Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

FURNACE

DISUSUN OLEH:

Dianah Rezqi Salsabila (P07234016009)


Mutmainnah (P07234016018)
Nabila Arista Ningrum (P07234016019)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KALIMANTAN TIMUR
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
TAHUN 2016/2017
KATA PENGANTAR

Puji sukur kehadirat Allah SWT penggenggam alam semesta, yang senantiasa
memberikan rahmat kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “Furnace” sebagai suatu wujud mengerjakan tugas yang telah diberikan
kepada penulis.

Dalam penulisan makalah ini, penulis masih merasa banyak kekurangan-


kekurangan baik pada teknik penulisan maupun materi, mengingat kemampuan
yang dimiliki oleh penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat
penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada
pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Akhirnya penulis
berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang
telah memberikan bantuan, dan semoga makalah ini dapat membantu dan
memberikan ilmu pada orang-orang yang membanya.

Samarinda, 05 Juli 2017

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................... ii

DAFTAR ISI ................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ................................................................... 1

B. Rumusan Masalah .............................................................. 2

C. Tujuan ................................................................................. 3

D. Manfaat ............................................................................... 3

BAB II ISI

A. Pengertian Furnace ............................................................. 4

B. Fungsi Furnace ................................................................... 6

C. Macam-Macam Furnace ..................................................... 6

D. Bagian-Bagian Furnace ...................................................... 12

E. Cara Penggunaan Furnace .................................................. 15

F. Cara Perawatan Furnace ..................................................... 15

G. Cara Pengkalibrasian Furnace ............................................ 15

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan......................................................................... 16

B. Saran ................................................................................... 16

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 17

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Adapun bahan bakar yang paling umum untuk furnace modern adalah
gas alam, termasuk LPG (liquefied petroleum gas), bahan bakar minyak, batu
bara atau kayu. Dalam beberapa kasus pemanasan resistensi listrik juga sering
digunakan sebagai sumber panas, jika saja biaya listriknya rendah.

Hampir seluruh furnace menggunakan bahan bakar cair, bahan bakar gas atau
listrik sebagaimasukan energinya.

 Furnace induksi dan busur/arc menggunakan listrik untuk melelehkan baja


dan besi tuang.
 Furnace pelelehan untuk bahan baku bukan besi menggunakan bahan
bakar minyak.

Furnace yang dibakar dengan minyak bakar hampir seluruhnya


menggunakan minyak furnace, terutama untuk pemanasan kembali dan
perlakuan panas bahan.

Minyak diesel ringan (LDO) digunakan dalam furnace bila tidak


dikehendaki adanya sulfur.Idealnya furnace harus memanaskan bahan
sebanyak mungkin sampai mencapai suhu yangseragam dengan bahan bakar
dan buruh sesedikit mungkin. Kunci dari operasi furnace yangefisien terletak
pada pembakaran bahan bakar yang sempurna dengan udara berlebih yang
minim. Furnace beroperasi dengan efisiensi yang relatif rendah (serendah 7
persen) dibandingkandengan peralatan pembakaran lainnya seperti boiler
(dengan efisiensi lebih dari 90 persen). Halini disebabkan oleh suhu operasi
yang tinggi dalam furnace. Sebagai contoh, sebuah furnace yang memanaskan
bahan sampai suhu 1200 Deg.C akan mengemisikan gas buang pada suhu 1200
Deg.C atau lebih yang mengakibatkan kehilangan panas yang cukup signifikan
melalui cerobong.

1
Dimensi furnace dan kemampuan menghasilkan panasnya dapat
ditentukan berdasarkan perhitungan sesuai fungsi dan kebutuhannya. Misalkan
furnace untuk kebutuhan pembangkit listrik sudah barang tentu memerlukan
dimensi yang besar. Karena untuk menghasilkan uap melalui boiler diperlukan
energi panas yang besar pula.

Material furnace juga ditentukan sesuai dengan kebutuhan dan energi


apa yang akan digunakannya. Bisa menggunakan dinding terbuat dari plat ss
dengan isolasi ceramic fiber, atau menggunakan dinding bata tahan api.
Semuanya tergantung sesuai aplikasinya.

Furnace secara luas dibagi menjadi dua jenis berdasarkan metode


pembangkitan panasnya: furnace pembakaran yang menggunakan bahan bakar,
dan furnace listrik yang menggunakan listrik. Furnace pembakaran dapat
digolongkan menjadi beberapa bagian, jenis bahan bakar yang digunakan, cara
pemuatan bahan baku, cara perpindahan panasnya dan cara pemanfaatan
kembali limbah panasnya. Tetapi, dalam praktiknya tidak mungkin
menggunakan penggolongan ini sebab furnace dapat menggunakan berbagai
jenis bahan bakar, cara pemuatan bahan ke furnace yang berbeda

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari furnace?
2. Apa fungsi dari furnace?
3. Apa saja macam-macam dari furnace?
4. Apa saja bagian-bagian dari furnace?
5. Bagaimana cara penggunaan furnace?
6. Bagaimana cara perawatan furnace?
7. Bagaimana cara pengkalibrasian furnace?

2
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari furnace
2. Untuk mengetahui fungsi dari furnace
3. Untuk mengetahui macam-macam dari furnace
4. Untuk mengetahui bagian-bagian dari furnace
5. Untuk mengetahui cara penggunaan furnace
6. Untuk mengetahui cara perawatan furnace
7. Untuk mengetahui cara pengkalibrasian furnace

D. Manfaat
Manfaat makalah ini dibuat adalah agar pembaca dapat mengetahui
pengertian dari instrumentasi furnace, fungsi dari furnace, macam-macamnya
serta bagian-bagiannya, cara penggunaan, cara perawatan, dan cara
pengkalibrasian instrumentasi furnace di laboratorium

3
BAB II
ISI

A. Pengertian Furnace
Furnace adalah dapur sebagai penerima panas bahan bakar untuk
pembakaran, yang terdapat fire gate di bagian bawah sebagai alas bahan bakar
dan yang sekelilingnya adalah pipa-pipa air ketel yang menempel pada dinding
tembok ruang pembakaran yang menerima panas dari bahan bakar secara
radiasi, konduksi, dan konveksi.

Gambar 1. Furnace Laboratorium

Tungku adalah sebuah peralatan yang digunakan untuk melelehkan


logam untuk pembuatan bagian mesin (casting) atau untuk memanaskan bahan
serta mengubah bentuknya (misalnya rolling/penggulungan, penempaan) atau
merubah sifat-sifatnya (perlakuan panas).

Karena gas buang dari bahan bakar berkontak langsung dengan bahan
baku, maka jenis bahan bakar yang dipilih menjadi penting. Sebagai contoh,
beberapa bahan tidak akan mentolelir sulfur dalam bahan bakar. Bahan bakar
padat akan menghasilkan bahan partikulat yang akan mengganggu bahan baku
yang ditempatkan di dalam tungku. Untuk alasan ini:

 Hampir seluruh tungku menggunakan bahan bakar cair, bahan bakar gas
atau listrik sebagai masukan energinya.

4
 Tungku induksi dan busur/arc menggunakan listrik untuk melelehkan baja
dan besi tuang.
 Tungku pelelehan untuk bahan baku bukan besi menggunakan bahan bakar
minyak.
 Tungku yang dibakar dengan minyak bakar hampir seluruhnya
menggunakan minyak tungku, terutama untuk pemanasan kembali dan
perlakuan panas bahan.
 Minyak diesel ringan (LDO) digunakan dalam tungku bila tidak
dikehendaki adanya sulfur.

Idealnya tungku harus memanaskan bahan sebanyak mungkin sampai


mencapai suhu yang seragam dengan bahan bakar dan buruh sesedikit mungkin.
Kunci dari operasi tungku yang efisien terletak pada pembakaran bahan bakar
yang sempurna dengan udara berlebih yang minim. Tungku beroperasi dengan
efisiensi yang relatif rendah (serendah 7 persen) dibandingkan dengan peralatan
pembakaran lainnya seperti boiler (dengan efisiensi lebih dari 90 persen). Hal
ini disebabkan oleh suhu operasi yang tinggi dalam tungku. Sebagai contoh,
sebuah tungku yang memanaskan bahan sampai suhu 1200 derajat Celsius akan
mengemisikan gas buang pada suhu 1200 derajat celsius atau lebih yang me
ngakibatkan kehilangan panas yang cukup signifikan melalui cerobong.

Seluruh tungku memiliki komponen-komponen :


 Ruang refraktori dibangun dari bahan isolasi untuk menahan panas pada
suhu operasi yang tinggi.
 Perapian untuk menyangga atau membawa baja, yang terdiri dari bahan
refraktori yang didukung oleh sebuah bangunan baja, sebagian darinya
didinginkan oleh air.
 Burners yang menggunakan bahan bakar cair atau gas digunakan untuk
menaikan dan menjaga suhu dalam ruangan. Batubara atau listrik dapat
digunakan dalam pemanasan ulang/reheating tungku.
 Cerobong digunakan untuk membuang gas buang pembakaran dari ruangan

5
 Pintu pengisian dan pengeluaran digunakan untuk pemuatan dan
pengeluaran muatan. Peralatan bongkar muat termasuk roller tables,
conveyor, mesin pemuat dan pendorong tungku.

B. Fungsi Furnace
Seperti yang telah kita ketahui, Furnace adalah alat yang digunakan
yang digunakan untuk menaikkan temperatur fluida dengan menggunakan
panas dari hasil pembakaran dari bahan bakar. Bahan bakar yang digunakan
ialah bahan bakar cair dan bahan bakar gas yang menyala di dalam burner.
Proses pemanasan dilakukan dengan mengalirkan fluida kedalam tube yang
tersusun sedemikian rupa di dalam furnace, perpindahan panas terjadi dengan
tiga cara yaitu konveksi, konduksi dan radiasi.

C. Macam – Macam Furnace


Furnace adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk pemanasan,
seperti ekstraksi logam dari bijih (peleburan) atau di kilang minyak dan pabrik
kimia lainnya, misalnya sebagai sumber panas untuk pipa distilasi fraksional .
Energi panas untuk bahan bakar furnace didapat dari pembakaran bahan bakar,
melalui listrik seperti tungku busur listrik, atau melalui pemanasan dalam
tungku induksi Induksi.
Macam – macamnya sebagai berikut:
a. Muffle Furnace
Muffle furnace adalah tungku dimana bahan subyek dan semua
produk pembakaran termasuk gas dan abu terisolasi dari bahan bakar.
Setelah pengembangan pemanas listrik temperatur tinggi dengan elemen
dan elektrifikasi yang berkembang di negara-negara maju, muffle furnace
dengan cepat berubah ke listrik. Saat ini, muflle furnace biasanya berupa
sebuah front-loading kotak-jenis oven atau kiln untuk aplikasi suhu tinggi
seperti kaca sekering, menciptakan lapisan enamel, keramik dan barang
solder dan mematri. Muffle furnace juga digunakan dalam banyak
penelitian, misalnya oleh ahli kimia untuk menentukan berapa proporsi

6
sampel yang mudah terbakar dan non-volatile. jenis Vecstar, sekarang bisa
menghasilkan kerja suhu sampai 1800 derajat Celcius, yang memfasilitasi
aplikasi metalurgi lebih canggih. Muffle furnace yang panjang juga dapat
digunakan untuk memanaskan benda yang dibangun di banyak prinsip yang
sama dengan jenis kiln kotak tersebut, bentuk tabung hampa panjang, lebar,
dan tipis yang digunakan dalam roll untuk menggulung proses manufaktur.
Kedua furnace yang disebutkan di atas biasanya dipanaskan sampai suhu
yang diinginkan untuk konduksi, konveksi, atau radiasi dan hambatan listrik
dari elemen pemanas. Oleh karena itu biasanya tidak ada pembakaran yang
terlibat dalam kontrol suhu sistem, yang memungkinkan untuk kontrol jauh
lebih besar keseragaman suhu dan menjamin isolasi bahan yang dipanaskan
dari produk sampingan pembakaran bahan bakar.

Gambar 2. Muffle Furnace

Sebuah muffle furnace, digunakan untuk anil, pengerasan, dan


tempering; panas yang diperoleh dengan minyak, yang terkandung dalam
tangki A, dan disimpan di bawah tekanan oleh pemompaan pada suatu
interval dengan gagang kayu, sehingga bila katup B dibuka minyak yang
menguap dengan lewat melalui kumparan pemanas di pintu masuk tungku,
dan ketika dinyalakan akan membakar api gas. Kemudian masuk ke dalam
tungku C melalui dua luban, dan memutar di bawah D dan di meredam D,
berdiri di slab clay tahan api. Pintu ini ditutup oleh dua blok clay tahan api
di E. A suhu lebih dari 2000 °F dapat diperoleh dalam tungku dari ruang ini,
dan panas yang memang di bawah kendali yang sempurna

7
b. Salt Bath Furnace

Salt bath furnace modern digunakan untuk sejumlah aplikasi


perlakuan panas seperti:

 Preheating  Tempering Nitridasi


 Austenitizing  Karburizing
 Martempering  Heat treatment solution
 Pengerasan netral  Dip brazing
 High-Speed Tool
Sistem modern menawarkan keseragaman kecepatan ramp-up dan
pemanasan tinggi dengan suhu dipertahankan untuk dalam waktu 5 derajat
di seluruh bath sehingga memberikan hasil pengolahan yang tinggi dan
seragam.sekarang ini furnace dipanaskan oleh listrik, minyak atau gas.
Dalam pengadaan Salt harus diberikan perhatian khusus pada Bath Furnace
sehingga standar keselamatan operator dan persyaratan lingkungan lokal
dipenuhi dan teknologi pengolahan limbah yang terlibat memenuhi
peraturan pemerintah dan memberikan untuk pengelolaan sampah yang
komprehensif dan biaya-efektif seperti sistem pembuangan lumpur efektif.
sistem modern termasuk tahap modular untuk mengakomodasi pra-dan
pasca-perawatan yang dikombinasikan dengan kontrol penuh
Programmable yang menawarkan kemampuan dan pengolahan yang tepat.
perlakuan panas yang diaplikasikan dalam alat ini antara lain:

 Annealing
 Nitridasi
 Melting
 Tempering
 Pengerasan
 Pemateri
 Galvanizing
 Aluminizing

8
c. Vacuum Furnace
Vacuum furnace adalah jenis furnace yang dapat memanaskan
bahan, biasanya logam, pada temperatur sangat tinggi dan melaksanakan
proses seperti mematri, sintering dan perlakuan panas dengan konsistensi
tinggi dan kontaminasi rendah.Dalam sebuah vacuum furnace produk dalam
tungku dikelilingi oleh ruang hampa. Tidak adanya udara atau gas lainnya
mencegah perpindahan panas dengan produk melalui konveksi dan
menghilangkan sumber kontaminasi.

Gambar 3. Vacuum Furnace


Beberapa manfaat dari vakum furnace adalah:
 Uniform dalam rentang temperatur 2000-2800 °F (1100-1500 °C).
 Suhu dapat dikontrol dalam area kecil.
 Kontaminasi dari karbon oksigen dan gas-gas lain pada produk rendah.
 Pendinginan produk cepat.
 Proses dapat dikendalikan komputer untuk memastikan berulangnya fasa
dalam metalurgi.

Pemanas logam untuk temperatur tinggi biasanya menyebabkan


oksidasi cepat, yang tidak diinginkan.Vakum furnace menghilangkan
oksigen dan mencegah hal ini terjadi.Gas inert,seperti Argon,biasanya
digunakan untuk mempercepat pendinginan logam sampai kembali ke
tingkat non-metalurgi (di bawah 400 °F) setelah proses yang diinginkan
dalam tungku. Gas inert dapat ditekan untuk dua kali perlakuan atau lebih,

9
kemudian mengalir melalui daerah zona panas untuk mengambil panas
sebelum melalui sebuah penukar panas untuk membuang panas. Proses ini
diulang sampai suhu yang diinginkan tercapai. Penggunaan umum dari
vakum furnace adalah untuk heat treatment baja paduan. Banyak perlakuan
panas yang dapat menggunakan vakum furnace misalnya hardening dan
tempering dari baja untuk menambah kekuatan dan ketangguhan.
Pengerasan melibatkan pemanasan baja ke suhu yang sudah ditentukan,
kemudian didinginkan secara cepat. Vacuum furnace yang ideal untuk
aplikasi mematri. Mematri merupakan proses perlakuan panas yang
digunakan untuk menggabung dua atau lebih komponen dasar logam
dengan pelelehan lapisan tipis logam pengisi dalam celah antara logam
tersebut. Aplikasi lainnya dari vakum furnace adalah Vacuum karburasi,
yang juga dikenal sebagai Tekanan Rendah karburasi atau LPC.Dalam
proses ini, gas (seperti asetilen) dimasukkan dengan tekanan parsial ke zona
panas pada suhu biasanya antara 1600F dan 1950F. Gas dimasukkan ke
dalam molekul konstituen (dalam hal ini karbon dan hidrogen). karbon
tersebut kemudian menyebar ke daerah permukaan logam. Hal ini biasanya
diulang dalam berbagai durasi input gas dan waktu difusi. Setelah benda
kerja sesuai dengan apa yang diinginkan kemudian diinduksi biasanya
menggunakan minyak atau gas bertekanan tinggi (HPGQ) berupa nitrogen
atau helium kemudian diquenching dengan cepat. Proses ini juga dikenal
sebagai pengerasan khusus.

d. Fluidized-Bed Furnace

Fluidized-bed furnace adalah tungku berbentuk silinder atau persegi


dan terdiri sebuah tungku Panjang Dari Ruang dan Reaksi Ruang untuk
penyediaan ledakan Udara atau distribusi gas ke perapian.

Perapian, yang dirancang untuk menyediakan distribusi seragam


ledakan di atas penampang seluruh ruang reaksi, adalah sebuah kisi logam
atau plat beton dengan sebuah klep. Perapian,Yang dirancang untuk
mengatur distribusi ledakan yang seragam di seluruh penampang ruang

10
Reaksi tetap permanent, sebuah kisi logam atau plat bukaan yang terbuat
dari beton atau teradang dibuat dari blok keramik berpori yang berupa
butiran padat tersuspensi oleh udara atau gas yang mengalir melalui grid
dan membentuk fluidized bed di mana interaksi antara bahan padat dan gas
berlangsung. Butiran padat tersuspensi dibuat dari udara atau gas yang
mengalir membentuk grid di dalam fluidized bed di mana Interaksi antara
Bahan berlangsung dalam bentuk padat dan gas. Produk jadi (misalnya,
sinter) dibuang dari tungku melalui sebuah pintu di bagian atas dari
fluidized bed. Alat penukar panas dipasang di zona fluidized untuk
melakukan pemanasan dalam bed selama proses eksotermik (pembakaran)
atau untuk memasok panas ke fluidized bed selama proses endotermik
(pengurangan).Tungku fluidized-bed Multichamber dengan beberapa bed
fluidized sekuensial digunakan untuk proses yang melibatkan pengolahan
bahan dalam beberapa langkah pada berbagai suhu dan berbagai komposisi
fasa gas.Dibandingkan dengan furnace listrik jenis lain (misalnya, rotary
kiln), di dalam fluidized-bed furnace gas dan bahan lebih efektif berinteraksi
dan lebih seragam pada produk akhir, fluidized bed furnace juga membuat
seintensive mungkin dan otomatisasi proses berlangsung di dalamnya.

Proses proses yg dapat dilakukan di fluidized bed furnace adalah:

 Nitro Carburizing
 Carbonitriding
 Carburizing
 Gas Nidriding
 Annealing
 Normalising
 Dan proses heat treatment lainnya dalam satu tungku.

11
D. Bagian – Bagian Furnace
Furnace terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu :
a. Bagian Radiasi
Terdiri dari ruang pembakaran dimana tube ditempatkan di sekeliling
ruang bakar. Masing-masing tube dihubungkan dengan elbow. Fluida
proses disirkulasikan di dalam rangkaian tube, dan panas ditransfer dari
bahan bakar secara radiasi. Sebagian panas ditransfer secara konveksi
antara udara dan bahan bakar yang panas dengan tube. Suhu flue gas (gas
buang) yang keluar dari bagian radiasi cukup tinggi (berkisar antara 700
s.d. 1100 ° C).
b. Bagian Konveksi
Untuk merecovery panas sensible dari flue gas, maka fluida proses
disirkulasikan pada kecepatan tinggi melalui rangkaian tube yang dipasang
secara parallel maupun tegak lurus, pada suatu bagian dimana panas
ditransfer secara konveksi. Tube kadang-kadang diberi sirip untuk
memperluas permukaan transfer panas dengan flue gas. Efisiensi furnace
dengan bagian konveksi akan lebih besar daripada furnace yang hanya
dengan bagian radiasi saja.
c. Stack
Berfungsi untuk mengalirkan gas hasil pembakaran (flue gas) ke
udara bebas. Bagian konveksi pada furnace biasanya terletak di bagian
atas. Tube di bagian radiasi, ditempatkan di depan dinding isolasi
refractory furnace. Antara tube dengan dinding furnace dipisahkan dengan
oleh ruang kosong dengan jarak sekitar satu kali diameter tube. Meskipun
panas yang diterima tube tidak terdistribusi secara merata, panas radiasi
akan menjangkau keseluruhan permukaan tube. Tekanan di dalam furnace
dijaga negatif di bawah tekanan atmosfer demi keamanan. Tekanan dalam
furnace diatur dengan stack draft, atau kadang-kadang dengan draft fan,
yang berada di atas bagian konveksi atau diletakkan di tanah di samping
furnace.

12
Pembakaran udara dilakukan di burner di dalam ruang bakar di
bawah tekanan atmosfer (natural draft burner). Untuk memperoleh
pembakaran yang sempurna, perlu ditambahkan udara excess sesuai
dengan perbandingan stoikiometrinya.

Furnace juga dilengkapi dengan berbagai peralatan diantaranya :

a. Instrumentasi
Fungsi dari instrumentasi ialah untuk mengatur proses yang sedang
terjadi di dalam furnace seperti menhetahui temperatur minyak yang
sedang dipanaskan. berikut alat instrumentasi pada furnace:
1) Deteksi Temperatur
Alat ini biasanya dipasang pada furnace untuk memperlihatkan
jumlah suhu di dalam ruang pembakaran serta area konveksi dan jalur
gas hasil dari pembakaran.
2) Draft
Berfungsi untuk mengetahui beda tekanan yang terjadi di dalam
ruang pembakaran dengan tekanan yang berada diluar. hal ini untuk
mencegah masuknya udara kedalam ruang bakar.
3) Sampling connection
Berfungsi untuk mengetahui kesempurnaan proses pembakaran
dengan cara menganalisa kandungan oksigen, karbon dioksida dan
karbon monoksida. Setelah hasil dari sampel telah diketahui maka kita
akan lebih mudah mengetahui kesempurnaan proses pembakaran di
dalam ruang bakar apakah telah sesuai dengan ketetapan yang telah
ditentukan
b. Cerobong (stack)
Berfungsi sebagai tempat pembuangan gas hasil pembakaran.
Biasanya tinggi cerobong ditentukan berdasarkan dengan pengitungan
draft di dalam ruang pembakaran sehingga gas hasil pembuangan tidak
mencemari udara sekitar. Bahan yang digunakan untuk struktur cerobong

13
bisanya terbuat dari pelat baja karbon dan bagian dalamnya dilapisi dengan
insulation refractory dari jenis fire brick atau castable.
c. Soot Blower
Alat ini berfungsi untuk meniup dan mengeluarkan jelaga atau
senyawa logam serta kotoran lainnya yang menempel pada permukaan
pipa, dikarenakan kotoran ini dapat menghambat proses perpindahan
panas. Dengan melakukan cara ini, jelaga akan terbuang melalui cerobong
berasama dengan gas hasil pembakaran.
d. Dinding Furnace dan Insulation
Umumnya dinding pada furnace dibuat dari berbagai macam
lapisan, pada lapisan luar terbuat dari pelat baja dan lapisan dalam dilapisi
dengan insulation yang tahan panas dan tahan terhadap api. Fungsi dari
insulation adalah untuk meminimalisir adanya kehilangan panas melalui
dinding furnace.
e. Tubes
Perangkat ini merupakan bagian yang paling penting dalam struktur
furnace karena komponen ini berfungsi sebagai tempat mengalirnya fluida
yang akan dipanaskan. Tube disusun sedemikian rupa dan dihubungkan
satu sama lain dengan sambungan U. Fluida yang akan dipanaskan
dialirkan di dalam tube selanjutnya menuju area panas konveksi dan
turunke area radiasi kemudian akan keluar sebagai fluida yang panas.
f. Burner
Sesuai dengan namanya, burner berfungsi untuk melaksanakan
pembakaran pada bahan bakar yang terdiri dari campuran gas dan udara.
Gas dan udara harus bercampur dengan baik pada jumlah tertentu sehingga
proses pembakaran dapat terjadi dengan baik. Apabila bahan bakar
berbentuk cair (fuel oil) maka terlebih dahulu dipanaskan agar uapnya
dapat mengalami kontak dengan udara sehingga akan lebih mudah
terbakar.

14
E. Cara Penggunaan Furnace
Tata cara kerja menggunakan alat furnace di laboratorium :
1. Pastikan cawan pengabuan tidak meleleh pada saat dipanasi
2. Masukan bahan kedalam cawan pengabuan
3. Buka pintu furnace dengan menarik tuas furnace
4. Masukkan cawan pengabuan yang terisi bahan kedalam furnace
5. Tutup pintu furnace
6. Pastikan kabel listrik furnace terhubung dengan sumber listrik
7. Hidupkan furnace dengan menekan tombol power “ON”
8. Atur (set) temperatur pengabuan yang diinginkan dengan menekan tombol
“SET”
9. Setelah selesai pengabuan, matikan furnace dengan menekan tombol
“OFF”
10. Biarkan beberapa waktu hingga temperatur furnace sama dengan
temperatur lingkungan
11. Keluarkan bahan dari dalam furnace
12. Pastikan kabel listrik furnace tidak terhubung dengan sumber listrik.

F. Cara Perawatan Furnace


Setiap habis pemakaian tanur harus dibersihkan agar tanur tidak rusak
dan bagian-bagian dari tanur itu sendiri tidak berkarat.Membersihkannya
dengan cara mengelap seluruh bagian tanur dengan alkohol. Setiap habis
pemakaian harus dibersihkan agar tanur tidak rusak dan bagian-bagian dari
tanur itu sendiri tidak berkarat. Membersihkannya dengan mengelap seluruh
bagian tanur dengan alkohol.

G. Cara pengkalibrasian Furnace


Muffle furnace adalah alat yang menggunakan pemanasan, jadi kontrol
ketelitian alat kepada suhu. Karena furnace alat yang bersuhu tinggi jadi
biasanya untuk mengkalibrasi ada suatu instansi yang menyediakan layanan
untuk mengkalibrasi alat muffle furnace.

15
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Tungku adalah sebuah peralatan yang digunakan untuk melelehkan logam


untuk pembuatan bagian mesin (casting) atau untuk memanaskan bahan serta
mengubah bentuknya (misalnya rolling/penggulungan, penempaan) atau
merubah sifat-sifatnya (perlakuan panas). Bahan bakar yang digunakan ialah
bahan bakar cair dan bahan bakar gas yang menyala di dalam burner.

Jenis jenis furnace sendiri ada berbagai macam diantaranya:


1. Muffle Furnace
2. Salt Bath Furnace
3. Vaccum Furnace
4. Fluidized Bed Furnace
Dan juga bagian – bagian utama yang dimiliki furnace yaitu ada bagian
konveksi, bagian radiasi dan stack

B. Saran
Dalam penggunaan alat laboratorium yang harus diketahui sebelumnya
ada prinsip kerja dari alat, dan kemudian mengetahui Standart Oprasional
Procedure dari alat tersebut guna untuk mencegah terjadinya hal yang tidak
diinginkan. Penulis juga berharap makalah ini dapat memberikan informasi
yang berguna untuk pembaca, dan penulis mengharapkan kritik dan saran untuk
memperbaiki kesalahan di makalah selanjutnya.

16
DAFTAR PUSTAKA

Proses Industri. 2015. “Komponen Utama pada Furnace”. Diakses pada 05 Juli
2017.
http://www.prosesindustri.com/2015/02/komponen-utama-pada-furnace.html

Proses Industri. 2015. Berbagai “Macam Jenis Furnace”. Diakses pada 05 Juli
2017.
http://www.prosesindustri.com/2015/02/berbagai-macam-jenis-furnace.html

Wikipedia. 2017. “Tungku Pembakaran”. Diakses pada 05 Juli 2017


https://id.wikipedia.org/wiki/Tungku_pembakaran

17