan dan kenyamanan. Memberdayakan masyarakat dan lingkungan
di wilayah Poskesdes dengan melakukan kerjasama lintas sektor dalam menjaga
kebersihan dan kesehatan lingkungan untuk mencegah munculnya penyakit yang
disebabkan karena lingkungan.
Dalam mewujudkan derajat kesehatan yang optimal dengan melakukan promosi
kesehatan berupa kegiatan promotif preventif kuratif dan rehabilitatif secara terus
menerus dengan biaya yang relatif murah, dilaksanakan oleh tenaga yang berkompeten
dan sesuai prosedur yang berlaku sehingga dapat meningkatkan sumberdaya
masyarakat dan mendorong kemandirian masyarakat dalam berperilaku hidup bersih
dan sehat.

C. Data Dasar Puskesmas


1. SARANA PELAYANAN
a. Milik Pemerintah
Puskesmas : - Institusi
Pustu : - Institusi
Polindes/Ponkesdes : 1 Institusi
Posyandu : 4 Institusi
Lansia : 1 Institusi
b. Milik Swasta
Dokter praktek : - Orang
Dokter Gigi : - Orang
Bidan praktek : 1 Orang
Perawat praktek : 1 Orang
Pondok praktek swasta / RB: - Buah
8

c. Sarana Alat Transportasi


Mobil Pusling : - Buah
Ambulan : - Buah
Kendaraan Roda 2 : 1 Buah

2. TENAGA
a. Menurut Tugas Pokok
Dokter Umum : - Orang
Dokter Gigi : - Orang
Bidan Induk : - Orang
Bidan Desa : 1 Orang
Perawat Induk : - Orang
Perawat Desa : 1 Orang
Perawat gigi : - Orang
SKM : - Orang
Apoteker : - Orang
Asisten Apoteker : - Orang
Petugas Gizi : - Orang
Petugas Sanitasi : - Orang
Petugas Laborat : - Orang
Koordinator Imunisasi : - Orang
Petugas RR : - Orang
TU : - Orang
Administrasi : - Orang
Sopir : - Orang
Kebersihan : - Orang
b. Menurut Jenis Pendidikan
Fak. Kedokteran : - Orang
Fak. Kedokteran Gigi : - Orang
S1 Keperawatan : - Orang
S1 Teknik Lingkungan : - Orang
Akper : 1 Orang
D IV Kebidanan : - Orang
Akbid : 1 Orang
Akper Gigi : - Orang
SMF : - Orang
SMAK : - Orang
SLTA Non Kesh./SD : -/- Orang
Fak. Kesh. Masy. : - Orang
AKSI : - Orang
c. Menurut Golongan
9

Golongan I : - Orang
Golongan II : - Orang
Golongan III : 1 Orang
Golongan IV : - Orang
Tenaga Honorer : - Orang
Dokter PTT : - Orang
Bidan/Perawat PTT : - Orang
Perawat PTT : 1 Orang
Jumlah : - Orang
d. Tenaga Peran Serta Masyarakat
Jogo Waluyo : 2 Orang
Kader Posyandu : 20 Orang
Kader Kesling : - Orang
Kader TOGA : - Orang
Pos Oralit : - Orang
Bidan Praktek Swasta : 1 Orang
Batra Patah Tulang : - Orang
Batra Tabib : - Orang
Batra Sinshei : - Orang
Batra Jamu Gendong : 1 Orang
Batra Pijat Urat : 6 Orang
Batra Akupuntur : - Orang
Batra Refleksi : - Orang
Batra Khitan : - Orang
Batra dg. Pendekatan Agama : - Orang
Batra Paranormal : - Orang
Batra Tenaga Dalam : - Orang
Batra Kebatinan : - Orang
Batra Tukang Gigi : - Orang
Batra Jiggong : - Orang
Batra Pijat Tuna Netra : - Orang
Dukun Bayi : 1 Orang
Guru UKS : 3 Orang
Lain-lain : - Orang
10

3. KEADAAN VITAL STATISTIK


Tabel 2.2 Angka Kelahiran Dan Kematian
Kem
Jml Ke-an
Kelahiran Kematian atian Bulin
Desa Jml Bali Balita Lahir
No bufas
Penddk ta mati
Cbr J Cbr Jm Cbr MMR
Jml 1-4 Jml
0/00 ml 0/00 l 0/00 0/00
1. Babadan 3134 37 0,04 1 0.001 166 - - 1 - 37
JUMLAH 3134 37 0,04 1 0,001 166 - - 1 - 37

1. Angka kelahiran kasar (CBR = Crude Birth Rate)


Adalah jumlah kelahiran per 1000 penduduk.
CBR wilayah Poskesdes Babadan = 0,04 Promil
2. Angka kematian kasar (CDR = Crude Die Rate)
Adalah jumlah kematian per 1000 penduduk
CDR wilayah Poskesdes Babadan = 0,001 Promil
3. Angka kematian balita (CMR = Child Mortalitiy Rate)
Adalah kematian balita (1-5 tahun) per 1000 anak balita
CMR menggambarkan faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan
anak balita seperti gizi, sanitasi, penyakit menular dan kecelakaan.
Indikator ini menggambarkan tingkat kesejahteraan social dan tingkat kemiskinan
penduduk.
Di wilayah Poskesdes Babadan CMR 2017 = 0,00 Promil.
4. Angka kematian ibu bersalin (MMR = Martenal Mortality Rate)
Adalah jumlah kematian ibu bersalin per 1000 persalinan.
MMR menggambarkan status gizi, kesehatan ibu, kondisi lingkungan dan tingkat
pelayanan kesehatan terutama untuk ibu hamil, ibu melahirkan, dan masyarakat nifas.
MMR wilayah Poskesdes Babadan 2017 = 1,18

4. URUTAN 10 PENYAKIT TERBANYAK DI POSKESDES


1. ISPA : 159 ( 18,49%)
2. Penyakit Muskoloskeletal dan jar.ikat : 119 ( 13,83 %)
3. Penyakit esophagus lambung dan doedonum : 83 ( 9,65 %)
4. Hypertensi : 59 ( 6,86 %)
5. Infeksi Saluran pernapasan lain : 75 (8,72 %)
6. Kehamilan,persalinan dan nifas : 12 (25,5 %)
7. Skizofrenia, gangguan skizotipal dan waham : 11( 4,86 %)
8. Influensa virus tidak diidentifikasi : 61 ( 7,09 %)
9. Diare : 33 ( 3,83 %)
10. Gangguan perkembangan dan erupsi gigi : 40 ( 4,65 %)
11

5. ANALISA TERHADAP SARANA


Ratio Puskesmas dan Pustu terhadap penduduk : 1 : 9177
Ratio Puskesmas dan Pustu terhadap desa : 1 : 2,66
Ratio Puskesmas terhadap Pustu : 1: 2
Ratio Posyandu terhadap desa : 1 : 4,2
Ratio Posyandu terhadap penduduk : 1 : 834

6. ANALISA TERHADAP TENAGA


Jumlah tenaga di Puskesmas Karangrejo : - Orang
Jumlah tenaga Pustu Bungur : - Orang
Jumlah tenaga Pustu Gedangan : - Orang
Jumlah tenaga Pustu Jeli : - Orang
Jumlah tenaga di Polindes : 2 Orang
Ratio tenaga terhadap Puskesmas dan Pustu : 8:1
Ratio Dokter terhadap Puskesmas dan Pustu : 3:1
Ratio Bidan terhadap Puskesmas dan Pustu : 1:1
Ratio Perawat terhadap Puskesmas dan Pustu : 2:1
Ratio tenaga Puskesmas terhadap penduduk : 1 : 765
Ratio Dokter terhadap penduduk : 1 : 27531
Ratio Bidan Puskesmas terhadap penduduk : 1 : 6883
Ratio ratio Perawat terhadap penduduk : 1 : 2753
Ratio Bidan dan Bidan desa terhadap penduduk : 1 : 2503
Ratio tenaga Imunisasi terhadap penduduk : 1 : 2294
(Jurim, Bidan, Perawat)
Ratio PKL terhadap penduduk : 1 : 27531
Ratio Kader Posyandu aktif terhadap desa : 1 : 20,61
Ratio Kader Posyandu aktif terhadap pos : 1 : 4,72
12

BAB III
STRUKTUR ORGANISASI POSKESDES

Dalam organisasi desa siaga dibentuk ponkesdes.Ponkesdes merupakan suatu tempat didesa
/kelurahan yang digunakan sebagai pusat kegiatan UKBM (Usaha Kesehatan Bersumber
Masyarakat)yang dikelola dari ,oleh dan untuk masyarakat dengan dibina /pendampingan oleh
tenaga kesehatan .Struktur organisasi Ponkesdes Babadan adalah sebagai berikut:

STRUKTUR ORGANISASI PONKESDES DESA BABADAN

Penanggung jawab
(Kepala Desa Babadan)

SUYITNO

Penasehat Ketua Penasehat

(Bidan Desa ) SRI ISTATIK (Perawat Desa)


(Bagas 1)
YUSRI ASTUTIK DESY AYU S

Sekretaris Bendahara
RATNA SUNARYO
PITALOKA

Pokja GSI Pokja KLB PokjaKESLING


Pokja PHBS Pokja PSN Pokja GIZI
SITI DEWI SULIS
SUDARTI KUSRINI USWATUN
MASPIAH

 Pendataan  Donor Darah  Pemeriksaan  Penemuan  Pengawasan  Pemetaan


1.
Pengkajian  Tabulin Jentik Kasus Sanitasi Dasar  Kadarzi
PHBS  Angka Persalinan  Pengisian  Dana Sosial  Pengawasan
 Sosialisasi  Pemetaan Bumil Kartu Jentik Kesehatan Pemukinan
Penyuluhan  Dasolin  Koordinasi (DOSKA)  Pengawasan
 Kunjungan  Pondok Sayang Ibu 3M  Penyuluhan Kualitas Air dan
Rumah  Kemitraan Dukun  Tindakan (P3K Lingkungan
Bidan
1. Papan nama Rujukan)
 KP – KIA  PPGD
 Warga Siaga  PMTCT
 Suami Siaga
13

Papan nama menunjukkan nama,lokasi dan wilayah kerja Ponkesdes .

B. Tugas Pokok Dan Fungsi


a.Tugas Pokok Dan Fungsi Bidan
1. Melaksanakan program kesehatan ibu dan anak (Neonatal)serta keluarga berencana
sesuai dengan kompetensi
2. Melaksanakan program kesehatan gizi masyarakat dengan sasaran ibu hamil ibu nifas
dan neonatus terutama usia pra sekolah kebawah.
3. Melaksanakan promosi kesehatan yang terkait dengan program kesehatan (yaitu proses
pemberian obat atau tindakan menggunakan peralatan dan logistik dasar yang dilakukan
oleh tenaga kesehatan berdasarkan temuan yang diperoleh selama anamnesa dan
pemeriksaan sesuai kompetensi dan standartyang berlaku) untuk ibu (wanita pada masa
pra nikah termasuk remaja putri ,calonpengantin,pra hamil,kehamilan,persalinan,nifas
dan masa antara/periodeinterval)dan bayi baru lahir,bayi,anak balita,anak pra sekolah.
4. Melaksanakan upaya kesehatan pengembangan sesuai dengan tugas yang diberikan oleh
Kepala Puskesmas
5. Melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan perawat ponkesdes,lintas sektor,lintas
program,organisasi profesi dalam mencapai visi misi dan tujuan ponkesdes.
6. Pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat
(UKBM)melakukan kemitraan dengan organisasi kemasyarakatan ,lembaga sosial
masyarakat (LSM),dukun,Tokoh masyarakat (TOMA) dan tokoh keluarga (TOGA).
7. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Puskesmas.

b.Tugas Dan Fungsi Perawat


1. Melaksanakan program kesehatan lingkungan
2. Melaksanakan program kesehatan gizi masyarakat (pada sasaran bayi post neonatal
sampai dengan APRAS)
3. Melaksanakan program pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
4. Melaksanakan promosi kesehatan yang terkait dengan kesehatan lingkungan
,pencegahan dan pemberantasan penyait menular
5. Melaksanakan pengobatan sederhana atas perintah dokter puskesmas secara tertulis
utamanya MTBS sesuai kompetensi dan standart yang berlaku sesuai masyarakat diluar
kewenangan bidan.
6. Melaksanakan upaya kesehatan pengembangan sesuai tugas yang diberikan Kepala
Puskesmas .
7. Melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan bidan ponkesdes ,lintas sektor,lintas
program,dalam upaya Visi,Misi dan Tujuan Ponkesdes.
8. Pembinaan dan pengembangan UKBM
14

9. Melakukan kemitraan dengan organisasi kemasyarakatan ,LSM,dukun,TOGA-


KESGA,TOMA.
10. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Puskesmas.

C. HAK DAN KEWAJIABAN BAGI BIDAN DAN PERAWAT


a.Kewajiban Bidan Dan Perawat Di Ponkesdes
1. Setia dan taat kepada pancasila,UUD 1945,Negara dan Pemerintahan
2. Menyimpan rahasia negara dan jabatan
3. Mentaati dan melaksanakan peraturan perundang-undangan yang berlaku diindonesia
4. Melaksanakan program dan tupoksi bidan/perawat sesuai kewenangannya dan standart
profesi.
5. Memenuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku dalam menyelenggarakan pelayanan
kesehatan diponkesdes.
6. Menghormati hak pasien
7. Melakukan rujukan kasus yang tidak dapat ditangani tepat waktu
8. Menyimpan rahasia kedokteran sesuai dengan peraturan perundang-undangan
9. Memberikan informasi tentang masalah kesehatan pasien / klien dan pelayanan yang
dibutuhkan
10. Meminta persetujuan tindakan keperawatan dan kebidanan yang akan dilakukan
(Inform Concent)
11. Melakukan pencatatan asuhan kebidanan dan keperawatan secara sistematis
12. Melakukan pelaporan penyelenggaraan praktik kebidanan dan keperawatan
diponkesdes
13. Memiliki dan meningkatkan pengetahuan secara kompetensi untuk tindakan yang
dilakukannya dan sesuai batas kewenangan.
14. Mematuhi dan melaksanakan protap yang berlaku diwilayahnya
15. Bertanggung jawab atas pelayanan yang diberikan

b.Hak Bidan Dan Perawat Di Ponkesdes


1. Mendapat perlindungan hukum selama melaksanakan tugas sesuai dengan kewajiban
kompetensinya sesuai standart
2. Memperoleh informasi yang lengkap dan jujur dari klien dan/atau keluarganya
3. Melaksanakan tugas sesuai kompetensi
4. Mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan serta kompetensinya melalui
pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan bidangnya.
15

5. Mendapatkan imbalan jasa profesi sesuai dengan kemampuan anggaran pendapatan


dan belanja (pemerintah pusat/provinsi/dan kabupaten kota).
6. Memperoleh jaminan perlindungan terhadap resiko kerja yang berkaitan dengan
tugasnya
7. Mendapatkan cuti sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku
8. Bidan dan Perawat dalam melaksanakan tugas dan fungsinya memberikan pelayanan
dan pengobatan sederhana sesuai kewenangan dan kompetensinya
diponkesdes,mendapat bimbingan dan perlindungan kepala puskesmas,sama seperti
bidan dan perawat yang ada di dipuskesmas induk dan puskesmas pembantu yang
melayani pengobatan sederhana sesuai kewenangan dan kompetensinya.
16

BAB IV
PELAKSANAAN PROGRAM

A. Anggaran Puskesmas
Sumber dana Puskesmas Karangrejo Terdiri dari :
Tabel 4.1 Sumber Dana Puskesmas Karangrejo
No. Sumber Penerimaan Penyerapan %
1. BOK Rp. 297.115.000 Rp. 273.672.500 92.11
2. Kapitasi Rp. 1.385.658.655 Rp. 1.385.658.655 100
3. Non Kapitasi Rp. 248.850.500 Rp. 248.870.500 100
4. Maskin/Jamkesda Rp. 50.011.600 Rp. 50.011.600 100

1. Bantuan operasional Kesehatan (BOK)


1. Manajemen
a. Honorarium Panitia Pelaksana kegiatan Rp 5,715,000
b. Konsultasi / Menghadiri Undangan Rp 2,160,000
c. Pengiriman Laporan Rp 720,000
d. ATK Rp 4,669,300
e. Fotocopy Pengawasan pengendalian Penilaian (P3) Rp 30,000
f. Mak-min Pengawasan pengendalian Penilaian (P3) Rp 1,950,000
g. Fotocopy Penggerakan Pelaksanaan (P2) melalui
Rp 150,000
Lokmin
h. Mak-min Penggerakan Pelaksanaan (P2) melalui
Rp 8,437,500
Lokmin
i. Foto Copy Blanko IKM Rp 90,000
j. Penjilidan IKM Rp 15,000
k. Pengumpulan Data IKM Rp 240,000
l. Pengolahan Data IKM Rp 180,000
Jumlah Rp 24,356,800

4. Kefarmasian
Pengambilan Obat di DinKes Rp 480,000
Jumlah Rp 480,000

5. Perawatan Kesehatan Masyarakat

a. Petugas Pemantauan Bufas Resiko Tinggi (Perkesmas) Rp 200,000


17

b. Petugas Pemantauan Kesehatan Neonatal dan


Rp 120,000
Neonatus Resiko Tinggi (Perkesmas)
c. Petugas PE /KLB Bencana dan Penyakit Menular
Rp 400,000
(Perkesmas)
d. Petugas Pemantauan Minum Obat TB (Perkesmas) Rp 160,000
e. Petugas Kunjungan Rumah Pra Lansia dan Lansia
Rp 800,000
Resti (Perkesmas)
f. Kunjungan Rumah / Intervensi Ibu Hamil KEK
Rp 80,000
(Perkesmas)
g. Petugas Pemantauan Bumil Resti (Perkesmas) Rp 400,000
Jumlah Rp 2,160,000
6. Kesehatan Ibu dan Anak
a. Petugas Pemantauan Bumil Resti Rp 2,750,000
b. Petugas Pertemuan kelas Bumil Rp 2,080,000
c. Petugas Kunjungan Rumah pada TM- III Menjelang
Rp 1,625,000
Persalinan
d. Petugas Pemantauan Bufas Resiko Tinggi Rp 2,275,000
e. Petugas Pemantauan Kesehatan Neonatal dan
Rp 2,275,000
Neonatus Resiko Tinggi
f. Petugas Kunjungan Bayi Resti + DO Rp 2,275,000
g. Petugas Pemantauan Kesehatan Anak Balita + Apras
Rp 16,375,000
(Tumbang)
h. Petugas Kunjungan Rumah Abal dan Apras Resti Rp 2,275,000
i. Petugas Pemantauan Tumbang Abal dan Apras Rp 1,350,000
j. Foto Copy Format MTBM Rp 369,000
k. Foto Copy Instrumen Stimulasi Rp 79,200
l. Foto copy materi Bimbingan Tehnis APN Rp 80,000
m. Snack Bimbingan Tehnis APN Rp 1,537,500
n. Foto copy materi Pertemuan Pendampingan P4K Rp 780,000
o. Peserta Pertemuan Pendampingan P4K Rp 8,125,000
p. Snack Pertemuan Pendampingan P4K Rp 4,875,000
q. Foto Copy Materi Pertemuan kelas Bumil Rp 260,000
r. Snack 'Pertemuan kelas Bumil Rp 9,750,000
Jumlah Rp 59,135,700

7. Lanjut Usia
a. Petugas Pendataan Pra Lansia dan Lansia Rp 520,000
18

b. Petugas Kunjungan Rumah Pra Lansia dan Lansia


Rp 15,600,000
Resti
Jumlah Rp 16,120,000

8. Pencegahan Penyakit Menular (P2M)


a. Foto copy blanko Survey pengetahuan komprehensif
Rp 740,000
HIV/AIDS pada usia 15-24 tahun
b. Foto Copy Materi Penyuluhan HIV/AIDS pada
Rp 56,000
masyarakat
c. Peserta Penyuluhan HIV/AIDS pada masyarakat Rp 2,080,000
d. Makmin Sosialisasi HIV/AIDS pada Masyarakat Rp 2,100,000
e. Petugas PE /KLB Bencana dan Penyakit Menular Rp 6,435,000
f. Petugas Kunjungan Kasus Diare Rp 6,850,000
g. Petugas Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) Rp 3,380,000
h. Petugas Pemberantasan Larva (Larvasidasi) Rp 3,380,000
i. Petugas Pemantauan Jentik Berkala Rp 3,380,000
j. Petugas Pemantauan Minum Obat TB Rp 1,690,000
k. Petugas Kunjungan Kasus TB Baru Rp 1,040,000
l. Petugas Promosi Aku Bangga Aku Tahu (ABAT) Rp 640,000
m. Petugas Survey Pengetahuan Komprehensif
Rp 640,000
HIV/AIDS pada usia 15-24 tahun
n. Petugas Kunjungan Rumah Sweeping Vit. A / Obat
Rp 650,000
Cacing
Jumlah Rp 33,061,000

9. Usaha kesehatan Sekolah (UKS)


a. Foto Copy Kwesioner Kespro Rp 1,260,000
b. Foto Copy Blanko Skrening Rp 400,000
c. Foto Copy Materi Pembinaan Kader Tiwisada Rp 234,000
d. - Snack Pembinaan Kader Tiwisada Rp 2,012,500
e. Peserta Pembinaan Kader Tiwisada Rp 6,240,000
f. Petugas Penjaringan peserta didik (kelas1,7,10) Rp 13,160,000
Jumlah Rp 23,306,500

10. Kesehatan Lingkungan (KesLing)


a. Petugas Pengambilan Sampel Air Bateriologis Rp 920,000
b. Petugas Pengiriman Sampel Air Bateriologis ke Rp 1,380,000
19

Labkes
c. Biaya Laboratorium Rp 1,150,000
d. Fasilitator Verifikasi ODF Rp 40,000
e. Fasilitator Verifikasi ODF Rp 25,000
f. Papan Deklarasi ODF (Open Defecation Free) Rp 200,000
g. Snack Sosialisasi / Pembinaan HIPPAM Rp 212,500
h. Peserta Sosialisasi / Pembinaan HIPPAM Rp 600,000
i. Materi Pertemuan fasilitator Puskesmas (Perencanaan
Rp 50,000
Kegiatan STBM)
j. Peserta Pertemuan fasilitator Puskesmas (Perencanaan
Rp 960,000
Kegiatan STBM)
k. Snack Pertemuan fasilitator Puskesmas (Perencanaan
Rp 312,500
Kegiatan STBM)
l. Spanduk Deklarasi ODF (Open Defecation Free) Rp 300,000
m. Snack Deklarasi ODF Rp 625,000
n. Petugas Pemicuan Di Komunitas Rp 360,000
o. Petugas Pemicuan Di Sekolah Rp 160,000
p. Snack Pemicuan Di Komunitas Rp 1,312,500
q. Materi Pemicuan Di Komunitas Rp 63,000
r. Materi Pemicuan Di Sekolah Rp 84,000
s. Snack Pemicuan Di Sekolah Rp 1,750,000
t. Monev Pasca Pemicuan Rp 195,000
u. Petugas Pemeriksaan dan Pengawasan TTU Rp 1,040,000
v. Petugas Pemeriksaan Pengawasan TPM Rp 520,000
w. Petugas Inspeksi Sarana Air Minum / Bersih Rp 1,040,000
x. Petugas Pengawasan Rumah PLP Rp 520,000
y. Petugas Kunjungan Rumah Klinik Sanitasi Rp 7,840,000
Jumlah Rp 21,659,500

11. Usaha perbaikan Gizi


a. PMT Ibu Hamil KEK Rp 6,736,000
b. PMT Pemulihan Anak Balita Rp 5,880,000
c. Petugas Penyuluhan ASI Eksklusif di Posyandu Rp 520,000
d. Foto Copy Materi Penyuluhan ASI Eksklusif di
Rp 312,000
Posyandu
e. Snack Penyuluhan ASI Eksklusif di Posyandu Rp 6,500,000
f. Foto Copy Blangko Survey Kadarzi Rp 39,000
20

g. Foto Copy Rekap Survey Kadarzi Rp 10,400


h. Foto Copy Blangko Survey Monitoring Garam Rp 13,000
i. Foto Copy Rekap Survey Monitoring Garam Rp 10,400
j. Petugas Kunjungan Rumah Sweping Vit.A Rp 650,000
k. Petugas Survey Kadarzi Rp 1,250,000
l. Petugas Kunjungan Rumah / Pendampingan
Rp 280,000
Gikur/Gibur
m. Kunjungan Rumah / intervensi Balita Gizi Kurang Rp 1,365,000
n. Petugas Survey Monitoring Garam Rp 1,040,000
o. Kunjungan Rumah / Intervensi Ibu Hamil KEK Rp 845,000
Jumlah Rp 25,450,800

12. Promosi Kesehatan Dan UKBM


a. Petugas Bimtek UKS / Dokter Kecil Rp 1,560,000
b. Snack Pembinaan kader posyandu Balita Rp 687,500
c. Peserta Pembinaan kader posyandu Balita Rp 2,000,000
d. Peserta Pembinaan kader Desa Siaga Aktif Rp 1,040,000
e. Makmin Pembinaan kader Desa Siaga Aktif Rp 1,350,000
f. Makmin Musyawarah Masyarakat Desa Rp 12,187,500
g. Peserta MMD Rp 8,125,000
h. Foto Copy Pembinaan UKS / Dokter Kecil Rp 624,000
i. Foto Copy Blangko Survey PHBS Rumah Tangga Rp 580,000
j. Foto Copy Blangko Rekap Survey PHBS Rumah
Rp 21,400
Tangga
k. Foto Copy Blangko Survey Pendataan PHBS di
Rp 46,400
Institusi
l. Petugas Survey PHBS Rumah Tangga (Kader) Rp 975,000
m. Petugas Pengiriman laporan Desa Siaga Rp 5,200,000
n. Petugas Pembinaan UKBM Oleh Petugas Puskesmas Rp 520,000
o. Petugas Survey PHBS Rumah Tangga Rp 975,000
p. Petugas Pendataan PHBS di Institusi Rp 520,000
q. Petugas MMD Rp 2,080,000
r. Petugas Monev UKBM Rp 2,600,000
s. Petugas Advokasi Kepada Kades untuk Penggunaan
Rp 240,000
Dana Desa
t. Petugas Pelaksanaan Kampanye Hidup Sehat Rp 1,880,000
Jumlah Rp 43,211,800
21

13. Kesehatan Jiwa


a. Foto Copy Materi Sosialisasi dan Penyuluhan KIE
Keswa dan Napza pada Masyarakat dan Pemangku
Kepentingan tentang antara lain : Gangguan Depresi
Rp 65,000
dan Cemas, gangguan psikotik, Penyalah gunaan
Napza ( Alkohol dan Zat Psikoaktif lainnya),
Pencegahan Pemasungan, Pencegahan Bunuh Diri
b. Peserta Sosialisasi dan Penyuluhan KIE Keswa dan
Napza pada Masyarakat dan Pemangku Kepentingan
tentang antara lain : Gangguan Depresi dan Cemas,
Rp 2,600,000
gangguan psikotik, Penyalah gunaan Napza ( Alkohol
dan Zat Psikoaktif lainnya), Pencegahan Pemasungan,
Pencegahan Bunuh Diri
c. Makmin Sosialisasi dan Penyuluhan KIE Keswa dan
Rp 2,625,000
Napza pada Masyarakat
d. Petugas Pendampingan Penderita Gangguan Jiwa dan
Rp 3,380,000
Napza
e. Petugas Deteksi Dini Masalah Keswa dan Napza Rp 1,690,000
Jumlah Rp 10,360,000
14. Keluarga Berencana
a. Petugas Kunjungan Rumah PUS Tidak ber-KB atau
Rp 2,050,000
DO
b. Spanduk Digital Printing (Vinyl) Sosialisasi
Rp 180,000
Penggunaan Kontrasepsi
c. Foto Copy Materi Sosialisasi Penggunaan Kontrasepsi Rp 78,000
d. Peserta Sosialisasi Penggunaan Kontrasepsi Rp 2,600,000
e. Makmin Sosialisasi Penggunaan Kontrasepsi Rp 2,625,000
Jumlah Rp 7,533,000

15. Usaha kesehatan Kerja (UKK)


a. Petugas Kunjungan kesehatan kerja di tempat / lokasi
Rp 240,000
usaha
b. Foto copy Penyuluhan kesehatan kerja pada para
Rp 62,400
pelaku kerja formal / informal
c. Peserta Penyuluhan Kesehatan Kerja pada para pelaku
Rp 2,080,000
kerja formal / informal
22

d. Makmin Penyuluhan Kesehatan Kerja pada para


Rp 1,950,000
pelaku kerja formal / informal
Jumlah Rp 4,332,400

16. Imunisasi
a. Banner publikasi PIN Polio Rp 2,940,000
b. Makmin Pertemuan Advokasi, Sosialisasi dan
Rp 1,687,500
Koordinasi Lintas Program
c. Makmin Pertemuan Advokasi, Sosialisasi dan
Rp 1,125,000
Koordinasi Pelaksana Imunisasi
d. Foto Copy Pertemuan Advokasi, Sosialisasi dan
Rp 50,000
Koordinasi Pelaksana Imunisasi
e. Peserta Pertemuan Advokasi, Sosialisasi dan
Rp 1,000,000
Koordinasi Pelaksana Imunisasi
f. Foto Copy Pertemuan Advokasi, Sosialisasi dan
Rp 80,000
Koordinasi Lintas Program
g. Peserta Pertemuan Advokasi, Sosialisasi dan
Rp 1,600,000
Koordinasi PIN Lintas Program
h. Petugas Pengambilan vaksin BIAS Rp 120,000
i. Pengambilan Vaksin ke DinKes Rp 720,000
j. Petugas Penyediaan Data Dasar PIN Polio Rp 325,000
k. Petugas Pelaksana PIN Rp 3,750,000
l. Petugas Sweeping Imunisasi Rp 325,000
m. Pengambilan Vaksin ke Puskesmas Rp 5,200,000
n. Petugas Sweeping Imunisasi Rp 325,000
o. Petugas Penyediaan Data Dasar PIN Polio Rp 325,000
p. Petugas Pengambilan Vaksin ke Puskesmas Rp 600,000
q. Petugas Pelaksana PIN Rp 1,250,000
r. Petugas Sweeping Pasca PIN Rp 325,000
Jumlah Rp 21,747,500

17. Kesehatan Gigi dan Mulut


a. Petugas Pemeriksaan kesehatan gilut pada kelas
Rp 3,120,000
selektif ( kelas 3 - 5 )
b. Petugas Pemantauan Tumbang dan Apras Rp 1,080,000
Jumlah Rp 4,200,000
23

2. Jaminan Kesehatan Nasional


1. Kapitasi
Tahun 2016 kegiatan dari dana JKN Kapitasi dialokasikan dana sebesar Rp1.385.658.655.
Realisasi pelaksanaan dana oleh puskesmas Karangrejo digunakan untuk pembelanjaan
yang terdiri dari :

a. Belanja pegawai
Yaitu belanja honor PNS terdiri dari
1) Honor panitia pelaksanaan kegiatan sebesar Rp 14,130,000.
2) Honor pejabat / tim pengadaan/pemeriksaan barang dan jasa sebesar Rp 1,800,000.
b. Belanja barang dan jasa
1) Belanja Bahan Pakai Habis
Untuk belanjabahan pakai habis terdiri dari belanja lalat tulis kantor sebesar
Rp.22.229.700. Belanja Perangko, Materai dan Benda Pos Lainya Rp 9.75.000
Belanja Peralatan Kebersihan dan Bahan Pembersih Rp 7.956.400. Belanja
Pengisian Tabung Gas Oksigen 5.765.000. Belanja perlengkapan komputer jan
jaringan Rp. 380.000.
2) Belanja Bahan/Material
Terdiri dari Belanja Bahan Obat Obatan sebesarRp 102.406.023 Belanja Bahan
Laboratorium sebesar Rp 16.692,000, Belanja Alat Kesehatan Rp 52.612.849.
3) Belanja Jasa Kantor
Terdiri dari Belanja Telepon Rp. 6.529.099. Belanja Listrik Rp.10.648.029, Belanja
Kawat Faksimile/internet Rp. 14.774.760. Belanja paket PengirimanRp. 70.000
Belanja Jasa Perawatan Pasien Rp. 669.655.800 .Belanja Jasa Kerja Rp. 18.234.500
4) Perawatan Kendaraan Bermotor
Belanja BBM/Gas/Pelumas Rp.11.678.000
5) Belanja Cetak dan Pengandaan
Terdiri dari Belanja Cetak Rp. 41.705.500 dan Belanja Pengandaan Rp. 2.350.000

6) Belanja pakaian Kerja


Belanja sepatu Lapangan Rp. 189.000
7) Belanja Perjalanan Dinas
Belanja perjalanan Dinas luar daerah Rp . 2.950.000
8) BelanjaKursusPelatihanSosialisasidanBimbinganTeknis
Belanja Kursus Singkat/ Pelatihan/ Bimbingan Teknis/ Workshop.Rp. 18.400.000
9) Belanja Pemeliharaan
Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor Rp.2.600.000 dan
Belanja Pemeliharaan Alat Kesehatan Rp. 1.800.000
24

10) Belanja Barang Inventaris


Belanja Barang Inventaris Rp. 30.480.000

c. Belanja Modal
1) Belanja Pengadaan Alat Rumah Tangga
Terdiri dari Belanja Pengadaan Alat Pendingin Rp. 21.000.000 dan Belanja
Pengadaan Alat Rumah Tangga (home Use ) Rp. 21.179.998
2) Belanja Modal Pengadaan Komputer
Terdiri dari Belanja Komputer unit/jaringan Rp.120.700.000 dan Belanja Personal
Komputer Rp.11.200.000
3) Belanja Modal Pengadaan Alat Kedokteran
Terdiri dari Belanja Modal Pengadaan Alat Kedokteran umum Rp. 13.500.000 dan
Belanja Modal Pengadaan Alat Kedokteran gigi Rp. 93.700.000.

2. Non Kapitasi
Kegiatan dari dana Non Kapitasi sebesar Rp 248.870.500. oleh puskesmas Karangrejo
digunakan untuk pembelanjaan yang terdiri dari :

a. Belanja pegawai
Yaitu honor PNS, honor panitia pelaksanaan kegiatan sebesar Rp 3.620.000
b. Belanja barang dan jasa
1) Belanja Bahan Pakai Habis
Untuk belanjabahan pakai habis terdiri dari.Belanja Pengisian Tabung Gas (Dapur)
1.411.000.
2) Belanja Jasa Kantor
Belanja Jasa Perawatan Pasien 84.051.500 .Belanja Jasa Kerja Rp. 24.000.000
3) Belanja Makan Dan Minuman
4) Belanja Bahan Makan Dan Minuman Rp.51.600.000
5) Belanja Perjalanan Dinas
a) Belanja perjalanan Dinas Dalam daerah Rp . 8.800.000
b) Belanja perjalanan Dinas luar daerah Rp .675.000
6) Belanja Barang Inventaris
Belanja Barang Inventaris Rp.4.800.000
c. Belanja Modal
Belanja Pengadaan Alat Rumah Tangga, terdiri dari Belanja Pengadaan Meubelair
Rp. 43.500.000dan Belanja Pengadaan Alat Rumah Tangga (home Use ) Rp.
16.226.000
25

3. Kepersetaan
a. PBI 13.522 orang
b. Non PBI 5.530 orang
4. Kunjungan
a. Kunjungan rawat jalan 10789 orang
b. Kunjungan rawat inap 548 orang
c. Kunjungan persalinan 47 orang
d. Rujukan rawat jalan 2225 orang
e. Rujukan rawat inap dan persalinan 154 orang

3. SJKD/ Jamkesda

Dana Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin UPTD Puskesmas Karangrejo pada tahun
2016 oleh puskesmas Karangrejo digunakan untuk pembelanjaan yang terdiri dari :
1. Belanja pegawai
Belanja pegawai ini belanja honor PNS dan honor panitia pelaksanaan kegiatan sebesar
Rp 1.740.000
2. Belanja barang dan jasa
Belanja Jasa Kantor dan Belanja Jasa Perawatan Pasien 23.539.600
3. Belanja Modal
a. Belanja Pengadaan Alat Rumah Tangga
Terdiri dari Belanja Pengadaan Meubelair Rp. 3.000.000 dan Belanja Pengadaan Alat
pendingin Rp. 3.000.000

b. Belanja modal pengadaan Bangunan Gedung Tempat Kerja


Belanja Modal Pengadaan Sarana prasarana Lingkungan Tempat Kerja Rp.18.732.000

B. Hasil Penilaian Kinerja Puskesmas


1. Hasil Kegiatan Penilaian Kinerja Puskesmas
Tabel 4.2 Hasil Kegiatan penilaian Kinerja Poskesdes Babadan
NO HASIL KEGIATAN TARGET SASARAN PENCAPAIAN CAKUPAN
1 KIA
Cakupan K1 99 % 47 47 100 %
Cakupan K4 95 % 47 37 78 %
Cakupan persalinan oleh 90 % 42 37 88 %
Nakes
Cakupan KN1 90 % 42 36 85,7 %
Cakupan KN2 90 % 42 38 90 %
26

Cakupan Buteki 80 % 45 30 66,6 %


Cakupan anak Prasek 70 % 57 54 94,7 %
Cakupan 1 – 4 70 % 173 166 95,9 %
2 KB
AKS Baru (MKJP) 70 % 701 376 53,60 %
AKS Aktif (MKJP) 70 % 4.908 4.950 100,08 %
Efek samping 12.5 % CU 613 110 17,9 %
Komplikasi 3.5 % CU 171 3 1,7 %
Kegagalan 0.19 % CU 9 2 22,2 %
3 Imunisasi
BCG 100 % 39 37 94,9 %
COMBO 1 100 % 35 35 100 %
POLIO IV 80 % 31 31 100 %
CAMPAK 80 % 36 36 100 %
DPT Combo / HB Combo 3 80 % 33 33 100 %
TT 3 100 % - - -
TT 4 100 % - - -
TT 5 100 % - - -
DT II SD 100 % 56 56 100 %
TT II SD 100 % - - -
4 Gigi
Yankes Gilut 100% 4.566 2.325 50,9 %
UKGS SD 100% 2.997 2.997 100 %
UKGS TK 100% 1.306 1.306 100 %
5 Gizi
Vitamin A Bayi 70 % 56 56 100 %
Vitamin A anak 70 % 166 166 100 %
Bumil dapat Fe 3 78% 43 43 100 %
KEP total 20% 14 2 14,3 %

NO HASIL KEGIATAN TARGET SASARAN PENCAPAIAN CAKUPAN


6 Kesehatan Lingkungan
TTU diperiksa 100% 37 37 100 %
TTU memenuhi syarat 75% 28 28 100 %
TTU dikursus
Masyarakat gunakan air 70% 31.729 32.335 101,9 %
27

bersih
Masyarakat gunakan JAGA 50% 22.663 35.888 158,3 %
Masy. Gunakan SPAL 65% 29.463 22.655 76,8 %
Rumah diperiksa 40% 7.909 8.516 107,6
Rumah memenuhi syarat 65% 5.141 3.598 69,9 %
TPS diperiksa 100% 2 2
TPS memenuhi syarat 80% 2 2 100 %
TPA diperiksa 100% - - -
TPA memenuhi syarat 100% - - -
TP3 diperiksa 80% 7 7 100 %
TP3 memenuhi syarat 25% 2 4 200 %
TPM diperiksa 100% 15 15 100 %
TPM memenuhi syarat 75% 10 10 100 %
TPM dikursus 20% 3 4 133 %
Pestisida 100% 7 7 100 %
Pneumonia 100% 10 1 10 %
Diare 100% 82 29 35,4 %
Haji 100% 12 12 100 %
7 PHN
LANSIA 45 % 637 68 10,7 %
UKS 80 % 46 46 100 %
UKBM 25 % 3 3 100 %
BATRA 25 % 8 8 100 %
SAKA BAKTI HUSADA 100 % 15 5 33 %
ASKES 50 % 5.530 2.092 36,2 %
ASKESKIN 18 % 13.522 9.668 71,4%
Jumlah Peserta 100 % 1.672 1.672 100 %
Kunjungan ASKES 100 % 1.932 2.092 100 %
Kunjungan GAKIN 100 % 1.932 9.668
8 BP
Jumlah kasus baru 98 % 335 335 100 %
Jumlah kasus lama 98 % 525 525 100 %
Jumlah kunjungan baru 100 % 226 226 100 %
Jumlah kunjungan lama 100 % 634 634 100 %
Frekuensi kunj. Rawat jalan 1,30 % 13 13 100 %
Visite rate/10 KSS 1% 27.531 13.135
pelayanan
28

9 Laboratorium
Jumlah fiksasi Sputum 100 % 441 126 28,5 %
Jumlah pemeriksaan BTA 100 % 441 126 28,5 %
NO HASIL KEGIATAN TARGET SASARAN PENCAPAIAN CAKUPAN
Tingkat kebenaran 100 % 126 126 100 %
Penanganan kasus TB 100 % 2 2 100 %
10 Rawat inap
Jumlah kasus gawat darurat 15 % 512 181 35,3%
yg ditangani PKM
Jumlah kasus gawat darurat 10 % 51 51 100%
yg dirujuk ke RS
Hari rawat 40 % 1.606 2.286 142,3 %
BOR 60 % 60 86,93 143,3 %
ALOS 3 3 2,8 93,33%
TOI 3 3 2.12 70,6 %
BTO 40 % 40 74,7 186,7 %

2. Grafik Hasil Kinerja UKM Essensial


a. Distribusi Penilaian Kinerja Puskesmas Bidang PromKes

Promosi kesehatan

1. Desa Siaga
120
100
80
60
40
20 Cakupan
4. Napza - 2. PHBS
Pencapaian

3. UKBM

Sumber : PKP, 2016

Gambar 4.1 Distribusi penilaian kinerja Puskesmas bidang PromKes tahun 2016
29

b. Distribusi Penilaian Kinerja Puskesmas Bidang Kesling

Kesehatan Lingkungan
1. Penyehatan
Air
120
100
80 2. Penyehatan
6. STBM 60 Makmin
40
20 Cakupan
-
Pencapaian
3. Penyehatan
5. Klinik Sanitasi Perumahan dan
Sandas

4. Pembinaan
TTU

Sumber : PKP, 2016

Gambar 4.2 Distribusi penilaian kinerja Puskesmas bidang Kesling tahun 2016

c. Distribusi Penilaian Kinerja Puskesmas Bidang KIA dan KB

KIA Dan KB

1. Kes Ibu
450
400
350
300
250 2. Kes Bayi
200
150
100
50 Cakupan
-
Pencapaian

5. KB 3. Apras

4. Remaja

Sumber : PKP, 2016

Gambar 4.3 Distribusi penilaian kinerja Puskesmas bidang KIA dan KB tahun 2016

d. Distribusi Penilaian Kinerja Puskesmas Bidang Upaya Perbaikan Gizi


30

Upaya Perbaikan Gizi

1. Pelayanan
Gizi Masyarakat
100
80
60
40
20 Cakupan
-
Pencapaian

3. Pemantauan 2. Penanganan
status gizi gangguan gizi

Sumber : PKP, 2016

Gambar 4.4 Distribusi penilaian kinerja Puskesmas bidang Upaya perbaikan gizi
tahun 2016

e. Distribusi Penilaian Kinerja Puskesmas Bidang Upaya Perbaikan Gizi

Pemberantasan Penyakit Menular

1. Diare
200
10.
2. Ispa
Epidemiologi 150

100
9. Imunisasi 3. Kusta
50
Cakupan
-
Pencapaian
8. Rabies 4. Paru

7. Malaria 5. DBD

6. HIV

Sumber : PKP, 2016

Gambar 4.5 Distribusi penilaian kinerja Puskesmas bidang Pemberantasan Penyakit


Menular tahun 2016

3. Distribusi Hasil Kinerja UKM Pengembangan


31

GRAFIK SARANG LABA-LABA


HASIL KINERJA UPAYA PENGEMBANGAN
DI PUSKESMAS KARANGREJO TAHUN 2016

1. Rawat Inap
150
8. pengembangan 100
2. Kes Lansia
UKBM 100 100

50
7. Pemberdayaan 62
masyarakat dalam - 3. Kes Indera
64
PHBS
98

100
6. Kes Gigi 70 4. PerKesmas
109
5. Kes Jiwa

Sumber : PKP, 2016

Gambar 4.6 Distribusi penilaian kinerja Puskesmas bidang Upaya Kesehatan


Masyarakat Pengembangan tahun 2016

4. Distribusi Penilaian Kinerja Puskesmas Berdasarkan Manajemen Puskesmas

Manajemen
Operasional 7
10
9
8
7
6 Manajemen Alkes
Manajemen Barang 5 dan Obat
4 10
3
2
1
0 0

Manajemen Manajemen
Pembiayaan Keuangan
10 9

Manajemen
7
Ketenagaan

Sumber : PKP, 2016

Gambar 4.7 Distribusi penilaian kinerja Puskesmas berdasarkan manajemen


Puskesmas tahun 2016
32

5. Distribusi Penilaian Kinerja Puskesmas Berdasarkan Mutu Pelayanan

GRAFIK SARANG LABA-LABA HASIL KINERJA MUTU


PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS KARANGREJO
TH 2016
1. Drop out pelayanan
10
ANC (K1-K4)
10 10 10 oleh
11 Drop Out DPT 1 - 2. Persalinan
Campak 8 Tenaga Kesehatan
10 garis 6 10
10 Balita bawah 3. Penanganan
merah 4 Komplikasi Obstetri /…
2
10 0
9 Kematian kasus diare 10 rate
4. Error
setelah dirawat >48… pemeriksaan BTA

10
8. Tingkat kepuasan 5. Error10rate
pasien terhadap… pemeriksaan darah…
7. Kepatuhan terhadap 10 terhadap
6. Kepatuhan
standar pemeriksaan… standar ANC
10

Sumber : PKP, 2016

Gambar 4.8 Distribusi penilaian kinerja Puskesmas Mutu Pelayanan tahun 2016

C. Analisa Data Penilaian kinerja Puskesmas


1. UKM Essensial
Kegiatan program Promosi kesehatan dilaksanakan sesuai dengan target yang
dimana perilaku hidup bersih dan sehat serta tatana sehat baik yang ada di instansi
maupun masyarakat mulai mengalami peningkatan dimana kebiasan meroko pada
masyarakat terjadi penurunan.
Masalah lingkungan sebenarnya sangat pelik bagi masyarakat apalagi di sekitar kita
sekarang banyak yang mempunyai ternak sehingga limbahnya banyak yang tidak
memenuhi syarat pembuangannya. Mayoritas mereka menganggap sarana sanitasi bukan
merupakan kebutuhan prioritas karena pengolahannya yang kurang dan sangat terbatas.
Program KIA secara keseluruhan mengalami peningkatan serta ada juga penurunan
mengingat hasil cakupan dalam hal program ini juga meningkat. Jika mengalami
penurunan wajar karena di wilayah Karangrejo banyak sarana kesehatan swasta, yang
secara keseluruhan sudah mencakup pada program KIA, BP dan KB, laboratorium dan
rawat inap.
Di era sekarang, gizi sebenarnya sudah bisa memadahi, akan tetapi masyarakat kita
kadang tidak memperdulikan akan kebutuhan tubuh tentang gizi itu sendiri. Sehingga
masih terdapat gizi buruk pada balita.
Pelaksanaan program imunisasi tidak begitu banyak menemui kendala. Yang mana
dalam program ini telah memenuhi UCI hanya untuk calon pengantin yang pada
umumnya TT 2 tidak bisa diulangi di Puskesmas karena mereka enggan datang lagi.
33

PSN dan PE sudah baik walaupun masih banyak diketemukan penderita DB namun
di wilayah Puskesmas Karangrejo bukan kategori wilayah endemic.
2. UKM Pengembangan
Pada program Gilut agaknya sangat perlu perhatian karena kebanyakan masyarakat
tidak pernah aktif menanggapi tentang program ini, apalagi pada balitanya. Program
kesehatan kerja baru sedikit pekerja yang mau menggunakan APD padahal petugas
memberikan pentingnya penggunaan APD bagi pekerja. Perawatan Kesehatan Masyarakat
perlu mendapatkan perhatian khusus karena banyak penyakit tidak menular pada
penderita hipertensi yang mengalami paralisis perlu memberikan penyuluhan kepada
keluarga agar keluarga bisa mandiri melaksanakan asuhan keperawatan keluarga.
Penanganan pada pasien dengan gangguan jiwa sering mengalami kendala non teknis
dimana pasien sering kambuh dikarenakan kondisi keluarga yang kurang mendukung atas
kesembuhan pasien.
Pemberdayaan masyarakat dalam berPHBS baik di instansi pemerintah, sekolahan
dan pondok pesantren sangat diperlukan karena merupakan tempat berkumpulnya orang
banyak dan menjadi contoh dalam berperilaku hidup bersih dan sehat. Peningkatan
3. Manajemen Puskesmas
Gambaran pelayanan kesehatan di Puskesmas Karangrejo, sebagaimana telah
dijelas diatas belum sepenuhnya berhasil dalam mewujudkan kesehatan masyarakat
yang optimal. Hal ini tidak terlepas dari berbagai persoalan yang dihadapi baik dari
aspek internal puskesmas maupun aspek dukungan masyarakat. Aspek internal
puskesmas terdapat berbagai permasalahan yang berkaitan dengan: aspek Manajemen
Puskesmas, sarana dan prasarana Puskesmas serta sumberdaya manusia.
4. Mutu Pelayanan Puskesmas
Semakin ketatnya persaingan serta pelanggan yang semakin selektif dan
berpengetahuan mengharuskan Puskesmas selaku salah satu penyedia jasa pelayanan
kesehatan untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Untuk dapat meningkatkan
kualitas pelayanan, terlebih dahulu harus diketahui apakah pelayanan yang telah diberikan
kepada pasien/pelanggan selama ini telah sesuai dengan harapan pasien/pelanggan atau
belum, maka dalam satu tahun dilakukan survey kepuasaan masyarakat melalui indeks
kepuasan masyarakat dua kali untuk mengetahui angka kepuasan yang dirasakan oleh
pelanggan terutama pasien baik yang mendapat pelayanan di poliklinik umum, poliklinik
gigi, poliklinik KIA, KB, Imunisasi, laboratorium, farmasi dan semua pelayanan yang ada
di Puskesmas. Indeks kepuasan masyarakat yang baik menunjukkan bahwa mutu
pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas sangat memuaskan masyarakat.
34

BAB V
IDENTIFIKASI PENYEBAB MASALAH

Identifikasi permasahan yang di hadapi Puskesmas dilakukan dengan menganalisa data


kesehatan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Karangrejo yaitu :
A. UKM Essensial
1. Kesehatan Lingkungan
Masalah-masalah yang dihadapi program Kesling dimana program ini menyangkut
kehidupan masyarakat luas diantaranya:
a. Sanitasi di TTU dan TPM
b. Pembuangan kotoran manusia/STBM
c. Tatanan sehat
2. Program KIA dan KB
Masalah-masalah yang dihadapi program KIA dan KB dalam perolehan cakupan program
antara lain :
a. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang program kesehatan anak prasekolah.
b. Kurangnya minat datang di pos-pos kesehatan pemerintah
3. Program Upaya Perbaikan Gizi
Masalah-masalah yang dihadapi antara lain :
a. Kurangnya kesadaran untuk datang ke posyandu.
b. kurangnya penyuluhan tentang gizi di Posyandu.
c. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan gizi seimbang untuk
keluarga
4. Program P2M
Masalah-masalah yang dihadapi antara lain :
a. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit menular
b. kurangnya penyuluhan tentang penyakit menular
B. Program pengembangan
1. Kesehatan Gigi dan Mulut
Masalah-masalah yang dihadapi antara lain :
a. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan kesehatan gigi.
b. Kurangnya pengetahuan tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit gigi
2. Kesehatan Usia Lanjut
Masalah yang dihadapi adalah kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang
posyandu lansia.
35

3. Kesehatan Jiwa
Masalah yang dihadapi adalah kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam
penanganan kasus jiwa.
C. Program Manajemen
1. Aspek Manajemen Operasional Puskesmas;
a. Perencanaan kegiatan yang dilakukan setiap bulan melalui minilokakarya belum
disertai dengan analisis masalah yang baik.
b. Pelaksanaan kegiatan di lapangan belum memadai karena kurang koordinasi.
c. Belum adanya monitoring program yang baik sehingga pelaksanaan kegiatan
kurang efektif dan efisien.
d. Evaluasi program dilakukan setiap bulam melalui minilokakarya belum efektif untuk
mendukung perencanaan dan pelaksanaan kegiatan.
2. Aspek Sarana Prasarana Kesehatan
a. Sarana kesehatan (puskesmas) tidak memadai untuk melakukan pelayanan
kesehatan.
b. Minimnya alat kesehatan dan alat kedokteran yang tersedia di puskesmas.
c. Tidak adanya fasilitas perkantoran lainnya yang memungkinkan untuk
pelaksanaan pekerjaan.
3. Aspek Sumber Daya Manusia
a. Tenaga kesehatan yang ada belum mengikuti diklat teknis program
b. Lemahnya inisiatif dan inovatif serta motivasi kerja yang rendah.
D. Mutu Pelayanan Puskesmas
Masih kurang puasnya pelanggan yang berobat ke Puskesmas di karenakan yaitu:
1. Ketentuan jadwal pelayanan yang belum maksimal
2. Persyarakat pelanggan yang belum lengkap
3. Belum ada ruang tunggu pasien
36

BAB VI

ANALISA PENYEBAB MASALAH

Analisa penyebab masalah merupakan langkah awal cara dalam perencanaan kesehatan.
Secara konsepsual, analisa situasi kesehatan daerah adalah proses sistimatis untuk mengetahui
masalah kesehatan disuatu daerah tersebut. Adapaun analisa penyebab masalah di Puskesmas
Karangrejo antara lain :
A. UKM Essensial
1. Kesehatan Lingkungan
a. Sanitasi di TTU Dan TPM
1) Man Power/ Sumber daya manusia
- Pengetahuan hygiene sanitasi makanan (HSM) rendah
- Kader kesling PHBS desa tidak ada/tidak jelas
- PHBS rendah
2) Machine/equipment/alat
- Tidak SPAL dan tempat cuci tangan
- Tidak ada pengelolaan sampah
3) Environment/Lingkungan
- Lahan atau areal sekitar belum dimanfaatkan dengan baik sehingga menjadi
tempat pembuangan akhir
- Berorientasi pada keuntungan/hasil
4) Material
- Tidak ada dana untuk membangun TPM sesuai standart
b. Pembuangan kotoran manusia/ STBM
1) Man Power/ Sumber daya manusia
- Perilaku masyarakat
- Pengetahuan Masyarakat tentang jamban rendah
- Anggapan Jamban Mahal
2) Machine/equipment/alat
- Tidak punya jamban
- Masyarakat tidak mampu membangun jamban
3) Environment/Lingkungan
- Berada di bantaran sungai sehingga buang air besar di sungai
- Berorientasi pada keuntungan/hasil
4) Material
- Tidak ada dana untuk membangun jamban
37

c. Tatanan sehat
1) Man Power/ Sumber daya manusia
- Pengetahuan masyarakat masih rendah
- Perilaku PHBS masih rendah
- Kader kesling di desa tidak ada
2) Machine/equipment/alat
- Sumbangan bedah rumah terbatas
3) Environment/Lingkungan
- Lingkungan sosial masyarakat masih tradisional
- Peran desa masih rendah
4) Material
- Masyarakat tidak punya uang untuk membangun rumah
2. Program KIA
a. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang program kesehatan anak prasekolah.
1) Man Power/ Sumber daya manusia
- Pengetahuan masyarakat masih rendah tentang pertumbuhan dan perkembangan
anak prasekolah
2) Machine/equipment/alat
- Alat peraga untuk penyuluhan anak usia pra sekolah kurang
3) Environment/Lingkungan
- Kebiasaan masyarakat datang ke Posyandu sampai usia 1 tahun
b. Kurangnya minat datang di pos-pos kesehatan pemerintah
1) Man Power/ Sumber daya manusia
- Kurangnya kesadaran masyarakat mengikuti posyandu balita sampai usia 5 tahun
2) Machine/equipment/alat
- Alat peraga untuk penyuluhan anak usia pra sekolah kurang
3) Environment/Lingkungan
- Kebiasaan masyarakat datang ke Posyandu hanya untuk melakukan imunisasi
saja
3. Program Upaya Perbaikan Gizi
a. Kurangnya kesadaran masyarakat datang ke Posyandu
1) Man Power/ Sumber daya manusia
- Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat posyandu, penimbangan
berat badan, pemantauan status gizi
- Kurangnya motivasi untuk pergi ke Posyandu
2) Machine/equipment/alat
- Alat bermain anak kurang sehingga anak sering rewel
3) Environment/Lingkungan
38

- Kebiasaan masyarakat datang ke Posyandu sampai usia 1 tahun karena banyak


pekerjaan yang dianggap lebih penting dari pada ke Posyandu
b. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan gizi seimbang untuk
keluarga
1) Man Power/ Sumber daya manusia
- Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang asupan gizi seimbang
2) Machine/equipment/alat
- Alat peraga untuk penyuluhan gizi kurang
3) Environment/Lingkungan
- Kebiasaan pola makan yang memenuhi asupan gizi kurang diperhatikan dalam
penyajian makan dirumah
4) Material
- Keadaan ekonomi keluarga
4. Program P2M
a. Kurangnya Pengetahuan masyarakat tentang penyakit menular
1) Man Power/ Sumber daya manusia
- Kurangnya tentang penyebab munculnya penyakit menular
- Kurangnya kesadaran untuk memeriksakan diri ke Puskesmas
- Kurangnya kesadaran tentang angka bebas jentik dan pemberantasan sarang
nyamuk
- Kurangnya kesadaran tentang batuk lama
2) Machine/equipment/alat
- Alat peraga untuk penyuluhan penyakit menular kurang
- Sosialisasi tentang angka bebas jentik dan pemberantasan sarang nyamuk.
3) Environment/Lingkungan
- Kurangnya kesadaran masyarakat dalam pencegahan penyakit dan
pencegahanpenularan penyakit
- Kurangnya kesadaranmasyarakat tentang personal hygiene dan kesehatan
lingkungan
- Kurangnya kesadaran masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk dan
angka bebas jentik.

4) Material
- Tidak ada dana untuk membangun sarana sanitasi dasar
B. UKM Pengembangan
1. Kesehatan Gigi dan Mulut
a. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan kesehatan gigi.
1) Man Power/ Sumber daya manusia
39

- Pengetahuan masyarakat tentang kesehatan gigi rendah


2) Machine/equipment/alat
- Alat peraga penyuluhan gigi kurang
3) Environment/Lingkungan
- Kebiasaan masyarakat dalam merawat gigi kurang
4) Material
- Pemakian sikat gigi belum sesuai standart
b. Kurangnya pengetahuan tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit gigi
1) Man Power/ Sumber daya manusia
- Kurangnya pengetahuan anak sekolah tentang kesehatan pencegahan dan
penanggulangan penyakit gigi
2) Machine/equipment/alat
- Alat peraga penyuluhan gigi kurang
3) Environment/Lingkungan
- Kebiasaan anak dalam menyikat dan merawat gigi kurang
- Kebiasaan anak makan makanan manis
4) Material
- Pemakian pasta gigi dan sikat gigi belum sesuai standart
2. Kesehatan Lanjut Usia
Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang posyandu lansia
a. Man Power/ Sumber daya manusia
- Pengetahuan masyarakat tentang posyandu lansia rendah
- Kesadaran mengikuti posyandu lansia rendah
- Pelatihan kader lansia
b. Machine/equipment/alat
- Alat peraga penyuluhan posyandu lansia kurang
- Sosialisasi tentang manfaat posyandu lansia
c. Environment/Lingkungan
- Kebiasaan masyarakat datang ke posyandu lansia bila merasa sakit saja
- Tidak ada yang mengantar datang ke Posyandu lansia
3. Kesehatan Jiwa
a. Man Power/ Sumber daya manusia
- Pengetahuan masyarakat tentang perawatan dan penanganan kasus jiwa rendah
- Kesadaran masyarakat dalam mengkondisikan lingkungan rendah
- Belum ada kader kesehatan jiwa
b. Machine/equipment/alat
- Alat peraga penyuluhan kesehatan jiwa kurang
- Sosialisasi tentang gangguan jiwa kepada masyarakat
40

c. Environment/Lingkungan
- Kebiasaan masyarakat datang ke puskesmas bila gejala gangguan jiwa muncul,
tidak rutin berobat
- Motivasi masyarakat agar segera memeriksakan keluarga bila ada yang menderita
gangguan jiwa
C. Program Manajemen
1. Aspek Manajemen Operasional Puskesmas
1) Man Power/ Sumber daya manusia
- Petugas rangkap jabatan
- Banyak kegiatan yang jadwal sama
2) Machine/equipment/alat
- Komputer kurang
- Internet sering error
3) Methode
- Membuat POA dan dilaksanakan sesuai jadwal
- Pencatatan dan pelaporan pada akhir bulan
2. Aspek Sarana Prasarana Kesehatan
1) Man Power/ Sumber daya manusia
- Petugas rangkap jabatan
2) Machine/equipment/alat
- Belum ada ruangan khusus
3) Metodhe
- Mengusulkan pembuatan ruangan khusus barang inventaris
4) Material
- Belum ada dana untuk pembuatan gudang barang

3. Aspek Sumber daya Manusia


1) Man Power/ Sumber daya manusia
- Belum punya tenaga khusus administrasi terutama TU
- Petugas rangkap jabatan
2) Machine/equipment/alat
- Belum ada pelatihan khusus administrasi
3) Metodhe
- Mengusulkan tenaga administrasi di bidan TU
4) Material
- Tidak ada dana untuk rekrutmen tenaga administrasi
D. Mutu Pelayanan
41

1. Ketentuan jadwal yang kurang maksimal


a. Man Power/ Sumber daya manusia
- Petugas kurang ramah
- Jadwal tidak sesuai
- Pasien lupa membawa kartu
b. Machine/equipment/alat
- Komputer sering error
- Tempat duduk pasien antrian di loket belum memadai
c. Methode
- Penyesuaian jadwal pelayanan
- Pembinaan tenaga agar ramah terhadap pelanggan
- Mengingatkan selalu membawa kartu jika berobat
b. Material
- Membuat ruang tempat antrian loket
42

BAB VII
PRIORITAS MASALAH DAN PEMECAHANNYA

Berbagai permasalahan yang muncul di pelayanan Puskesmas Karangrejo dan


kecendrungan faktor faktor yang mempengaruhi masalah pelayanan kesehatan, maka diperlukan
sebuah pemahaman mengenai analisis penyebab masalah guna menentukan prioritas masalah
sebagai langkah awal perencanaan program kesehatan selanjutnya.
A. Prioritas masalah
Dalam peningkatan mutu pelayanan memerlukan ruang antrian, dimana pengertian
antrian adalah suatu garis tunggu dari objek yang berupa satuan yang memerlukan layanan
dari satu atau lebih pelayanan (fasilitas pelayanan). Antrian terjadi ketika waktu pelayanan
lebih kecil dibanding jumlah kedatangan objek antrian. Masalah yang berkaitan dengan antri
adalah waktu menunggu danpanjang antrian. Khususnya masalah waktu menunggu tentunya
harus jangansampai terlalu lama, agar tidak boros waktu dan melelahkan. Sedangkanmasalah
panjang antrian berkaitan dengan tempat (space) untuk menunggu.Masalah ini hanya dapat
di pecahkan dengan model antrian.
Tempat antrian yang nyaman akan membuat pelanggan betah dan tertib melakukan
antrian sesuai dengan kedatangan pasien di tempat pelayanan. Pelayanan yang baik akan
meningkatkan kualitas pelayanan yang mana pasien yang berkunjung ke Puskesmas sebagai
konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan dan mengevaluasi suatu produk
pelayanan yang diharapkan dapat memuaskan kebutuhannya
B. Rencana Tindak Lanjut
Dalam beberapa proses antrian ada keterbatasan fisik mengenai jumlah ruang tunggu,
sehingga ketika jumlah pelanggan yang mengalami antrian mencapai jumlah maksimal
tertentu, maka tidak ada lagi jumlah pelanggan yang diizinkanmasuk ke dalam sistem antrian
sampai jumlah pelanggan dalam antrian tersebut tidak mencapai batas maksimal. Sebuah
antrian dengan ruang tunggu yang terbatas dapat dikatakan sebagai balking dimana
pelanggan dipaksa untuk menolak jika hendak memasuki sistem antrian dengan jumlah
pelanggan yang sudah mencapai batas maksimal.
Pembangunan ruang antrian pasien akan meningkatkan kapasitas tunggu pasien mulai
dari tempat duduk sampai kenyamanan pasien dalam menunggu pelayanan yang akan
43

diterima. Dengan dibangunnya ruang tunggu pasien diharapkan kualitas pelayanan


meningkat sehingga pendapatan Puskesmas meningkat.

BAB VIII
PENYUSUNAN RENCANA USULAN KEGIATAN

Perencanaan tingkat Puskesmas disusun untuk mengatasi masalah kesehatan yang ada
di wilayah kerjanya. Perencanaan disusun untuk kebutuhan satu tahun agar Puskesmas mampu
melaksanakannya secara efisien, efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Perencanaan Tingkat Puskesmas mencakup semua kegiatan yang ada di Puskesmas.
Perencanaan ini disusun oleh Puskesmas sebagai Rencana Tahunan Puskesmas yang dibiayai
oleh Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat serta sumber dana lainnya. Perencanaan Tingkat
Puskesmas adalah dengan penyusun Rencana Usulan Kegiatan. Penyusunan Rencana Usulan
Kegiatan Puskesmas harus memperhatikan berbagai kebijakan yang berlaku baik secara global,
nasional maupun daerah sesuai dengan hasil kajian data dan informasi yang tersedia di
44

Puskesmas. Puskesmas perlu mempertimbangkkan masukan dari masyarakat melalui berbagai


wadah yang ada. Rencana Usulan Kegiatan harus dilengkapi pula dengan usulan pembiayaan
untuk kebutuhan rutin, sarana, prasarana dan operasional Puskesmas.
Rencana Usulan Kegiatan (RUK) yang disusun merupakan RUK tahun mendatang
(H+1). Penyusunan RUK tersebut disusun pada bulan Januari tahun berjalan (H) berdasarkan
hasil kajian pencapaian kegiatan tahun sebelumnya (H-1), dan diharapkan proses penyusunan
RUK telah selesai dilaksanakan di Puskesmas pada akhir bulan Januari tahun berjalan (H).
Kemudian Rencana Usulan Kegiatan yang telah disusun dibahas di dinas kesehatan
kabupaten/kota, diajukan ke Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota melalui dinas kesehatan
kabupaten/kota. Selanjutnya RUK Puskesmas yang terangkum dalam usulan dinas kesehatan
kabupaten/kota akan diajukan ke DPRD untuk memperoleh persetujuan pembiayaan dan
dukungan politis. Setelah mendapat persetujuan dari DPRD, selanjutnya diserahkan ke
Puskesmas melalui dinas kesehatan kabupaten/kota.
Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK), dilaksanakan dengan memperhatikan
beberapa hal, yaitu, bahwa penyusun Rencana Usulan Kegiatan bertujuan untuk mempertahankan
kegiatan yang sudah dicapai pada periode sebelumnya dan memperbaiki program yang masih
bermasalah serta untuk menyusun rencana kegiatan baru yang disesuaikan dengan kondisi
kesehatan di wilayah tersebut dan kemampuan Puskesmas.
Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan ini terdiri dari 2 (dua) langkah, yaitu Analisa
Masalah dan penyusunan Rencana Usulan Kegiatan.
Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan meliputi upaya kesehatan wajib, upaya kesehatan
pengembangan dan upaya kesehatan penunjang, yang meliputi :
1. Kegiatan tahun yang akan datang (meliputi kegiatan rutin, sarana/prasarana, operasional dan
program hasil analisis masalah).
2. Kebutuhan Sumber Daya berdasarkan ketersediaan sumber daya yang ada pada tahun
sekarang.
3. Rekapitulasi Rencana Usulan Kegiatan dan sumber daya yang dibutuhkan ke dalam format
RUK Puskesmas.
Rencana Usulan Kegiatan disusun dalam bentuk matriks dengan memperhatikan berbagai
kebijakan yang berlaku, baik kesepakatan global, nasional, maupun daerah sesuai dengan
masalah yang ada sebagai hasil dari kajian data dan informasi yang tersedia di Puskesmas.
Tabel 8.1 Penyusunan rencana RUK 2 tahunan
No. Sumber 2017 2018
1. BOK Rp. 464.285.000 Rp. 510.713.500
2. Kapitasi Rp. 1.385.658.655 Rp. 1.524.224.521
3. Non Kapitasi Rp. 248.870.500 Rp. 273.757.500
4. Maskin/Jamkesda Rp. 68.171.400 Rp. 67.100.000
45

BAB IX
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Dengan berbagai upaya telah kami laksanakan program-program pokok kesehatan,
upaya tersebut dilaksanakan secara lintas program dengan dukungan sector dan peran serta
aktif masyarakat. Berbagai masalah dan hambatan kami upayakan pemecahannya dengan
mendayagunakan dana, sarana dan tenaga serta menggali potensi masyarakat yang ada.
Dibanding tahun yang lalu cakupan program secara umum baik, hal ini disebabkan karena
adanya upaya melakukan validasi data kegiatan sehingga mendekati benar. Disamping itu
juga diakui bahwa surveillance dan upaya penemuan kasus-kasus antara lain diare, ISPA, TB
Paru, DHF dan penyakit jiwa harus ditingkatkan. Kami menyadari banyak hal yang haru
46

kami benahi agar hasilnya dapat meningkat lagi. Demikian pula mutu pelayanan yang harus
ditingatkan agar terwujud masyarakat sehat seperti yang diharapkan serta kepuasan pasien
dalam menerima pelayanan di Puskesmas meningkat sehingga kunjungan pasien terjadi
peningkatan.
1. Dalam proses pelaksanaan kegiatan operasional di Puskesmas sangat didukung oleh
adanya data demografi, data geografi, transfortasi dan data sosial budaya.
2. Dalam menentukan keberhasilan suatu program juga sangat ditentukan oleh sumber daya
manusia, sumber daya sarana, prasarana dan sumber dana.
3. Indikator untuk mengukur derajat kesehatan masyarakat tahun 2016 adalah MMR wilayah
Puskesmas Karangrejo 2016 = 0. Dan angka kesakitan yang terdiri dari penyakit ISPA
sebanyak 3.013 kasus, Penyakit Muskoloskeletal dan jar.ikat 3.004 kasus, Penyakit
esophagus lambung dan doedonum 2402 kasus, Hypertensi 2112 kasus.
4. Kesehatan lingkungan sangat berpengaruh dalam meningkatkan angka kesakitan
.Pencapaian sanitasi dasar di Puskesmas karangrejo adalah: masyarakat menggunakan
SPAL 22.655 buah , JAGA 35.888 buah.
5. Pencapaian cakupan program di Puskesmas Karangrejo,Pelayanan Kesehatan Ibu dan
anak terdiri dari : K1 sebanyak 98.85 %, Persalinan nakes sebanyak 96 %, K4 sebanyak
96 %, Neonatus sebanyak 98.50 %, Imunisasi 102 %.
B. Saran
1. Diperlukan Kordinasi yang Intensif dengan lintas sektor dalam mendukung pencapaian
program.
2. Kordinasi dan supervisi dari Dinas Kesehatan dalam hal ini pemegang program sangat di
perlukan untuk mengevaluasi penilaian kegiatan yang ada di Puskesmas
47