Anda di halaman 1dari 33

MAKALAH

KONSTRUKSI OTOMOTIF
(KONTRUKSI ALAT BERAT)

DISUSUN OLEH :
NAMA : ZAENAL MA’ARIF
NRP : 0121503002
PRODI : TEKNIK MESIN OTOMOTIF
DOSEN PEMBIMBING : MATSUANI S.Pd, M.Pd

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN OTOMOTIF


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
SERPONG
2018
Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan
baik, adapun makalah ini merupakan tugas mata kulaih Kontruksi Otomotif.
Penulis menyadari bahwa makalah ini belum sempurna baik, dari segi
materi maupun penyajiannya. Untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat
diharapkan dalam penyempurnaan makalah ini. Kami berharap makalah ini dapat
memberikan hal yang bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca dan
khususnya bagi kami juga.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.

Serpong, 29 Maret 2018

Institut Teknologi Indonesia ii


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................... ii


DAFTAR ISI .................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1
1.1 Latar Belakang. ....................................................................................... 1
1.2 Tujuan ..................................................................................................... 1
1.3 Batasan Masalah ..................................................................................... 2
1.4 Metode Penulisan .................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................... 3
2.1 Excavator ................................................................................................ 3
2.1.1 Pengertian excavator ......................................................................... 3
2.1.2 Kegunaan Excavator ......................................................................... 3
2.1.3 Bagian – bagian Excavator................................................................ 3
2.1.4 Komponen – komponen Excavator ................................................... 4
2.1.5 Macam – macam gerakan excavator ................................................. 7
2.2 Backhoe................................................................................................... 8
2. 2.1 Pengertian Backhoe .......................................................................... 8
2. 2.2 Komponen Backhoe ......................................................................... 9
2. 2.3 Cara Kerja Backhoe ......................................................................... 10
2. 2.4 Gerakan – gerakan pada Backhoe .................................................... 10
2.3 Bulldozer ................................................................................................. 12
2.3.1 Pengertian Bulldozer ......................................................................... 12
2.3.2 Kegunaan Bulldozer .......................................................................... 12
2.3.3 Bagian – bagian utama bulldozer ...................................................... 15
2.4 Dump Truck ............................................................................................ 15
2.4.1 Pengertian Dump Truck .................................................................... 15
2.4.2 Cara Kerja Dump Truck .................................................................... 16
2.4.3 Bagian – bagian utama Dump Truck ................................................ 18
2.5 Compactor ............................................................................................... 18
2.5.1 Pengertian Compactor ....................................................................... 18
2.5.2 Jenis – jenis Compactor .................................................................... 19

Institut Teknologi Indonesia iii


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

2.5.3 Cara Kerja Compactor....................................................................... 25


2.5.4 Bagian – bagian utama dari Compactor ............................................ 27
BAB III PENUTUP ....................................................................................... 28
3.1 Kesimpulan ........................................................................................ 28
3.2 Saran ................................................................................................... 28
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 29

Institut Teknologi Indonesia iv


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Dalam pekerjaan konstruksi baik itu membangun suatu gedung, jalan,
jembatan ataupun pekerjaan konstruksi lainnya sangat membutuhkan alat-alat
yang dapat mendukung pekerjaan tersebut. Alat-alat yang digunakan dalam
pekerjaan konstruksi tidak hanya alat-alat ringan yang sudah biasa digunakan
dalam membangun konstruksi sederhana tetapi untuk konstruksi yang dirancang
tidak sederhana sangat memerlukan alat-alat berat.
Alat-alat berat mempunyai faktor efektifitas dan efisiensi yang lebih besar
dibandingkan dengan pekerjaan yang dilakukan secara manual. Alat-alat berat ini
tidak dapat begitu saja didistribusikan ke lapangan karena membutuhkan alat berat
lainnya yang berfungsi sebagai alat pengangkut. Tidak hanya alat-alat berat saja
yang perlu diangkut ke lapangan tetapi bahan-bahan bangunan ataupun material
memerlukannya. Pemilihan alat angkut sangat berpengaruh terhadap barang yang
akan diangkutnya, kondisi medan yang akan dilalui ke lapangan, dan juga
tergantung pada fungsi dari alat angkut tersebut. Dalam pekerjaan konstruksi, alat
angkut khusus yang sering digunakan yaitu Dump Truck, Trailer, Dumper dan
alat-alat lain. Alat angkut khusus tersebut mempunyai fungsi, kelebihan, dan
kekurangan yang berbeda-beda. Adapun yang dijelaskan dalam makalah ini
adalah mengenai dump truck.

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Untuk memenuhi Tugas yang diberikan oleh Bapak Matsuani S.Pd, M.Pd,
selaku dosen mata kuliah Konstruksi Otomotif.
1.2.2 Tujuan khusus
Untuk mengetahui jeniss-jenis alat berat, komponen-komponennya serta
kontruksi dari alat berat.

Institut Teknologi Indonesia 1


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

1.3 Metode Penulisan


Metode penulisan ini berdasarkan studi pustaka dari buku-buku dan
literatur yang berhubungan dengan pembahasan dan internet.

1.4 Batasan Masalah


Pada makalah ini hanya membahas tentang Alat Berat yang umum
digunakan dilapangan, komponen-komponen umum pada Alat Berat serta fungsi
umum dari Alat Berat tersebut.

Institut Teknologi Indonesia 2


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Excavator
2.1.1 Pengertian Excavator
Excavator merupakan salah satu alat berat yang digunakan untuk
memindahkan material. Tujuannya adalah untuk membantu dalam melakukan
pekerjaan yang sulit agar menjadi lebih ringan dan dapat mempercepat waktu
pengerjaan sehingga dapat menghemat waktu.
Excavator adalah alat yang bekerjanya berputar bagian atasnya pada
sumbu vertikal di antara sistem roda-rodanya, sehingga excavator yang beroda
ban (truck mounted), pada kedudukan arah kerja attachment tidak searah dengan
sumbu memanjang sistem roda-roda, sering terjadi proyeksi pusat berat alat yang
dimuati berada di luar pusat berat dari sistem kendaraan, sehingga dapat
menyebabkan alat berat terguling. Untuk mengurangi kemungkinan terguling ini
diberikan alat yang disebut out-triggers.

2.1.2 Kegunaan Excavator


Excavator banyak digunakan untuk :
1. menggali parit, lubang, dan pondasi
2. penghacuran gedung
3. meratakan permukaan tanah
4. mengangkat dan memindahkan material
5. mengeruk sungai
6. pertambangan.
7. Beberapa bidang industri yang menggunakannya antara lain
konstruksi, pertambangan, infrastuktur, dan sebagainya.

2.1.3 Bagian – bagian Excavator


Alat-alat gali sering disebut sebagai excavator , yang mempunyai bagian-
bagian utama antara lain:
1. Bagian atas yang dapat berputar (revolving unit)

Institut Teknologi Indonesia 3


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

2. Bagian bawah untuk berpindah tempat (travelling unit)


3. Bagian-bagian tambahan (attachment) yang dapat diganti sesuai
pekerjaanyang akan dilaksanakan.

Bagian bawah excavator ini ada yang digunakan roda rantai


(track/crawler) dan ada yang dipasang di atas truk (truck mounted). Umumnya
excavator mempunyai tiga pasang mesin pengerak pokok yaitu:
1. Penggerak untuk mengendalikan attachment, misalnya untuk gerakan
menggali mengangkat dan sebagainya.
2. Penggerak untuk memutar revolving unit berikut attachment yang
dipasang.
3. Penggerak untuk menjalankan excavator pindah dan satu tempat ke tempat
lain.

2.1.4 Komponen – komponen Excavator

Gambar 2.1 Komponen – komponen excavator

Institut Teknologi Indonesia 4


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

Excavator terdiri dari beberapa komponen, yaitu :


1. Work equipment assembly
a. Boom

Gambar 2.2 Boom

b. Arm

Gambar 2.3 Arm

c. Bucket

Gambar 2.4 Bucket

d. Cylinder

Gambar 2.5 Cylinder

Institut Teknologi Indonesia 5


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

e. Arm Cylinder

Gambar 2.6 Arm Cylinder

f. Bucket Cylinder

Gambar 2.7 Bucket Cylinder

2. Upper Structure

Gambar 2.8 Upper Structure

3. Operator Cab

Gambar 2.9 Operator Cab


4. Center Frame

Gambar 2.10 Center Frame

Institut Teknologi Indonesia 6


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

5. Left and right undercarriage

Gambar 2.11 Left and right undercarrige

2.1.5 Macam – macam gerakan excavator


a. Swing
Swing Hydraulic Excavator berputar sampai 360°. Sistem gerakan ini
adalah dengan menggerakan lever yang membuka katup pada Control Valves
yang berisi fluida hydraulic sehingga mengalir ke Swing Motor sehingga
Hydraulic Excavator akan berputar dengan putaran tertentu.

b. Traveling Left Shoe


Pergerakan ini dibagi menjadi dua gerakan yaitu gerakan maju dan
gerakan mundur yang digerakan oleh katup yang ada di Control Valves. Energi
hydraulic dari pompa akan diubah lagi menjadi energi mekanis melalui Travel
Motor. Travel Motor memutar Sprocket selanjutnya menggerakkan Track Shoe
sehingga menghasilkan gerakan pada Hydraulic Excavator.

c. Traveling Right Shoe


Pergerakan ini dibagi menjadi dua gerakan yaitu gerakan maju dan
gerakan mundur yang digerakkan oleh katup yang ada di Control Valves. Energi
hydraulic dari pompa akan diubah lagi menjadi energi mekanis melalui Travel
Motor. Travel Motor memutar Sprocket selanjutnya menggerakan Track Shoe
sehingga menghasilkan gerakan pada Hydraulic Excavator.

d. Boom (Raise Down)


Pergerakan Boom dilakukan oleh Boom Cylinder. Sistem gerakan ini
dilakukan dengan menggerakkan lever di ruang operator sehingga katup Boom

Institut Teknologi Indonesia 7


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

Raise dan katup Boom Down pada Control Valve yang berhubungan dengan Boom
Cylinder sehingga membuka. Boom akan melakukan gerakan mengangkat jika
katup Boom Raise terbuka sedangkan katup Boom Down tertutup. Fluida akan
mengalir dari katup Boom Raise dan menekan piston dari Cylinder Boom
sehingga boom melakukan pergerakan raise-down.

e. Arm (In – Out)


Pergerakan Arm dilakukan oleh Arm Cylinder. Sistem gerakan ini diatur
oleh katup Arm In dan katup Arm Out. Arm akan melakukan gerakan rnengangkat
jika katup Arm out terbuka sedangkan katup Arm In tertutup. Fluida akan
mengalir dari katup Arm Out dan menekan piston Arm Cylinder. Sedangkan untuk
gerakan Arm turun, kondisi katup arm in dan arm out berlaku sebaliknya.

f. Bucket (Crawl Dump)


Pergerakan Bucket dilakukan oleh Bucket Cylinder. Sistem gerakan ini
diatur oleh pergerakan katup Bucket Crawl dan katup Bucket Dump. Bucket akan
melakukan gerakan mengangkat (dump) jika katup Bucket dump terbuka
sedangkan katup Bucket Crawl tertutup. Pada saat itu, fluida akan mengalir dari
katup Bucket dump dan menekan piston Bucket Cylinder. Sedangkan gerakan
Bucket menekuk (crawl) kondisi katup bucket crawl dan katup bucket dump
adalah sebaliknya.

2.2 Backhoe
2. 2.1 Pengertian Backhoe
Backhoe sering juga disebut pull shovel, adalah alat dari golongan shovel
yang khusus dibuat untuk menggali material di bawah pennukaan tanah atau di
bawah tempat kedudukan alatnya. Galian di bawah permukaan ini misalnya
parit,lubang untuk pondasi bangunan, lubang galian pipa dan sebagainya.

Institut Teknologi Indonesia 8


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

Keuntungan backhoe ini jika dibandingkan dragline dan clamshell ialah


karena backhoe dapat menggali sambil mengatur alamnya galian yang lebih baik.
Karena kekauan konstruksinya, backhoe ini lebih menguntungkan untuk
penggalian dengan jarak dekat dan memuatkan hasil galian ke truk.

Gambar 2.12 Backhoe

2. 2.2 Komponen Backhoe

Gambar 2.13 Komponen Konstruksi Backhoe

Berikut adalah komponen umum pada Backhoe :


a. Loader lift cylinder
b. Loader bucket link
c. Loader bucket cylinder

Institut Teknologi Indonesia 9


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

d. Loader lift arm


e. Cab (ROPS, Roll Over Protection Structure)
f. Dipper, arm, stick, crowd cylinder
g. Backhoe boom
h. Backhoe bucket cylinder
i. Bucket side link
j. Pitman arm
k. Swing frame
l. Swing cylinder
m. Stabilizer arm and cylinder

2. 2.3 Cara Kerja Backhoe


Untuk mulai menggali dengan backhoe bucket dijulurkan ke depan
ketempat galian, bila bucket sudah pada posisi yang diinginkan lalu bucket
diayun ke bawah seperti dicangkulkan, kemudian lengan bucket diputar ke arah
alatnya sehingga lintasannya seperti terlihat pada gambar di bawah. Setelah bucket
terisi penuh lalu diangkat dari tempat penggalian dan dilakukan swing, dan
pembuangan material hasil galian dapat dilakukan ke truk atau tempat yang lain.

2. 2.4 Gerakan – gerakan pada Backhoe


Ada enam gerakan dasar yang mencakup gerakan-gerakan pada masing-
masing bagian, yaitu :
a. Gerakan boom : merupakan gerakan boom yang mengarahkan bucket
menuju tanah galian.
b. Gerakan bucket menggali : merupakan gerakan bucket saat menggali
material.
c. Gerakan bucket membongkar : adalah gerakan bucket yang arahnya
berlawanan dengan saat menggali.
d. Gerakan lengan : merupakan gerakan mengangkat lengan dengan radius
sampai 100°.
e. Gerakan slewing ring : gerakan pada as yang bertujuan agar bagian atas
backhoe dapat berputar 360°

Institut Teknologi Indonesia 10


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

f. Gerakan struktur bawah : dipakai untuk perpindahan tempat jika area telah
selesai digali.

A : Jangkauan maksimal
C : Dalam gali maksimal
G : Tinggi buang maksimal
Gambar 2.14 Jangkauan Maksimal Backhoe

Institut Teknologi Indonesia 11


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

2.3 Bulldozer
2.3.1 Pengertian Bulldozer
Bulldozer adalah suatu alat berat yang mempunyai roda rantai (track shoe)
untuk pekerjaan serbaguna yang memiliki kemampuan traksi yang tinggi. Bisa
digunakan untuk menggali (digging), mendorong (pushing), menggusur
meratakan (spreading), menarik beban, menimbun (filling), dan banyak lagi.
Mampu beroperasi di daerah yang lunak sampai daerah yang keras sekalipun.
Dengan swamp dozer untuk daerah yang sangat lunak, dan daerah yang sangat
keras perlu dibantu dengan ripper (alat garuk), atau dengan blasting (peledakan
dengan tujuan pemecahan pada ukuran tertentu). Mampu beroperasi pada daerah
yang miring dengan sudut kemiringan tertentu, berbukit, apalagi didaerah yang
rata. Jarak dorong efisien berkisar antara 25-40 meter dan tidak lebih dari 100
meter. Jarak mundur tidak boleh terlalu jauh, bila perlu gerakan mendorong
dilakukan secara estafet. Mendorong pada daerah turunan lebih efektif dan
produktif daripada di daerah tanjakan. Attachment yang biasanya menyertainya
antara lain: bermacam-macam blade, towing, winch, ripper, tree pusher, harrow,
disc plough, towed scraper, sheep foot roller, peralatan pipe layer, dan lain-lain.
Pada dasarnya bulldozer adalah alat yang menggunakan traktor sebagai
penggerak utamanya, artinya traktor yang dilengkapi dozer attachment dalam hal
ini perlengkapannya attachment adalah blade. Sebenarnya, bulldozer adalah nama
jenis dari dozer, selain mendorong lurus ke depan, juga memungkinkan untuk
mendorong ke samping dengan sudut 250 terhadap kedudukan lurus.

2.3.2 Kegunaan Bulldozer


a. Pembabatan atau penebasan (cleraring) lokasi proyek.
Bulldoser mampu membersihkan lokasi dari semak-semak, pohon besar/
kecil, sisa pohon yang sudah ditebang, menghilangkan/ membuang bagian tanah
atau batuan yang menghalangi pekerjaan pekerjaan selanjutnya. Seluruh pekerjaan
ini dapat dikerjakan sebelum pemindahan tanah itu sendiri dilakukan atau
dikerjakan bersama-sama.

Institut Teknologi Indonesia 12


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

b. Merintis (pioneering) jalan proyek.


Pekerjaan perintisan merupakan kelanjutan dari pekerjaan
pembabatan/penebasan. Pekerjaan merintis meliputi: pekerjaan perataan tanah,
pembuatan jalan darurat untuk transportasi alat mekanis, dan jika perlu adalah
pembuatan saluran air untuk drainase tempat kerja.

c. Gali/angkut jarak pendek.


Menggali lalu mendorong tanah galian itu ke suatu tempat tertentu,
misalnya pada pembuatan jalan raya, kanal, dan sebagainya. Bila kondisi jalan
tidak licin, penggunaan Bulldoser roda karet akan lebih efisien.
Jika dibandingkan dengan cara pemindahan tanah yang lain, pada tahap-
tahap tertentu cara gali/ angkut menggunakan Bulldoser tidak selalu ekonomis;
penggunaan Bulldoser untuk gali angkut sangat efisien jika:
1) Jarak dorong Bulldoser roda besi < 200 ft, dan untuk roda karet < 400 ft,
pemakaian lebih dari itu sangat tidak efisien, dan
2) Volume material yang akan dipindahkan tak lebih dari 500 m3; jika lebih
dari itu penggunaan Bulldoser perlu dipertimbangkan lagi.

d. Pusher Loading
Membantu Power Scrapper konvensional (standar) dalam mengisi muatan.
Bantuan Bulldoser itu diperlukan untuk menambah tenaga agar diperoleh
kecepatan pengisian yang lebih tinggi.

e. Menyebarkan Material
Menyebarkan tanah ke tempat-tempat tertentu denganketebalan yang
dikehendaki; misalnya material yang ditumpuk disuatu tempat oleh truck atau alat
angkut lainnya.

f. Penimbunan Kembali
Pekerjaan penimbunan kembali terhadap bekas lubang-lubang galian
seperti menutup kembali gorong-gorong di bawah tanah, penimbunan lubang
pondasi atau tiang penyangga bangunan besar (jembatan, menara beton, dan lain-

Institut Teknologi Indonesia 13


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

lain), dan menutup kembali pipa minyak, pipa gas alam, atau pipa air minum bila
sudah terpasang.

g. Trimming & Sloping


Pekerjaan pembuatan kemiringan tertentu pada suatu tempat; misalnya
tanggul, dam, kanal besar, tepi jalan raya, dan sebagainya. Pekerjaan ini hanya
dapat dilakukan oleh operator yang sudah berpengalaman, lebih lebih jika sudut
kemiringannya besar, sebab ada kemungkinan Bulldoser tergelincir ke bawah.

h. Ditching
Kegiatan menggali saluran/ selokan/ kanal yang penampangnya berbentuk
U atau V.

i. Menarik
Pekerjaan untuk menarik benda-benda berat atau peralatan mekanis yang
sedang rusak, agar dapat dipindahkan ke tempat yang diinginkan.

j. Memuat
Memuat menggunakan Bulldoser diperlukan pada kondisi-kondisi tertentu,
misalnya medan dengan topografi tertentu truck tak dapat langsung dikendarai
menuju lokasi. Bulldoser dapat digunakan untuk memuat truck tersebut.

Institut Teknologi Indonesia 14


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

2.3.3 Bagian – bagian utama bulldozer

Gambar 2.15 Bagian – bagian utama bulldozer


Keterangan :
1) Blade : Untuk Mendorong Material
2) Lift Silinder : Menggerakkan Blade
3) Carier Roller : Penahan Main Frame
4) Ripper : Pengeruk
5) Sproket : Menggerakkan Track
6) Main Frame : Alur Carier Roller
7) Staright Frame : Batang Penyanggah Blade
8) Track : Sebagai roda untuk excavator
9) Cutting Edge : Meratakan Permukaan Tanah
10) End Bit : Menyerok Material

2.4 Dump Truck


2.4.1 Pengertian Dump Truck
Dump truck merupakan alat berat yang berfungsi untuk mengangkut atau
memindahkan material pada jarak menengah sampai jarak jauh (> 500m). Dump
Truck biasa digunakan untuk mengangkut material alam seperti tanah, pasir, batu
split, dan juga material olahan seperti beton kering pada proyek konstruksi.
Umumnya material yang dimuat padadump truck oleh alat pemuat seperti

Institut Teknologi Indonesia 15


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

excavator backhoe atau loader. Untuk membongkar muatan material bak dump
truck dapat terbuka dengan bantuan sistem hidrolik.

Gambar 2.15 Dump Truck

2.4.2 Cara Kerja Dump Truck


a. Gerakan Travelling (Gerakan Jalan)
Gerakan yang dimaksud di sini adalah gerakan dari dump truck untuk
berjalan mengangkut muatan dari satu tempat menuju tempat lain untuk
memindahkan dan menumpahkan muatan tersebut. Gerakan tersebut dimulai dari
suatu sumber tenaga yang dinamakan dengan mesin penggerak. Mesin ini akan
memutar poros penggerak, kemudian melalui kopling akan menggerakkan
transmisi roda gigi yang diatur oleh handle gigi. Transmisi ini memutar roda-roda
dump truck untuk berjalan dan memindahkan muatan, melalui poros propeller dan
gigi diferensial.

Gambar 2.16 Gerakan Travelling

Institut Teknologi Indonesia 16


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

b. Gerakan Dumping atau Menumpahkan Muatan


Pada saat menumpahkan muatan dengan pengangkatan bak, dump truck
menggunakan sistem hidrolis. Sistem ini merupakan pemindah daya dengan
menggunakan zat cair atau fluida sebagai perantaranya. Sistem hidrolis
merupakan pengubahan tenaga dari tenaga hidrolis menjadi mekanis. Dengan
gerakan dumping yang berprinsip kerja sistem hidrolis tersebut, muatan akan
dengan mudah meluncur ke bawah. Saat memiringkan muatan tersebut sistem
hidrolis didapatkan dari mesin penggerak kemudian diteruskan pada mekanisme
roda gila untuk menggerakkan pompa hidrolik. Pompa tersebut akan mendorong
atau mengalirkan fluida menuju katup pengontrol. Dari katup inilah aliran fluida
akan diatur oleh tekanan minyak oli yang masuk ke dalam silinder hidrolik.
Tekanan minyak yang telah diatur tersebut akan mendorong silinder hidrolik
untuk menumpahkan muatan material yang ada dalam bak truck.

Gambar 2.17 Gerakan Dumping atau menumpahkan muatan

Institut Teknologi Indonesia 17


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

2.4.3 Bagian – bagian utama Dump Truck

Gambar 2.18 Bagian – bagian Dump Truck


Keterangan :
1) Canopy Spill Guard
2) Dump Body
3) Rock Ejector
4) Final Drive
5) Rear Wheel
6) Hoist Cylinder
7) Hydraulic Tank
8) Front Wheel

2.5 Compactor
2.5.1 Pengertian Compactor
Compactor digunakan untuk memadatkan tanah atau material sedemikian
hingga tercapai tingkat kepadatan yang diinginkan. Jenis rodanya biasanya terbuat
dari besi seluruhnya atau ditambahkan pemberat berupa air atau pasir. Ada juga
yang ditarik dengan alat penarik seperti bulldozer, atau bisa menggunakan mesin
penarik sendiri, yang berukuran kecil bisa menggunakan tangan dengan
mengendalikannya ke arah yang akan dipadatkan.

Institut Teknologi Indonesia 18


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

Untuk pemadatan pengaspalan biasanya menggunakan road roller, tire


roller, tetapi untuk pemadatan tanah biasanya menggunakan sheep foot roller atau
drum roller.
Terdapat tiga faktor yang mempengaruhi proses pemadatan yaitu berikut
ini:
1) Gradasi material yang akan dipadatkan
2) Kadar air dari material (moisture content)
3) Usaha pemadatan (compactive effort)

Gambar 2.19 Compactor

2.5.2 Jenis – jenis Compactor


Pada dasarnya tipe dan jenis compactor adalah sebagai berikut :
a. Smooth steel rollers (penggilas besi dengan permukaan halus). Jenis ini
dibedakan lagi menjadi beberapa macam, jika ditinjau dari cara pengaturan
rodanya, diantaranya :
 Three wheel rollers (penggilas roda tiga)
 Tandem rollers (penggilas tandem)
b. Pneumatic tired rollers (penggilas roda ban angin)
c. Sheep foot type rollers (penggilas kaki kambing)
d. Vibratory rollers (penggilas getar)
e. Vibratory plate compactor (alat pemadat-getaran)
f. Alat-alat penggilas lain :
 Mesh grid rollers (penggilas dengan roda anyaman)

Institut Teknologi Indonesia 19


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

 Segment rollers (penggilas dengan roda terdiri dari lempengan-


lempengan). Jenis-jenis compactor di atas mempunyai spesifikasi
tersendiri untuk dipakai dalam usaha pemadatan bagi berbagai jenis tanah,
atau dengan memperhatikan berbagai faktor, misalnya :
Untuk tanah plastis dan cohesive, maka alat pemadat sheep foot roller
adalah paling cocok. Demikian juga penggunaan pneumatic roller yang cukup
berat sangat efektif untuk digunakan. Pasir dan / atau kerikil berpasir, vibrating
roller dan pneumatic tired roller sering dipergunakan untuk tanah jenis ini. Pasir
bercampur lempung atau tanah liat, compactor yang sesuai untuk jenis tanah ini
antara lain segmented rollers.

 Smooth Steel Roller


Smooth steel roller adalah jenis penggilas dengan permukaan roda yang
terbuat dari baja rata. Umumnya digerakkan dengan power unit yang bersatu (self
propelled). Ditinjau dari konfigurasi roda penggilasnya, compactor jenis ini
dibedakan atas :
1) Three Wheel Roller
Three wheel roller ini sering juga disebut Macadam roller, karena jenis ini
sering digunakan dalam usaha-usaha pemadatan material yang berbutir kasar.
Untuk menambah bobot dari three wheel roller ini, maka roda silinder yang
kosong diisi dengan zat cair (minyak atau air) atau kadang-kadang juga diisi
dengan pasir. Pada umumnya berat compactor ini berkisar antara 6 -12 ton.
Penambahan bobot akibat pengisian zat cair pada roda silinder dapat
meningkatkan beratnya 15% - 35%.

Gambar 2.20 Three Wheel Roller

Institut Teknologi Indonesia 20


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

2) Tandem Roller
Jenis lain dari smooth steel roller adalah tandem rollers yang terdiri atas
berporos 2 (two axle) dan berporos 3 (three axle tandem rollers). Penggunaan dari
penggilas ini umumnya untuk mendapatkan permukaan yang agak halus, misalnya
pada penggilasan aspal beton dan lain-lain. Tandem roller ini memberikan
lintasan yang sama pada masing-masing rodanya, beratnya antara 8 - 14 ton,
penambahan berat yang diakibatkan oleh pengisian zat cair (ballasting) berkisar
antara 25% - 60% dari berat penggilas. Untuk mendapatkan penambahan
kepadatan pada pekerjaan penggilasan biasanya digunakan three axle tandem
roller. Sebaiknya tandem roller jangan digunakan untuk menggilas batu-batuan
yang keras dan tajam karena akan merusak roda-roda penggilasnya.

Gambar 2.21 Tandem Roller

 Vibration Roller
Versi lain dari tandem roller adalah vibration roller (penggilas getar).
vibration roller mempunyai efisiensi pemadatan yang sangat baik. Alat ini
memungkinkan digunakan secara luas dalarn tiap jenis pekerjaan pemadatan. Efek
yang diakibatkan oleh vibration roller adalah gaya dinarnis terhadap tanah.
Dalam proses pemadatan yang dilakukan dengan menggunakan vibration
roller, perlu diperhatikan faktor-faktor berikut :
 frekuensi getaran
 amplitudo getaran
 gaya sentrifugal yang bekerja.

Institut Teknologi Indonesia 21


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

Sistem pendorong, vibrasi dan sistem mengemudi dioperasikan oleh


tekanan hidrostatis, untuk menjamin penanganan yang termudah.

Gambar 2.22 Vibration Roller

Bagian-bagian penting dari penggilas dengan getaran (vibration roller)


secara visual dapat dilihat pada gambar 2.23 sebagai berikut :
1. Engine 9. Transmission
2. Steering pump 10. Parking brake
3. Power driver 11. Universal joint
4. Propelling pump 12. Differential gear
5. Vibration pump 13. Planetory gear
6. Steering valve 14. Vibration motor
7. Steering silinder 15. Vibrator
8. Propelling motor

Gambar 2.23 Bagian – bagian Vibration Roller

Institut Teknologi Indonesia 22


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

 Mesh Grid Roller


Penggilas jenis lain adalah mesh grid roller dimana roda penggilasnya
berbentuk anyaman. Penggilas ini memberi efek "pemadatan dari bawah" yang
dikarenakan bentuk roda penggilasnya. Mesh grid roller optimal digunakan untuk
menggilas lapisan tanah yang berbutir kasar.

Gambar 2.24 Mesh Grid Roller

 Segment Roller
Penggila ini disebut segment roller sebab roda-rodanya tersusun dari
lempengan-lempengan. Seperti halnya dengan mesh grid roller, segment roller
pun memberika efek “pemadatan dari bawah” walaupun masuknya roda ke dalam
tanah tidak begitu dalam. Keuntungan lain adalah kelebihan air yang terdapat
pada lapisan tanah dapat ditekan ke luar, sehingga yang tertinggal hanya cukup
untuk memberikan kepadatan maksimal.

Gambar 2.25 Segment Roller

Institut Teknologi Indonesia 23


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

 Pneumatic Tired Roller


Roda-roda penggilas ini terdiri atas roda-roda ban karet yang dipompa
(pneumatic) Susunan dari roda muka dan roda belakang selang-seling sehingga
bagian yang tidak tergilas oleh roda bagian depan akan digilas oleh roda bagian
depan akan digilas oleh roda bagian belakang. Roda-roda ini menghasilkan
“kneading action” (tekanan) terhadap tanah sehingga membantu konsolidasi
tanah.
Pneumatic tired roller sangat cocok digunakan pada pekerjaan
penggikaasan bahan granular, juga baik di gunakan pada penggilasan lapisan hot
mix sebagai “penggilas antara". Sebaiknya tidak digundkan untuk menggilas
lapisan yang berbatu dan tajam karena akan mempercepat kerusakan pada roda-
rodanya. Bobotnya dapat ditingkatkan dengan mengisi zat cair atau pasir pada
dinding-dinding mesin. Jumlah roda biasanya 9 sampai 19 buah, dengan
konfigurasi 9 buah (4 roda depan dan 5 roda belakang), 11 buah (5 roda depan dan
6 roda belakang), 13 buah (6 roda depan dan 7 roda belakang), 15 buah (7 roda
depan dan 8 roda belakang).

Gambar 2.26 Pneumatic Tired Roller

 Sheep Foot Roller


Prinsip dari sheep foot roller adalah sebuah silinder yang di bagian luarnya
dipasang kaki-kaki. Pada kaki-kaki ini terjadi tekanan yang tinggi, sehingga kaki
kaki ini masuk ke dalam tanah dan memberikan efek "pemadatan dari bawah".
Sheep foot roller ini baik digunakan untuk tanah berpasir dengan sedikit
mengandung lempung, juga untuk tanah yang plastis dan kohesif. Sangat efektif
digunakan untuk memadatkan material lepas dengan tebal lapisan antara 15 – 25

Institut Teknologi Indonesia 24


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

cm. Selain sheep foot roller dengan tarikan (towed) juga terdapat sheep foot roller
yang bermesin yang dapat bergerak sendiri dengan kecepatan mencapai sekitar 32
km/jam. Untuk sheep foot roller yang ditarik, jika tenaga traktor penariknya
cukup besar, biasanya ditarik beberapa jauh, berjajar ke samping, satu garis atau
kombinasi keduanya. Ukuran sheep foot roller ini antara 3 - 5 ton , namun ada
juga yang 12 - 30 ton.

Gambar 2.27 Sheep Foot Roller

2.5.3 Cara Kerja Compactor


Pada kebanyakan roller, susunan roda adalah dengan guide roll berada di
depan dan drive roll di belakang, sehingga operator menghadap ke guide roll di
depan, tetapi mudahnya kita anggap bahwa roller bergerak maju bila berjalan ke
arah guide roll.
Untuk menjaga kemiringan pada potongan melintang badan jalan, maka
pekerjaan dimulai dengan jalur jalur tepi yang terendah. Hal ini karena bahan
yang digilas mempunyai kecenderungan untuk menggeser ke tepi bawah. Dengan
memampatkan lebih dulu bagian bawah, penggeseran tanah akan tertahan oleh
jalur jalur yang sudah dipampatkan. Untuk berpindah jalur, sangat dianjurkan
pada waktu roller berjalan maju, hal ini untuk menghindari agar guide roll tidak
tertarik menggeser kearah jalannya drive roll dan merusak permukaan lapisan
lapisan yang sudah dibentuk permukaannya.

Institut Teknologi Indonesia 25


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

Gambar 2.28 Cara Kerja Compactor Pada Jalan Lurus dan Membelok

Pola penggilasan pada compactor di bawah seluruh lebar jalan dapat


dijalani dalam 8 lintasan (pass), pass ke 9 roller kembali menuju ke alur yang
pertama. Pengulangan ini dilakukan terus menerus sampai jumlah pass yang
diperlukan untuk mecapai pemampatan yang dikehendaki pada tiap jalur sudah
terpenuhi. Overlap pada arah memanjang (A) juga perlu diberikan, karena dalam
arah belok, roller ini jumlah pass yang diberikan lebih sedikit dan pada yang di
bagian lurus. Pada gambar 6.8 (b) adalah pada penggilasan pada tikungan jalan,
pass pertama dimulai dan bagian bawah (bagian lintasan yang dalam) menuju ke
bagian atas (bagian lintasan luar). Untuk lintasan lintasan berikutnya diulang
mulai dari lintasan pertama lagi.

Institut Teknologi Indonesia 26


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

2.5.4 Bagian – bagian utama dari Compactor


Bagian-bagian penting dari pemadat (compactor) secara visual dapat
dilihat pada Gambar 2.29 sebagai berikut :

Gambar 2.29 Bagian – Bagian Utama dari Compactor

Keterangan :
1) Drum Roller
2) Frame
3) 3Head Lamp Right
4) Canopy
5) Engine
6) Wheel

Institut Teknologi Indonesia 27


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Pembangunan yang pesat dan semakin berkembangnya teknologi
membuat pelaksanaan pekerjaan konstruksi harus dibantu dengan peralatan berat,
terlebih untuk pekerjaan berat yang tidak dapat ditangani oleh tenaga manusia.
Maka dari itu digunakanlah alat berat guna membantu pekerjaan konstruksi
tersebut.
Alat berat sering digunakan dalan pelaksanaan konstruksi, seperti
pembabatan atau penebasan (clearing), perintisan (pioneering), gali atau angkut
jarak pendek, pusher loading, menyebarkan material, penimbunan kembali,
trimming dan sloping, ditching, menarik (winching), memuat, bentuk
sudut/bilah/blade, mengangkut material, memadatkan jalan dan lain – lain.
Agar dalam penggunaan alat berat sesuai dengan kebutuhan, efisiensi
waktu dan tidak menimbulkan kerugian, maka kita harus mengetahui secara
mendalam hal-hal yang berhubungan dengan alat berat.

3.2 Saran
Semua pengetahuan mengenai alat berat tentunya akan sangat bermanfaat
untuk kita semua , terlebih jika sudah terjun di dunia kerja. Untuk itu semoga kita
dapat lebih memanfaatkan waktu yang ada untuk belajar dengan sebaik-baiknya.

Institut Teknologi Indonesia 28


Zaenal Ma’Arif
0121503002 Konstruksi Alat Berat

DAFTAR PUSTAKA

https://komponenalat-berat.blogspot.co.id/2017/08/sistem-dan-cara-kerja-
excavator-hidrolik.html
https://www.scribd.com/document/359451832/Tugas-Makalah-Alat-Berat-
Excavator-Backhoe
https://www.scribd.com/doc/52629053/PTM-ALAT-BERAT
https://www.scribd.com/doc/128510020/Siti-Amalia-4110110022-Bulldozer-docx
https://www.scribd.com/doc/84397558/MAKALAH-ALAT-BERAT
https://www.scribd.com/doc/250680307/Makalah-Bulldozer
https://www.scribd.com/document/213938292/Bulldozer
https://www.scribd.com/doc/310694100/Makalah-PTM-Dump-truck
http://eprints.polsri.ac.id/265/3/BAB%202%20LA.pdf
http://eprints.polsri.ac.id/1672/3/BAB%20II.pdf
Sosrodarsono, Suyono. 1992. Alat Berat dan Penggunaannya. Jakarta: Yayasan
Badan Penerbit Departemen Pekerjaan Umum.
Siswanto, Budi Tri. 2008. Teknik Alat Berat Jilid 1 untuk SMK. Jakarta:
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jendral
Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan
Nasional.

Institut Teknologi Indonesia 29