Anda di halaman 1dari 4

Jurnal Struktur dan Perkembangan Tumbuhan FMIPA

Maret 2018, Samarinda, Indonesia

SEL TUMBUHAN 1
FMIPA UNMUL 2018
Ira Mardhatillah1, Merdi Sahara Anwar2
Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mulawarman Jurusan
Biologi FMIPA Universitas Mulawarman
Corresponding Author: imardhatillah68@gmail.com

Abstrak Makhluk hidup dibentuk oleh sel, ada yang dibangun sau sel atau uniseluler misalnya bakteri
atau dapat berupa kumpulan sel atau multiseluler misalnya manusisa,hewan dan tumbuhan. Di dalam
sel berlangsung semua kegiatan kehidupan seperti respirasi, ekskresi, transportasi dan sintesis.
Pendek kata, sel merupakan unit terkecil yang menyusun tubuh makhluk hidup dan merupakan
tempat terselenggaranya fungsi kehidupan. Sitologi tumbuhan adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari bentuk dan susunan serta sifat-sifat fisik maupun kimia sel tumbuhan. Bentuk sel-sel
tumbuhan bermacam-macam. Ada yang berbentuk seperti peluru, kubus, prisma, memanjang seperti
serabut. Telah kami lakukan pengamatan sel pada tumbuhan pada hari Jumat, 2 Maret 2018 di
Laboratorium Fisiologi Tumbuhan FMIPA Unmul yang bertujuan untuk mengamati berbagai macam
bentuk sel tumbuhan dan mengamati bagian-bagian sel tumbuhan. Metode yang kami gunakan
adalah mengiris dengan cara membujur bahan-bahan seperti umbi lapis Allium cepa, buah
Lycopersicum, daun Rhoe discolor, daun hydrilla verticillata dan ganggang Spirogyra sp. Kemudian
meletakkannya pada kaca objek, menetesi air, menutup dengan kaca penutup, mengamati dengan
mikroskop, menggambar objek yang dihasilkan dan membandingkan hasilnya. Hasil yang kami
peroleh adalah pada Allium cepa perbesaran 40×10 dengan potongan membujur mempunyai bentuk
sel heksagonal. Pada Rhoeo discolor perbesaran 40×10 dengan potongan melintang mempunyai
bentuk sel heksagonal. Pada Solanum lycopersicum perbesaran 4×10 dengan potongan membujur
mempunyai bentuk sel seperti prisma. Pada Hydrilla verticillata perbesaran 4×10 dengan potongan
membujur yang mempunyai bentuk sel seperti peluru sedangkan pada Spirogyra sp. dengan
perbesaran 4×10 dengan potongan membujur mempunyai bentuk sel seperti prisma.

Kata kunci : sel, tumbuhan, plastida, vakuola,sitoplasma, makhluk hidup

Pendahuluan suatu organisme yang sangat besar, juga


Sel adalah satuan yang dinamis oleh dalam menyokong kehidupan suatu
karena selalu mengalami pembelahan. Sel organisme, karena itulah kehidupan dapat
dapat dikatakan sebagai suatu sistem kimiawi. ditunjang dengan keberadaan sel yang
Sel akan melakukan transformasi bahan atau jumlahnya banyak sekali atau dapat juga
nutrisi menjadi bentuk energi untuk melakukan dikatakan semua unsur yang bernyawa
transformasi lebih lanjut yang akhirnya akan dikatakan sebagai sel. Jaringan pada
bermuara dalam bentuk pertumbuhan dan tumbuhan yang khususnya tumbuh dikotil dan
perkembangan proses transformasi seluler tumbuhan monokotil, perbedaan keduanya
semacam ini, akan melibatkan bermacam- terlihat pada bijinya dan adanya cambium
macam reaksi molekuler yang dikaji dalam diantara keduanya dimana penyusun semua
berbagai ilmu misalnya biologi sel, biokimia, itu adalah sel (Dwidjoseputro, 1994).
fisiologi, genetika, maupun biologis molekuler Jika kita mengamati suatu organisme
sel (Yuwono, 2005). yang agak besar dan agak mudah untuk dilihat
Istilah sel pertama kali digunakan oleh maka kita tidak akan mengalami kesulitan
Robert Hooke (1635-1703). Seorang ilmuwan untuk mengenali bagian-bagiannya. Pada
Inggris, untuk menjelaskan struktur potongan tahun 1543 seorang ahli anatomi yang
tipis gabus di bawah mikroskop. Setelah bernama Adreas Vesalius menerbitkan
beberapa abad kemudian istilah sel tersebut karyanya yang sangat penting yaitu buku
digunakan untuk menyatakan sebuah dasar tentang struktur tubuh manusia. Pada abad ke-
minimum suatu jasad yang hidup yang mampu 17 Antonion Van Leeuwenhoek bukanlah satu-
melakukan perbanyakan sendiri (self- satunya penyelidik yang menggunakan
duplication). Semua sel tersusun atas mikroskop tetapi lensa-lensa yang dibuat oleh
komponen-komponen kimiawi utama yaitu Van Leewenhoek memang yang terbaik, kira-
protein asam nukleat, lemak dan polisakarida kira 15 tahun sebelum Van Leewanhoek
(Yuwono, 2005). mengirim surat petama pada Royal Society of
Sebagai suatu system terkecil, sel London, seorang Otali yang bernama Marcello
mempunyai andil dalam menyusun tubuh Malphigi, telah melihat pembuluh-pembuluh
Jurnal Struktur dan Perkembangan Tumbuhan FMIPA
Maret 2018, Samarinda, Indonesia

darah yang kecil dan berdinding tipis yang berjasa bagi penyerbukan dan pemencaran
dinamakan pembuluh kapiler (Johnson, 1985). biji, sebagai lisosom yang dapat mencerna
Sitologi adalah ilmu yang mempelajari sitoplasma ketika sel mati dan tonoplas pecah
tentang sel, penemu pertama adalah Robert menyebabkan autolysis, serta tempat
Hooke, ia menentukan sel gabus yang tidak penimbunan sisa metabolisme. (Syamsuri,
mempunyai membrane atau tidak mempunyai 1997)
protoplasma (sel mati). Sel terdiri dari sel Plastida memiliki membran rangkap,
tumbuhan dan sel hewan. Penemu sel berkembang dari proplastida di daerah
tumbuhan adalah Sc Sel yang terdapat pada meristematik. Macam-macam plastida yakni,
tumbuhan berbeda dengan sel yang terdapat leukoplas merupakan plastida tidak berwarna,
pada hewan, salah satu perbedaan khas yang sebagai gudang simpanan makanan, amiloplas
dimiliki sel tumbuhan dibandingkan sel hewan (berisi amilum), proteinoplas (protein), dan
adalah adanya dinding sel pada sel tumbuhan elailoplas (berisi minyak dan lemak), kloroplas
yang mengandung bahan selulosa. Dinding sel yaitu plastida berwarna hijau, mengandung
ini berfungsi untuk melindungi isi sel dan klorofil, pigmen karotenoid, berfungsi untuk
memberi bentuk pada sel. Apabila dalam sel fotosintesis, serta kromoplas yakni plastida
terdapat protoplasma, maka sel itu dikatakan berwarna merah atau kuning, mengandung
hidup karena pada protoplasma sel tumbuhan karotenoid (karoten dan xantofil), non
terdapat plasma sel, inti sel, butir-butir plastida fotosintesis. Dinding sel terdiri dari dinding
dan mitokondria (Gabriel, 1988). primer dam lamela tengah yang terletak antara
Sel gabus merupakan tumbuhan Quercus 2 dinding primer yang berdekatan. Zat
suber termasuk sel mati karena sudah tidak penyusun dinding primer adalah serat
memiliki inti sel dan sitoplasma sehingga ruang selulosa, sedang lamela tengah adalah Mg
selnya tampak kosong. Bentuk selnya dan Ca pekat yang berupa gel. Beberapa sel
heksagonal, tersusun rapat antara satu (xilem, skelerenkim) dinding primer mengalami
dengan lainnya, dengan pewarnaan safranijn penebalan dengan zat lignin membentuk
dan hematoxilin akan nampak bayangan dinding sekunder yang keras dan kaku. Bagian
merah (Gabriel, 1988). dinding sel yang tidak mengalami penebalan
Epidermis pada tumbuhan merupakan membentuk celah yang di sebut noktah.
jaringan penyusun tubuh yang paling luar, Melalui noktah terjadi komunikasi antar sel
umumnya terdiri dari selapis sel saja dengan dengan perantaraan plasmodesmata (benang
dinding sel berlapis kutikula menghadap ke sitoplasma) (Syamsuri, 1997).
udara. Untuk mencegah penguapan air yang Sel kapas dan sel gabus mempunyai
terlalu besar kadang-kadang masih terdapat bentuk sel yang hampir sama yaitu membujur
lapisan lilin atau rambut epidermis di sebut seperti benang-benang, perbedaan diantara
juga dengan jaringan pelindung. Diantara keduanya hanyalah kapuk mempunyai inti sel
epidermis terdapat alat tambahan yang disebut (Azidin, 1986).
derivat epidermis, berupa rambut daun ,
stomata dan sel kipas (Saktiono, 1989). Metode
Perbedaan yang mendasar antara sel Waktu dan Tempat
hewan dan tumbuhan yaitu adanya dinding sel Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jumat
pada sel tumbuhan yang mengandung bahan tanggal 2 Maret 2018 pada pukul 15.00-17.00
selulosa. Apabila dalam ruang sel terdapat WITA di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan
protoplasma maka sel tersebut bisa dikatakan Gedung B lantai 1 Fakultas Matematika dan
hidup karena pada protoplasma sel terdapat Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas
plasma sel yang mengandung inti sel, butir- Mulawarman Samarinda.
butir plastida dan mitokondria (Subowo, 1992).
Sel tumbuhan memiliki organel khas yaitu Alat dan Bahan
vakuola, plastida, dan dinding sel. Vakuola Alat yang digunakan dalam praktikum ini
terdapat di dalam sitoplasma, berisi cairan adalah mikroskop, objek glass, cover glass,
(getah) sel, memiliki membran tunggal yang pipet tetes dan silet. Sedangkan bahan yang
disebut tonoplas yang bersifat semipermeabel digunakan adalah umbi lapis Allium cepa, buah
(diferensial permeabel). Fungsi vakuola adalah Solanum lycopersicum, daun Rhoeo discolor,
menyimpan bahan makanan (air, garam, daun Hydrilla verticillata dan ganggang
mineral, protein, gula, asam organic, dan asam Spirogyra sp.
amino), berperan dalam turgiditas (turgor sel)
dan bentuk sel, dapat member warna pada Cara Kerja
bunga dan buah karena mengandung pigmen Cara kerja dari praktikum ini adalah dengan
antosian yang berguna untuk menarik mengamati berbagai macam bentuk sel
serangga, burung, dan hewan lain yang tumbuhan dan mengamati bagian-bagian sel
Jurnal Struktur dan Perkembangan Tumbuhan FMIPA
Maret 2018, Samarinda, Indonesia

tumbuhan umbi lapis Allium cepa, buah Gambar 1.2 Daun Rhoeo discolor
Lycopersicum, daun Rho discolor, daun Perbesaran 40×10
Hydrilla verticillata, dan ganggang Spirogyra Keterangan: 1. Dinding sel 2. Pigmen
sp. Tumbuhan diiris secara membujur kecuali sitplasma 3. Kloroplas 4. Sitoplasma 5. Inti sel
daun Hydrilla verticillata dan ganggang Klasifikasi
Spirogyra sp. Kemudian meletakkannya pada Kingdom : Plantae
kaca objek, menetesi air, menutup dengan Divisi : Magnoliophyta
kaca penutup, mengamati dengan mikroskop, Kelas : Liliopsida
menggambar objek yang dihasilkan dan Ordo : Aspaagales
membandingkan hasilnya. Famili : Commelinales
Genus : Rhoeo
Hasil dan Pembahasan Spesies : Rhoeo discolor
Dari pengamatan yang telah dilakukan, Nama lokal : Bunga Adam Hawa
didapatkan hasil sebagai berikut: (Haeckel, 1866)
Pengamatan daun Rhoeo discolor pada
mikroskop terlihat jaringan epidermis pada
daun Rhoe discolor yang berbentuk
heksagonal dan susunan selnya rapat yang
berfungsi sebagai pelindung sel-sel yang ada
dibawahnya. Dan juga terdapat stoma, stoma
ini terdiri dari satu porus atau celah dan dua
sel penutup yang mengapitnya.

Gambar 1.1 Umbi lapis Allium cepa


Perbesaran 40×10
Keterangan: 1. Dinding sel 2. Nukleus 3.
Sitoplasma 4. Membran sel
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Gambar 1.3 Buah Solanum lycopersicum
Kelas : Liliopsida
Perbesaran 4×10
Ordo : Aspaagales
Keterangan: 1. Inti sel 2. Dinding sel 3.
Famili : Amaryllidaceae
Genus : Allium Membran sel 4. Sitoplasma
Spesies : Allium cepa Klasifikasi
Nama lokal : Bawang merah Kingdom : Plantae
(Linnaeus, 1978) Divisi : Magnoliophyta
Pada Allium cepa dengan perbesaran Kelas : Rosopsida
Ordo : Solanales
40×10 terlihat dengan jelas dinding sel,
Famili : Solanaceae
nukleus, sitoplasma dan membran sel. Bentuk
Genus : Solanum
selnya heksagonal yang mana bentuknya
Spesies : Solanum lyopersicum
beraturan hal ini karena bawang merah
mempunyai dinding sel yang tersusun atas Nama lokal : Buah tomat
(Mayrick, 1917)
selulosa, hemiselulosa dan polisakaridapektat
Pada Solanum lycopersicum dengan
serta dinding sel akan menjadi tebal setelah
perbesaran 40×10 terlihat dinding sel, inti sel,
menjadi dewasa.
sitoplasma dan membran sel. Bentuk sel
Jurnal Struktur dan Perkembangan Tumbuhan FMIPA
Maret 2018, Samarinda, Indonesia

berbentuk sel seperti prisma. spirogyra bentuk tubuhnya berfilamen


(berbentuk benang), mempunyai inti yang
terletak ditengah, setiap sel spirogyra
mengandung sebutir kloroplas yang umumnya
berukuran besar dan terikat dalam sitoplasma
tepat di dalam dinding sel.

Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah
dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada
Allium cepa dengan potongan membujur
memiliki bentuk sel berbentuk heksagonal.
Pada Rhoeo discolor dengan potongan
Gambar 1.4 Daun Hydrilla verticillata melintang memiliki bentuk sel berbentuk
Perbesaran 4×10 heksagonal. Pada Solanum lycopersicum
Keterangan: 1. Dinding sel 2. Plastida 3. dengan potongan membujur memiliki bentuk
Sitoplasma 4. Kloroplas sel berbentuk prisma. Pada Hydrilla verticillata
Klasifikasi dengan potongan membujur memiliki bentuk
Kingdom : Plantae sel berbentuk peluru dan pada Spirogyra sp.
Divisi : Magnoliophyta dengan potongan membujur memiliki bentuk
Kelas : Liliopsida sel berbentuk prisma.
Ordo : Alismatales
Famili : Hydrocharitaceae Ucapan Terima Kasih
Genus : Hydrilla Saya ucapkan terimakasih kepada
Spesies : Hydrilla verticillata Laboratorium Fisiologi Tumbuhan yang telah
(Richard, 1814) memberikan fasilitas untuk melakukan
Pada Hydrilla verticillata dengan praktikum, serta terima kasih kepada Asisten
perbesaran 4×10 dengan sayatan melintang Pembimbing Praktikum yang telah
terlihat sangat jelas kloroplas pada sel membimbing saya hingga dapat berjalan
tersebut. Pada kloroplas berbentuk seperti dengan lancar.
benang dan berwarna hijau. Kloroplas
berfungsi untuk membuat bahan makanan
pada tumbuhan. Bentuk selnya peluru. Refrensi
Azidin. 1986. Ringkasan Biologi. Ganeca
Exact; Bandung.
Dwidjoseputro, D. 1994. Dasar-dasar
Mikrobiologi. Djambatan; Jakarta.
Gabriel, J.F. 1988. Fisika Kedokteran.
Departemen Fisika. Universitas Udayana;
Denpasar Bali.
Johnson, 1985. Anatomi Tumbuhan.
Universitas Gajah Mada; Yokyakarta.
Saktiono. 1989. Biologi Umum. Gramedia;
Gambar 1.5 Ganggang Spirogyra sp. Jakarta.
Perbesaran 4×10 Subowo, 1992. Histologi Umum. Bumi Aksara;
Keterangan: 1. Dinding sel 2. Membran sel 3.
Jakarta.
Kloroplas 4. Nukleus
Klasifikasi Syamsuri, 1997. Biologi Umum. Erlangga;
Kingdom : Plantae Jakarta.
Divisi : Charophyta Yuwono, Triwibowo. 2005. Biologi Molekuler.
Kelas : Conjugatophyceae Erlangga; Jakarta.
Ordo : Zygnematales
Famili : Zygnemataceae
Genus : Spirogyra
Spesies : Spirogyra
Nama lokal : Ganggang
(Nees, 1820)
Pada Spirogyra sp. dengan perbesaran
4×10 dengan bentuk selnya prisma koloni

Anda mungkin juga menyukai