Anda di halaman 1dari 7

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 TUJUAN
a. Mengetahui definisi geologi struktur, struktur primer, struktur sekunder.
b. Mengetahui gambaran tiga dimensi dari struktur bidang dan struktur garis
(metode proyeksi orthogonal).

1.2 ALAT DAN BAHAN


a. Busur derajat
b. Jangka
c. Plastik mika
d. Penggaris
e. Pensil warna
f. Alat tulis

1.3 DEFINISI

Menurut Sapiie, B. dan Harsolumakso, A.H. (2008) secara umum, pengertian geologi
struktur adalah ilmu yang mempelajari batuan yang terdeformasi yang membentuk lapisan
atas dari bumi. Sedangkan menurut Djauhari Noor (2012) geologi struktur adalah bagian
dari ilmu geologi yang mempelajari tentang bentuk (arsitektur) batuan sebagai hasil dari
proses deformasi. Deformasi atau deformation adalah proses yang merubah bentuk atau
ukuran dari batuan dan meninggalkan hasil yang permanen di batuan. Tujuan utama dalam
mempelajari geologi struktur adalah merekonstruksi gaya-gaya yang menyebakan proses
perubahan atau deformasi dan evolusi dari muka bumi.
Menurut Sapiie, B. dan Harsolumakso, A.H. (2008) secara umum dalam geologi ada
tiga jenis struktur geologi yang terobservasi dari lapangan yaitu: bidang kontak, stuktur
primer dan struktur sekunder.

1. Bidang Kontak
Batas antar jenis batuan, yang mencerminkan suatu proses geologi. Bidang kontak ini
dapat berupa; kontak sedimentasi (normal), ketidakselarasan, kontak intrusi, kontak
tektonik berupa bidang sesar atau zona sesar atau shear zone.
Gambar 1. Bidang kontak antar berbagai jenis batuan beku (yang berwarna putih,
abu-abu dan kemerahan) yang saling potong-memotong (A, B, C). Rekonstruksi
balik bidang-bidang kontak tersebut dapat menggambarkan sejarah proses
deformasinya. Foto singkapan granit Lasi, Sumatera Barat.

2. Struktur Primer
Struktur dalam batuan yang berkembang pada saat atau bersamaan dengan proses
pembentukannya. Pada umumnya struktur ini merefleksikan kondisi lokal dari lingkungan
pengendapan batuan tersebut. Contohnya bidang perlapisan pada batuan sedimen struktur
sedimen seperti gradded-bedding, cross-bedding, riple marks dan curent riples pada
batupasir. Struktur kekar kolom, ropy dan vesicular (gas vesicle) pada lava. Catatan :
Struktur primer dalam batuan sedimen akan mengikuti hukum-hukum dasar
sedimentologi, misalnya superposisi dan kesinambungan lateral.
3. Struktur Sekunder
Struktur yang terbentuk akibat gaya (force) setelah proses pembentukan batuan
tersebut, baik itu batuan beku, batuan sedimen maupun batuan metamorf. Mempelajari
proses-proses pembentukan struktur sekunder ini yang akan menjadi fokus utama didalam
geologi struktur. Tetapi untuk beberapa kasus seringkali sangat sulit untuk membedakan
struktur primer dan sekunder, karena adanya unsur interpretasi misalnya pada saat
pembentukan struktur bantal pada lava. Dimana pada saat pembentukannya sebagai suatu
struktur primer mungkin berkaitan dengan suatu proses tektonik regional yang signifikan.

Gambar 2. Struktur primer berupa bidang perlapisan pada batuan sedimen (A-
D) yang memperlihatkan batas lithologi yang merupakan kontrast kekuatan dan
sifat batuan. Foto B memperlihatkan batuan dengan struktur primer berupa
struktur sedimen sekuen Bouma (turbidit) yang dapat digunakan untuk
menentukan kedudukan awal batuan (Orginal Horizontality). E dan F struktur
primer pada batuan beku yang berkaitan dengan proses pembekuan; struktur
bantal (E) dan kekar kolom (F).
Gambar 3. Struktur sekunder akibat deformasi berupa rekahan, kekar,
perlipatan dan pensesaran skala besar (singkapan) pada batuan sedimen.

Untuk lebih mengerti proses yang terjadi di bumi ini kita perlu mengerti bagaimana
proses pembentukan geometri unsur struktur tersebut, sebagai contoh adalah struktur lipatan.
Sehingga berdasarkan pendekatan geometri analisa geologi struktur dapat dibagi menjadi
tiga yaitu analisa deskriptif, kinematika dan dinamik (Sapiie, B. dan Harsolumakso, A.H.,
2008).

1. Secara Deskriptif
Merupakan hasil langsung observasi lapangan, laboratorium untuk mendeskripsi
unsur struktur seperti karakter fisik, orientasi, dll. Sehingga analisa ini sangatlah penting
karena merupakan hasil pengamatan langsung dari lapangan.
2. Secara Kinematika
Adalah merekonstruksi pergerakan yang terjadi didalam batuan akibat proses
deformasi. Analisa ini murni berdasarkan pada urutan-urutan pembentukan geometri
unsur struktur tanpa didasarkan pada gaya-gaya penyebabnya.
3. Secara Dinamik
Bertujuan menginterpretasi stress pada batuan yang disebabkan oleh proses
deformasi, mendiskripsi arah umum dari gaya yang menyebabkan stress dan
mengevaluasi hubungan antara stress and strain, dan kekuatan batuan.
1.4 Membuat Model Tiga Dimensi Dari Struktur Bidang Menggunakan Metode
Proyeksi Orthogonal
1.4.1 Membuat model tiga dimensi (maket), dengan data sebagai berikut:
1. Buatlah dengan ketinggian 225-480 m untuk lapisan batupasir
2. Buatlah dengan ketinggian 115-225 m untuk lapisan batulempung
3. Buatlah dengan ketinggian 0-115 m untuk lapisan batugamping
4. Pada lapisan paling muda untuk lapisan batubreksi
Semua lapisan dalam keadaan normal dengan skala 1 : 10000

Catatan : data bias berubah sesuai dengan ketentuan asisten Geologi Struktur.

1.4.2 Langkah kerja


1. Membuat balok dengan bahan kertas karton dengan ukuran panjang 15 cm, lebar
15 cm, tinggi menyesuaikan.
2. Membuat orientasi arah utara pada sisi balok bagian atas.
3. Mengeplotkan data yang ada, di sisi depan balok.
4. Menghubungkan garis pada sisi depan balok yang telah dibuat kesamping dan
belakang sebagai bidang perlapisan dari litologi yang ada.
5. Memberi simbol litologi dan warna litologi pada maket.
Gambar 1.10 Pola maket

Gambar 1.11 Hasil maket