Anda di halaman 1dari 12

Skenario C - EKLAMPSIA + HIPERTENSI KRONIK

Ny. C berusia 18 tahun, G1P0A0, hamil 3 minggu dibawa keluarga ke IGD RSMP
dengan keluhan kejang-kejang. Menurut suami, Ny. C mengalami kejang seluruh tubuh
sekitar 1 jam yang lalu. Frekuensi kejang 1x, dengan lama kejang 1 menit dan setelah
kejang Ny. C tidak sadar. Saat tiba di rumah sakit, Ny. C mengalami kejang kembali dan
ditatalaksana oleh dokter jaga.
Dari hasil alloanamnesis diketahui sejak 4 jam yang lalu Ny. C mengeluh perut
mules yang menjalar ke pinggang disertai keluar darah lendir dari jalan lahir. Ny. C tidak
menderita epilepsi, tidak ada kejang dan demam sebelumnya, serta tidak ada menderita
darah tinggi. Selama kehamilan Ny. C tidak pernah melakukan pemeriksaan ANC.
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : Sakit berat; Sensorium: Samnolen; GCS: 13
Vital Sign : TD 200/110mmHg, Nadi 88x/menit, RR 24x/menit,
Suhu 36,80 C
Pemeriksaan Khusus
Kepala : Konjungtiva tidak anemis.
Thorax : Cor dan Pulmo dalam batas normal.
Extremitas : Edema tungkai (+/+)
Pemeriksaan Obstetri
Pemeriksaan Luar : Tinggi Fundus Uteri 4 jari bawah procesus xipoideus
(27cm), memanjang, punggung kiri, terbawah
kepala, penurunan 4/5, his 2x/10 menit/25 detik,
DJJ 136x/menit
Pemeriksaan Dalam : Portio lunak, anterior, pendataran 100%, pembukaan 2cm,
Kepala hodge II, penunjuk ubun-ubun kecil kiri lintang,
ketuban masih utuh
Pemeriksaan Laboratorium:
Darah rutin : Hb 10,9 gr/dl, Leukosit 9000/mm3, Trombosit
188.000/mm3

1
Identifikasi Masalah
1. Ny. C berusia 18 tahun, G1P0A0, hamil 3 minggu dibawa keluarga ke IGD RSMP
dengan keluhan kejang-kejang. Menurut suami, Ny. C mengalami kejang seluruh
tubuh sekitar 1 jam yang lalu. Frekuensi kejang 1x, dengan lama kejang 1 menit dan
setelah kejang Ny. C tidak sadar. Saat tiba di rumah sakit, Ny. C mengalami kejang
kembali dan ditatalaksana oleh dokter jaga.
2. Dari hasil alloanamnesis diketahui sejak 4 jam yang lalu Ny. C mengeluh perut mules
yang menjalar ke pinggang disertai keluar darah lendir dari jalan lahir.
3. Ny. C tidak menderita epilepsi, tidak ada kejang dan demam sebelumnya, serta tidak
ada menderita darah tinggi. Selama kehamilan Ny. C tidak pernah melakukan
pemeriksaan ANC.
4. Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : Sakit berat; Sensorium: Samnolen; GCS: 13
Vital Sign : TD 200/110mmHg, Nadi 88x/menit, RR 24x/menit,
Suhu 36,80 C
Pemeriksaan Khusus
Kepala : Konjungtiva tidak anemis.
Thorax : Cor dan Pulmo dalam batas normal.
Extremitas : Edema tungkai (+/+)
5. Pemeriksaan Obstetri
Pemeriksaan Luar : Tinggi Fundus Uteri 4 jari bawah procesus xipoideus
(27cm), memanjang, punggung kiri, terbawah
kepala, penurunan 4/5, his 2x/10 menit/25 detik,
DJJ 136x/menit
Pemeriksaan Dalam : Portio lunak, anterior, pendataran 100%, pembukaan 2cm,
Kepala hodge II, penunjuk ubun-ubun kecil kiri lintang,
ketuban masih utuh
6. Pemeriksaan Laboratorium
Darah rutin : Hb 10,9 gr/dl, Leukosit 9000/mm3, Trombosit
188.000/mm3

2
Analisis Masalah
1. Ny. C berusia 18 tahun, G1P0A0, hamil 36 minggu dibawa keluarga ke IGD RSMP
dengan keluhan kejang-kejang. Menurut suami, Ny. C mengalami kejang seluruh
tubuh sekitar 1 jam yang lalu. Frekuensi kejang 1x, dengan lama kejang 1 menit,
dan stelah kejang Ny.C tidak sadar. Saat tiba di rumah sakit, Ny. C mengalami
kejang kembali dan ditatalaksana oleh dokter jaga.
a) Apa sistem yang terlibat pada kasus ini?
Jawab:
Sistem reproduksi perempuan

b) Bagaimana anatomi, fisiologi, histologi dari organ yang terlibat?

c) Bagaimana hubungan usia dan status kehamilan dengan keluhan utama kejang?
Jawab:
Usia remaja (muda)  kehamilan pada usia muda  belum sempurna/matang &
psikologis
Primigravida  beban pertama endomentrium u/ hamil
T I (>= 20 mgg)  peningkatan kepekaan vasopressor (u/ konstriksi)

d) Apa makna kejang seluruh tubuh sekitar 1 jam yang lalu, frekuensi 1x, lama kejang 1
menit dan setelah kejang tidak sadar?
Jawab:
Makna: Kejang klonik  eklampsia

e) Apa penyebab dan faktor resiko dari eklampsia / kejang pada kehamilan?
Jawab:
Penyebab:
- LEM HP
- Lesi otak – Eklampsia – Meningitis
- Hipertensi – Perdarahan otak
Faktor resiko:
- SEMOGA NU Muda
- Sosio-Ekonomi – Mola Ganda – NU (Muda 35th)

f) Bagaimana patofisiologi dari keluhan pada kasus (kejang sampai tidak sadar)?
Jawab:
Faktor risiko (hamil pada usia muda/remaja & primigravida)  masih rendahnya
HLAG (Human Leucocyte Antige-G) pada membran desidua plasenta menghambat
invasi sel-sel trofoblast pada lapisan otot (endomentrium) arteri spiralis dan jaringan
matriks sekitar  lapisan otot arteri spiralis tetap kaku  lumen arteri spiralis tidak
distensi ataupun vasodilatasi  arteri spiralis relatif mengalami vasokonstriksi 

3
terjadi kegagalan “remodelling arteri spiralis”  penurunan aliran darah
uteroplasenta  hipoksia & iskemik plasenta  plasenta menghasilkan oksidan
(radikal bebas) yang mengandung oksidan penting (radikal hidrofil) yang sangat
toksik  radikal hidroksil menganduk banyak peroksida lemak (asam lemak tak
jenuh)  merusak membran sel, nukleus, & protein sel endotel  disfungsi endotel
 total resistensi perifer vaskular meningkat  hipertensi (bisa sampai kronis) (pada
kehamilan)  peningkatan aliran darah pada organ pusat (otak)  vasospasme
pembuluh darah serebri  hipoperfusi serebri  serebral edema / iskemia otak /
ensefalopati  gangguan pembentukan neurotransmitter inhibitor GABA di otak 
peningkatan eksitasi potensial transmembran neuron (terjadi ketidakseimbangan) 
terjadi stimulasi saraf yang terus menerus hingga melemah  kejang  terjadi
penurunan kesadaran.

g) Apa dampak kejang bagi kehamilan Ny. C?


Jawab:
Dampak kejang pada kehamilan pada ibu (pada kasus Ny. C):
- G-M-N H-H PIK
- Ginjal-Mati-Neurologis Hepar-Hematologi Perdarahan (IK)
Dampak kejang pada kehamilan pada fetal/janin:
- PJT Mati APOH
- Terhambat-Mati-Abrusio Plasenta-Oligohidramnion

h) Apa makna saat tiba di rumah sakit Ny. C mengalami kejang kembali?
Jawab:
Makna: berulang  kondisi memberat

2. Dari hasil alloanamnesis diketahui sejak 4 jam yang lalu Ny. C mengeluh perut
mules yang menjalar ke pinggang disertai keluar darah lendir dari jalan lahir.
a) Apa makna Ny. C mengeluh perut mules yang menjalar ke pinggang disertai keluar
darah lendir dari jalan lahir?
Jawab:
Makna: Ny. C mengalami his  persiapan persalinan
Penjalaran nyeri melalui plexus saraf hypogastrikus

b) Apa tanda-tanda inpartu?


Jawab:
1. His
2. Keluar darah bercampur lender (Bloody show)
3. Pembukaan serviks

4
c) Bagaimana mekanisme perut mules yang menjalar ke pinggang disertai keluar darah
lendir dari jalan lahir?
Jawab:
1. Perut mules yang menjalar ke pinggang
Pada saat akan terjadi persalinaan terjadi penurunan progesterone, peningkatan
estrogen dan oksitosin  kontraksi uterus  kompresi pembuluh darah (arteri
spiralis)  iskemik dalam korpus uteri  perasangan serabut saraf nociceptor
pada uterus  (perut terasa) mules / nyeri  diteruskan pada saraf sensorik di
plexus hipogastrikus  nyeri dijalarkan  ke serabut sensorik kulit  nyeri
menjalar ke pinggang
2. Disertai keluar darah dan lendir dari jalan lahir
Adanya kontraksi uterus (His)  mendorong uterus untuk mengeluarkan janin 
terbukanya serviks dan datar  pecahnya pembuluh darah kapiler di sekitar
kanalis serviks  keluarnya darah dan lendir (bloody show).

d) Bagaimana hubungan keluhan 4 jam yang lalu dengan keluhan 1 jam yang lalu?
Jawab:
(Keluhan 4 jam lalu) His  uterus perlu banyak nutrisi  perlu banyak aliran darah
 memperberat hipertensi  meningkatkan risiko kejang (Keluhan 1 jam lalu)

3. Ny. C tidak menderita epilepsi, tidak ada kejang dan demam sebelumnya, serta
tidak ada menderita darah tinggi. Selama kehamilan Ny. C tidak pernah melakukan
pemeriksaan ANC.
a) Apa makna Ny. C tidak menderita epilepsi, tidak ada kejang, dan demam sebelumnya
serta tidak menderita darah tinggi?
Jawab:
Makna: Kejang eklampsia DD epilepsy / infeksi

b) Berapa kali pemeriksaan ANC yang ideal & manfaatnya?


Jawab:
TI (1x) TII (1x) TIII (2x)
1. Memfasilitasi kesehatan ibu-janin
2. mendeteksi komplikasi
3. mempersiapkan kehamilan
4. konseling kesehatan kehamilan

c) Apa yang dilakukan pada pemeriksaan ANC?


Jawab:
“14 T”
1) Tanya & sapa ibu ramah

5
2) TB & BB
3) Temukan kelainan (gondok, jvp, edema, lingkar lengan atas, perkusi ginjal,
refleks lutut/patologis)
4) TD
5) Tekan payudara (Palpasi benjolan, perawatan & senam payudara, tekan titik
peningkat ASI)
6) TFU
7) Tentukan LEOPOLD & DJJ
8) Tentukan kondisi hepar-limpa
9) Tentukan Hb & lab (protein-glukosa), sediaan vagina dan VDRL (PMS) sesuai
indikasi
10) Terapi pencegahan anemia (tablet Fe) dan penyakit sesuai indikasi (gondok,
malaria, dll)
11) Tetanus Toxoid imunisasi
12) Tingkatkan kesegaran jasmani & senam hamil
13) Tingkatkan pengetahuan ibu hamil (makanan bergizi, tanda bahaya, petunjuk
agar tidak terjadi bahaya pada waktu kehamilan dan persalinan)
14) Temu wicara konseling

4. Pemeriksaan Fisik
a) Apa interpretasi & mekanisme dari hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan khusus?
Keadaan
Keadaan pada kasus Interpretasi
Normal

Sakit berat, Sehat, Compos


Keadaan
somnolen, mentis, GCS ABNORMAL
Umum
GCS 13 15

Nadi 88 x/menit 60 x/menit Takikardi

Sistolik : 109-
117 mmHg ABNORMAL, Hipertensi kronik
Tekanan 200/110
(pre-eklampsia berat disertai
Darah mmHg Diastolik : 72- kejang  eklampsia)
76 mmHg

Respiration 16 – 24
24 x/menit Normal
Rate x/menit

Temperatur 36,80° C 36,5 0C - 37,50 Normal

6
0
C

Kepala
Tidak anemis Tidak anemis Normal
(konjungtiva)

Thorax (cor
Normal Normal Normal
dan pulmo)

Edema
Ekstremitas Tidak edema Normal
tungkai (+/+)

EDEMA ABNORMAL JIKA  Edema seluruh tubuh/generalisata, pada muka /


tangan

5. Pemeriksaan Obstetri
a) Apa interpretasi & mekanisme dari hasil pemeriksaan obstetri?
Keadaan pada kasus Interpretasi

Pemeriksaan Luar

Tinggi Fundus Uteri 4 jari


Usia kehamilan 9 bulan (McDonald’s Obstetric
bawah procesus xipoideus (27
Rule)
cm)

Memanjang, punggung kiri Posisi janin vertikal

Terbawah kepala Presentasi kepala

sebagian besar kepala janin masih diatas simphisis


Penurunan 4/5
pubis

His 2x/10 menit/25 detik His normal (2 – 4 x/ 10 menit)

DJJ 136x/menit DJJ normal (120 – 160 x/menit)

Pemeriksaan Dalam

Portio lunak, anterior,


Tanda inpartu
pendataran 100%

Pembukaan 2 cm Inpartu, Kala I, fase laten

Kepala hodge II Kepala memasuki simphisis pubis

Penunjuk ubun-ubun kecil kiri Presentasi kepala, occiput melintang (normal saat

7
engagement, descent, & flexion pada proses
lintang
persalinan normal)

Ketuban masih utuh Ketuban belum pecah

6. Pemeriksaan Laboratorium
a) Apa interpretasi & mekanisme dari hasil pemeriksaan laboratorium?
Jawab:
Keadaan pada kasus Keadaan Normal Interpretasi

Anemia ringan (10,0 – 10,9


Hemoglobin 10,9 gr/dl 12,0 – 16,0 gr/dl
gr/dl)

Leukosit 9.000 /mm3 5.000 – 12.000 /mm3 Normal

188.000 150.000 – 450.000


Trombosit Normal
/mm3 /mm3

8
7. Jika semua gejala dikumpulkan maka:
a) Bagaimana cara mendiagnosis pada kasus ini?
Jawab:
Eklampsia merupakan kasus akut pada penderita preeklampsia (berat) yang disertai
kejang menyeluruh dan hingga penurunan kesadaran.
Preeklampsia berat bila dijumpai satu atau lebih tanda/gejala berikut:
1. TD ≥ 160/110 mmHg
2. Proteinuria > 5 gr /24 jam atau kualitatif 3+/4+
3. Oliguria ≤ 500 ml /24 jam disertai kenaikan kadar kreatini dalam darah
4. Peningkatan kadar enzim hati dan atau ikterus
5. Gangguan visus dan cerebral
6. Nyeri epigastrium
7. Edema paru atau sianosis
8. Pertumbuhan janin intrauterin yang terhambat (IUFGR)
9. HELLP Syndrom (Hemolysis, Elevated Liver enzymes, Low Platelets)
Pada penderita preeclampsia (berat) yang akan kejang, umumnya memberi gejala /
tanda yang khas (tand-tanda prodorma eklampsia) berurutan:
1. Tanda kejang tonik (twitching otot muka, kontraksi otot tubuh menegang, tubuh
kaku)
2. Tanda kejang klonik (terbuka-tertutup rahang dan mata, kontraksi intermitten otot
muka & tubuh)

b) Apa diagnosis banding pada kasus ini?


Jawab:

Preeklampsi berat Preeklampsi berat


Preeklampsia
Eklampsia dengan impending tanpa impending
ringan
eklampsia eklampsia

Kejang + - - -

> atau = > atau =


Tekanan > atau = 160/110 > atau = 160/110
160/110 140/90
darah mmHg mmHg
mmHg mmHg

Penurunan
+ + - -
kesadaran

Edema
+ + + -
(tungkai)

Usia > 20 > 20 minggu > 20 minggu > 20 minggu

9
kehamilan minggu

c) Apa pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan pada kasus ini?


Jawab:

1. Kreatinin serum (ginjal)


2. Fungsi hepar

d) Apa diagnosis pasti pada kasus ini?


Jawab:
Eklampsia
Diagnosis lengkap:
Ibu: G1P0A0, 36 minggu, hipertensi kronik, eklampsia
Persalinan: Inpartu, Kala I, Fase Laten

e) Bagaimana tatalaksana pada kasus ini?


Jawab:
Pada kasus:
a. Tirah baring, baringkan posisi ke kiri. Posisi Trendelenburg untuk mengurangi
risiko aspirasi
b. Hindarkan pasien dari trauma
c. Pasang sudap lidah
d. Pasang oksigen 4L/menit
e. Pasang infus ringer laktat
f. Monitoring tanda vital pasien dan DJJ bayi
g. Kateterisasi urin untuk pengukuran volume dan pemeriksaan urin
h. Nilai Refleks Patella
i. Beri MgSO4 4 gr IV sebagai larutan 40%
LENGKAPNYA:
1. Magnesium sulfat / antikejang
 MgSO4 4 g IV sebagai larutan 20% selama 5 menit
 Bilas sukar diatasi, dapat dipakai obat lain: Thiopentone 50 mg IV
2. Pemberian antihipertensi
 Obat pilihan adalah hidralazin, yang diberikan 5 mg IV pelan-pelan
selama 5 menit
3. Pada saat terjadi kejang
 Kamar rawat isolasi cukup terang
 Dibaringkan di bed lebar dengan rail kuat yang dikunci
 Masukkan sudap lidah pada mulut pasien
 Fiksasi badan penderita pada tempat tidur harus cukup kendor
 Pemberian O2 pasca kejang
4. Persalinan
 Persalinan harus terjadi dalam 24 jam

10
 Jika terdapat gawat janin, atau persalinan tidak dapat terjadi dalam 12 jam,
lakukan seksio sesarea
 Jika seksio sesarea akan dilakukan, perhatikan bahwa :
- Tidak terdapat koagulopati
- Anestesia yang aman/terpilih adalah anestesia umum. Jangan lakukan
anestesi lokal, sedang anestesi spinal berhubungan dengan risiko
hipertensi
 Jika anestesia yang umum tidak tersedia, atau janin mati, aterm terlalu
kecil, lakukan persalinan pervaginam
- Jika serviks matang, lakukan induksi dengan oksitosin 2-5 IU dalam
500 ml dekstrose 10 tetes/menit atau dengan prostaglandin

f) Apa komplikasi pada kasus ini?


Jawab:
Dampak kejang pada kehamilan pada ibu (pada kasus Ny. C):
- G-M-N H-H PIK
- Ginjal-Mati-Neurologis Hepar-Hematologi Perdarahan (IK)
Dampak kejang pada kehamilan pada fetal/janin:
- PJT Mati APOH
- Terhambat-Mati-Abrusio Plasenta-Oligohidramnion

g) Bagaimana prognosis pada kasus ini?


Jawab:
Prognosis: Dubia et Bonam

h) Bagaimana SKDU pada kasus ini?


Jawab:
Eklampsia: 3B: Mendiagnosis, melakukan penatalaksanaan awal, merujuk.

i) Bagaimana nilai-nilai islam pada kasus ini?


Jawab:
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin
dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk melihat
(tanda-tanda) kekuasaan Allah dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak
dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang
termak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS.
Al-A’raaf, 7: 179).
“Janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raaf, 7: 205).

11
Kesimpulan
Ny. C berusia 18 tahun G1P0A0 hamil 36 minggu sudah inpartu kala I fase laten datang dengan
janin tunggal hidup presentasi kepala mengeluh kejang karena menderita eklampsia

Kerangka Sintesis

G1P0A0
Hamil usia
muda
(Primigravida)

Invasi tropoblas abnormal

Vasospasme pembuluh darah

Preeklampsia Tidak ANC

Eklampsia

Kejang

12