Anda di halaman 1dari 12

LESSON PLAN 12

NO Pertanyaan Jawaban
1. Gambarkan 1. Nefalometri
bagan kotak
peralatan
Spektrometri
Emisi Energi
Thermal,
Turbidimeter
atau
Nefalometri?

o Sebagian besar aplikasi klinis, sumber cahayayang digunakan adalah lampu


tungsten, dimana tungsten memberikan cahaya dalam daerah visible
o Untuk snsitivitas yang lebih tinggi dan untuk aplikasi penentuan ukuran dan
jumlah partikel dalam suspense, digunakan laser light nephelometer
o Digunakan secara luas untuk menentukan konsentrasi zat yang tidak diketahui
dimana terdapat reaksi antigen-antibody seperti :
- Penetuan immunoglobulin (total, IgG, IgE, IgM, IgA) di dalam serum dan
cairan bilogi lainnya
o 1-antitrypsin, albumin (dengan menggunakan antibody spesifik untuk
setiap protein)Penentuan konsntrasi serum protein individu; Hb,
Haptoglobin, Transferring, c-reaktif protein,
- Penetuan ukuran dan jumlah partikel (dengan laser – nephelometer)

2. Turbidimeter
Keterangan :
o Sejumlah cahaya ditembakkan dari sebuah sumber cahaya menuju
monokromator
o Monokromator akan menguraikan cahaya dan meneruskannya menuju cuvet
yang berisikan suspensi sel
o Ketika cahaya melewati cuvet, maka terjadi tiga kemungkinan
1. Cahaya akan diserap sebagian oleh partikel tersuspensi
2. Sebagian cahaya diteruskan
3. dan sebagian lagi menyebar ke segala arah
o Jumlah cahaya yang diserap akan sebanding dengan jumlah partikel
tersuspensi (konsentrasi sampel).
o Pengukuran dilakukan dengan spektrofotometr (detektor)

2. Apa beda a. Uv/T


prinsip kerja Sumber sinar polikromatis masuk kedalam monokromator, yang keluar
peralatan UV/T sinar monokromatis dalam hal ini sinar akan diserap dan diteruskan oleh
dengan sampel dimana yang diteruskan sampai kedektektor dan kemudian dapat
Spektrometri dibaca oleh read out berupa transmitan atau adsorbansi.
Emisi Energi b. Spektrometri Emisi Energy Termal
Thermal, Turbidimetri
Turbidimeter Prinsip kerja :
atau Menghitung jumlah cahaya yang diteruskan (dan mengkalkulasi jumlah
Nefalometri? cahaya yang diabsorbsi) oleh partikel dalam suspense untuk menentukan
konsentrasi substansi yang ingin dicari.
Nefelometri
Prinsip kerja :
 Nephelometry menitik beratkan pengukuran pada jumlah cahaya yang
disebarkan (scaterred) dari kuvet yang mengandung suspense partikel
dalam suatu cairan (solution)
 Komponen-komponen dari nefelometer itu sama dengan komponen
yang terdapat pada spectrometer cahaya kecuali pada detector yang
ditempatkan pada sudut yangkhusus dari sumber cahaya.
 Detector merupakan sabuah tube fotomultiplier yang ditempatkan
pada suatu posisi untuk mendeteksi cahaya yang tersebar. Detektor
bisa ditempatkan pada sudut 90o, 70o or 37o tergantung pada sudut
mana paling banyak ditemukan cahaya yang disebarkan
 Karena jumlah cahaya yang disebarkan jauh lebih besar daripada yang
diteruskandalam suspensi turbid, maka nefelometri memiliki tingkat
sensitifitas yang lebih tinggi daripada turbidimetri
 Jumlah cahaya yang disebarkan, bergantung pada jumlah dan ukuran
partikel yang tersuspensi

3. Apa beda Turbidimetri :


Turbidimeter 1. Menghitung jumlah cahaya yang diteruskan (diabsorbsi)
dengan 2. Jumlah cahaya yang diabsorbsi bergantung pada jumlah dan jumlah
Nefalometri? partikel
3. Detector merupakan spectrometer cahaya
4. Memiliki tingkat sensitifitas yang lebih rendah dari nefelometri

Nefelometri :
1. Menghitung jumlah cahaya yang disebarkan
2. Jumlah cahaya yang disebarkan bergantung pada jumlah dan ukuran
partikel
3. Detector merupaka sebuah tube fotomultiplier
4. Memiliki tingkat sensitifitas yang lebih tinggi dari pada turbidimetri.

http://mbaqcitie.wordpress.com/2011/05/01/turbidimetri-dan-nefelometri/
4. Untuk apa Fungsi turbidimiter:
Spektrometri Untuk pengukuran optik dari hamburan sinar yang dihasilkan. Hamburan sinar
Emisi Energi terjadi karena interaksi antara sinar yang diberikan dengan partikel suspensi
Thermal, yang terdispersi dalam larutan. Partikel-partikel suspensi tersebut dapat berupa
Turbidimeter lempung alga, material organik, mikroorganisme, material koloid dan bahkan
atau molekul besar sekalipun seperti tannin dan lignin
Nefalometri? (Forum UPI)
 Penentuan konsentrasi total protein dalam cairan biologis seperti urin dan
CSF yang mengandung sedikit protein (mg/L kuantitas) menggunakan
Asam Trikoloroasetat.
 Penentuan aktivitas amilase menggunakan pati sebagai substrat.
Penurunan kekeruhan berbanding lurus dengan aktivitas amilase.
 Penentuan aktivitas enzim lipase menggunakan trigliserida sebagai
substrat. Penurunan kekeruhan berbanding lurus dengan aktivitas enzim
lipase.

http://mbaqcitie.wordpress.com/2011/05/01/turbidimetri-dan-nefelometri/

Fungsi Nefalometri:
- Untuk mengukur tingkat kekeruhan suatu campuran atau larutan.
(Repository USU)Digunakan secara luas untuk menentukan konsentrasi
zat yang tidak diketahui dimana terdapat reaksi antigen-antibody seperti :
- Penetuan immunoglobulin (total, IgG, IgE, IgM, IgA) di dalam serum
dan cairan bilogi lainnya
- Penentuan konsntrasi serum protein individu; Hb, Haptoglobin, 1-
antitrypsin, albumin (denganTransferring, c-reaktif protein,
menggunakan antibody spesifik untuk setiap protein)
- Penetuan ukuran dan jumlah partikel (dengan laser – nephelometer)

http://mbaqcitie.wordpress.com/2011/05/01/turbidimetri-dan-nefelometri/
LESSON PLAN 13

Kegiatan Dosen Perkiraan Respon Mahasiswa


1. Jelaskan manfaat Fluorisensi: Untuk menganalisis molekul organik maupun
Fluorisensi, Fosforisensi, anorganik atau mengetahui konsentrasi suatu senyawa berdasarkan
pH Meter? intensitas pendar-flour yang ditimbulkan suatu unsure atau
senyawa pada saat dikenai cahaya atau radiasi elektromagnetik.

Fosforisensi: untuk menganalisis molekul organik maupun


anorganik atau mengetahui konsentrasi suatu senyawa berdasarkan
intensitas pendar-fosfor yang ditimbulkan suatu unsur atau
senyawa pada saat dikenai cahaya atau radiasi elektromagnetik
dengan waktu hidup pendar yang lebih panjang yaitu 10-4 detik.

pH meter: untuk mengukur derajat keasaman suatu larutan atau


penentu konsentrasi ion H+ pada suatu larutan asam.

2. Apa perbedaan dan Perbedaan :


persamaan Fluorisensi dan  Fluorisensi deaktifasi dengan pancaran sinar segera dengan
Fosforisensi waktu hidup pendar yang singkat yaitu kurang dari 10-6 detik
jika sinar pengaktif lepas atau radisai dihentikan.

 Fosforisensi deaktifasi dengan pancaran sinar tidak segera


dengan waktu hidup pendar yang lebih lama yaitu 10-4 detik.
Jika sumber sinar dilepas pancaran sinar masih ada.
3. Berikan contoh sel
elektrokimia Sel Volta Zn(s)/ Zn2+(aq)││Cu2+(aq)/Cu(s)
Zn//Cu, Zn//H2!

Penjelasan :
potensial reduksi logam seng lebih negatif dari potensial reduksi
logam tembaga, sehingga logam seng bertindak sebagai anoda dan
logam tembaga bertindak sebagai katoda.
4. Jelaskan prinsip kerja Prinsip kerja :
sel Volta/Galvani!  Terdiri atas elektroda dan elektrolit yang dihubungkan
dengan sebuah jembatan garam.
 Pada anoda terjadi reaksi oksidasi dan pada katoda terjadi
reaksi reduksi.
 Arus elektron mengalir dari katode ke anode.
 Arus listrik mengalir dari katode ke anode.
 Adanya jembatan garam untuk menyetimbangkan ion-ion
dalam larutan.
 Terjadi perubahan energi: energi kimia menjadi energi
listrik

Pada saat elektroda dimaksukkan kedalam larutan garam, pada


anoda terjasi reaksi oksidasi secara spontan. Electron yang
dilepaskan mengalir melalaui rangkaian kawat menuju katoda.
Electron berpindah dari katoda ke zat dalam elektrolit. Zat yang
menerima electron mengalami reduksi. Atau electron mengalir
dari elektroda negative ke elektroda positif. Alira electron dari
anoda ke katoda ini berjalan terus-menerus dengan lancer karena
adanya jembatan garam. Aliran electron inilah yang menimbulkan
arus listrik.

5. Jelaskan persamaan Persamaan Nernst :


Nernst sebagai dasar pH Aa + Bb → yY + zZ
meter!
𝑅𝑇 [𝑌]𝑦 [𝑍]𝑧
Esel =E0 -𝑛𝐹 𝑙𝑛 [𝐴]𝑎 [𝐵]𝑏

Persamaan Nernst memberikan hubungan antara potensial relatif


suatu elektroda dan konsentrasi spesies ioniknya yang sesuai
dalam larutan. Dengan pengukuran pengukuran potensial
reversibel suatu elektroda, maka perhitungan aktivitas atau
konsentrasi suatu komponen dapat dilakukan. Hal inilah yang
menjadi dasar pH meter

6. Berikan contoh gambar Gambar pH meter


pH meter dan skema ISE!

Skema ISE
7. Jelaskan prinsip kerja Elektroda ion selektif terdiri atas membran yang responsif secara
Ion Selektif Elektroda! selektif terhadap suatu spesies ion tertentu dan mengadakankontak
bagian luarnya dengan larutan yang akan ditentukan. Sedang
bagian dalam berisi larutan yang mempunyai aktifitas tertentu
yang mengadakan kontak dengan elektroda pembanding.
Membran yang digunakan dapat berupa polimer ataupun membran
cair yangterdiri atas pelarut yang tidak bercampur dengan air dan
suatu reagen yang bersifat sebagai pengekstraksi melalui
mekanisme chelat. Jika membran cair tersebut memisahkan dua
larutan, selektivitas ion tercapai terlebih dahulu melaluiselektif ion
tertentu melalui fase membran dan juga melalui perbedaan
mobilitasion dalam membran.

Ion selektif electrode termasuk yang paling umum digunakan


(pHelectrode) bekerja dengan prinsip dasar dari sel galvanic.
Dengan mengukur potensial listrik yang dihasilkan oleh
membrane pada ion tertentu dandibandingkan dengan reference
electrode. Kekuatan beda potensial yangdihasilkan sebanding
dengan konsentrasi dari ion yang terukur (selektif).
LESSON PALN 14

Kegiatan Dosen Respon Mahasiswa

2.1 Jelaskan prinsip kerja


peralatan evaporator!

Evaporator mempunyai dua prinsip dasar, untuk menukar panas dan


untuk memisahkan uap yang terbentuk dari cairan. Evaporator
umumnya terdiri dari tiga bagian, yaitu penukar panas,
bagian evaporasi (tempat di mana cairan mendidih lalu menguap), dan
pemisah untuk memisahkan uap dari cairan lalu dimasukkan ke dalam
kondenser (untuk diembunkan/kondensasi) atau ke peralatan lainnya.
Hasil dari evaporator (produk yang diinginkan) biasanya dapat berupa
padatan atau larutan berkonsentrasi. Larutan yang sudah dievaporasi
bisa saja terdiri dari beberapa komponen volatil (mudah menguap).

Prinsip kerja peralatan evaporator vakum ini berdasarkan pada


kenyataan bahwa penurunan tekanan akan menyebabkan turunnya
titik didih cairan. Pada Anhydro laboratory Vacum Evaporator, keadaan
vakum tersebut terutama dihasilkan dari pompa air yang memindahkan
uap terkondensasi dan mendinginkan air dari kondensor.

2.2 Jelaskan manfaat Evaporator biasanya digunakan dalam industri kimia dan industri
Evaporator! makanan. Pada industri kimia, contohnya garam diperoleh dari air asin
jenuh (merupakan contoh dari proses pemurnian) dalam evaporator.
Evaporator mengubah air menjadi uap, menyisakan residu mineral di
dalam evaporator.Uap dikondensasikan menjadi air yang sudah
dihilangkan garamnya. Pada sistem pendinginan, efek pendinginan
diperoleh dari penyerapan panas oleh cairan pendingin yang menguap
dengan cepat (penguapan membutuhkan energi panas).

Evaporator juga digunakan untuk memproduksi air minum,


memisahkannya dari air laut atau zat kontaminasi lain.
LESSON PLAN 15

Kegiatan Dosen Respon Mahasiswa

2.1 Jelaskan prinsip kerja Bom kalorimeter? Prinsip dari kalorimeter ini adalah bahan yang
digunakan untuk mengukur jumlah panas yang
terlibat pada reaksi kimia dalam sistem larutan,
sehingga kalor yang diserap menyebabkan
perubahan suhu pada kalorimeter. Berdasarkan
perbedaan suhu pada keadaan tersebut kemudian
dihitung kalor reaksi dari reaksi sistem larutan
tersebut.

Sejumlah sampel ditempatkan pada tabung


beroksigen yang tercelup dalam medium
penyerap kalor (kalorimeter), dan sampel akan
terbakar oleh api listrik dari
kawat logam terpasang dalam tabung.

Kalorimeter bom adalah suatu jenis kalorimeter


untuk reaksi eksoterm yang berlangsung bila
didahului oleh pemanasan, misalnya pembakaran
kuat CH4(g) dengan gas oksigen. Alat ini terdiri
atas wadah baja yang kuat (bom) untuk
menempatkan pereaksi. Bom dibenamkan dalam
suatu penangas air yang terisolasi dan dilengkapi
dengan pengaduk serta termometer. Sebelum
reaksi dalam bom berlangsung, suhu awal
penangas air diukur. Kalor yang dibebaskan dalam
reaksi diserap oleh bom dan penangas air,
sehingga suhu alat keseluruhan merupakan
kapasitas kalor alat ukur. Sebelumnya kapasitas
kalor alat diukur dahulu dalam eksperimen
tersendiri.

2.2 Apa manfaat Bom Kalorimeter! Alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor
(nilai kalori) yang dibebaskan pada pembakaran
sempurna (dalam O2 berlebih) suatu senyawa,
bahan makanan, bahan bakar.
Alat ini di pakai untuk mengukur Heating Value
suatu material, pada umumnya
Pabrik pulp mengunakan alat ini untuk mengukur
heating value;

1. Minyak Bakar
2. Minyak Solar
3. Kulit Kayu
4. Kayu
5. Lindi Hitam
2.3 Hitung kalori pembakaran tepung qreaksi = – (qair + qbom )
jagung…….!

Jumlah kalor yang diserap oleh air dapat dihitung


dengan rumus :

qair = m x c x DT

dengan :

m = massa air dalam kalorimeter ( g )

c = kalor jenis air dalam kalorimeter (J / g.oC ) atau


( J / g. K )

DT = perubahan suhu ( oC atau K )

Jumlah kalor yang diserap oleh bom dapat


dihitung dengan rumus :

qbom = Cbom x DT

dengan :

Cbom = kapasitas kalor bom ( J / oC ) atau ( J / K )

DT = perubahan suhu ( oC atau K )

Contoh soal :

Suatu kalorimeter bom berisi 250 mL air yang


suhunya 25oC, kemudian dibakar 200 mg tepung
jagung. Suhu tertinggi yang dicapai air dalam
kalorimeter = 35oC. Jika kapasitas kalor
kalorimeter = 75 J / oC dan kalor jenis air = 4,2 J /
g.oC, berapakah DHc tepung jagung?

Jawaban :

qair = m x c x DT

= ( 250 ) x ( 4,2 ) x ( 35 – 25 )

= 10.500 J

qbom = Cbom x DT
= ( 75 ) x ( 35 – 25 )

= 750 J

qreaksi = – (qair + qbom )

qreaksi = - ( 10.500 J + 750 J )

= - 11.250 J = – 11,25 kJ

200 mg tepung jagung = 0,2 g CH4 = ( 0,2 / 16 )


mol = 0,0125 mol

DHc tepung jagung = ( – 11,25 kJ / 0,0125 mol ) = -


900 kJ / mol ( reaksi eksoterm )

Anda mungkin juga menyukai