Anda di halaman 1dari 12

STUDI HASIL PENELITIAN

Pengembangan Handout Pendahuluan Fisika Kuantum Berbasis


Multirepresentasi Pada Sub Pokok Bahasan Persamaan
Schrodinger Tak Bergantung Waktu 1 Dimensi

DISUSUN OLEH:

NAMA : Meily Putri Agustini (06111381520044)


DOSEN PENGAMPU : Taufiq, S.Pd., M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2018
Penulis : Nia Nopeliza (Jurusan Pendidikan Fisika Universitas Sriwijaya)
Dari :
Alamat web jurnal online :
Dipublikasikan (30 November 2016 )
http://fkip.unsri.ac.id/index.php/menu/104
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan handout pendahuluan fisika
kuantum berbasis multirepresentasi pada sub pokok bahasan persamaan
Schrödinger tak bergantung waktu 1 dimensi yang valid dan praktis. Penelitian ini
mengadaptasi model pengembangan produk oleh Rowntree dan pada tahap
evaluasi peneliti menggunakan prosedur evaluasi formatif dari Tessmer. Teknik
pengumpulan data menggunakan walkthrough dan angket. Kevalidan handout ini
dinilai oleh ahli dari tiga aspek yakni aspek isi (content), aspek desain dan aspek
bahasa. Dari hasil validasi ahli (expert review) didapatkan nilai rata-rata dari
ketiga validator sebesar 80,17% dengan kategori valid. Kepraktisan handout ini
dilihat dari skor rata-rata angket pada tahap one to one evaluation dan small
group evaluation. Dari tahap one to one evaluation didapatkan nilai rata-rata
sebesar 91,85% dengan kategori sangat praktis. Dari hasil small group evaluation
didapatkan nilai rata-rata sebesar 83,94% dengan kategori praktis. Hasil yang
didapatkan dari tahap evaluasi ini menunjukkan bahwa Handout Sub Pokok
Bahasan Persamaan Schrödinger Tak Bergantung Waktu 1 Dimensi Berbasis
Multirepresentasi yang dikembangkan telah valid dan praktis.
Kata kunci : penelitian pengembangan, handout multirepresentasi, sub
pokok bahasan persamaan Schrödinger.

I. Pendahuluan
Hasil wawancara dan pembagian angket respon yang dilakukan kepada
beberapa mahasiswa yang telah mengambil mata kuliah pendahuluan fisika
kuantum diketahui bahwa mereka merasa cukup kesulitan dalam memahami
materi mata kuliah pendahuluan fisika kuantum khususnya sub pokok bahasan
persamaan Schrödinger tak bergantung waktu pada materi partikel dalam kotak,
tanggul potensial dan osilator harmonik sederhana. Dampak dari kesulitan yang
dialami oleh mahasiswa adalah kurang memuaskannya nilai akhir yang didapat

2
pada mata kuliah pendahuluan fisika kuantum. Hal ini salah satunya disebabkan
karena kurangnya bahan ajar yang digunakan dalam mata kuliah ini.
Bahan ajar yang yang digunakan pada mata kuliah pendahuluan fisika
kuantum selama ini representasinya didominasi pada representasi verbal dan
matematis. Bahan ajar yang akan dikembangkan dalam penelitian pengembangan
ini adalah bahan ajar berupa handout pada sub pokok bahasan persamaan
Schrödinger tak bergantung waktu 1 dimensi berbasis multirepresentasi. Bahan
ajar ini akan memberikan representasi materi yang ada kedalam berbagai bentuk
representasi seperti representasi verbal, gambar atau diagram, grafik dan
matematis.

II. Metode Penelitian


Metode yang akan digunakan pada penelitian ini adalah penelitian
pengembangan yaitu, Development Research. Model pengembangan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Rowntree. Model
pengembangan Rowntree merupakan model pengembangan yang akhirnya
menghasilkan sebuah bahan ajar. Model pengembangan Rowntree sendiri terdiri
dari 3 tahap, yaitu : 1). Tahap Perencanaan, 2). Tahap Pengembangan, 3) Tahap
Evaluasi. Pada tahap evaluasi, peneliti menggunakan prosedur evaluasi formatif
dari Tessmer. Tahapan evaluasi ini dimulai dengan self evaluation, expert review,
one to one evaluation, dan yang terakhir adalah small group evaluation.
Teknik Pengumpulan Data
Alat pengumpul data yang digunakan berupa lembar validasi yang
diberikan kepada ahli. Lembar validasi digunakan untuk mengumpulkan data
berupa tanggapan dan saran-saran sebagai dasar untuk melakukan revisi produk
awal/prototipe. Adapun teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam
penelitian ini adalah :
1. Walkthrough
Walkthrough adalah teknik pengumpulan data yang melibatkan beberapa ahli
untuk mengevaluasi produk sebagai dasar untuk merevisi produk awal. Data yang
diperoleh dari para ahli didiskusikan dengan para ahli tersebut sebagai acuan
untuk merevisi produk sampai dinyatakan layak untuk diujicobakan.
2. Angket

3
Teknik pengumpulan data angket dilakukan saat one to one evaluation
dan small group evaluation yang bertujuan untuk mengumpulkan data
berupa tanggapan-tanggapan mahasiswa yang juga digunakan sebagai acuan
untuk merevisi produk.
3. Observasi
Dalam penelitian ini, observasi yang digunakan adalah untuk mengambil data dengan
cara melihat aktivitas mahasiswa selama pembelajaran menggunakan handout. Hasil
observasi dicatat oleh observer pada lembar observasi yang telah disediakan.
Teknik Analisis Data
1. Analisis Data Walkthrough
Hasil walkthrough dengan ahli dianalisis secara deskriptif sebagai masukan untuk
merevisi bahan ajar. Masukan tersebut dituliskan pada lembar validasi. Lembar validasi
yang diberikan kepada ahli dalam bentuk skala Likert.
Tabel 1. Kategori Hasil Validasi Ahli

Kategori Jawaban Skor


Pernyataan
Sangat baik 5
Baik 4
Cukup 3
Tidak baik 2
Sangat tidak 1

Hasil validasi dari validator disajikan dalam bentuk tabel. Selanjutnya


dihitung persentasenya dengan menggunakan rumus berikut :

Selanjutnya persentase disesuaikan dengan kategori yang ada pada Tabel 2.


Tabel 2. Kategori Validasi Ahli (Wiyono, 2015)
Persentase Kategori
(%)
86 ≤ HVA ≤ 100 Sangat Valid
70 ≤ HVA < 86 Valid
56 ≤ HVA < 70 Kurang Valid
0 ≤ HVA < 56 Tidak Valid

2. Analisis Data Angket

4
Hasil angket pada waktu one to one evaluation dan small group evaluation
digunakan untuk menguji kepraktisan dari prototipe yang dikembangkan. Data
yang diperoleh melalui angket dianalisis dengan menggunakan skala Data hasil
angket disajikan dalam bentuk tabel, kemudian menghitung persentasenya dengan
menggunakan rumus sama seperti analisis data Walkthrough.
Nilai angket dikonversi ke dalam persentase untuk mengetahui pendapat
mahasiswa terhadap bahan ajar yang dikembangkan, sesuai dengan kriteria yang
ditetapkan seperti pada tabel analisis data Walkthrough.
3. Analisis Data Observasi
Hasil observasi terhadap aktivitas mahasiswa selama uji coba pada small
group. Data yang diperoleh melalui lembar observasi dianalisis dengan
menggunakan skala Likert. Data hasil obsevasi disajikan dalam bentuk tabel,
kemudian menghitung persentasenya dengan menggunakan rumus sama dengan
analisis data di atas. Hasil observasi disesuaikan dengan kriteria yang ditetapkan
seperti pada tabel analisis data Walkthrough dan Angket.

III. Hasil dan Pembahasan


Penentuan kriteria valid dilakukan melalui uji validitas oleh para ahli pada
tahap expert review yang terdiri dari validitas isi, validitas desain dan valididtas
bahasa sehingga diperoleh rata-rata hasil uji validitas sebesar 80,17%. Sesuai
dengan skala pada tabel 3.7, nilai persentase 80,17 % berada pada kriteria valid.
Hal ini menyatakan bahwa handout yang dikembangkan dinyatakan sudah valid
berdasarkan hasil validasi. Untuk menghasilkan handout yang praktis dilakukan
uji coba dengan tahap one to one evaluation dan small group evaluation. Hasil
tanggapan mahasiswa terhadap penggunaan handout pada tahap one to one
evaluation sudah sangat praktis yaitu sebesar 91,85%. Selanjutnya, rata-rata hasil
tanggapan mahasiswa terhadap penggunaaan handout pada tahap small group
evaluation yaitu sebesar 83,94%. Berdasarkan hasil one to one evaluation dan
small group evaluation dapat dinyatakan bahwa Handout Sub Pokok Bahasan
Persamaan Schrödinger Tak Bergantung Waktu 1 Dimensi Berbasis
Multrepresentasi yang dikembangkan telah teruji kepraktisannya.
Berdasarkan deskripsi dan analisis data hasil penelitian didapatkan bahwa
produk handout yang dikembangkan peneliti sudah valid dan praktis sehingga

5
dapat digunakan sebagai bahan ajar penunjang pada mata kuliah pendahuluan
fisika kuantum terkhusus pada sub pokok bahasan persamaan Schrödinger tak
bergantung waktu 1 dimensi.
IV. Kesimpulan dan Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tentang pengembangan
Handout Sub Pokok Bahasan Persamaan Schrödinger Tak Bergantung Waktu 1
Dimensi Berbasis Multrepresentasi dapat disimpulkan bahwa valid dan praktis.
Adapun saran yang dapat diberikan agar penelitian pengembangan lainnya bisa
dilaksanakan hingga ke tahap penyebaran (field test) guna melihat efek potensial
terhadap penggunaan handout pada hasil belajar mahasiswa.
V. Kelebihan dan Kekurangan Jurnal
 Kelebihan : materi dijelaskan secara rinci dan disertai dengan informasi
pendukung seperti grafik dan gambar.
 Kekurangan : handout ini yaitu belum bisa digunakan untuk mengukur
hasil belajar mahasiswa karena belum melewati tahap uji coba lapangan
(field test).
VI. Daftar Pustaka
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta:
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas.

Echols, M. John & Hasan Shadly. 2003. Kamus Inggris-Indonesia. Jakarta : Gramedia
Pembelajaran Fisika Berbasis Multirepresentasi Pada Materi Pokok Suhu
Dan Kalor. Jurnal. Lampung: Unila.
Majid, Abdul. 2005. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Prilita Z, Hesty, dkk. 2012. Pengembangan Modul Berbasis Multirepresentasi Pada


Materi Listrik Dinamis. Jurnal. Lampung: Unila.
Pustaka Utama.
Rendiansyah, dkk. 2012. Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika Berbasis
Multirepresentasi Pada Materi Pokok Suhu Dan Kalor. Jurnal. Lampung: Unila.
Sadiman, Arief, S., Rahardjo, R.,dkk. 2010. Media Pendidikan Pengertian,
Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali Pers.

Sanjaya, Wina. 2008. Perencanaan Dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta:


Kencana.

6
VII. Ringkasan Jurnal Pendukung

Jurnal Pendukung 1
Development of multi-representation learning tools for the course of
fundamental physics
Penulis : Huda dkk , Physics Education Department (Universitas PGRI Semarang)
Dipublikasikan di IOP Science Journal of Physics Tahun 2016
Link Jurnal : https://www.researchgate.net/publication/308535234
Ringkasan :
Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat pembelajaran berbasis multi-
representasi yang dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah. Ini
menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan. Itu diterapkan untuk
program Fisika Fundamental di Universitas PGRI Semarang untuk tahun ajaran
2014/2015.

Jurnal Pendukung 2
Pendekatan Multirepresentasi Dalam Pembelajaran Usaha-Energi Dan
Dampak Terhadap Pemahaman Konsep Mahasiswa
Penulis : Suhandi, Pendidikan Fisika (Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Dipublikasikan januari 2012
Link Jurnal : https://www.researchgate.net/publication/307809415
Ringkasan: Tujuan Penelitian ini dilakukan studi eksperimen tentang dampak
penggunaan pendekatan multirepresentasi dalam pembelajaran materi teorema
usaha-energi terhadap pemahaman konsep mahasiswa. Multirepresentasi yang
digunakan antara lain: representasi verbal, representasi fi ktorial, representasi
matematis, dan representasi grafi k, dalam tampilan statis dan dinamis (animasi
dan simulasi fenomena fi sis). Masalah yang ingin dijawab melalui penelitian ini
adalah “Bagaimana efektivitas penggunaan pendekatan multirepresentasi dalam
menanamkan pemahaman kosep usaha-energi di kalangan mahasiswa yang
mengikuti perkuliahan Fisika Umum”.

7
Jurnal Pendukung 3
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Model Inkuiri Terbimbing
Untuk Melatihkan Kemampuan Multi Representasi Siswa Sma
Penulis : Binar Kurnia Prahani, Pendidikan Sains, Universitas Negeri Semarang
Dipublikasikan Mei 2015
Ringkasan : Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran
fisika model inkuiri terbimbing yang valid, praktis, dan efektif untuk melatihkan
kemampuan multi representasi siswa SMA. Pengembangan perangkat
pembelajaran menggunakan model Kemp dan diujicobakan di kelas X SMAN 19
Surabaya semester genap tahun ajaran 2013/2014 dengan One-Group Pretest-
Posttest Design. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes, dan
angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, kualitatif
dan uji statistik non parametric.

Jurnal Pendukung 4
Pengembangan Buku Berbasis Multi Representasi Seri Fluida Dengan
Pendekatan Sains Teknologi Dan Masyarakat (Stm)
Penulis : Kristin S Silaban, FKIP Universitas Negeri Jakarta
Dipublikasikan Oktober 2016
Link : http://snf-unj.ac.id/kumpulan-prosiding/snf2016/
Ringkasan : Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah buku
berbasis multi representasi untuk materi Fluida dengan menggunakan pendekatan
Sains Teknologi dan Masyarakat (STM). Materi dalam buku ini disajikan dalam
bentuk verbal, matematis, grafik, dan tabel. Buku seri Fluida disajikan dari tingkat
pengetahuan yang rendah sampai pengetahuan tinggi. Metode penelitian yang
digunakan adalah Model Pengembangan Instruksional (MPI) oleh Atwi Suparman
dengan model pendekatan Educational research and development yang terdiri atas
9 tahapan.

Jurnal Pendukung 5
Review Bahan Ajar Fisika SMA Berdasarkan Cakupan Literasi Sains Dan
Penggunaan Multirepresentasi

8
Penulis : Hanifah Zakiya, FMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia
Dipublikasikan 21 November 2015
Ringkasan : Penelitian ini bertujuan mereview bahan ajar fisika SMA berdasarkan
cakupan literasi sains dan penggunaan multirepresentasI. Berdasarkan hasil studi
PISA 2006, 2009, dan 2012 mengidentifikasikan bahwa kemampuan literasi sains
siswa masih sangat rendah. Berdasrakan kajian literatur terdapat tiga hal yang
paling berpengaruh dalam pembelajaran yaitu pembelajaran oleh guru, bahan ajar
yang digunakan dan siswa dimana kualitas bahan ajar memiliki peranan yang
sangat penting dibandingkan pembelajaran oleh guru. Maka dilakukan studi
pendahuluan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif untuk mengetahui
deskripsi bahan ajar yang digunakan oleh siswa di sekolah

Jurnal Pendukung 5
Volta-Based Cells Materials Chemical Multiple Representation to Improve
Ability of Student Representation
Penulis :Helsy, Department of Chemistry Education, UIN Sunan Gunung Djati
Bandung.
Dipublikasikan : 2017 IOP Conf. Series: Journal of Physics
Ringkasan :Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan bahan ajar,
menganalisis peningkatan kemampuan siswa untuk menghubungkan tiga level
representasi dan respon siswa setelah penerapan berbagai representasi berdasarkan
bahan ajar kimia. Metode yang digunakan quasi satu-kelompok pretest-posttest
desain untuk 71 siswa. Hasil penelitian menunjukkan penerapan bahan ajar yang
dilakukan 88% dengan kategori sangat baik.

Jurnal Pendukung 6
Pengembangan Modul Berbasis Multirepresentasi Pada Pembelajaran Fisika
Di Sekolah Menengah Atas
Penulis : Fajar Lailatul, FKIP Universitas Jember
Dipublikasikan : 2016
Ringkasan : Tujuan Penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar berupa
modul berbasis multirepresentasi pada pembelajaran fisika di Sekolah Menengah

9
Atas dan mengetahui keefektifan modul berbasis multirepresentasi yang
dikembangkan berdasarkan hasil belajar dan respon siswa
Jurnal Pendukung 7
Pengembangan Modul Kreatif Berbasis Multirepresentasi Untuk
Pembelajaran Ipa Di Sekolah Menengah Pertama
Penulis : Fajar Lailatul M. FKIP Universitas Jember
Dipublikasikan 21 Mei 2016
Ringkasan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar
berupa modul kreatif berbasis multirepresentasi untuk pembelajaran IPA di
Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan mengetahui keefektifan modul kreatif
yang dikembangkan berdasarkan hasil belajar dan respon siswa. Modul
merupakan suatu cara pengorganisasian materi pembelajaran yang memperhatikan
fungsi pendidikan. Strategi pengorganisasian materi pembelajaran mengandung
squencing yang mengacu pada pembuatan urutan penyajian materi pembelajaran,
dan synthesizing yang mengacu pada upaya untuk menunjukkan kepada siswa
keterkaitan antara fakta, konsep, prosedur dan prinsip yang terkandung dalam
materi pembelajaran.

Jurnal Pendukung 8
Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika Berbasis Multirepresentasi Pada
Materi Pokok Kinematika
Penulis : Kadek Ceria Sukma Putri, FKIP Unila
Dipublikasikan 2013
Ringkasan : Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan modul pembelajaran
fisika berbasis multirepresentasi pada materi kinematika untuk siswa kelas X
SMAN 1 Banjit. Metode pengembangan diadaptasi dari langkah-langkah
penelitian dan pengembangan menurut Suyanto dan Sartinem (2009) yang
meliputi tujuh tahapan pengembangan. Hasil uji coba terhadap respon pengguna
untuk aspek kemenarikan memperoleh skor 3,30 dengan kategori sangat baik,
aspek kemudahan memperoleh skor 3,24 dengan kategori baik, untuk aspek
kebermanfaatan memperoleh skor 3,54 dengan kategori sangat baik. Sementara
itu, hasil uji efektivitas mencapai 77,1% siswa tuntas KKM 70. Dengan demikian,
modul layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran.

10
Jurnal Pendukung 9
Pengembangan Buku Referensi Berbasis Multi Representasi dengan
Pendekatan Kontekstual pada Materi Kalor dan Termodinamika
Penulis : Lindrie Piranti, Dewi Muliyati, FMIPA, Institut Teknologi Bandung
Swadaya
Dipublikasikan : Maret 2017
Link : https://www.researchgate.net/publication/323142195
Ringkasa : Pengembangan ini didasarkan pada tujuan pembelajaran fisika yang
menghendaki siswa mampu menguasai serta mengelola berbagai macam
representasi. Buku yang disajikan secara multi representasi memiliki kelebihan
dalam: (1) melengkapi proses kognitif dan informasi, (2) membatasi kemungkinan
terjadinya kesalahan dalam interpretasi, dan (3) membangun pemahaman
mendalam terhadap suatu abstraksi, perluasan dan hubungan antar konsep materi.
Materi dalam buku ini disajikan dalam bentuk tabel, grafik, formula, deskripsi
konseptual (verbal), gambar dan diagram. Metode penelitian yang digunakan
adalah research and development dengan model pengembangan Dick & Carey.

Jurnal Pendukung 10
Pengembangan Buku Fisika Multi Representasi Pada Materi Gelombang
Dengan Pendekatan Berbasis Masalah
Penulis : Widya Nurhayatia, FMIPA Universitas Negeri Jakarta
Dipublikasikan : Oktober 2016
Link : http://snf-unj.ac.id/kumpulan-prosiding/snf2016/
Ringkasan : Penelitian ini bertujuan dilakukannya penelitian pengembangan ini
adalah (1) mengembangkan dan menghasilkan buku fisika multi representasi
dengan pendekatan berbasis masalah sebagai sumber belajar materi gelombang,
dan (2) memenuhi persyaratan kelayakan buku fisika multi representasi dengan
pendekatan berbasis masalah melalui uji validasi oleh para ahli. Metode penelitian
yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R & D) dengan model
pendekatan Dick and Carey yang dimodifikasi oleh M. Atwi Suparman yang
dinamai dengan Model Pengembangan Instruksional (MPI), yaitu model

11
penelitian pengembangan yang secara khusus digunakan untuk mendesain
pembelajaran modern.

12