Anda di halaman 1dari 21

PROGRAM KERJA

INSTALASI CARE UNIT


RUMAH SAKIT UMUM WIJAYAKUSUMA KEBUMEN
TAHUN 2018

INSTALASI CARE UNIT


RUMAH SAKIT UMUM WIJAYAKUSUMA KEBUMEN
2018
1
LEMBAR PENGESAHAN

PROGRAM KERJA
DI INSTALASI CARE UNIT
RUMAH SAKIT UMUM WIJAYAKUSUMA KEBUMEN
TAHUN 2018

Telah disahkan dan diberlakukan pada


Hari :
Tanggal :

Ditetapkan oleh :

Direktur
Rumah Sakit Umum Kepala Instalasi
Wijayakusuma Kebumen Instalasi Care Unit

dr. Indah Mukarromah dr. Elisma Nainggolan Sp. An

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.......................................................................................... i
LEMBAR PENGESAHAN............................................................................... ii
2
DAFTAR ISI.................................................................................................... iii
A. Pendahuluan.............................................................................................. 1
B. Latar Belakang........................................................................................... 1
C. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus............................................................. 2
D. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan....................................................... 3
E. Cara Melaksanakan Kegiatan..................................................................... 8
F. Sasaran...................................................................................................... 16
G. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan................................................................... 19
H. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan......................................... 21
I. Pencatatan, Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan............................................ 21

3
PROGRAM KERJA
INSTALASI CARE UNIT
RUMAH SAKIT UMUM WIJAYAKUSUMA KEBUMEN
TAHUN 2018

I. PENDAHULUAN
Rumah Sakit Umum Wijayakusuma Kebumen merupakan institusi pelayanan
kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara
paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat.
Menurut pasal 4 Undang-undang Republik Indoensia Nomor 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan menyebutkan bahwa setiap orang berhak atas kesehatan. Hak yang
dimaksud dari fasilitas pelayanan kesehatan agar dapat mewujudkan derajat
kesehatan yang setinggi-tingginya.
Kualitas pelayanan merupakan upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan
pelanggan serta ketetapan penyampaian dalam mengimbangi harapan pelanggan.
Kulaitas pelayanan / jasa dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi
para pelanggan atas layanan yang sesungguhnya mereka inginkan. Jika kenyataan
lebih dari yang diharapkan, maka pelayanan dapat dikatakan bermutu sedangkan
jika kenyataan kurang dari yang diharapkan, maka pelayanan dapat dikatakan tidak
bermutu.
Rumah Sakit Umum Wijayakusuma Kebumen merupakan rumah sakit
rujukan di Kabupaten Kebumen yang memiliki visi rumah sakit umum Wijayakusuma
Kebumen adalah aset dasar pembangunan bangsa. Instalasi laboratorium Klinik
sebagai bagian dari unit di rumah sakit ini merupakan salah satu penunjang medik
dimana setiap hasil pemeriksaannya menjadi penentu diagnose penyakit pasien dan
penentu penanganan pasien.

II. LATAR BELAKANG


Intensif Care Unit sebagai bagian yang penting dalam organisasi rumah sakit
mempunyai keharusan dalam menilai mutu pelayanan yang telah dilakukan.
Dibawah kepemimpinan seorang intensivist jenis pelayanan di Intensif Care Unit
semakin berkembang sesuai dengan kebutuhan. Dengan perjalanan waktu, saat ini
nampaknya mulai menjadi satu kesadaran pada banyak pihak bahwa
mempertahankan dan meningkatkan mutu menjadi hal yang mutlak diperlukan pada
setiap jenis pelayanan. Indikator keberhasilan mutu secara umum adalah pada
kepuasan pelanggan.
Pada tahun 2017 terdapat kegiatan yang belum dapat terealisasikan seperti
pemeliharaan dan peremajaan alat-alat medis, mengikuti pelatihan dan pendalaman
pelayanan pasien ICU yang sesuai dengan standar.
Sebagai salah satu layanan kesehatan, Rumah Sakit Umum Wijayakusuma
juga dilengkapi dengan ruangan yang diperuntukan untuk pasien bagi pasien
dengan kondisi kritis. Secara umum, rung ICU adalah ruang rawat di rumah sakit

1
yang dilengkapi dengan staf dan peralatan khusus untuk merawat dan mengobati
pasien yang terancam jiwa oleh kegagalan / disfungsi organ.
Perawat sebagai pelaksana pemberi askep pada pasien di unit krirtis harus
mampu memiliki kemampuan pengetahuan, keterampilan, sikap cekatan, tepat dan
cepat dalam mengambil keputusan terhadap permasalahn yang terjadi juga harus
mampu mengoperasionalkan alat-alat khusus yang ada di ICU

III. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS


A. Tujuan umum
Tercapainya rasa aman dan nyaman untuk pasien, pengunjung dan
karyawan melalui saran dan peralatan kesehatan yang memnuhi syarat dan
diharapkan fungsi pelayanan kita bisa memnuhi standar pelayan pasien yang
sudah ditentukan

B. Tujuan khusus
1. Terpenuhinya kebutuhan SDM yang sesuai dengan kompetensi yang
ditentukan
2. Adanya manajemen pemeliharaan alat yang terkendali dan
berkesinambungan
3. Tersedianya saran dan prasarana yang sesuai standar
4. Mewujudkan kinerja yang dapat dipertanggugjawabkan

2
IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
A. SDM
Kebutuhan jumlah SDM:
Kebutuhan Jumlah dan pemenuhan kualifikasi SDM
Jabatan Pendidikan Sertifikasi
Standar Kondisi Saat ini Kebutuhan Standar Kondisi Saat ini Kebutuhan
Perawat Ners, D3 0 0 1. Pelatihan ICU dasar -
Pelakasana +
2. Manajemen Pelayanan Pasien -
+

Dari tabel di atas dapat disusun kegiatan pokok dan rincian kegiatan di bidang SDM Instalasi Laboratorium sebagai berikut:
No Kegiatan Pokok Rincian Kegiatan
1 Kebutuhan SDM Rekruitmen tenaga analis kesehatan
.

2. Orientasi Pengenalan lingkungan Rumah Sakit dan Laboratorium

3 Pendidikan dan Pelatihan Pelatihan K3, Pengenalan B3 yang baru dikenali


.

4. Evaluasi Kinerja Evaluasi kinerja setiap 1 tahun sekali

3
B. Fasilitas
No Kegiatan Pokok Rincian Kegiatan
1 Seleksi dan a. Rencana menambahkan alat
. pengadaan alat. pemeriksaan kimia klinik
b. Rencana menambahkan alat Bio Safety
Cabinet
c. Menyeleksi alat yang akan digunakan.
2 Inventarisasi alat Membuat daftar alat yang ada di instalasi
. laboratorium beserta kondisi kelayakannya.
3 Inspeksi dan a. Pengecekan kelayakan alat-alat
. pengetesan alat laboratorium
b. Pengetesan kelayakan alat yang baru
digunakan
4. Kalibrasi dan a. Kalibrasi dan pemeliharaan pada alat
pemeliharaan alat. hematologi analizer
b. Kalibrasi dan pemeliharaan pada
Centrifuge
c. Kalibrasi dan pemeliharaan pada pipet
semi otomatik
d. Kalibrasi dan pemeliharaan pada
Mikroskop
5 Monitoring dan a. Pencatatan hasil pengecekan alat-alat
. tindak lanjut. laboratorium secara berkala
b. Pelaporan alat yang rusak atau perlu
diganti

C. Pengembangan Pelayanan
No Kegiatan Pokok Rincian Kegiatan
1 Pemeriksaan Kimia Mengajukan penambahan alat dan reagensia
. darah kimia darah
2 Pemeriksaan BTA Mengajukan penambahan reagensia ruang
. pengambilan sampel dahak, ruang pemeriksaan
sputum dan BSC
3 Pengadaan Bank Mengajukan permintaan ruangan, reagen dan
. Darah Rumah Sakit alat untuk melakukan cross matching dan
menyimpan stok darah.

D. Mutu
4
No Kegiatan Pokok Rincian Kegiatan
1. Program PMKP a. Memonitor tidak adanya kesalahan
penyerahan hasil pemeriksaan laboratorium
b. Mengukur waktu tunggu hasil pelayanan
laboratorium
c. Memantau kebutuhan darah bagi setiap
pelayanan transfusi
d. Mengukur angka kerusakan sample darah
e. Mengukur angka pengulangan pengambilan
sample darah
f. Menghitung jumlah kejadian tidak
dilaporkannya hasil nilai kritis
2. Pemantapan Mutu a. Melaksanakan tahap pra-analitik
b. Melaksanakan tahap analitik
:
c. Melaksanakan tahap pasca-analitik
a. Pemantapan
d. Melaksanakan pemantapan mutu eksternal
Mutu Internal
b. Pemantapan
Mutu Eksternal

E. Keselamatan Pasien
No Risiko Upaya mencegah risiko
Infeksi nosokomial a. Menjaga kebersihan tangan sebelum
dan sesudah pemeriksaan
b. Penggunaan jarum suntik sekali pakai
serta penanganan selanjutnya apabila
alat sudah tidak terpakai
2. Kesalahan Identifikasi data dan jenis pemeriksaan
pemeriksaan pasien pasien

F. Keselamatan Kerja
No Kegiatan Pokok Rincian Kegiatan
1. Identifikasi resiko a. Melakukani dentifikasi resiko keselamatan
keselamatan area area kerja

5
kerja b. Merekap dan mengumpulkan data hasil
identifikasi resiko keselamatan area kerja
c. Membuat rekomendasi dalam rangka
mengurangi resiko keselamatan berdasarkan
hasil analisis identifikasi resiko keselamatan
area kerja
2. Mempertahankan a. Melakukan evaluasi pemakaian APD dan
kebiasaan kebiasaan cuci tangan
b. Sosialisasi ulang secara berkala
pemakain APD
(Alat Pelindung
Diri) dan Cuci
Tangan

3. Pengelolaan a. Mengumpulkan data insiden keselamatan


Kecelakan kerja yang terjadi di laboratorium
b. Menyusun laporan insiden keselamatan dan
kalau diperlukan melaporkan ke Tim K3 RS

4. Pelatihan dan a. Mengikuti pelatihan K3 bagi karyawan


b. Merencanakan orientasi prosedur dan
Orientasi
praktek keselamatan kerja bagi karyawan
baru
c. Pelatihan tentang prosedur baru/penggunaan
bahan berbahaya yang baru bagi karyawan

V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


A. SDM
1. Kebutuhan jumlah SDM: menghitung dan menimbang jumlah
kebutuhan tenaga kerja dan mengajukan permintaan kebutuhan tenaga
kerja.
2. Kegiatan Orientasi : Pengenalan lingkungan Rumah Sakit dan
Laboratorium kepada karyawan baru didampingi dengan kepala ruang
atau kepala bagian
3. Pelatihan : melakukan pelatihan K3 dan B3 yang baru dikenali
bekerjasama dengan tim K3RS.
4. Evaluasi kinerja : dilakukan setiap 1 tahun sekali atau setiap hampir
habis kontrak kerja oleh kepala ruangan kepada stafnya.

B. Fasilitas
1. Seleksi dan pengadaan alat. :
Rencana menambahkan alat pemeriksaan kimia klinik dengan cara
mengajukan proposal berisi spesifikasi, vendor dan harga ke bagian
pengadaan
2. Inventarisasi alat
6
Membuat daftar alat yang ada di instalasi laboratorium. Daftar
diperbaharui setiap 1 bulan sekali bersamaan dengan pengecekan
kondisi alat. Hasil inventarisir alat dituangkan dalam laporan bulanan.
3. Inspeksi dan alat pengetesan
a. Pengecekan kelayakan alat-alat laboratorium setiap hari
b. Laporan kelayakan alat ditulis dalam laporan bulanan
laboratorium
c. Uji fungsi alat baru yang akan digunakan dilakukan oleh
vendor alat.
4. Kalibrasi dan pemeliharaan alat.
a. Kalibrasi pada alat hematologi analizer dilakukan oleh tehnisi
sesuai jadwal yang telah ditentukan
b. Kalibrasi pada centrifuge dilakukan oleh tehnisi sesuai jadwal
yang telah ditentukan
c. Kalibrasi pada pipet semiotomatik dilakukan oleh tehnisi
sesuai jadwal yang telah ditentukan
d. Kalibrasi pada mikroskop dilakukan oleh tehnisi sesuai jadwal
yang telah ditentukan
e. Pemeliharaan alat-alat laboratorium dilakukan setiap bulan
dan di dokumentasikan dalam kartu pemeliharaan.
5. Monitoring dan tindak lanjut
a. Pencatatan hasil pengecekan dan pemeliharaan alat-alat
laboratorium secara berkala dalam kartu pemeliharaan.
b. Pelaporan alat yang rusak atau perlu diganti dalam laporan
bulanan yang ditujukan kepada direktur rumah sakit.

C. Pengembangan Pelayanan
1. Pelayanan pemeriksaan Kimia darah : Mengajukan penambahan alat
kimia darah dengan cara mendata spesifikasi alat / Reagen yang perlu
direkomendasikan dan diajukan kepada bagian pengadaan. Melakukan
pelatihan penggunaan alat baru agar pelaksana dapat segera
mengaplikasikan kepada pasien.
2. Pelayanan Pemeriksaan BTA : Mengajukan penambahan reagensia
ruang pengambilan sampel dahak, ruang pemeriksaan sputum dan BSC
dengan cara membuat proposal dan mengajakukannya kepada pihak
pengadaan.
3. Pelayanan Bank Darah : Mengajukan permintaan ruangan, reagen
dan alat untuk melakukan cross matching dan menyimpan stok darah
dengan cara membuat proposal untuk diajukan ke bagian pengadaan.
Mengikut sertakan pelaksana laboratorium dalam pelatihan BDRS.

D. Mutu
1. Program PMKP
a. Melaksanakan survey mutu sesuai dengan indikator mutu
b. Merekap hasil survey mutu pada Formulir B
c. Melaporkan hasil survey mutu kepada Komite PMKP setiap
setiap tanggal 5 bulan berikutnya

7
d. Indikator Program PMKP
- Angka Kerusakan sampel darah
Menghitung prosentase sampel rusak dibagi jumlah seluruh
pasien yang dilakukan pengambilan sampel darah
- Angka Pengulangan Pengambilan sampel darah
Menghitung prosentase jumlah pasien yang dilakukan
pengambilan sampel darah / seluruh pasien yang dilakukan
pengambilan sampel darah
- Tidak adanya kesalahan pemberian hasil pemeriksaan
laboratoirum
Menghitung prosentase jumlah seluruh pasien yang diperiksa
laboratorium dalam dikurangi jumlah penyerahan hasil
laboratorium yang salah orang / jumlah pasien yang diperiksa
dilaboratorium dalam satu bulan
- Waktu tunggu hasil pelayanan laboratorium
Perhitungan kumulatif waktu tunggu hasil pemeriksaan
laboratorium patologi klinik untuk darah lengkap pasien dalam
satu bulan / jumlah pasien yang diperiksa darah lengkap dalam 1
bulan
- Pemenuhan kebutuhan darah bagi setiap pelayanan
Menghitung prosentase jumlah permintaan kebutuhan darah yang
dapt dipenuhi dalam 1 bulan / seluruh permintaan darah dalam 1
bulan.
- Kejadian tidak dilaporkannya nilai kritis
Menghitung jumlah Kejadian tidak dilaporkannya nilai kritis.
- Kepuasan pelanggan
Data kepuasan pelanggan diperoleh dari questioner yang
diberikan kepada keluarga pasien. Jumlah questioner harus
memenuhi standard yaitu lebih dari 50 lembar dalam satu bulan.
Setiap awal bulan dikumpulkan kepada tim PMKP untuk dianalisa
hasilnya.

2. Pemantapan Mutu
a. Pemantapan Mutu Internal
1) Melaksanakan tahap pra-analitik
a) Pengambilan dan pengolahan spesimen
Melaksanakan Standar Prosedur Operasional proses pre
analitik dengan baik.
 Permintaan pemeriksaan
 Persiapan pasien sesuai persyaratan.
 Pengambilan dan penerimaan spesimen
 Penanganan spesimen
b) Persiapan sampel untuk analisa

8
 Peralatan dalam keadaan baik dan siap dipakai,
termasuk kalibrasi berkala untuk peralatan ukur.
 Peralatan dalam keadaan baik dan siap pakai
 Pencatatan suhu lemari es dan suhu ruangan
 Kalibrasi Pipet dan sentrifus secara berkala
c) Uji kualitas reagen dan air
 Etiket/label wadah, Batas kadaluwarsa, Keadaan fisik
 Pengujian kualitas dapat dilakukan dengan melakukan
pemeriksaan bahan control
 Salinan Laporan Uji kualitas air didapat dari unit yang
mengelola sanitasi rumah sakit disimpan di laboratorium
2) Melaksanakan tahap analitik
Uji presisi dan akurasi
a) Melaksanakan Standar Prosedur Operasional tahap
Analitik dengan baik
 Persiapan Reagen
 Pipetisasi Reagen dan sampel
 Inkubasi
 Apakah alat/instrumen siap pakai
 Pembacaan hasil apakah penghitungan, pengukuran,
identifikasi dan penilaian sudah benar.
b) Uji Ketelitian dan Uji ketepatan
Mengukur nilai presisi dan akurasi
c) Melaksanakan tahap pasca-analitik
Pemantauan pelaporan hasil cito, hasil kritis, dan hasil
pemeriksaan laboratorium dengan melaksanakan Standar
Prosedur Operasional proses pasca analitik dengan
memperhatikan:
 Pelaporan Hasil
 Apakah form hasil bersih
 Apakah tidak salah transkrip
 Apakah tulisan sudah jelas
 Apakah terdapat kecenderungan hasil pemeriksaan
atau hasil abnormal.

b. Pemantapan Mutu Eksternal


Penyelenggaraan PME dilaksanakan oleh pihak pemerintah, swasta
atau internasional dan diikuti oleh semua laboratorium, baik milik
pemerintah ataupun swasta. PME berkaitan dengan Akreditasi

9
Laboratorium kesehatan serta perizinan Laboratorium kesehatan
swasta. PME harus dilaksanakan sebagaimana kegiatan pemeriksaan
yang dilakukan oleh petugas yang biasa melakukan pemeriksaan
dengan peralatan/reagen/metode yg biasa dipakai sehingga hasilnya
dapat mencerminkan penampilan laboratorium sebenarnya.
Melaksanakan Pemantapan Mutu Eksternal dengan membandingkan
hasil bahan yang berasal dari penyelenggara Pemantapan Mutu
Eksternal dengan laboratorium Rumah Sakit Umum Wijayakusuma
Kebumen. Setiap nilai yang diperoleh dari penyelenggara harus
dicatat dan dievaluasi untuk mempertahankan mutu pemeriksaan atau
perbaikan perbaikan yang diperlukan untuk peningkatan mutu
pemeriksaan.

E. Keselamatan Pasien
1. Infeksi nosokomial
a. Menjaga kebersihan tangan sebelum dan sesudah
pemeriksaan degan cara Melakukan hand hygiene sebelum dan
sesudah melakukan tindakan penggambilan darah.
b. Penggunaan jarum suntik sekali pakai serta penanganan
selanjutnya apabila alat sudah tidak terpakai dengan cara
menggunakan jarum suntik disposible dan membuangnya ke
safetybox.

2. Kesalahan pemeriksaan pasien


Identifikasi data dan jenis pemeriksaan pasien dengan cara melakukan
identifikasi identitas pasien dan membaca pengantar pemeriksaan
pasien dengan seksama.

F. Keselamatan Kerja
1. Identifikasi resiko keselamatan area kerja
a. Melakukan identifikasi resiko keselamatan area kerja
 Pelaksana kegiatan : koordinator lab
beserta staf yang ditunjuk
 Cara pelaksanaan : mengidentifikasi
resiko keselamatan area kerja, misalnya resiko keselamatan
akibat pekerjaan di bagian sampling apa saja, dst
b. Merekap dan mengumpulkan data hasil identifikasi resiko
keselamatan area kerja
 Pelaksana kegiatan : koordinator lab
beserta staf yang ditunjuk
 Cara pelaksanaan: data yang sudah ada
disusun dan dimasukan dalam table sebagai berikut:

10
IDENTIFIKASI RESIKO KESELAMATAN AREA KERJA
No Resiko Keselamatan

c. Membuat rekomendasi dalam rangka mengurangi resiko


keselamatan berdasarkan hasil analisis identifikasi resiko
keselamatan per area kerja
 Pelaksana kegiatan : koordinator lab beserta staf yang
ditunjuk
 Cara pelaksanaan : data resiko keselamatan yang sudah
terrekap dianalisa, lalu dipikirkan rekomandasi tentang proses
atau peralatan apa yang bisa digunakan untuk mengurangi resiko
keselamatan tersebut.

REKOMENDASI RESIKO KESELAMATAN PER AREA KERJA


No Resiko Rekomendasi
Keselamatan
1.
2.
3.
4.
5.
dst

2. Mempertahankan kebiasaan pemakaian APD (Alat Pelindung Diri)


dan kebiasaan cuci tangan
a. Melakukan evaluasi pemakaian APD dan kebiasaan cuci
tangan secara berkala
 Pelaksana kegiatan : koordinator
laborat dan staf yang ditunjuk
 Cara pelaksanaan : pelaksana mengisi check-list
yang sudah disediakan selama 5 hari berturut-turut, secara acak,
tidak diberi nama, obyek yang dinilai juga tidak diberitahu.

Kode responden :
Jenis kelamin :

Hari ke - 1 2 3 4 5
11
Jenis APD
Jas Laboratorium
Masker
Sarung tangan
Kebiasaan cuci tangan
Sebelum kontak dengan pasien/sampel
Setelah selesai pekerjaan

b. Sosialisasi ulang secara berkala


 Pelaksana kegiatan : koordinator lab dan staf yang ditunjuk
 Cara pelaksanaan : disampaikan tentang urgensi
dan kepentingan pemakaian APD dan kebiasaan cuci tangan
secara disiplin pada saat rapat bulanan.
3. Pengelolaan Kesehatan kerja, kecelakaan kerja dan penyakit akibat
kerja
a. Mengumpulkan data insiden keselamatan yang terjadi di
laboratorium
 Pelaksana kegiatan : staf yang ditunjuk
 Cara pelaksanaan : Setiap ada kasus yang termasuk
insiden keselamatan dibuat kronologis lalu data2 tersebut
dikumpulkan dalam 1 map khusus
b. Menyusun laporan insiden keselamatan dan kalau diperlukan
melaporkan ke Tim K3 RS
 Pelaksana kegiatan : staf yang ditunjuk
 Cara pelaksanaan : setiap akhir tahun dibuat
laporan insiden keselamatan kepada Tim K3 RS, baik ada ataupun
tidak ada. Kalau insiden bisa ditangani di laboratorium dan hasil
belum sampai dikeluarkan maka cukup diarsip saja, tidak perlu
dilaporkan ke Tim K3.
4. Pelatihan dan Orientasi
a. Menyusun daftar karyawan yang sudah dan belum mengikuti
pelatihan K3 dan merencanakan pelatihan bagi karyawan yang belum
mengikuti
 Pelaksana kegiatan : koordinator lab
 Cara pelaksanaan : semua karyawan didata, mana
yang sudah ikut pelatihan K3 dan mana yang belum lalu hasilnya
direkap
b. Merencanakan orientasi prosedur dan praktek keselamatan
kerja bagi karyawan baru
 Pelaksana kegiatan : koordinator lab
 Cara pelaksanaan : karyawan baru dijadwalkan
orientasi tentang prosedur dan praktek keselamatan kerja
c. Pelatihan tentang prosedur baru/penggunaan bahan
berbahaya yang baru bagi karyawan
 Pelaksana kegiatan : Tim K3 RS

12
 Cara pelaksanaan : mengikutkan jika ada info
pelatihan tentang K3 dan bahan beracun dan berbahaya baru di
laboratorium.

VI. SASARAN
No Kegiatan Indikator Target
1. SDM
a. Rekrutmen a. Kebutuhan SDM a. 2 orang
b. 2 orang
karyawan terpenuhi
c. 2 orang
b. Orientasi karyawan b. Jumlah karyawan baru
c. Pelatihan K3,
yang mengikuti orientasi
Pengenalan B3 yang c. Staf sudah
baru dikenali melaksanakan pelatihan

2. Fasilitas: a. Kebutuhan alat untuk a. 1 alat


b. 1 alat
a. seleksi dan pemeriksaan terpenuhi
c. 4 alat
b. Alat baru dapat
pengadaan alat. d. 4 alat
b. Inspeksi dan alat berfungsi secara optimal e. 4 alat
pengetesan (tidak ada trobel)
c. Kalibrasi dan c. Alat yang digunakan
pemeliharaan alat. terkalibrasi.
d. inventarisasi alat d. Alat yang ada di
e. Monitoring dan
laboratorium tercatat
tindak lanjut
secara teratur dan tidak
illegal.
e. Alat dapat digunakan
secara optimal (tidak ada
trobel)

Pengembangan
Pelayanan
a. Pelayanan pemeriksaan a. Pemeriksaan kimia darah a. 7 parameter
Kimia darah bagi pasien yang pemeriksaa
b. Pelayanan
membutuhkan n
pemeriksaan BTA b. Pemeriksaan BTA bagi b. 1 parameter
c. Pelayanan Bank Darah
pasien yang pemeriksaa
Rumah Sakit
membutuhkan n
c. Pasien yang c. Setiap
membutuhkan pelayanan kebutuhan
darah terpenuhi darah
terpenuhi
Mutu Internal :
13
a. Angka Kerusakan a. prosentase sampel rusak a. <5%
b. ≤2%
sampel darah dibagi jumlah seluruh
c. 100 %
b. Angka Pengulangan
pasien yang yang d. ≤ 140 menit
Pengambilan sampel e. 100 %
dilakukan pengambilan
f. ≥ 80%
darah
sampel darah
c. Tidak adanya
b. Menghitung prosentase
kesalahan pemberian
jumlah pasien yang
hasil pemeriksaan
dilakukan pengambilan
laboratoirum
sampel darah / seluruh
d. Waktu tunggu hasil
pasien yang dilakukan
pelayanan
pengambilan sampel
laboratorium
e. Pemenuhan darah
c. prosentase jumlah
kebutuhan darah bagi
seluruh pasien yang
setiap pelayanan
f. Kepuasan pelanggan diperiksa laboratorium
dalam dikurangi jumlah
penyerahan hasil
laboratorium yang salah
orang / jumlah pasien
yang diperiksa
dilaboratorium dalam satu
bulan
d. kumulatif waktu tunggu
hasil pemeriksaan
laboratorium patologi
klinik untuk darah lengkap
pasien dalam satu bulan /
jumlah pasien yang
diperiksa darah lengkap
dalam 1 bulan
e. prosentase jumlah
permintaan kebutuhan
darah yang dapt dipenuhi
dalam 1 bulan / seluruh
permintaan darah dalam 1
bulan.
Mutu Eksternal f. kepuasan pelanggan
diperoleh dari questioner
yang diberikan kepada
keluarga pasien terlaksana

Pemantapan Mutu Eksternal


14
5. Keselamatan pasien
a. 0 %
a. Untuk mencegah a. Jumlah pasien yang
b. 0%
infeksi nosokomial terkena infeksi nosokomial
b. Kesalahan b. Jumlah kesalahn
pemeriksaan pasien pemeriksaan pasien
6. Keselamatan kerja
a. Identifikasi resiko a. Data hasil identifikasi a. 100 %
b. ≥ 80%
keselamatan area kerja resiko keselamatan area
c. 100 %
b. Mempertahankan
kerja d. 100%
kebiasaan pemakain b. Hasil evaluasi
APD (Alat Pelindung penggunaan APD dan
Diri) dan Cuci Tangan Cuci Tangan
c. Pengelolaan c. Data insiden
Kecelakan kerja keselamatan kerja dan
d. Pelatihan dan
laporan insiden
Orientasi d. Karyawan baru dan
karyawan yang belum
mengikuti pelatihan K3

15
VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


INSTALASI LABORATORIUM
RUMAH SAKIT UMUM WIJAYAKUSUMA KEBUMEN TAHUN 2018

NO KEGIATAN BULAN KETERANGAN

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
A. Sumber Daya Manusia
1. Rekrutmen x
2. Orientasi x
3. Pelatihan K3, Pengenalan B3 yang baru dikenali x
4. Evaluasi Kinerja x
B. Fasilitas
1. seleksi dan pengadaan alat x
2. Inventarisasi alat x x x x x x x x x x x x
3. Inspeksi dan alat pengetesan x x x x x x x x x x x x
. 4. Kalibrasi x x
5. pemeliharaan alat x x x x x x x x x x x x
6. Monitoring dan tindak lanjut x x x x x x x x x x x x
C. Pengembangan Pelayanan
1. Pelayanan pemeriksaan Kimia darah x
2. Pelayanan pemeriksaan BTA x
3. Pelayanan Bank Darah Rumah Sakit x
D. Mutu
1. Program PMKP (survey sesuai indikator mutu) x x x x x x x x x x x x
2. Pemantapan Mutu
a. Pemantapan Mutu Internal x x x x x x x x x x x x
b. Pemantapan Mutu Eksternal x x

16
E. Keselamatan pasien
1. Mencegah infeksi nosokomial x x x x x x x x x x x x
2. Kesalahan pemeriksaan pasien x x x x x x x x x x x x
F. Keselamatan Kerja
1. Identifikasi resiko keselamatan area kerja x x x x x x x x x x x x
2. Mempertahankan kebiasaan pemakaian APD dan x x x x x x x x x x x x
cuci tangan
3. Pengelolaan kecelakaan kerja x x x x x x x x x x x x
4. Pelatihan dan orientasi x x x x x x x x x x x x

17
VIII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN & PELAPORAN
Pelaksanaan program kerja laboratorium ini akan dilakukan evaluasi terhadap
pelaksanaannya yang akan dilakukan setiap 1 tahun sekali.

IX. PENCATATAN, PELAPORAN KEGIATAN DAN EVALUASI KEGIATAN


Pada akhir masa program dilakukan evaluasi Program oleh Kepala Instalasi
laboratorium dan dibuatkan laporannya untuk disampaikan kepada direktur.

Kebumen, 2 Januari 2018

Mengetahui,

Direktur
Rumah Sakit Umum Kepala Instalasi
Wijayakusuma Kebumen Laboratorium Klinik

dr. Indah Mukarromah dr. R. Bopi Yudha Sapa, Sp.PK

18

Anda mungkin juga menyukai