Anda di halaman 1dari 3

KERANGKA ACUAN KEGIATAN PENGUKURAN TINGGI BERAT BADAN

ANAK BARU MASUK SEKOLAH


UPTD PUSKESMAS PLUPUH I

I. PENDAHULUAN
Penjaringan kesehatan merupakan salah satu bentuk dari pelayanan
kesehatan yang bertujuan untuk mendeteksi dini siswa yang memiliki masalah
kesehatan agar segera mendapatkan penanganan sedini mungkin. Salah satu
indikator gizi untuk menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)
adalah pertumbuhan fisik penduduk yang dapat dilakukan melalui pengukuran
Tinggi Berat Badan Anak Baru masuk Sekolah ( TBABS ). Departemen
Kesehatan telah menetapkan untuk melakukan pemantauan Pengukuran Tinggi
Berat Badan Anak Baru masuk Sekolah.

II. LATAR BELAKANG


Anak usia sekolah merupakan sasaran strategis untuk pelaksanaan
program kesehatan. Selain jumlahnya yang besar (30%) dari jumlah penduduk,
mereka juga merupakan sasaran yang mudah dijangkau karena terorganisir
dengan baik. Dari beberapa penelitian diketahui bahwa sebagian anak SD/MI
masih mengalami masalah gizi yang cukup serius.

Sebanyak 304 murid Sekolah Dasar/MI yang ada di wilayah kerja


Puskesmas Plupuh I pada tahun 2016 telah dilakukan pengukuran Tinggi Berat
Badan Anak Baru masuk Sekolah. Dari hasil pengukuran tersebut diperoleh
data sebanyak 213murid (70,06%) dengan status gizi normal;40 dengan status
gizi kurus sebesar 13,15%; 51 murid dengan status gizi gemuk atau sebesar
16,77%. Dengan penilaian tinggi badan secara periodik khususnya pada anak
baru masuk sekolah, akan memberikan informasi yang sangat penting bagi para
penentu kebijakan setempat, dalam rangka perencanaan dan intervensi upaya
peningkatan status gizi anak sekolah.
III. TUJUAN
1. Umum :
Diperolehnya gambaran kecenderungan pertumbuhan dan gangguan
pertumbuhan fisik pada anak baru masuk sekolah tingkat sekolah dasar.
2.Khusus :
a. Melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan pada anak baru
masuk sekolah.

b. Melakukan pengolahan dan analisis untuk mendapatkan gambaran rata-


rata tinggi badan dan berat badan serta prevalensi gangguan
pertumbuhan.

IV. KEGIATAN
1. Kegiatan Pokok
Melakukan Penjaringan Anak Sekolah.
2. Rincian Kegiatan
a. Melakukan Pengukuran tinggi badan anak baru masuk sekolah.
b. Melakukan Penimbangan berat badan anak baru masuk sekolah.

V. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN


1. Membuat rencana kegiatan
2. Menyiapkan alat untuk kegiatan
3. Menentukan sasaran dan lokasi kegiatan
4. Melakukan koordinasi dengan sekolah yang akan dikunjungi
5. Melakukankujungankesekolah
6. Menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan
7. Melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan
8. Mencatat hasil kegiatan dalam form F/PSG-AS
9. Melakukan analisa data
10. Menentukan status giziberdasarkan BB/TB
11. Mengevaluasi hasil kegiatan
12. Melaporkan hasil kegiatan kepada Kepala Puskesmas.
VI. SASARAN
Jumlah murid 19 SD yang ada di wilayah kerja Puskesmas Plupuh I tahun
2017 sebanyak ....siswa. Terlaksananya kegiatan pengukuran tinggi badan dan
berat badan pada anak baru masuk sekolah sesuai jadwal yang telah
ditentukan.

VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


No Sekolah Jan feb mar apr mei jun jul agst sept okt nov des

1 SDN Dari I √
2 SDN Dari II √
3 SD Karanganyar √
4 SDN Gentan.B I √
5 SDN Gentan.B II √
6 SDN Karungan I √
7 SDN Karungan II √
8 SDN Kr.waru I √
9 SDN Kr.waru II √
10 MI Al Amin √
11 MI Pedak √
12 MI Al Ikhsan √
13 SDN Ngrombo √
14 SDN Sambirejo I √
15 SDN Sambirejo II √
16 SDN Sambirejo III √
17 SDN Sm.dukuh I √
18 SDN Sm.dukuh II √
19 SDIT Sahabat √

VIII. PEMBIAYAAN/ANGGARAN

Pelaksanaan kegiatan pengukuran Tinggi Berat Badan Anak Baru masuk


Sekolah (TB-ABS) di wilayah kerja Puskesmas Plupuh I di biayai oleh Dana
Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Kabupaten Sragen Tahun 2017.

IX. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Dari hasil pelaksanaan kegiatan di evaluasi tentang permasalahan dan


hambatan.Kemudiandianalisa dan dicari pemecahanya.Kemudian penangung
jawab upaya melaporkan kepada Kepala Puskesmas.

X. PENCATATAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


1. Pencatatan dan pelaporan,hasil kegiatan dicatat dan dilaporkan sebagai
acuan untukkegiatan selanjutnya.
2. Evaluasi kegiatan dilakukan setelah kegiatan selesai dilaksanakan

Anda mungkin juga menyukai