Anda di halaman 1dari 2

DEFINISI HIPERTENSI

Hipertensi adalah keadaan peningkatan tekanan darah yang memberi gejala yang akan
berlanjut untuk suatu target organ seperti stroke (untuk otak), penyakit jantung koroner
(untuk pembuluh darah) dan left ventricle hypertrophy (untuk otot jantung). Dengan target
organ di otak yang berupa stroke, hipertensi adalah penyebab utama stroke yang membawa
kematian yang tinggi.

ETIOLOGI
Faktor genetik dianggap penting sebagai sebab timbulnya hipertensi. Anggapan ini didukung
oleh banyak penelitian pada hewan percobaan dan pada manusia. Faktor genetik tampaknya
bersifat mulifaktorial akibat defek pada beberapa gen yang berperan pada pengaturan
tekanan darah.
Faktor lingkungan merupakan faktor yang paling berperan dalam perjalanan
munculnya penyakit hipertensi. Faktor ini meliputi intake garam yang berlebihan, obesitas,
pekerjaan, alkoholisme, stresor psikogenik dan tempat tinggal. Semakin banyak seseorang
terpapar faktor-faktor tersebut maka semakin besar kemungkinan seseorang menderita
hipertensi, juga seiring bertambahnya umur seseorang.
Dari faktor-faktor yang telah disebutkan di atas, tidak ada satupun yang ditetapkan
sebagai penyebab langsung hipertensi esensial. Lain halnya dengan hipertensi sekunder,
yang saat ini telah banyak ditemukan penyebabnya secara langsung, beberapa di antaranya
adalah : sleep-apnea, drug-induced atau drug-related hypertension, penyakit ginjal kronik.
Aldosteronisme primer, penyakit renovaskular, terapi steroid jangka lama dan sindrom
Cushing.

PATOFISIOLOGI
Patofisiologi hipertensi dimulai dari fase pre-hipertensi pada orang yang berusia 10-30
tahun (pada umur ini biasanya terjadi peningkatan curah jantung), kemudian berkembang
lagi pada orang yang berusia 20-40 tahun (pada umur ini terjadi peningkatan resistensi
perifer yang mencolok), kemudian berlanjut hingga umur 30-50 tahun, dan berakhir pada
usia 40-60 tahun.

TANDA DAN GEJALA


Hipertensi sulit disadari karena tidak memiliki gejala khusus. Namun demikian, ada
beberapa hal yang setidaknya dapat dijadikan indikator, sebab berkaitan langsung dengan
kondisi fisik. Misalnya, pusing atau sakit kepala, sering gelisah, wajah merah, tengkuk terasa
pegal, mudah marah, telinga berdenggung, susah tidur, sesak napas, mudah lelah, mata
berkunang-kunang, dan mimisan.

PENGOBATAN
1. Perubahan gaya hidup untuk menurunkan tekanan darah bisa terlihat dampaknya dalam
beberapa minggu. Langkah ini dapat dilakukan dengan cara-cara sederhana seperti:
 Mengonsumsi makanan sehat, rendah lemak, dan seimbang. Misalnya,
nasi merah, buah, serta sayur.
 Mengurangi konsumsi garam hingga kurang dari satu sendok teh per hari.
 Aktif berolahraga. Aktif secara fisik adalah hal paling penting yang bisa
Anda lakukan untuk mencegah atau mengendalikan hipertensi.
 Menurunkan berat badan.
 Berhenti merokok. Merokok akan meningkatkan peluang Anda menderita
penyakit jantung dan paru-paru secara drastis.
 Menghindari atau mengurangi konsumsi minuman keras.
 Mengurangi konsumsi minuman kaya kafein, seperti kopi, teh, atau cola.
 Melakukan terapi relaksasi, misalnya yoga atau meditasi untuk
mengendalikan stres.

2. Penggunaan Obat-obatan

 Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor


 Calcium channel blockers
 Diuretik
 Beta-blockers
 Alpha-blockers