Anda di halaman 1dari 8

Empat Anjuran Rasulullah untuk Menggapai Surga

Khutbah I

‫ أ َ ْش َهد ُ أ َ ْن ََل‬،‫ريم‬ ِ ‫ي ال َك‬ ّ ِ‫ َوأ َ ْف َه َمنَا بِش َِر ْي َع ِة النَّب‬،‫سالَ ِم‬ ّ ‫سبُ َل ال‬ ُ ‫اْل َح ْمدُ هللِ اْل َح ْمدُ هللِ الّذِي َهدَانَا‬
ُ‫ع ْبدُه‬ َ ‫س ِيّدَنَا َونَبِيَّنَا ُم َح َّمدًا‬َ ‫ َوأ َ ْش َهد ُ أ َ ّن‬،‫ ذُواْل َجال ِل َواإل ْكرام‬،ُ‫اِلَهَ ِإ ََّل هللاُ َو ْحدَهُ ََل ش َِري َْك لَه‬
َ‫ص َحا ِب ِه َوالتَّا ِبعين‬ْ َ ‫سيِّدِنا ُم َح َّم ٍد َو َعلَى ا ِله َوأ‬ َ ‫بار ْك َعلَى‬ ِ ‫س ِلّ ْم َو‬ َ ‫ اللّ ُه َّم‬،‫َو َرسولُه‬
َ ‫ص ِّل َو‬
‫طا َع ِت ِه‬ َ ‫ِي بِت َ ْق َوى هللاِ َو‬ ْ ‫ص ْي ُك ْم َو نَ ْفس‬ ُ ‫ ْأو‬،‫اإل ْخ َوان‬ ِ ‫ فَ َيايُّ َها‬:ُ ‫ أ َ َّما َب ْعد‬،‫سان إلَى َي ْو ِم الدِّين‬ ِ ‫إح‬ ْ ‫ِب‬
‫ ِب ْس ِم‬،‫الر ِجيْم‬ َّ ‫ان‬ ِ ‫ط‬ َ ‫ع ْوذ ُ ِباهللِ ِمنَ الَّش ْي‬ ُ َ ‫ أ‬:‫ان اْل َك ِري ْم‬ ِ ‫الى ِفي اْلقُ ْر‬ َ ‫ قَا َل هللاُ ت َ َع‬،‫لَ َعلَّ ُك ْم ت ُ ْف ِل ُح ْو ْن‬
‫ص ِل ْح لَ ُك ْم‬
ْ ُ‫ ي‬،‫سدِيدًا‬ َ ‫ يَا أَيُّ َها الَّذِينَ آ َ َمنُوا اتَّقُوا هللا َوقُولُوا قَ ْو ًَل‬:‫الر ِح ْي ْم‬ َّ ‫ان‬ ِ ‫الر ْح َم‬ َّ ِ‫هللا‬
‫ع ِظي ًما وقال تعالى يَا‬ َ ‫سولَهُ فَقَ ْد فَازَ فَ ْو ًزا‬ ُ ‫أ َ ْع َمالَ ُك ْم َويَ ْغ ِف ْر لَ ُك ْم ذُنُوبَ ُك ْم َو َم ْن يُ ِطعِ هللاَ َو َر‬
َ‫اَيُّ َها الَّ ِذيْنَ آ َمنُ ْوا اتَّقُ ْوا هللاَ َح َّق تُقَاتِ ِه َوَلَ ت َ ُم ْوت ُ َّن ِإَلَّ َوأ َ ْنت ُ ْم ُم ْس ِل ُم ْون‬.
‫صدَقَ هللاُ ال َع ِظي ْم‬ َ
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Ketika ada orang yang bertanya kepada kita, bagaimana jalan untuk menggapai surga, tentu kita
akan menjawabnya sesuai dengan tuntunan Rasulullah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi
wasallam. Beliau telah memberikan beberapa penjelasan, yang akan menghantarkan kita menuju
surga Allah subhanahu wata‘ala. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih yang diriwayatkan
oleh Imam Ahmad sebagaimana berikut:

َ‫اس ِن َيا ٌم ت َ ْد ُخلُوا ْال َجنَّة‬


ُ َّ‫صلُّوا َوالن‬ َ ‫صلُوا ْاْل َ ْر َح‬
َ ‫ َو‬،‫ام‬ ِ ‫ َو‬،‫ام‬
َ ‫الط َع‬ ْ َ ‫ َوأ‬،‫س َال َم‬
َّ ‫ط ِع ُموا‬ ُ ‫أ َ ْف‬
َّ ‫شوا ال‬
‫س َال ٍم‬
َ ِ‫ب‬
Artinya: Sebarkan kedamaian, berikan makanan, bersilaturrahimlah, shalatlah ketika orang-orang
tidur, engkau akan masuk surga dengan damai.

Pertama, orang yang menghendaki untuk masuk surga adalah orang yang menebarkan salam,
perdamaian dan kasih sayang. Menebarkan perdamaian bisa diawali dengan member ucapan salam
kepada saudara kita, yaitu Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh. Yang artinya
keselamatan, rahmat, dan berkah Allah subhanahu wata‘ala semoga tercurahkan untukmu.
Lazimnya ucapan salam ini akan dijawab oleh saudara kita dengan jawaban wa’alaikumussalam
warahmatullahi wa barakatuh yang artinya bagimu keselamatan, rahmat dan berkah
Allah subhanahu wata‘ala. Ucapan tersebut tampak sepele, namun memiliki makna yang
mendalam.

Imam an-Nawawi dalam Syarah Sahih Muslim menjelaskan bahwa ucapan salam tidak sekadar
kata-kata, namun mengandung arti menebarkan perdamaian, kasih sayang dan kerukunan terhadap
sesama, baik kepada keluarga, tetangga, maupun terhadap sesama Muslim. Kata salam juga
menjadi kunci yang ampuh untuk menghilangkan permusuhan, kebencian, dan kerenggangan di
antara sesama. Karena itu, Islam sangat menganjurkan kita untuk saling mengucapkan salam,
tujuannya adalah mewujudkan kerukunan dan kedamaian, dan menghilangkan kerenggangan dan
permusuhan di antara sesama.

Hadits di atas memberikan pelajaran kepada kita bahwa tidak diperkenankan bagi seorang Muslim
untuk membenci dan menghujat sesama Muslim, menyebarkan permusuhan, menebarkan ujaran
kebencian dan memutuskan tali persaudaraan. Karena menebarkan permusuhan adalah ciri-ciri
dari ajaran syaitan, sebagaimana dalam Al-Qur’an Surat al-Maidah ayat 91, syaitan memiliki
tujuan menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara sesama Muslim.

Kedua, jalan untuk menggapai surga adalah memberikan makanan, Selain kita diwajibkan untuk
mengeluarkan nafkah untuk keluarga, atau mengeluarkan zakat atas harta, Nabi menganjurkan
kepada kita untuk bersedekah, terutama bagi orang-orang yang membutuhkan. Mengapa
memberikan makanan dapat menghantarkan kita menuju surga? Karena orang yang senang
memberikan makanan adalah orang yang dekat dengan surga. Sebagaimana riwayat Imam
Turmudzi dalam sunan Turmudzi Juz 3 halaman 407 disebutkan:

ِ َّ‫اس َب ِعيدٌ ِمنَ الن‬


‫ار‬ ِ َّ‫يب ِمنَ الن‬
ٌ ‫يب ِمنَ ال َجنَّ ِة قَ ِر‬
ٌ ‫َّللاِ قَ ِر‬ ٌ ‫ي قَ ِر‬
َّ َ‫يب ِمن‬ ُّ ‫س ِخ‬
َّ ‫ال‬
Artinya: “Orang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia,
dan jauh dari neraka.”

Imam Al-Ghazali sebagaimana dikutip oleh kitab Faidlul Qadir karya Muhammad al-Munawi, juz
4 halaman 138 menjelaskan, bahwa sikap dermawan merupakan buah dari cinta akhirat, dan tidak
berlebihan dalam mencintai dunia fana. Sikap dermawan tumbuh dari penghayatan seseorang
tentang iman dan tauhid kepada Allah subhanahu wata‘ala. Sehingga muncul sikap tawakkal dan
berserah diri kepada Allah, secara otomatis muncul sikap percaya bahwa Allah adalah pemberi
rezeki. Seorang dermawan yakin bahwa orang berbuat baik dengan mensedekahkan sebagian
hartanya, Allah pasti akan menggantinya sepuluh kali lipat kebaikan. Berbeda dengan orang yang
bakhil, ia adalah orang yang terlalu cinta dunia dan ragu terhadap janji Allah . Karena itu, tempat
yang layak bagi seorang dermawan adalah surga, sebaliknya tempat yang layak bagi orang bakhil
adalah neraka.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Ketiga, menjalin silaturrahim dan persaudaraan, walaupun hanya dengan ucapan salam. Dalam
sebuah riwayat Imam Hakim dalam Kitab Mustadrok Ala Shohihain Juz 2 halaman 563, dengan
sanad yang shahih Nabi bersabda:

‫سو َل‬ ُ ‫ ِل َم ْن يَا َر‬:‫ِيرا َوأ َ ْد َخلَهُ ْال َجنَّةَ ِب َر ْح َمتِ ِه قَالُوا‬
ً ‫سابًا يَس‬ َّ ُ‫سبَه‬
َ ‫َّللاُ ِح‬ ٌ ‫ث َ َال‬
َ ‫ث َم ْن ُك َّن فِي ِه َحا‬
ُ‫ فَإِذَا فَ َع ْلت‬:‫طعَ َك» قَا َل‬ َ َ‫ص ُل َم ْن ق‬ ِ َ ‫ َوت‬،‫ظلَ َم َك‬ َ ‫ َوت َ ْعفُو َع َّم ْن‬،‫ ت ُ ْع ِطي َم ْن َح َر َم َك‬:‫َّللاِ؟ قَا َل‬
َّ
‫َّللاُ ْال َجنَّةَ ِب َر ْح َمتِ ِه‬
َّ ‫ِيرا َويُ ْد ِخلَ َك‬
ً ‫سابًا َيس‬ َ ‫ب ِح‬ َ ‫س‬َ ‫ أ َ ْن ت ُ َحا‬:‫سو َل هللاِ؟ قَا َل‬ُ ‫ فَ َما ِلي َيا َر‬،‫ذَ ِل َك‬
Artinya: Tiga hal yang menjadikan seseorang akan dihisab Allah dengan mudah dan akan
dimasukkan ke surga dengan Rahmat-Nya. Sahabat bertanya, bagi siapa itu wahai
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? Nabi bersabda: Engkau memberi orang yang
menghalangimu, engkau memaafkan orang yang mendzalimimu, dan engkau menjalin
persaudaraan dengan orang yang memutuskan silaturrahim denganmu. Sahabat bertanya, jika saya
melakukannya, apa yang saya dapat wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? Nabi
bersabda: engkau akan dihisab dengan hisab yang ringan dan Allah akan memasukkanmu ke surga
dengan rahmat-Nya.

Mengenai pentingnya silaturrahim, terdapat sebuah cerita dari Imam Ashbihani yang termaktub
dalam kitab Irsyadul Ibad halaman 94, suatu ketika sahabat duduk di sisi Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, Kemudian Nabi bersabda: tidak boleh duduk dengan
kami orang yang memutuskan silaturrahim, kemudian seorang pemuda keluar dari halaqoh,
pemuda tersebut mendatangi bibinya untuk menyelesaikan sesuatu masalah di antara keduanya,
kemudian bibinya meminta maaf terhadap pemuda tersebut. Setelah urusan selesai, pemuda
kembali ke halaqoh, kemudian Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
sesungguhnya rahmat Allah tidak akan turun pada suatu kaum, yang di dalamnya terdapat orang
yang memutuskan persaudaraan.

Keempat, menjalankan shalat malam ketika banyak orang telah tidur terlelap. Shalat malam
menjadi shalat yang spesial karena dilakukan di waktu banyak orang beristirahat dan lalai dari
berdzikir kepada Allah subhanahu wata‘ala. Shalat malam juga menjadi indikasi seseorang jauh
dari riya’ dan pamer dalam beribadah, karena di waktu ini banyak orang beristirahat. Sehingga
bagi orang yang menjalankan ibadah di waktu malam mendapatkan ganjaran yang lebih, terutama
oleh Nabi disabdakan sebagai orang yang akan masuk surga dengan tanpa kesulitan. Nabi juga
bersabda: “Seutama-utama puasa setelah ramadhan adalah puasa di bulan Muharram, dan seutama-
utama shalat sesudah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim No. 1163)

Menebarkan salam dan kedamaian, memberikan makanan, menjalin persaudaraan, dan shalat
malam adalah anjuran dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, agar kitadapat
menggapai surga dengan tanpa kesulitan dan tanpa banyak rintangan. Jika kita konsisten dan
istiqamah dengan anjuran Nabi tersebut, Allah akan memberikan kita pertolongan untuk
mengerjakan kebaikan dan menjauhi perbuatan yang kurang menyenangkan, sehingga di akhir
hayat kita mendapatkan kematian yang husnul khotimah. Allâhumma Âmîn.

Perlu diingat, Nabi yang telah dijamin masuk surga oleh Allah subhanahu wata‘ala selalu giat
dalam beribadah kepada Allah subhanahu wata‘ala. Dalam kehidupan di tengah masyarakat,
Nabi selalu baik hati, riang dan sopan terhadap semua orang. Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam selalu yang lebih duluan memberikan salam, sekalipun kepada anak-anak dan para
sahaya. Nabi selalu memberikan apa yang dimiliki kepada para sahabatnya, walaupun beliau
sendiri dalam keadaan kekurangan. Nabi selalu bersilaturrahim dan memaafkan terhadap setiap
orang, walaupun terhadap orang yang pernah memusuhinya, dan Nabi selalu menjalankan shalat
malam, hingga kedua telapak kaki beliau membengkak. Semoga kita semua dapat mencontoh
prilaku dan ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
‫عو ذ ُ‬
‫اآلمنِين‪َ ،‬وأ ْد َخلَنَا وإِيَّاكم فِي ُز ْم َرةِ ِعبَا ِد ِه ال ُمؤْ ِمنِيْنَ ‪ :‬أ ُ‬
‫َجعَلَنا هللاُ َوإيَّاكم ِمنَ الفَائِ ِزين ِ‬
‫الر ِحي ْم‪ :‬يَا أَيُّ َها الَّذِينَ آ َمنُوا اتَّقُوا َّ‬
‫َّللاَ َوقُولُوا‬ ‫مان َّ‬ ‫الر ْح ِ‬‫الر ِجي ْم‪ ،‬بِ ْس ِم هللاِ َّ‬
‫ْطان َّ‬
‫شي ِ‬‫بِاهللِ ِمنَ ال َّ‬
‫قَ ْو ًَل َ‬
‫سدِيدًا‬
‫ت و ِذ ْك ِر ال َح ِكي ِْم‪ .‬إنّهُ تَعاَلَى‬
‫آن العَ ِظي ِْم‪َ ،‬ونَفَعَنِ ْي َوإِيّا ُك ْم بِاآليا ِ‬ ‫با َ َر َك هللاُ ِل ْي َولك ْم فِي القُ ْر ِ‬
‫ف َر ِح ْي ٌم‬‫َج ّوادٌ َك ِر ْي ٌم َم ِل ٌك بَ ٌّر َرؤ ُْو ٌ‬
‫‪Khutbah II‬‬

‫لى ت َ ْوفِ ْي ِق ِه َوا ِْمتِنَانِ ِه‪َ .‬وأ َ ْش َهدُ أ َ ْن َلَ اِلَهَ ِإَلَّ هللاُ َوهللاُ‬
‫ش ْك ُر لَهُ َع َ‬ ‫سانِ ِه َوال ُّ‬ ‫ا َ ْل َح ْمدُ هللِ َع َ‬
‫لى ِإ ْح َ‬
‫إلى ِرض َْوا ِن ِه‪ .‬الل ُه َّم‬ ‫س ْولُهُ الدَّا ِعى َ‬ ‫ع ْبدُهُ َو َر ُ‬ ‫س ِيّدَنَا ُم َح َّمدًا َ‬ ‫أن َ‬ ‫َو ْحدَهُ َلَ ش َِري َْك لَهُ َوأ َ ْش َهدُ َّ‬
‫س ِلّ ْم ت َ ْس ِل ْي ًما ِكثي ًْرا‬
‫ص َحابِ ِه َو َ‬ ‫س ِيّ ِدنَا ُم َح َّم ٍد ِو َعلَى ا َ ِل ِه َوأ َ ْ‬
‫ص ِّل َعلَى َ‬‫َ‬
‫اس اِتَّقُوهللاَ فِ ْي َما أ َ َم َر َوا ْنت َ ُه ْوا َع َّما نَ َهى َوا ْعلَ ُم ْوا أ َ َّن هللاَ أ َ َم َر ُك ْم ِبأ َ ْم ٍر َبدَأ َ‬ ‫أ َ َّما َب ْعدُ فَيا َ اَيُّ َها النَّ ُ‬
‫لى النَّ ِبى يآ‬ ‫صلُّ ْونَ َع َ‬ ‫ِف ْي ِه ِبنَ ْف ِس ِه َوثَـنَى ِب َمآل ئِ َك ِت ِه ِبقُ ْد ِس ِه َوقَا َل تَعاَلَى ِإ َّن هللاَ َو َمآل ِئ َكتَهُ يُ َ‬
‫صلَّى هللاُ َعلَ ْي ِه‬ ‫سيِّ ِدنَا ُم َح َّم ٍد َ‬ ‫ص ِّل َعلَى َ‬ ‫س ِلّ ُم ْوا ت َ ْس ِل ْي ًما‪ .‬الل ُه َّم َ‬
‫صلُّ ْوا َعلَ ْي ِه َو َ‬
‫اَيُّ َها الَّ ِذيْنَ آ َمنُ ْوا َ‬
‫ض اللّ ُه َّم َع ِن‬ ‫ار َ‬ ‫س ِل َك َو َمآلئِ َك ِة اْل ُمقَ َّربِيْنَ َو ْ‬ ‫س ِيّدِنا َ ُم َح َّم ٍد َو َعلَى ا َ ْنبِيآئِ َك َو ُر ُ‬ ‫س ِلّ ْم َو َعلَى آ ِل َ‬ ‫َو َ‬
‫ص َحابَ ِة َوالتَّا ِب ِعيْنَ َوتَا ِب ِعي‬ ‫عثْ َمان َو َع ِلى َو َع ْن بَ ِقيَّ ِة ال َّ‬ ‫ع َمر َو ُ‬ ‫الرا ِش ِديْنَ أ َ ِبى بَ ْك ٍر َو ُ‬ ‫اء َّ‬ ‫اْل ُخلَفَ ِ‬
‫اح ِميْنَ‬‫الر ِ‬ ‫ض َعنَّا َم َع ُه ْم ِب َر ْح َمتِ َك َيا أ َ ْر َح َم َّ‬ ‫ار َ‬ ‫ان اِلَى َي ْو ِم ال ِدّي ِْن َو ْ‬
‫س ٍ‬‫التَّا ِب ِعيْنَ لَ ُه ْم ِبا ِْح َ‬
‫ت الل ُه َّم‬ ‫ت اََلَ ْحيآ ُء ِم ْن ُه ْم َواَْلَ ْم َوا ِ‬ ‫ت َواْل ُم ْس ِل ِميْنَ َواْل ُم ْس ِل َما ِ‬ ‫اَلل ُه َّم ا ْغ ِف ْر ِل ْل ُمؤْ ِمنِيْنَ َواْل ُمؤْ ِمنَا ِ‬
‫ص ْر‬‫ص ْر ِعبَادَ َك اْل ُم َو ِ ّح ِديَّةَ َوا ْن ُ‬ ‫ش ِْر َك َواْل ُم ْش ِر ِكيْنَ َوا ْن ُ‬ ‫أ َ ِع َّز اْ ِإل ْسالَ َم َواْل ُم ْس ِل ِميْنَ َوأ َ ِذ َّل ال ّ‬
‫اخذُ ْل َم ْن َخذَ َل اْل ُم ْس ِل ِميْنَ َو دَ ِ ّم ْر أ َ ْعدَا َء ال ِدّي ِْن َوا ْع ِل َك ِل َماتِ َك ِإلَى َي ْو َم‬ ‫ص َر ال ِدّيْنَ َو ْ‬ ‫َم ْن نَ َ‬
‫ظ َه َر‬‫س ْو َء اْل ِفتْنَ ِة َواْ ِلم َحنَ َما َ‬ ‫الزَلَ ِز َل َواْ ِلم َحنَ َو ُ‬ ‫ال ِدّي ِْن‪ .‬الل ُه َّم ا ْدفَ ْع َعنَّا اْل َبالَ َء َواْ َلو َبا َء َو َّ‬
‫ان اْل ُم ْس ِل ِميْنَ عآ َّمةً َيا َربَّ‬ ‫سا ِئ ِر اْلبُ ْلدَ ِ‬ ‫صةً َو َ‬ ‫طنَ َع ْن َبلَ ِدنَا اِ ْندُونِ ْي ِسيَّا خآ َّ‬ ‫ِم ْن َها َو َما َب َ‬
‫ظلَ ْمنَا‬ ‫ار‪َ .‬ربَّنَا َ‬ ‫سنَةً َوقِنَا َعذَ َ‬
‫اب النَّ ِ‬ ‫آلخ َرةِ َح َ‬ ‫سنَةً َوفِى اْ ِ‬ ‫اْلعَالَ ِميْنَ ‪َ .‬ربَّنَا آتِنا َ فِى الدُّ ْنيَا َح َ‬
‫اإن لَ ْم ت َ ْغ ِف ْر لَنَا َوت َ ْر َح ْمنَا لَنَ ُك ْون ََّن ِمنَ اْلخَا ِس ِريْنَ ‪ِ .‬عبَادَهللاِ ! إِ َّن هللاَ يَأ ْ ُم ُرنَا بِاْل َع ْد ِل‬ ‫سنَا َو ْ‬ ‫ا َ ْنفُ َ‬
‫ظ ُك ْم لَ َعلَّ ُك ْم‬
‫شآء َواْل ُم ْن َك ِر َواْلبَ ْغي يَ ِع ُ‬ ‫بى َويَ ْن َهى َع ِن اْلفَ ْح ِ‬ ‫ْتآء ذِي اْلقُ ْر َ‬ ‫ان َو ِإي ِ‬ ‫س ِ‬ ‫َواْ ِإل ْح َ‬
‫ى نِ َع ِم ِه َي ِز ْد ُك ْم َولَ ِذ ْك ُر هللاِ أ َ ْك َب ْر‬‫تَذَ َّك ُر ْونَ َوا ْذ ُك ُروا هللاَ اْل َع ِظي َْم يَ ْذ ُك ْر ُك ْم َوا ْش ُك ُر ْوهُ َعل َ‬
Khutbah I

‫ أ َ ْش َهد ُ أ َ ْن ََل‬،‫ريم‬ِ ‫ي ال َك‬ ّ ِ‫ َوأ َ ْف َه َمنَا بِش َِر ْيعَ ِة النَّب‬،‫سالَ ِم‬ ّ ‫سبُ َل ال‬ ُ ‫اْل َح ْمدُ هللِ اْل َح ْمدُ هللِ الّذِي َهدَانَا‬
ُ‫ع ْبدُه‬ َ ‫س ِيّدَنَا َونَبِيَّنَا ُم َح َّمدًا‬َ ‫ َوأ َ ْش َهد ُ أ َ ّن‬،‫ ذُواْل َجال ِل َواإل ْكرام‬،ُ‫اِلَهَ ِإ ََّل هللاُ َو ْحدَهُ ََل ش َِري َْك لَه‬
َ‫ص َحا ِب ِه َوالتَّا ِبعين‬ْ َ ‫سيِّدِنا ُم َح َّم ٍد َو َعلَى ا ِله َوأ‬ َ ‫بار ْك َعلَى‬ ِ ‫س ِلّ ْم َو‬ َ ‫ اللّ ُه َّم‬،‫َو َرسولُه‬
َ ‫ص ِّل َو‬
‫طا َعتِ ِه‬ َ ‫ِي بِت َ ْق َوى هللاِ َو‬ ْ ‫ص ْي ُك ْم َو نَ ْفس‬ ُ ‫ ْأو‬،‫اإل ْخ َوان‬ ِ ‫ فَ َيايُّ َها‬:ُ ‫ أ َ َّما َب ْعد‬،‫سان إلَى َي ْو ِم الدِّين‬ ِ ‫إح‬ ْ ‫ِب‬
‫ ِب ْس ِم‬،‫الر ِجيْم‬ َّ ‫ان‬ ِ ‫ط‬ َ ‫ع ْوذ ُ ِباهللِ ِمنَ الَّش ْي‬ ُ َ ‫ أ‬:‫ان اْل َك ِري ْم‬ ِ ‫الى ِفي اْلقُ ْر‬ َ ‫ قَا َل هللاُ ت َ َع‬،‫لَ َعلَّ ُك ْم ت ُ ْف ِل ُح ْو ْن‬
‫ص ِل ْح لَ ُك ْم‬
ْ ُ‫ ي‬،‫سدِيدًا‬ َ ‫ يَا أَيُّ َها الَّذِينَ آ َ َمنُوا اتَّقُوا هللا َوقُولُوا قَ ْو ًَل‬:‫الر ِح ْي ْم‬ َّ ‫ان‬ ِ ‫الر ْح َم‬ َّ ِ‫هللا‬
‫ع ِظي ًما وقال تعالى يَا‬ َ ‫سولَهُ فَقَ ْد فَازَ فَ ْو ًزا‬ ُ ‫أ َ ْع َمالَ ُك ْم َويَ ْغ ِف ْر لَ ُك ْم ذُنُوبَ ُك ْم َو َم ْن يُ ِطعِ هللاَ َو َر‬
َ‫اَيُّ َها الَّ ِذيْنَ آ َمنُ ْوا اتَّقُ ْوا هللاَ َح َّق تُقَاتِ ِه َوَلَ ت َ ُم ْوت ُ َّن ِإَلَّ َوأ َ ْنت ُ ْم ُم ْس ِل ُم ْون‬.
‫صدَقَ هللاُ ال َع ِظي ْم‬ َ
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Ketika ada orang yang bertanya kepada kita, bagaimana jalan untuk menggapai surga, tentu kita akan
menjawabnya sesuai dengan tuntunan Rasulullah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Beliau telah memberikan beberapa penjelasan, yang akan menghantarkan kita menuju surga Allah
subhanahu wata‘ala. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam
Ahmad sebagaimana berikut:

َ‫اس نِ َيا ٌم ت َ ْد ُخلُوا ْال َجنَّة‬


ُ َّ‫صلُّوا َوالن‬ َ ‫صلُوا ْاْل َ ْر َح‬
َ ‫ َو‬،‫ام‬ ِ ‫ َو‬،‫ام‬
َ ‫الط َع‬ ْ َ ‫ َوأ‬،‫س َال َم‬
َّ ‫ط ِع ُموا‬ َّ ‫شوا ال‬ ُ ‫أ َ ْف‬
‫س َال ٍم‬
َ ِ‫ب‬
Artinya: Sebarkan kedamaian, berikan makanan, bersilaturrahimlah, shalatlah ketika orang-orang
tidur, engkau akan masuk surga dengan damai.

Pertama, orang yang menghendaki untuk masuk surga adalah orang yang menebarkan salam,
perdamaian dan kasih sayang. Menebarkan perdamaian bisa diawali dengan member ucapan salam
kepada saudara kita, yaitu Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh. Yang artinya
keselamatan, rahmat, dan berkah Allah subhanahu wata‘ala semoga tercurahkan untukmu. Lazimnya
ucapan salam ini akan dijawab oleh saudara kita dengan jawaban wa’alaikumussalam warahmatullahi
wa barakatuh yang artinya bagimu keselamatan, rahmat dan berkah Allah subhanahu wata‘ala.
Ucapan tersebut tampak sepele, namun memiliki makna yang mendalam.

Imam an-Nawawi dalam Syarah Sahih Muslim menjelaskan bahwa ucapan salam tidak sekadar kata-
kata, namun mengandung arti menebarkan perdamaian, kasih sayang dan kerukunan terhadap
sesama, baik kepada keluarga, tetangga, maupun terhadap sesama Muslim. Kata salam juga menjadi
kunci yang ampuh untuk menghilangkan permusuhan, kebencian, dan kerenggangan di antara
sesama. Karena itu, Islam sangat menganjurkan kita untuk saling mengucapkan salam, tujuannya
adalah mewujudkan kerukunan dan kedamaian, dan menghilangkan kerenggangan dan permusuhan
di antara sesama.

Hadits di atas memberikan pelajaran kepada kita bahwa tidak diperkenankan bagi seorang Muslim
untuk membenci dan menghujat sesama Muslim, menyebarkan permusuhan, menebarkan ujaran
kebencian dan memutuskan tali persaudaraan. Karena menebarkan permusuhan adalah ciri-ciri dari
ajaran syaitan, sebagaimana dalam Al-Qur’an Surat al-Maidah ayat 91, syaitan memiliki tujuan
menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara sesama Muslim.

Kedua, jalan untuk menggapai surga adalah memberikan makanan, Selain kita diwajibkan untuk
mengeluarkan nafkah untuk keluarga, atau mengeluarkan zakat atas harta, Nabi menganjurkan
kepada kita untuk bersedekah, terutama bagi orang-orang yang membutuhkan. Mengapa
memberikan makanan dapat menghantarkan kita menuju surga? Karena orang yang senang
memberikan makanan adalah orang yang dekat dengan surga. Sebagaimana riwayat Imam Turmudzi
dalam sunan Turmudzi Juz 3 halaman 407 disebutkan:

ِ َّ‫اس بَ ِعيدٌ ِمنَ الن‬


‫ار‬ ِ َّ‫يب ِمنَ الن‬
ٌ ‫يب ِمنَ ال َجنَّ ِة قَ ِر‬
ٌ ‫َّللاِ قَ ِر‬ ٌ ‫ي قَ ِر‬
َّ َ‫يب ِمن‬ ُّ ‫س ِخ‬
َّ ‫ال‬
Artinya: “Orang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan
jauh dari neraka.”

Imam Al-Ghazali sebagaimana dikutip oleh kitab Faidlul Qadir karya Muhammad al-Munawi, juz 4
halaman 138 menjelaskan, bahwa sikap dermawan merupakan buah dari cinta akhirat, dan tidak
berlebihan dalam mencintai dunia fana. Sikap dermawan tumbuh dari penghayatan seseorang
tentang iman dan tauhid kepada Allah subhanahu wata‘ala. Sehingga muncul sikap tawakkal dan
berserah diri kepada Allah, secara otomatis muncul sikap percaya bahwa Allah adalah pemberi rezeki.
Seorang dermawan yakin bahwa orang berbuat baik dengan mensedekahkan sebagian hartanya,
Allah pasti akan menggantinya sepuluh kali lipat kebaikan. Berbeda dengan orang yang bakhil, ia
adalah orang yang terlalu cinta dunia dan ragu terhadap janji Allah . Karena itu, tempat yang layak
bagi seorang dermawan adalah surga, sebaliknya tempat yang layak bagi orang bakhil adalah neraka.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Ketiga, menjalin silaturrahim dan persaudaraan, walaupun hanya dengan ucapan salam. Dalam
sebuah riwayat Imam Hakim dalam Kitab Mustadrok Ala Shohihain Juz 2 halaman 563, dengan sanad
yang shahih Nabi bersabda:

‫سو َل‬ ُ ‫ ِل َم ْن َيا َر‬:‫ِيرا َوأ َ ْد َخلَهُ ْال َجنَّةَ ِب َر ْح َم ِت ِه قَالُوا‬


ً ‫سابًا َيس‬ َّ ُ‫سبَه‬
َ ‫َّللاُ ِح‬ ٌ ‫ث َ َال‬
َ ‫ث َم ْن ُك َّن ِفي ِه َحا‬
ُ‫ فَإِذَا فَ َع ْلت‬:‫طعَ َك» قَا َل‬ َ َ‫ص ُل َم ْن ق‬ ِ َ ‫ َوت‬،‫ظلَ َم َك‬ َ ‫ َوت َ ْعفُو َع َّم ْن‬،‫ ت ُ ْع ِطي َم ْن َح َر َم َك‬:‫َّللاِ؟ قَا َل‬
َّ
‫َّللاُ ْال َجنَّةَ بِ َر ْح َمتِ ِه‬
َّ ‫ِيرا َويُ ْد ِخلَ َك‬
ً ‫سابًا يَس‬ َ ‫ب ِح‬ َ ‫س‬َ ‫ أ َ ْن ت ُ َحا‬:‫سو َل هللاِ؟ قَا َل‬ُ ‫ فَ َما ِلي يَا َر‬،‫ذَ ِل َك‬
Artinya: Tiga hal yang menjadikan seseorang akan dihisab Allah dengan mudah dan akan dimasukkan
ke surga dengan Rahmat-Nya. Sahabat bertanya, bagi siapa itu wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam? Nabi bersabda: Engkau memberi orang yang menghalangimu, engkau memaafkan orang
yang mendzalimimu, dan engkau menjalin persaudaraan dengan orang yang memutuskan
silaturrahim denganmu. Sahabat bertanya, jika saya melakukannya, apa yang saya dapat wahai
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? Nabi bersabda: engkau akan dihisab dengan hisab yang
ringan dan Allah akan memasukkanmu ke surga dengan rahmat-Nya.

Mengenai pentingnya silaturrahim, terdapat sebuah cerita dari Imam Ashbihani yang termaktub dalam
kitab Irsyadul Ibad halaman 94, suatu ketika sahabat duduk di sisi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi
wasallam, Kemudian Nabi bersabda: tidak boleh duduk dengan kami orang yang memutuskan
silaturrahim, kemudian seorang pemuda keluar dari halaqoh, pemuda tersebut mendatangi bibinya
untuk menyelesaikan sesuatu masalah di antara keduanya, kemudian bibinya meminta maaf terhadap
pemuda tersebut. Setelah urusan selesai, pemuda kembali ke halaqoh, kemudian Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: sesungguhnya rahmat Allah tidak akan turun pada
suatu kaum, yang di dalamnya terdapat orang yang memutuskan persaudaraan.

Keempat, menjalankan shalat malam ketika banyak orang telah tidur terlelap. Shalat malam menjadi
shalat yang spesial karena dilakukan di waktu banyak orang beristirahat dan lalai dari berdzikir kepada
Allah subhanahu wata‘ala. Shalat malam juga menjadi indikasi seseorang jauh dari riya’ dan pamer
dalam beribadah, karena di waktu ini banyak orang beristirahat. Sehingga bagi orang yang
menjalankan ibadah di waktu malam mendapatkan ganjaran yang lebih, terutama oleh Nabi
disabdakan sebagai orang yang akan masuk surga dengan tanpa kesulitan. Nabi juga bersabda:
“Seutama-utama puasa setelah ramadhan adalah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama
shalat sesudah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim No. 1163)

Menebarkan salam dan kedamaian, memberikan makanan, menjalin persaudaraan, dan shalat malam
adalah anjuran dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, agar kitadapat menggapai surga
dengan tanpa kesulitan dan tanpa banyak rintangan. Jika kita konsisten dan istiqamah dengan anjuran
Nabi tersebut, Allah akan memberikan kita pertolongan untuk mengerjakan kebaikan dan menjauhi
perbuatan yang kurang menyenangkan, sehingga di akhir hayat kita mendapatkan kematian yang
husnul khotimah. Allâhumma Âmîn.

Perlu diingat, Nabi yang telah dijamin masuk surga oleh Allah subhanahu wata‘ala selalu giat dalam
beribadah kepada Allah subhanahu wata‘ala. Dalam kehidupan di tengah masyarakat, Nabi selalu
baik hati, riang dan sopan terhadap semua orang. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu yang lebih
duluan memberikan salam, sekalipun kepada anak-anak dan para sahaya. Nabi selalu memberikan
apa yang dimiliki kepada para sahabatnya, walaupun beliau sendiri dalam keadaan kekurangan. Nabi
selalu bersilaturrahim dan memaafkan terhadap setiap orang, walaupun terhadap orang yang pernah
memusuhinya, dan Nabi selalu menjalankan shalat malam, hingga kedua telapak kaki beliau
membengkak. Semoga kita semua dapat mencontoh prilaku dan ajaran Nabi Muhammad shallallahu
‘alaihi wasallam.

ُ ‫عوذ‬
ُ ‫ أ‬: َ‫ َوأ ْد َخلَنَا و ِإيَّاكم فِي ُز ْم َرةِ ِعبَا ِد ِه ال ُمؤْ ِمنِيْن‬،‫اآلمنِين‬
ِ ‫َج َعلَنا هللاُ َوإيَّاكم ِمنَ الفَائِ ِزين‬
َّ ‫ َيا أَيُّ َها الَّذِينَ آ َمنُوا اتَّقُوا‬:‫الر ِحي ْم‬
‫َّللاَ َوقُولُوا‬ َّ ‫مان‬ ِ ‫الر ْح‬َّ ِ‫ ِب ْس ِم هللا‬،‫الر ِجي ْم‬
َّ ‫ْطان‬
ِ ‫شي‬َّ ‫ِباهللِ ِمنَ ال‬
َ ‫قَ ْو ًَل‬
‫سدِيدًا‬
‫ إنّهُ تَعاَلَى‬.‫ت و ِذ ْك ِر ال َح ِكي ِْم‬
ِ ‫ َونَفَعَنِ ْي َوإِيّا ُك ْم بِاآليا‬،‫آن العَ ِظي ِْم‬ ِ ‫با َ َر َك هللاُ ِل ْي َولك ْم فِي القُ ْر‬
‫ف َر ِح ْي ٌم‬ٌ ‫َج ّوادٌ َك ِر ْي ٌم َم ِل ٌك بَ ٌّر َرؤ ُْو‬
Khutbah II

ُ‫ َوأ َ ْش َهدُ أ َ ْن َلَ اِلَهَ ِإَلَّ هللاُ َوهللا‬.‫لى ت َ ْوفِ ْي ِق ِه َوا ِْمتِنَانِ ِه‬َ ‫ش ْك ُر لَهُ َع‬ ُّ ‫سانِ ِه َوال‬ َ ‫ا َ ْل َح ْمدُ هللِ َع‬
َ ‫لى ِإ ْح‬
‫ الل ُه َّم‬.‫إلى ِرض َْوا ِن ِه‬ َ ‫س ْولُهُ الدَّا ِعى‬ ُ ‫ع ْبدُهُ َو َر‬ َ ‫س ِيّدَنَا ُم َح َّمدًا‬ َ ‫أن‬َّ ُ‫َو ْحدَهُ َلَ ش َِري َْك لَهُ َوأ َ ْش َهد‬
‫س ِلّ ْم ت َ ْس ِل ْي ًما ِكثي ًْرا‬ ْ َ ‫س ِيّ ِدنَا ُم َح َّم ٍد ِو َعلَى ا َ ِل ِه َوأ‬
َ ‫ص َحا ِب ِه َو‬ َ ‫ص ِّل َعلَى‬ َ
َ ‫اس اِتَّقُوهللاَ فِ ْي َما أ َ َم َر َوا ْنت َ ُه ْوا َع َّما نَ َهى َوا ْعلَ ُم ْوا أ َ َّن هللاَ أ َ َم َر ُك ْم بِأ َ ْم ٍر بَدَأ‬ ُ َّ‫أ َ َّما بَ ْعدُ فَيا َ اَيُّ َها الن‬
‫لى النَّ ِبى يآ‬ َ ‫صلُّ ْونَ َع‬ َ ُ‫فِ ْي ِه ِبنَ ْف ِس ِه َوثَـنَى ِب َمآل ئِ َكتِ ِه ِبقُ ْد ِس ِه َوقَا َل تَعاَلَى ِإ َّن هللاَ َو َمآلئِ َكتَهُ ي‬
‫صلَّى هللاُ َعلَ ْي ِه‬ َ ‫سيِّ ِدنَا ُم َح َّم ٍد‬ َ ‫ص ِّل َعلَى‬ َ ‫ الل ُه َّم‬.‫س ِلّ ُم ْوا ت َ ْس ِل ْي ًما‬
َ ‫صلُّ ْوا َعلَ ْي ِه َو‬
َ ‫اَيُّ َها الَّ ِذيْنَ آ َمنُ ْوا‬
‫ض اللّ ُه َّم َع ِن‬ ‫ار َ‬ ‫س ِل َك َو َمآلئِ َك ِة اْل ُمقَ َّربِيْنَ َو ْ‬ ‫س ِيّدِنا َ ُم َح َّم ٍد َو َعلَى ا َ ْنبِيآئِ َك َو ُر ُ‬ ‫س ِلّ ْم َو َعلَى آ ِل َ‬ ‫َو َ‬
‫ص َحابَ ِة َوالتَّابِ ِعيْنَ َوتَابِ ِعي‬ ‫عثْ َمان َو َع ِلى َو َع ْن بَ ِقيَّ ِة ال َّ‬ ‫ع َمر َو ُ‬ ‫الرا ِش ِديْنَ أَبِى بَ ْك ٍر َو ُ‬ ‫اء َّ‬ ‫اْل ُخلَفَ ِ‬
‫اح ِميْنَ‬ ‫الر ِ‬ ‫ض َعنَّا َم َع ُه ْم ِب َر ْح َمتِ َك يَا أ َ ْر َح َم َّ‬ ‫ار َ‬ ‫ان اِلَىيَ ْو ِم ال ِدّي ِْن َو ْ‬‫س ٍ‬ ‫التَّا ِب ِعيْنَ لَ ُه ْم ِبا ِْح َ‬
‫ت الل ُه َّم‬ ‫ت اََلَ ْحيآ ُء ِم ْن ُه ْم َواَْلَ ْم َوا ِ‬ ‫ت َواْل ُم ْس ِل ِميْنَ َواْل ُم ْس ِل َما ِ‬ ‫اَلل ُه َّم ا ْغ ِف ْر ِل ْل ُمؤْ ِمنِيْنَ َواْل ُمؤْ ِمنَا ِ‬
‫ص ْر‬‫ص ْر ِع َبادَ َك اْل ُم َو ِ ّح ِديَّةَ َوا ْن ُ‬ ‫ش ِْر َك َواْل ُم ْش ِر ِكيْنَ َوا ْن ُ‬ ‫أ َ ِع َّز اْ ِإل ْسالَ َم َواْل ُم ْس ِل ِميْنَ َوأ َ ِذ َّل ال ّ‬
‫اخذُ ْل َم ْن َخذَ َل اْل ُم ْس ِل ِميْنَ َو دَ ِ ّم ْر أ َ ْعدَا َء ال ِدّي ِْن َوا ْع ِل َك ِل َما ِت َك ِإلَى َي ْو َم‬ ‫ص َر ال ِدّيْنَ َو ْ‬ ‫َم ْن نَ َ‬
‫ظ َه َر‬‫س ْو َء اْل ِفتْنَ ِة َواْ ِلم َحنَ َما َ‬ ‫الزَلَ ِز َل َواْ ِلم َحنَ َو ُ‬ ‫ال ِدّي ِْن‪ .‬الل ُه َّم ا ْدفَ ْع َعنَّا اْلبَالَ َء َواْ َلوبَا َء َو َّ‬
‫ان اْل ُم ْس ِل ِميْنَ عآ َّمةً يَا َربَّ‬ ‫سائِ ِر اْلبُ ْلدَ ِ‬ ‫صةً َو َ‬ ‫طنَ َع ْن بَلَ ِدنَا اِ ْندُونِ ْي ِسيَّا خآ َّ‬ ‫ِم ْن َها َو َما بَ َ‬
‫ظلَ ْمنَا‬ ‫ار‪َ .‬ربَّنَا َ‬ ‫اب النَّ ِ‬‫سنَةً َوقِنَا َعذَ َ‬ ‫آلخ َرةِ َح َ‬ ‫سنَةً َوفِى اْ ِ‬ ‫اْل َعالَ ِميْنَ ‪َ .‬ربَّنَا آتِنا َ فِى الدُّ ْنيَا َح َ‬
‫اإن لَ ْم ت َ ْغ ِف ْر لَنَا َوت َ ْر َح ْمنَا لَنَ ُك ْون ََّن ِمنَ اْلخَا ِس ِريْنَ ‪ِ .‬ع َبادَهللاِ ! إِ َّن هللاَ َيأ ْ ُم ُرنَا ِباْل َع ْد ِل‬ ‫سنَا َو ْ‬ ‫ا َ ْنفُ َ‬
‫ظ ُك ْم لَ َعلَّ ُك ْم‬
‫شآء َواْل ُم ْن َك ِر َواْل َب ْغي يَ ِع ُ‬‫بى َو َي ْن َهى َع ِن اْلفَ ْح ِ‬ ‫ْتآء ذِي اْلقُ ْر َ‬ ‫ان َو ِإي ِ‬ ‫س ِ‬‫َواْ ِإل ْح َ‬
‫لى نِعَ ِم ِه يَ ِز ْد ُك ْم َولَ ِذ ْك ُر هللاِ أ َ ْكبَ ْر‬‫تَذَ َّك ُر ْونَ َوا ْذ ُك ُروا هللاَ اْلعَ ِظي َْم يَ ْذ ُك ْر ُك ْم َوا ْش ُك ُر ْوهُ َع َ‬