Anda di halaman 1dari 29

2.

1 Skenario kasus
Ny. Lina, 29 tahun, mendatangi Puskesmas dengan suaminya. Mereka telah
menikah dan berupaya untuk mendapatkan anak selama 3 tahun tetapi selalu gagal. Ny.
Lina memiliki siklus menstruasi yang normal, tidak ada riwayat perdarahan antara 2
siklus haid dan tidak ada perdarahan setelah senggama. Ada rasa nyeri saat menstruasi,
ada riwayat alergi makanan ikan laut, pernah hamil 3 bulan saat usia pernikahan 9 bulan
tetapi terjadi keguguran. Makmun, suaminya (32 tahun) merupakan karyawan bank. Ada
riwayat gondongan pada usia 5 tahun disertai pembengkakan pada buah zakar kiri dan
operasi usus turun pada kantong buah zakar sebelah kanan usia 24 tahun. Pasangan ini
menikmati hubungan seks secara teratur

Istri:
- Pemeriksaan fisik: normal
- Pemeriksaan laboratorium: Hb 11 g/dl; WBC 8.000/mm3; RBC 4,3 x 106/mm3; Ht 36
vol%; Platelets 250.000/mm3; LED 15 mm/jam; Golongan Darah A Rh (+); Apusan
Darah Tepi: Normal, Urin: Normal.
Suami:
- Pemeriksaan fisik umum : TB = 175 cm; BB = 72 kg; BMI = 23 kg/m 2; TD = 120/80
mmHg; Nadi = 76x/m; RR = 20x/m.
- Pemeriksaan fisik khusus:
Pemeriksaan abdomen ada parut di daerah abdomen dextra bawah.
Pemeriksaan Genitalia:
Penis : normal; testes dextra: 15 ml, konsistensi normal; testes sinistra: 8 ml, konsistensi
keras normal; skrotum: tidak ada varicocele.
- Pemeriksaan laboratorium : Hb 15 g/dl; WBC 8.000/µl; RBC 4,3 x 106/µl; Ht 42
vol%; Platelets 350.000/µl; LED 6 mm/jam; Golongan Darah O Rh (+); Apusan
Darah Tepi: Normal. Kimia Darah: Normal, Urin: Normal.
- Pemeriksaan penunjang:
Analisis Semen: volume = 4,5 ml; jumlah sperma = 0,1 x 106/ml; motilitas forward
progression 12%; morfologi bentuk normal 5%.
Setelah mengetahui bahwa sperma suaminya tidak baik, hubungan Ny. Lina
dengan suaminya mulai kurang harmonis dan Ny. Lina mulai tidak aktif lagi dalam
kegiatan sosial di lingkungan keluarga dan tempat mereka tinggal.
2.2 Identifikasi Masalah
1. Ny. Lina, 29 tahun, mendatangi Puskesmas dengan suaminya. Mereka telah menikah
dan berupaya untuk mendapatkan anak selama 3 tahun tetapi selalu gagal.
2. Ny. Lina memiliki siklus menstruasi yang normal, tidak ada riwayat perdarahan
antara 2 siklus haid dan tidak ada perdarahan setelah senggama. Ada rasa nyeri saat
menstruasi, ada riwayat alergi makanan ikan laut
3. Pernah hamil 3 bulan saat usia pernikahan 9 bulan tetapi terjadi keguguran
4. Makmun, suaminya (32 tahun) merupakan karyawan bank. Ada riwayat gondongan
pada usia 5 tahun disertai pembengkakan pada buah zakar kiri dan operasi usus turun
pada kantong buah zakar sebelah kanan usia 24 tahun.
5. Pasangan ini menikmati hubungan seks secara teratur.
6. Istri:
Pemeriksaan fisik: normal
Pemeriksaan laboratorium: Hb 11 g/dl; WBC 8.000/mm3; RBC 4,3 x 106/mm3; Ht 36
vol%; Platelets 250.000/mm3; LED 15 mm/jam; Golongan Darah A Rh (+); Apusan
Darah Tepi: Normal, Urin: Normal.
7. Suami:
Pemeriksaan fisik umum : TB = 175 cm; BB = 72 kg; BMI = 23 kg/m 2; TD =
120/80 mmHg; Nadi = 76x/m; RR = 20x/m.
Pemeriksaan fisik khusus:
Pemeriksaan abdomen ada parut di daerah abdomen dextra bawah.
Pemeriksaan Genitalia:
Penis : normal; testes dextra: 15 ml, konsistensi normal; testes sinistra: 8 ml,
konsistensi keras normal; skrotum: tidak ada varicocele.
Pemeriksaan laboratorium : Hb 15 g/dl; WBC 8.000/µl; RBC 4,3 x 106/µl; Ht 42
vol%; Platelets 350.000/µl; LED 6 mm/jam; Golongan Darah O Rh (+); Apusan
Darah Tepi: Normal. Kimia Darah: Normal, Urin: Normal.
Pemeriksaan penunjang:
Analisis Semen: volume = 4,5 ml; jumlah sperma = 0,1 x 106/ml; motilitas forward
progression 12%; morfologi bentuk normal 5%.
8. Setelah mengetahui bahwa sperma suaminya tidak baik, hubungan Ny. Lina dengan
suaminya mulai kurang harmonis dan Ny. Lina mulai tidak aktif lagi dalam kegiatan
sosial di lingkungan keluarga dan tempat mereka tinggal.
2.3 Analisis Masalah
1. Ny. Lina, 29 tahun, mendatangi Puskesmas dengan suaminya. Mereka telah menikah
dan berupaya untuk mendapatkan anak selama 3 tahun tetapi selalu gagal.
a. Bagaimana anatomi dan fisiologi organ reproduksi wanita ?
Jawab :

Vagina

Vagina merupakan suatu saluran otot yang terbentang keatas dan belakang
darri vulva sampai uterus, panjang vagina kurang lebih 8 cm, daerah lumen vagina
yang mengelilingi cervix dibagi atas 4 daerah yaitu: pars anterior, posterior, lateral
dextra, lateral sinistra.

Fisiologi Vagina

Vagina tidak hanya sebagai saluran kelamin pada perempuan, tetapi juga
merupakan saluran ekskresi untuk menstruasi.
Perdarahan Vagina

Arteri:arteria vaginalis, cabang arteria iliaca interna dan ramus vaginalis


arteria uterine

Venae:vena vagina membentuk sebuah plexus venosus vaginalis disekeliling


vagina dan bermuara ke vena iliaca interna

Uterus

Uterus merupakan organ berongga yang berbentuk buah pir dan berdinding
tebal. Pada orang dewasa muda nullipara. Panjang uterus 8cm, lebar 5cm, dan tebal
2,5cm. uterus dibagi menjadi tiga yaitu: fundus, corpus, dan servix uteri.

Fungsi uterus

Berfungsi sebagai tempat untuk menerima mempertahankan dan member


makan ovum yang telah dibuahi

Perdarahan

Arteri:arteri uterine cabang arteria iliaca interna, arteri uterine sampai ke


uterus dengan berjaln ke medial dibasis ligamentum latum. Arteri ini menyilang
tegak lurus diatas ureter dan mencapai servix setinggi ostium histologicum uteri
internum. Arter uterine sebelumnya berjalan ke atas disepanjang margo lateralis
uterus didalam ligamentum latum dan akhirnya beranastomosis dengan arteria
ovarica yang juga membantu memberikan suplai darah bagi uterus. Arteria uterine
bercabang menjadi sebuah cabang kecil yang berjalan turun untuk memperdarahi
cervis dan vagina

Vena:vena uterine mengikuti arteria uterine dan bermuara ke dalam vena


iliaca interna.

Tuba

Terdapat dua buah tuba uterine, setiap tuba uterine mempunyai panjang
sekitar 10cm dan terletak pada pinggir atas ligamentum latum. Tuba uterine terbagi
menjadi 4 bagian:infundibulum tuba uterine, ampulla tuba uterine, isthmus tuba
uterine, pars uterine.

Fisiologi tuba uterine

Tuba uterine menerima ovum dari ovarium yang merupakan tempat


terjadinya fertilisasi(biasanya di ampula tuba). Tuba uterine menyadiakan makanan
untuk ovum yang telah difertilisasi dan membawa ovum yang telah kedalam cavitas
uteri. Tuba uterine juga merupakan saluran yang dilalui oleh spermatozoa untuk
mencapai ovum.

Perdarahan

Arteria:arteri uterine, dan arteria ovarica. Vena;vena mengikuti arteria

Ovarium

Masing-masing ovarium bentuk oval berukuran 4x2 cm dilekatkan pada


bagian belakang ligamentum latum oleh mesovarium, ovarium dikelilingi oleh
capsula fibrosa tipis yang disebut tunica albuginea.

Fisiologis ovarium

Ovarium merupakan organ yang bertanggung jawab terhadap produksi sel


benih permpuan yang disebut ovum dan hormone sex perempuan, estrogen dan
progesterone pada perempuan dewasa.

Perdarahan

Arteria:arteria ovarica yang berasal dari aorta abdominalis setinggi vertebra


lumbalis satu

Venae:vena ovarica dextra bermuara kevena cava inferior sedangkan arteria


ovarica sinistra kevena renalis sinistra.

(Sumber : Snell, Richard S., Sugiarto, L., 2006)


b. Apa makna sudah menikah 3 tahun belum mempunyai anak ?
Jawab :
Infertilitas
Pasangan usia subur (PUS) dikatakan mengalami infertilitas bila tidak terjadi
konsepsi/ kehamilan setelah melakukan koitus secara teratur tanpa kontrasepsi
selama 1 tahun.
c. Apa hubungan usia dengan belum mempunyai anak selama 3 tahun ?
Jawab :
Hubungan usia terutama istri sangat menentukan besarnya kesempatan
pasangan suami Istri untuk mendapatkan keturunan.Terdapat hubungan yang
terbalik antara bertambahnya usia istri dengan penurunan kemungkinan untuk
mengalami kehamilan. Sembilan puluh empat persen perempuan subur di usia 35
tahun atau 77% perempuan subur di usia 38 tahun akan mengalami
kehamilan.dalam kurun waktu 3 tahun lama pernikahan. Ketika usia istri nencapai
40 tahun maka kesempatan untuk hamil. Hanya sebesar lima persen perbulan
dengan kejadian kegagalan sebesar 34-52%. Jadi dalam kasus ini tidak ada
hubungan karena pada usia ny.lina 29 tahun termasuk usia subur.

(Sumber : Anwar, Mochamad. 2011)

d. Apa saja faktor penyebab sulit (belum) mempunyai anak ?


Jawab :
Pada wanita faktor penyebab infertilitas dibagi menjadi dua yaitu faktor
non-organik dan faktor organik.

1. Non-Organik
a. Usia
Usia istri sangat menentukan besarnya kesempatan pasangan suami istri
untuk mendapatkan keturunan. Sembilan puluh empat persen (94%) perempuan
subur di usia 35 tahun atau 77% perempuan subur di usia 38 tahun akan
mengalami kehamilan dalam kurun waktu 3 tahun pernikahan. Apabila usia telah
40 tahun maka kemungkinan tersebut akan menurun
b. Frekuensi Senggama
Angka kejadian kehamilan mencapai puncaknya ketika pasangan suami
istri melakukan hubungan suami istri dengan frekuensi 2-3 kali seminggu
c. Pola Hidup
 Merokok
Dari beberapa penelitian dijumpai bahwa merokok dapat menurunkan
fertilitas perempuan, penurunan fertilitas juga terjadi pada perokok pasif
 Berat Badan
Perempuan dengan indeks massa tubuh yang lebih dari 29 (obesitas) terbukti
mengalami keterlambatan hamil

2. Organik
a. Masalah Vagina
 Vaginismus : adanya rasa nyeri saat penis akan melakukan penetrasi
ke dalam vagina
 Vaginitis : infeksi klamidia trakomatis memiliki kaitan yang erat
dengan infertilitas melalui kerusakan tuba yang dapat ditimbulkannya.
b. Masalah Uterus
 Faktor Serviks
 Faktor cavum uteri
 Faktor miometrium
c. Masalah Tuba
Kelainan tuba yang seringkali dijumpai pada penderita infertilitas adalah
sumbatan tuba baik pada pangkal, bagian tengah tuba, maupun pada ujung distal
dari tuba.
d. Masalah Ovarium
Sindroma ovarium polikistik merupakan gangguan ovulasi utama yang
seringkali dijumpai pada kasus infertilitas
e. Masalah Peritoneum
Masalah yang sering dikaitkan antara faktor peritoneum dengan infertilitas
adanya faktor endometriosis. Endometriosis dijumpai sebesar 25-40% pada
perempuan dengan masalah infertilitas dan dijumpai sebesar 2-5% pada populasi
umum

Sedangkan pada lelaki faktor penyebab infertilitas adalah:

- Jumlah sperma, kemampuan sperma bergerak, kemampuan untuk membuahi


sel telur
- Produksi sperma yang abnormal karena UDT, ataupun infeksi berulang
- Masalah pengiriman sperma seperti ejakulasi dini
- Gaya hidup : alkohol, merokok, dan obat-obatan
- Overexposure lingkungan tertentu, misalnya sering terpapar panas seperti
disauna atau bak air panas sehingga suhu tubuh inti meningkat dan dapat
mengganggu produksi sperma dan menurunkan jumlah sperma

2. Ny. Lina memiliki siklus menstruasi yang normal, tidak ada riwayat perdarahan
antara 2 siklus haid dan tidak ada perdarahan setelah senggama. Ada rasa nyeri saat
menstruasi, ada riwayat alergi makanan ikan laut.
a. Bagaimana siklus menstruasi normal ?
Jawab :
Siklus menstruasi dimulai dari peningkatan FSH, LH yang menyebabkan
stimulasi folikel sekunder menjadi folikel matang, antara sekian banyak folikel
sekunder akan ada satu folikel sekunder yang menerima stimulasi dari FSH yang
memyebabkan folikerl sekunder ini berubah menjadi folikel dominan(folikel
de’graf).

Folikel dominan ini akan mengeluarkan estrogen yang berfungsi untuk


meningkatkan LH dan folikel dominan ini juga akan mengeluarkan zat inhibitor
yang berfungsi untuk mengahalangi folikel sekunder menjadi dominan, estrogen
yang dihasilkan oleh folikel dominan ini memacu meningkatnya LH pada
puncaknya yang menyababkan terjadinya ovulasi, setalah ovulasi pada siklus
menstruasi tidak terjadi fertilisasi yang menyebabkan korpus luteum degenerasi
yang akan menyababkan progesterone menurun, jika progesterone menurun maka
akan terjadi peluruhan dinding endometrium terjadilah menstruasi.
(Sumber : Sherwood, Lauralee. 2011)

b. Apa hubungan alergi Ny. Lina dengan keluhan ?


Jawab :
Ikan laut mengandung Asam lemak seperti EPA dan DHA (minyak ikan)
yang bagus untuk kesuburan (KPI : 2013). Nah dengan jarang mengkonsumsi
ikan maka akan mengakibatkan terjadinya peningkatan resiko kekurangan EPA
dan DHA tubuh. Dengan kekurangan tersebut maka akan mengganggu keseburan
seseorang.

Pada wanita dengan riwayat alergi (atopi) didapatkan Th2 yang


hipoaktif.dimana Th2 berfungsi untuk mencegah penolakan janin oleh Th1.
jadi,ketika Th1 lebih aktif dari pada Th2 maka akan terjadi penyerangan /
penolakan terhadap fetus. Hal ini lah yang mengakibatkan terjadinya infertilitas.

Selain itu adanya peran dari HLA-G (Human Leukosit Antigen) .HLA-G
dikeluarkan oleh plasenta dan memerankan banyak factor yang terlibat selama
hamil.fungsinya untuk immunomodulatory interaksi dengan sel imun yang
berbeda dan memungkinkan migrasi selama perkembangan plasenta.HLA-G
berikatan untuk reseptor immunoglobulin (ILT-2) ,ILT-4,dan the killer
immunoglobulin-like receptor 2 (KIR2DL4).

Selama kehamilan,fungsi dari regulasi sel imun harus sesuai untuk


penerimaan fetus. Fetus menunjukan antigen yang dibawa oleh ayah yang terdapat
di permukaan sel. normalnya,ibu akan menerima fetus dengan cara sel tropoblast
memiliki tingginya HLA-A dan B dan HLA-G yang mengakibatkan perubahan
respon sel imun berubah dari Th1 menjadi Th2. Sehingga tidak terjadi penolakan
pada janin.

dalam kasus ini, Adanya riwayat alergi (atopi) pada wanita akan
mengakibatkan Th2 menjadi hipoaktif,sehingga terjadi penolakan terhadap janin.
Hal ini lah yang mengakibatkan infertilitas dan abortus.
(Sumber : Hanzlikova Jana,dkk.2009)

c. Apa faktor penyebab nyeri saat menstruasi ?


Jawab :

Disminore primer:

1. Faktor endokrin

Pada umumnya dikaitkan dengan kontraksi usus yang tidak baik. Hal ini
sangat erat kaitannya dengan pengaruh hormonal. Semakin tinggi prostaglandin ,
menyebabkan terjadinya kontraksi uterus yang tidak terkoordinasi sehingga
menyebabkan disminore.

2. Faktor psikologis

Terjadinya emosi yang tidak stabil, menyebabkan ambang rasa nyeri


menurun à menyebabkan nyeri

Disminore Sekunder:

1. Faktor konstitusi seperti anemia, pemasangan KB IUD, terdapat benjolan yang


menyebabkan perdarahan, tumor/fibroid

2. Endometriosis adanya pertumbuhan jaringan endometrium diluar rongga rahim

3. Anomali uterus konginetal, seperti rahim terbalik, peradangan selaput lendir


rahim.

(Sarwono, 2010)

d. Apa makna tidak ada perdarahan setelah senggama ?


Jawab :
Menyingkirkan adanya gangguan pada serviks (porsio)
e. Apa makna tidak ada riwayat perdarahan diantara dua siklus haid ?
Jawab :
Normal, tidak ada gangguan pada siklus haid seperti, menoragia,
metroragia ataupun menometroragi

3. Pernah hamil 3 bulan saat usia pernikahan 9 bulan tetapi terjadi keguguran
a. Apa makna pernah hamil 3 bulan saat usia pernikahan 9 bulan terjadi keguguran ?
Jawab :
Infertilitas dikatakan sebagai infertilitas primer jika sebelumnya pasangan
suami istri belum pernah mengalami kehamilan walaupun sudah melakukan
senggama secara teratur dan tanpa menggunakan alat kontrasepsi selama 1 tahun
atau lebih. Sementara itu dikatakan infertilitas sekunder jika pasangan suami istri
gagal untuk memperoleh kehamilan setelah 1 tahun pascapersalinan atau
pascaabortus, tanpa menggunakan kontrasepsi apapun dan melakukan senggama
secara teratur.
Jadi, pada kasus ini maknanya adalah infertilitas sekunder
(Sarwono Prawirohardjo, 2011)

b. Apa saja penyebab keguguran ?


Jawab :
Faktor faktor yang dapat menyebabkan abortus, yaitu :
Faktor janin
kelainan paling sering pada abortus adalah gangguan pertumbuhan zigot,
embrio, janin, atau plasenta. Kelainan tersebut biasanya menyebabkan terjadinya
abortus pada trimester pertama, yakni :
1) Kelainan telur, telur kosong (Blighted ovum), kerusakan embrio, atau kelainan
kromosom (monosomi, trisomi, poliploidi).Embrio dengan kelainan lokal
2) Kelainan dalam pembentukkan plasenta (hipoplasi trofoblas)
Faktor maternal
Infeksi – infeksi maternal membawa resiko bagi janin yang sedang
berkembang, terutama pada akhir trimester pertama atau awal trimester kedua.
Tidak diketahui penyabab kematian janin secara pasti, apakah janin terinfeksi atau
toksin yang dihasilkan oleh mikroorganisme penyebab. Penyakit – penyakit yang
dapat menyebabkan Abortus :
1) Virus misalnya rubella, sitomegalovirus, virus herpes simplex, varicella
zoster, campak, hepatitis, polio dan ensefalomielitis.
2) Bakteri misalnya Salamonella typhi.
3) Parasit misalnya toxoplasma gondii, plasmodium
4) Penyakit vaskular misalnya hipertensi vaskular
5) Kelainan endokrin
6) Faktor imunologis
7) Trauma
8) Kelainan Uterus
ikan laut banyak mengandung vit D, kekurangan vitamin D dapat
menurunkan tingkat kesuburan 75%. Vitamin D berperan penting dalam
metabolism kalsium di jaringan produksi.

c. Apa definisi dari keguguran ?


Jawab :
Berakhirnnya suatu kehamilan (oleh akibat-akibat tertentu) pada atau
sebelum kehamilan tersebut berusia 22 minggu atau buah kehamilan belum
mampu untuk hidup di luar kandungan.
(Sumber : Saifuddin,Abdul Bari dkk. 2009)
4. Makmun, suaminya (32 tahun) merupakan karyawan bank. Ada riwayat gondongan
pada usia 5 tahun disertai pembengkakan pada buah zakar kiri dan operasi usus turun
pada kantong buah zakar sebelah kanan usia 24 tahun.
a. Bagaimana anatomi dan fisiologi organ reproduksi laki-laki ?
Jawab :
Testes
Testis berbentuk lonjong dengan ukuran sebesar buah zaitun dan terletak
di dalam skrotum. Biasanya testis kiri agak lebih rendah dari testis kanan. Testis
memiliki 2 fungsi, yaitu menghasilkan sperma dan membuat testosteron (hormon
seks pria yang utama).

Perdarahan

Arteri testicularis berasal dari aorta setinggi a.v. renalis (VL-1). A.


testicularis ber-anastomose dengan arteri yang menuju ke vas deferens untuk
memperdarahi vas deferens dan epididymis yang berasal dari a. vesicalis inferior
cabang dari a. iliaca interna. Hubungan silang ini berarti jika dilakukan ligasi a.
testicularis tidak menyebabkan atropi testis.

Plexus venosus pampiniformis akhirnya menjadi satu vena pada daerah


annulus inguinalis superficialis. Pada sisi kanan vena ini mengalirkan darah ke v.
cava inferior dan sisi kiri ke v. renalis.

Aliran Limfatik

Aliran limfatik testis mengikuti ketentuan umum aliran limfatik. Alirannya


bersama-sama aliran vena dan menuju nodus limfaticus para-aorticus setinggi a.v.
renalis. Hubungan bebas terjadi antara aliran limfatik kiri dan kanan, juga terjadi
anastomosis dengan nodus limfaticus intrathoracis-para aorticus dan akhirnya
dengan nodus limfaticus cervicalis, sehingga tidak jarang keganasan pada testis
akhirnya dapat menjalar ke leher.

Persarafan

Serabut-serabut simpatis T-10 melalui plexus renalis dan plexus aorticus.

Struktur

Testis terdiri dari 200-300 lobulus yang masing-masing mengandung satu


hingga tiga tubulus seminiferus. Diantara tubulus ini terdapat sel-sel interstitial
(sel Leydig) yang menghasilkan hormon testosteron saat pubertas. Setiap tubulus
panjangnya sekitar 62 cm (2 kaki) ketika direntangkan dan tubulus-tubulus ini
tergulung serta terbungkus dalam testis. Tubulus-tubulus ini akan beranastomosis
ke posterior menuju ke suatu plexus yang disebut dengan rete testis, kira-kira
selusin tubulus kemudian akan menjadi ductus efferens, menembus tunica
albuginea pada bagian atas dari testis dan melewati caput epididymis. Ductus
efferen bersatu untuk membentuk satu saluran yang berbelit-belit yang merupakan
corpus dan cauda epididymis.

Tubuli recti

Menghubungkan tubulus seminiferus dengan rete testis.

Rete testis

Sesuatu earing ruang-ruang yang mengandung jaringan pengikat dan


mediastinum.

Efferent ductules

Berfungsi untuk mentransfer sperma dan mengambil cairan.

Epididymis
Epididimis terletak di atas testis dan merupakan saluran sepanjang 6
meter. Epididimis mengumpulkan sperma dari testis dan menyediakan ruang serta
lingkungan untuk proses pematangan sperma.

Vas deferens

Merupakan saluran dengan panjang 45 cm (18 inci)—suatu panjang yang


mengingatkan pada panjang ductus thoracicus, medulla spinalis, os femur, dan
jarak antara gigi seri dan cardia gaster.

Vas deferens berjalan dari cauda epididymis melalui scrotum menuju


canalis inguinalis dan kemudian berada di dinding lateral pelvis. Di sini vas
deferens tepat di bawah peritoneum pada dinding lateral pelvis, meluas menuju
tuberositas ischiadica kemudian mengarah ke medial menuju basis vesica urinaria.
Di sini vas deferens bergabung dengan vesicula seminalis yang terletak di
lateralnya untuk membentuk ductus ejaculatorius yang melalui glandula prostat
untuk membuka ke urethra pars prostatica.

(Sumber : Snell, Richard S., Sugiarto, L., 2006)

b. Apa hubungan riwayat gondongan pada usia 5 tahun disertai pembengkakan pada
buah zakar kiri ?
Jawab :
Hubungan gondongan dengan pembengkakan pada buah zakar kiri adalah
gondongan (parotitis) dapat berkomplikasi ke testis dan menyebabkan orchitis,
dimana manifestasi klinis dari orchitis tersebut adalah membengkaknya testis.
Untuk hubungan keluhan infertil, orchitis yang tidak ditatalaksana dengan baik,
dapat menyebabkan atrofi testis, dimana atrofi testis akan berdampak pada sperma
yang tidak kompeten untuk melakukan pembuahan sehingga infertil.

Faktor predisposisi (virus (paling sering Mumps), bakteri, trauma) 


penularan (STD, ascending, hematogen, lymphogen)  viremia (virus ikut
bersirkulasi dalam darah)  testis terinfeksi  orchitis  sel-sel yang rusak
menstimulasi  aktivitas sel-sel imun dan mediator inflamasi  release mediator
inflamasi (histamine, prostaglandin, bradikinin, dan leukotrien)  inflamasi
parenkim testis  histamine dan bradikinin meningkatkan permeabilitas vaskuler
 kompensasi sel imun dan cairan plasma keluar dari vaskuler menuju interstisial
 aktivasi sel imun  kerusakan tubulus seminiferus  rusaknya jaringan
interstitial testis (sel leydig) dan sel sertoli  rusaknya sel leydig, mengakibatkan
produksi testosterone menurun / (-)  gangguan spermatogenesis  infertilitas

c. Apa penyebab dari pembengkakan pada buah zakar kiri ?


Jawab :
- Orchitis
- Tuberculosis
- Neoplasma testis
- infeksi parotitis yang menyebar secara hematogen

d. Apa dampak kasus (gondongan, pembengkakan pada buah zakar kiri, oerasi usus
turun pada kantong buah zakar sebelah kanan) dengan infertilitas ?
Jawab :
Gondongan dan pembengkakan buah zakar kiri berdampak pada produksi
sperma yang berkurang, dan hernia →tekanan pada vena dan arteri di inguinalis
meningkat dan terjadi bendungan vena dan arteri→darah merembes→testis
kekurangan suplai darah→resiko infertile.
5. Pasangan ini menikmati hubungan seks secara teratur.
a. Apa makna pasangan ini memiliki hubungan seks secara teratur ?
Jawab :
Faktor penyebab infertilitas salah satunya adalah frekuensi senggama,
dimana frekuensi senggama teratur kurang lebih 2-3 kali seminggu. Pada kasus ini
infertilitas kemungkinan disebabkan bukan oleh faktor frekuensi senggama
(Sarwono Prawirohardjo, 2011)

b. Bagaimana proses fertilisasi ovum dengan sperma ?


Jawab :
Ovum dilepaskan oleh ovarium kemudian disapu oleh mikrofilamen-
mikrofilamen fimbriae kearah tuba. Ovum ini ditengahnya ada nukleus yang
berada dalam metafase pada pembelahan pematangan kedua, terapung-apung
dalam dalam sitoplasma yang kekuningan (vitelus). Ovum dilingkari oleh zona
pelucida dan sel corona radiata yang berada di luar zona pelucida.

Jutaan spermatozoa ditumpahkan diforniks vagina dan disekitar portio saat


coitus. Hanya beberapa ratus ribu spermatozoa dapat terus ke cavum uteri dan
tuba dan hanya beberapa ratus yang dapat sampai kebagian ampula tuba dimana
spermatozoa dapat memasuki ovum yang siap dibuahi. Hanya satu spermatozoa
yang punya kemampuan untuk membuahi. Pada spermatozoa ditemukan kenaikan
konsentrasi DNA dinuclusnya dan caputnya lebih mudah menembus dinding
ovum. Untuk mencapai ovum spermatozoa harus melewati corona radiata dan
zona pelucida (suatu bentuk glikoprotein ekstraselular) yaitu 2 lapisan yang
menutupi dan mencegah ovum mengalami fertilisasi lebih dari satu spermatozoa.
Dikepala spermatozoa ada komplemen khusus yang mengikat ZP3 glikoprotein
dizona pelucida yang memicu akrosom melepas enzim yang membantu
spermatozoa menembus zona pelucida.

Saat spermatozoa menembus pelucida terjadi reaksi korteks ovum


sehingga ovum berfusi dengan membran plasma sel sehingga enzim dengan
granula dikeluarkan mengakibatkan glikoprotein berkaitan satu sama lain
membentuk materi yang keras dan tidak dapat ditembus oleh spermatozoa lagi.
Spermatozoa yang telah masuk ke vitelus mitokondrianya berdegenerasi.
Spermatozoa ini membangkitkan nukleus ovum yang masih metafase tadi untuk
proses pembelahan selanjutnya (meiosis kedua). Sesudah melewati stadium
anafase, telofase kemudian polar body menuju perivitelina dan sekarang ovum
hanya punya pronucleus haploid, begitu pula dengan spermatozoa yang haploid.
Sehingga kedua pronukleus saling berdekatan membentuk zigot yang terdiri atas
bahan genetik.

Setelah pembelahan kematangan, ovum yang matang memiliki 22


kromosom otosom dan 1 kromosom X sedangkan spermatozoa memiliki 22
kromosom otosom dan 1 kromosom X atau 1 kromosom Y. Zigot hasil
pembuahan yang memiliki 44 kromosom otosom dan 2 kromosom X akan
menjadi perempuan sedangkan 44 kromosom autosom dan kromosom XY akan
menjadi laki-laki. Setelah pembuahan terjadi mualilah pembelahan zigot yang
kemudian melewati beberapa stadium yaitu morula dimana konsepsi besarnya
tetap sama kemudian disalurkan ke pars ismika lalu pars tuba dan kemudian ke
cavumm uteri oleh getaran silia pada permukaan tuba

(Sarwono Prawirohardjo, 2010)

c. Apa syarat pria dan wanita memiliki anak ?


Jawab :
Wanita :
- BBT (basal body tempratur) baik
- Servix mampu menerima sperma
- Hormone fungsi endokrin baik dan tidak ada gangguan
- Tidak ada kelainan dan fisiologi(perubahan vagina, kelainan tuba, dan
endometrium)

Laki –laki :
- Jumlah sperma, kemampuan sperma bergerak, kemampuan untuk membuahi
sel telur baik
- Produksi sperma yang normal
- Masalah pengiriman sperma baik
- Gaya hidup : alkohol, merokok, dan obat-obatan
- Overexposure lingkungan tertentu

6. Istri:
Pemeriksaan fisik: normal
Pemeriksaan laboratorium: Hb 11 g/dl; WBC 8.000/mm3; RBC 4,3 x 106/mm3; Ht 36
vol%; Platelets 250.000/mm3; LED 15 mm/jam; Golongan Darah A Rh (+); Apusan
Darah Tepi: Normal, Urin: Normal.
a. Apa interpretasi dan mekanisme pemeriksaan istri ?
Jawab :
Kasus Normal interpretasi
Hb 11g/dl 11-16g/dl Normal
WBC 8.000/mm3 5.000-10.000 / mm3 Normal
RBC 4,3 x 106mm3 4,0-5,2x106mm3 Normal
Ht 36 vol% 36-40 vol% Normal
Platelets 250.000/mm3 250.000-450.000/mm3 Normal
LED 15 mm/jam 0-15 mm/jam Normal
Golongan darah A Rh (+) Normal Normal
Apusan darah Normal Normal Normal
tepi
Urin Normal Normal Normal

7. Suami:
Pemeriksaan fisik umum : TB = 175 cm; BB = 72 kg; BMI = 23 kg/m2; TD =
120/80 mmHg; Nadi = 76x/m; RR = 20x/m.
Pemeriksaan fisik khusus:
Pemeriksaan abdomen ada parut di daerah abdomen dextra bawah.
Pemeriksaan Genitalia:
Penis : normal; testes dextra: 15 ml, konsistensi normal; testes sinistra: 8 ml,
konsistensi keras normal; skrotum: tidak ada varicocele.
Pemeriksaan laboratorium : Hb 15 g/dl; WBC 8.000/µl; RBC 4,3 x 106/µl; Ht 42
vol%; Platelets 350.000/µl; LED 6 mm/jam; Golongan Darah O Rh (+); Apusan
Darah Tepi: Normal. Kimia Darah: Normal, Urin: Normal.
Pemeriksaan penunjang:
Analisis Semen: volume = 4,5 ml; jumlah sperma = 0,1 x 106/ml; motilitas forward
progression 12%; morfologi bentuk normal 5%.
a. Apa interpretasi dan mekanisme pemeriksaan suami ?
Jawab :

Pem. Fisik Umum Interpretasi Mekanisme


TB = 176 cm, BB obesitas Obesitas pada pria berkaitan
= 72 kg dengan hipogonadotropin-
hipogonadisme. Konsentrasi
serum testosterone bebas
berbanding terbalik dengan berat
badan dan indeks massa tubuh,
perubahan kadar SHBG (Sex
Hormone Binding Globulin) dan
kadar estrogen tinggi karena
meningkatknya aktivitas aromatis
dalam jaringan adiposa.
BMI = 23 kg/m2 Normal, nilai -
normal 18,5-25
kg/m2
TD = 120/80 Normal -
mmHg
Nadi = 76x/m Normal -
RR = 20x/m. Normal -

Pem. Fisik interpretasi Mekanisme


Umum
ada parut Abnormal, Pada 20% sisanya, infertilitas pada pria
didaerah pascaoperasi diakibatkan oleh berbagai faktor,
abdomen dextra hernia scrotalis misalnya adanya gangguan hormon,
bawah kelainan bawaan, pengaruh obat,
gangguan ereksi atau ejakulasi, radiasi,
keracunan pestisida, gangguan
imunologi, operasi di daerah panggul
dan lain sebagainya.
Penis: normal Normal, -
ukuran dan
panjang penis
dalam nilai
normal
testes: dextra Normal, nilai -
15 ml normal: 12-25
konsistensi ml
normal
testis sinistra 8 Abnormal, Virus (paling sering Mumps) 
ml konsistensi riwayat hematogen  menginfeksi kelenjar
keras normal terkena testis  testis terinfeksi  orchitis 
orchitis inflamasi parenkim testis  kerusakan
tubulus seminiferus  infiltrasi ke
limfosit intertisial  reaksi peradangan
 tunika albuginea membentuk barrier
 untuk mencegah edema  tekanan
intratestikular meningkat  atropi
testis  testis sinistra 8 ml konsistensi
keras normal
scrotum: tidak Normal -
ada varicocele

Analisis Interpretasi Mekanisme


Semen
volume = Normal, 2ml-6,5ml Tidak terjadi gangguan
4,5 ml perejakulasi produksi sperma
jumlah Abnormal,  orchitis  inflamasi parenkim
sperma = oligozoosperma, nilai testis  kerusakan tubulus
0,1x106/ml normal 20-150x106/ml seminiferus  rusaknya
motilitas Abnormal,  jaringan interstitial testis (sel
forward astenospermia, nilai leydig) dan sel sertoli 
progression normal: minimal sperma rusaknya sel leydig,
12% bergerak maju ke depan mengakibatkan produksi
atau minimal 8 juta testosterone menurun / (-) 
sperma per ml bergerak gangguan spermatogenesis 
normal maju kedepan jumlah sperma 0,1x106/ml,
morfologi Abnormal,  motilitas forward progression
bentuk teratozospermia, nilai 12%, dan morfologi bentuk
normal 5% normal: Minimal 70% normal 5% 
memiliki bentuk dan oligoteratoastenospermia
struktur normal.

b. Bagaimana mekanisme pemeriksaan suami yang abnormal ?


Jawab :
Mumps -> menyebar secara hematogen -> testis -> orchitis -> reaksi
radang -> pembengkakan -> adanya infeksi akan membuat jaringan rusak selain
itu juga pasien ini ada riwayat operasi usus turun, dimana pada saat operasi
hernia scrotalis ini juga menyebabkan rusaknya jaringan pada testis -> tempat
produksi sperma terganggu -> astenooligozoospermia (jumlah sperma =
100.000/ml ; motilitas 12%; morfologi bentuk normal 5%)
c. Bagaimana cara pemeriksaan organ genitalia laki-laki ?
Jawab :
Inspeksi :

Melihat bagian genitalia laki-laki dari penis sampai skrotum dan daerah
sekitarnya untuk melihat adakah kelainan atau tidak

Palpasi :

Meraba bagian genitalia laki-laki dari penis sampai skrotum dan daerah
sekitarnya untuk melihat adakah kelainan atau tidak

d. Apa faktor penyebab analisis sperma yang abnormal ?


Jawab :
faktor yang dapat menyebabkan sperma pria rusak dan menjadi tidak
subur. faktor tersebut, diantaranya
 Trauma fisik
 Testis yang kurang baik menghasilkan sperma
 Suhu yang terlalu panas
 Adanya racun dalam tubuh
 Radiasi
 Kemoterapi
 Infeksi Mikroorganisme
 Dan beberapa obat yang dapat menyebabkan gangguan pada proses
pembentukan sperma
(Sumber : Widjanarko. 2011).
Untuk Kasus ini kemungkinan penyebabnya adalah Infeksi.
8. Setelah mengetahui bahwa sperma suaminya tidak baik, hubungan Ny. Lina dengan
suaminya mulai kurang harmonis dan Ny. Lina mulai tidak aktif lagi dalam kegiatan
sosial di lingkungan keluarga dan tempat mereka tinggal.
a. Mengapa hubungan Ny. Lina dengan suaminya tidk harmonis dan mulai kurang
aktif dalam kegiatan social dilingkungan keluarga dan tempat mereka tinggal ?
Jawab :
Karena dampak dari infertil salah satunya adalah gangguan psikologis
sehingga menyebabkan perubahan perilaku dari ny. Lina.

9. Bagaimana cara mendiagnosis kasus ini ?


Jawab :
Anamnesis : lama menikah
 Wanita :
- Usia 29 tahun
- Dismenorea
- Riwayat alergi makan ikan laut
- Pernah hamil 3 bulan saat usia pernikahan 9 bulan tetapi terjadi
keguguran.
 Laki -laki :
- Usia 32 tahun
- Karyawan bank
- Riwayat gondongan pada usia 5 tahun disertai pembengkakan pada buah
zakar kiri
- Operasi usus turun pada kantong buah zakar sebelah kanan usia 24 tahun
Pemeriksaan fisik :
 Wanita : Dalam batas normal
 Pria : pemeriksaan abdomen ada parut daerah abdomen dekstra bawah,testis
sinistra 8 ml konsistensi keras
Pemeriksaan penunjang:
 Wanita : dalam batas normal
 Pria : oligoastenoteratozoospermia.
10. Apa saja differential diagnostic pada kasus ini ?
Jawab :
Infertilitas primer
Infertilitas sekunder

11. Apa working diagnostic kasus ini ?


Jawab :
Infertilitas sekunder

12. Apa etiologi pada kasus ini ?


a. Jawab : Pada Perempuan
Hormonal
Gangguan hormonal glandula pituitary, thyroidea, adrenalia, atau ovarium
dapat menyebabkan :
1. Kegagalan ovulasi
2. Kegagalan endometrium untuk berfroliferasi dan sekresi
3. Sekresi vagina dan cerviks yang tidak menguntungkan bagi sperma
4. Kegagalan gerakan (motilitas ) tuba falopii yang menghalangi sperma masuk
ke uterus
Sumbatan
Sumbatan pada tuba falupi dapat mengakibatakan kondisi infertilitas pada
wanita
Faktor Lokal
Faktor lokal meliputi terdapat fibroid pada uterus, erosi cervix dan
kelainan kongenital vagina
b. Pada Laki-Laki
Gangguan Spermatogenesis
Gangguan spermatogenesis dapat ditunjukkan berdasarkan hasil analisis
semen dimana kekurangan jumlah sperma, jumlah spermatozoa abnormal, dll.
Obstruksi
Sumbatan atau oklusi kongenital pada ductus defrens atau tubulus
seminiferus, sumbatan yang disebabkan oleh inflamasi
Ketidakmampuan Koitus atau ejakulasi
Hal- hal ini meliputi faktor-faktor fisik meliputi hipospadia, epispadia,
faktor psikologis, alkoholisme kronik.

13. Bagaimana epidemiologi kasus ini ?


Jawab :
Secara umum, diperkirakan satu dari tujuh pasangan di dunia bermasalah
dalam hal kehamilan. Di Indonesia, angka kejadian perempuan infertil primer 15%
pada usia 30-34 tahun, meningkat 30% pada usia 35-39 tahun dan 64% pada usia 40-
44 tahun. Berdasar survei kesehatan rumah tangga tahun 1996, diperkirakan ada 3,5
juta pasangan (7 juta orang) yang infertil. Mereka disebut infertil telah meningkat
mencapai15-20 persen dari sekitar 50 juta pasangan di Indonesia. Penyebab
infertilitas sebanyak 40% berasal dari pria, 40% dari wanita, 10% dari pria dan
wanita, dan 10% tidak diketahui.
(Sumber : www.usu.ac.id. pdf)

14. Bagaimana petatalaksanaan yang komprehensif pada kasus ini ?


Jawab :
1) Kelainan jumlah sperma
Oligozoospermia
Sampai saat ini masih disepakati bahwa jumlah spermatozoa kurang dari 20
juta/ml disebut oligozoospermia dan jika kurang dari 5 juta/ml disebut
oligozoospermia berat.
Terapi medikamentosa yaitu :
 Klomifensitrat dengan dosis 1 x 50 mg selama 90 hari atau 1 x 50 mg 3 x 25
hari dengan interval antara terapi 5 hari.
 Tamoxifen, dapat diberikan dengan dosis 2 x 1 tablet selama 60 hari
 Kombinasi HMG dan hCG; HMG (Pergonal) diberikan dengan dosis 150 IU 3
x/minggu dan hCG (Profasi) dengan dosis 2000 IU 2 x/minggu selama 12-16
minggu.
 Kombinasi FSH (Metrodin) danhCG; dosisFSH 75IU 3 x/ minggu dan dosis
hCG 2000 IU 2 x/minggu selama 12-16 minggu.

2) Abnormalitas kualitas spermatozoa


Terapi gangguan kualitas ini dapat berupa medikamentosa yaitu :
 ATP
 Androgen dosisrendah
 Phospholipid esensial
 Antibiotika
 Vitamin E + Vit B
 Pentoksifilin

Jika masih belum memberikan basil yang diharapkan dapat dilanjutkan


dengan terapi hormonal berupa kombinasi FSH dengan dosis 75 IU 3 x/minggu
ditambah hCG 2000 IU 2 x/ minggu selama 12-16 minggu. Pengobatan ini dapat
diteruskan sampai 4 tahun.

(Sumber : Arsyad, K.M. 2014)

15. Bagaimana prognosis kasus ini ?


Jawab :
Quo ad vitam : dubia ad bonam
Quo ad functionam : dubia ad malam

16. Bagaimana tingkat kompetensi dokter umum dalam kasus ini ?


Jawab :
3A Dokter mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan –pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya :
pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter dapat memutuskan dan
memberi terapi Pendahuluan,serta merujuk ke spesialis yang relevan (bukan kasus
gawat darurat).

17. Bagaimana pandangan Islam mengenai kasus ini ?


Jawab :

Artinya : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan


kesanggupannya. (QS. Al- Baqarah : 286)

Artinya :
Zakariya berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku
telah sangat tua dan isteriku pun seorang yang mandul?". Berfirman Allah:
"Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya". (QS. Ali-Imran : 40)

2.4 Kesimpulan
Ny. Lina 29 tahun gagal mendapatkan anak setelah 3 tahun menikah karena infertilitas
sekunder et causa gangguan spermatogenesis pada suami
KERANGKA KONSEP

Faktor Suami Faktor istri

Pernah mengalami Orchitis Kemungkinan endometriosis dan alergi sperma

Infiltrasi sel limfosit di testis

Atrofi testis

Gangguan proses spermatogenesis

Kelainan kualitas sperma Infertilitas Sekunder

tor Pekerjaan dan pernah Hernia Scrotalis Pernah hamil 3 bln saat usia pernikahan 9 bln