Anda di halaman 1dari 11

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

”TERAPI OKUPASI”

Dosen pembimbing : Aurelia Citra Silalahi, S.Kep, Ners

Di susun oleh :
1. Ana violeta
2. Ayong hera
3. Basilica enti
4. Carolin rahayu kristiawati
5. Claudia tamara
6. Fransiskus sabier
7. Georgerius juliando

Akademi Keperawatan Dharma Insan Pontianak


Tahun Ajaran 2017-2018

1
A. LATAR BELAKANG
Terapi okupasi adalah usaha penyembuhan melalui kesibukan atau
pekerjaan tertentu. Terapi okupasi adalah salah satu jenis terapi kesehatan
yang merupakan bagian dari rehabilitas medis. Penekanan terapi ini adalah
pada sensomotorik dan proses neurologi dengan cara memanipulasi,
memfasilitasi dan menginhibisi lingkungan, sehingga tercapai
peningkatan, perbaikan, dan pemeliharaan kamampuan klien, dengan
memperhatikan asset (kemampuan) dan emitasi (keterbatasan) yang
dimiliki klien, terapi ini bertujuan untuk membantu meningkatkan
kemandirian klien dalam melakukan aktifitas serta pertumbuhan dan
perkembangan psikososial klien.

B. WAKTU PELAKSANAAN
Hari, tanggal : Jumat, 10 November 2017
Jam : 13.00 – 13.40 WIB
Durasi : 40 menit
Tempat : Ruang Terapi Kelompok
Sasaran : Lansia

C. TUJUAN
Terapi khusus untuk mengembalikan fungsi mental
1. Menciptakan kondisi tertentu sehingga klien dapat mengembangkan
kemampuannya untuk dapat berhubungan dengan orang lain dan
masyarakat sekitarnya.
2. Membantu menemukan kegiatan sesuai bakat dan kondisinya.
Terapi khusus untuk mengembalikan fungsi fisik, meningkatkan
gerak, sendi, otot dan koordinasi gerakan.
1. Meningkatkan toleransi kerja, memelihara dan meningkatkan
kemampuan yang dimiliki.

2
2. Menyediakan berbagai macam kegiatan agar dicoba klien untuk
mengetahui kemampuan mental dan fisik, kebiasaan, kemampuan
bersosialisasi, bakat, minat dan potensinya.
3. Mengarahkan minat dan hobi untuk dapat digunakan sehingga klien
tidak merasa bosan di panti.

Tujuan umum

1. Untuk memudahkan belajar fungsi dan keahlian yang dibutuhkan


untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.
2. Meningkatkan produktifitas.
3. Menurunkan atau memperbaiki ketidaknormalan dan memelihara atau
meningkatkan kesehatan.
4. Dapat mengidentifikasi kemampuan yang ada pada klien.
5. Memelihara dan meningkatkan kemapuan klien

D. PENGORGANISASIAN KELOMPOK
1. Leader : Fransiskus Sabier
Tugas :
a. Memimpin jalannya terapi okupasi
b. Menyusun rencana aktivitas kelompok
c. Memberikan penjelasan tentang peraturan
d. Menyampaikan tujuan kontrak waktu dan peraturan.
2. Co Leader : Georgerius Juliando
Tugas :
a. Membantu pelaksanaan terapi okupasi
b. Memotivasi peserta agar lebih aktif dalam terapi okupasi
3. Observer : Ayong Hera
Tugas :
a. Mengamati dan mencatat proses terapi okupasi
b. Mengidentifikasi strategi kritis yang digunakan Leader

3
c. Memprediksi respon anggota kelompok pada sesi berikutnya
d. Menyampaikan hasil observasi selama proses terapi okupasi.
4. Fasilitator : Carolin Rahayu Kristiawati, Ana Violeta, Basilia Enti,
Claudia Tamara
Tugas :
a. Mengutuhkan kehadiran klien dalam kelompok terapi okupasi
b. Memfasilitasi dan membantu dalam proses terapi okupasi
c. Menyediakan alat yang dibutuhkan dalam proses terapi okupasi
5. Klien
a. Beli
b. Sutriana
c. Winda
d. Mery
e. Elisa
f. Dina
g. Trisna
h. Tara
i. Susana
j. Donata
k. Elvi
l. Elsy

4
E. SASARAN
Peserta terapi Okupasi adalah klien di panti werdha ,yaitu sebagai
berikut :
No Nama Umur

1 Beli 60 tahun

2 Sutriana 65 tahun

3 Winda 67 tahun

4 Mery 58 tahun

5 Elisa 62 tahun

6 Dina 60 tahun

7 Trisna 57 tahun

8 Tara 55 tahun

9 Susana 66 tahun

10 Donata 60 tahun

11 Elvi 63 tahun

12 elsy 61 tahun

5
F. SETTING TEMPAT
1. Terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran.
2. Ruangan nyaman dan tenang
3. Setting tempat

Keterangan :

: Leader

: Co Leader

: Fasilitator

: Observer

: Klien

6
G. ALAT PERAGA
1. Gunting
2. Kertas Karton
3. Lem
H. METODE
1. Dinamika kelompok
2. Diskusi dan Tanya jawab
3. Bermain peran/stimulasi
I. SUSUNAN KEGIATAN

No. Kegiatan Waktu

1. Persiapan : 5 menit

a. Memilih klien
b. Membuat kontrak dengan klien
c. Mempersiapkan alat dan tempat
pertemuan

2. Orientasi : 8 menit

a. Salam terapeutik
b. Perkenalan terapis
c. Evaluasi atau validasi
d. Menanyakan perasaan klien saat ini
e. Kontrak :
1) Menjelaskan tujuan kegiatan
2) Menjelaskan aturan main berikut :
a. Jika ada klien yang akan
meninggalkan kelompok harus

7
meminta ijin kepada terapis
b. Lama kegiatan 40 menit
c. Setiap klien mengikuti kegiatan
dari awal sampai selesai

3. Tahap kerja : 22 menit

SESSI (I):

a. Jelaskan kegiatan yaitu dengan


memperkenalkan nama terapis dan nama
klien. Apabila klien belum begitu paham,
ulangi sampai klien mengenali dirinya
sendiri.
b. Beri pujian untuk tiap keberhasilan klien

SESSI (II) :

a. Diawali dengan menanyakan pada klien


kesiapan klien untuk terapi
b. Memberi kesempatan klien untuk
bertanya / menyampaikan sesuatu.
c. Tanyakan keluhan utama klien
d. Tanggapi secukupnya
e. Minta respon klien akan penjelasan
tersebut khususnya kaitan antara denagn
dirinya.
f. Bantu klien mengenali distorsi
kognitifnya. Catat pada lembar/ form
g. Sepakati distorsi yang akan di intervensi

8
4. Tahap terminasi : 5 menit

a. Minta respon klien


b. Kesimpulan dan support
c. Memberikan follow up untuk mengikuti
tahap II
d. Kontrak waktu yang akan datang untuk
tahap II
5. Salam terapeutik

J. ANTISIPASI
1. Jika ada keluarga yang menunggui dipersilahkan menunggu sampai
acara selesai.
2. Jika ada klien lain yang ingin mengikuti kegiatan dipersilahkan
menonton dan tidak mengganggu co leader mengajak klien tersebut
keluar dan diantar ke kamarnya.
3. Jika klien tidak mau mengikuti kegiatan atau bosan, tugas co leader
memotivasi klien untuk mengikuti kegiatan sampai dengan selesai, jika
klien memaksa klien diantar ke kamar dan tempatnya diisi oleh co
leader.
4. Jika klien ingin ke kamar mandi, diantar dan ditunggui sampai kembali
ke tempat semula.
K. EVALUASI DAN DOKUMENTASI
Evaluasi dilakukan pada saat proses Terapi Okupasi berlangsung,
khususnya pada tahap kerja untuk menilai kemampuan klien melakukan
Terapi Okupasi. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai
dengan Terapi Okupasi. Untuk Terapi Okupasi Sesi 2, dievaluasi
kemampuan klien mengikuti arahan dari terapis dan melakukan apa yang

9
sudah di rencanakan oleh terapis dengan menggunakan formulir evaluasi
berikut.

Sesi 2 : Terapi Okupasi

Kemampuan Membuat kerajinan ayaman tikar dari kertas

Nama Klien

N Aspek yang B Sut w din E Mer Els Elvi Tri T Susa Do

O dinilai el ria in a li y y sna ar na nat


li na d s a a
a a

1 Kemampuan
mengunakan
bahan dan alat
dengan benar

2 Kerapian
dalam
menyusun
anyaman.

3 Keefisienan
waktu untuk
menyelesaaika
n anyaman

Jumlah

10
Keterangan:

0 = Tidak dapat melakukan

1 = Dapat Melakukan

2 = Dapat melakukan dengan rapi

3 = Dapat melakukan dengan rapi dan tepat waktu


L. Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien ketika melakukan
Terapi Okupasi pada catatan proses keperawatan tiap masing-masing
klien.

11

Anda mungkin juga menyukai