Anda di halaman 1dari 4

SEJARAH KULINER

Kuliner sebenarnya berasal dari kata serapan bahasa arab gizzah yang
mempunyai arti makanan sehat. Dan seberapa pentingnya gizi sampai saat ini
adalah satu agenda terbesar di Indonesia dalam hal perbaikannya. Karena ini pula
muncul slogan “Empat Sehat Lima Sempurna” yang sering kita dengar. Dan
persoalan gizi sebenarnya sudah diperkenalkan sejak lama oleh Bapak Gizi
Nasional Indonesia kita yaitu Prof. Poerwo Soedarmo dari sejak awal
kemerdekaan. Karena gizi memang sangat penting dalam kehidupan kita sebagai
masyarakat yang berbangsa dan bernegara.

Pada saat awal kemerdekaan, kondisi gizi masyarakat Indonesia memang tidak
terlalu baik. Oleh karena itu, Menteri Kesehatai RI saat itu, J. Leimena meminta
Prof. Poerwo untuk mengepalai Lembaga Makanan Rakyat atau LMR yang pada
saat itu bernama Institut Voor Volksvoeding (IVV) yang merupakan lembaga
penelitian kesehatan agar bisa mengatasi permasalahan gizi masyarakat
Indonesia. Itu karena kondisimasyarakat Indonesia yang bisa dibilang berada di
dalam area kemiskinan dan kurangnya kesadaran akan makanan sehat sehingga
kondisi kesehatan masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan dan terbelakang.

Melihat kondisi tersebut, Poerwo melaksanakan beberapa program untuk


mengatasi hal tersebut. Prioritas pertama dan utama pada saat itu adalah untuk
menumbuhkan kesadaran serta pendidikan akan pentingnya gizi yang sehat pada
masyarakat.Namun karena kondisi masyarakat Indonesia yang pada saat itu rata
rata masih buta aksara dan kurang mampu. Beliau membentuk kader-kader
pendidikan gizi dimana nantinya mereka yang akan langsung berinteraksi dengan
masyarakat yaitu dengan cara mendirikan Sekolah SDPM (Djuru Penerang
Makanan) pada tahun 25 Januari 1951.

Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan pendidikan mengenai pentingnya


gizi bagi tubuh dan kesehatan, selain itu mereka juga mereka melakukan
penelitian terhadap pola makan dan penyakit yang berhubungan dengan makanan
pada masyarakat.Setelah SDPM didirikan, tak lama kemudian juga turut berdiri
beberapa sekolah-sekolah tentang gizi dan kesehatan seperti misalnya APN
(Akademi Pendidikan Ntrisionis) tahun 1956 dimana sekolah tersebut beralih
nama menjadi Akademi Gizi setelah Poerwo meminta masukan tentang nama dari
ahli bahasa, Harjati Soebadio, agar mempunyai nama yang mencirikan kultur
Indonesia.

Sejak mulai saat itu, istilah gizi menjadi sangat popular terutama setelah
pengukuhan Profesor Djuned D. Poesponegoro yang menjadi guru besar penyakit
anak pada FKUI. Sedangkan Poerwo sendiri ditetapkan menjadi Guru Besar ilmu
Gizi pada tahun 1958. Mulai saat itulah pendidikan pergizian Indonesia terus
berkembang termasuk salah satunya pendirian bagian gizi di Fakultas Kedokteran
UI (Universitas Indonesia) tahun 1958.

Dan sampai saat ini pun, banyak lahir organisasi-organisasi di bidang gizi seperti
contohnya Persagi (Persatuan Ahli Gizi Indonesia), PDGMI (Perhimpunan
Dokter Gizi Klinik Indonesia) Nah, pada tahun 1960-an. LMR (Lembaga
Makanan Rakyat) memperingati tentang dimulainya pengkaderan tenaga gizi di
Indonesia serta berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan pada tanggal 25
Januari 1951 pada 10 tahun sebelumnya. Lalu kemudian acara tersebut
dilanjutkan kembali oleh Direktorat Gizi Indonesia pada tahun 1970-an sampai
sekarang.

Tak hanya asal memperingati saja. Terdapat makna yang sangat penting juga
mendalam di setiap peringatan Hari Gizi Nasional di setiap tahunnya. Dimana
kita sebagai masyarakat Indonesia akan selalu dingatkan bahwa betapa
pentingnya kebutuhan gizi untuk kesehatan serta kecerdasan dalam menunjang
pertumbuhan tubuh dan jiwa kita sebagai manusia. Seperti yang kita ketahui, gizi
merupakan kumpulan zat penting yang ada pada makanan erupa mineral, protein,
vitamin, lemak, karbohidrat dan juga air. Dimana zat zat tersebut sangat
dibutuhkan oleh tubuh kita terutama oleh balita dan anak-anak yang masih
memulai untuk menapaki dunia ini.

Maka dari itulah di hari Gizi dan Makanan Nasional Indonesia ini, marilah kita
berupaya memperbarui dan lebih memperbaiki diri lagi tentang kebutuhan kita
dan saudara-saudara sekitar kita akan pentingnya makanan yang mempunyai gizi
yang tinggi.Marilah kita sadar dan berusaha saling melengkapi untuk memenuhi
kebutuhan makanan bergizi bagi tubuh kita serta beberapa saudara Indonesia kita
diluar sana yang membutuhkan bantuan dalam pemenuhan mereka akan makanan
bergizi. Itulah awal mulanya hari Gizi dan Makanan Nasional serta makna yang
terkandung di dalam perayaan Hari Gizi Nasional Indonesia di tetapkan yaitu
pada tanggal 25 Januari. Dan pada tahun 2017 ini, hari Gizi dan Makanan
Indonesia pada hari Rabu
SEJARAH KULINER SECARA INDONESIA

Gizi B Tingkat 1

 LIDYA EUNIKE SAMPEL


 NIM : 51341117046

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN SORONG

PROGRAM D-III JURUSAN GIZI

TAHUN AKADEMIK 2017/2018