Anda di halaman 1dari 36

MAKALAH

ELEKTROSTATIS DAN PERALATAN LISTRIK


Disusun Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Dasar Teknik Elektro
Semester IV
PEMBIMBING
M. Taufik, ST, MT

PENYUSUN

KELOMPOK 3
2C JTD
1 ALNA DESTRA SHAFIRA 1641160040
2 ANUGRAH SATRIA
3 ASWIN
4 MURNI
5 SUTA

JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL TEKNIK ELEKTRO


POLITEKNIK NEGERI MALANG
2017/2018
DAFTAR ISI
Kata Pengantar .............................................................................................................................................. 2
BAB I ............................................................................................................................................................ 3
PENDAHULUAN ........................................................................................................................................ 3
1.1 Latar Belakang. ............................................................................................................................. 3
1.2 Tujuan dan Manfaat. ..................................................................................................................... 3
1.3 Rumusan Masalah. ........................................................................................................................ 4
BAB II........................................................................................................................................................... 5
ISI.................................................................................................................................................................. 5
2.1. Elektrostatis........................................................................................................................................ 5
2.1.1 Petir ............................................................................................................................................ 12
2.2. Penangkal Petir ................................................................................................................................ 13
2.3. Grounding ........................................................................................................................................ 15
2.4. Sangkar Faraday............................................................................................................................... 16
2.5. Peralatan Listrik .......................................................................................................................... 16
2.5.1. Pesawat ............................................................................................................................... 16
2.5.2. Mesin Fotocopy................................................................................................................... 17
2.5.3. Pengecatan Mobil ................................................................................................................ 18
2.5.4. Rice cooker ......................................................................................................................... 18
2.5.5. Microwave .......................................................................................................................... 22
2.5.6. AC ....................................................................................................................................... 29
2.5.7. Vacum Cleaner.................................................................................................................... 33
BAB III .......................................................................................................................................................... 35
PENUTUP ..................................................................................................................................................... 35
3.1. Kesimpulan.................................................................................................................................. 35

1
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa (YME). Di mana Tuhan YME telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya. Sehingga kami dari kelompok 3 dapat membuat sebuah
makalah Dasar Teknik Elektro dan menyelesaikannya dengan baik Atas segala karunia Allah.
Makalah ini telah kami buat sesuaimata kuliah Dasar Teknik Elektronika selama 1 semester ini
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar
menjadi lebih baik lagi. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada pihak yang terlibat dalam
penyusunan laporan praktikum Kimia ini. Khususnya kepada:

1. Kepada Bapak M. Taufik, ST, MT, selaku dosen pengampu mata kuliah Dasar Teknik
Eletro.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan
dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun
dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Malang, 18 Maret 2018

Penyusun,

2
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.
Elektrostatik adalah cabang fisika yang berkaitan dengan gaya yang dikeluarkan oleh medan listrik
statik (tidak berubah/bergerak) terhadap objek bermuatan yang lain. Listrik statis adalah
ketidakseimbangan muatan listrik dalam atau pada permukaan benda. Muatan listrik tetap ada sampai
benda kehilangannya dengan cara sebuah arus listrik melepaskan muatan listrik. Listrik statis kontras
dengan arus listrik, yang mengalir melalui kabel atau konduktor lainnya dan mentransmisikan listrik.
Bila sebuah benda logam bermuatan positif disentuhkan dengan benda logam lain yang tidak
bermuatan (netral), maka elektron-elektron bebas dalam logam yang netral akan ditarik menuju logam
yang bermuatan positif tersebut. Petir adalah peristiwa alam yang sangat berbahaya dan ditakuti semua
orang, karena petir menimbulkan kilatan cahaya yang diikuti dengan suara dahsyat di udara. Apabila
seseorang tersambar petir, maka tubuh orang tersebut akan terbakar. Terbakarnya tubuh orang tersebut
menunjukkan bahwa petir sangat berbahaya. Oleh sebab itu, gedung-gedung bertingkat yang cukup
tinggi dilengkapi dengan penangkal petir. Apa yang menyebabkan terjadinya petir? Mengapa tubuh
orang yang tersambar petir bisa terbakar? Mengapa gedung-gedung bertingkat dilengkapi dengan
penangkal petir? Loncatan muatan listrik terjadi pada saat muatan listrik bergerak secara bersama-
sama. Kejadian ini disebut pengosongan listrik statis.

1.2 Tujuan dan Manfaat.


1. Mengetahui tentang Elektrostatis.
2. Menegtahui tentang terjadinya petir.
3. Mengetahui tentang penangkal petir.
4. Mengetahui jenis jenis penangkal petir.
5. Mengetahui tentang sangkar faraday.
6. Mengetahui elektrostatis pada pesawat.
7. Mengetahui elektristatis pada mesin fotocopy.
8. Mengetahui elektrostatis pada pengecatan mobil.
9. Mengetahui peralatan listrik.
10. Mengetahui cara kerja peralatan listrik.

3
1.3 Rumusan Masalah.
1. Jelaskan tentang Elektrostatis?
2. Jelaskan Proses terjadinya petir?
3. Jelaskan tentang penangkal petir?
4. Sebutkan dan Jelaskan jenis jenis penangkal petir?
5. Jelasakan tentang sangkar faraday ?
6. Jelasakan elektrostatis pada pesawat?
7. Jelasakan elektristatis pada mesin fotocopy?
8. Jelasakan elektrostatis pada pengecatan mobil?
9. Jelasakan peralatan listrik?
10. Jelasakan cara kerja peralatan listrik?

4
BAB II

ISI
2.1. Elektrostatis
Elektrostatik adalah cabang fisika yang berkaitan dengan gaya yang dikeluarkan oleh medan listrik
statik (tidak berubah/bergerak) terhadap objek bermuatan yang lain.

A. Muatan Listrik
1. Pengertian Listrik Statis
Listrik statis adalah ketidakseimbangan muatan listrik dalam atau pada permukaan benda. Muatan
listrik tetap ada sampai benda kehilangannya dengan cara sebuah arus listrik melepaskan muatan
listrik. Listrik statis kontras dengan arus listrik, yang mengalir melalui kabel atau konduktor
lainnya dan mentransmisikan listrik. Sebuah muatan listrik statis dibuat setiap kali dua permukaan
terhubung dan terpisah, dan setidaknya salah satu permukaan memiliki resistensi yang tinggi
terhadap arus listrik (dan karena itu adalah isolator listrik). Efek listrik statis yang akrab bagi
kebanyakan orang karena orang dapat merasakan, mendengar, dan bahkan melihat percikan
sebagai kelebihan muatan dinetralkan ketika dibawa dekat dengan konduktor listrik yang besar
(misalnya, dialirkan ke tanah (ground))
2. Jenis Muatan Listrik
Sesuai dengan hasil percobaan Anda, terdapat dua jenis muatan listrik. Ketika penggaris plastik
kedua yang telah dimuati dengan cara yang sama didekatkan pada penggaris plastik pertama,
penggaris pertama bergerak menjauhi penggaris kedua. Peristiwa ini ditunjukkan pada Gambar
2a. Ketika batang kaca kedua yang telah dimuati dengan cara yang sama didekatkan pada batang
kaca pertama, batang kaca kedua juga bergerak menjauhi batang kaca pertama. Peristiwa ini
ditunjukkan pada Gambar 2b. Tetapi, jika batang kaca yang bermuatan didekatkan pada
penggaris plastik yang bermuatan, akan didapatkan bahwa keduanya akan saling menarik,
Gambar 2c.

Setiap benda bermuatan yang ditarik oleh penggaris plastik, akan ditolak oleh batang kaca, atau
setiap benda yang ditolak oleh penggaris plastik, akan ditarik oleh batang kaca. Jadi terdapat dua

5
jenis muatan listrik yaitu, muatan yang ditolak batang kaca bermuatan, dan muatan yang ditarik
batang kaca bermuatan.
3. Muatan Listrik dalam Suatu Atom
Gambar 3 memperlihatkan model atom sederhana, terdiri dari muatan positif di dalam inti,
dikelilingi satu atau lebih elektron. Inti berisi protonproton bermuatan positif, dan netron yang
tidak bermuatan listrik. Besarnya muatan proton dan elektron adalah sama, tetapi tandanya
berlawanan. Karena itu atom-atom netral berisi proton-proton dan elektronelektron dengan
jumlah yang sama. Meskipun demikian, suatu atom kadangkadang akan kehilangan satu atau
lebih elektron, atau akan memperoleh elektron-elektron ekstra. Pada kasus ini, atom akan
bermuatan positif atau negatif, dan disebut ion.

Gambar 3 Model atom sederhana

4. Cara Memperoleh Muatan Listrik


Bila sebuah benda logam bermuatan positif disentuhkan dengan benda logam lain yang tidak
bermuatan (netral), maka elektron-elektron bebas dalam logam yang netral akan ditarik menuju
logam yang bermuatan positif tersebut sebagaimana diperlihatkan pada Gambar 5. Karena
sekarang logam kedua tersebut kehilangan beberapa elektronnya, maka logam ini akan bermuatan
positif. Proses demikian disebut memuati dengan cara konduksi atau dengan cara kontak, dan
kedua benda tersebut akhirnya memiliki muatan dengan tanda yang sama.

a. Konduktor dan Isolator


Pada saat kita menggosok suatu benda dengan benda lain, kita bukan menciptakan muatan
listrik. Akan tetapi, hanya memindahkan elektron (yang sudah ada disitu) yang bermuatan
negatif dari suatu benda ke benda lain. Pemindahan elektron ini dapat terjadi dengan mudah
atau sulit, bergantung pada ikatan elektron di dalam atom (buka kembali teori ikatan elektron

6
yang digagas Neils Bohr). Apabila ikatan elektron pada atom sangat kuat, maka sulit untuk
melepaskan elektron-elektron yang tidak bebas bergerak tersebut. Jika hal ini terjadi, maka
benda tersebut digolongkan benda yang sukar menghantarkan atau mengalirkan muatan
listrik. Benda itu disebut isolator listrik. Beberapa bahan yang tergolong konduktor dan
isolator:
a. Konduktor
- Konduktor baik : berbagai jenis logam (perak, tembaga, logam)
- Konduktor jelek : air, tanah, badan manusia
b. Isolator : karet, berbagai plastik (PVC, politen, perspeks)
Pada bahan-bahan yang tergolong isolator, elektron-elektron pada setiap atom diikat
dengan kuat, sehingga dalam keadaan normal, elektron-elektron tidak bebas
bergerak. Akibatnya bahan isolator sukar menghantarkan muatan listrik.

b. Kapasitor
Kapasitor berfungsi sebagai penyimpan muatan sehingga dapat dikatakan bahwa kapasitor adalah
sebuah alat elektronika yang mampu menyimpan muatan dalam jumlah tertentu dalam waktu
singkat. Meskipun kapasitor terlihat sebagai alat elektronika yang pejal, tetapi sebenarnya di
dalam kapasitor (antara penyekatnya) terdapat bahan isolator. Isolator dalam kapasitor
(dinamakan dielektrik) bervariasi untuk mendapatkan nilai kapasitas penyimpanan muatan yang
berbeda pula karena setiap bahan isolator yang digunakan dalam kapasitor mempunyai konstanta
dielektrik yang berbeda.

5. Hukum Kekekalan Muatan

Franklin mengusulkan bahwa jumlah muatan yang dihasilkan oleh suatu benda melalui suatu
proses penggosokan, adalah sama dengan jumlah muatan positip dan negatip yang dihasilkan.
Contoh, ketika penggaris plastik digosok dengan kain wol, plastik memperoleh muatan negatif
dan kain wol memperoleh muatan positip dengan jumlah yang sama. Muatan-muatan tersebut
dipisahkan, namun jumlah kedua jenis muatan adalah sama. Ini adalah contoh dari suatu hukum
yang berlaku sampai sekarang, yang dikenal dengan nama hukum kekekalan muatan listrik yang
berbunyi:

“Jumlah bersih muatan listrik yang dihasilkan pada dua benda yang berbeda (penggaris plastik
dan kain wol) dalam suatu proses penggosokan adalah nol.”

7
Jika suatu benda atau suatu daerah ruang memperoleh muatan positif, maka akan
dihasilkan sejumlah muatan negatif dengan jumlah yang sama pada daerah atau benda di
sekitarnya.

6. Gaya Listrik
Gaya listrik merupakan salah satu bentuk gejala elektrostatika. Gaya listrik adalah interaksi listrik
berupa gaya tarik menarik antara benda-benda bermuatan listrik tak sejenis atau gaya tolak
menolak antara benda-benda bermuatan listrik sejenis.
a. Hukum Coulomb
Meskipun J.C. Maxwell (1831-1879) berhasil memadukan semua hukum dan rumus
kelistrikan dalam bentuk empat persamaan yang lalu dikenal sebagai persamaan
maxwellsedemikian hingga semua gejala kelistrikan selalu dapat diterangkan berdasarkan
atau dijabarkan dari keempat persamaan itu, pada hakikatnya keempat persamaan itu dapat

dipadukan menjadi atau dapat dijabarkan dari hukum Coulomb : yakni


yang menyatakan bahwa gaya antara dua muatan listrik q1 dan q2 akan sebanding dengan
banyaknya muatan listrik masing–masing serta berbanding terbalik dengan kuadrat jarak (r)
antara kedua muatan listrik tersebut, serta tergantung pada medium di mana kedua muatan
itu berada, yang dalam perumusannya ditetapkan oleh suatu tetapan medium k. Jadi hukum
Coulomb merupakan hukum yang fundamental dalam ilmu kelistrikan, yang mendasari
semua hukum dan rumus kelistrikan, seperti halnya hukum 'inisial Newton' dalam mekanika
yang mendasari semua hukum dan rumus mekanika. Dalam sistem satuan m.k.s, tetapan
medium k tertuliskan sebagai 1/(4 π ε ), sehingga hukum Coulomb menjadi

berbentuk: dan ε disebut permitivitas medium. Dengan F positif berarti gaya


itu tolak-menolak dan sebaliknya F negatif berarti tarik–menarik.
B. Elektroskop
Elektroskop adalah suatu piranti yang dapat digunakan untuk mendeteksi muatan. Sebagaimana
diperlihatkan Gambar 8, di dalam sebuah peti kaca terdapat dua buah daun elektroskop yang dapat
bergerak (kadangkadang yang dapat bergerak hanya satu daun saja), biasanya dibuat dari emas.
Daun-daun elektroskop ini dihubungkan ke sebuah bola logam yang berada di luar peti kaca
melalui suatu konduktor yang terisolasi dari peti. Apabila benda yang bermuatan positif
didekatkan ke bola logam, maka pemisahan muatan terjadi melalui induksi, elektron-elektron
ditarik naik menuju bola, sehingga kedua daun elektroskop bermuatan positip dan saling menolak
(Gambar 9a).

8
Gambar 8 Elektroskop

C. Pengosongan Muatan Listrik


Petir adalah peristiwa alam yang sangat berbahaya dan ditakuti semua orang, karena
petir menimbulkan kilatan cahaya yang diikuti dengan suara dahsyat di udara. Apabila seseorang
tersambar petir, maka tubuh orang tersebut akan terbakar. Terbakarnya tubuh orang tersebut
menunjukkan bahwa petir sangat berbahaya. Oleh sebab itu, gedung-gedung bertingkat yang cukup
tinggi dilengkapi dengan penangkal petir. Apa yang menyebabkan terjadinya petir? Mengapa
tubuh orang yang tersambar petir bisa terbakar? Mengapa gedung-gedung bertingkat dilengkapi
dengan penangkal petir?
Loncatan muatan listrik terjadi pada saat muatan listrik bergerak secara bersama-sama. Kejadian
ini disebut pengosongan listrik statis. Pengosongan itu ditunjukkan oleh sambaran petir pada
Gambar 11.

Gambar 10 Petir adalah contoh loncatan muatan listrik statis yang besar
Muatan listrik dapat hilang dengan pengosongan. Pengosongan terjadi apabila tersedia suatu jalan
bagi elektron-elektron untuk mengalir dari suatu benda bermuatan ke benda lain. Perpindahan
muatan listrik statis dari satu benda ke benda lain disebut penetralan atau pengosongan muatan

9
statis. Pengosongan itu lazim juga disebut pentanahan, karena muatan itu sering dikosongkan
dengan cara menyalurkan ke tanah.

Pengosongan muatan statis di udara dapat terjadi sangat besar sehingga menimbulkan suara
dahsyat yang kita sebut guntur. Proses terjadinya petir dapat dijelaskan pada Gambar 12a, 12b,
dan 12c. Bacalah keterangan ketiga gambar tersebut.

Gambar 12 Proses terjadinya petir

D. Penangkal Petir
Batang logam penangkal petir sering dipasang di atas atap rumah bertingkat atau di atas bangunan
tinggi, dan dihubungkan ke dalam tanah melalui kabel logam. Penangkal petir, melindungi rumah
dan bangunan tinggi tersebut dari kerusakan oleh energi listrik yang besar di dalam petir. Penangkal
petir ini menyediakan suatu jalan aman, atau pentanahan, agar arus listrik petir mengalir masuk
ke dalam tanah, bukan melewati rumah atau bangunan lain.
E. Penggunaan Listrik Statis
1) Mesin Fotokopi
Cara kerja mesin fotokopi yaitu berdasarkan konsep listrik statis dan optik. Di dalam mesin
ini terdapat logam selenium (merupakan konduktor foto), yang menghantarkan arus listrik saat
terkena cahaya dan merupakan isolator listrik saat dalam kegelapan.
Prinsip kerja mesin fotokopi adalah sebagai berikut.
a) Pencahayaan

10
Cahaya yang sangat terang yang berasal dari lampu expose yang menyinari dokumen yang
sudah diletakkan di atas kaca dengan posisi terbalik ke bawah pada kaca, gambar pada
dokumen kemudian akan dipantulkan melalui lensa, kemudian lensa akan mengarahkan
gambar tersebut kea rah tabung drum.

Sumber: Alive Techindo, 2011.


Gambar Prinsip kerja mesin fotokopi
Tabung drum adalah silinder dari bahan aluminium yang dilapisi dengan selenium yang sangat
sensitif terhadap cahaya.

2) Pengecatan Mobil
Sebelum dicat, mobil biasanya diamplas terlebih dahulu, sehingga bergesekan dan akan
menghasilkan muatan listrik. Sedangkan alat semprot cat elektrostatis saat akan disemprotkan
maka butiran-butiran cat dari aerosol akan bergesekan dengan mulut pipa semprot dan udara
sehingga butiran cat menjadi bermuatan listrik. Akibatnya muatatan tersebut akan ditarik ke
badan mobil yang mau dicat. Cara ini sangat menghemat waktu dan murah biayanya.

F. Bahaya Listrik Statis


1) Bahaya Listrik Statis di Pesawat
Listrik statis pesawat dibuang ke semua ujung dari struktur badan pesawat yaitu di atap
sayap dan ekor bentuknya seperti penangkal petir berbentuk logam mencuat dan
memanjang instrument pesawat sudah diproteksi sedemikian rupa tetapi bisa juga terjadi
walaupun hanya berupa visual. Visual ini terlihat jika pesawat berada di ketinggian 30000
feet ke atas dan altimeter set ke 29.92Hg, partikel bebas dan ion2 di udara akan terkena
gesekan body pesawat dan radiasi elektromagnetik dari sinyal HP akan meningkatkan
sekian persen radiasi didalam pesawat, dimana sinyal HP akan dianggap sebagai radiasi
dan diserap oleh struktur body dan dibuang ke setiap ujung badan pesawat, hal ini bisa

11
mengakibatkan ujung-ujung pembuangan elektrostatis berpendar dan menyala sepeti kilat
kecil. Hal ini memang tidak berbahaya, namun jika frekuensi HP sama dengan pesawat hal
ini dapat menyebabkan mesin pesawat mati.
2) Bahaya Listrik Statis di SPBU
Sering terjadi kebakaran di SPBU akibat kecerobohan manusia. Untuk menghindari hal ini
jangan sekali-kali masuk kembali kedalam kendaraan Anda saat pengisian bensin sedang
berlangsung. Jika Anda memang terpaksa harus masuk kembali kedalam kendaraan Anda
saat bensin dipompa, pastikan Anda keluar, menutup pintu sambil menyentuh logam,
sebelum Anda menarik nozzlekeluar. Dengan cara ini listrik statis dari tubuh Anda akan
dibuang sebelum Anda menarik keluar nozzle.
3) Bahaya Listrik Statis di Rel Kereta Api
Roda KA dari baja berjenis ferritic, mempunyai medan magnet yang sangat kuat. Medan
magnet inilah yang dapat mengakibatkan mesin kendaraan mati di tengah rel kereta api.
Biasanya kendaraan yang mudah mati adalah kendaraan berbahan bakar bensin karena
kendaraan berbahan bakar bensin masih menggunakan platina dan CDI. Jika terkena
medan magnet, maka pengapiannya akan terpengaruh sehingga mesin bisa mati.
Sedangkan solar berbeda. Selain accunya di atas 12 volt juga tidak menggunakan platina.

2.1.1 Petir
A. PENGERTIAN
Petir merupakan simbol dari listrik alam. Gejala alam petir ini bisa dianalogikan dengan
sebuah kondensator raksasa. Dalam kasus ini lempeng pertama adalah awan yang bisa
menduduki sebagai lempeng negatif maupun positif, dan lempeng yang kedua adalah
Bumi yang dianggap sebagai lempeng netral. seperti yang kita ketahui bersama bahwa
kapasitor merupakan sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan
energi sesaat. tidak Hanya awan ke bumi saja, namun petir juga dapat terjadi antara awan
dengan awan. Hal ini terjadi apabila ada salah satu awan bermuatan listrin kenatif dan
awan lainnya bermuatan listrik positif.
B. PROSES TERJADINYA PETIR
Sebuah fenomena alam pasti terjadi karena adaya beberapa hal yang menyebabkannya
terjadi. Seperti halnya hujan yang terjadi karena adaya penguapan di planet Bumi yang
naik ke atas, petir pun juga terjadi karena sesuatu hal dan melalui serangkaian proses juga.
Petir terjadi karena adanya perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan

12
lainnya. Terjadinya petir juga melalui beberapa proses. Untuk melihat secara detail proses
terjadinya petir adalah sebagai berikut:

1. Proses terjadinya muatan pada awan ini karena awan terus bergerak secara teratur dan
terus menerus. Selama pergerakan ini awan akan berinteraksi dengan awan lainnya
sehingga muatan yang negatif akan berkumpul pada satu sisi saja dan sisi sebaliknya
akan berkumpul sisi positif.
2. Terjadi pembuangan muatan negatif, hal ini terjadi apabila perbedaan potensial antara
awan dan bumi cukup besar. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya pembuangan
muatan negatif dari awan ke bumi untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses
pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron (muata negatif) adalah udara.
3. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan
suara yang kita dengar sebagai suara yang menggelegar.

2.2. Penangkal Petir


A. PENGERTIAN
Penangkal petir adalah rangkaian jalur yang difungsikan sebagai jalan bagi petir menuju ke
permukaan bumi dengan tujuan menetralisasi arus listrik pada petir tersebut, tanpa merusak
benda-benda yang dilewatinya.
B. BAGIAN

1. Batang penangkal terbagia 2 macam:


 Konvensional:
Batang penangkal petir konvensional adalah batang tembaga penangkal petir yang
ujungnya runcing. Batang penangkal petir konvensional ini dibuat runcing karena
muatan listrik mempunyai sifat mudah berkumpul dan lepas pada ujung logam yang
runcing penangkal petir konvensional itu. Sehingga dapat memperlancar proses tarik
menarik dengan muatan listrik yang ada di awan. Batang runcing penangkal petir
konvensional ini dipasang pada bagian puncak suatu bangunan / gedung.
 Radius:
Batang penangkal petir radius adalah sebuah terminal unit penangkal petir yang bisa
menyebarkan elektrostatis dan penangkal petir radius ini sangat tergantung pada posisi
penempatannya dari atas bangunan, semakin tinggi letak posisi terminal penangkal petir
radius maka akan menghasilkan jarak perlindungan yang semakin besar.
2. Kabel konduktor penangkal petir

13
Kabel konduktor / kabel bc penangkal petir terbuat dari jalinan kawat tembaga. Diameter
jalinan kabel konduktor sekitar 1 cm hingga 2 cm . Kabel konduktor / kabel bc penangkal
petir berfungsi meneruskan aliran muatan listrik dari batang penangkal petir bermuatan
listrik ke tanah atau bumi. Kabel konduktor / kabel bc penangkal petirtersebut dipasang pada
dinding di bagian luar bangunan sebagai alat proteksi penangkal petir.
3. Tempat pembumian / Grounding
Tempat pembumian (grounding) penangkal petir berfungsi mengalirkan semua muatan
listrik dari kabel konduktor (kabel bc) ke batang pembumian (ground rod) yang tertanam di
tanah. Batang pembumian sebaiknya terbuat dari bahan tembaga murni, dengan diameter
1,5 cm dan panjang sekitar 1,8 - 3 m .
C. CARA KERJA
Pada saat muatan listrik negatif di bagian bawah awan sudah tercukupi, maka muatan listrik
positif di tanah (bumi) akan segera tertarik keatas. Muatan listrik itu kemudian segera merambat
naik melalui kabel konduktor penangkal petir, menuju ke ujung batang penangkal petir
konvensional atau batang penangkal petir radius. Pada saat muatan listrik negatif berada cukup
dekat di atas atap, daya tarik menarik antara kedua muatan semakin kuat, muatan positif di
ujung-ujungpenangkal petir tertarik ke arah muatan negatif. Pertemuan kedua muatan
menghasilkan aliran listrik. Aliran listrik itu akan mengalir ke dalam tanah melalui kabel
konduktor / kabel bc penangkal petir, melalui kabel konduktor penangkal petir / kabel bc
penangkal petir, sehingga sambaran petir tidak mengenai bangunan / gedung. Tetapi sambaran
petir dapat merambat ke dalam bangunan melalui kawat jaringan listrik dan bahayanya dapat
merusak alat-alat elektronik di bangunan yang terhubung ke jaringan listrik itu, selain itu juga
dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan. Untuk mencegah kerusakan akibat jaringan listrik
tersambar petir, biasanya di dalam bangunan dipasangi alat penangkal petir internal yang
disebut penstabil arus listrik (surge arrester)penangkal petir.
D. JENIS

1. Penangkal petir Konvensional / Pasif :


Adalah sebuah rangkaian jalur kabel tembaga yang difungsikan sebagai jalan aliran petir menuju
permukaan bumi. Batang penangkal petir berupa tembaga murni berbentuk runcing yang dipasang
pada bagian tertinggi sebuah bangunan atau gedung. Kemudian batang tersebut dihubungkan
dengan kabel BCC atau kabel konduktor yang terbuat dari tembaga yang berfungsi untuk
mengalirkan arus listrik dari batang penangkal petir menuju ke permukaan bumi. Kabel ini
dipasang atau ditarik melalui dinding luar bangunan. Selanjutnya kabel tersebut dihubungkan
dengan batang pembumian atau grounding atau biasa kita dengar dengan istilah arde. Grounding

14
ini menggunakan batang tembaga berlapis baja dengan diameter 1,5 cm dan panjang antara 2
sampai 3 m. Penangkal Petir Konvensional bersifat pasif, atau menunggu untuk disambar
kemudian menyalurkan seluruh energinya ke tanah. Kekurangan dari sistem pasif ini adalah
kemampuannya yang terbatas untuk melindungi rumah/bangunan anda. Bisa jadi petir
menyambar sekeliling rumah anda dan induksi petirnya akan mengakibatkan bahaya seperti
kebakaran, alat listrik rusak atau bahkan meledak. Oleh karena itu, sudah ada sistem Penangkal
Petir Aktif dalam bentuk Penangkal Petir Elektrostatis.

2. Penangkal petir Elektrostatis / Aktif:


Berbeda dengan penangkal petir konvensional yang bersifat pasif, Penangkal Petir Elektrostatis
memodifikasi cara kerja penangkal petir menjadi bersifat aktif. Kenapa dikatakan aktif?, karena
oleh instalatir, ujung terminal penangkal petir ditinggikan dalam jarak tertentu sehingga
penangkal petir dapat dikatakan seakan-akan menjemput petir. Fungsinya yaitu memberikan
perlindungan yang lebih besar dan berbentuk seperti payung dalam radius tertentu. Oleh karena
itu Penangkal Petir Elektrostatis sering disebut juga sebagai Penangkal Petir Radius. Cara kerja
Penangkal Petir Elektrostatis, berbeda dengan Penangkal Petir Konvensional. Penangkal Petir
Elektrostatis menambahkan 1 elemen yang tidak ada dalam penangkal petir konvensional, yaitu
Head Terminal. Head Terminal adalah elemen hasil penemuan teknologi terbaru yang sengaja
“dikorbankan” untuk menyalurkan petir.
 Cara kerjanya
Dengan cara menambahkan muatan listrik statis di ujung finial (Head Terminal) sehingga head
dapat menarik dan mengumpulkan ion-ion positif (+) dalam jumlah besar dari dalam bumi.
Mekanisme selanjutnya ibarat magnet, head akan menarik ion-ion negatif (-) di dalam awan
sebelum ion-ion tersebut berkumpul semakin banyak dan menghasilkan kekuatan petir yang amat
sangat dahsyat. Semakin tinggi jangkauan head terminal. Akan semakin besar radius perlindungan
yang diberikan penangkal petir.

2.3. Grounding
A. Pengertian
Grounding adalah suatu jalur dari arus listrik menuju bumi/tanah.
B. Fungsi
1. Sebagai penghantar arus listri ke tanah jika terjadi kebocoran isolasi atau percikan api pada
konsleting. Contohnya : kabel grounding yang terpasang pada badan setrika yang berfungsi

15
mencegah kita tersengat listrik saat rangkaian dalam setrika bocor dan menempel pada
badan setrika
2. Dalam instalasi petir sebagai penghantar arus listrik yang besar langsung ke bumi/tanah
dan mengharapkan petir tidak merusak benda benda yang di lewatinya

2.4. Sangkar Faraday


A. Pengertian
Sangkar faraday:sebuah wadah tertutup yang terbuat dari bahan konduktor,meskipun dari
konduktor,medan listrik dari luar sangkar faraday tidak dapat masuk ke dalamnya dan sebaliknya
medan listrik yg ada di dalam sangkar faraday tidak dapat bisa keluar. Hal ini disebabkan sifat
kondutor tu sendiri.konduktor dalam medan setimbang akan memilii muatan positif dan negaif
yang sama,untuk menjaga kondisi itu,medan listrik yang mengenai konduktor akan disebar merata
di seluruh bagian konduktor.
B. Cara kerja
sangkar faraday dipahami sangat baik sebagai pendekatan konduktor yang ideal. Medan listrik yang
diaplikasikan secara eksternal menghasilkan gaya pada berbagai muatan (biasanya elektron) di
dalam konduktor.menimbulkan arus listrik yang menyusun kembali muatan begitu muatan telah
tersusun kembali maka medan terapan yang ada di dalam akan terhapus. Jika muatan ditempatkan
pada sangkar faraday yang tidak di hubungkan ketanah,maka muatan yg ada didalam sangkar akan
bermuatan,untuk mencegah eksistansi medan di bagian dalam tubuh sangkar namun ,pemuatan
permukaan bagian dalam ini akan mendistribusikan lagi dalam tubh sangkar,hal ini mengisi
permukaan luar sangkar dengan muatan yg besarnya sama dengan permukaan dalam sangkar begitu
muatan internal dan permukaan bagian dalam saling menghapuskan ,penyebaran muatan di
permukaan luar tidak dipengaruhi oleh posisi muatan internal didalam sangkar jadi sangkar akan
menimbulkan medan listrik yang sama hanya dengan diisi oleh muatan yang berada didalam.jika
sangkar di hubungkan ketanah maka kelebihan muatan akan pergi ketanah,bukannya pergi
kepermukaan luar jadi permukaan bagian dalam akan saling menghapuskan dan bagian sangkar
yang lain akan tetap netral

2.5. Peralatan Listrik


2.5.1. Pesawat
Setiap benda yang terbang diudara akan mengalami gesekan dengan udara, debu, air
hujan atau salju akibatnya pada badan pesawat (fuselage) dan bagian-bagian lain seperti
wing, ekor, akan terkumpul muatan elektrostatika.

16
Besarnya nilai potensian pada bagian-bagian tersebut tidaklah sama jika masing-masing
terisolasi akan terjadi loncatan listrik yang dikenal dengan spark(bunga api) yang
mengakibatkan gangguan pada alat komunikasi karena menimbulkan noise. Untuk
menggulangi hal tersebut maka sebuh pesawat dilengkapi dengan bonding(pemberian
semacam kawat atau metal bertahanan rendah ). Bagian-bagian yang perlu dipasang
bondin adalah :
1. Aileron
2. Flap dengan bagian badan dan sayap
3. Ruder
Sedangkan untuk alat elektronika antara lain:
Kabel yang dialiri arus AC dapat terjadi/menimbukan muatan elektrostatik supaya
tidak mengganggu maka diberi shielding Untuk menetralkan muatan elektrostatik mada
dilakukan penetralan keudara dengan cara menyambungkan dengan bagian runcing yang
disebut “korona discharge” yang outputnya dapat dilihat pada malam hari dengan warna
kemerahan. Korona discharge mempunyai efek samping gangguan pada alat komunikasi
sehingga untuk menanggulanginya dipasang “ static discharge wick” yaitu yaitu
menetralkan muatan elektrostatik dengan cara mengalirkannya melaluai wol yang
dicampur dengan metal. Alat ini dipasang pada:
1. Wing tip kiri dan kanan
2. Aileron bagian paling luar
3. Vertical stabilizer
Ujung elevator control surface
Mutan elektrostatik juga dapat timbul ketika pengisian bahan bakar (refueling). Bahan
bahan bakar yang mengalir melalui pipa (hose) kepesawat terbang akan mengakibatkan
berkumpulnya muatan listrik pada ujung pipa “nozzle”. Bila antara badan pesawat dan
pipa pengisian terjadi beda potensial dapat mengakibtkan spark, hal ini sangat nerbahaya
karena spark dapat menimbulkan kebakaran karena spark dapat membakar uap. Maka
baian-bagian yang rentan seperti badan pesawat dan tangki bahan bahan bakar diaslurkan
dengan ground.
2.5.2. Mesin Fotocopy
Mesin fotokopi menggunakan daya tarik muatan listrik berbeda.

17
 Cara kerja mesin fotocopy
Berdasarkan konsep statis dan optik. Di dalammesin ini terdapat logam selenium
(merupkan konduktor foto) yangmenghantarkan listrik saat terkena cahaya dan
merupakan isolator listrik saat dalam kegelapan. Mesin fotokopi menggunakan
daya tarik muatan listrik berbeda. Suatu pola muatan positif pada pelat tadi,
mencitrakan bidang hitam yang akan digandakan, menarik partikel bermuatan
negatif dari bubuk hitam halus yang disebut toner, toner tersebut jadi
bermuatannegatif karena berhubungan dengan butir-butir gelas kecil di baki
pengembang. Pola toner dipindahkan ke atas secarik kertas kosong dan
dipanggang di atasnya
2.5.3. Pengecatan Mobil
Sebelum dicat, biasanya mobil diamplas terlebih dahulu, sehingga bergesekan dan
akanmenghasilkan muatan listrik. Sedangkan alat semprot cat elektrostatis saat akan
disemprotkan,maka butiran-butiran cat dari aerosol akan bergesekan dengan mulut pipa semprot dan
udarasehingga butiran cat akan bermuatan listrik. Akibatnya muatan tersebut akan ditarik
ke badan mobil.cara ini sangat efektif, efisien, dan murah biayanya.
2.5.4. Rice cooker
Rice Cooker atau penanak nasi merupakan alat rumah tangga listrik yang berguna untuk
memasak nasi. Meskipun tujuan utama alat ini adalah untuk memasak nasi, tetapi dapat
juga difungsikan untuk merebus sayuran, mengukus kuah dan sebagainya.

Rice Cooker adalah alat penanak nasi elektrik. Alat instan yang semakin
berkembang ini untuk menanak nasi sudah tidak repot lagi karena sudah ada alat
penanak nasi elektrik. Semua ini memanfaatkan energi listrik dan rice cooker di
kelompokan dalam alat rumah tangga karena daya yang dibutuhkan tidak besar hanya
300 watt, 500 watt, 800 watt dan seterusnya.Di dalam rice cooker mempunyai bagian
bagian penting.

Bagian dalam untuk tempat menanak nasi yang terbuat dari aluminum yang telah
dicampur atau dibungkus dengan anti lengket.Dan bagian luar ini untuk melindungi
elemen pemanas dan bagian rangkaian kelistrikannya. Ada beberapa elemen pemasan
yang di pakai oleh rice cooker :

18
a. Elemen pemanas bawah bisanya berada di dalam bagian bawah elemen pemanas ini
tidak mudah untuk diperbaiki. Elemen pemanas dibuat permanen jadi untuk perbaiki
sukar diperbaiki, tapi jangan khawatir karena elemen bawah ini jarang sekali rusak.

b. Elemen pemanas samping / sering disebut elemen pinggang,

c. Elemen pemanas atas berada di dalam tutup rice cooker.

Nasi tadinya berupa beras dan bertekstur keras, jadi kita akan kesulitan memakannya.
Karena itu, kita memberinya air, lalu memanaskannya hingga teksturnya berubah
lembut dan mudah dimakan.Itulah yang dinamakan nasi.Untuk memanaskan air dan
beras, kita memerlukan energi panas. Pada rice cooker, energi panas ini dihasilkan dari
energi listrik. Pertanyaannya: bagaimana rice cooker membuat nasi matang dengan pas,
tidak terlalu keras dan tidak terlalu lunak?

Suatu cairan akan menguap bila tekanan uap gas yang berasal dari cairan adalah sama
dengan tekanan dari cairan ke sekitarnya (Puap = Pcair). Jadi, titik didih suatu cairan
sebenarnya bisa dimanipulasi dengan meningkatkan tekanan di luar cairan (tekanan
eksternal). Pada penanak nasi biasa, air akan dididihkan dengan tekanan eksternal biasa,
yaitu 101 kPa, dan mendidih pada titik didih biasa, yaitu 100°C (373 K). Sementara,
pada penanak nasi yang memanipulasi tekanan (pressure cooker, atau electric pressure
cooker) jika tutup lubang uapnya dibuka, maka pressure cookerakan bekerja seperti
penanak nasi biasa, karena tekanan eksternalnya sama dengan tekanan udara luar.

Namun, jika tutup lubang uapnya (biasanya berupa katup) ditutup, akan ada perubahan
pada tekanan udara di ruang dalam pressure cooker dan titik didih cairan akan berubah.
Ketika katupnya ditutup, kondisi sistem berubah karena uap airnya hanya dapat berada
di dalam ruang pressure cooker.

Karena ada tambahan massa (tutup katup), tekanan makin tinggi dan titik kesetimbangan
antar fase (dalam hal ini, antara fase cair dan fase uap) berubah ke temperatur yang lebih
tinggi, dan terbentuklah titik didih baru.

19
Massa tutup katup menentukan tekanan di dalam ruang pressure cooker, karena lubang
katup akan membiarkan uap air keluar ketika tekanannya telah mencapai titik tertentu.
Kelebihan tekanan akan dikurangi dengan melepaskan sedikit uap melalui katup.

Penanak nasi modern kebanyakan menggunakan sistem termodinamika seperti yang


sudah dijelaskan di atas, karena dengan cara diatas, nasi dapat dipastikan matang
dengan sempurna. Itulah kenapa rice cooker yang tutupnya hilang atau tidak dipakai
terkadang memasak nasi dengan terlalu lunak atau basah, sehingga cepat basi.

 Bagian – Bagian Dari Rice Cooker

1. Cast Heater

Heater ini menyatu dengan logam. Menghasilkan daya 300-400 watt,


tergantung jenis cookernya. Apabila kerusakan pada bagian ini, sudah tidak
memungkinkan untuk diperbaiki.

2. Mica heater / termistor

Heater jenis ini tertutup oleh semacam kertas (mica) yang berfungsi pada
waktu warming. Heater ini juga berfungsi sebagai termistor, yaitu tahanan
makin besar bila bertambah panasnya. Makin besar tahanan maka tegangan
yang masuk berkurang sehingga mengurangi daya panas yang dihasilkan

20
heater. Sehingga mampu mengontrol panas cooker saat warming supaya
panasnya tetap di kisaran 70-80 celcius.

3. Thermostat

Dalam thermostat terdapat magnet dan pegas, pada suhu ruang gaya magnet
lebih besar dari gaya pegas. Bagian metal thermostat (bagian yang kontak
langsung dengan panci tempat nasi) menyensor panas dari panci apakah
panasnya sudah mencapai sekitar 134 derajat celcius. Metal bila terkena
panas maka daya magnet berkurang sehingga gaya pegas lebih besar dari
gaya magnet. Akibatnya pegas terlepas dari magnet (menjauh) sehingga
menekan tuas dan tuas menekan saklar.

4. Thermal Fuse

Thermal fuse berfungsi memutus arus bila panasnya melebihi kewajaran


akibat adanya kerusakan dari rice cooker.

5. Saklar

saklar berfungsi untuk memindah dari posisi cooking ke warming maupun


sebaliknya. Tombol saklar ditekan oleh tuas yang digerakkan otomatis oleh
thermostat maupun secara manual melalui tombol panel.

6. Panel led (lampu)

Terdiri led indikator untuk posisi cooking dan warming.

 Cara kerja rice cooker

21
Pada posisi cooking, saklar (swicth) terhubung. Arus listrik dari L langsung ke
cast heater dan led cooking. Lampu led cooking menyala, dan cast heater
menghasilkan panas secara maksimal. Bila tegangan listrik 220 volt maka cast
heater juga mendapat tegangan 220 volt. Pada panas 100 celcius (titik didih air),
air dalam panci sudah menguap semua. Panas dilanjutkan hingga pada 134
celcius thermostat trip (pegas lepas dari magnet), selanjutnya menekan tuas dan
menggerakkan saklar menjadi off (putus), masuk ke mode warming. Saat
warming, arus listrik dari L melalui mica heater (termistor) dan led warming.
Tegangan yang keluar dari mica heater kurang dari 25 volt. Posisi warming, cast
heater hanya mendapat tegangan kurang dari 25 volt, tegangan yang masuk ke
cast heater dikontrol oleh termistor (mica heater) sehingga didapat panas yang
stabil (sekitar 70-80 celcius) untuk menjaga nasi tetap hangat.

2.5.5. Microwave
Berbentuk persegi, mungkin saja persegi panjang, memiliki pintu pada bagian samping
depan sebagai jalan masuk bahan yang ingin dieksekusi didalamnya, dipanaskan
tentunya. Proses pemanasan tersebut dilakukan oleh energi gelombang mikro
(microwave). Hampir seluruh rumah sudah memiliki microwave. Alat masak elektronik
ini memang dikenal multifungsi, bisa untuk merebus, memanaskan, hingga memanggang.
Jadi, dianggap sangat memudahkan proses memasak.Microwave memiliki cara kerjanya
sendiri sehingga bisa memasak makanan tanpa api, yakni dengan memancarkan radiasi

22
gelombang mikro. Microwave juga ternyata memiliki macam-macam jenis yang
disesuaikan dengan fungsi memasaknya.

 Bagian bagian utama pada Oven Microwave

Gambar diatas adalah gambar Oven Microwave bila dilihat didepan, pada gambar
terlihat sebuah bagian seperti rangkaian kontrol, dan bagian pintu depan. bagian-
bagian utama pada oven microwave antaranya:

1. Transformator, transformator berfungsi untuk meningkatkan tegangan


rendah (normal 220) menjadi tegangan tinggi
2. Magnetron berfungsi sebagai pengubah tegangan tinggi menjadi energi
gelombang mikro. Saat oven microwave dinyalakan, magnetron yang

23
mendapat energi listrik dari transformator akan mengubah energi listrik
tersebut menjadi gelombang mikro dengan frekuensi 2,45 GHz.

gambar Magnetron

3. Pengarah gelombang, alat ini berfungsi sebagai pengarah gelombang


mikro pada ruangan pemasakan
4. Ruang masak, mempunyai dinding yang terbuat dari logam guna
mendapatkan fungsi sebagai sangkar faraday yang bertindak sebagai
penetralisir gelombang mikro. Sehingga tidak ada gelombang yang keluar

Gambar ruang masak

24
Gambar tersebut adalah gambar sebuah Mekanis pemutar yang terdiri dari
poros yang digerakan oleh motor penggerak, serta roda putar untuk
memudahkan puataran piring.
5. Unit kontrol, alat ini berfungsi untuk mengendalikan daya keluaran alat
agar sesuai dengan kebutuhan yang terdiri atas timer (elektronik atau
elektromekanik) dan sistem kontrol serta tombol operasi

6. Rangkaian pengaman yang terdiri dari sederetan sekering dan interlock


sebagai pengaman dari kerja abdnormal alat (hubung singkat dan beban
lebih)
7. Elemen pemanas Grill

Kerena Oven microwave yang kita bahas ini dapat berfungsi sebagai
pemanggang, maka alat ini dilengkapi dengan pemanggang, seperti
gambar diatas

8. Ventilasi

25
Agar pemanas tersebut dapat bekerja dengan baik, bagian atas alat diberi
Ventilasi secara memadai. Perlu diketahui bahwa alat ini berfungsi sebagai
microwave juga, maka alat ini dilengkapi juga dengan ventilasi dengan
screen untuk mencegah gelombang micro keluar atau masuk ruangan
dalam.

Bagian dalam terlihat dari samping

Terdapat sebuah ventilasi. Ini merupakan fasilitas untuk keperluan oven


konversi. melalui lubang inilah panas dihembuskan ke dalam ruangan
masak.

 Prinsip kerja Oven Microwave

Arus masuk dari sumber, arus listrik akan mengalir ke alat melalui sekering dan
rangkaian pengaman lain. Dalam keadaan normal, arus listrik mengalir melalui
rangkaian interlock dan timer. Pada saat akan menggunakannya, pintu Oven
microwave harus ditutup sehingga arus listrik mengalir melalui sederetan saklar
interlock tersebut.Kemudian timer dan operasi starting menyambungkan
rangkaian kontrol dengan sumber tegangan . sehingga membuat rangkaian kontrol
menjadi aktif. Pada umumnya, sistem kontrol ini terdiri dari relai elektromekanik
atau saklar elektronik (transistor).

26
Jika rangkaian sistem dalam keadaan baik, rangkaian kontrol akan
membangkitkan sinyal yang mengaktifkan relay elektromagnetik dan komponen
elektronik Triac sehingga menyalurkan dan menghubungkan tegangan ke trafo
on-off dari sinyal kontrol tabung mangnetron sehingga mengatur daya keluaran
dari oven mikrowave

Daya tegangan tinggi

Tegangan tinggi diperoleh oleh Trafo step up, rangkaian dioda dan
kapasitor, dari tegangan rumah tangga 200/220V menjadi teggangan super tinggi
3000V. Tegangan tinggi ini sangat berbahaya bagi masnusia, jadi harus benar-
benar hati-hati dalam menggunakannya. Namun, tegangan tinggi itu sangat
dibutuhkan oleh magnetron untuk menjalankan fungsinya, yaitu mengubah
tegangan tinggi menjadi energi elektromagnetik

27
Energi gelombang mikro ditransfer ke saluran logam yang disebut pengarah
gelombang (wave Guide), yang mensuplay energi kedalam ruang masak
mengarah pada wadah masakan yang diputar secara pelan.
 Cara kerja

Microwave bekerja dengan cara memancarkan radiasi gelombang mikro melalui


makanan. Gelombang mikro tersebut memicu molekul air dalam makanan saling
bergesekan sehingga dapat memproduksi panas yang mematangkan makanan.
Oleh karena itu, makanan yang memiliki kandungan air tinggi seperti sayuran
dapat lebih cepat matang. Panas yang diproduksi dari molekul air ini juga
menyebabkan panas tidak akan diserap oleh wadah makanan dari bahan gelas,
plastik khusus, dan keramik. Wadah akan tetap terasa hangat, tetapi suhunya
tidak sepanas makanan. Di dalam microwave juga terdapat piring besar yang
memutar. Piring ini akan memutar makanan selama proses agar mendapatkan
panas yang merata keseluruh bagiannya.

28
2.5.6. AC

Air Conditioner merupakan seperangkat alat yang mampu mengkondisikan ruangan


yang kita inginkan, terutama mengkondisikan ruangan menjadi lebih rendah suhunya
dibanding suhu lingkungan sekitarnya. Seperangkat alat tersebut
diantaranya kompresor, kondensor, orifice tube, evaporator, katup ekspansi, dan
evaporator dengan penjelasan sebagai berikut :

a) Kompresor :

Kompresor adalah power unit dari sistem sebuah AC. Ketika AC dijalankan,
kompresor mengubah fluida kerja/refrigent berupa gas dari yang bertekanan
rendah menjadi gas yang bertekanan tinggi. Gas bertekanan tinggi kemudian
diteruskan menuju kondensor.

b) Kondensor :

Kondensor adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengubah/mendinginkan


gas yang bertekanan tinggi berubah menjadi cairan yang bertekanan tinggi.
Cairan lalu dialirkan ke orifice tube.

c) Orifice Tube :

29
Di mana cairan bertekanan tinggi diturunkan tekanan dan suhunya menjadi
cairan dingin bertekanan rendah. Dalam beberapa sistem, selain memasang
sebuah orifice tube, dipasang juga katup ekspansi.

d) Katup ekspansi :

Katup ekspansi, merupakan komponen terpenting dari sistem. Ini dirancang


untuk mengontrol aliran cairan pendingin melalui katup orifice yang merubah
wujud cairan menjadi uap ketika zat pendingin meninggalkan katup pemuaian
dan memasuki evaporator/pendingin

e) Evaporator/pendingin :

Refrigent menyerap panas dalam ruangan melalui kumparan pendingin dan


kipas evaporator meniupkan udara dingin ke dalam ruangan. Refrigent dalam
evaporator mulai berubah kembali menjadi uap bertekanan rendah, tapi masih
mengandung sedikit cairan. Campuran refrigent kemudian masuk ke
akumulator / pengering. Ini juga dapat berlaku seperti mulut/orifice kedua bagi
cairan yang berubah menjadi uap bertekanan rendah yang murni, sebelum
melalui kompresor untuk memperoleh tekanan dan beredar dalam sistem lagi.
Biasanya, evaporator dipasangi silikon yang berfungsi untuk menyerap
kelembapan dari refrigent.

Jadi, cara kerja sistem AC dapat diuraikan sebagai berkut :

30
Kompresor yang ada pada sistem pendingin dipergunakan sebagai alat untuk
memampatkan fluida kerja (refrigent), jadi refrigent yang masuk ke dalam kompresor
dialirkan ke condenser yang kemudian dimampatkan di kondenser. Di bagian kondenser
ini refrigent yang dimampatkan akan berubah fase dari refrigent fase uap menjadi
refrigent fase cair, maka refrigent mengeluarkan kalor yaitu kalor penguapan yang
terkandung di dalam refrigent. Adapun besarnya kalor yang dilepaskan oleh kondenser
adalah jumlahan dari energi kompresor yang diperlukan dan energi kalor yang diambil
evaparator dari substansi yang akan didinginkan. Pada kondensor tekanan refrigent yang
berada dalam pipa-pipa kondenser relatif jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan
refrigent yang berada pada pipi-pipa evaporator. Setelah refrigent lewat kondenser dan
melepaskan kalor penguapan dari fase uap ke fase cair maka refrigent dilewatkan
melalui katup ekspansi, pada katup ekspansi ini refrigent tekanannya diturunkan
sehingga refrigent berubah kondisi dari fase cair ke fase uap yang kemudian dialirkan
ke evaporator, di dalam evaporator ini refrigent akan berubah keadaannya dari fase cair
ke fase uap, perubahan fase ini disebabkan karena tekanan refrigent dibuat sedemikian
rupa sehingga refrigent setelah melewati katup ekspansi dan melalui evaporator
tekanannya menjadi sangat turun. Hal ini secara praktis dapat dilakukan dengan jalan

31
diameter pipa yang ada dievaporator relatif lebih besar jika dibandingkan dengan
diameter pipa yang ada pada kondenser. Dengan adanya perubahan kondisi refrigent
dari fase cair ke fase uap maka untuk merubahnya dari fase cair ke refrigent fase uap
maka proses ini membutuhkan energi yaitu energi penguapan, dalam hal ini energi yang
dipergunakan adalah energi yang berada di dalam substansi yang akan didinginkan.
Dengan diambilnya energi yang diambil dalam substansi yang akan didinginkan
maka enthalpi substansi yang akan didinginkan akan menjadi turun, dengan turunnya
enthalpi maka temperatur dari substansi yang akan didinginkan akan menjadi turun.
Proses ini akan berubah terus-menerus sampai terjadi pendinginan yang sesuai dengan
keinginan. Dengan adanya mesin pendingin listrik ini maka untuk mendinginkan atau
menurunkan temperatur suatu substansi dapat dengan mudah dilakukan.

Kunci utama dari AC adalah refrigerant, yang umumnya adalah fluorocarbon, yang
mengalir dalam sistem, menjadi cairan dan melepaskan panas saat dipompa (diberi
tekanan), dan menjadi gas dan menyerap panas ketika tekanan dikurangi. Mekanisme
berubahnya refrigerant menjadi cairan lalu gas dengan memberi atau mengurangi
tekanan terbagi mejadi dua area: sebuah penyaring udara, kipas, dan cooling coil
(kumparan pendingin) yang ada pada sisi ruangan dan sebuah kompresor (pompa),
condenser coil (kumparan penukar panas), dan kipas pada jendela luar.

Udara panas dari ruangan melewati filter, menuju ke cooling coil yang berisi cairan
refrigerant yang dingin, sehingga udara menjadi dingin, lalu melalui teralis/kisi-kisi
kembali ke dalam ruangan. Pada kompresor, gas refrigerant dari cooling coil lalu
dipanaskan dengan cara pengompresan. Pada condenser coil, refrigerant melepaskan
panas dan menjadi cairan, yang tersirkulasi kembali ke cooling coil. Sebuah thermostat
mengontrol motor kompresor untuk mengatur suhu ruangan.

 Entalphi adalah istilah dalam termodinamika yang menyatakan jumlah energi


internal dari suatu sistem termodinamika ditambah energi yang digunakan untuk
melakukan kerja.

32
 Fluorocarbon adalah senyawa organik yang mengandung 1 atau lebih atom
Fluorine. Lebih dari 100 fluorocarbon yang telah ditemukan. Kelompok Freon
dari fluorocarbon terdiri dari Freon-11 (CCl3F) yang digunakan sebagai bahan
aerosol, dan Freon-12 (CCl2F2), umumnya digunakan sebagai bahan refrigerant.
Saat ini, freon dianggap sebagai salah satu penyebab lapisan Ozon Bumi menajdi
lubang dan menyebabkan sinar UV masuk. Walaupun, hal tersebut belum terbukti
sepenuhnya, produksi fluorocarbon mulai dikurangi.

 Thermostat pada AC beroperasi dengan menggunakan lempeng bimetal yang


peka terhadap perubahan suhu ruangan. Lempeng ini terbuat dari 2 metal yang
memiliki koefisien pemuaian yang berbeda. Ketika temperatur naik, metal
terluar memuai lebih dahulu, sehingga lempeng membengkok dan akhirnya
menyentuh sirkuit listrik yang menyebabkan motor AC aktif/jalan.

2.5.7. Vacum Cleaner

Gambar prinsip kerja vacuum cleaner

 Prinsip kerja dari vacuum cleaner ini dengan cara memanfaatkan


perbedaantekanan
 Fan (kipas) akan mengurangi tekanan didalam vacuum cleaner sehingga
terjadi vacuum (ruang hampa)
33
 Tekanan Atmosfir akan mendorong udara luar kedalam vacuum cleaner
sehingga debu akan ikut terhisap masuk kedalam kantong debu didalam
vacuum cleaner
 Debu dan udara yang terhisap melalui penyedot (intake port) melewati
penyaring (filter). Debu ditampung di kantong debu (dust bag) dan udara
dibuang dalam keadaan bersih ke atmosfir setelah melewati penyaring.

34
BAB III

PENUTUP
3.1. Kesimpulan

35