Anda di halaman 1dari 4

2.

5 Struktur Protein Komplek Histokompatibilitas

Protein MHC terdiri dari dua kelas struktur, yaitu protein MHC kelas I dan kelas II.

A. Protein MHC kelas I

Protein MHC kelas I ditemukan pada semua permukaan sel berinti. Protein ini bertugas
mempresentasikan antigen peptida ke sel T sitotoksik (Tc) yang secara langsung akan
menghancurkan sel yang mengandung antigen asing tersebut. Protein MHC kelas I terdiri dari
dua polipeptida, yaitu rantai membrane integrated alfa (α) yang disandikan oleh gen MHC
pada kromosom nomor 6, dan non-covalently associated beta-2 mikroglobulin (β2m). Rantai
α akan melipat dan membentuk alur besar antara domain α1 dan α2 yang menjadi tempat
penempelan molekul MHC dengan antigen protein. Alur tersebut tertutup pada pada kedua
ujungnya dan peptida yang terikat sekitar 8-10 asam amino. MHC kelas satu juga memiliki
dua α heliks yang menyebar di rantai beta sehingga dapat berikatan dan berinteraksi dengan
reseptor sel T.

B. Protein MHC kelas II

Protein MHC kelas II terdapat pada permukaan sel B, makrofag, sel dendritik, dan
beberapa sel penampil antigen (antigen presenting cell atau APC) khusus. Melalui protein
MHC kelas II inilah, APC dapat mempresentasikan antigen ke sel-T penolong (Th) yang akan
menstimulasi reaksi inflamatori atau respon antibodi.MHC kelas II ini terdiri dari dua ikatan
non kovalen polipeptida integrated-membrane yang disebut α dan β. Biasanya, protein ini akan
berpasangan untuk memperkuat kemampuannnya untuk berikatan dengan reseptor sel T.
Domain α1 dan β1 akan membentuk tempat untuk pengikatan MHC dan antigen.
2.6 Fungsi Molekul MHC
Fungsi utama dari molekul MHC adalah menampilkan fragmen molekul yang unik pada
permukaan sel dalam suatu rangkaian yang memungkinkan untuk dikenal oleh efektor imun,
seperti misalnya limfosit T. Molekul MHC kelas I dan II adalah glikoprotein pada permukaan
sel yang berfungsi dalam pengikatan dan pengenalan antigen. Molekut MHC melakukan
fungsi utama dalam pengenalan imun melalui dua fungsi molekuler: pengikatan peptida (pada
beberapa kasus molekul non peptida) dan interaksi dengan sel T, biasanya melalui reseptor sel
T 𝛼𝛽. Pengikatan peptida oleh molekul MHC kelas I dan II adalah suatu kejadian selektif yang
memungkinkan sel yang mengekspresi molekul MHC (antigen presenting cells, APC)
menampilkan protein sendiri (pada MHC-I) atau protein yang berasal dari lingkungan
eksfaseluler (pada MHC-II) (Margulies, 1999).
Glikoprotein MHC kelas I berikatan dengan protein yang berasal dari virus yang
menginfeksi, parasit intraseluler, molekul self, baik yang normal maupun yang berubah karena
tumorigenesis, dan mengekspresikan fragmen molekul tersebut pada permukaan sel. APC
menampilkan kompleks MHC kelas I – peptida dan mempresentasikannya kepada sel T.
Molekul MHC kelas I memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan reseptor sel T, dan
selanjutnya menyebabkan APC yang menampilkan kompleks MHC - peptida tertentu melekat
pada reseptor sel T (TCR) yang cocok sebagai langkah pertama dalam aktivasi program seluler
yang mungkin menyebabkan sitolisis dari APC sebagai target dan /atau sekresi limfokin oleh
sel T. Interaksi dengan TCR tergantung pada peptida dan molekul MHC. Sebagai aturan, TCR
spesifik tidak akan berikatan dengan molekul MHC saja, atau molekul MHC yang berikatan
dengan peptida yang tidak berhubungan. Dasar evolusioner utama dari perkembangan sistem
ini adalah untuk membedakan sel dari host yang terinfeksi oleh virus atau parasit intraseluler.
Jadi suatu sistem yang asalnya berkembang untuk mengidentifikasi sel yang terinfeksi virus
atau parasit intraseluler yang lain, selanjutnya mungkin dapat berfungsi untuk
mengidentifikasi antigen spesifik untuk sel turnor. Sebagai aturan umum adalah peptida harus
dihasilkan oleh sel yang sama dengan sel yang mensintesa molekul MHC-I (MHC-I restricted
antigens). Secara umum, peptida yang berasal dari protein yang terdapat pada sitosol
didegradasi oleh kompleks proteasom multikatalitik menjadi peptida, dibawa dari sitosol ke
endoplasmik retikulum dengan pertolongan dari transporter membrhn intrinsik, transporter
associated with antigen processing (TAP), dan kemudian diikatkan pada molekul MHC-I yang
baru disintesis (Margulies, 1999; Goldsby,2000).
Molekul MHC kelas II mengikat peptida yang berasal dari degradasi protein yangdimalcan
oleh APC yang mengekspresi MHC-II, dan menampilkannya pada permukaan sel untuk dapat
dikenal oleh limfosit T. Jalur presentasi antigen yang ditampilkan bersama dengan molekul
MHC kelas II berdasar pada penggabungan awal dari molekul MHC kelas II dengan rantai
invarian (Ii) yang berfungsi sebagai chaperone yang membimbing molekul MHC kelas II ke
endosom, yaitu suatu tempat pemrosesan protein yang bersifat asam, di mana molekul MHC
kelas II bertemu dengan peptida antigenik. Rantai invarian juga berfungsi untuk melindungi
tempat pengikatan antigen dari molekul MHC kelas II sehingga mempermudah ikatan dengan
peptida antigenik di dalam lokasi endosomal-lisosomal ini. Pengikatan molekul MHC kelas I[
dengan peptida antigenik, suatu proses yang tergantung pada pelepasan peptida Ii, sebagian
tergantung pada molekul MHC-DM, yang kemudian memimpin ekspiesi kompleks MHC-II
dengan peptida pada permukaan sel. Sel T yang mengenal kompleks tersebut kemudian
mensekresi sitokin dan mungkin dirangsang untuk berproliferasi (Margulies, 1999; Goldsby,
2000).
Fungsi MHC I yang telah dipelajari diantaranya adalah : reaksi penolakan jaringan,
stimulasi produksi antibodi, processing dalam interaksi antigen dengan sel limfosit T. MHC II
diperlukan terutama untuk processing antigen sebelum antigen berinteraksi dengan sel limfosit
T, sel limfosit B dan makrofag. Sel T mengenal antigen melalui MHC II, kemudian akan
diikuti dengan proses proliferasi. Sel T akan membentuk koloni yang hanya mengenal antigen
yang sama. Jadi dalam hal ini MHC II terlibat pada proses presentasi antigen.