Anda di halaman 1dari 8

IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) BIDANG PENDIDIKAN DI DESA

KEDUNGROJO KECAMATAN PLUMPANG KABUPATEN TUBAN


Ganang Dibya Angkasa
(S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya)
ganangdibyaangkasa@gmail.com

Indah Prabawati, S.Sos., M.Si.


(S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya)
indahprabawati@unesa.ac.id

Abstrak
Salah satu program pemerintah untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan adalah Program Keluarga
Harapan ini dikeluarkan berdasarkan Peraturan Presiden No. 15 tahun 2010 tentang Percepatan
Penanggulangan Kemiskinan. Desa Kedungrojo Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban merupakan salah
satu desa yang mempunyai jumlah KSM yang cukup banyak dan adanya anak yang tidak bisa melanjutkan
jenjang pendidikannya serta adanya KSM yang masuk dalam kriteria peserta penerima bantuan namun
tidak terdaftar sebagai peserta penerima dana bantuan PKH. Peneliti ini bertujuan untuk mendeskripsikan
Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) Bidang Pendidikan di Desa Kedungrojo Kecamatan
Plumpang Kabupaten Tuban. Jenis pendekatan yang digunakan adalah deskriptif. Subyek penelitian ini
terdiri dari Pendamping PKH Desa Kedungrojo, Guru, masyarakat penerima PKH di Desa Kedungrojo.
Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data
dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini dilihat dari
enam variabel keberhasilan implementasi yaitu, standar, tujuan dan sasaran kebijakan sudah sesuai dengan
standar, tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Kedua untuk sumber daya manusia tidak terdapat hambatan,
semua sudah ditetapkan dan difungsikan sesuai tugasnya masing-masing, untuk sumber daya finansial perlu
adanya penambahan dana tambahan supaya dapat mencukupi sejumlah KSM yang belum terdaftar menjadi
peserta PKH, dan sumber daya waktu meliputi pencairan dana terdapat kendala yaitu sering mengalami
keterlambatan dalam pencairan dana bantuan. Ketiga, karakteristik agen pelaksana sudah sesuai dengan
tugas dan fungsinya masing-masing. Keempat, disposisi implementor adanya dukungan positif dari
pelaksana program. Kelima, koordinasi yang dilakukan oleh para pelaksana program kurang berjalan baik
serta komunikasi yang berjalan dari UPPKH maupun dari Pendamping kurang intensif dalam penyampaian
pelaksanaan program. Keenam, lingkungan sosial dalam penelitian ini adalah respons positif yang
diberikan oleh warga Desa Kedungrojo, lingkungan politik yaitu adanya dukungan dari Kepala Desa,
Camat dan Bupati dan lingkungan ekonomi yang kurang kondusif dan sangat memberi pengaruh terhadap
jalannya program. Saran pelaksana pusat UPPKH perlu memberlakukan pembaruan data yang jelas dan
akurat dalam pemilhan calon peserta PKH, sehingga KSM terpilih menjadi peserta sesuai dengan sasaran
yang dituju, perlu adanya penambahan dana tambahan supaya dapat mencukupi sejumlah KSM yang belum
terdaftar menjadi peserta PKH, Pendamping dan pelaksana pusat UPPKH harus lebih tegas dalam
memberikan sanksi kepada peserta PKH yang kurang bijak dalam menggunakan dana bantuan, Koordinasi
dan Komunikasi antara pusat UPPKH maupun Pendamping harus berjalan dengan baik agar pelaksanaan
program berjalan sesuai dengan tujuan, serta peserta PKH khususnya masyarakat Desa Kedungrojo yang
terdaftar harus lebih bijak dalam menggunakan dana bantuan yang diberikan digunakan untuk memenuhi
kebutuhan Pendidikan dan Kesehatan yang sesuai dari tujuan program.

Kata Kunci: Implemntasi, Program Keluarga Harapan, Pendidikan

Abstract
One of the Government's program to accelerate poverty reduction is a family Program Expectations issued
by virtue of presidential Regulation No. 15 of 2010 about Accelerating poverty reduction. Kedungrojo
village sub district Tuban Plumpang is one of the villages which have a significant amount of SHGS and
the presence of children who could not continue their education level, as well as the existence of SHGS in
the criteria of the participants a recipient but not registered as a participant in the grant recipient PKH. This
needs to be held a deep study on the implementation of the Program of family Expectations at the village of
Kedungrojo, considering that this program has been running for a little over 4 years. Standards, goals and
objectives policy is in compliance with the standards, goals and objectives are set. Both for human
resources there is no obstacle, all is set and enabled appropriate to his duties, respectively, to the financial
resources of the need for the addition of additional funds in order to fullfill a number of SHGS that have yet
to be registered PKH participants, time and resources include disbursements, there is a constraint that is
often experienced a delay in disbursement of aid. Third, the characteristics of the implementing agency is in
compliance with the duties and functions of each. Fourth, the disposition of a positive endorsement of the
implementor of the implementing programs. Fifth, coordination is done by the executing program is less a
good run as well as communication that runs from UPPKH or from the Companion is less intensive in the
delivery of program implementation. Sixth, the social environment in this research was the positive
response given by the citizens of the village of Kedungrojo, i.e. the existence of a political environment of
support from the village head, Head and Regent and less conducive economic environment and highly
influential against the course of the program. Implementing advice centre UPPKH need to enforce updates
data in a clear and accurate pemilhan potential participants PKH, so SHGS elected participant in
accordance with the intended target, the need for the addition of additional funds in order to fullfill a
number of SHGS that have not yet registered to become a participant and implementer's Companion, PKH
Center UPPKH should be more resolute in giving sanctions to participants of the PKH less wise in using
the aid funding, coordination and communication between the Centre of the UPPKH as well as Companion
must go well so that program execution goes according with the objectives, as well as participants of the
PKH especially villagers Kedungrojo listed need to be more wise in using the aid funds provided are used
to meet the educational needs and health objectives of the appropriate.

Keywords: Implementation, Program Keluarga Harapan, Education

PENDAHULUAN Landasan hukum yang mendasari adanya


Kesejahteraan masyarakat serta keadilan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) antara lain :
adalah cita–cita leluhur dari pendiri negara kita. 1. Undang-undang Nomor 13 tahun 2011 tentang
Kemerdekaan bukan saja bermakna kebebasan dari penanganan fakir miskin.
penjajah, lebih dari itu adalah tercapainya masyarakat 2. Peraturan Presiden Nomor 15 tahun 2010 tentang
yang adil dan makmur. Indonesia merupakan salah Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.
satu negara yang memiliki penduduk yang besar, 3. Inpres Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program
dengan banyaknya jumlah penduduk di Indonesia Pembangunan yang Berkeadilan poin lampiran ke
membuat semakin banyak pula berbagai 1 tentang penyempurnaan pelaksanaan Program
permasalahan yang terjadi seperti kemiskinan. Keluarga Harapan.
Masalah kemiskinan masih menjadi sorotan utama 4. Inpres nomor 1 tahun 2013 tentang Pencegahan
kita terkait dengan usaha–usaha pemerintah dalam dan Pemberantasan Korupsi poin lampiran ke 46
meningkatkan kesejahteraan sosial Indonesia. tentang Pelaksanaan Transparansi Penyaluran
Bantuan Langsung Tunai Bersyarat bagi Keluarga
Pemerintah Indonesia harus memberikan Sangat Miskin (KSM) sebagai peserta Program
perhatiannya secara serius terhadap penanggulangan Keluarga Harapan.
masalah kemiskinan dan perlu membuat kebijakan 5. Keputusan Direktur Jenderal Bantuan dan
atau program nasional yang berkaitan dengan Jaminan Sosial Nomor BJS/85/05/04/V/2009
pertumbuhan kesejahteraan masyarakat secara adil tentang Pedoman Umum Program Keluarga
dan merata. Harapan Tahun 2009 (www.kemsos.go.id).
Program Keluarga Harapan (PKH) sebenarnya program ini. Adapun persoalan yang berkenaan
telah dilaksanakan di berbagai negara, khususnya di dengan PKH yang berjalan di Desa Kedungrojo
Negara Amerika dengan nama konsep Conditional selama ini, yakni: pertama, pola pikir masyarakat
Cash Transfer (CCT), yang diterjemahkan bantuan yang kurang bijak dalam mengelola uang bantuan,
tunai bersyarat. Program PKH ini bukan uang yang diterima tidak dipergunakan untuk
dimaksudkan sebagai lanjutan dari program Subsidi membiayai peralatan sekolah.
Langsung Tunai (SLT) yang diberikan dalam rangka Kedua, kurangnya kesadaran masyarakat akan
membantu rumah tangga miskin. PKH lebih pentingnya pendidikan. Banyak orang tua dari Desa
dimaksudkan kepada upaya membangun sistem Kedungrojo yang memutuskan jenjang pendidikan
perlindungan sosial pada masyarakat miskin. anaknya menuju ke Sekolah Negeri Menengah,
kebanyakan orang tua mengeluh akan biaya ataupun
PKH terdiri atas program dibidang kesehatan dan sikap dan perilaku anak yang kurang baik.
dibidang pendidikan dimana setiap keluarga yang Ketiga, mengenai data kelayakan peserta PKH
menjadi sasaran program ini berhak mendapat yaitu adanya ketidaktepatan sasaran dalam PKH ini,
bantuan tunai sesuai persyaratan, mendapat ditemukannya KSM yang masuk dalam kriteria akan
pelayanan kesehatan di penyedia pelayanan tetapi tidak terdaftar dalam PKH sedangkan ada
kesehatan di puskesmas, posyandu, polindes dan warga yang sudah mampu atau tidak layak masuk di
sebagainya, mendapat pelayanan pendidikan bagi dalam kriteria PKH masih terdaftar sebagai peserta
yang belum atau tidak bisa menyelesaikan PKH.
pendidikan dasar, melalui program pendidikan A. Konsep Kebijakan Publik
formal, informal maupun non formal. Program Kebijakan publik adalah apapun yang dipilih
Keluarga Harapan (PKH) juga dilaksanakan di pemerintah untuk dilakukan atau tidak dilakukan,
Kabupaten Tuban. Kabupaten Tuban memiliki 20 juga masalah yang komplek yang dinyatakan dan
Kecamatan yaitu, Kecamatan Bancar, Kecamatan dilaksanakan oleh pemerintah. Kebijakan publik
Bangilan, Kecamatan Grabagan, Kecamatan Jatirogo, harus mengabdi pada kepentingan masyarakat.
Kecamatan Jenu, Kecamatan Kenduruan, Kecamatan Kesimpulannya kebijakan publik (public policy)
Kerek, Kecamatan Merakurak, Kecamatan Montong, adalah serangkaian tindakan yang ditetapkan dan
Kecamatan Palang, Kecamatan Parengan, Kecamatan dilaksanakan oleh pemerintah yang mempunyai
Plumpang, Kecamatan Rengel, Kecamatan tujuan tertentu demi kepentingan masyarakat.
Semanding, Kecamatan Senori, Kecamatan Kebijakan publik adalah suatu program pencapaian
Singgahan,Kecamatan Soko,Kecamatan tujuan. Nilai nilai, dan praktek-praktek yang terarah.
Tambakboyo,Kecamatan Widang, Kecamatan Tuban. Kebijakan publik juga dapat diartikan sebagai
susunan rancangan tujuan-tujuan yang sistematis dan
Kecamatan Plumpang telah menerapkan Program dasar-dasar pertimbangan program-program
Keluarga Harapan (PKH) mulai tahun 2014, pemerintah yang berhubungan erat dengan masalah-
Kecamatan Plumpang khususnya di Desa Kedungrejo masalah tertentu yang tengah dihadapi masyarakat.
peneliti memilih Desa Kedungrojo sebagai lokasi
penelitian dikarenakan masih adanya variabel- Analisis penulis dari definisi di atas adalah
variabel penghambat pelaksanaanya sebuah Kebijakan Publik lebih merupakan tindakan yang
implementasi suatu program namun di Desa mengarahkan pada pencapaian suatu tujuan dan pada
Kedungrojo juga Program Keluarga Harapan yang sebagai perilaku atau tindakan yang harus dilakukan
dilaksanakan membuahkan sebuah inovasi baru, Desa dan tidak boleh dilakukan, kebijakan pada hakikatnya
Kedungrojo juga memiliki bank sampah yang dimana terdiri atas tindakan-tindakan yang saling terkait dan
program tersebut adalah sebuah inovasi dari Program berpola yang mengarah pada tujuan tertentu yang
Keluarga Harapan (PKH). dibuat oleh pihak yang mempunyai kewenangan
Dalam pelaksanaan Program Keluarga Harapan dalam hal ini adalah pemerintah atau pejabat
(PKH) di Kecamatan Plumpang di Desa Kedungrojo pemerintah yang kemudian bersifat mengikat dan
sudah dilaksanakan, namun demikian tidak terlepas bukan merupakan keputusan yang berdiri sendiri.
dari hambatan/hal-hal yang tidak sesuai dengan B. Konsep Implementasi Kebijakan Publik
Implementasi kebijakan rnerupakan suatu proses HASIL DAN PEMBAHASAN
dalam kebijakan publik yang mengarah pada Merujuk pada hasil penelitian yang telah didapat
pelaksanaan suatu kebijakan. Praktek implementasi pada indikator-indikator keberhasilan implementasi
kebijakan merupakan suatu proses yang begitu kebijakan dalam pelaksanaan Program Keluarga
kompleks bahkan tidak jarang bermuatan politis Harapan di Desa Kedungrojo dengan menggunakan
karena adanya intervensi dari berbagai kepentingan. teori yang dikemukakan oleh Donald S. Van Meter
Implementasi kebijakan sesungguhnya bukan hanya dan Carl E. Van Horn mencakup enam variable dan
sekedar bersangkutpaut dengan mekanisme hal ini sangat sesuai untuk menganalisis data yang
penjabaran keputusan-keputusan politik kedalam sudah didapat dalam penelitian ini. Berikut analisis
prosedur-prosedur rutin lewat saluran-saluran Implemetasi Program Keluarga Harapan di Desa
biokrasi, melainkan lebih dari itu ímplementasi juga Kedungrojo:
menyangkut masalah-masalah konflik, keputusan dan
siapa yang memperoleh apa dari suatu kebijakan. 1. Ukuran dan Tujuan Kebijakan
Dalam Program Keluarga Harapan ini juga
Berdasarkan uraian ini penulis dapat terdapat sasaran yang harus dituju. Sasaran dari
menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan adalah Program Keluarga Harapan adalah Keluarga Sangat
merupakan suatu proses yang dinamis, dimana Miskin yang mempunyai anggota keluarga yang
pelaksanaan kebijakan melakukan suatu aktivitas atau terdiri dari anak usia 6-21 tahun yang belum
kegiatan, sehingga pada akhirnya akan mendapat menyelesaikan pendidikan wajib 12 tahun.
suatu hasil yang sesuai dengan tujuan atau sasaran Sehubungan dengan ini kebijakan dari Program
kebijakan itu sendiri. Keluarga Harapan sendiri masih belum tepat. Hal
ini juga dibuktikan dengan hasil peneliti ketika
C. Model-Model Implementasi dilapangan bahwa masih ada KSM yang tidak
Model implementasi yang cocok untuk termasuk kriteria peserta PKH, sedangkan pada saat
implementasi Program Keluarga Harapan di Desa bersamaan ada masyarakat yang masuk kriteria
Kedungrejo Kecamatan Plumpang bidang Pendidikan tetapi tidak terdaftar dalam peserta PKH
adalah menurut Donald Van Metter dan Carl Van 2. Sumber Daya
Horn karena teori ini lebih spesifik dalam mengulas a. Sumber Daya Manusia
faktor-faktor pendorong dan penghambat Selain sumber daya manusia yang mencukupi,
pengimplementasian program. Terdapat enam untuk menentukan keberhasilan implementasi PKH,
variable menurut Donald Van Metter dan Carl Van kualitas atau kemampuan sumber daya manusia
Horn juga menetukan keberhasilan implementasi
METODE kebijakan. Khususnya untuk Pendamping, Guru
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian yang dirasa sudah cukup berkompeten dalam
ini adalah deskriptif dengan menggunakan melaksanakan PKH di Desa Kedungrojo ini,
pendekatan kualitatif. Sementara itu, fokus penelitian pendamping di Desa Kedungrojo berpendidikan S1
menggunakan teori Van Matter dan Carl Van Horn. dan guru desa berpendidikan S1. Dengan
Lokasi Penelitian dilakukan di Desa Kedungrojo kompetensi pendidikan yang dimiliki Pendamping
Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban, Adapun dan Guru tersebut berdampak pada kecepatan,
teknik pengambilan sumber data dalam penelitian ini ketepatan dan ketanggapan dalam memberikan
menggunakan teknik purposive Sampling. Kemudian pelayanan kepada KSM.
teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Namun terkait dengan sumber daya manusia yang
observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan terlibat dalam pelaksanaan PKH ini, masih terdapat
teknik analisis data yang digunakan menurut beberapa kendala yaitu dukungan dari Kepala Desa
Sugiyono (2014) yaitu Data collection, Data dan Perangkat Desa yang dirasa kurang, Kepala
Reduction, Data Display, dan Conclution Drawing Desa dan Perangkat Desa tidak ikut andil secara
and Verifying. penuh dalam pelaksanaan PKH di Desa Kedungrojo
ini dan juga KSM di Desa Kedungrojo yang
berpendidikan rendah yang berakibat pada
kejelasan informasi yang diberikan dari karakteristik sesuai dengan tugas dan fungsinya
Pendamping. masing-masing.
b. Sumber Daya Finansial 4. Disposisi Implementor
Dalam penyaluran dana bantuan kepada KSM Pada penelitian ini pelaksanaan Program
tersebut dana yang diperoleh tidak mendapatkan Keluarga Harapan di Desa Kedungrojo
potongan sepeserpun sehingga KSM dapat mendapatkan respon positif dari para pelaksana
menerima penuh bantuan tersebut. Jadi dalam yaitu Pendamping dan Guru di desa. Respon positif
penyaluran dana bantuan tidak mengalami tersebut ditujukkan oleh para pelaksana dalam
permasalahan hal jumlah bantuan yang diterima. bentuk komitmen mereka ketika melaksanakan
Akan tetapi perlu adanya penambahan dana yang Program Keluarga Harapan di Desa Kedungrojo.
dikucurkan di Desa Kedungrojo guna mendaftarkan Bentuk komitmen tersebut ditunjukkan dengan
KSM di Desa Kedungrojo yang masuk kriteria sikap melayani para KSM dengan tanpa pamrih
PKH agar bisa menjadi peserta PKH serta memahami tugas dan fungsinya masing-
c. Sumber Daya Waktu masing pada saat pelaksanaan program.
Sumber daya yang perlu diperhatikan selain 5. Komunikasi antar Organisasi
sumber daya manusia dan sumber daya finansial a. Koordinasi
yaitu sumber daya waktu. Ketika sumber daya Koordinasi dalam pelaksanaan Program
manusia dan sumber daya finansial mendukung Keluarga Harapan di Desa Kedungrojo dilakukan
akan waktu yang dipergunakan dalam menjalankan oleh beberapa pihak yaitu, Pemerintah Desa
sebuah kebijakan tidak mencukupi, maka hal ini khususnya Kepala Desa, Pendamping dan Guru.
dapat menjadi bagian ketidakberhasilan kebijakan Pada praktiknya, Kepala Desa telah memberikan
publik. wewenang sepenuhnya kepada panitia pelaksana
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 3 sumber untuk melakukan koordinasi selanjutnya. Kepala
daya waktu yang diteliti yaitu waktu penyaluran Desa pada program ini hanya bertugas sebagai
dana bantuan, waktu pertemuan kelompok dan penanggung jawab Program Keluarga Harapan
absensi siswa yang wajib diikuti para peserta PKH yang ada di Desa Kedungrojo ini.
bidang pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh
Mengenai waktu penyaluran bantuan, bantuan peneliti, dapat disimpulkan bahwa dalam praktik
dana kepada peserta PKH diberikan setiap 3 bulan pelaksanaan Program Keluarga Harapan, para
sekali, tempat penyaluran dana sendiri berada pelaksana yang terlibat telah berkoordinasi
dikantor Pos yang ada di kecamatan masing- dengan baik, para pelaksana telah berfungsi
masing, dalam penyaluran ini peneliti menemukan sesuai dengan masing-masing tugas yang telah
permasalahan mengenai penyaluran dana bantuan dibebankan.
yaitu mengenai keterlambatan dalam melakukan b. Komunikasi
pencairan dana, pencairan yang dilakukan biasanya Masalah yang ditemukan di lapangan adalah
mundur satu bulan sampai 2 bulan dari waktu komunikasi yang dilakukan antara Guru dengan
pencairan yang ditetapkan. Pendamping sedikit mengalami hambatan. Guru
3. Karakteristik Agen Pelaksana sering mengalami kesulitan mencari dan
Selain Kepala Desa dan guru karakteristik agen berkoordinasi dengan Pendamping karena
pelaksana yang mendukung berjalannya Program Pendamping sering keluar rumah, selain itu terdapat
Keluarga Harapan di Desa Kedungrojo ini sendiri permasalahan komunikasi dengan para KSM, KSM
adalah Pemerintah Desa Kedungrojo, Pemerintah di Desa Kedungrojo rata-rata berpendidikan rendah
Desa Kedungrojo mendukung adanya Program kebanyakan dari mereka hanya lulus tingkat SD
Keluarga Harapan ini, karena program ini sejalan bahkan ada pula yang tidak pernah mengeyam
dengan visi dari Pemerintah desa Kedungrojo itu pendidikan sehingga hal tersebut menghambat
sendiri. dalam hal bahasa, dalam melakukan komunikasi
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan KSM, Pendamping banyak menggunakan
dalam Program Keluarga Harapan yang ada di Desa bahasa jawa dan dengan kata-kata yang sesederhana
Kedungrojo para agen pelaksana mempunyai mungkin.
Dalam hal ini peneliti menilai bahwa dalam antusias karena letaknya jauh dengan rumah
pelaksanaan Program Keluarga Harapan di Desa KSM. Selain itu ada dukungan juga dari pihak
Kedungrojo implementor sudah luar seperti Camat Kecamatan Plumpang dan
mengkomunikasikan pelaksanaan program dengan Bupati Kabupaten Tuban dengan adanya
baik, terbukti dengan adanya sosialisasi yang dukungan tersebut Program Keluarga Harapan di
dilakukan oleh Pendamping setiap satu bulan Desa Kedungrojo dapat berjalan secara baik.
sekali. c. Lingkungan Ekonomi
6. Lingkungan Sosial, Politik dan Ekonomi Kondisi ekonomi pada pelaksanaan Program
a. Lingkungan Sosial Keluarga Harapan adalah terkait dengan keadaan
Kondisi lingkungan sosial di Desa perekonomian KSM yang ada di Desa
Kedungrojo dimana masyarakat Desa Kedungrojo Kedungrojo, kebanyakan KSM di Desa
mempunyai hubungan yang sangat erat antar Kedungrojo bermata pencaharian sebagai petani
anggota masyarakat karena kebanyakan dari dan buruh pabrik, dengan pekerjaan tersebut para
masyarakat Desa Kedungrojo mempunyai KSM hanya mendapatkan penghasilan yang
hubungan darah. Sehingga hal ini berpengaruh sedikit, sehingga hal ini berdampak pada
terhadap informasi yang mudah tersebar dan penggunaan dana bantuan yang diberikan. Dana
memudahkan implementor yaitu Pendamping bantuan akhirnya tidak dipergunakan untuk
dalam melakukan sosialisasi, masyarakat Desa kebutuhan kesehatan maupun pendidikan anak-
Kedungrojo juga merespon positif terhadap PKH anak mereka akan tetapi digunakan untuk
di Desa kedungrojo ini. Hal tersebut dikarenakan memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka.
adanya program ini merupakan program yang Dari hasil penelitian yang diperoleh, peneliti
memiliki tujuan sosial. Dengan adanya dukungan menilai bahwa kondisi ekonomi sangat
positif dari masyarakat Desa Kedungrojo tersebut mempengaruhi kondisi ketika pelaksanaan
membuat para implementor di Desa Kedungrojo Program Keluarga Harapan ini dilakukan. Dengan
khususnya Pendamping dan Guru menjadi lebih adanya kondisi ekonomi yang ditunjukkan
bersemangat dalam menjalankan tugas dan masyarakat Desa Kedungrojo, maka pencapaian
wewenangnya. Dalam variabel lingkungan sosial tingkat keberhasilan program juga akan
ini peniliti menemukan permasalahan yaitu terpengaruh. Kondisi ekonomi yang ada tersebut
adanya nuansa persaingan yang dilakukan antar akan menghambat tercapainya tujuan-tujuan PKH
anggota masyarakat guna menunjukan kelas yang ditetapkan
sosial yang mereka miliki, hal tersebut juga PENUTUP
berdampak pada penggunaan dana yang diterima A. Kesimpulan
dari Program Keluarga Harapan. Dalam hal ini Dalam pelaksanaanya masih belum sesuai
peneliti menemukan adanya dana bantuan yang dengan standard dan tujuan yang sudah ditetapkan,
diberikan kepada KSM yang digunakan untuk yaitu masih ditemukannya permasalahan
membayar kredit sepeda motor dan kebutuhan masyarakat yang belum menunjukan adanya
rumah tangga lainnya, hal tersebut dilakukan peningkatan ekonomi. Sasaran dari kebijakan masih
untuk menunjukkan kelas sosial para KSM belum tepat karena masih ditemui ada masyarakat
didalam masyarakat. yang tidak masuk kriteria dan juga ada masyarakat
b. Lingkungan Politik yang masuk kriteria tapi tidak terdaftar dalam
Sehubungan dengan hasil penelitian yang Program Keluarga Harapan.
telah diperoleh peneliti, unsur politik dalam Sumber daya manusia, finansial dan waktu.
pelaksanaan Program Keluarga Harapan adalah Sumber daya manusia dalam pelaksanaan Program
adanya dukungan dari Kepala Desa Kedungrojo. Keluarga Harapan bidang pendidikan di Desa
Dukungan yang diberikan dari Kepala Desa Kedungrojo sudah didukung dengan pelaksana
adalah pemberian tempat kepada Pendamping yang kompeten. Terutama bagi Pendamping yang
dalam melakukan pertemuan dengan kelompok berpendidikan S1 dan juga Guru yang
yang diadakan setiap satu bulan sekali. Namun berpendidikan S1. Sumber daya finansial yaitu
dalam pemberian tempat ini para KSM kurang mengenai bantuan yang diberikan untuk KSM yang
berasal dari APBN, bantuan yang diterima para tugasnya, para petugas pelaksana sudah paham
KSM yang besarnya berbeda-beda menurut dengan tugas dan fungsinya, dan para petugas juga
tanggungan anak didalam keluarganya dan sumber sudah ditempatkan sesuai dengan kemampuannya
daya finansial lainya yaitu dana yang diberikan masing-masing.
kepada Pendamping yang berasal dari APBN dan Lingkungan sosial politik dan ekonomi.
APBD dengan perbandingan 40% dari APBD dan Kondisi lingkungan sosial yang ada di Desa
60% dari APBN, dalam sumber daya finansial ini Kedungrojo yaitu saling guyub rukun, hubungan
perlu adanya penambahan dana untuk KSM yang antar masyarakat Desa Kedungrojo sangat erat
belum terdaftar di PKH. Sumber daya waktu dalam sehingga hal ini berpengaruh terhadap sebuah
pelaksanaan Program Keluarga Harapan ini informasi, warga Desa Kedungrojo menerima
terdapat tiga yaitu waktu pencairan dana bantuan, program ini karena program ini bertujuan positif,
waktu pertemuan kelompok yang dilakukan oleh namun didalam lingkungan sosial terdapat masalah
Pendamping dan waktu absensi siswa yang wajib yaitu ditemukannya nuansa persaingan untuk
dilakukan oleh siswa yang terdaftar menjadi peserta menunjukan kelas sosial masyarakat Desa
Program Keluarga Harapan, dalam sumber daya Kedungrojo hal ini berpengaruh terhadap
waktu ini menemukan permaslaahan yaitu penggunaan dana bantuan yang diberikan.
mengenai keterlamabatan dana bantuan dan ketidak B. Saran
hadiran KSM dalam pertemuan kelompok. 1. Pelaksana pusat UPPKH perlu memberlakukan
Komunikasi antar organisasi. Koordinasi dari pembaruan data yang jelas dan akurat dalam
para pihak-pihak yang terlibat yaitu Pendamping, pemilihan calon peserta PKH, sehingga KSM
Guru, Kepala Desa dan juga ketua kelompok KSM terpilih menjadi peserta sesuai dengan sasaran
sudah terjalin dengan baik, terbukti dengan adanya yang dituju.
kerjasama antara Pendamping dengan Guru, dan 2. Perlu adanya penambahan dana tambahan supaya
juga dengan ketua kelompok KSM sebelum dapat mencukupi sejumlah KSM yang belum
ataupun pada saat pelaksanaan program. terdaftar menjadi peserta PKH.
Pelaksanaan Program Keluarga Harapan di Desa 3. Pendamping serta UPPKH harus lebih tegas
Kedungrojo dikomunikasikan dengan baik oleh dalam memberikan sanksi kepada peserta PKH
Pendamping kepada KSM dengan memberikan yang menggunakan dana bantuan tidak sesuai
sosialisasi. Sosialisasi tersebut disampaikan setiap dengan apa yang ditetapkan.
diadakannya pertemuan dengan kelompok. 4. Koordinasi dan Komunikasi antara UPPKH
Karakteristik agen pelaksana. Instansi yang maupun Pendamping harus berjalan dengan baik
terlibat dalam pelaksanaan Program Keluarga agar pelaksanaan program berjalan sesuai dengan
Harapan di Desa Kedungrojo adalah Kepala Desa, tujuan
Guru dan Pemerintah Desa Kedungrojo. Kepala 5. Masyarakat Desa Kedungrojo khususnya yang
Desa Kedungrojo memberikan persetujuan Program terdaftar menjadi peserta PKH, harus lebih bijak
Keluarga Harapan di Desa Kedungrojo yang telah dalam menggunakan dana bantuan yang diberikan
diajukan oleh Pendamping PKH. Selain itu Kepala untuk memenuhi kebutuhan Pendidikan dan
Desa Kedungrojo merupakan yang bertanggung Keseahatan yang sesuai dari tujuan Program
jawab sepenuhnya dalam pelaksanaan kegiatan Keluarga Harapan
PKH di Desa Kedungrojo. Guru sebagai pendukung
Pendamping di Desa Kaedungrojo dalam UCAPAN TERIMA KASIH
melaksanakan Program Keluarga Harapan Dalam penyusunan jurnal skripsi ini, penulis
khususnya di bidang pendidikan. Pemerintah Desa banyak mendapatkan tantangan dan hambatan. Dengan
Kedungrojo mendukung berjalannya Program adanya berbagai bantuan dari berbagai pihak, tantangan
Keluarga Harapan karena sejalan dengan visi Desa dan hambatan tersebut dapat teratasi. Oleh karena itu
Kedungrojo. penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sedalam-
Disposisi implementor. Respon dari petugas dalamnya kepada orangtua penulis yang selalu
pelaksana sangat positif, respon positif dapat dilihat memberikan dukungan serta doa, dosen pembimbing
dari komitmen para pelaksana dalam melakukan ibu Indah Prabawati, S.Sos., M.Si., yang selalu
memberi arahan dan masukan untuk menyelesaikan Tachjan. 2006. Implementasi Kebijakan Publik.
skripsi, serta terima kasih untuk seluruh dosen S1 Ilmu Bandung: AIPI.
Administrasi Negara yang telah banyak memberikan
ilmu pada penulis. Beserta staf Administrasi tata usaha Wahab, S. 2002. Analisis Kebijaksanaan: Dari
yang telah membantu kelancaran pengurusan proses
skripsi penulis hingga terselesaikan dengan lancar. Formulasi Keimplementasi kebijaksanaan
DAFTAR PUSTAKA Negara. Jakarta:Bumi Aksara

Agustino, Leo. 2006. Dasar-dasar Kebijakan Publik. Wibawa, Samodra. 2011. Politik Perumusan
Bandung : CV Alfabeta Bandung. Kebijakan Publik.
Moeloeng , Lexy J. 2011. Metode Penelitian Yogyakarta: Graha Ilmu.
Kualitatif Edisi Revisi.
Zuriah, N. 2006. Metodelogi Penelitian Sosial dan
Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Pendidikan : Teori Aplikasi.
Soetomo. 2007. Teori-teori social dan kebijakan
Jakarta : Bumi Akasara
publik.
Jakarta: Permana media Group. Tachjan. 2006, Implementasi Kebijakan Publik.
Bandung: AIPI
Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif
Kualitatif dan R&D. Website:
Bandung : Alfabeta.
www.kemsos.go.id , di akses pada tanggal 15 April
Sugiyono. 2013. Memahami Penelitian Kualitatif. 2017.
Bandung : Alfabeta
Buku:Buku Pedoman Umum Program Keluarga
Soenarko. 2005. Public Policy : pengertian Pokok Harapan Monografi Desa Kedungrojo Kecamatan
Untuk Memahami dan Analisa Plumpang Kabupaten Tuban
Kebijaksanaan Pemerintah. Surabaya :
Airlangga University Press