Anda di halaman 1dari 11

EQUITY

Ekuitas merupakan hak residual atas aset perusahaan setelah dikurangi dengan
liabilitas.

 Contributed Capital
jumlah tertentu yang dibayarkan dalam modal saham.
 Earned Capital
Modal yang diguanakan untuk mengembangkan perusahaan yang berasal dari
laba yang diperoleh perusahaan.
 Retained Earning
Menggambarkan laba yang diperoleh perusahaan

Issuance of Shares

a) Par Value Shares


Merupakan nilai yang dinyatakan atau tertera dalam saham.

b) No – Par Shares
Terdapat dua alasan perusahaan menerbitkan saham tanpa nilai pari, yaitu:
1. Menghindari sekelompok liabilitas yang muncul jika perusahaan
menerbitkan saham dengan nilai pari.
2. Terdapat kebingunan yang timbul dalam hubungan antara fair value dan
par value

Kelemahan dari penerbitan saham tanpa nilai pari adalah pengenaan pajak
yang cukup besar pada beberapa negara.

Dalam penerbitan saham tanpa nilai pari, perusahaan tidak mencatat adanya
premi maupun diskon. Jumlah yang diterima perusahaan akan di kreditkan
langsung dalam akun saham biasa ataupun saham preferen.

Contoh soal:

PT Sentosa mengotorisasi 10.000 lembar saham biasa tanpa fair value. PT


Sentosa selanjutnya menerbitkan 500 lembar saham dengan harga jual per
lembarnya sebesar $ 10.

Pada saat autorisasi : PT Sentosa hanya membuat memorandum

Pada saat penerbitan saham:


Tgl Keterangan Ref Debit Kredit
Kas $ 5.000
Modal Saham Biasa $ 5.000

Meskipun tidak terdapat par value, perusahaan biasanya mempunyai stated value.
Stated value merupakan nilai minimum dimana perusahaan tidak dapat menerbitkan
saham.

Contoh soal:

PT Sentosa menerbitkan saham dengan harga per lembarnya sebesar $ 11 dan


memiliki stated value sebesar $5. Jika saham biasa yang diterbitkan oleh PT Sentosa
sebanyak 1.000 lembar, maka berikut jurnal pada saat penerbitan:

Tgl Keterangan Ref Debit Kredit


Kas $ 11.000
Modal saham biasa $ 5.000
Premium saham biasa $ 10.000

c) Shares Issued with Other Securities (Lump – Sum Sales)


Terdapat dua metode pengalokasian jumlah atas penjualan beberapa sekuritas
secara lump-sum,yaitu:
1. Proportional Method (ketika fair value tiap sekuritas diketahui)
Contoh soal:
Perusahaan menerbitkan 1.000 lembar saham biasa dengan nilai nominal $
10 per lembarnya dan memiliki fair value sebesar $ 20 per lembar saham.
Selain itu, perusahaan juga menerbitkan 1.000 lembar saham preferen
dengan nilai pari $ 10 per lembarnya, serta mempunyai fair value sebesar
$ 12 per lembarnya. Saham tersebut dijual secara lump-sum dengan harga
jual $ 30.000.

Perhitungan alokasi harga jual saham:


Fair value saham biasa (1.000 x $ 20) = $ 20.000
Fair value saham preferen (1.000 x $ 12) = $ 12.000
Jumlah fair value = $ 32.000

$ 20.000
Alokasi pada saham biasa = $ 32.000 × $ 30.000 = $ 18.750
$ 12.000
Alokasi pada saham preferen = $ 32.000 × $ 30.000 = $ 11.250

 Sehingga jurnal pada saat penerbitan:


Tgl Keterangan Ref Debit Kredit
Kas $ 30.000
Modal saham biasa* $ 10.000
Premium saham biasa** $ 8.750
Modal Saham Preferen*** $ 10.000
Premi Saham Preferen**** $ 1.250

* modal saham biasa = 1000 lb x Nilai Nominal (1000 lb x $ 10 = $ 10.000)


** premi saham = $ 18.750 - $ 10.000
*** modal saham preferen = 1000 lb x $ 10 = $ 10.000
**** premi saham preferen = $ 11.250 - $ 10.000 = $ 1.250

2. Incremental Method (digunakan apabila perusahaan tidak dapat


menentukan fair value sekuritas)

Contoh soal:
Perusahaan menerbitkan 1.000 lembar saham biasa dengan nilai nominal $
10 per lembar saham dengan nilai wajar sebesar $ 20 per lembar. Selain
itu perusahaan juga menerbitkan 1.000 lembar saham preferen ($ 10) dan
tidak mempunyai fair value. Saham tersebut terjual secara lump sum
dengan harga jual sebesar $ 30.000. Maka alokasi harga jual, sbb:

Lump-sum yang diterima = $ 30.000


Alokasi untuk saham biasa = ($ 20.000)
Alokasi untuk saham preferen = $ 10.000

 Sehingga jurnal pada saat penerbitan:


Tgl Keterangan Ref Debit Kredit
Kas $ 30.000
Modal saham biasa* $ 10.000
Premium saham biasa** $ 10.000
Modal Saham Preferen*** $ 10.000

* modal saham biasa = 1000 lb x Nilai Nominal (1000 lb x $ 10 = $ 10.000)


** premi saham = $ 20.000 - $ 10.000
*** modal saham preferen = 1000 lb x $ 10 = $ 10.000

d) Shares Issued in Non – Cash Transaction


Pada umumnya perusahaan harus mencatat saham yang diterbitkan untuk
mendapatkan property atau jasa sesuai dengan fair value atas jasa atau
property yang diterima.
Jika fair value property atau jasa tidak dapat ditentukan, maka pencatatan
menggunakan fair value atas saham.
Contoh Soal :
PT AHM menerbitkan 10.000 lembar saham dengan nilai pari $ 10/lembar
untuk membeli hak paten dari PT HINO.
 Jika fair value paten tidak diketahui dan fair value saham sebesar $ 140.000.
Tgl Keterangan Ref Debit Kredit
Hak Paten $ 140.000
Modal saham biasa $ 100.000
Premium saham biasa $ 40.000

 Jika FV paten sebesar $ 150.000 dan FV saham tidak diketahui


Tgl Keterangan Ref Debit Kredit
Hak Paten $ 150.000
Modal saham biasa $ 100.000
Premium saham biasa $ 50.000

 Jika FV saham dan FV paten tidak diketahui, namun kasultan independen


menentukan FV atas paten sebesar $ 125.000, maka
Tgl Keterangan Ref Debit Kredit
Hak Paten $ 125.000
Modal saham biasa $ 100.000
Premium saham biasa $ 25.000

Cost of Issuing Shares


Biaya yang terkait langsung dengan penerbitan saham seperti biaya
underwriting, akuntansi, perizinan, biaya percetakan, pajak, dsb, harus didebitkan
oleh perusahaan ke dalam akun “Saham Premium”, karena biaya – biaya tersebut
terkait langsung dengan operasional perusahaan.
Sedangkan untuk biaya tidak langsung seperti gaji bagian manajemen, dapat
dibebankan secara periodik.
Reacquisition of Shares
Berikut beberapa alasan perusahaan membeli kembali sahamnya yang telah beredar:
a) Untuk meningkatkan EPS dan ROE (karena perusahaan mengurangi jumlah
saham yang beredar)
b) Untuk menyediakan kompensasi saham bagi karyawan atau untuk
kepentingan merger.
c) Untuk menghalangi pengambil alihan usaha atau mengurangi jumlah
pemegang saham.
d) Untuk menyediakan distribusi pajak yang efisien.
Treasury share tidak memberikan hak voting bagi perusahaan, hak
pembelian saham terlebih dahulu layaknya pemegang saham, hak untuk
meneriman dividen serta hak untuk menerima aset apabila perusahaan dilikuidasi.
Karena treasury share pada dasarnya sama halnya dengan saham biaya
yang tidak diterbitkan.

Purchase Treasury Share


Terdapat dua metode yang dapat digunakan dalam pencatatan pembelian
treasury share:
a) Cost method (treasury share mengurangi ekuitas dalam neraca saja)
b) Par value method (treasury share mengurangi modal saham saja)
Contoh soal (Cost Method)
PT OCEAN memperoleh 10.000 lembar sahamnya dengan harga $ 11/
lembar. Jurnal :
Tgl Keterangan Ref Debit Kredit
Saham Treasury $ 110.000
Kas $ 110.000

Sale of Treasury Shares


a) Sale the treasury share above cost
PT OCEAN memperoleh 10.000 saham treasury dengan harga $ 11/
saham. Dan sekarang terjual 1.000 lembar saham dengan harga $ 15 pada
tanggal 10 maret. Jurnal:
Tgl Keterangan Ref Debit Kredit
Kas $ 15.000
Saham Treasury $ 11.000
Premium Saham Treasury $ 4.000

b) Sale of Treasury Shares Below Cost


PT OCEAN menjual 1.000 saham treasury pada tanggal 21 Maret dengan
harga $ 8/ saham. Jurnal:
Tgl Keterangan Ref Debit Kredit
Kas $ 8.000
Premium Saham Treasury $ 3.000
Saham Treasury $ 11.000

Apabila saldo kredit dari akun treasury share telah kosong, maka apabila
terjadi penjualan saham treasury dibawah harga perolehan kembali, maka perusahaan
harus mendebitkan pada akun “Retained Earning”

PREFERENCE SHARES

Saham preferen merupakan jenis saham yang spesial dimana memiliki fitur yang
tidak terdapat dalam saham biasa. Fitur – fitur tersebut, meliputi:
a) Preferen dalam pembagiaan dividen
b) Preferen dalam pembagian aset apabila perusahaan dilikuidasi
c) Dapat dikonversi menjadi saham biasa
d) Tidak ada hak suara
e) Dapat dibeli kembali (Callable)

1. Features of Preference Shares


 Cumulative Preference Shares
Fitur ini mengharuskan apabila perusahaan gagal membayarkan dividen pada
tahun tertentu, maka dividen tersebut harus dibayarkan pada tahun mendatang
sebelum membayarkan dividen untuk saham biasa.
 Participating Preference Shares
Pemegang saham preferen dengan fitur ini memiliki perlakuan yang sama
dengan pemegang saham biasa dalam pendistribusian laba berdasarkan
tingkat yang telah ditetapkan.
 Convertible Preference Shares
Merupakan salah satu jenis saham preferen yang memberikan opsi kepada
pemegangnya untuk menukarkan saham preferennya dengan saham biasa
berdasarkan perbandingan tertentu.
 Callable Preference Shares
Merupakan jenis saham biasa dimana perusahaan penerbit dapat menarik
kembali saham preference yang telah diterbitkannya pada tanggal tertentu di
masa depan.
 Redeemable Preference Shares
Merupakan jenis saham yang memiliki periode penebusan. Saham preferen
jenis ini memiliki sifat yang hampir sama dengan liabilitas.

2. Accounting for and Reporting of Preference Shares


Jurnal penerbitan saham preferen:
Tgl Keterangan Ref Debit Kredit
Kas xxx
Premium Saham Preferen xxx
Modal Saham Preferen xxx

DIVIDEND POLICY

a) Types of Dividend

Cash Dividend

Pengumuman dividen kas merupakan suatu liabilitas. Terdapat tiga klasifikasi


waktu terkait dengan pembayaran dividen, yaitu:

Pengumuma Pembayara
n Pencatatan
n
Jurnal pada saat tanggal pengumuman:

Tgl Keterangan Ref Debit Kredit


Laba Ditahan/ RE xxx
Utang Dividen xxx

Jurnal pada saat tanggal pencatatan:

Tgl Keterangan Ref Debit Kredit


No Entry

Jurnal pada saat tanggal pembayaran:

Tgl Keterangan Ref Debit Kredit


Utang Dividen xxx
Kas xxx

Property Dividends

Merupakan dividen dalam bentuk property, barang dagangan, real estate, atau
investasi.

Pada saat mengumumkan dividen property perusahaan menyatakan kembali


fair value atas property yang akan distribusikan, dan mencatat kerugian maupun
keuntungan yang terjadi.

Jurnal pada saat pengumuman:

Tgl Keterangan Ref Debit Kredit


Laba ditahan/ RE xxx
Utang dividen properti xxx

Tgl Keterangan Ref Debit Kredit


Investasi ekuitas xxx
Keuntungan yang tidak xxx
terealisasi

Jurnal Pada Saat Pembayaran

Tgl Keterangan Ref Debit Kredit


Utang Dividen Properti xxx
Investasi Ekuitas xxx

Liquidating Dividend

Dividen Likuidasi merupakan dividen yang dibayarkan berserta dengan alokasi aset
perusahaan kepada pemegang saham sebelum perusahaan mengalami likuidasi.
Biayanya diterapkan pada perusahaan pertambangan.

Jurnal pada saat pengumuman:

Tgl Keterangan Ref Debit Kredit


Laba ditahan/ RE xxx
Premi Saham xxx
Utang dividen xxx

Jurnal Pada Saat Pembayaran

Tgl Keterangan Ref Debit Kredit


Utang Dividen xxx
Kas xxx

Share Dividens

Dividen Saham merupakan imbal hasil yang diberikan pada pemegang saham dengan
berupa saham biasa.

Jurnal pada saat pengumuman:


Tgl Keterangan Ref Debit Kredit
Laba ditahan/ RE xxx
Dividen saham biasa yang xxx
akan didisttribusikan

Jurnal Pada Saat Pembayaran

Tgl Keterangan Ref Debit Kredit


Dividen saham biasa yang akan xxx
didisttribusikan
Saham Biasa xxx

Share Splits

Share Splits adalah pemecahan nilai nominal saham.

Contoh:

Equity before 2 for 1 split Equity after 2 for 1 split


Saham biasa, 100.000 $ 100.000 Saham biasa, 200.000 $ 100.000
saham beredar, nilai saham beredar, nilai
nominal $ 1/ lembar nominal $ 0,5/ lembar