Anda di halaman 1dari 5

TELAAH JURNAL

ACUTE SCROTUM
1. Komponen Jurnal
a. Judul : ACUTE SCROTUM
b. Nama Penulis : Aso Omer Rasheed
c. Publikasi : 2012 (dalam JSMC 2013 Vol.3 No.1)
d. Abstrak
Skrotum akut merupakan keadaan urologi darurat yang paling umum, akibat
sekunder dari torsi korda spermatika, trauma testis, orchiepididymitis dan hernia.
Kami melaporkan kasus yang sangat langka dari hematoma korda spermatika
traumatik yang diikuti cedera skrotum yang terjadi saat pertandingan sepak bola.
Uji klinis menunjukkan peningkatan volume korda spermatika kiri; Color Doppler
Ultrasonografi menunjukkan iskemia testis kiri akibat adanya hematoma korda
spermatika besar yang membutuhkan eksplorasi bedah. Hematoma korda
spermatika jarang menyebabkan skrotum akut, namun bisa dirawat secara
konservatif. Operasi merupakan hal wajib untuk dilakukan ketika ditemukan nyeri
persisten atau iskemia testis yang dikonfirmasi oleh CDU.
e. Keyword : testicular torsion, color doppler ultrasound, testis pain, testis trauma
f. Tujuan Penelitian
 Tujuan Umum:
o untuk mengidentifikasi pasien yang mengalami skrotum akut
 Tujuan Khusus:
o untuk mengidentifikasi penyebab pasien mengalami skrotum akut
o untuk mengidentifikasi pasien yang mengalami skrotum akut yang
diakibatkan oleh testicular torsion yang merupakan keadaan yang urgen
dan membutuhkan penanganan yang cepat
o untuk mengetahui pathologi tiap pasien sebelum hingga setelah diberikan
perawatan dan menilai hasilnya
g. Metode Penelitian
Desain penelitian ini adalah kohort yakni penelitian analitik dengan pendekatan
retrospektif. Pengambilan data variabel akibat (dependent) dilakukan terlebih dahulu,
kemudian baru diukur variabel sebab yang telah terjadi dengan instrumen yang digunakan
adalah rekam medis pasien untuk pendokumentasian data sekunder dari Rumah Sakit
Sulaimani bulan November 2003 – Juni 2005.
h. Populasi dan Sample
Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Sulaimani
pada November 2003 sampai Juni 2005.
Sampel yang digunakan sebanyak 70 pasien yang dirawat dengan nyeri testis
akut dan pembengkakan. Usia para pasien tersebut berkisar antara 3 bulan hingga
85 tahun, dengan rata-rata usia 30,77.
i. Hasil Penelitian
Usia pasien rata-rata 3 bulan - 85 tahun. Waktu dilakukannya pemeriksaan
bervariasi dari 30 menit – 21 hari, kebanyakan pasien di periksa dalam waktu 3
hari. Dari hasil pemeriksaannya ditemukan 37 (53%) itu ditemukan acute scrotum
di bagian kanan, dan 33 (47%) pasine terkena di bagian kiri.
Pada saat pemeriksaan pasien berada di rumah sakit selama 1 – 7 hari, namun
sebagian tinggal selama satu hari. Dari hasil pemeriksaannya di temukan pada 43
pasien di akibatkan Epididymo-orchitis, abses testis di temukan di 3 pasien,
trauma terjadi pada 11 pasien, torsio testis pada 9 pasien dan rata-rata usia mereka
sekitar 3 bulan sampai 15 tahun.

j. Kesimpulan Penelitian
Riwayat kejadian penyakit, pemeriksaan fisik dan color doppler ultrasound yang
cepat dan baik dapat mempengaruhi hasil diagnosis dan prognosis pasien yang menderita
acute scrotum
2. Telaah / review jurnal
a. Judul Penelitian
Judul dari penelitian yang kami telaah ini adalah “acute scrotum”. Judul penelitian
cukup jelas, namun dalam judul masih terlalu umum, belum menggambarkan apa yang
akan diteliti.
b. Penulis
Penulis bernama Aso Omer Rasheed, beliau merupakan dokter dibagian departemen
bedah Rumah Sakit Pendidikan Universitas Sulaimani.
c. Abstrak
Abstrak dapat menggambarkan latar belakang, tujuan penelitian, pasien dan metode
penelitian, hasil, kesimpulan, dan kata kunci. Sudah sesuai IMRAD (Introduction,
Metode, Result, Analize, Discussion) serta sudah mencantumkan kata kunci. Tetapi, pada
bagian analisa dan diskusi kurang diperjelas.
d. Pendahuluan
Pada pendahuluan ini sudah dijelaskan alasan penelitian tersebut, dijelaskan pula teori
yang mendasari penelitian tersebut. Namun
e. Tujuan
Pemaparan tujuan dari penelitian ini sudah cukup jelas.
f. Metode penelitian (Setting dan Design)
Berdasarkan tujuan dari penelitian dan informasi yang ingin dikumpulkan, menurut
penelaah metode dan instrumen yang digunakan sudah sesuai.
g. Gaya dan Sistematika Penulisan
 Sistematika penulisan tersusun mulai dari judul penelitian, nama penulis, abstrak
(latar belakang, tujuan penelitian, pasien dan metode penelitian, hasil,
kesimpulan, dan kata kunci), pendahuluan, pasien dan metode, hasil,
pembahasan, diskusi dan kesimpulan, datar pustaka.
 Tata bahasa yang dipergunakakan dalam penulisan jurnal ini cukup mudah
dipahami, sehingga memudahkan pembaca untuk mengerti bagaimana penelitian
tersebut dilaksanakan dan apa hasil yang diperoleh. Namun terdapat beberapa
kata-kata dalam bahasa inggris yang cukup sulit dipahami
h. Hasil Penelitian
Hasil penelitian dipaparkan dari masing-masing penyebab yang diteliti. Penyajian
tabel hasil penelitian disertai narasi yang jelas mengenai isi tabel. Pembahasan hasil
temuan dikaitkan kembali dengan berbagai hasil temuan sebelumnya dari tinjauan
pustaka yang diambil.
i. Kesimpulan dan Saran
Isi kesimpulan peneliti merupakan jawaban dari tujuan penelitian. Kesimpulan
ringkas, jelas dan padat.
j. Referensi/Daftar Pustaka
 Penyusunan literatur tersusun dengan logis menggunakan aturan van couver.
 Literatur yang digunakan sebanyak 59 literatur namun ada beberapa literatur
cukup lama.
 Penulisan literatur menggunakan analitis kritis berdasarkan literatur yang ada
dengan membandingkan temuan-temuan pada penelitian sebelumnya dengan
hasil yang didapatkan oleh penulis
 Penulisan literatur cukup lengkap, mencakup semua aspek dalam penelitian.

3. Menelaah ke-VIA-an Jurnal


a. Validity (Validitas)
 Validitas seleksi : artinya subjek yang diteliti harus benar - benar memenuhi
kriteria. Dalam jurnal ini sampel penelitian yang diambil adalah 70 pasien
penderita Skrotum akut tanpa melihat kriteria seleksi tertentu.
 Validitas informasi : Dalam jurnal ini informasi yang diambil oleh peneliti
merupakan informasi yang cukup valid diambil dari rekam medis pasien.
 Validitas analisis : Dalam jurnal ini didapatkan bagian analisis dan diskusi kasus
yang diteliti kemudian dibandingkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya.
b. Importantcy (Kepentingan)
Penelitian ini cukup penting terhadap perkembangan ilmu kesehatan, karena dalam
penelitian ini dapat digambarkan berbagai macam penyebab penyakit, cara mendiagnosis
dan penatalaksanaan yang baik guna meningkatkan angka kesembuhan pasien skrotum
akut.
c. Applicability (Penerapan)
Dalam jurnal ini diterapkan suatu metode diagnosis yang baik menggunakan Color
Doppler Ultrasound. Alat ini bisa membantu diagnosis pasien skrotum akut. Seiring
dengan kemajuan teknologi, alat ini sudah banyak digunakan baik di luar negeri maupun
di dalam negeri.

4. Penutup
Meskipun ditemukan berbagai kekurangan dan kelebihan dalam penelitian tersebut,
namun penelitian tersebut telah memberikan kontribusi positif pada kemajuan dan
pengembangan di bidang ilmu kesehatan.

Referensi:
Rasheed, A O. 2012. Acute Scrotum. JSMC, 2013 (Vol 3) No.1. Avaliable at : Acessed on 7th
September 2015Rasheed A O./ JSMC, 2013 (Vol 3) No.1