Anda di halaman 1dari 5

Topik-topik relevan dengan materiResum

yang dikaji
Materi IX
Judul resume : Permasalahan investigasi inkuiri autentik dalam pembelajaran
sains/Biologi
Keperluan ditulisnya resume : Untuk memenuhi tugas terstruktur matakuliah
Problematika Pendidikan Biologi
Dosen Pembina : Dr. Sri Endah Indriwati, M.Pd
Nama penulis resume : Mushoffa / Offering C – 170341864553
Tempat dan waktu penulisan resume : Malang, 6 April 2018

A. Investigasi Inkuiri
Model inquiry merupakan model pembelajaran kognitif yang sering diunggulkan dalam
pembelajaran sains di sekolah. Menurut Rostiyah (2008) inquiry mengandung proses mental
yang lebih tinggi tingkatannya seperti merumuskan masalah, merencanakan percobaan,
melakukan percobaan, mengumpulkan dan menganalisis data, serta menarik kesimpulan. Di
dalam proses pembelajaran, materi pembelajaran tidak diberikan secara langsung oleh guru
kepada siswa, akan tetapi guru membimbing siswa dan menjadi fasilitator untuk membantu
siswa dalam mencari dan menemukan materi pembelajaran, dan peserta didik mencari dan
menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan secara kritis dan analitis.
Menurut Wina (2008:194) mengemukakan kondisi-kondisi umum yang merupakan
syarat bagi timbulnya kegiatan inquiry bagi siswa, yaitu : (1) aspek sosial di dalam kelas dan
suasana bebas-terbuka dan permisif yang mengundang siswa berdiskusi; (2) berfokus pada
hipotesis yang perlu diuji kebenarannya; dan (3) penggunaan fakta sebagai evidensi dan di dalam
proses pembelajaran dibicarakan validitas dan reliabilitas tentang fakta.
B. Jenis Model Pembelajaran Inquiri
a) Inkuiri Terbimbing (Guide Inquiry)
Pendekatan inquiry terbimbing yaitu pendekatan inquiry dimana guru membimbing siswa
melakukan kegiatan dengan memberi pertanyaan awal dan mengarahkan pada suatu
diskusi. Guru mempunyai peran aktif dalam menentukan permasalahan dan tahap-tahap
pemecahannya.
b) Inkuiri Bebas (Free Inquiry)
Pada umumnya pendekatan ini digunakan bagi siswa yang telah berpengalaman belajar
dengan pendekatan inquiry.Karena dalam pendekatan inquiry bebas ini menempatkan
siswa seolah-olah bekerja seperti seorang ilmuwan.Siswa diberi kebebasan menentukan
permasalahan untuk diselidiki, menemukan dan menyelesaikan masalah secara mandiri,
merancang prosedur atau langkah-langkah yang diperlukan.
c) Inkuiri bebas yang dimodifikasi (Modification Free Inquiry)
Pendekatan ini merupakan kolaborasi atau modifikasi dari dua pendekatan inquiry
sebelumnya, yaitu: pendekatan inquiry terbimbing dan pendekatan inquiry bebas.
pendekatan ini siswa tidak dapat memilih atau menentukan masalah untuk diselidiki
secara sendiri, namun siswa yang belajar dengan pendekatan ini menerima masalah dari
gurunya untuk dipecahkan dan tetap memperoleh bimbingan.
C. Prinsip Model pembelajaran Investigasi Inkuiri
Prinsip-prinsip pada pembelajaran investigasi inquirri antara lain :
1) Pengembangan Intelektual dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan
berpikir. berorientasi kepada hasil belajar juga berorientasi pada proses belajar.
2) Proses interaksi, baik interaksi antara siswa maupun interaksi siswa dengan guru,
bahkan interaksi antara siswa dengan lingkungan.
3) Prinsip bertanya yang mana guru meransang siswa untuk aktif bertanya dengan
memberikan sebuah stimulus yang mendorong siswa untuk merangkai
pertanyaan.
4) Prinsip Belajar untuk Berpikir
5) Prinsip keterbukaan
D. Langkah-Langkah Investigasi Inkuiri

Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang
responsif. Guru mengkondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran.
Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu masalah atau
persoalan yang mengandung teka-teki yang mana proses mencari jawaban sangat penting
dalam strategi inkuiri, oleh sebab itu melalui proses tersebut siswa akan memperoleh
pengalaman yang sangat berharga. Merumuskan Hipotesis adalah jawaban sementara dari
suatu permasalahan yang sedang dikaji dan perlu diuji kebenarannya. Mengumpulkan data
merupakan proses yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. Selain memerlukan
motivasi yang kuat dalam proses pembelajaran. Menguji hipotesis adalah proses menentukan
jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh
berdasarkan pengumpulan data. Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan
temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.
E. Permasalahan dalam Investigasi Inkuiri
Beberapa permaslahan yang timbul ketika menggunakan model pembelajaran investigasi
inkuiri dalam proses pembelajaran, yaitu :
1. Jika menggunakan model pembelajaran ini, maka akan sulit untuk mengontrol kegiatan
dan keberhasilan siswa.
2. Strategi ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentuk dengan
kebiasaan siswa dalam belajar.
3. Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang
sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.
4. Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi
pelajaran, maka model pembelajaran ini sulit diimplementasikan oleh setiap guru.

Daftar Rujukan
Ahmad, Aziz. 2011. Hakikat Metode Inkuiri. Universitasas Negeri Makasar. Diakses dari
http://pjjpgsd.dikti.go.id/file.php/.../HAKIKAT METODE INKUIRI rtf. diakses pada
tanggal 29 September 2017.
Amien, Moh. 1987. Mengajar Ilmu Pengetahuan (IPA) dengan Metode Discovery dan Inquiry.
Jakarta: Depdikbud.
Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta:
Prestasi Pustaka Publisher.

Pertanyaan
1. Jelaskan prinsip-prinsip dalam penerapan model pembelajaran investigasi inkuiri?
2. Sebutkan dan jelaskan mekanisme langkah-langkah dalam penerapan model
pembelajaran investigasi inkuiri?
.

KRITERIA PENILAIAN RESUME


MATAKULIAH PROBLEMTIKA PENDIDIKAN BIOLOGI
SEMESTER GASAL 2017-2018

Nama Penilai : Ahamad Mundzir R


NIm : 170341964552
Penilaian
No. Elemen Skor Maks
Teman Dosen
I. Identitas Resume
1 Judul resume 5 5
2 Keperluan ditulisnya resume 2 2
3 Nama penulis resume 2 2
4 Tempat dan waktu penulisan resume 1 1
II. Bagian Teks Utama Resume
5  Topik-topik relevan dengan materi yang dikaji 15 15
 Berisi pokok-pokok pikiran penting yang 20 18
berkaitan dengan materi yang dikaji
 Pokok-pokok pikiran dieksplor dari banyak 20 17
sumber (> 5 sumber buku atau artikel)
 Gambar/diagram/foto yang disertakan dilengkapi 15 15
dengan penjelasan yang sesuai dengan materi
yang dikaji
 Memunculkan pertanyaan-pertanyaan konvergen 20 17

92
Jumlah Skor Maksimal 100