Anda di halaman 1dari 9

PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA

UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP KIMIA


DAN KETERAMPILAN BERPIKIR MAHASISWA

Woro Sumarni, Sudarmin, Sri Kadarwati


Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Negeri Semarang
Gedung D6 Lantai 2 Kampus Sekaran Gunungpati Semarang 50229
e-mail: worochem@staff.unnes.ac.id

Abstract: Multimedia-based Learning to Improve Students’ Mastery of Chemistry Concepts and


Thinking Skills. This study aimed to design an interactive multimedia-based learning in order to improve
higher order thinking skills of chemistry teacher candidates. The development refered to the model of Ed-
ucational Research and Development. The product was an interactive learning media (CDs) that could be
used for classrooms and independent study. The research shows that the model has potential to improve the
mastery of basic chemistry concepts and the students’ higher order thinking skills. In all subjects, the N-gain
was in the high category for the experimental group and at the medium level for the control group. Positive
responses were made by students regarding the learning model, for it allowed them to carry out independ-
ent study. This was because the CDs were equipped with guiding questions which were systematically and
sequentially structured. The interactive learning media could also be developed further into an online
learning model.

Keywords: interactive multimedia, higher order thinking skills, understanding of chemistry concepts

Abstrak: Pembelajaran Berbasis Multimedia untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Kimia dan
Keterampilan Berpikir Mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain pembelajaran berbasis
multimedia interaktif untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi mahasiswa calon guru kimia.
Tahap-tahap pengembangan merujuk pada model penelitian dan pengembangan pendidikan. Hasilnya
adalah media pembelajaran interaktif berupa CD pembelajaran yang dapat digunakan oleh dosen di kelas
maupun untuk pembelajaran mandiri. Penerapan dalam pembelajaran menunjukkan bahwa model pembe-
lajaran ini mampu meningkatkan penguasaan konsep kimia dasar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi
pada semua pokok bahasan dengan N-gain kategori tinggi untuk kelas eksperimen, sedangkan kelas kontrol
hanya mencapai kategori sedang. Tanggapan positif diberikan oleh mahasiswa terhadap model pembela-
jaran ini karena memungkinkan mereka untuk belajar secara mandiri. CD hasil pengembangan dilengkapi
dengan pertanyaan-pertanyaan yang membimbing dan disusun secara sistematis dan berurutan. Media
pembelajaran ini dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi pembelajaran on-line.

Kata kunci: multimedia interaktif, berpikir tingkat tinggi, pemahaman konsep kimia

Pada saat ini pembelajaran kimia masih ditemukan lah satu keterampilan berpikir yang dikembangkan
terfokus pada guru dan dosen, dan belum berpusat saat ini adalah berpikir tingkat tinggi (higher order
pada siswa ataupun mahasiswa; pembelajaran juga thinking). Keterampilan berpikir tingkat tinggi meru-
masih bersifat menghafal pengetahuan faktual. Hal pakan suatu kemampuan berpikir yang tidak hanya
ini menjadikan pembelajaran kimia tidak searah membutuhkan kemampuan mengingat saja, namun
dengan tujuan pendidikan nasional. Salah satu tujuan membutuhkan kemampuan lain yang lebih tinggi, se-
pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan perti kemampuan berpikir kreatif, kritis, pemecahan
kemampuan berpikir kritis, berpikir logis, sistematis, masalah, dan mengambil keputusan. Hilbrook dan
bersifat objektif, jujur dan disiplin dalam memandang Rannikmäe (2005) menyatakan bahwa apabila pem-
dan menyelesaikan masalah yang berguna untuk ke- belajaran kimia bertujuan untuk mengembangkan
hidupan dalam masyarakat termasuk dunia kerja. Sa- keterampilan berpikir tingkat tinggi, maka pembela-

69
70 Jurnal Ilmu Pendidikan, Jilid 19, Nomor 1, Juni 2013, hlm. 69-77

jaran tersebut relevan dengan era global dan abad dung konsep yang abstrak dan sulit divisualisasikan,
pengetahuan saat ini. cara pembelajaran yang kurang efektif dan cara bela-
Permasalahannya adalah bagaimana membekali jar mahasiswa yang memelajari materi kuliah Kimia
keterampilan berpikir secara eksplisit dan memadu- Dasar secara parsial. Dengan belajar secara parsial ini
kannya dengan materi pembelajaran kimia sehingga mahaiswa mendapat kesulitan apabila harus meme-
model pembelajaran kimia yang dikembangkan mam- lajari materi yang mengandung gabungan dari bebera-
pu membekali mahasiswa untuk mengembangkan pa konsep. Pada sisi lain, kurang cukup tersedia media
keterampilan berpikir tingkat tinggi. Di lain pihak, pembelajaran yang berkualitas. Walaupun saat ini
objek kimia yang bersifat abstrak, penuh dengan sim- sebagian besar dosen sudah menggunakan bantuan
bol atau lambang atom dan molekul, rumus molekul, media LCD, penggunaannya masih bersifat konven-
rumus struktur, dan rumus kimia, serta hukum, aturan, sional, dalam arti LCD hanya digunakan sebagai peng-
dan prinsip kimia akan menjadikan kimia sulit oleh ganti menulis di papan tulis yang berisi ringkasan
mahasiswa (Liliasari, 2009). Berbagai faktor yang materi dalam bentuk slide. Hal ini justru semakin
dapat menentukan keberhasilan suatu pembelajaran meningkatkan kesulitan yang dihadapi mahasiswa.
kimia dapat dikategorikan ke dalam faktor internal Untuk menghadapi kendala seperti yang telah dise-
dan faktor eksternal. Faktor internal yang dimaksud butkan, dalam proses pembelajaran kimia perlu digu-
di sini adalah faktor dari mahasiswa yang berperan nakan media pembelajaran dan juga pendekatan yang
sebagai subyek sekaligus objek pembelajaran, sedang- mampu menarik mahasiswa sehingga merasa senang
kan faktor eksternal yaitu faktor yang berada di luar dan terhibur.
individu tersebut. Faktor internal bersumber pada Di dalam penelitian ini dikembangkan model
mahasiswa, sedangkan faktor eksternal bersumber di pembelajaran kimia berbasis multimedia interaktif
luar diri mahasiswa yang dapat dikontrol atau masih sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil
dapat dipengaruhi dengan perlakuan tertentu untuk belajar kimia dan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
mencapai tujuan pembelajaran. Perlakuan yang dapat Multimedia interaktif yang dikembangkan adalah
dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar kimia media pembelajaran interaktif berbasis komputer.
dan keterampilan berpikir mahasiswa di antaranya Dengan memanfaatkan komputer sebagai media pem-
dengan menerapkan suatu model atau pendekatan belajaran, seorang dosen diharapkan dapat menyam-
pembelajaran kimia tertentu dan mendayagunakan paikan materi pelajaran lebih menarik dan diharapkan
media pembelajaran kimia (Sumarni dkk., 2010). mampu meningkatkan hasil belajar dan keterampilan
Dalam pembelajaran kimia peranan multimedia berpikir. Penggunaan komputer dalam pembelajaran
sangat penting dalam peningkatan hasil belajar dan kimia dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk antara
keterampilan berpikir tingkat tinggi (Liliasari, 2005; lain computer assisted learning (CAL), komputer mul-
Liliasari, 2009). Pemanfaatan multimedia dalam pem- timedia, konferensi komputer, dan surat elektronik
belajaran kimia sesuai dengan perkerkembangan ilmu (Arsyad, 2004). Dari angket tanggapan mahasiswa,
pengetahuan dan teknologi (iptek) saat ini, pada saat diperoleh keterangan bahwa kesulitan yang dihadapi
orang sangat mudah mendapatkan barang-barang elek- mahasiswa terutama berkaitan dengan gabungan kon-
tronik seperti radio, televisi, komputer, dan OHP. Ben- sep-konsep dari materi kimia dasar yang meliputi larut-
da-benda elektronik ini sangat besar potensinya untuk an, sistem koloid, kinetika kimia, redoks dan elektro-
digunakan sebagai media dalam proses pembelajaran kimia, serta wujud zat.
kimia sehingga pembelajaran tidak terkesan monoton Ramli & Yulkifli, (2006) dalam penelitiannya ber-
dan menjenuhkan (Onwu & Ngamo, 2005). Adanya usaha untuk membantu mahasiswa dalam memelajari
media pembelajaran ini diharapkan dapat mempermu- konsep fisika secara terpadu untuk MK Fisika Dasar 1
dah proses belajar siswa/mahasiswa yang selanjut- dengan mengembangkan CD ROM Multimedia Inter-
nya berakhir dengan tercapainya hasil belajar yang aktif (CDMI). Ali dan Sukisno (2007) mengembang-
optimal dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. kan media pembelajaran yang didesain untuk membantu
Pengalaman dan pengamatan peneliti selama mahasiswa dalam belajar mandiri menggunakan bantu-
kurun waktu lima tahun terakhir terhadap proses pem- an program computer. Miftakhudin (2008) dan Lestari
belajaran di jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri (2007) telah meneliti pemanfaatan media pembelajaran
Semarang (Unnes), khususnya di program studi Pen- berbasis komputer dengan memanfaatkan software
didikan Kimia, menunjukkan bahwa sebagian besar Macromedia Flash MX sebagai media chemo-edutain-
mahasiswa mengalami kesulitan dalam memelajari ment (CET) untuk pokok materi termokimia dan sistem
konsep-konsep kimia dasar. Kesulitan ini dapat dise- koloid. Untuk menjelaskan kedua sub-pokok materi
babkan oleh berbagai hal, di antaranya tingkat kesulit- tersebut kedua peneliti memanfaatkan media kompu-
an materi ajar Kimia itu sendiri yang banyak mengan- ter dengan tampilan animasi-animasi dan juga simulasi
Sumarni, dkk., Pembelajaran Berbasis Multimedia untuk… 71

praktikum. Adanya simulasi praktikum melalui media berpikir tingkat tinggi yaitu berpikir kreatif, kritis,
komputer ini sekaligus juga dapat membantu bagi pemecahan masalah; serta pengambilan keputusan
sekolah yang tidak memiliki fasilitas laboratorium dengan tingkat capaian sedang berdasarkan N-gain.
yang memadai sehingga tidak memungkinkan untuk Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang
melaksanakan praktikum di laboratorium. Kelebihan dan mengembangkan media pembelajaran berbasis
dari pemanfaatan software ini adalah dapat digunakan multimedia interaktif untuk matakuliah Kimia Dasar
untuk memvisualisasikan simulasi dan animasi sehing- 2 di Jurusan Kimia FMIPA UNNES untuk mengem-
ga membuat gambar seperti hidup. Timbulnya rasa bangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi yaitu ke-
senang akan mendorong siswa untuk belajar kimia se- mampuan berpikir kreatif, kritis, pemecahan masalah,
cara lebih mendalam (Priatmoko dkk., 2007). dan pengambilan keputusan bagi calon guru kimia dan
Pada pembelajaran kimia, pemanfaatan Macro- meningkatkan kemampuan penguasaan pengetahuan
media Flash MX memungkinkan untuk membuat kimia bagi mahasiswa calon guru kimia yang layak
movie interaktif; di dalamnya user dapat menggunakan berdasarkan penilaian ahli media pembelajaran dan
keyboard atau mouse untuk melakukan interaksi. ahli materi, serta mendapatkan tanggapan dari mahasis-
Hasil penelitian atas keduanya menunjukkan CD in- wa calon guru kimia sebagai subjek penelitian. Peneli-
teraktif ini dapat memotivasi siswa untuk belajar, ka- tian ini diharapkan bermanfaat memberikan penga-
rena dapat menampilkan penyajian materi secara laman dan contoh khususnya kepada mahasiswa calon
menarik dan informatif. Pada pokok materi koloid sis- guru kimia untuk merancang dan mengimplementa-
wa akan memelajari sifat-sifat koloid. Sebagai contoh, sikan model pembelajaran berbasis multimedia inter-
dengan adanya CD interaktif dengan memanfaatkan aktif, sehingga pada gilirannya nanti mampu melak-
software Macromedia Flash MX penggambaran sifat- sanakan dan berkreasi dengan model pembelajaran
sifat koloid akan semakin jelas, nyata dan hidup se- tersebut.
hingga siswa menjadi tertarik dan paham. Selain itu,
memelajari materi dan berlatih-soal-soal kimia meng- METODE
gunakan CD interaktif memungkinkan siswa untuk
dapat belajar dan berlatih dengan suasana menyenang- Penelitian pengembangan model pembelajaran
kan tanpa meninggalkan tujuan pembelajaran sehingga kimia dasar berbasis multimedia interaktif merujuk
siswa tidak merasa bosan mengikuti proses pembe- pada model penelitian research and development (R &
lajaran. D) yang dikembangkan Gall & Borg (1987) yang ter-
Dalam proses pembelajaran kimia dikenal dua diri dari tiga tahap, yaitu tahapan pendefinisian yang
proses berpikir, yaitu proses berpikir konseptual tingkat meliputi identifikasi aspek materi kimia dasar yang
rendah dan proses berpikir tingkat tinggi (Costa & dalam pembelajarannya dirasakan sulit, sehingga perlu
Kallick, 1985; Liliasari, 2005). Proses berpikir kon- bantuan animasi dan visualisasi dengan memanfaatkan
septual merupakan gambaran dari proses berpikir ra- fasilitas yang dapat diperoleh dari internet. Program
sional yang mengandung sekumpulan proses mental animasi dan visualisasi dikembangkan menggunakan
dari yang sederhana menuju yang kompleks (Novak, Macromedia Flash yang menghasilkan animasi statis
1979). Aktivitas berpikir yang terdapat dalam proses auto-run.
berpikir rasional yaitu menghafal, membayangkan, Pada tahapan kedua yaitu desain pengembangan
mengelompokkan, menggeneralisasikan, memban- model pembelajaran berbasis multimedia interaktif,
dingkan, mengevaluasi, menganalisis, mensintesis, dilakukan perakitan unsur-unsur yang berupa gambar,
mendeduksi, dan menyimpulkan. Proses berpikir kon- teks, animasi dan visualisasi, kemudian digabungkan
septual tingkat rendah meliputi menemukan hubungan, ke dalam halaman web dengan menggunakan Macro-
menghubungkan sebab akibat, mentransformasikan, media Dreamweaver. Tampilan dibuat untuk setiap
mengklasifikasikan dan memberikan kualifikasi. Proses pokok bahasan yang terdiri dari komponen tujuan pem-
berpikir kompleks dikenal sebagai proses berpikir ting- belajaran, materi kuliah, tutorial, soal dan penyele-
kat tinggi (hight orderer thinking skills atau HOTS). saian, dan referensi. Materi kuliah dilengkapi dengan
Proses berpikir konseptual tingkat tinggi (HOTS) gambar-gambar dan foto yang dapat diakses dengan
sering dikenal berpikir tingkat tinggi yang dikatego- fasilitas hypertext dan hyperlink sehingga dapat dipilih
risasikan dalam empat kelompok yaitu pemecahan sendiri oleh mahasiswa. Hasil penggabungan mengha-
masalah, pembuatan keputusan, berpikir kritis dan silkan multimedia pembelajaran interaktif yang disim-
berpikir kreatif (Costa & Kallick, 1985). Sudarmin pan di dalam CD ROM menggunakan fasilitas Nero
(2007) dari penelitiannya menemukan bahwa peman- CD Burning. Pada tahapan desain ini juga dirumuskan
faatan multimedia mampu mendorong kemampuan desain atau panduan langkah-langkah model pembela-
mahasiswa dalam pembelajaran kimia organik dan jaran diikuti rancangan alat evaluasi untuk mengukur
72 Jurnal Ilmu Pendidikan, Jilid 19, Nomor 1, Juni 2013, hlm. 69-77

penguasaan konsep dan keterampilan berpikir tingkat HASIL DAN PEMBAHASAN


tinggi.
Hasil
Pada tahap idealisasi dan validasi model pembe-
lajaran berbasis multimedia interaktif, terhadap desain Karakteristik dari Model Pembelajaran Kimia
multimedia hasil pengembangan dilakukan serang- (MPK) yang dikembangkan terlihat pada tujuan pem-
kaian ujicoba dengan dua tahapan uji coba yaitu uji ahli belajaran kimia, yaitu untuk membekali penguasaan
dan uji coba lapangan terbatas, revisi, validasi dan konsep kimia dan kemampuan berpikir tingkat tinggi
uji efektivitas model, yaitu implementasi perangkat bagi calon guru kimia melalui pembelajaran berbasis
model pembelajaran dengan multimedia interaktif multimedia interaktif. Pada umumnya, berdasarkan
yang tersusun dalam kegiatan pembelajaran. Dalam pengalaman empiris, proses pembelajaran Kimia Dasar
implementasi model pembelajaran kimia berbasis 2 hanya menggunakan pendekatan penguasaan konsep
multimedia interaktif, dilakukan evaluasi proses dan semata, oleh karenanya keberhasilan belajar diukur
hasil kegiatan pembelajaran, serta menjaring tanggapan dari banyaknya topik dan konsep-konsep yang dapat
subjek penelitian terhadap keunggulan dan keterbatas- dikuasai oleh calon guru kimia. Untuk memberikan
an model pembelajaran hasil pengembangan. Berdasar pengalaman pada mahasiswa mengenai pembelajaran
hasil analisis uji coba model pembelajaran berbasis berbasis multimedia interaktif ini, pada saat pembe-
multimedia interaktif kemudian dilakukan revisi dan lajaran matakuliah Kimia Dasar 2 disamping dilaksa-
perbaikan, sehingga diperoleh model pembelajaran nakan pemberian masalah yang harus dipecahkan oleh
kimia berbasis multimedia interaktif yang layak dite- mahasiswa menggunakan model kooperatif Jigsaw
rapkan untuk pengambilan data penelitian. juga dilengkapi dengan penyediaan CD interaktif untuk
Subjek penelitian adalah mahasiswa Jurusan belajar mandiri.
Kimia FMIPA Unnes yang mengikuti matakuliah Karakteristik MPK dari penelitian ini adalah se-
Kimia Dasar 2. Jumlah subjek penelitian adalah dua lain untuk mengukur keberhasilan penguasaan konsep
kelas dengan jumlah mahasiswa 60 orang dari prodi kimia sebagai hasil belajar kimia; juga mengukur ke-
Pendidikan Kimia tahun ajaran 2010/2011. Satu kelas terampilan berpikir tingkat tinggi yang meliputi keteram-
diperlakukan sebagai kelas eksperimen dan satu kelas pilan berpikir kritis, kreatif, kemampuan mengambil
sebagai kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diterap- keputusan, dan kemampuan dalam memecahkan ma-
kan model pembelajaran kimia berbasis multimedia salah. Keterampilan berpikir tingkat tinggi diungkap
interaktif, sedangkan pada kelas kontrol diterapkan melalui pengamatan selama proses pembelajaran. Ang-
proses pembelajaran tanpa multimedia interaktif. Se- ket dan tes kemampuan penguasaan konsep terinte-
lama proses pembelajaran berlangsung dilakukan grasi dengan instrumen untuk mengukur keterampilan
observasi dan evaluasi terhadap proses pembelajaran, berpikir tingkat tinggi. Pengembangan instrumen pengu-
disertai pretes dan postes untuk mengetahui efektifitas asaan keterampilan berpikir tingkat inggi mengacu
dari skenario pembelajaran yang diimplementasikan. pada Zohar & Dori (2003). Pada penelitian ini, selama
Analisis data penelitian melalui kegiatan analisis proses pembelajaran, selaian ditekankan penguasaan
deskriptif mengenai penerapan model pembelajaran konsep-konsep kimia juga dibekalkan keterampilan ber-
kimia berbasis multimedia interaktif pada mahasiswa pikir kreatif, kritis, pemecahan masalah, dan pengam-
pendidikan kimia Unnes. Analisis hasil belajar kimia bilan keputusan.
pada mahasiswa melalui uji pretes dan pos tes antara CD interaktif dibuat dengan memanfaatkan soft-
kelas eksperimen dan kelas kontrol; kemudian untuk ware Macromedia Flash MX. Tampilan materi yang
mengetahuai peningkatan keterampilan berpikir tingkat bersifat abstrak atau sulit dilihat secara langsung di
tinggi dilakukan tes penguasaan konsep terintegrasi buat dalam bentuk animasi gerak. Selain itu, video-
keterampilan berpikir tingkat tinggi; kemudian dianali- video yang mendukung materi juga dapat ditampilkan
sis menggunakan rumus N-gain. Keluaran penelitian melalui software ini sehingga penyampaian materi
ini adalah soft-ware berupa model pembelajaran kimia menjadi lebih jelas dan menarik. Dalam rangka mela-
dasar berbasis multimedia interaktif (MPI) untuk me- kukan uji validitas terhadap media pembelajaran kimia
ningkatkan penguasaan konsep dan berpikir tingkat yang akan digunakan untuk pembelajaran, dilakukan
tinggi mahasiswa. Model pembelajaran dilengkapi uji validitas terhadap desain dan validitas isi. Uji vali-
dengan bahan ajar dan media pembelajaran berbasis ditas desain dilakukan dengan metoda judgment expert
komputer. Adapun soft-ware yang dihasilkan, setelah (uji pakar), dengan bantuan staf Balai Pengembangan
diujicobakan secara terbatas, direkomendasikan un- Media Depdiknas Propinsi Jawa Tengah. Hasil anali-
tuk digunakan secara lebih luas, tidak hanya terkait sis data dari respon pakar terhadap media interaktif
dengan materi yang diujicobakan. yang telah dikembangkan tertera pada Tabel 1.
Sumarni, dkk., Pembelajaran Berbasis Multimedia untuk… 73

Tabel 1. Hasil Uji Validitas Desain Media Tabel 3. Hasil Tes terhadap Materi Energetika
Pembelajaran Interaktif pada Kelas Kontrol dan Eksperimen
Hasil Uji Pakar Pencapaian
Kriteria
1 2 3 Hasil Tes Kelas Kelas ek-
Tampilan CD Interaktif baik baik baik kontrol sperimen
Kelengkapan Materi ajar Kimia Da- lengkap lengkap lengkap Nilai tertinggi 80 89
sar Nilai terendah 61 64
Animasi baik baik baik Nilai rerata 74,6 76,8
Interaksi dengan CD Interaktif sedang mudah sedang  mahasiswa dg nilai 81-100 8 26,7% 10 33,3%
Kelengkapan Media lengkap lengkap lengkap  mahasiswa dg nilai 66 -80 18 60% 19 63,3%
Kualitas Rekaman Audio Narasi sedang sedang sedang  mahasiswa dg nilai 56-65 4 13,3% 1 3,3%
Penggunaan Bahasa baik baik baik  mahasiswa dg nilai 46-55 - - - -
Background Musik baik baik baik  mahasiswa dg nilai < 46 - - - -
Penjelasan Materi baik baik baik Jumlah mahasiswa 30 100% 30 100%
Integrasi Paket multimedia baik baik baik

Pada tahapan berikutnya dilakukan uji banding


Dari hasil analisis data dari validasi oleh ketiga hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol
pakar tersebut, diketahui dari sisi tampilan, keleng- dengan materi pembelajaran sampai pada energitika
kapan materi, program animasi, interaktif, kualitas kimia. Hasil tes terhadap materi energetika hasilnya
audio, dan background suara dalam kategori baik dan disajikan pada Tabel 3.
sedang. Berdasarkan hasil validasi pakar, dapat disim- Dari hasil analisis data terhadap nilai hasil belajar
pulkan bahwa media interaktif yang telah dikembang- kimia untuk materi pokok energetika terlihat bahwa
kan layak untuk diterapkan dalam pembelajaran kimia.
antara nilai rerata kelas eksperimen dan kelas control
Hasil uji validitas kandungan kognitif dilakukan de- terdapat perbedaan yaitu kelas kontrol memiliki nilia
ngan menguji pemahaman mahasiswa terhadap konsep rerata 74,6, sedangkan nilai rerata untuk kelas eksperi-
dan materi ajar yang ada di dalam CD Interaktif Ki- men 76,8. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan
mia yang mencakup Stoikiometri, Energitika Kimia, model pembelajaran kimia berbasis media interaktif
Struktur Atom, Sistem Periodik Unsur, dan Struktur mampu meningkatkan hasil belajar mahasiswa.
Molekul. Hasil pengujian terhadap pemahaman ma- Untuk melihat efektifitas dan pengaruh pembe-
hasiswa tentang materi diperoleh data hasil pengu- rian model pembelajaran kimia berbasis multimedia
jian yang valid. interaktif terhadap hasil belajar, maka pada penelitian
Dalam penelitian ini, kelas perkuliahan Kimia ini diterapkan model pembelajaran kimia berbasis mul-
Dasar 2 terdiri dari dua kelas, yaitu satu kelas kon- timedia interaktif. Hasilnya disajikan pada Tabel 4.
trol dan satu kelas eksperimen, masing-masing kelas
terdiri dari 30 orang mahasiswa. Pada Tabel 2 beri-
kut disajikan hasil tes awal terhadap dua kelas yang Tabel 4. Hasil Tes Akhir terhadap Kedua Kelas
menjadi subjek penelitian. Pencapaian
Dari hasil analisis data dalam Tabel 2, diketa- Hasil Tes Kelas Kelas
hui bahwa terdapat perbedaan jumlah mahasiswa kontrol eksperimen
yang mendapat nilai antara 66-100, yaitu untuk kelas Nilai tertinggi 89 93
Nilai terendah 72 71
kontrol berjumlah 4 mahasiswa, sedangkan untuk kelas Nilai rerata 77 81,3
eksperimen berjumlah 6 mahasiswa.  mahasiswa dg nilai 81-100 12 21,7% 15 34,78%
 mahasiswa dg nilai 66 -80 18 78,3% 15 65,22%
 mahasiswa dg nilai 56-65 - - - -
Tabel 2. Hasil Tes Awal terhadap Kedua Kelas
 mahasiswa dg nilai 46-55 - - - -
 mahasiswa dg nilai < 46 - - - -
Pencapaian 30 100% 30 100%
Tes awal Jumlah mahasiswa
Kelas Kelas ek-
kontrol sperimen
Nilai tertinggi 72 72 Pada Tabel 4 terlihat bahwa nilai rerata tertinggi
Nilai terendah 48 45 untuk kelas kontrol adalah 89, sedangkan nilai rerata
Nilai rerata 60,25 59,69 untuk kelas eksperimen adalah 93. Hasil ini menun-
 mahasiswa dg nilai 81-100 - 0% - 0%
jukkan bahwa penerapan model pembelajaran kimia
 mahasiswa dg nilai 66 -80 4 13,3% 6 20%
 mahasiswa dg nilai 56-65 15 50% 14 46,7% berbasis media interaktif mampu meningkatkan hasil
 mahasiswa dg nilai 46-55 9 30% 7 23,3% belajar mahasiswa. Pada penelitian ini juga dilakukan
 mahasiswa dg nilai < 46 2 6,7 % 3 1% uji N-gain di mana N-gain dihitung dengan rumus
Jumlah mahasiswa 30 100% 30 100%
skor postes minus skor pretes dibagi skor maksimal
74 Jurnal Ilmu Pendidikan, Jilid 19, Nomor 1, Juni 2013, hlm. 69-77

minus skor pretes, hasil perhitungan rumus tersebut sisnya menjadi suatu bentuk keteraturan dengan pola
dikalikan 100% (Sudarmin, 2007; Sudarmin dkk., tertentu. Keterampilan ini tidak secara otomatis di-
2007). Perhitungan N-gain rerata hasil belajar meng- miliki oleh mahasiswa tetapi perlu dilatihkan.
gunakan rumus N-gain memberikan N-gain sebesar
36,6 %. Hasil perhitungan N-gain dengan 36,6 % ter- Tabel 6. Harga N-gain Setiap Kemampuan
masuk kategori tingkat capaian sedang (Hake, 2002). Berpikir Tingkat Tinggi
Pada Tabel 5 disajikan hasil analisis rerata skor
postes, skor pretes, dan harga N-gain untuk keselu- Kemampuan Berpikir
Tingkat Tinggi N- Tingkat
ruhan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang diung- No. Kelompok
Rerata skor Skor Skor gain Capain
kap melalui tes penguasaan konsep untuk matakuliah Dari postes Pretes
kimia dasar. 01 Eksperimen berpikir 24,20 21,76 0,73 tinggi
kritis
berpikir kre- 16,75 12,07 0,79 tinggi
Tabel 5. Skor Pretes dan Postes Kemampuan atif
Berpikir Tingkat Tinggi Mahasiswa memutuskan 23,14 17,87 0,73 tinggi
memecahkan 16.38 11,86 0,76 tinggi
Jumlah Rerata Rerata masalah
Kelas N-gain Keputusan
subjek Postes Pretes 02 Kontrol berpikir 22,09 18,76 0,62 sedang
Eksperimen 30 81,38 66,94 0,75 tinggi kritis
Kontrol 30 77,67 56,78 0,59 sedang berpikir kre- 16,15 11,73 0,64 sedang
atif
memutuskan 21,14 16,17 0,53 sedang
Berdasar Tabel 5, ditemukan hasil penelitian bah- memecahkan 15.49 11,16 0,55 sedang
wa MPK telah mampu meningkatkan penguasaan masalah
kemampuan berpikir tingkat tinggi calon guru kimia
untuk kelompok eksperimen pada tingkat capaian ting-
Pembahasan
gi, sedangkan pada kelompok kontrol hanya pada ting-
kat capaian sedang. Hasil penelitian ini juga menun- Berdasarkan hasil temuan penelitian ini terlihat
jukkan pola keteraturan bahwa daya serap penguasaan bahwa model pembelajaran Kimia berbasis MPI dan
keterampilan berpikir tingkat tinggi dari mahasiswa kemampuan berpikir tingkat tinggi telah mampu me-
kelompok eksperimen yang memiliki skor tes Longeot ngembangkan sejumlah penguasaan kemampuan ber-
tinggi memiliki skor kemampuan berpikir tingkat ting- pikir tingkat tinggi bagi calon guru kimia. Temuan
gi yang tinggi pula. Hasil penelitian ini sejalan hasil tentang penguasaan keseluruhan konsep kimia yang
temuan Gerace dan Beaty (2005) yang menyatakan dicobakan, menunjukkan harga N-gain (%) pada tingkat
bahwa dalam pembelajaran yang menekankan kete- capaian sedang untuk kelas kontrol; sedangkan untuk
rampilan berpikir, mahasiswa yang berprestasi tinggi kelas eksperimen pada capaian tinggi. Temuan ini di-
lebih baik daripada yang berprestasi rendah, karena mungkinkan karena pokok bahasan kimia dasar lebih
mereka memiliki retensi memori jangka panjang lebih banyak untuk mengembangkan kemampuan berpikir
baik. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil peneli-
tingkat tinggi. King, dkk. (2006) menyatakan bahwa
tian Barak dkk. (2006) yang menunjukkan bahwa pe-
dalam berpikir tingkat tinggi diperlukan kemampuan
manfaatan teknologi dalam pembelajaran dapat meng-
berpikir yang tidak lazim, melibatkan metakognisi, ber-
aktifkan mahasiswa dalam mengolah informasi, se-
pikir reflektif, berpikir kritis dan kreatif. Kemampun
hingga berpengaruh pada peningkatan hasil belajar.
Pada Tabel 6 disajikan hasil pengolahan data berpikir tersebut dapat diaktifkan dengan strategi pem-
hasil pretes dan postes penguasaan setiap kemampuan belajaran inkuiri (Hussain, dkk., 2011).
berpikir tingkat tinggi dengan memperhatikan jawaban Dari hasil pengujian yang dilakukan, baik tes
tes penguasaan konsep yang terintegrasi kemampuan awal, tes tengah maupun tes akhir yang dilakukan
berpikir tingkat tinggi untuk pertanyaan kimia dasar. terhadap kedua kelas kuliah Kimia dasar 2, dikemu-
Dari data dalam Tabel 6 terlihat bahwa kete- kakan pembahasan sebagai berikut.
rampilan berpikir tingkat tinggi yang dikembangkan Pada tes awal yang dilakukan terhadap semua ma-
melalui konsep-konsep kimia dasar untuk kelompok hasiswa yang mengambil matakuliah Kimia Dasar 2,
eksperimen relatif lebih tinggi dibandingkan kelom- diperoleh hasil hanya 13,3% dari kelas kontrol dan
pok kontrol. Hal ini dimungkinkan karena aktivitas 20% dari kelas eksperimen yang berhasil memeroleh
berpikir kritis, kreatif, pengambilan keputusan dan pe- nilai di atas 65. Di kedua kelas tidak ada yang berhasil
mecahan masalah menuntut mahasiswa menghubung- memeroleh nilai di atas 81. Tes awal ini digunakan
kan antar beberapa konsep kimia, kemudian mensinte- untuk mengukur kemampuan awal yang dimiliki oleh
Sumarni, dkk., Pembelajaran Berbasis Multimedia untuk… 75

mahasiswa, baik di kelas kontrol, maupun di kelas lebih tertarik dan senang untuk memelajari materi
eksperimen. tersebut. Berdasarkan hasil angket diketahui bahwa
Tes tengah digunakan untuk melihat faktor pem- 56,10% mahasiswa sangat menyukai pembelajaran ki-
beda dan pengaruh penggunaan CD interaktif Kimia mia dengan menggunakan media Chemo-edutainment
Dasar, antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen. (CET) berupa CD interaktif yang memanfaatkan
Secara umum, terdapat peningkatan persentase nilai software Macromedia Flash MX karena dengan media
hasil tes mahasiswa di kedua kelas, yaitu di kelas ini mahasiswa merasa lebih jelas terhadap materi yang
kontrol 76,7% mahasiswa memiliki nilai di atas 65, diajarkan. Mahasiswa dapat menemukan banyak hal
tidak ada nilai di bawah 56, sedangkan di kelas eks- baru yang terdapat pada media yang dapat didiskusikan
perimen terdapat 96,6 mahasiswa memiliki nilai di dengan teman, mahasiswa dapat memusatkan perha-
atas 65, tidak ada nilai di bawah 56. Jika kedua kelas tian dengan baik dalam mengikuti pelajaran dan dapat
dibandingkan dengan persentase total kelas masing- memermudah siswa untuk mengingat materi yang
masing, maka tingkat perbaikan hasil belajar di kedua telah diajarkan. Dengan demikian, dapat dikatakan bah-
kelas menunjukkan peningkatan hasil yang signifikan. wa tingkat validitas CD interaktif Kimia Dasar telah
Namun, dari kedua kelas tersebut, persentase maha- teruji untuk digunakan sebagai media pembelajaran
siswa yang memeroleh nilai di atas 66 lebih besar secara mandiri oleh mahasiswa.
pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kon- Pada Tabel 7 disajikan hasil pengolahan data ha-
trol. Dengan demikian dapat dilihat, bahwa pemberian sil pretes dan postes penguasaan konsep materi Kimia
treatment dengan menditribusikan CD interaktif Kimia Dasar dengan memerhatikan jawaban tes penguasaan
Dasar kepada mahasiswa di kelas eksperimen, mem- konsep yang terintegrasi dan kemampuan berpikir
tingkat tinggi untuk setiap pertanyaan .
berikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil be-
lajarnya. Hasil penelitian ini sesuai dengan temuan
Mohler (2001) yang menyatakan pemanfaatan multi- Tabel 7. Harga N-gain Setiap Pokok Bahasan
media interaktif mampu meningkatkan hasil belajar, Matakuliah Kimia
terutama yang berkaitan konsep-konsep keruangan yang Penguasaan Konsep
banyak ditemukan dalam konsep-konsep kimia. Tingkat
Skor N-gain
Rerata skor Skor Pretes Capain
Selanjutnya, untuk melihat seberapa jauh penga- postes
ruh pemberian treatment terhadap hasil belajar maha- Stoikiometri 24,20 21,76 0,71 tinggi
Energitika 16,75 12,07 0,79 tinggi
siswa, maka dilakukan tes yang ketiga, di mana kepada Kimia
kelas kontrol juga diberikan treatment yang sama, Struktur Atom 23,14 17,87 0,73 tinggi
untuk membuktikan bahwa perbaikan hasil belajar Sistem 16.38 11,86 0,76 Tinggi
pada kelas treatment adalah sebagai hasil dari pengaruh Periodik Unsur
Struktur 25,03 24,20 0,71 Tinggi
pemberian treatment. Ternyata dari hasil pengujian Molekul
ketiga, diperoleh kenyataan bahwa, pada kelas kontrol
juga terjadi peningkatan hasil belajar yang signifikan, Berdasarkan Tabel 7, terlihat harga N-gain untuk
pada saat treatmen yang sama diberikan. Tingkat hasil penguasaan konsep kimia dasar terintegrasi kemam-
belajar rerata kedua kelas menunjukkan semua siswa puan berpikir tingkat tinggi semua dalam kategori ting-
baik dalam kelas eksperimen maupun kontrol memer- gi. Zoller dan Pushkin (2007) menyatakan bahwa ada
oleh nilai di atas 65, hanya saja persentase mahasiswa keterkaitan antara model pembelajaran yang diterap-
yang memeroleh nilai di atas 81 masih lebih banyak kan dengan peningkatan keterampilan berpikir tingkat
pada kelas eksperimen. Tingginya rerata hasil belajar tinggi, model-model pembelajaran inkuiri berbasis
kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol dapat laboratorium. Pemanfaatan media berbasis komputer
disebabkan oleh pemanfaatan software Macromedia mampu meningkatkan hasil belajar kimia organik.
Flash MX sebagai media CET pada pembelajaran yang Berdasarkan hasil analisis dari angket yang telah
menjadikan mahasiswa terpacu untuk lebih memusat- disebarkan pada mahasiswa, ditemukan suatu tang-
kan perhatian. Berdasarkan observasi yang dilaksana- gapan positif terhadap MPK berbasis MPI dengan
kan selama pembelajaran, secara umum mahasiswa penilaian yang tinggi untuk peningkatan penguasaan
lebih aktif membaca, mengamati dan memelajari materi. konsep kimia dasar.
Media dengan memanfaatkan software Macro- Pada penerapan MPK berbasis MPI ditemukan
media Flash MX dapat membantu daya abstraksi ma- beberapa keunggulan yaitu (a) dapat dimanfaatkan un-
hasiswa. Materi yang relatif abstrak atau sulit diamati tuk meningkatkan penguasaan konsep Kimia Dasar
dikonkritkan melalui gambar, animasi dan video yang dan kemampuan berpikir tingkat tinggi bagi calon
terdapat dalam media ini sehingga mahasiswa menjadi guru kimia; (b) memungkinkan mahasiswa belajar
76 Jurnal Ilmu Pendidikan, Jilid 19, Nomor 1, Juni 2013, hlm. 69-77

mandiri dari CD yang disiapkan yang di dalamnya dirancang secara baik dengan pertimbangan situasi
dilengkapi dengan pertanyaan bersifat membimbing dan kelas, dari pengamatan selama penelitian masih
dan disusun secara sistematis serta berurutan sesuai terdapat beberapa keterbatasan. Sejumlah keterbatas-
konsep-konsep yang akan diajarkan dan tingkat kesulit- an dalam penerapan MPK yang telah dikembangkan
an yang beragam sehingga menjadikan mahasiswa adalah pembelajaran ini memerlukan perangkat kom-
merasa terbantu dalam memahami konsep kimia serta puter/lap top, dan tergantung pada ada tidaknya jaring-
kemampuan berpikir tingkat tinggi yang dikembang- an listrik.
kan oleh calon guru kimia; (c) memberikan contoh
langsung mengenai model pembelajaran kimia berba- SIMPULAN
sis MPI dan berorientasi kemampuan berpikir tingkat
tinggi pada calon guru kimia. Compact Disk (CD) interaktif yang dikembang-
Pada penelitian ini, dengan keterlibatan aktif ma- kan telah diuji kelayakannya sebagai media bantu
hasiswa calon guru kimia secara terus menerus dalam dalam pembelajaran, sehingga dapat digunakan seba-
pembelajaran kimia dan kemampuan berpikir tingkat gai media pembelajaran bagi mahasiswa. Penerapan
tinggi, diharapkan memiliki keterampilan berpikir MPK berbasis multimedia interaktif mampu mening-
yang teratur yang merupakan perangkat handal untuk katkan penguasaan konsep kimia terintegrasi kemam-
dapat menyelesaikan masalah dan diterapkan dalam puan berpikir tingkat tinggi calon guru kimia sampai
kehidupan sehari-hari. Apabila hal ini dikaitkan dengan pada tingkat pencapaian harga N-gain kategori tinggi
tugas mahasiswa sebagai calon guru kimia maka dapat untuk kemampuan berpikir kritis, kreatif, kemampuan
dikatakan sangat relevan karena mereka tidak hanya memutuskan, dan memecahkan masalah. Mahasiswa
mendengar ceramah, atau sekedar melihat, tetapi bah- memberikan tanggapan positif terhadap MPK. Dari
kan dia mengalami sendiri pembelajaran yang berpusat penelitian ini ditemukan beberapa keunggulan media
pada mahasiswa yang belajar. Ini merupakan bekal CD interaktif yaitu dapat dimanfaatkan untuk mening-
yang berguna bagi para calon guru kimia karena di katkan penguasaan konsep Kimia dan kemampuan
lapangan kelak mereka berandil besar dalam menen- berpikir tingkat tinggi bagi calon guru kimia, dapat
tukan kualitas pembelajaran kimia di sekoah. Carind dikembangkan ke dalam bentuk online-learning guna
dan Sund (1998) menyatakan keunggulan suatu pem- mendukung pengembangan dan pelaksanaan e-edu-
belajaran berpusat aktivitas mahasiswa adalah mahasis- cation, dan memberikan contoh langsung mengenai
wa akan terlatih berpikir secara berkelanjutan melalui model pembelajaran kimia berorientasi kemampuan
kegiatan mengenali masalah, mengidentifikasikan berpikir tingkat tinggi pada calon guru kimia. Namun
variabel-variabel masalah, dan akhirnya menemukan pemanfaatan media CD Interaktif sebagai media pem-
langkah-langkah untuk penyelesaian masalah tersebut. belajaran selain telah diuji validitasnya perlu ditin-
Pembelajaran kimia dalam penelitian ini dimak- daklanjuti dengan uji reliabilitasnya untuk melihat
sudkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir keandalan media tersebut untuk memenuhi kebutuh-
tingkat tinggi bagi calon guru kimia. Walaupun telah an belajar mahasiswa secara mandiri.

DAFTAR RUJUKAN

Ali, M. & Sukisno, T. 2009. Pengembangan Media Pem- Costa , A.L. & Kallick, B. 2005. Describing 16 Habits of
belajaran Berbasis Multimedia untuk Memfasili- Mind: Habits of Mind, A Developmental Series.
tasi Belajar Mandiri pada Matakuliah Medan Elek- Alexandria, VA: ASCD.
tromagnet di Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Gall, M.D. & Borg, W.R. 1987. Educational Research for
UNY. Laporan Penelitiuan tidak diterbitkan. Yogya- Education: Theory and Methods. Boston: Allyn
karta: Universitas negeri Yogyakarta. and Bacon, Inc.
Arsyad, A. 2004. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Gerace , W.J, & Beaty, I.D. 2005. Teaching vs Learning:
Grafindo Persada. Changing Perspectives on Problem Solving in
Barak, M., Lipson, A., & Lerman, S. 2006. Wireless Lap- Physics Instruction. Paper presentated in 9th Common
top as Means For Promoting Active Learning in Conference of the Cyprus Physics Association and
Large Lecture Hall. Journal of Research and Tech- Greek Physics Association, in University of Mas-
nology in Education, 38 (3): 245-263. sachusetts Amherst, Feb 4-6.
Carind, A.A, & Sund, R.B. 1998. Teaching Science Hake, R.R. 2002. Relationship of Individual Student Nor-
through Discovery (6th Edition). Ohio: Meril Pub- malized Learning Gains in Mechanics with Gender,
lishing Company. High-school, and Pretest Scores on Mathematics
Sumarni, dkk., Pembelajaran Berbasis Multimedia untuk… 77

and Spatial Visualizaton. (Online), (http://www. Onwu, G.O. & Ngamo, S.T. 2005. ICT Integration in
phsics. indiana.edu/~hake), diakses 29 Januari 2012. Chemistry. Nairobi, Kenya: African Virtual Univer-
Hilbrook, J. & Rannikmäe, M. 2005. ICASE Symposium - sity.
Ownership in Science Education. XI IOSTE Sym- Priatmoko, S., Suprojo, & Harjito. 2007. Model Pembela-
posium Science and Technology Education for a jaran Kimia Berbantuan Komputer (Computer Assis-
Diverse World - Dilemmas, Needs and Partner- ted Learning) di Sekolah Menengah: Suatu Upaya
ships. Lublin, Poland, 25-30 July. Mengatasi Kesulitan Siswa Untuk Memahami Be-
Hussain, S., Ali, R., Majoka, M.I., & Ramzan, M. 2011. berapa Konsep Kimia Berbasis Numerik dan Ek-
Effect of Inquiry Method on Achievement of Stu- sperimen Menggunakan Media Komputer melalui
dents in Chemistry at Secondary Level. Internatio- Pendekatan Chemo-Edutainment (CET). Laporan
nal Journal of Academic Research, 3 (1): 955-959. Penelitian tidak diterbitkan. Semarang: Universitas
King, F.J, Goodson, L., & Rohani, F. 2006. Higher Order Negeri Semarang.
Thinking Skills: Definition, Teaching Strategies, Ramli, J.Y. & Yulkifli. 2006. Pengembangan CD ROM
and Assesment. London: A publication of the Edu- Pembelajaran Fisika Dasar 1 Berbasis Multimedia
cational Services Program. Interaktif untuk Membantu Mahasiswa Tahun Per-
Lestari , I. 2007. Pengaruh Pemanfaatan Software Mac- tama dalam Memelajari Konsep Fisika Secara Ter-
romedia Flash MX Sebagai Media Chemo Edu- padu. Laporan Penelitian tidak diterbitkan. Jakarta:
taintment pada Pembelajaran dengan Pendekatan Direktorat Ketenagaan Ditjen Pendidikan Tinggi.
Chemo Entrepreneurship terhadap Hasil Belajar Sudarmin. 2007. Pengembangan Model Pembelajaran
Kimia Siswa. Skripsi tidak diterbitkan. Semarang: Kimia Organik dan Keterampilan Generik Sains
FMIPA Universitas Negeri Semarang. Bagi Calon Guru Kimia. Disertasi tidak diterbit-
Liliasari. 2005. Membangun Keterampilan Berpikir Manu- kan. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
sia Indonesia melalui Pendidikan Sains. Naskah Sudarmin, Sumarni, S., & Hartono. 2007. Pengembangan
Pidato Ilmiah Pengukungan Guru Besar Pendidik- Model Pembelajaran Kimia Berbasis ICT untuk
an IPA di UPI, 23 Nopember. Meningkatkan Hasil Belajar dan Kemampuan Ber-
Liliasari. 2009. Inovasi Pembelajaran Menuju Profesio- pikir Mahasiswa Calon Guru Kimia. Laporan Pene-
nalisme Guru. Makalah disampaikan pada Seminar litian tidak diterbitkan. Semarang: Universitas Negeri
Nasional di Universitas Negeri Medan, 23 Maret. Semarang.
Miftakhudin. 2008. Penggunaan Media Pembelajaran Sumarni, W., Sudarmin, & Kadarwati, S. 2010. Pengem-
Berbasis Komputer dengan Pendekatan Chemo bangan Model Pembelajaran Berbasis Multimedia
Edutaintment (CET) terhadap Hasil Belajar Kimia. Interaktif untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan
Skripsi tidak diterbitkan. Semarang: FMIPA Uni- Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Mahasiswa.
versitas Negeri Semarang. Laporan Penelitian tidak diterbitkan. Semarang:
Mohler, J.L. 2001. Using Interactive Multimedia Techno- Universitas Negeri Semarang.
logies to Improve Student Understanding of Spa- Zohar, A. & Dori, Y.J. 2003. Higher Order Thinking
tially Dependent Engineering Concepts. (Online), Skills and Low-Achieving Achieving Students:
(http://www.tech.purdue.edu/cg/), diakses 29 Januari Are They Mutually Exclusive? The Journal of the
2012. Learning Science, 12 (2): 145-18.
Novak, J.D. 1979. Meaningful Reception Learning as a Zoller, U, & Pushkin, D. 2007. Matching Higher-Order
Basis for Rational Thinking. In A.E. Lawsons Cognitive Skills (HOCS) Promotion Goals with
(Ed.). !980. AETS Yearbook: The Psychology of Problem-based Laboratory Practice in a Freshman
Teaching for Thinking and Creating (hlm. 192- Organic Chemistry Course. Chemistry Education
224). Ohio: Clearinghouse. Research and Practice, 8 (2): 153-171.