Anda di halaman 1dari 37

ARTIKEL

KECELAKAAN AKIBAT KERJA DAN


PENCEGAHAN DI ANGKUTAN UDARA

DISUSUN OLEH :

Nama : AHDAN SHADIQAN 021700027

Dosen Pengampu : Ir. ZAENAL ABIDIN, M,KES

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR


BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
2017
Pendahuluan

PENDAHULUAN

MSDS adalah dokumen yang dibuat khusus tentang suatu bahan kimia mengenai
pengenalan umum, sifat-sifat bahan, cara penanganan, penyimpanan, pemindahan dan
pengelolaan limbah buangan bahan kimia tersebut. Berdasarkan isi dari MSDS maka
dokumen tersebut sebenarnya harus diketahui dan digunakan oleh para pelaksana yang
terlibat dengan bahan kimia tersebut yakni produsen, pengangkut, penyimpan, pengguna dan
pembuang bahan kimia. Pengetahuan ini akan dapat mendukung budaya terciptanya
kesehatan dan keselamatan kerja. Ketersediaan MSDS di laboratorium di perguruan 3tinggi
saat ini belum memasyarakat padahal ketersediaan MSDS cukup penting dan digunakan juga
sebagai salah satu kriteria laboratorium standar. MSDS di perguruan tinggi di Indonesia
umumnya hanya tersedia di perpustakaan.
Saat ini masih banyak mahasiswa, teknisi laboratorium termasuk dosen yang belum
mengenal MSDS, meskipun mereka rutin berkecimpung dengan aktivitas yang melibatkan
kontak dengan bahan kimia. Berdasarkan permasalahan di atas maka diperlukan
penyebarluasan informasi tentang MSDS khususnya pada mahasiswa dikatikan dengan
pelaksanaan riset dengan tugas akhir di laboratorium. Hal ini dapat dipahami karena bahan
kimia dapat memiliki tipe reaktivitas kimia tertentu dan juga dapat memiliki sifat mudah
terbakar.
Untuk dapat mendukung jaminan kesehatan dan keselamatan kerja maka para pelaksana
yang bekerja di laboratorium termasuk mahasiswa harus mengetahui dan memiliki
pengetahuan serta keterampilan untuk menangani bahan kimia khususnya dari segi potensi
bahaya yang mungkin ditimbulkan (Crisp, 1996). Informasi atau pengetahuan yang harus
diketahui pelaksana di laboratorium kimia yang diberikan oleh Phifer dkk (1994) salah
satunya adalah informasi tentang Material Safety Data Sheet (MSDS). Pada kesempatan ini
akan dibahas pentingnya pengenalan MSDS dan semua aspek yang terkait dengan MSDS
bagi mahasiswa di perguruan tinggi di Indonesia khususnya serta implementasi MSDS dalam
pelaksanaan riset di laboratorium.
CAKUPAN PADA MSDS
Secara garis besar, MSDS mengandung informasi tentang uraian umum bahan kimia,
sifat fisik dan kimiawi, cara penggunaan, penyimpanan, dan pengelolaan bahan buangan.
MSDS dibuat oleh berbagai pihak seperti produsen bahan, institusi yang bergerak dan terkait
dengan kesehatan dan keselamatan kerja, industri atau perguruan tinggi. Terkait dengan
kepentingan para pembuat MSDS maka format dokumen MSDS tidak seragam dan masing-
masing mungkin menonjolkan uraian yang terkait dengan kepentingan mereka. Akan tetapi
terdapat beberapa informasi yang minimal terdapat pada MSDS secara umum. Bekal
pendidikan dan keterampilan bagi mahasiswa diperoleh dari perguruan
tinggi melalui paket kegiatan belajar yang ditempuh sebelum lulus. Untuk
mahasiswa dalam bidang disiplin ilmu kimia dan beberapa ilmu lain harus memiliki
keterampilan bekerja di laboratorium kimia. Keterampilan ini diharapkan sebagai modal
untuk menjalankan pekerjaan nantinya setelah menjadi sarjana baik di industri, institusi
risetatau perguruan tinggi. Dalam hal bekerja di laboratorium kimia, mahasiswa juga harus
mendukung upaya kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium. Berbagai hal tentang
pengetahuan bahaya khususnya tentang bahan kimia harus diketahui oleh mahasiswa.Budaya
bekerja dengan mendukung upaya kesehatan dan keselamatan kerja saat ini perlu dikenalkan
secara awal bagi mahasiswa, sehingga akan terbiasa pada saat memasuki dunia kerja
nantinya.
Laboratorium kimia adalah tempat dilaksanakannya berbagai aktivitas yang
melibatkan pemakaian bahan kimia tertentu. Laboratorium di perguruan tinggi memiliki
fungsi utama sebagai tempat mahasiswa untuk melaksanakan riset dan kegiatan praktikum.
Dalam melaksanakan riset, kontak oleh mahasiswa dengan bahan kimia akan terjadi baik
langsung maupun tidak langsung. Setelah memasuki dunia kerja maka akan dijumpai
laboratorium kimia di bidang institusi riset atau industri. Dalam lapangan industri,
laboratorium kimia didirikan untuk keperluan kualitas kontrol produksi atau untuk bagian
riset dan pengembangan. Selain di laboratorium, untuk staf yang bekerja di industri pada
bagian produksi pun sering melibatkan aktivitas yang melibatkan kontak dengan bahan kimia.
Bekal tentang pengetahuan bahan kimia perlu dimiliki mengingat bahan kimia memiliki
potensi untuk menimbulkan bahaya baik terhadap kesehatan maupun dapat menimbulkan
bahaya kecelakaan.
I. Tujuan praktikum :

1. Mahasiswa dapat mengetahui simbol bahaya


2. Mahasiswa dapat menentukan cairan kimia yang berbahaya dan tidak berbahaya
3. Mengetahui sifat dan karakteristik masing-masing bahan kimia.
4. Mengetahui dan mengenal tingkat bahaya dari bahan kimia.
5. Mengetahui cara mencegah bahaya kecelakaan yang akan timbul dari bahan tersebut.

II. Dasar Teori

MSDS atau dalam bahasa kita dikenal dengan ‘Informasi Data Keamanan Bahan’
merupakan informasi mengenai cara pengendalian bahan kimia berbahaya (B3), bisa
diartikan juga lembar keselamatan bahan.
Informasi MSDS ini berisi tentang uraian umum bahan, sifat fisik dan kimiawi, cara
penggunaan, penyimpanan hingga pengelolaan bahan buangan.
Mengapa kita harus mengetahui dan menerapkan MSDS ?
Pada prinsipnya agar kita tetap terjaga kesehatan dan keselamatan pada waktu bekerja
menggunakan bahan kimia. Selain itu fungsi MSDS adalah agar :
1. Mengetahui potensi bahan kimia
2. Menerapkan teknologi pengendalian dalam melindungi pekerja
3. Mengembangkan rencana pengelolaan bahan kimia di tempat kerja
4. Merencanakan pelatihan pada pekerja yang langsung kontak dengan B3

Dalam dunia kerja, baik di laboratorium maupun lapangan, komponen bahan kimia berada di
dalam :

Bahan baku (starting material)


Bahan produk utama
Bahan produk samping
Bahan untuk analisis
Bahan buangan

Dengan demikian yang harus menggunakan dan menerapkan lembar MSDS antara lain:

Produsen bahan
Pihak pengangkut bahan
Penyimpan dan supplier bahan
Pengguna bahan (Industri, Laboratorium dan Institusi akademik)
Pengolah bahan buangan

Rincian isi MSDS antara lain :


1. Informasi umum
a. Tanggal pembuatan
b. Alamat produsen atau suplier
c. Nomor seri CAS (Chemical Abstract Serial Number)
d. Nama kimia
e. Nama perdagangan dan sinonim
f. Nama kimia lainnya
g. Rumus struktur dan rumus kimia
h. Tanda bahaya bahan kimia

2. Informasi komponen berbahaya


a. Batas paparan tiap komponen
b. Komposisi
c. Persen berat

3. Informasi data sifat fisika


a. Titik didih
b. Tekanan uap
c. Kerapatan uap
d. Titik beku atau titik leleh
e. Kerapatan cairan
f. Persen penguapan
g. Kelarutan
h. Penampakan fisik dan bau

4. Informasi tentang data kemudahan terbakar dan ledakan


a. Titik nyala
b. Batas kemampuan terbakar
c. Batas temperatur terendah yang menimbulkan ledakan
d. Batas temperatur tertinggi yang menimbulkan ledakan
e. Media /bahan kimia yang digunakan untuk pemadaman
f. Prosedur khusus untuk pemadaman

5. Informasi data reaktivitas


a. Stabilitas bahan
b. Pengaturan lokasi penempatan bahan
c. Produk dekomposisi yang berbahaya
d. Produk polimerisasi yang berbahaya

6. Informasi tentang bahaya kesehatan


a. Efek terkena paparan yang berlebihan
b. Prosedur pertolongan darurat dan pertolongan pertama akibat kecelakaan
c. Kontak pada mata
d. Kontak pada kulit
e. Terhirup pada pernafasan

7. Informasi prosedur pengumpulan, pengelolaan dan pengolahan limbah


a. Langkah-langkah yang harus diambil untuk pengumpulan limbah
b. Prosedur pengelolaan dan pengolahan limbah di lapangan
c. Prosedur pengelolaan dan pengolahan limbah di laboratorium
d. Metoda pemusnahan limbah bahan kimia

8. Informasi perlindungan bahan kimia :

a. Perlindungan respiratory
b. Ventilasi
c. Sarung tangan pelindung
d. Pelindung mata
e. Peralatan pelindung lainnya
f. Pengawasan perlindungan

9. Informasi penanganan awal khusus :

a. Penanganan khusus dalam penggunaan dan penyimpanan


b. Penanganan awal lainnya

10. Informasi Data transportasi :

a. Nama dan jenis transportasi


b. Tanda kelas bahaya bahan
c. Tanda label
d. Tanda merk
e. Prosedur darurat akibat kecelakaan
f. Prosedur penanganan awal yang harus dilakukan selama tranportasi.

TEKNIK PENELUSURAN MSDS

Kita dapat mengetahui secara lengkap isi dari MSDS dari berbagai sumber. Adapun
mengenai teknik untuk menelusuri MSDS antara lain dari :
• Dari buku literatur K3 di Perpustakaan atau instansi terkait
• CDROM dari produsen bahan kimia

STRATEGI PENGELOLAAN MSDS


• Inventarisasi bahan-bahan kimia yang terkait pekerjaan
• Pengumpulan dan penelusuran dokumen MSDS
• Modifikasi MSDS
• Melaksanakan dan mematuhi rekomendasi dari MSDS

Yang sangat penting untuk diperhatikan adalah memperlakukan bahan kimia dalam bekerja
agar :
• Selalu merujuk MSDS (Material Safety Data Sheet)
• Preparasi bahan dengan benar
• Pengemasan dan penyimpanan bahan yang tepat
• Penggunaan pada takaran yang tepat
• Pengelolaan buangan bahan secara bijaksan
III. Pembahasan

Lembar Data Keselamatan Bahan


Ammonium hidroksida MSDS

Bagian 1: Identifikasi Produk Kimia


Nama Produk: Amonium hidroksida
Sinonim: Amonia berair; Solusi Amonia yang Kuat, Amonia Kuat Air

Bagian 2: Identifikasi Bahaya


Potensi Efek Kesehatan Akut:
Sangat berbahaya jika terjadi kontak kulit (korosif, mengiritasi, permeator), kontak mata
(iritan), dan konsumsi. Semprotan cair menyebabkan kerusakan jaringan terutama pada
selaput lendir mata, mulut dan saluran pernafasan. Kontak kulit bisa menyebabkan luka
bakar. Inhalasi kabut semprotan bisa menyebabkan iritasi parah saluran pernafasan. Over-
exposure yang parah dapat menyebabkan kematian.
Potensi Efek Kesehatan Kronis:
Efek Karsinogenik: Tidak tersedia.
Mutagenic Efek: Mutagenik untuk bakteri dan / atau ragi.
Efek Teratogenik: Tidak tersedia.
Toksisitas Pembangunan: Tidak tersedia.
Zatnya beracun ke saluran pernapasan bagian atas, kulit,dan mata. Kontak berulang dengan
semprotan kabut dapat menyebabkan iritasi mata kronis dan iritasi kulit yang parah. Eksposur
semprot yang terlalu lama dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan yang menyebabkan
serangan infeksi bronkial.

Bagian 3: Tindakan Pertolongan Pertama


Kontak mata:
1. Periksa dan lepaskan semua lensa kontak. Segera basuh mata dengan air mengalir
setidaknya selama 15 menit, pertahankan kelopak mata
2. Buka. Air dingin dapat digunakan. Segera dapatkan bantuan medis. Selesaikan
dengan membilasnya dengan air bersih untuk menghindari kemungkinan infeksi
Kontak Kulit:
Jika terjadi kontak, segera basuh kulit dengan banyak air sedikitnya selama 15 menit sambil
melepaskan pakaian yang terkontaminasi dan sepatu. Tutupi kulit yang teriritasi dengan
emolien atau dapat menggunakan air dingin.
Kontak Kulit Serius:
Cuci dengan sabun disinfektan dan tutupi kulit yang terkontaminasi dengan krim anti bakteri.
Inhalasi:
Jika terhirup, angkat ke udara segar. Jika tidak bernafas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit
bernafas, beri oksigen.
Terhirup serius:
Evakuasi korban ke tempat yang aman sesegera mungkin. Kendurkan pakaian ketat seperti
kerah atau ikat pinggang. Jika pernapasan sulit dilakukan, berikan oksigen. Jika korban tidak
bernafas, lakukan resusitasi mulut ke mulut.
Proses menelan:
Jika tertelan, jangan memaksakan muntah kecuali jika diarahkan untuk melakukannya oleh
petugas medis. Jangan pernah memberikan apapun melalui mulut ke mulut orang yang tidak
sadar. Kendurkan pakaian ketat seperti kerah atau ikat pinggang.

Bagian 4: Data Kebakaran dan Ledakan


Mudah terbakar
Produk: Tidak mudah terbakar.
Suhu Pengapian Otomatis: Tidak berlaku.
Poin Flash: Tidak berlaku.
Batas Mudah Terbakar: Tidak berlaku.
Produk Pembakaran: Dekomposisi berbahaya meliputi oksida nitrat, dan asap amonia
Bahaya Kebakaran di Hadirat Berbagai Zat: Tidak Berlaku.
Bahaya Ledakan di Hadirat Berbagai Zat: Tidak mudah meledak dengan adanya api
terbuka dan percikan api, guncangan.
Media dan Instruksi Pemadam Kebakaran: Tidak berlaku.
Keterangan Khusus tentang Bahaya Kebakaran: Tidak tersedia.
Keterangan Khusus tentang Bahaya Ledakan:
Membentuk senyawa peledak dengan banyak logam berat seperti perak, timbal, seng dan
garam halida mereka. Hal itu bisa menimbulkan kejutan senyawa sensitif dengan halogen,
merkuri oksida, dan oksida siliver.

Bagian 5: Penanganan dan Penyimpanan


Tindakan pencegahan:
Tetap terkunci. Jauhkan wadah kering. Jangan menelan. Jangan menghirup gas/uap/
semprotan. Jangan sekali-kali menambahkan air ke produk ini. Jika ventilasi tidak
mencukupi, kenakan peralatan pernapasan yang sesuai. Jika tertelan, segera dapatkan saran
medis dan tunjukkan wadah atau labelnya. Hindari kontak dengan kulit dan mata. Jauhkan
dari inkompatibel seperti logam atau asam.
Penyimpanan: Jaga agar wadah tertutup rapat. Simpan wadah di tempat yang sejuk dan
berventilasi baik. Jangan simpan di atas 25 ° C (77 ° F).

Bagian 6: Kontrol Paparan / Perlindungan Pribadi


Kontrol Teknik:
Berikan ventilasi pembuangan atau kontrol teknik lainnya untuk menjaga konsentrasi uap di
udara di bawahnya masing-masing nilai batas ambang batas Pastikan stasiun pencuci mata
dan tempat mandi aman berada di lokasi stasiun kerja.
Perlindungan pribadi:
Pelindung wajah. Setelan penuh respirator uap, pastikan untuk menggunakan respirator yang
disetujui / bersertifikat, sarung tangan, dan sepatu boot

Lembar Data Keselamatan Bahan


Asam sulfat MSDS

Bagian 1: Identifikasi Produk Kimia


Nama Produk: Asam sulfat
Sinonim: Minyak Vitriol, Asam belerang

Bagian 2: Identifikasi Bahaya


Potensi Efek Kesehatan Akut:
Sangat berbahaya jika terjadi kontak kulit (korosif, mengiritasi, permeator), kontak mata
(iritan, korosif), menelan, terhirup. Semprotan bisa menyebabkan kerusakan jaringan
terutama pada selaput lendir mata, mulut dan saluran pernafasan. Kontak kulit bisa
menyebabkan luka bakar. Menghirup kabut semprotan bisa menyebabkan iritasi pernafasan
parah saluran, ditandai dengan batuk, tersedak, atau sesak napas. Over-exposure yang parah
dapat menyebabkan kematian.
Potensi Efek Kesehatan Kronis:
Efek Karsinogenik: Diklasifikasikan 1 (Terbukti untuk manusia.) Oleh IARC, + (Terbukti)
oleh OSHA. Baris A2 (Diduga untuk manusia.) oleh ACGIH.
Efek Mutagenik: Tidak tersedia.
Efek Teratogenik: Tidak tersedia.
Pembangunan Toksisitas: Tidak tersedia
Zat tersebut bisa menjadi racun bagi ginjal, paru-paru, jantung, sistem kardiovaskular, saluran
pernapasan bagian atas, mata, dan gigi. Paparan berulang kali terhadap zat tersebut dapat
menyebabkan kerusakan organ target. Diulang atau berkepanjangan kontak dengan
semprotan kabut dapat menyebabkan iritasi mata kronis dan iritasi kulit yang parah. Paparan
berulang kali kabut dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan yang menyebabkan
serangan infeksi bronkial.

Bagian 3: Tindakan Pertolongan Pertama


Kontak mata:
Periksa dan lepaskan semua lensa kontak. Jika terjadi kontak, segera basuh mata dengan
banyak air sedikitnya 15 menit dan dapat menggunakan air dingin.
Kontak Kulit:
Jika terjadi kontak, segera basuh kulit dengan banyak air sedikitnya selama 15 menit sambil
melepaskan pakaian yang terkontaminasi dan sepatu. Tutupi kulit yang teriritasi dengan
emolien dan dapat menggunakan air dingin.
Kontak Kulit Serius:
Cuci dengan sabun disinfektan dan tutupi kulit yang terkontaminasi dengan krim anti bakteri.
Inhalasi:
Jika terhirup, angkat ke udara segar. Jika tidak bernafas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit
bernafas, beri oksigen.
Terhirup serius:
Evakuasi korban ke tempat yang aman sesegera mungkin. Kendurkan pakaian ketat seperti
kerah, dan ikat pinggan. Jika pernapasan sulit dilakukan, berikan oksigen. Jika korban tidak
bernafas, lakukan resusitasi mulut ke mulut.
Proses menelan:
Jangan memaksakan muntah kecuali jika diarahkan untuk melakukannya oleh petugas medis.
Jangan pernah memberikan apapun melalui mulut ke alam bawah sadar orang. Kendurkan
pakaian ketat seperti kerah atau ikat pinggang.
Penelanan Serius: Tidak tersedia.

Bagian 4: Data Kebakaran dan Ledakan


Mudah terbakar
Produk: Tidak mudah terbakar.
Suhu Pengapian Otomatis: Tidak berlaku.
Poin Flash: Tidak berlaku.
Batas Mudah Terbakar: Tidak berlaku.
Produk Pembakaran:
Produk pembakaran tidak tersedia karena bahan tidak mudah terbakar. Namun, produk
dekomposisi meliputi asap dari oksida belerang. Akan bereaksi dengan air atau uap untuk
menghasilkan asap beracun dan korosif. Bereaksi dengan karbonat untuk menghasilkan
gas karbon dioksida. Bereaksi dengan sianida dan sulfida untuk membentuk sianida hidrogen
dan hidrogen sulfida beracun masing-masing.
Bahaya Kebakaran di Hadirat Berbagai Zat: Bahan mudah terbakar
Bahaya Ledakan di Hadirat Berbagai Zat:
Resiko ledakan produk dengan adanya dampak mekanis: Tidak tersedia. Risiko ledakan
produk di Indonesia
adanya debit statis: tidak tersedia Sedikit meledak dengan adanya bahan pengoksidasi.
Media dan Instruksi Pemadam Kebakaran: Tidak berlaku.
Keterangan Khusus tentang Bahaya Kebakaran:
Metal acetylides (Monocesium dan Monorubidium), dan karbida terbakar dengan asam sulfat
pekat. Fosfor putih + mendidih Asam sulfat atau uapnya menyala pada kontak. Dapat
menyulut bahan mudah terbakar lainnya. Dapat menyebabkan kebakaran saat asam sulfat
dicampur dengan Cyclopentadiene, siklopentanon oksim, nitroaril amina, hexalithium
disilicide, phorphorous (III) oxide, dan zat pengoksidasi seperti klorat, halogens,
permanganat.
Keterangan Khusus tentang Bahaya Ledakan:
M ixturesofsulfuricacid dan banyak diikuti dengan anexplode: p - nitrotoluene, pentasi
lver trihydroxydiaminophosphate, perchlorates, alkohol dengan hydrogen peroxide yang kuat,
ammonium tetraperoxychromate, nitrit merkuri, kalium klorat, kalium permanganat dengan
potasium klorida, karbida, senyawa nitro, nitrat, karbida, fosfor, iodida, picratres, fulminat,
diena, alkohol (bila dipanaskan) Nitramide terurai secara eksplosif. pada kontak dengan asam
sulfat pekat. 1,3,5-Trinitrosoheksahidro-1,3,5-triazina + asam sulfat menyebabkan bahan
peledak dekomposisi

Bagian 5: Penanganan dan Penyimpanan


Tindakan pencegahan:
Tetap terkunci .. Jauhkan wadah kering. Jangan menelan. Jangan menghirup gas/uap/
semprotan. Jangan sekali-kali menambahkan air ke produk ini. Jika ventilasi tidak
mencukupi, kenakan peralatan pernapasan yang sesuai. Jika tertelan, segera dapatkan saran
medis dan tunjukkan wadah atau labelnya. Hindari kontak dengan kulit dan mata. Jauhkan
dari inkompatibel seperti zat pengoksidasi, bahan mudah terbakar, bahan organik, logam,
asam, alkali, kelembaban. Dapat menimbulkan korosi pada permukaan logam.
Penyimpanan:
Hidroskopis. Bereaksi dengan air yang keras. Jaga agar wadah tertutup rapat. Simpan wadah
di tempat yang sejuk dan berventilasi baik. Tidak simpan di atas 23 ° C (73,4 ° F).

Bagian 6: Kontrol Paparan / Perlindungan Pribadi


Kontrol Teknik:
Berikan ventilasi pembuangan atau kontrol teknik lainnya untuk menjaga konsentrasi uap di
udara di bawahnya masing-masing nilai batas ambang batas Pastikan stasiun pencuci mata
dan tempat mandi aman berada di lokasi stasiun kerja.
Perlindungan pribadi:
Pelindung wajah. Setelan penuh Respirator uap Pastikan untuk menggunakan respirator yang
disetujui / bersertifikat, sarung tangan, dan sepatu boot
Lembar Data Keselamatan Bahan
Metilen klorida MSDS

Bagian 1: Identifikasi Produk Kimia


Nama Produk: Metilen klorida

Bagian 2: Identifikasi Bahaya


Efek Kesehatan Akut yang Potensial:
Sangat berbahaya jika terjadi kontak mata (iritan), tertelan, karena terhirup. Berbahaya dalam
kasus dari kontak kulit (iritan, permeator).
Potensi Efek Kesehatan Kronis:
Efek Karsinogenik: Diklasifikasikan + (Terbukti) oleh OSHA. Diklasifikasikan 2B
(Kemungkinan untuk manusia.) oleh IARC.
Efek Mutagenik: Tidak tersedia.
Efek Teratogenik: Tidak tersedia.
Pembangunan Toksisitas: Tidak tersedia
Zatnya beracun bagi paru-paru, sistem saraf, hati, selaput lendir, saraf pusat
sistem (SSP).

Bagian 3: Tindakan Pertolongan Pertama


Kontak Mata:
Periksa dan lepaskan semua lensa kontak. Jika terjadi kontak, segera basuh mata dengan
banyak air paling sedikit 15 menit dapat menggunakan air dingin.
Kontak Kulit:
Jika kena kontak, segera basuh kulit dengan banyak air. Tutupi kulit yang teriritasi dengan
emolien. Lepaskan pakaian dan sepatu yang terkontaminasi dan dapat menggunakan air
dingin.
Kontak Kulit Serius:
Cuci dengan sabun disinfektan dan tutupi kulit yang terkontaminasi dengan krim anti bakteri.
Terhirup:
Jika terhirup, angkat ke udara segar. Jika tidak bernafas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit
bernafas, beri oksigen.
Terhirup serius:
Segera evakuasi korban ke tempat yang aman. Kendurkan pakaian ketat seperti kerah, dasi,
ikat pinggang atau emban. Jika sulit bernafas, berikan oksigen. Jika korban tidak bernafas,
lakukan resusitasi mulut ke mulut.
Tertelan:
Jangan menyebabkan muntah kecuali jika diarahkan untuk melakukannya oleh petugas
medis. Jangan pernah memberikan apapun melalui mulut ke mulut orang yang tidak sadar
Jika sejumlah besar bahan ini ditelan, hubungi dokter segera. Kendurkan pakaian ketat seperti
itu seperti kerah, ikat pinggang, ikat pinggang atau ikat pinggang.
Penelanan Serius: Tidak tersedia.

Bagian 4: Data Kebakaran dan Ledakan


Mudah terbakar
Produk: Dapat terbakar pada suhu tinggi.
Suhu Pengapian Otomatis: 556 ° C (1032,8 ° F)
Poin Flash: Tidak tersedia.
Batas Mudah Terbakar: RENDAH: 12% UPPER: 19%
Produk Pembakaran: Produk ini adalah karbon oksida (CO, CO2), senyawa halogenasi.
Bahaya Kebakaran di Hadirat Berbagai Zat: Tidak tersedia.
Bahaya Ledakan di Hadirat Berbagai Zat: Resiko ledakan produk dengan adanya mekanik
dampak: tidak tersedia Resiko ledakan produk dengan adanya debit statis: Tidak tersedia.
Media dan Petunjuk Pemadam Kebakaran: Kebakaran KECIL: Gunakan bubuk kimia
KERING. KEBAKARAN BESAR: Gunakan semprotan air, kabut atau busa. Jangan gunakan
air jet.
Keterangan Khusus tentang Bahaya Kebakaran: Tidak tersedia.
Keterangan Khusus tentang Bahaya Ledakan: Tidak tersedia.
Bagian 6: Tindakan Pelepasan yang Tidak Disengaja
Tumpahan Kecil: Encerkan dengan air dan mengepel, atau sapih dengan bahan kering
lembab dan tempatkan di tempat pembuangan limbah yang sesuai wadah.
Tumpahan Besar: Serap dengan bahan inert dan masukkan bahan tumpah ke tempat
pembuangan limbah yang sesuai. Hati-hati itu produk tidak hadir pada tingkat konsentrasi di
atas TLV. Periksa TLV di MSDS dan dengan otoritas setempat.

Bagian 5: Penanganan dan Penyimpanan


Tindakan pencegahan:
Tetap terkunci .. Jauhkan dari panas. Jauhkan dari sumber api. Wadah kosong menimbulkan
risiko kebakaran, menguap residu di bawah kap mesin asap. Ground semua peralatan yang
mengandung bahan. Jangan menelan. Jangan menghirup gas/uap/semprotan. Jika ventilasi
tidak mencukupi, kenakan peralatan pernapasan yang sesuai. Jika tertelan, mintalah saran
medis segera dan tunjukkan wadah atau labelnya. Hindari kontak dengan kulit dan mata.
Penyimpanan:
Jaga agar wadah tertutup rapat. Simpan wadah di tempat yang sejuk dan berventilasi baik.

Bagian 6: Kontrol Paparan / Perlindungan Pribadi


Kontrol Teknik:
Menyediakan ventilasi pembuangan atau kontrol teknik lainnya untuk menjaga konsentrasi
udara uap di bawah nilai ambang batas masing-masing. Pastikan bahwa stasiun pencuci
mulut dan shower pengaman sangat proksimal pada pekerjaan lokasi stasiun
Perlindungan Pribadi:
Kacamata Splash. Jas laboratorium. Respirator uap pastikan untuk menggunakan respirator
yang disetujui / tersertifik dan sarung tangan.
Perlindungan Pribadi dalam Kasus Tumpahan Besar:
Kacamata Splash. Setelan penuh respirator uap, sepatu boot, dan sarung tangan. Perlindungan
diri untuk alat pernapasan harus digunakan untuk menghindari menghirup produk.

Lembar Data Keselamatan Bahan


Ethyl alcohol 200 Bukti MSDS

Bagian 1: Identifikasi Produk Kimia


Nama Produk: Ethyl alcohol 200 Bukti
Sinonim: Etanol; Etanol absolut; Alkohol; Etanol 200 bukti; Etil Alkohol, Anhidrat; Etanol,
tidak berdasar; Dehidrasi alkohol; Alkohol

Bagian 2: Identifikasi Bahaya


Potensi Efek Kesehatan Akut:
Berbahaya jika terjadi kontak kulit (iritan), kontak mata (iritan), jika terhirup. Sedikit
berbahaya jika terjadi kontak kulit (permeator), menelan.
Potensi Efek Kesehatan Kronis:
Sedikit berbahaya jika terjadi kontak kulit (sensitizer).
Efek Karsinogenik: A4 (Tidak dapat diklasifikasikan untuk manusia atau hewan.) oleh
ACGIH.
Mutagenic Efek: Mutagenik untuk sel somatik mamalia. Mutagenik untuk bakteri dan / atau
ragi.
Efek Teratogenik: Terbukti terbatas pada manusia.
Toksisitas Pembangunan: Racun Pengembangan Klasifikasi. Sistem Reproduksi /Toksin/
betina, Sistem reproduksi / toksin / jantan. Zatnya beracun ke darah, sistem reproduksi, hati,
saluran pernapasan bagian atas, kulit, sistem saraf pusat (SSP).

Bagian 3: Tindakan Pertolongan Pertama


Kontak mata:
Periksa dan lepaskan semua lensa kontak. Segera basuh mata dengan air mengalir setidaknya
selama 15 menit, pertahankan kelopak mata. Buka, air dingin dapat digunakan.
Kontak Kulit:
Jika terjadi kontak, segera basuh kulit dengan banyak air. Tutupi kulit yang teriritasi dengan
emolien. Hapus terkontaminasi pakaian dan sepatu dapat menggunakan air dingin.
Kontak Kulit Serius:
Cuci dengan sabun disinfektan dan tutupi kulit yang terkontaminasi dengan krim anti bakteri.
Inhalasi:
Jika terhirup, angkat ke udara segar. Jika tidak bernafas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit
bernafas, beri oksigen.
Terhirup serius:
Evakuasi korban ke tempat yang aman sesegera mungkin. Kendurkan pakaian ketat seperti
kerah dan ikat pinggang. Jika pernapasan sulit dilakukan, berikan oksigen. Jika korban tidak
bernafas, lakukan resusitasi mulut ke mulut.
Proses menelan:
Jangan memaksakan muntah kecuali jika diarahkan untuk melakukannya oleh petugas medis.
Jangan pernah memberikan apapun melalui mulut ke alam bawah sadar
orang. Kendurkan pakaian ketat seperti kerah atau ikat pinggang.
Penelanan Serius: Tidak tersedia.

Bagian 4: Data Kebakaran dan Ledakan


Flamabilitas Produk: mudah terbakar.
Suhu Pengapian Otomatis: 363 ° C (685,4 ° F)
Poin Flash: CUP TERTUTUP: 12.78 ° C (55 ° F). BUKA CUP: 17.78 ° C (64 ° F)
(Cleveland).
Batas Mudah Terbakar: Renah: 3.3% Upper: 19%
Produk Pembakaran: Produk ini adalah karbon oksida (CO, CO2).
Bahaya Kebakaran di Hadirat Berbagai Zat:
Sangat mudah terbakar bila ada api dan percikan api terbuka, panas. Sedikit mudah terbakar
agar mudah terbakar bila terjadi pengoksidasi bahan.
Bahaya Ledakan di Hadirat Berbagai Zat:
Resiko ledakan produk dengan adanya dampak mekanis: Tidak tersedia. Sedikit meledak di
hadapan terbuka api dan percikan api, panas, bahan pengoksidasi, asam.
Media dan Instruksi Pemadam Kebakaran:
Cairan mudah terbakar, larut atau terdispersi dalam air. Kebakaran kecil: Gunakan bubuk
kimia kering. Kebakaran besar: Gunakan busa alkohol, semprotan air atau kabut.
Keterangan Khusus tentang Bahaya Kebakaran:
Wadah harus dibumikan. Perhatikan: Mungkin burn dengan dekat flame yang tidak terlihat
uap bisa berjalan cukup banyak jarak ke sumber penyalaan dan flash back. Dapat membentuk
campuran bahan peledak dengan udara. Kontak dengan Bromin pentafluorida mungkin
terjadi menyebabkan kebakaran atau ledakan. Etanol menyala pada kontak dengan kromil
klorida. Etanol menyala pada kontak dengan iodine heptafluorida gas. Ini menyala daripada
meledak saat kontak dengan nitrosyl perklorat. Additon katalis hitam platina menyebabkan
pengapian.
Keterangan Khusus tentang Bahaya Ledakan:
Etanol memiliki reaksi peledak dengan lapisan teroksidasi di sekitar logam kalium. Etanol
menyala dan kemudian meledak kontak dengan anhidrida asetat + natrium hidrosulfat
(menyala dan dapat meledak), asam disulfuritik + asam nitrat, fosfor (III) oksida platinum,
kalium-tert-butoksida + asam. Etanol membentuk produk peledak sebagai reaksi dengan
senyawa berikut: amonia + perak nitrat (bentuk perak nitrida dan perak fulminate), iodine +
fosfor (membentuk etana iodida), magnesium perchlorate (bentuk etil perchlorate), mercuric
nitrat, asam nitrat + perak (bentuk perak perak) perak nitrat (bentuk etil nitrat) perak (I)
oksida + amonia atau hidrazin (membentuk perak nitrida dan perak fulminate), natrium
(berevolusi gas hidrogen). Sodium Hidrazida + alkohol bisa menghasilkan ledakan. Alkohol
tidak boleh dicampur dengan merkuri nitrat, sebagai bahan peledak kemiringan merkuri dapat
terbentuk. Dapat membentuk campuran peledak dengan perklorat mangan + 2,2
dimetoksipropan. Tambahan dari alkohol untuk berkonsentrasi tinggi hidrogen peroksida
bentuk bahan peledak yang kuat. Meledak pada kontak dengan kalsium hipoklorit
Bagian 5: Penanganan dan Penyimpanan
Tindakan pencegahan:
Tetap terkunci. Jauhkan dari panas. Jauhkan dari sumber api. Ground semua peralatan yang
mengandung bahan. Melakukan tidak menelan. Jangan menghirup gas /uap/semprotan.
Pakailah pakaian pelindung yang sesuai. Jika ventilasi tidak mencukupi, harus menggunakan
perlengkapan pernafasan yang sesuai. Jika tertelan, segera dapatkan saran medis dan
tunjukkan wadah atau labelnya. Menghindari kontak dengan kulit dan mata. Jauhkan dari
inkompatibel seperti zat pengoksidasi, asam, alkali, kelembaban.
Penyimpanan:
Simpan di area terpisah dan disetujui. Simpan wadah di tempat yang sejuk dan berventilasi
baik. Jaga agar wadah tertutup rapat dan disegel sampai siap digunakan. Hindari semua
sumber penyulut yang mungkin (percikan atau nyala api). Jangan simpan di atas 23 ° C (73,4
° F).

Bagian 6: Kontrol Paparan / Perlindungan Pribadi


Kontrol Teknik:
Berikan ventilasi pembuangan atau kontrol teknik lainnya untuk menjaga konsentrasi uap di
udara di bawahnya masing-masing nilai batas ambang batas Pastikan stasiun pencuci mata
dan tempat mandi aman berada di lokasi stasiun kerja.
Perlindungan pribadi:
Kacamata Splash. Jas laboratorium. Respirator uap Pastikan untuk menggunakan respirator
yang disetujui / bersertifikat dan sarung tangan. Gunakan respirator jika batas paparan
terlampaui.
Lembar Data Keselamatan Bahan
Gliserin MSDS

Bagian 1: Identifikasi Produk Kimia


Nama Produk: Gliserin
Sinonim: 1,2,3-Propanetriol; Gliserin

Bagian 2: Identifikasi Bahaya


Efek Kesehatan Akut yang Potensial:
Sedikit berbahaya jika terjadi kontak kulit (iritan, permeator), kontak mata (iritan), dari
menelan, menghirup.
Potensi Efek Kesehatan Kronis:
Efek Karsinogenik: Tidak tersedia.
Efek Mutagenik: Tidak tersedia.
Efek Teratogenik: Tidak tersedia.
Toksisitas Pembangunan: Tidak tersedia.
Zatnya bisa menjadi racun bagi ginjal. Paparan berulang atau berkepanjangan terhadap
Zat dapat menyebabkan kerusakan organ target.

Bagian 4: Tindakan Pertolongan Pertama


Kontak mata:
Periksa dan lepaskan semua lensa kontak. Jika terjadi kontak, segera basuh mata dengan
banyak air sedikitnya 15 menit dapat menggunakan air dingin. Dapatkan bantuan medis jika
terjadi iritasi.
Kontak Kulit:
Cuci dengan sabun dan air. Tutupi kulit yang teriritasi dengan emolien. Dapatkan bantuan
medis jika terjadi iritasi. Air dingin bisa digunakan.
Kontak Kulit Serius:
Tidak tersedia.
Inhalasi:
Jika terhirup, angkat ke udara segar. Jika tidak bernafas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit
bernafas, beri oksigen
Terhirup serius:
Tidak tersedia.
Proses menelan:
Jangan memaksakan muntah kecuali jika diarahkan untuk melakukannya oleh petugas medis.
Jangan pernah memberikan apapun melalui mulut ke alam bawah sadar orang. Kendurkan
pakaian ketat seperti kerah atau ikat pinggang. Dapatkan bantuan medis jika timbul gejala.
Penelanan Serius: Tidak tersedia.
Bagian 5: Data Kebakaran dan L edakan
Mudah terbakar Produk: Dapat terbakar pada suhu tinggi.
Suhu Pengapian Otomatis:
370 ° C (698 ° F) (Panduan Perlindungan Kebakaran NFPA untuk Bahan Berbahaya, edisi ke
13, 2002; NIOSH ICSC, 2001; CHRIS, 2001) 392 C
(739 F) (Lewis, 1997)
Poin Flash:
CUP TERTUTUP: 160 ° C (320 ° F). (Chemical Hazard Response Information System,
2001; Lewis, 1997). BUKA CUP: 177 ° C
(350,6 ° F) (Budavari, 2000; Chemical Response Information System, 2001; NIOSH ICSC,
2001) OPEN CUP: 199 C (390 F)
(National Fire Protection Association, Panduan Perlindungan Kebakaran untuk Bahan
Berbahaya, 13 ed., 2002)
Batas Mudah Terbakar: RENDAH: 0,9%
Produk Pembakaran: Produk ini adalah karbon oksida (CO, CO2), asap yang mengiritasi
dan beracun.
Bahaya Kebakaran di Hadirat Berbagai Zat:
Sedikit mudah terbakar agar mudah terbakar bila terjadi api dan percikan api terbuka, panas,
bahan pengoksidasi. Tidak mudah terbakar jika terdapat guncangan
Bahaya Ledakan di Hadirat Berbagai Zat:
Resiko ledakan produk dengan adanya dampak mekanis: Tidak tersedia. Risiko ledakan
produk di Indonesia adanya debit statis: tidak tersedia Meledak dengan adanya bahan
pengoksidasi.
Media dan Instruksi Pemadam Kebakaran:
Kebakaran kecil: Gunakan bubuk kimia kering. Kebakaran besar: Gunakan semprotan air,
kabut atau busa. Jangan gunakan air jet.
Keterangan Khusus tentang Bahaya Kebakaran: Tidak tersedia.
Keterangan Khusus tentang Bahaya Ledakan:
Gliserin tidak sesuai dengan oksidasi kuat seperti kromium trioksida, kalium klorat, atau
kalium permanganat dan dapat meledak pada kontak dengan senyawa ini. Glikosil nitrat
eksplosif terbentuk dari campuran gliserin dan nitrat dan asam sulfat Asam perklorat, oksida
timbal + gliserin membentuk ester perklorat yang mungkin bersifat eksplosif. Gliserin dan
klorin mungkin meledak jika dipanaskan dan dikurung.

Bagian 6: Penanganan dan Penyimpanan


Tindakan pencegahan:
Jauhkan dari panas. Jauhkan dari sumber api. Ground semua peralatan yang mengandung
bahan. Jangan menelan. Tidak hirup gas /uap/semprotan. Pakailah pakaian pelindung yang
sesuai. Jika tertelan, segera dapatkan saran medis dan tunjukkan wadah atau label Jauhkan
dari inkompatibilitas seperti zat pengoksidasi.
Penyimpanan:
Jaga agar wadah tertutup rapat. Simpan wadah di tempat yang sejuk dan berventilasi baik.
Hidroskopis
Bagian 7: Kontrol Paparan / Perlindungan Pribadi
Kontrol Teknik:
Berikan ventilasi pembuangan atau kontrol teknik lainnya untuk menjaga konsentrasi uap di
udara di bawahnya masing-masing nilai batas ambang batas Pastikan stasiun pencuci mata
dan tempat mandi aman berada di lokasi stasiun kerja.
Perlindungan pribadi:
Kacamata pengaman. Jas laboratorium. Respirator uap pastikan untuk menggunakan
respirator yang disetujui / bersertifikat dan sarung tangan.
Lembar Data Keselamatan Bahan
Tetrachlorethylene MSDS

Bagian 1: Identifikasi Produk Kimia


Nama Produk: Tetrachlorethylene
Sinonim: Perchlorethylene; 1,1,2,2- Tetrachlorethylene; Karbon bichlorida; Karbon
diklorida; Ankilostin; Didaken; Dilatin PT; Eten, tetrachloro-; Etilen tetraklorida; Perawin;
Perchlor; Perclene; Perclene D; Percosolvel; Tetrachloroethene; Tetraleno; Tetralex;
Tetravec; Tetroguer; Tetropil

Bagian 2: Identifikasi Bahaya


Potensi Efek Kesehatan Akut:
Berbahaya jika terjadi kontak kulit (iritan), jika terhirup. Sedikit berbahaya jika terjadi kontak
kulit (permeator), kontak mata
(mengiritasi), menelan.
Potensi Efek Kesehatan Kronis:
EFEK KARCINOGENIK: A3 Klasifikasi (Terbukti untuk hewan) oleh ACGIH.
Diklasifikasikan 2A (Probable for human.) Oleh IARC, 2
(karsinogen yang diantisipasi) oleh NTP.
MUTAGENIC EFEK: Mutagenik untuk bakteri dan / atau ragi.
EFEK TERATOGENIK: Tidak tersedia.
TOKSISITAS PEMBANGUNAN: Tidak tersedia. Zatnya bisa menjadi racun bagi ginjal,
hati, saraf perifer
sistem, saluran pernafasan, kulit, sistem saraf pusat (SSP). Paparan berulang kali atau
berkepanjangan terhadap zat tersebut dapat dihasilkan
kerusakan organ target

Bagian 3: Tindakan Pertolongan Pertama


Kontak mata:
Periksa dan lepaskan semua lensa kontak. Jika terjadi kontak, segera basuh mata dengan
banyak air sedikitnya 15
menit. Dapatkan bantuan medis jika terjadi iritasi.
Kontak Kulit:
Jika terjadi kontak, segera basuh kulit dengan banyak air. Tutupi kulit yang teriritasi dengan
emolien. Hapus terkontaminasi
pakaian dan sepatu. Cuci pakaian sebelum digunakan kembali. Sepenuhnya bersihkan sepatu
sebelum digunakan kembali. Dapatkan bantuan medis
Kontak Kulit Serius:
Cuci dengan sabun disinfektan dan tutupi kulit yang terkontaminasi dengan krim anti bakteri.
Carilah perhatian medis.
Inhalasi:
Jika terhirup, angkat ke udara segar. Jika tidak bernafas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit
bernafas, beri oksigen. Mendapatkan medis
Perhatian jika gejala muncul.
Terhirup serius:
Evakuasi korban ke tempat yang aman sesegera mungkin. Kendurkan pakaian ketat seperti
kerah, ikat pinggang, ikat pinggang atau ikat pinggang. Jika
Pernapasan sulit dilakukan, berikan oksigen. Jika korban tidak bernafas, lakukan resusitasi
mulut ke mulut. Mencari medis
perhatian.
Proses menelan:
Jangan memaksakan muntah kecuali jika diarahkan untuk melakukannya oleh petugas medis.
Jangan pernah memberikan apapun melalui mulut ke alam bawah sadar
orang. Kendurkan pakaian ketat seperti kerah, ikat pinggang, ikat pinggang atau ikat
pinggang. Dapatkan bantuan medis jika timbul gejala.
Penelanan Serius: Tidak tersedia.

Bagian 4: Data Kebakaran dan Ledakan


Mudah terbakar Produk: Tidak mudah terbakar.
Suhu Pengapian Otomatis: Tidak berlaku.
Poin Flash: Tidak berlaku.
Batas Mudah Terbakar: Tidak berlaku.
Produk Pembakaran: Tidak tersedia.
Bahaya Kebakaran di Hadirat Berbagai Zat: Tidak Berlaku.
Bahaya Ledakan di Hadirat Berbagai Zat:
Resiko ledakan produk dengan adanya dampak mekanis: Tidak tersedia. Risiko ledakan
produk di Indonesia
adanya debit statis: tidak tersedia
Media dan Instruksi Pemadam Kebakaran: Tidak berlaku.
Keterangan Khusus tentang Bahaya Kebakaran: Tidak tersedia.
Keterangan Khusus tentang Bahaya Ledakan: Tidak tersedia.

Bagian 5: Tindakan Pelepasan yang Tidak Disengaja


Tumpahan Kecil: Serap dengan bahan inert dan masukkan bahan tumpah ke tempat
pembuangan limbah yang sesuai.
Tumpahan Besar:
Serap dengan bahan inert dan masukkan bahan tumpah ke dalam pembuangan limbah yang
sesuai. Hati-hati agar produknya tidak
Hadir pada tingkat konsentrasi di atas TLV. Periksa TLV di MSDS dan dengan otoritas
setempat.

Bagian 6: Penanganan dan Penyimpanan


Tindakan pencegahan:
Jangan menelan. Jangan menghirup gas / uap / uap / semprotan. Hindari kontak dengan kulit.
Pakailah pakaian pelindung yang sesuai. Dalam hal
dari ventilasi yang tidak mencukupi, kenakan peralatan pernafasan yang sesuai. Jika tertelan,
segera dapatkan saran medis dan tunjukkan
wadah atau label Jauhkan dari inkompatibilitas seperti zat pengoksidasi, logam, asam, alkali.
Penyimpanan: Jaga agar wadah tertutup rapat. Simpan wadah di tempat yang sejuk dan
berventilasi baik.

Bagian 7: Kontrol Paparan / Perlindungan Pribadi


Kontrol Teknik:
Berikan ventilasi pembuangan atau kontrol teknik lainnya untuk menjaga konsentrasi uap di
udara di bawahnya masing-masing
nilai batas ambang batas
Perlindungan pribadi:
Kacamata pengaman. Jas laboratorium. Respirator uap Pastikan untuk menggunakan
respirator yang disetujui / bersertifikat atau yang setara. Sarung tangan.
Lembar Data Keselamatan Bahan
Naphthalene MSDS

Bagian 1: Identifikasi Produk Kimia


Nama Produk: Naftalena

Bagian 2: Identifikasi Bahaya


Potensi Efek Kesehatan Akut:
Sangat berbahaya jika terjadi penyerapan. Berbahaya bila terjadi kontak mata (iritan), jika
terhirup. Sedikit berbahaya jika terjadi
kontak kulit (iritan, permeator). Over-exposure yang parah dapat menyebabkan kematian.
Potensi Efek Kesehatan Kronis:
EFEK Karsinogenik: A4 (Tidak dapat diklasifikasikan untuk manusia atau hewan) oleh
ACGIH. EFEK MUTAGENIK: Tidak tersedia.
EFEK TERATOGENIK: Tidak tersedia. TOKSISITAS PEMBANGUNAN: Toksin
Pengembangan Berburu [POSSIBLE]. Itu
Zat beracun bagi darah, ginjal, sistem saraf, sistem reproduksi, hati, selaput lendir, saluran
cerna
saluran, saluran pernapasan bagian atas, sistem saraf pusat (SSP). Paparan berulang kali atau
berkepanjangan terhadap zat tersebut dapat dihasilkan
kerusakan organ target Paparan berulang terhadap bahan yang sangat beracun dapat
menyebabkan kemerosotan kesehatan secara umum oleh
akumulasi dalam satu atau banyak organ tubuh manusia.

Bagian 3: Tindakan Pertolongan Pertama


Kontak mata:
Periksa dan lepaskan semua lensa kontak. Segera basuh mata dengan air mengalir setidaknya
selama 15 menit, pertahankan kelopak mata
Buka. Air dingin bisa digunakan. Jangan gunakan salep mata. Carilah perhatian medis.
Kontak Kulit:
Setelah kena kulit, segera cuci dengan banyak air. Lembut dan bersihkan kulit yang
terkontaminasi dengan berlari
sabun air dan non-abrasif. Berhati-hatilah untuk membersihkan lipatan, celah, lipatan dan
selangkangan. Tutupi kulit yang teriritasi dengan
yg melunakkan. Jika iritasi berlanjut, dapatkan bantuan medis. Cuci pakaian yang
terkontaminasi sebelum digunakan kembali.
Kontak Kulit Serius: Tidak tersedia.
Terhirup: Biarkan korban beristirahat di tempat yang berventilasi baik. Segera hubungi
dokter.
Terhirup serius:
Evakuasi korban ke tempat yang aman sesegera mungkin. Kendurkan pakaian ketat seperti
kerah, ikat pinggang, ikat pinggang atau ikat pinggang. Jika
Pernapasan sulit dilakukan, berikan oksigen. Jika korban tidak bernafas, lakukan resusitasi
mulut ke mulut. PERINGATAN: Mungkin
Berbahaya bagi orang yang memberikan bantuan untuk memberikan resusitasi dari mulut ke
mulut bila bahan yang dihirup beracun, menular atau
korosif. Segera hubungi dokter.
Proses menelan:
Jangan memaksakan muntah. Periksa bibir dan mulut untuk memastikan apakah jaringan
rusak, kemungkinan indikasi itu
bahan beracun itu tertelan; Tidak adanya tanda-tanda semacam itu, bagaimanapun, tidak
meyakinkan. Kendurkan pakaian ketat seperti kerah,
dasi, ikat pinggang atau ikat pinggang. Jika korban tidak bernafas, lakukan resusitasi mulut
ke mulut. Segera hubungi dokter.
Penelanan Serius: Tidak tersedia.

Bagian 4: Data Kebakaran dan Ledakan


Flamabilitas Produk: mudah terbakar.
Suhu Pengapian Otomatis: 567 ° C (1052,6 ° F)
Poin Flash: CUP TERTUTUP: 88 ° C (190,4 ° F). BUKA CUP: 79 ° C (174,2 ° F).
Batas Mudah Terbakar: RENDAH: 0.9% UPPER: 5,9%
Produk Pembakaran: Produk ini adalah karbon oksida (CO, CO2).
Bahaya Kebakaran di Hadirat Berbagai Zat: Tidak tersedia.
Bahaya Ledakan di Hadirat Berbagai Zat:
Resiko ledakan produk dengan adanya dampak mekanis: Tidak tersedia. Risiko ledakan
produk di Indonesia
adanya debit statis: tidak tersedia
Media dan Instruksi Pemadam Kebakaran:
Padat yang mudah terbakar KEBAKARAN KECIL: Gunakan bubuk kimia KERING.
KEBAKARAN BESAR: Gunakan semprotan air atau kabut. Keren mengandung pembuluh
dengan air jet untuk mencegah tekanan build-up, autoignition atau ledakan.
Keterangan Khusus tentang Bahaya Kebakaran: Tidak tersedia.
Keterangan Khusus tentang Bahaya Ledakan: Tidak tersedia.

Bagian 5: Tindakan Pelepasan yang Tidak Disengaja


Tumpahan Kecil: Gunakan alat yang tepat untuk meletakkan padatan yang tumpah di
tempat pembuangan limbah yang mudah digunakan.
Tumpahan Besar:
Padat yang mudah terbakar Hentikan kebocoran jika tanpa resiko. Jangan sentuh bahan yang
tumpah. Gunakan semprotan semprotan air untuk mengalihkan drift uap. Mencegah
masuk ke selokan, ruang bawah tanah atau area terbatas; tanggul jika dibutuhkan Hilangkan
semua sumber pengapian. Meminta bantuan pembuangan.
Hati-hati agar produk tidak hadir pada tingkat konsentrasi di atas TLV. Periksa TLV di
MSDS dan dengan lokal
otoritas.

Bagian 6: Penanganan dan Penyimpanan


Tindakan pencegahan:
Tetap terkunci Jauhkan dari panas. Jauhkan dari sumber api. Ground semua peralatan yang
mengandung bahan. Tidak
menelan. Jangan menghirup debu. Hindari kontak dengan mata Pakai pakaian pelindung yang
sesuai Jika tidak cukup ventilasi, aus
Peralatan pernapasan yang sesuai Jika tertelan, segera dapatkan bantuan medis dan tunjukkan
wadah atau labelnya. Jaga jarak
dari incompatibles seperti zat pengoksidasi.
Penyimpanan:
Bahan mudah terbakar harus disimpan di lemari penyimpanan atau ruang penyimpanan yang
terpisah. Jauhkan dari panas. Jauhkan dari sumber pengapian Jaga agar wadah tertutup rapat.
Simpan di tempat yang sejuk dan berventilasi baik. Ground semua peralatan yang
mengandung bahan. Jaga agar wadah tetap kering. Simpan di tempat yang sejuk.

Bagian 7: Kontrol Paparan / Perlindungan Pribadi


Kontrol Teknik:
Gunakan selungkup proses, ventilasi pembuangan lokal, atau kontrol teknik lainnya untuk
menjaga tingkat udara di bawah direkomendasikan
batas pemaparan Jika operasi pengguna menghasilkan debu, asap atau kabut, gunakan
ventilasi untuk tetap terpapar kontaminan udara
dibawah batas paparan.
Perlindungan pribadi:
Kacamata Splash. Jas laboratorium. Respirator debu Pastikan untuk menggunakan respirator
yang disetujui / bersertifikat atau yang setara. Sarung tangan.
Perlindungan Pribadi dalam Kasus Tumpahan Besar:
Kacamata Splash. Setelan penuh Respirator debu Sepatu boot Sarung tangan. Alat bantu
pernafasan mandiri harus digunakan untuk menghindari
menghirup produk Pakaian pelindung yang disarankan mungkin tidak cukup; berkonsultasi
dengan spesialis SEBELUM menangani hal ini
produk.
Batas Eksposur:
Israel: TWA: 10 (ppm) TWA: 10 STEL: 15 (ppm) dari ACGIH (TLV) [1995] TWA: 52
STEL: 79 (mg / m3) dari ACGIH [1995]
Australia: STEL: 15 (ppm) Konsultasikan dengan otoritas setempat untuk batas pemaparan
yang dapat diterima.
Lembar Data Keselamatan Bahan
Methyl alcohol MSDS

Bagian 1: Identifikasi Produk Kimia


Nama Produk: Metil alkohol
Sinonim: alkohol kayu, metanol; Metilfol; ; Carbinol
Nama Kimia: Methanol
Formula Kimia: CH3OH

Bagian 2: Identifikasi Bahaya


Potensi Efek Kesehatan Akut:
Berbahaya bila terjadi kontak kulit (iritan), kontak mata (iritan), konsumsi, karena terhirup.
Sedikit berbahaya jika terjadi
kontak kulit (permeator). Over-exposure yang parah dapat menyebabkan kematian.
Potensi Efek Kesehatan Kronis:
Sedikit berbahaya jika terjadi kontak kulit (sensitizer). EFEK Karsinogenik: Tidak tersedia.
EFEK MUTAGENIK:
Mutagenik untuk sel somatik mamalia. Mutagenik untuk bakteri dan / atau ragi. EFEK
TERATOGENIK: Diklasifikasikan
MUNGKIN bagi manusia. TOKSISITAS PEMBANGUNAN: Tidak tersedia. Zatnya beracun
bagi mata. Substansi itu mungkin toksik pada darah, ginjal, hati, otak, sistem saraf perifer,
saluran pernapasan bagian atas, kulit, sistem saraf pusat (SSP), saraf optik. Paparan berulang
kali atau berkepanjangan terhadap zat tersebut dapat menyebabkan kerusakan organ target.
Bahan yang sangat beracun dapat menyebabkan kemerosotan kesehatan secara umum dengan
akumulasi di satu atau banyak organ tubuh manusia.

Bagian 3: Tindakan Pertolongan Pertama


Kontak mata:
Periksa dan lepaskan semua lensa kontak. Segera basuh mata dengan air mengalir setidaknya
selama 15 menit, pertahankan kelopak mata
Buka. Air dingin bisa digunakan. Dapatkan bantuan medis
Kontak Kulit:
Jika terjadi kontak, segera basuh kulit dengan banyak air sedikitnya selama 15 menit sambil
melepaskan pakaian yang terkontaminasi
dan sepatu. Tutupi kulit yang teriritasi dengan emolien. Air dingin bisa digunakan. Pakaian
sebelum digunakan kembali. Benar bersih
sepatu sebelum digunakan kembali Segera dapatkan bantuan medis.
Kontak Kulit Serius:
Cuci dengan sabun disinfektan dan tutupi kulit yang terkontaminasi dengan krim anti bakteri.
Carilah medis segera
perhatian.
Inhalasi:
Jika terhirup, angkat ke udara segar. Jika tidak bernafas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit
bernafas, beri oksigen. Mendapatkan perhatian medis segera.
Terhirup serius:
Evakuasi korban ke tempat yang aman sesegera mungkin. Kendurkan pakaian ketat seperti
kerah, ikat pinggang, ikat pinggang atau ikat pinggang. Jika pernapasan sulit dilakukan,
berikan oksigen. Jika korban tidak bernafas, lakukan resusitasi mulut ke mulut.
PERINGATAN: Mungkin Berbahaya bagi orang yang memberikan bantuan untuk
memberikan resusitasi dari mulut ke mulut bila bahan yang dihirup beracun, menular atau
korosif. Segera hubungi dokter.
Proses menelan:
Jika tertelan, jangan memaksakan muntah kecuali jika diarahkan untuk melakukannya oleh
petugas medis. Jangan pernah memberikan apapun melalui mulut ke mulut orang yang tidak
sadar Kendurkan pakaian ketat seperti kerah, ikat pinggang, ikat pinggang atau ikat pinggang.
Segera dapatkan bantuan medis.
Penelanan Serius: Tidak tersedia.

Bagian 4: Data Kebakaran dan Ledakan


Flamabilitas Produk: mudah terbakar.
Suhu Pengapian Otomatis: 464 ° C (867,2 ° F)
Poin Flash: CUP TERTUTUP: 12 ° C (53,6 ° F). BUKA CUP: 16 ° C (60,8 ° F).
Batas Mudah Terbakar: RENDAH: 6% UPPER: 36,5%
Produk Pembakaran: Produk ini adalah karbon oksida (CO, CO2).
Bahaya Kebakaran di Hadirat Berbagai Zat:
Sangat mudah terbakar bila ada api dan percikan api terbuka, panas. Tidak mudah terbakar
karena adanya guncangan.
Bahaya Ledakan di Hadirat Berbagai Zat:
Resiko ledakan produk dengan adanya dampak mekanis: Tidak tersedia. Meledak dengan
adanya api terbuka dan percikan, panas.
Media dan Instruksi Pemadam Kebakaran:
Cairan mudah terbakar, larut atau terdispersi dalam air. KEBAKARAN KECIL: Gunakan
bubuk kimia KERING. KEBAKARAN BESAR: Gunakan busa alkohol, semprotan air atau
kabut.
Keterangan Khusus tentang Bahaya Kebakaran:
Peledak dalam bentuk uap saat terkena panas atau nyala api. Uap bisa menempuh jarak yang
cukup jauh ke sumber pengapian dan berkedip kembali. Saat dipanaskan hingga dekomposisi,
ia mengeluarkan asap tajam dan asap yang mengiritasi. PERHATIAN: MUNGKIN BURN
DENGAN DEKAT TERBARU FLAME
Keterangan Khusus tentang Bahaya Ledakan:
Membentuk campuran peledak dengan udara karena titik nyala yang rendah. Bahan peledak
bila dicampur dengan Choroform + sodium methoxide dan dietil seng Ini mendidih dengan
keras dan meledak.

Bagian 5: Tindakan Pelepasan yang Tidak Disengaja


Tumpahan Kecil:
Encerkan dengan air dan mengepel, atau menyerap dengan bahan kering inert dan tempatkan
dalam wadah pembuangan limbah yang sesuai.
Tumpahan Besar:
Cairan yang mudah terbakar. Cairan beracun. Jauhkan dari panas. Jauhkan dari sumber api.
Hentikan kebocoran jika tanpa resiko.
Serap dengan tanah KERING, pasir atau bahan yang tidak mudah terbakar. Jangan sampai
masuk dalam wadah air. Jangan sentuh tumpah
bahan. Gunakan semprotan air untuk mengurangi uap. Cegah masuk ke selokan, ruang bawah
tanah atau area terbatas; tanggul jika dibutuhkan Panggilan
untuk bantuan pembuangan. Hati-hati agar produk tidak hadir pada tingkat konsentrasi di atas
TLV. Periksa TLV di
MSDS dan dengan pemerintah setempat.
Bagian 6: Penanganan dan Penyimpanan
Tindakan pencegahan:
Tetap terkunci .. Jauhkan dari panas. Jauhkan dari sumber api. Ground semua peralatan yang
mengandung bahan. Melakukan tidak menelan Jangan menghirup gas / uap / uap / semprotan.
Pakailah pakaian pelindung yang sesuai. Jika ventilasi tidak mencukupi, aus perlengkapan
pernafasan yang sesuai Jika tertelan, segera dapatkan saran medis dan tunjukkan wadah atau
labelnya. Menghindari kontak dengan kulit dan mata. Jauhkan dari inkompatibilitas seperti
zat pengoksidasi, logam, asam.
Penyimpanan:
Simpan di area terpisah dan disetujui. Simpan wadah di tempat yang sejuk dan berventilasi
baik. Jaga agar wadah tertutup rapat dan disegel sampai siap digunakan. Hindari semua
sumber penyulut yang mungkin (percikan atau nyala api).

Bagian 7: Kontrol Paparan / Perlindungan Pribadi


Kontrol Teknik:
Berikan ventilasi pembuangan atau kontrol teknik lainnya untuk menjaga konsentrasi uap di
udara di bawahnya masing-masing
nilai batas ambang batas Pastikan stasiun pencuci mata dan tempat mandi aman berada di
lokasi stasiun kerja.
Perlindungan pribadi:
Kacamata Splash. Jas laboratorium. Respirator uap Pastikan untuk menggunakan respirator
yang disetujui / bersertifikat atau yang setara. Sarung tangan.
Perlindungan Pribadi dalam Kasus Tumpahan Besar:
Kacamata Splash. Setelan penuh Respirator uap Sepatu boot Sarung tangan. Alat bantu
pernafasan mandiri harus digunakan untuk menghindari
menghirup produk Pakaian pelindung yang disarankan mungkin tidak cukup; berkonsultasi
dengan spesialis SEBELUM menangani hal ini
produk.
Batas Eksposur:
TWA: 200 dari OSHA (PEL) [Amerika Serikat] TWA: 200 STEL: 250 (ppm) dari ACGIH
(TLV) [Amerika Serikat] [1999] STEL: 250
dari NIOSH [Amerika Serikat] TWA: 200 STEL: 250 (ppm) dari NIOSH SKIN TWA: 200
STEL: 250 (ppm) [Canada] Consult otoritas lokal untuk batas pemaparan yang dapat
diterima.
Lembar Data Keselamatan Bahan
Isopropil eter MSDS

Bagian 1: Identifikasi Produk Kimia dan Perusahaan


Nama Produk: Isopropil eter
Formula Kimia: C6H14O

Bagian 2: Identifikasi Bahaya


Potensi Efek Kesehatan Akut:
Sangat berbahaya jika terjadi kontak mata (iritan), tertelan, terhirup. Berbahaya jika terjadi
kontak kulit (iritan, permeator). Peradangan mata ditandai dengan kemerahan, penyiraman,
dan gatal.
Potensi Efek Kesehatan Kronis:
Sangat berbahaya jika terjadi kontak mata (iritan), tertelan, terhirup. Berbahaya jika terjadi
kontak kulit (iritan, permeator). EFEK Karsinogenik: Tidak tersedia. EFEK MUTAGENIK:
Tidak tersedia. EFEK TERATOGENIK:
Tidak tersedia. TOKSISITAS PEMBANGUNAN: Tidak tersedia. Zatnya beracun bagi paru-
paru, sistem saraf, lendir membran. Paparan berulang kali atau berkepanjangan terhadap zat
tersebut dapat menyebabkan kerusakan organ target.

Bagian 3: Tindakan Pertolongan Pertama


Kontak mata:
Periksa dan lepaskan semua lensa kontak. Segera basuh mata dengan air mengalir setidaknya
selama 15 menit, pertahankan kelopak mata Buka. Air dingin bisa digunakan. Jangan
gunakan salep mata. Carilah perhatian medis.
Kontak Kulit:
Setelah kena kulit, segera cuci dengan banyak air. Lembut dan bersihkan kulit yang
terkontaminasi dengan berlari sabun air dan non-abrasif. Berhati-hatilah untuk membersihkan
lipatan, celah, lipatan dan selangkangan. Tutupi kulit yang teriritasi dengan yg melunakkan.
Jika iritasi berlanjut, dapatkan bantuan medis. Cuci pakaian yang terkontaminasi sebelum
digunakan kembali.
Kontak Kulit Serius:
Cuci dengan sabun disinfektan dan tutupi kulit yang terkontaminasi dengan krim anti bakteri.
Carilah perhatian medis.
Terhirup: Biarkan korban beristirahat di tempat yang berventilasi baik. Segera hubungi
dokter.
Terhirup serius:
Evakuasi korban ke tempat yang aman sesegera mungkin. Kendurkan pakaian ketat seperti
kerah, ikat pinggang, ikat pinggang atau ikat pinggang. Jika
Pernapasan sulit dilakukan, berikan oksigen. Jika korban tidak bernafas, lakukan resusitasi
mulut ke mulut. Mencari medis
perhatian.
Proses menelan:
Jangan memaksakan muntah. Kendurkan pakaian ketat seperti kerah, ikat pinggang, ikat
pinggang atau ikat pinggang. Jika korban tidak bernafas, lakukan
resusitasi mulut ke mulut. Segera hubungi dokter.
Penelanan Serius: Tidak tersedia.
Bagian 4: Data Kebakaran dan Ledakan
Flamabilitas Produk: mudah terbakar.
Suhu Pengapian Otomatis: 443 ° C (829,4 ° F)
Poin Flash: CUP TERTUTUP: -28 ° C (-18,4 ° F). BUKA CUP: 2,61 ° C (36,7 ° F).
Batas Mudah Terbakar: RENDAH: 1,4% UPPER: 7,9%
Produk Pembakaran: Produk ini adalah karbon oksida (CO, CO2).
Bahaya Kebakaran di Hadirat Berbagai Zat:
Mudah terbakar bila ada api dan percikan api terbuka. Sedikit mudah terbakar agar mudah
terbakar bila ada bahan pengoksidasi.
Bahaya Ledakan di Hadirat Berbagai Zat:
Resiko ledakan produk dengan adanya dampak mekanis: Tidak tersedia. Risiko ledakan
produk di Indonesia
adanya debit statis: tidak tersedia Sedikit meledak untuk meledak dengan adanya bahan
pengoksidasi.
Media dan Instruksi Pemadam Kebakaran:
Cairan mudah terbakar, larut atau terdispersi dalam air. KEBAKARAN KECIL: Gunakan
bubuk kimia KERING. KEBAKARAN BESAR: Gunakan busa alkohol,
semprotan air atau kabut.
Keterangan Khusus tentang Bahaya Kebakaran: Tidak tersedia.
Keterangan Khusus tentang Bahaya Ledakan: Tidak tersedia.

Bagian 5: Tindakan Pelepasan yang Tidak Disengaja


Tumpahan Kecil: Serap dengan bahan inert dan masukkan bahan tumpah ke tempat
pembuangan limbah yang sesuai.
Tumpahan Besar:
Cairan yang mudah terbakar. Jauhkan dari panas. Jauhkan dari sumber api. Hentikan
kebocoran jika tanpa resiko. Menyerap bumi dengan api, pasir atau bahan yang tidak mudah
terbakar lainnya. Jangan sentuh bahan yang tumpah. Cegah masuk ke selokan, basement atau
terkurung daerah; tanggul jika dibutuhkan Hilangkan semua sumber pengapian. Hati-hati
agar produk tidak hadir pada tingkat konsentrasi di atas TLV. Periksa TLV di MSDS dan
dengan otoritas setempat.

Bagian 6: Penanganan dan Penyimpanan


Tindakan pencegahan:
Jauhkan dari panas. Jauhkan dari sumber api. Ground semua peralatan yang mengandung
bahan. Jangan menelan. Tidak hirup gas / uap / uap / semprotan. Jika ventilasi tidak
mencukupi, kenakan peralatan pernapasan yang sesuai Jika tertelan, cari saran medis segera
dan tunjukkan wadah atau labelnya. Hindari kontak dengan kulit dan mata
Penyimpanan:
Bahan mudah terbakar harus disimpan di lemari penyimpanan atau ruang penyimpanan yang
terpisah. Jauhkan dari panas. Jauhkan dari
sumber pengapian Jaga agar wadah tertutup rapat. Simpan di tempat yang sejuk dan
berventilasi baik. Ground semua peralatan yang mengandung
bahan. Sebuah ruangan berpendingin lebih disukai untuk bahan dengan titik nyala lebih
rendah dari 37,8 ° C (100 ° F).

Bagian 7: Kontrol Paparan / Perlindungan Pribadi


Kontrol Teknik:
Berikan ventilasi pembuangan atau kontrol teknik lainnya untuk menjaga konsentrasi uap di
udara di bawahnya masing-masing
nilai batas ambang batas Pastikan stasiun pencuci mata dan tempat mandi aman berada di
lokasi stasiun kerja.
Perlindungan pribadi:
Kacamata Splash. Jas laboratorium. Respirator uap Pastikan untuk menggunakan respirator
yang disetujui / bersertifikat atau yang setara. Sarung tangan.
Perlindungan Pribadi dalam Kasus Tumpahan Besar:
Kacamata Splash. Setelan penuh Respirator uap Sepatu boot Sarung tangan. Alat bantu
pernafasan mandiri harus digunakan untuk menghindari menghirup produk Pakaian
pelindung yang disarankan mungkin tidak cukup; berkonsultasi dengan spesialis SEBELUM
menangani hal ini produk.
Batas Eksposur:
TWA: 250 STEL: 310 (ppm) dari ACGIH (TLV) TWA: 1050 STEL: 1300 (mg / m3) dari
ACGIH Berkonsultasi dengan otoritas setempat untuk batas pemaparan yang dapat diterima.
Lembar Data Keselamatan Bahan
Dimetil Eter MSDS

Bagian 1: Identifikasi Produk Kimia


Nama Produk: Dimetil eter
Sinonim : Metana, 1,1'-oxybis-; Metana, oxybis-; Metil eter; Metana, oxybis- (dimetil
eter); Dimethylether

Bagian 2. Identifikasi bahaya


Gas Flammable - Kategori 1
Gas Under Pressure - Gas cair
Pernyataan bahaya :
Gas yang sangat mudah terbakar
Dapat membentuk campuran bahan peledak dengan udara.
Berisi gas di bawah tekanan; Bisa meledak jika dipanaskan.
Bisa menyebabkan radang dingin.
Dapat menggantikan oksigen dan menyebabkan mati lemas secara cepat.
Penyimpanan :
Lindungi dari sinar matahari. Lindungi dari sinar matahari saat suhu kamar melebihi
52 ° C / 125 ° F. Simpan di tempat yang berventilasi baik.

Bagian 3. Tindakan pertolongan pertama


Perlindungan orang pertama :
Tidak ada tindakan yang harus diambil yang melibatkan risiko pribadi atau tanpa pelatihan
yang sesuai. Mungkin berbahaya bagi orang yang memberikan bantuan untuk memberikan
resusitasi dari mulut ke mulut.
Catatan untuk dokter :
Obati secara simtomatik. Hubungi spesialis perawatan racun segera jika besar jumlah telah
tertelan atau dihirup.
Inhalasi :
Tidak diketahui efek signifikan atau bahaya kritis.
Proses menelan ;
Tertelan cairan bisa menyebabkan luka bakar mirip dengan radang dingin.
Kontak kulit :
Kontak kulit dengan cairan cepat menguap bisa mengakibatkan pembekuan jaringan atau
radang dingin.
Kontak mata :
Gejala yang merugikan mungkin termasuk radang dingin

Bagian 5. Tindakan pencegahan kebakaran


Segera isolasi adegan dengan menghapus semua orang dari sekitar kejadian jika ada api
Tidak ada tindakan yang harus diambil yang melibatkan risiko pribadi atau tidak sesuai
latihan. Segera hubungi pemasok untuk mendapatkan saran khusus. Pindahkan kontainer dari
api daerah jika ini bisa dilakukan tanpa resiko. Gunakan semprotan air untuk menyimpan
wadah yang terkena api keren. Jika terlibat dalam kebakaran, matikan arus segera jika bisa
dilakukan tanpa resiko. Jika ini tidak mungkin, menarik diri dari daerah dan membiarkan api
membakar. Melawan api dari lokasi yang terlindungi atau jarak maksimum yang mungkin.
Hilangkan semua sumber pengapian jika aman melakukannya.
Termal berbahaya produk dekomposisi
Bahaya spesifik yang timbul dari bahan kimia
Produk dekomposisi dapat mencakup bahan berikut:
karbon dioksida
karbon monoksida
Berisi gas di bawah tekanan. Gas yang sangat mudah terbakar Dalam api atau jika
dipanaskan, Tekanan meningkat akan terjadi dan kontainer bisa meledak, dengan risiko yang
berikutnya ledakan. Uap / gas lebih berat daripada udara dan akan menyebar di tanah. Gas
mungkin terakumulasi di daerah rendah atau terbatas atau menempuh jarak yang cukup jauh
ke sumber dari penyalaan dan lampu kilat kembali, menyebabkan kebakaran atau ledakan.
Petugas pemadam kebakaran harus memakai alat pelindung yang sesuai dan pernapasan yang
terkandung sendiri aparatus (SCBA) dengan full face-piece dioperasikan dalam mode tekanan
positif. Untuk insiden yang melibatkan dalam jumlah besar, pakaian yang diisolasi secara
termal dan tekstil tebal
atau sarung tangan kulit harus dipakai.
Pelindung khusus
peralatan untuk pemadam kebakaran
Gunakan alat pemadam yang cocok untuk api di sekitarnya.

Bagian 6. Penanganan dan penyimpanan


Saran umum kebersihan pekerjaan kondisi penyimpanan yang aman, termasuk apapun
tidak kompatibel
Makan, minum dan merokok harus dilarang di daerah dimana bahan ini berada ditangani,
disimpan dan diolah. Pekerja harus mencuci muka dan tangan sebelum makan, minum dan
merokok Lepaskan pakaian dan alat pelindung yang terkontaminasi sebelumnya memasuki
area makan. Lihat juga Bagian 8 untuk informasi tambahan tentang kebersihan ukuran.
Simpan sesuai dengan peraturan daerah. Simpan di area terpisah dan disetujui. Simpan dari
sinar matahari langsung di tempat yang kering, sejuk dan berventilasi baik, jauh dari tempat
ini bahan yang tidak kompatibel (lihat Bagian 10). Hilangkan semua sumber pengapian.
Simpan wadah tertutup rapat dan tertutup sampai siap digunakan. Silinder harus disimpan
tegak lurus, dengan tutup pelindung katup di tempat, dan kencangkan agar tidak terjatuh atau
terjatuh lebih. Suhu silinder tidak boleh melebihi 52 ° C (125 ° F).
Tindakan perlindungan
Masukkan perlengkapan pelindung diri yang sesuai. Berisi gas di bawah tekanan. Jangan
sampai mata atau kulit atau pakaian. Hindari menghirup gas. Gunakan hanya dengan
ventilasi yang memadai Pakailah respirator yang sesuai saat ventilasi tidak memadai.
Melakukan tidak memasuki area penyimpanan dan ruang terbatas kecuali ventilasi yang
memadai. Toko dan gunakan jauh dari panas, percikan api, nyala terbuka atau sumber
pengapian lainnya. Gunakan ledakan- bukti peralatan listrik (ventilasi, penerangan dan
penanganan material). Gunakan hanya non- alat pemicu Wadah kosong menyimpan residu
produk dan bisa berbahaya. Tidak tusukan atau insinerate kontainer Gunakan peralatan yang
diberi nilai untuk tekanan silinder. Dekat klep setiap kali digunakan dan bila kosong.
Lindungi silinder dari kerusakan fisik; tidak drag, roll, slide, atau drop. Gunakan truk tangan
yang sesuai untuk gerakan silinder.
IV. Lampiran Gambar
IV. Kesimpulan

1. Dokumen MSDS harus tersedia di setiap laboratorium kimia guna memberi bekal
pengetahuan mahasiswa tentang bahan kimia khususnya dari segi bahaya dan
pencegahannya.

2. Mahasiswa harus dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dari


MSDS sehingga dapat mencegah kemungkinan bahaya dan kecelakaan kerja di
laboratorium.

3. Dengan implementasi MSDS pada riset tugas akhir, budaya kesehatan dan
keselamatan kerja sudah dimiliki oleh mahasiswa dan merupakan bekal berharga di
dalam menempuh dunia kerja nantinya.