Anda di halaman 1dari 7

DEPRECIATION – A METHOD OF COST ALLOCATION

Depresiasi merupakan proses akuntansi dalam mengalokasikan biaya atas aset


berwujud ke beban secara sistematis dan rasional selama umur ekonomis aset terkait.
Secara singkat depresiasi merupakan alokasi biaya.

Sedangkan proses alokasi biaya bagi sumber daya alam (minyak, gas, batu bara)
disebut dengan deplesi. Dan untuk aset tidak berwujud disebut dengan amortisasi.

Factors Involved in the Depreciation Process

a) Depreciable Base for the Asset


Terdapat dua fungsi dalam penetapan dasar depresiasi, yaitu harga perolehan
dan nilai residu.
b) Estimation of Service Lives
Terdapat dua faktor kenapa perusahaan menghentikan suatu aset, yaitu
physical factors ( expiration of physical life) dan faktor ekonomi (keusangan).
Kedua faktor tersebut kemudian diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu:
1. Ketidakcukupan (Inadequacy) yaitu ketika aset tidak dapat memberikan
manfaat lagi karena permintaan perusahaan mengalami perubahan.
2. Penggantian (Supersession) penggantian suatu aset dengan aset yang lebih
efisien dan bernilai ekonomi.
3. Keusangan (Obsolescence).

Methods of Depreciation

Metode depresiasi merupakan faktor ketiga dalam perhitungan depresiasi suatu aset.
Terdapat tiga metode depresiasi, yaitu meliputi:

a. Activity method (units of use or production)


b. Metode garis lurus
c. Diminishing-charge method:
 Jumlah angka tahun
 Metode saldo menurun

a. Activity Method
Metode ini mengasumsikan bahwa depresiasi merupaka fungsi penggunaan atau
fungsi produksi. Perusahaan mempertimbangkan umur manfaat aset berdasarkan
output yang dihasilkan atau input yang digunakan.
(Harga Perolehan − Nilai Residu) × unit aktivitas tahun ini
= Tarif Penyusutan
Total estimasi unit aktivitas

b. Straight – Line Method


Terdapat dua asumsi dalam penggunaan metode garis lurus, yaitu:
1. Manfaat ekonomi suatu aset bernilai sama untuk setiap periode,
2. Beban pemeliharaan dan perbaikan pada dasarnya sama setiap periodenya

Harga peroleha − Nilai Residu


= Tarif Penyusutan
Umur Ekonomis

c. Diminishing-Charge Methods
Diminishing charge method menghasilkan beban depresiasi yang lebih tinggi pada
awal tahun kepemilikan aset dan menghasilkan beban depresiasi yang semakin
menurun pada periode akhir aset.
Metode ini mengansumsikan bahwa perusahaan harus lebih mendepresiasi aset
pada awal tahun karena aset paling produktif pada awal tahun.
 Sum of the Years Digits

n (n + 1)
Jumlah Angka Tahun (Penyebut) =
2

Sisa umur ekonomis


𝑥 Harga Perolehan Aset − Nilai Residu = Penyusutan
Jumlah Angka Tahun

 Metode Saldo Menurun

Tarif Penyusutan = 200% dari tarif penyusutan Metode Garis Lurus

Penyusutan = tarif penyusutan x Nilai buku

COMPONENT DEPRECIATION
IFRS menetapkan bahwa masing – masing bagian atas property, plant and equipment
yang memiliki nilai cukup signifikan dalam total biaya aset, harus di depresiasikan
secara terpisah.
Contoh Soal:
PT OADA membeli sebuah pesawat dengan harga $ 100.000.000 pada tanggal 1 januari
2011. Pesawat tersebut mempunyai umur ekonomis 20 tahun dan nilai residu sebesar
$0. PT OADA menggunakan metode garis lurus untuk menyusutkan semua pesawatnya.
Berikut beberapa komponen yang telah diindentifikasi oleh PT OADA

Komponen: Harga : Umur Ekonomis:


Kerangka pesawat $ 60.000.000 20 tahun
Mesin pesawat $ 32.000.000 8 tahun
Komponen lainnya $ 8.000.000 5 tahun

Perhitungan penyusutan:

Komponen: Harga : Umur Ekonomis: Penyusutan


Komponen:
Kerangka pesawat $ 60.000.000 20 tahun $ 3.000.000
Mesin pesawat $ 32.000.000 8 tahun $ 4.000.000
Komponen lainnya $ 8.000.000 5 tahun $ 1.600.000
Total $ 100.000.000 $ 8.600.000

Jurnal
Tgl Keterangan Ref Debit Kredit
Beban Depresiasi $ 8.600.000
Akumulasi Depresiasi - Pesawat $ 8.600.000

Depreciation and Partial Periods


Contoh Soal:
Pada tanggal 10 Juni 2010, PT ABC membeli sebuah mesin yang diperkirakan
mempunyai umur manfaat 5 tahun, dan harga perolehan senilai $ 45.000 (tidak terdapat
nilai residu). Periode fiskal PT ABC berakhir pada tanggal 31 Desember. PT ABC
menerapkan merode garis lurus dalam mendepresiasi asetnya.
Maka perhitungan penyusutan sebagai berikut.
Periode penyusutan → 10 Juni 2010 – 31 Desember 2010 = 6 2/3 tahun
Perhitungan Penyusutan:
2
6 3 $ 45.000
× = $ 5.000
12 5

Gambar halaman 569

Revision of Depreciation Rates


Contoh Soal:
PT XYZ melakukan pembelian mesin dengan biaya $ 90.000. Dengan estimasi umur
ekonomis selama 20 tahun dan tidak terdapat nilai residu. Pada awal tahun ke-11, PT
XYZ mengestimasikan kembali bahwa umur ekonomis mesin tersebut masih tersisa 20
tahun. PT XYZ menggunakan metode garis lurus untuk menyusutkan mesin tersebut.

Cost of Machine = $ 90.000


Akumulasi Depresiasi - Mesin =($ 45.000)
Nilai buku Mesin = $ 45.000

Penyusutan untuk periode selanjutnya: $ 45.000/ 20 tahun = $ 2.250/ tahun

IMPAIRMENT
Impairment penghapusan terhadap aset berwujud yang dimiliki oleh perusahaan. Aset
berwujud jangka panjang dihapuskan ketika perusahaan tidak dapat memulihkan
kembali aset tersebut. Terdapat dua indikator suatu aset harus dilakukan uji impairment
yaitu internal source (contohnya kerugian akibat perubahan kinerja aset) dan external
source (contohnya kerugian dalam perubahan bisnis).

Gambar halaman 572

Impairment test → perusahaan membandingkan recoverable amount dengan carrying


amount.
Recoverable amount → nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya jual
atau value in use atas aset.
Value in use → menunjukkan nilai arus kas masa yang di harapkan atas penggunaan
aset pada akhir umur ekonomisnya.

Carrying amount > Recoverable amount Selisihnya merupakan


kerugian impairment
Carrying amount < Recoverable amount No impairment is recorded

Contoh soal :
No – Impairment
Asumsikan PT OADA melakukan uji impairment terhadap peralatannya. Carrying
amount peralatan PT OADA sebesar $ 200.000, dan nilai pasarnya setelah
dikurangkan dengan biaya jualnya sebesar $ 180.000 dan memiliki value in use
sebesar $ 205.000.
Dalam kasus ini, value in use atas peralatan lebih besar daripada carrying
amountnya. Maka tidak ada impairment.
Impairment
Asumsikan PT OADA melakukan uji impairment terhadap peralatannya. Carrying
amount peralatan PT OADA sebesar $ 200.000, dan nilai pasarnya setelah
dikurangkan dengan biaya jualnya sebesar $ 180.000 dan memiliki value in use
sebesar $ 175.000.
Besar impairment = carrying amount – fair value less cost to sale
= $ 200.000 - $ 180.000
= $ 20.000 (Loss Impairment)

Tgl Keterangan Ref Debit Kredit


Loss on Impairment $ 20.000
Accumulated Depreciation $ 20.000

* akun Loss on Impairment dilaporkan dalam “other income and expense”

DEPLETION
 Establishing a Depletion Base
Perhitungan dasar deplesi meliputi 3 jenis pengeluaran terkait dengan mineral
resource, yaitu:
a. Pre-exploratory cost
Merupakan biaya yang dikeluarkan sebelum perusahaan mendapatkan izin
resmi untuk memanfaatkan suatu area tertentu. Contohnya biaya uji seismic
keberadaan sumber minyak.
b. Exploratory and Evaluation (E&E) costs
Meliputi:
 Biaya untuk mendapatkan izin eksplorasi,
 Topographical, geological, geochemical, and geophysical studies,
 Exploratory drilling
 Sampling
c. Development cost
Perusahaan membagi development cost menjadi dua kategori, yaitu: 1)
tangible equipment cost dan 2) intangible development cost.
Tangible equipment cost meliputi semua biaya transportasi dan alat berat
lainnya yang dibutuhkan untuk menggali sumber daya dan menyiapkannya
agar siap untuk dipasarkan. Karena perusahaan dapat memindahkan alat
berat dari satu area ke area lain maka perusahaan biasanya tidak
memasukkan tangible equipment cost dalam perhitungan dasar
pengenaan deplesi.
Intangible development cost, meliputi biaya pengeboran, biaya penggalian,
shaft and well cost. Intangible development cost merupakan bagian dari
dasar deplesi.

Write – Off of Resource Cost


Contoh soal:
PT OADA menerima izin untuk menggunakan 1.000 m tanah di Madiun
untuk melakukan penambangan perak. Biaya leasing sebesar $ 50.000 dan
biaya eksplorasi terkait sebesar $ 100.000. Intangible development cost yang
terjadi dalam pembukaan penambangan sebesar $ 850.000. Total biaya
terkait penambangan sebelum perak tersebut diekstraksi sebesar $ 1.000.000.
PT OADA mengestimasikan penambangan akan menghasilkan 100.000 ons
perak. Pada tahun pertama PT OADA mengekstraksi 25.000 ons perak.
Berikut perhitungan deplesi pada tahun pertama:

Total cost − residual value $ 1.000.000


= = $ 10 𝑝𝑒𝑟 𝑜𝑛𝑠
Total estimated units available 100.000 𝑜𝑛𝑠

Deplesi untuk tahun pertama = 25.000 ons x $ 10 = $ 250.000

Tgl Keterangan Ref Debit Kredit


Inventory $ 250.000
Accumulated Depletion $ 250.000

REVALUATIONS

a) Revaluation – Land
Pada tanggal 5 januari 2010, PT Siemens membeli tanah dengan harga $
1.000.000. perusahaan memilih untuk menggunakan akuntansi revaluasi pada
periode selanjutnya. Pada 31 desember 2010 nilai wajar atas tanah sebesar $
1.200.000. Maka jurnal revaluasi yang dibuat sbb:
Tgl Keterangan Ref Debit Kredit
Tanah $ 200.000
Keuntungan Revaluasi yang tidak $ 200.000
terealisasi

b) Revaluation – Depreciable Assets


Lenovo membeli sebuah peralatan dengan harga $ 500.000 pada tanggal 2
januari 2010. Peralatan tersebut mempunyai umur ekonomis selama 5 tahun,
metode penyusutan yang digunakan yaitu metode garis lurus dan tidak terdapat
nilai residu. Lenovo mencatat depresiasi pada tanggal 31 desember 2010 sebesar
$ 100.000. setelah mencatat depresiasi tersebut Lenovo menerima informasi
nilai wajar atas peralatan tersebut dari pihak appraisal, yaitu sebesar $ 460.000.
maka jurnal yang dibuat untuk mencatat revaluasi atas peralatan tersebut
Tgl Keterangan Ref Debit Kredit
Akumulasi Depresiasi - peralatan $ 100.000
Keuntungan Revaluasi yang tidak $ 40.000
terealisasi
Peralatan $ 60.000