Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

MATA KULIAH : PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR

JUDUL PERCOBAAN

CATU DAYA BERFILTER

OLEH :

NAMA : WITA PARDEDE

NIM : 4123121084

JURUSAN : FISIKA

PROGRAM : S1 PENDIDIKAN

KELOMPOK : V (LIMA)

TGL. PELAKSANAAN : 21 OKTOBER 2013

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


I. JUDUL PERCOBAAN : “CATU DAYA BERFILTER”

II. TUJUAN PERCOBAAN

1. Untuk membuat rangkaian kapasitor sebagai filter untuk mengubah tegangan dc berpulsa
menjadi tegangan dc murni.
2. Mampu menggunakan alat untuk menampilkan bentuk gelombang tegangan dc berpulsa
diubah menjadi tegangan dc murni.
3. Untuk mengukur hambatan keluaran suatu transformator catu daya.
4. Untuk memasang dioda dalam catu daya berfilter sebagai pengaturan tegangan.
5. Untuk menganalisa hasil pengukuran dalam tegangan dc berpulsa menjadi tegangan dc
murni.

III. TINJAUAN TEORITIS

** CATU DAYA BERFILTER **

Secara umum, istilah “catu daya” biasanya berarti suatu system penyearah filter (rectifier
– filter) yang mengubah ac menjadi dc murni. Komponen dasar penyearah, resistor, kapasitor,
dan inductor. Catu daya yang diatur secara lebih kompleks dapat menambahkan transistor atau
triode sebagai pengindera-tegangan dan pengontrolan-tegangan, ditambah dengan diode zener
atau tabung VR untuk menyediakan tegangan acuan (reference). Energy yang paling mudah
tersedia, yaitu arus bolak-balik, harus diubah (disearahkan) menjadi dc berpulsa (pulsating dc),
yang selanjutnya harus diratakan (disaring) menjadi tegangan yang tidak berubah-ubah (Robert
L. Shrader.1991).

** PENYEARAH SETENGAH GELOMBANG **

Gambar Penyearah Setengah Gelombang :


Masukan ac menghasilkan ggl bolak-balik di bagian sekunder transformator, yang
berusaha mendorong arus melalui rangkaian sekunder, saat pertama ke salah satu arah dan
kemudian ke arah yang berlawanan secara bergantian.

Rangkaian setengah-gelombang mempunyai beberapa kerugian. Yang digunakan hanya setiap


setengah siklus ac yang berasal dari sekunder, sehingga arus rata-rata hanya sama dengan 0,318
(setengah dari 0,636) dari arus-puncak. Dibandingkan dengan penyearahan gelombang-penuh,
maka rangkaian ini lebih sulit melakukan penyaringan agar rata (A. Ramakant.1998).

** PENYEARAH GELOMBANG PENUH **

Untuk memanfaatkan kedua setengah-siklus dari catu daya menggunakan system


penyearah gelombang-penuh. Rangkaian jembatan memerlukan empat (4) buah diode atau 1
buah diode bridge (jembatan), yang dihubungkan seperti Gambar di bawah ini :

Gambar Penyearah. Gelombang Penuh :

Bila polaritas trafo daya seperti tergambar berupa tanda + (positif) dan – (negatif) penuh,
maka electron didorong ke luar dari ujung negative trafo, melalui diode A, ke atas melalui 𝑅𝐿 ,
melalui diode B dan ditarik ke dalam terminal atas trafo, yang pada saat ini positif. Electron
didorong ke luar bagian atas trafo, melalui diode C, kembali ke atas melalui 𝑅𝐿 , melalui D, dan
ditarik ke dalam ujung positif trafo (Owen Bishop.2004).

** RECTIFIER JEMBATAN dengan FILTER KAPASITOR MASUKAN **

Tegangan inverse puncak pada rectifier setengah gelombang dan tegangan inverse
puncak pada rectifier gelombang penuh dibutuhkan untuk menghitung tegangan puncak inverse,
karena diode lebih lebih tinggi memendekkan dan merendahkan tegangan puncak inverse
melalui diode yang lebih rendah adalah :

PIV = 𝑉𝑃

Formula Ripple

Persamaan yang kita gunakan untuk memperkirakan ripple puncak ke puncak dengan
beberapa kapasitor masukan filter.
𝐼
𝑉𝑅 = 𝑓𝑐

Di mana : 𝑉𝑅 = Tegangan ripple puncak ke puncak

I = Arus beban dc

F = Frekuensi ripple

C = Capasitas

(Paul Albert dan Malvino.2004).

** MENGHITUNG ARUS DIODA **

Sebuah rectifier setengah gelombang disaring atau tidak, arus rata-rata melalui diode
sama dengan arus beban dc, sebab ia hanya satu bagian arus, seperti persamaannya sebagai
berikut :

Setengah gelombang : Idioda = Idc

Di lain pihak, arus rata-rata melalui sebuah diode dalam rectifier gelombang penuh
adalah sama dengan arus beban dc, sebab terdapat dua (2) diode dalam rangkaian, masing-
masing membagi beban. Masing-masing dalam rectifier jembatan harus withstandard sebuah ars
rata-rata setengah arus beban dc. Seperti pada persamaan berikut ini :

Gelombang penuh : Idioda = 0,5 Idc.

Catu daya tegangan tinggi selalu menggunakan sebuah resistor penyalur


(djokodjayusman.blogspot.com//Penyearah-dan-Catu-Daya-Berfilter.html).
IV. ALAT DAN BAHAN

 ALAT

NO NAMA ALAT JUMLAH

1. Transfomator 1 Buah

2. Voltmeter Digital 1 Buah

3. Osiloskop 1 Buah

 BAHAN

NO. NAMA BAHAN JUMLAH

1. Dioda IN4001 atau yang sejenis 1 Buah

2. Resistor 10 kΩ / 0,5 W 1 Buah

3. Resistor 100 Ω / 0,5 W 1 Buah

4. Kapasitor Elektrolit 470 µF / 50 WV dc 1 Buah

5. Breadboard 1 Buah

6. Kabel Penghubung Secukupnya


V. PROSEDUR PERCOBAAN

NO. PROSEDUR PERCOBAAN GAMBAR


Filter Kapasitor Sederhana

Menyusun rangkaian seperti Gambar di


1.
samping ini.
2. Menghubungkan ke jaringan PLN.
Menempatkan voltmeter membentangi 𝑅𝐿 ,
3. mengamati polaritas, dan mencatat tegangan
dc pada lokasi yang diberi tanda volt.
4. Menyingkirkan voltmeter.
Menempatkan osiloskop membentangi 𝑅𝐿 ,
mengamati polaritas, dan mencatat amplitude
5.
tegangan pada lokasi yang diberi tanda
tegangan riak.
Merekam amplitude dari tegangan (besar
6. tegangan dan bentuknya) yang tampak di layar
osiloskop pada lembar data pengamatan.
Filter RC tipe-pi

Menyusun rangkaian seperti Gambar di


1.
samping ini.
2. Menghubungkan rangkaian ke jaringan PLN.
Menempatkan voltmeter membentangi 𝑅𝐿 ,
3. mengamati polaritas, dan mencatat tegangan
dc pada lokasi yang diberi tanda volt.
4. Menyingkirkan voltmeter.
Menempatkan osiloskop membentangi 𝑅𝐿 ,
mengamati polaritas, dan mencatat amplitude
5.
tegangan pada lokasi yang diberi tanda
tegangan riak.
Merekam amplitude dari tegangan (besar
6. tegangan dan bentuknya) yang tampak di layar
osiloskop pada lembar data pengamatan.
Memutuskan hubungan rangkaian dengan
7.
jaringan PLN.
VI. HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

A. DATA PERCOBAAN

𝟏
1. Percobaan Pada 𝟐 Gelombang

FILTER KAPASITOR SEDERHANA


PROBE x1
NO.
𝑹𝑳 100 Ω
1. y 7
2. x 3
3. Time/Div 5 mS
4. Volt/Div 2 Volt

 Secara Teori :
Vin = 12 Volt

 Secara Praktek :
13
𝑉𝑜𝑢𝑡 = x 50
10
= 13 Volt

2. Percobaan Pada Gelombang Penuh

FILTER RC TIPE-Pi
NO. PROBE x1
𝑹𝑳 10 kΩ
1. y 1
2. x 5
3. Time/Div 2 mS
4. Volt/Div 50 mV

 Secara Teori :
Vin = 12 Volt

 Secara Praktek :
2,8
𝑉𝑜𝑢𝑡 = x 50
10
= 14 Volt
B. PEMBAHASAN

Tegangan (V) pada Trafo yang diukur dengan Multimeter

 Secara Teori :
Vin = 12 Volt

 Secara praktek :
13
𝑉𝑜𝑢𝑡 = x 50%
10
= 13 Volt
𝑉𝑇𝑒𝑜𝑟𝑖−𝑉𝑃𝑟𝑎𝑘𝑡𝑒𝑘
% Kesalahan = x 100%
𝑉𝑇𝑒𝑜𝑟𝑖

12𝑉−13𝑉
= x 100%
12𝑉

= 0.08 x 100%
=8%

Tegangan (V) pada 𝟏⁄𝟐 Setengah Gelombang yang diukur dengan


menggunakan Multimeter

 Secara Teori :
1
𝑉𝑝𝑝 =
𝑓 .𝑅𝑙 .𝐶

1
=
50 Hz .100 Ω .470 µF
1
=
2350000
=4,25 x 10−7 Volt

 Secara Praktek :
𝑉𝑝𝑝 = y x 𝑉𝑜𝑙𝑡⁄𝐷𝑖𝑣 x Probe
= 7 x 2 Volt x 1

= 14 Volt
𝑉𝑝𝑝
𝑉𝑟𝑝𝑝 =
𝜋

14 𝑉
=
3,14

= 4,46 Volt

𝑉𝑝𝑝𝑇𝑒𝑜𝑟𝑖−𝑉𝑝𝑝𝑃𝑟𝑎𝑘𝑡𝑒𝑘
% Kesalahan = x 100%
𝑉𝑝𝑝𝑇𝑒𝑜𝑟𝑖

4,25𝑉−4,46𝑉
= x 100%
4,25𝑉

= 0.049 x 100%
= 4,9 %

=5%

Tegangan (V) pada Gelombang Penuh yang diukur dengan menggunakan


Multimeter

 Secara Teori :
1
𝑉𝑝𝑝=
𝑓 . 𝑅𝑙 . 𝐶
1
𝑉𝑝𝑝 =
50 𝐻𝑧 .10 𝑘Ω .470𝜇𝐹
1
𝑉𝑝𝑝 =
235000
= 4,255 x 10−6 Volt
= 4,26 x 10−6 Volt
 Secara Praktek :
𝑉𝑝𝑝 = y x 𝑉𝑜𝑙𝑡⁄𝐷𝑖𝑣 x Probe
= 1 x 50mV x 1
= 50 mV
= 0, 05 Volt
𝑉𝑝𝑝
𝑉𝑟𝑝𝑝 =
𝜋

0,05 𝑉𝑜𝑙𝑡
=
3,14

= 0,016 Volt

= 1,6 x 10−2 Volt

= 2 x 10−2 Volt

𝑉𝑝𝑝𝑇𝑒𝑜𝑟𝑖−𝑉𝑝𝑝𝑃𝑟𝑎𝑘𝑡𝑒𝑘
% Kesalahan = x 100%
𝑉𝑝𝑝𝑇𝑒𝑜𝑟𝑖

4,26𝑉−2𝑉
= x 100%
4,26𝑉

= 0.053 x 100%

= 5,3 %
VII. KESIMPULAN

Dari percobaan yang sudah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa :

1) Praktikum ini dapat dikatakan berhasil, karena memiliki persen kesalahan yang kecil dan
bahwa data pada praktikum ini dapat diterima.
2) Di dalam praktikum “Catu Daya Berfilter” ini, kami menemukan sedikit kesulitan, di
antaranya adalah praktikan kurang teliti dan kurang memahami materi, sehingga cukup
lama mendapat data yang akurat.
𝟏
3) Tinggi (y) pada gelombang adalah 7, sementara pada gelombang penuh y = 1.
𝟐
4) Tegangan pada catu daya yang digunakan adalah sebesar V = 12 Volt.
𝟏
5) Vin yang diperoleh dari percobaan secara teori pada gelombang = 13 Volt dan
𝟐
gelombang penuh V = 14 Volt.
6) Probe yang digunakan pada Osiloskop adalah : x 1.
7) Pada gelombang penuh Time/Div yang diperoleh adalah = 2 mS dan Volt/Div = 50mV,
𝟏
sedangkan pada 𝟐 gelombang Time/Div = 5 mS dan Volt/Div yang diperoleh adalah = 2
Volt.
𝟏
8) Persen kesalahan pada Vtrafo adalah = 8%. Persen kesalahan pada 𝟐 gelombang adalah =
5%. Dan persen kesalahan pada gelombang penuh adalah = 5,3%.
9) Semakin besar Vpp yang diperoleh, maka semakin besar pula Vrpp yang diperoleh.
10) Semakin kecil Vrpp pada teori, maka semakin besar Vpp pada praktek, yang diperoleh
dari data percobaan.
VIII. DAFTAR PUSTAKA

Bishop Owen.2004.Dasar-Dasar Elektronika.Jakarta:Erlangga

Malvino Albert Paul.2004.Prinsip-Prinsip Elektronika. Edisi Pertama.Jakarta:Penerbit


Salemba Teknika

Shrader L Robert.1991.Komunikasi Elektronika. Jilid 1.Jakarta:Erlangga

Ramakant A.1988.Teknik Elektronika Dasar.Jakarta:Erlangga

Djoko.Djayusman.2013.Praktikum Elektronika Dasar (djokodjayusman.blogspot.com //


Penyearah-dan-Catu-Daya-Berfilter.html). 18 januari 2010

MEDAN, 28 OKTOBER 2013

ASISTEN PRAKTIKAN

(IRPAN AFANDI) (WITA PARDEDE)

NIM : 411 164 0002 NIM : 412 312 1084


HASIL PENGAMATAN

JUDUL PERCOBAAN : CATU DAYA BERFILTER

KELOMPOK : V <LIMA>

DATA PERCOBAAN
𝟏
 Percobaan pada 𝟐 Gelombang

y x Time/Div Volt/Div Probe 𝑹𝑳


7 3 5 mS 2 Volt x1 100 Ω

Secara Teori :

Vin = 12 Volt

Secara Praktek :
𝟏𝟑
𝑽𝒐𝒖𝒕= x 50
𝟓𝟎

= 13 Volt

 Percobaan pada Gelombang Penuh

y x Time/Div Volt/Div Probe 𝑹𝑳


1 5 2 mS 50 mV x1 10 kΩ

Secara Teori :

Vin = 12 Volt

Secara Praktek :
𝟐,𝟖
𝑽𝒐𝒖𝒕= x 50
𝟏𝟎

= 14 Volt