Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH REPRODUCIBILITY FAKTOR EKSPOSI

JAMINAN dan KENDALI MUTU RADIOLOGI

Dosen Pengampu : Dwi Rochmayanti, SST ,M.Eng

Disusun oleh kelompok 2 :

Wulandari (P1337430216048)

Anastasya Hesty A. (P1337430216053)

Anugrah Deofantri (P1337430216058)

Lutfi Fitriana D. (P1337430216059)

Afriza Diki T. (P1337430216062)

Nadia Nurul Ayu S. (P1337430216064)

Terrya Saphira G. (P1337430216072)

Anggit Rahmi L. (P1337430216076)

Ina Mita Mayasari (P1337430216080)

M. Agus Ridwan (P1337430216081)

Dian Suci R. (P1337430216085)

PROGRAM STUDI S1 TERAPAN TEKNIK RADIOLOGI

JURUSAN TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN SEMARANG

TAHUN 2017
Kata Pengantar

Puji dan syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas “MAKALAH
REPRODUCIBILITY FAKTOR EKSPOSI”. Penulisan makalah ini bertujuan untuk pemenuhan tugas
mata kuliah Jaminan dan Kendali Mutu Radiologi. Atas dukungan moral dan materi yang diberikan
dalam penyusunan makalah ini, maka penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada :

1. Bapak Gatot Murti Wibowo, S.pd , M.sc, selaku dosen yang mengampu mata kuliah
Jaminan dan Kendali Mutu Radiologi.
2. Ibu Dwi Rochmayanti, S.ST, M.Eng selaku dosen yang membimbing selama
pembelajaran praktek.

Makalah ini ditulis dengan harapan dapat membantu mahasiswa untuk memahami mata
kuliah Jaminan dan Kendali Mutu Radiologi. Makalah ini juga dapat di jadikan bahan
pembelajaran.

Penyusun menyadari bahwa makalah ini belumlah sempurna. Oleh karena itu, saran dan
kritik yang membangun dari rekan-rekan sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan makalah
ini.

Semarang, Oktober 2017

Penyusun

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ................................................................................................ i
KATA PENGANTAR .............................................................................................. iii
DAFTAR ISI............................................................................................................. iv
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang Masalah ..................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah .............................................................................. 1
1.3. Tujuan Penulisan ................................................................................ 2
1.4. Manfaat Penulisan .............................................................................. 2

BAB II KAJIAN PUSTAKA .................................................................................. 3


2.1. Teknik Pemeriksaan Appendikografi ................................................. 3
2.2. Teknik Pemeriksaan Lopografi .......................................................... 6
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN .................................................................. 10
3.1. HasilPemeriksaanAppendikografi di RSUD dr. SoedonoMadiun ..... 10
BAB IV PENUTUP .................................................................................................. 11
1.1. Kesimpulan......................................................................................... 11
1.2. Saran .................................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 12
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Melakukan pengujian dan pengukuran reproductibility eksposi generator sinar
x, menerapkan prosedur dan melakukan evaluasi terhadap kondisi pengukuran
reproductibility eksposi generator sina-X.
Mahasiswa trampil melakukan persiapan pengujian, pelaksanaan pengujian,
mendeskripsikan hasil, melakukan analisi dan pembahasan hasil uji dan melakukan
verifikasi hasil uji terhadap regulasi standar yang berlaku

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan reproducibility faktor eksposi ?
2. Bagaimana uji reproducibilty faktor eksposi?
3. Bagaimana perhitungan dari reproducibility faktor eksposi?
C. Tujuan penulisan
1. Mengetahui tentang reproducibilty faktor eksposi
2. Mengetahui dan memahami cara uji reproducbility faktor eksposi
3. Mengetahui dan memahami perhitungan uji reproducibility faktor eksposi
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Pengertian
Eksposure yang di buat pada kVp dan mA yang tetap pada phantom
yang memiliki ketebalan yang sama , harusnya menghasilkan densitas
yang sama pada citra (Papp, 2011, p: 107). Hal ini sesuai dengan
pernyataan bahwa intensitas radiasi yang dihasilkan oleh tabung sinar-
X harus sama saat pengaturan teknis yang digunakan juga sama.

Tes ini dilakukan tahunan. Hal ini sangat penting untuk memastikan
bahwa reproductibility sebuah pesawat sinar-X dalam batas yang
diperkenankan untuk menghasilkan keluaran yang sama saat faktor
teknis disetting sama juga. Jika seorang radiografer berharap dapat
menghasilkan citra yang berkualitas baik, mereka dapat yakin bahwa
faktor eksposi yang disetting sama akan menghasilkan citra dengan
kualitas yang sama. Jadi hal ini akan mengurangi pengulangan film
yang bisa menambah dosis ke pasien.
BAB III
HASIL dan PEMBAHASAN
1. Prosedur

Untuk mendapatkan densitas optic yang dihasilkan pada citra radiogafi , metode
altenatif yang tepat adalah dengan melakukan uji reproduksibilitas faktor eksposi
dengan menggunakan alat ukur yang di sebut dosimeter. Proses ini di lakukan dengan
membuat 5 eksposure secara terpisah pada jarak 100 cm dengan settingan faktor
eksposi 60 kVp dan mAs tetap. Beberapa eksposi dibuat dengan kombinasi mA dan s,
tetapi tetap menghasilkan mAs yang tetap.

 Pesiapan alat dan bahan :


 Pen dosimeter
 Pesawat sinar x
 Charge ( pembaca hasil eksposi )

 Prosedur :
 Letakan dose meter probe diatas meja pemeriksaan dengan jarak 100 cm dengan
tabung sinar x

 Kolimasi di atur sesuai dengan ukuran detector


 Atur faktor eksposi sesuai table
 Buat ekspose
 Ulangi eksposure setidaknya 4 kali dan catat pada lembar yang telah di siapkan
2. Hasil dan Pembahasan

Eksposure mAs kVp Timer (s) mA Eksposure meter


reading
1 10 60 31.1 322 0,4× 1,04 = 0.416
2 10 60 50 200 0.4×1,04= 0.416
3 10 60 80 125 0,4× 1,04= 0.416
4 10 60 125 80 0.4 × 1,04= 0.416
5 10 60 200 50 0,5× 1,04= 0.52
Rata-rata pembacaan eksposi 0.436

Setiap hasil eksposi reader dikalikan dengan faktor kalibasi pen dosimeter, yaitu faktor
kalibrasinya 1,04 dan didapatkan hasil rata-rata pembacaan eksposi adalah 0.428.

Untuk memastikan bahwa repoduksibilitas pesawat sinar x pada batas penerimaan ,


koefisien repoduksibilitasnya ditentukan telebih dahulu dengan menggunkan pesamaan
:

Keterangan :

Xi = pengukuran eksposure ke ….

X’’ = rata-rata pengukuran

n= jumlah pengukuran eksposure


Pengukuran keseluruhan

C = 1/0.436 {(0,416 - 0.436)^2*4 + (0,52 - 0.436) ^2 }^1/2

(5-1)

C = 0,0465

Nilai pengukuran eksposure rata-rata dibandingkan dengan pembacaan tiap eksposure adalah:

(0,416 - 0.436)/ 0.436 × 100% = -4,6%

(0,52 - 0.436)/ 0.436× 100% = 19,3%

Berdasarkan Safety Code 35 (SC. 35), CoV (Coefficient of Variance) dari hasil
pengukuran tidak boleh lebih dari 0,05, dan setiap pengukuran tidak boleh lebih dari 15% pada
nilai rata2 dari setiap pengujian. Disatu sisi, Healing Arts Radiastion Protection Act (H.A.R.P)
menyatakan bahwa CoV dari setiap 10 pengukuran radiasi yang berurutan tidak boleh lebih
dari 0,08 dan setiap pengukuran penyinaran harus kurang dari 20% dari nilai rata-rata 10
pengukuran tersebut.

Pada hasil pengukuran 5 kali eksposure menggunakan lab 2 pesawat sinar-x ada yang
masih dalam batas dan ada yang diluar batas yang diperkenankan untuk menghasilkan keluaran
yang sama saat faktor teknis disettig ditable control yaitu 4 dari 5 kali pengukuran tidak lebih
dari 15% sedangkan untuk 1 dari 5 kali pengukuran hasilnya lebih dari 15%. Hal ini
menunjukkan bahwa reproducilibity pesawat sinar-x pada laboratorium 2 masih dalam batas
karena rata-rata hasil pengukuran tidak lebih dari 15%. Namun, perlu dilakukan pengujian
lebih lanjut untk mengetahui kekonsistenan reproducibiltas faktor eksposi.
BAB IV

PENUTUP

1. Kesimpulan

Pada laboratorium 2, pesawat sinar x yang di lakukan pengujian dapat dikatakan sudah
menghasilkan reproducibilitas faktor eksposi yang sama antara pengaturan dan keluaran.
Hal ini ditunjukkan dengan 4 dari 5 kali pengukuran tidak lebih dari 15%. Namun, ada 1
dari 5 kali pengukuran yang nilainya lebih dari 15%,untuk itu perlu dilakukan pengujian
lebih lanjut untuk mengetahui kekonsistenan reproducibilitad faktor eksposi.

2. Saran
Kualitas citra yang baik dapat dipastikan dengan faktor eksposi yang disetting
sama dengan yang di keluarkan pesawat sinar x. Jadi hal ini akan mengurangi
pengulangan film dan dosis kepada pasien. Maka perlu melakukan pengujian ini secara
rutin setiap tahunnya.