Anda di halaman 1dari 1

Pecahnya PSHT dan bahaya laten para penghianat

Persaudaraan Setia Hati Pilangbango atau biasanya dikenal dengan singkatan PSHP adalah organisasi
baru yang berdiri dan di deklerasikan di Solo, Minggu tgl 22 September 2013 dan mulai berkembang
dan menarik perhatian 2 tahun setelah mereka berdiri, sampai sini tidak ada yang aneh dari sejarah
organisasi dan berdirinya mereka tapi setelah anda mencari,menelaah dan melihat lambang PSHP pasti
terbesit pikiran kok mirip PSHT ya? disitulah hal yang akan kita bahas dan agar warga PSHT dimanapun
berada tidak terkecoh. PSHP didirakan oleh Bpk. Bambang Dwi Tunggal (tngkat 2 PSHT) dan beberapa
kadang PSHT mereka keluar dari organisasi dan mendirikan PSHP dengan dalih dan tujuan untuk
melestarikan JURUS LAMA hasil Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang MENURUT MEREKA gerakan dan Jurus
yang ada pada PSHT (JURUS BARU) telah menghilangkan unsur kebudayaan, tidak
mematikan,semrawut,melenceng dari pakem dan adanya larangan pusat mengenai larangan memelajari
JURUS LAMA padahal tidak ada larangan seperti itu,hanya untuk menyamakan standarisasi maka
semuanya diseragamkan penggunaan JURUS BARU, dan istilah JURUS BARU perlu diketahui adalah
proses Fokus penyempurnaan pada era Era Mas Irsyad beliaulah yang mengolah efektivitas dan akurasi
serangan dan tangkisan dan diciptakanya SENAM DASAR. Bukan Perubahan jurus.
mereka (SH Pilangbango) memberikan ke-SH-an dengan menanamkan sejarah menyimpang bahwa
seolah Jurus mereka lah yang paling Orisinil dan mematikan. tidak hanya sampai disitu mereka juga
memiliki versi sejarah sendiri yang mungkin menyesatkan dan berbahaya, selama ini kita tahu bahwa
SH Terate didirakn oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo pada tahun 1922, tapi menurut versi mereka PSHT
didirikan pada tahun 1951 oleh Bpk.Santoso Kartoatmodjo dan Bpk.Soetomo Mangkoedjojo dan
menganggap SH PSC yang diajarkan oleh Mbah Hardjo berbeda dan tidak ada sangkut pautnya dengan
SH TERATE, padahal perlu diketahui Bpk.Soetomo Mangkoedjojo, Bpk. R.Soemadji, Bpk.R.Bambang
Soedarsono, Bpk. Santoso Kartoatmodjo, Bpk. Mochamad Irsad, Bpk. Harsono, Bpk. Hardjo Pramudjo,
Bpk. Badini, Bpk. Oemar Karsono mereka semua rata-rata adalah murid yang dilatih langsung oleh Mbah
Hardjo, PSHP menyebut mereka dengan murid Generasi 1, sedangkan mereka yang mendirikan SH
Pilangbango adalah Djaka kuncara penerus BP. HASSAN DJOYOHADI S. Bp. Bambang soewignyo D.
penerus Bp.SANTOSO,
Bp. Edy laksono (bandung),
Bp. Slamet riadi penerus BP.HASSAN,
Bp. Darmo sanyoto sudagung (malang) Penerus Bp.Djendro Darsono,
Bp. Agus santoso (malang) Penerus Bp.Sumo sudardjo,
Bp. Samsudin (malang),
Bp. Mulyanto (pekalongan),
Bp. Djoko sumaryono (semarang),
Bp. Bambang dwi tunggal (madiun) Penerus Bp. Harsono,
Bp. Haryono penerus Bp. Hardjo mardjut (magetan) menyebut diri mereka murid generasi ke-3 tidak
hanya penggelapan versi sejarah mereka juga melakukan perekrutan anggota dengan cara yang patut
diwaspadai biasanya mereka akan menawari warga PSHT untuk pindah ke PSHP langsung di Sahkan
tanpa latihan dan langsung mendapat ilmu rahasia tingkat 2 serta di iming imingi JURUS LAMA yang
mematikan serta ke-SH-an yang asli dan latihan mereka juga untuk saat ini masih sembunyi sembunyi
pernah di Daerah Surabaya di salah 1 kampus terdapat latian PSHT tapi ketika digrebek ternyata
dilantai atas adalah latihan PSHP dan di bubarkan. dan SH Pilangbango sendiri pusatnya ada di Patihan
Madiun bukan di Pilangbango disana mereka malah tidak mengetahui apa itu PSHP. Semoga Saudara
saudara dapat lebih waspada dalam alur perpecahan ini

Anda mungkin juga menyukai