Anda di halaman 1dari 2

1.

Homogenesasi Leburan
Leburan yang pertama kali terbentuk bersifat sangat Heterogen. Heterogen ini berangsung-
angsur berkurang dengan perilaku pemutaran ataau meningkatkan jumlah gelembung selama
pemurnian. Pembuatan gelas homogeny biasanya membutuhkan waktu tambahan dalam proses
difusinya untuk meningkatkan homogenitas leburan. Istilah striae” dan cord” digunakan untuk
menggambarkan variasi komposisi gelas.
Striae adalah daerah komposisi 2 dimensi yang berbeda dari bulk
Cord adalah daerah yang sama tetapi 1 dimensi.
Pada gelas yang berwarna, daerah yang homogeny dapat dideteksi dengan perbedaan intensitas
warna.
Homogenitas yang buruk biasanya disebabkan oleh pencampuran material-material awal yang
tidak sempurna.

2. Gelas metalik
Zat padat dapat dibentuk dari cairan (leburan) atau gas (uap), istilah”pemadatan cepat” secara
normal diterapkan pada pembentukan padatan dari leburan.
Gelas metalik menunjukan kuat arus yang tinggi dan ketahanan terhadap tekanan yang
mendekati batas teoritis.
Gelas ini dapat dikombinasikan dengan gelas memalui pembengkokan, pemotongan dan
tempaan.

Metode droplet
Metode ini merupakan teknologi long-established dalam pembuatan bijih timah dengan
membubuhkan timah yang sudah dilebur ke wadah baja yang telah dipanaskna sebelumnya.
Prinsipnya adalah bahwa tetesan yang tertunda atau tetesanyang jatuh dengan lambat akan menjadi
doplet karena adanya tekanan permukaan.

Metode standar adalah spray atomization dimana gas dengan viskositas tinggi dipancarkan dengan
cepat pada droplet.
Droplet kemudian dapat mebeku dan mebentuk bubuk.