Anda di halaman 1dari 6

Makalah Tugas Switching

FRAME RELAY

Helmi Nurseha (14101057)

PROGRAM STUDI S1 - TEKNIK TELEKOMUNIKASI


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM
JL. DI. PANJAITAN 128 PURWOKERTO
2016

Abstrak — Frame Relay merupakan teknologi yang muncul diawal tahun 1990 dan dikembangkan untuk
menggantikan teknologi X.25. Frame Relay seperti X.25, teknologi yang berdasarkan Virtual Call Service
sehingga Frame Relay disebut koneksi teknologi WAN yang terorientasi.
Frame Relay sekarang menggunakan PVC (Permanent Virtual Circuit) sebagai pengganti dari kabel
sewaan. Frame Relay merupakan protokol WAN yang mempunyai performa tinggi, protokol WAN ini
beroperasi pada layer physical dan layer datalink dari model OSI layer. Frame Relay awalnya didesain untuk
digunakan secara keseluruhan pada interface ISDN (Integrated Services Digital Network). Sekarang teknologi
ini juga digunakan pada interface network yang lain.
I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Beberapa feature yang dimiliki oleh Frame


Frame Relay merupakan jenis pelayanan Relay adalah :
yang tepat bagi mereka yang menginginkan  Call Control Signalling: dilakukan pada
bare-bones connection-oriented yang mutlak logical connection yang terpisah dari
untuk transfer antar machine dengan user data, sehingga intermediate node
kecepatan tinggi dan biaya yang ekonomis. tidak perlu maintain state tables/process
Terbentuknya Frame Relay disebabkan oleh message yang berhubungan dengan call
adanya perubahan teknologi selama dua control pada sebuah per-connection
dekade terakhir ini. basis.
Dua puluh tahun yang lalu, komunikasi  Multiplexing dan switching dari logical
dengan menggunakan kabel telepon sangat connection terjadi pada layer 2 bukan
lamban dan mahal, sehingga diperlukan layer 3.
protokol-protokol yang rumit untuk error  Tidak ada hop-by-hop flow control dan
handling, serta biaya yang sangat besar untuk error control. End-to-end flow control
mengoperasikannya. Namun, keadaan dan error control terdapat pada layer
sekarang ini telah berubah secara radikal. yang lebih tinggi
Saat ini, saluran telepon sangat cepat dan
dapat diandalkan. Pelanggan menyewa sebuah 1.2 Rumusan Makalah
permanent virtual circuit antara dua point dan Adapun rumusan masalah dari makalah ini
kemudian dapat mengirim frame-frame adalah :
sampai 1600 byte. Berkaitan dengan hal ini, 1. Jelaskan definisi frame relay ?
Frame Relay menyediakan pelayanan yang 2. Bagaimana cara kerja frame relay ?
seminimal mungkin dalam cara penentuan 3. Jelaskan kekurangna dan kelebihan dari
awal dan akhir dari masing-masing frame, dan frame relay.
error detection pada transmisi. 1.3 Tujuan
Frame Relay yang didesain pertama kali Tujuan penulisan makalah ini adalah :
oleh ISDN merupakan pengembangan lebih 1. Untuk mengetahui definisi dari frame
lanjut dari Packet Switching dan X.25, dan relay.
khusus didesain untuk memperbaiki 2. Untuk mengetahui cara kerja frame relay.
kekurangan dari dua pendahulunya ‘tersebut’. 3. Untuk mengetahui kekurangan dan
kelebihan dari frame relay.
II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Frame Relay


Frame relay adalah teknologi WAN (Wide
Area Network) dengan performansi tinggi yang
beroperasi pada physical layer dan data link
layer dari model referensi OSI. Pada awal
perkembangannya frame relay di desain untuk
penggunaan melalui interface (antar muka)
jaringan ISDN (Integrated Service Digital
Gambar 2.1 Format Frame Relay
Network). Sekarang frame relay digunakan
- Flag : pembatas awal dan akhir dari frame.
pada sebagian besar interface jaringan.
Nilai dari field ini selalu sama dan
Frame Relay merupakan teknologi packet
diwakili oleh bilangan hexadecimal atau
switching. Jaringan packet switching
binernya.
memungkinkan end station untuk secara
dinamis membagi media transmisi dan - Address memuat informasi berikut
ketersediaan bandwidth. Ada dua teknik yang  DLCI 10 bit DLCI esensinya merupakan
digunakan pada teknologi packet switching.: header Frame Relay. Nilai ini diwakili
1. Panjang paket yang variable. oleh koneksi virtual antara perangkat
2. Statistical multiplexing (teknik DTE dan switch. Masing-masing
multiplexing dengan metode statistical). koneksi virtual dimultiplex / digabung
Panjang paket yang variabel digunakan menjadi 1 saluran fisik / physical
untuk pengiriman data yang lebih efisien dan channel yang direpresentasikan oleh
fleksibel. Paket yang di kirim di-switch-kan (di nilai unik dari DLCI. Nilai DLCI hanya
sambungkan) melalui berbagai segment dari mempunyai nilai lokal saja, ini berarti
jaringan sampai alamat tujuan dari paket hanya untuk saluran fisik yang ada pada
tercapai. daerah tersebut saja. Karena itu
Teknik statistical multiplexing mengontrol perangkat di akhir koneksi yang
akses jaringan (network accsess) pada jaringan sebaliknya, menggunakan nilai DLCI
pensaklaran paket (packet switch network). yang berbeda untuk merujuk pada
Keuntungan dari teknik ini yaitu penggunaan koneksi virtual yang sama.
bandwidth yang lebih fleksibel dan efisien. - Extended Address (EA) : digunakan untuk
Kebanyakan teknologi WAN yang populer mengindikasi apakah byte yang ada pada
saat seperti ethernet dan token ring merupakan nilai EA adalah 1 dan merupakan field
jaringan packet-switched. Frame relay sering addressing yang terakhir. Jika bernilai 1,
dideskripsikan sebagai versi efektif dari X.25, byte tersebut akan ditentukan sebagai
menawarkan sedikit kesempurnaan oktet DLCI yang terakhir. Meskipun saat
kemampuan. Hal ini karena frame relay ini implementasi Frame Relay semuanya
beroperasi pada layanan WAN yang menggunakan DLCI 2 oktet, kemampuan
menawarkan reliable conection. ini tidak memungkinkan DLCI digunakan
Frame Relay pada dasarnya adalah sebuah lagi ke depannya. Bit ke delapan dari
software yang khusus di desain untuk masing-masing byte address field
menyediakan koneksi digital yang lebih efisien digunakan untuk mengindikasi EA.
dari suatu point tertentu ke point yang lain. Menambah kemungkinan pengalamatan
Jadi, Frame Relay merupakan sebuah transmisi data dengan menambahkan 1 bit
teknologi yang menawarkan metode yang untuk pengalamatan.
lebih cepat dan lebih ekonomis dalam - C/R : merupakan bit yang mengikuti byte
menjalankan komputer networking. Adapun DLCI yang paling signifikan pada address
format sebuah frame ialah seperti terlihat pada field. Menentukan frame ini termasuk
gambar berikut: dalam kategori Perintah (Command) atau
Tanggapan (Response).
- Congestion Control -> terdiri dari 3 bit
yang mengontrol mekanisme congestion-
notification yaitu FCEN, BECN dan DE
yang mana semua merupakan 3 bit
terakhir dari address field.
 Forward Explicit Congestion
Notification (FCEN) merupakan 1 bit
pada field yang diset nilainya menjadi 1
oleh switch untuk mengindikasikan
perangkat DTE yang terakhir seperti
router dan indikasi jumlah frame yang Gambar 2.2 Perangkat Frame Relay
dibuang karena terjadinya kongesti di  DTE (Data Terminating Equipment)
jaringan tujuan. adalah node, biasanya milik end-user dan
 Backward Explicit Congestion perangkat internetworking. Perangkat
DTE ini mencakup “endpoint” dan
Notification (BECN) merupakan
perangkat akses pada jaringan Frame
indikasi jumlah frame yang mengarah ke Relay. DTE yang memulai suatu
switch Frame Relay tersebut tetapi pertukaran informasi.
dibuang karena terjadinya kongesti di  DCE (Data Communication Equipment)
jaringan asal. adalah perangkat “internetworking”
 Discard Eligibility (DE) diset oleh pengontrol “carrier”. Perangkat-perangkat
ini juga mencakup perangkat akses, teatpi
perangkat DTE seperti router untuk
terpusat di sekitar perangkat jaringan.
menandai frame yang prioritasnya DCE merespon pertukaran informasi yang
rendah diantara frame-frame lain yang dimulai oleh perangkat DTE.
ditransmisikan. Frame yang ditandai
tersebut dianggap sebagai discard 2.3 Cara Kerja Frame Relay
eligible yang seharusnya dibuang Frame Relay merupakan suatu layanan data
sebelum frame-frame yang lain berada packaging yang memungkinkan beberapa user
pada kepadatan jaringan. Ini menggunakan satu jalur transmisi pada waktu
memungkinkan mekanisme prioritas yang bersamaan. Untuk lalu-lintas komunikasi
dasar pada jaringan Frame Relay. yang padat, Frame Relay jauh lebih efisien
- Data : memuat data pada layer diatasnya daripada leased line yang disediakan khusus
yang dienkapsulasi. Tiap frame pada field hanya untuk satu user, yang umumnya hanya
variable length termasuk data user atau terpakai 10-20% dari kapasitas bandwidth-nya.
muatan pada field itu dengan panjang Dalam teknik telekomunikasi, packet
sampai 16.000 oktet. Field ini akan switching dikembangkan untuk memenuhi
mentransportasikan paket protokol layer komunikasi data yang sifatnya cepat dan akurat.
yang lebih tinggi (PDU) melalui jaringan Sebuah packet dapat dianalogikan sebagai
Frame Relay. sebuah amplop yang mempunyai alamat tujuan,
- Frame Check Sequence : memastikan alamat pengirim atau alamat kembali apabila
integrasi data dalam proses transmisi. kiriman tidak sampai ke tujuan, dan tentu saja
Nilai ini dihitung dengan perangkat di isi pesannya sebagai hal yang pokok. Dalam
sumber dan diverifikasi oleh receiver / packet yang berisi electronic data, dilengkapi
penerima untuk memastikan integritas dengan error detection serta acknowledgement
transmisi. dari receiver dalam bentuk kode yang dikirim
kembali ke sender, apakah packet telah diterima
2.2 Perangkat Frame Relay secara utuh.
Sebuah jaringan Frame Relay terdiri dari Pada data packaging ini dikenal istilah
“endpoint” (PC, server, komputer host), frame, yakni untuk menyatakan limit dari frame
perangkat akses Frame Relay (bridge, router, sebuah package. Limit frame ini ditandai
FRAD(Frame Relay Access Device )) dan dengan flag. Demikianlah sehingga data dibawa
perangkat jaringan (packet switch, router, sepanjang jalur komunikasi dalam bentuk
multiplexer T1/E1). Perangkat-perangkat frame-frame. Standar internasional untuk
tersebut dibagi menjadi dua kategori yang network access dengan packet switching yang
berbeda: pertama muncul adalah X.25, yang
direkomendasikan oleh CCITT (kini bernama  Block interactive data application.
ITU-T) pada tahun 1976. Frame Relay yang Memiliki tingkat delay rendah dan
muncul setelah X.25 ternyata jauh lebih efektif throughput rendah, contoh: high-
daripada X.25, karena X.25 mengalami resolution, video text, CAD/CAM.
pelambatan proses karena adanya error  File transfer
detection dan error correction. Berbeda dengan Transit delay tidak begitu penting, serta
Frame Relay yang mendefinisikan ulang memiliki throughput tinggi.
header-nya pada bagian awal dari suatu frame,  Multiplexed low-bit rate.
sehingga dihasilkan header frame normal 2-byte Memanfaatkan kemampuan multiplexing
(satu byte atau octet terdiri dari delapan bit). dari Frame Relay, dengan low-bit source
Header Frame Relay dapat juga di-expand yang memungkinkan untuk di-multiplex
menjadi tiga atau empat byte untuk menambah ke channel oleh sebuah fungsi NT.
total address space yang disediakan. Header
Frame Relay terdiri dari deretan angka sejumlah 2.5 Keuntungan dan Kekurangan Frame Relay
sepuluh bit, DLCI (Data Link Connection 2.5.1 Keuntungan Frame Relay
 Proses komunikasi menjadi lebih sederhana.
Identifier)-nya merupakan nomor rangkaian
 Fungsionalitas protocol yang diperlukan di
virtual Frame Relay yang berkaitan dengan
user-inter network dikurangi.
destination dari frame tersebut. Dalam hal
 Transmisi serta fasilitas switching lebih
hubungan antar kerja LAN-WAN, DLCI ini
reliable.
akan menunjukkan port-port yang merupakan
 Multi connection dari satu port ke tujuan
LAN pada sisi destination. Adanya DLCI
yang berbeda dapat dilakukan dengan hanya
tersebut memungkinkan data mencapai node
menempatkan satu port. Hal ini akan
Frame Relay yang akan di-transmit melalui
menghemat dimensi fisik, kabel, serta
network dengan menempuh proses tiga langkah
kompleksitas
sederhana yakni:
* Integrity check dari frame dengan
2.5.2 Kekurangan Frame Relay
menggunakan FCS (Frame Check
 Tidak adanya kemampuan link-by-link flow.
Sequence), jika dalam proses checking ini
 Tidak mempunyai error control.
dideteksi adanya error, maka frame
 Delay yang sangat besar.
tersebut akan di-discard.
 Resiko kehilangan frame (Loss of Frames).
* Search DLCI dalam suatu table, jika DLCI
 Adanya short interruption yang terjadi terus-
tersebut tidak didefinisikan untuk link
menerus.
yang dimaksud, maka frame akan di-
discard. III. PEMBAHASAN
* Retransmit frame tersebut menuju ke 1. Apa itu X.25 ?
destination-nya dengan mengirimnya ke Jawab :
luar, ke port atau trunk yang telah X.25 adalah X.25 adalah sebuah protokol
dispesifikasikan dalam daftar tabelnya. standar ITU-T untuk koneksi Wide Area
Dengan demikian, node dari Frame Relay Network (WAN) pada jaringan packet
tidak melakukan langkah pemrosesan yang switched, protocol ini dapat mendefinisikan
rumit sebagaimana halnya pada protokol- computer (device) pada jaringan public yang
protokol yang mempunyai keistimewaan seperti berbeda platform bisa saling berkomunikasi.
X.25. 2. Kenapa terjadi delay yang sangat besar ?
Jawab :
2.4 Aplikasi Frame Relay
Karena sebuah frame yang hilang akan
Frame Relay umumnya dipergunakan pada
menyebabkan retransmission dari semua
aplikasi internet, karena transmission rate yang
frame yang tidak memiliki sinyal
tinggi dan berbagai kelebihan lain yang
acknowledge. Recovery seperti ini akan
dimilikinya. Menurut standar ANSI TI. 606,
memerlukan siklus ekstra dan memori dalam
ada 3 contoh aplikasi yang dapat mengambil
komputer-komputer di masing-masing
keuntungan dari pemanfaatan Frame Relay ini,
endpoint, dengan menggunakan bandwidth
antara lain:
dari additional network untuk retransmit
frame-frame. Akibanya dari kondisi ini adalah mendeskripsikan destination dari
menyebabkan suatu delay yang besar bagi frame-nya. Jika suatu network
periode time out pada layer yang lebih tinggi. mempunyai problem dalam menangani
3. Adakah kemungkinan kecepatan transfer data sebuah frame, baik yang disebabkan
pada Frame Relay melebihi 1,6 Mbps ? oleh kesalahan pada network atau
Jawab : congestion, secara praktis network
Ada, berdasarkan Rekomendasi ITU-T I.233 tersebut akan men-discard frame
menunjukkan bahwa Frame Relay dapat tersebut.
digunakan pada akses dengan kecepatan - Frame Relay membutuhkan network
sampai 2,048 Mbps atau lebih. dengan low-error rate untuk mencapai
4. Contoh fisik dari Frame Relay ? kinerja yang baik. Dikarenakan tidak
Jawab : adanya kemampuan untuk error
Tidak ada contoh fisik-nya, Frame Relay correction, maka Frame Relay
sendiri merupakan protokol WAN yang bergantung pada protokol-protokol
beroperasi pada layer pertama dan kedua dari pada layer yang lebih tinggi di dalam
model OSI, dan pengembangan dari Packet piranti pengguna yang memiliki
Switching. Frame Relay dapat kecerdasan untuk melakukan recovery
diimplementasikan pada beberapa jenis dengan retransmit frame-frame yang
interface jaringan. hilang.
5. Apa yang terjadi pada frame jika tidak ada - Error recovery oleh protokol-protokol
recovery pada error control, setelah itu ada pada layer yang lebih tinggi, walaupun
protokol apa ? itu otomatis dan dapat diandalkan,
Jawab : adalah tidak ekonomis dipandang dari
Ada sebuah protokol, tetapi diserahkan segi process-delay dan bandwidth.
kepada layer yang lebih tinggi pada model Maka mau tidak mau network harus
OSI, untuk melakukan sebuah recovery pada meminimumkan terjadinya frame
sebuah frame dengan menjaga path dari discarding.
urutan angka-angka berbagai frame yang di- 3. Perangkat DTE merupakan perangkat
send dan di-receive. Suatu kode balasan atau yang mencakup “endpoint”, sedangkan
acknowledgement di-transmit untuk perangkat DCE merupakan perangkat
memberitahukan kepada sisi sender, nomor- yang terdapat didalam Frame Relay Cloud
nomor frame mana yang telah diterima Network.
dengan baik. Jika suatu urutan nomor hilang, 4. Keuntungan Frame Relay antara lain lebih
sesudah menunggu selama periode time out reliable, menghemat dimensi fisik, kabel,
tertentu, sisi receiver akan meminta serta kompleksitas. Sedangkan
retransmission. Dengan demikian software di kerugiannya antara lain adalah delay yang
kedua sisi tersebut akan menjamin bahwa besar, dan adanya resiko kehilangan
semua frame pada akhirnya diterima tanpa frame.
kesalahan . Fungsi ini terjadi pada layer 4 5. Aplikasi yang dapat mengambil
(Transport Layer) dari model OSI. keuntungan dari pemanfaatan Frame Relay
ini, antara lain:
IV. PENUTUP
- Block interactive data application.
A. Kesimpulan
- File transfer.
1. Frame Relay, yang berorientasi pada
packet switching adalah sebuah software - Multiplexed low-bit rate
yang khusus didesain untuk menyediakan
koneksi digital yang lebih efisien dari B. Saran
suatu point tertentu ke point yang lain. Pengetahuan tentang Frame Relay sangat
2. Secara garis besar, prinsip kerja Frame baik untuk diketahui oleh masyarakat umum
Relay adalah: karena kemampuannya untuk menangani lalu
lintas komunikasi suara, serta interworking
- Data flow pada dasarnya memiliki
dengan jaringan ATM.
pengarahan yang berbasis pada header
yang memuat DLCI, yang
DAFTAR PUSTAKA

[1] Anonymous, “Frame Relay”. [Online].


Tersedia :
http://www.unhas.ac.id/tahir/BAHAN-
KULIAH/KOMDAT/bahasa-
indonesia/Materi%20Presentasi%20Kelompo
k/Frame%20Relay/Makalah%20komdat/Prese
ntasi%20KOmdat.doc.
[2] Eddy. S. “Frame Relay” 2010. [Online].
Tersedia :
http://xa.yimg.com/kq/groups/23334222/6890
22030/name/Frame+Relay+-
+Sentanu+Eddy.pdf.
[3] Agry, A. “Frame Relay dan X.25” [Online].
Tersedia :
http://agry_alfiah.staff.gunadarma.ac.id/Down
loads/files/36504/Kel+12_Frame+Relay+%26
+x.25.pdf