Anda di halaman 1dari 2

2.

Akuntansi Pertanggungjawaban versus Akuntansi Konvensional

Akuntansi pertanggungjawaban berbeda dengan akuntansi konvensional dalam hal cara operasi
direncanakan dan cara data akuntansi diklasifikasikan serta diakumulasikan.

Dalam akuntansi kovensional,data diklasifikasikan berdasarkan hakikat atau fungsinya dan tidak
digambarkan sebagai individu-individu yang bertanggung jawab atas terjadinya dan
pengendalian terhadap data tersebut. Oleh karena itu, data akuntansi konvensional mempunyai
nilai yang terbatas bagi manajer dalam memantau efisiensi dari aktivitas harian mereka.

Akuntansi pertanggungjawaban meningkatkan relevansi dari informasi akuntansi dengan


menetapkan suatu kerangka kerja untuk perencanaan,akumulasi data,dan pelaporan yang sesuai
dengan struktur organisasional dan hierarki pertanggungjawaban dari suatu perusahaan.
Akuntansi pertanggungjawaban memberikan suatu sentuhan pribadi terhadap mekanisme
akumulasi data yang impernal dalam akuntansi konvensional dengan membahasnya bersama
manajer segemen secara langsung,serta dengan menyediakan tujuan dan hasil kinerja actual atas
factor-faktor operasional kepada siapa para manajer tersebut bertanggung jawab dan mampu
melakukan pengendalian. Berbagai data operasional tidak hanya
diklasifikasikan,diakumulasikan,dan dilaporkan berdasarkan jenisnya (misalnya:pendapatan
penjualan,bahan baku dan pelengkapan yang dipakai,sewa,asuransi,dan lain-lain),tetapi juga
berdasarkan individu-individu yang telah diberikan tanggung jawab atasnya.

Oleh karena itu,akuntansi pertanggungjawaban tidak mengalokasikan biaya gabungan ke


segmen-segmen yang memperoleh manfaat daripadanya,melainkan membebankan biaya tersebut
kepada individu di segmen yang menginisiasi dan mengendalikan terjadinya biaya tersebut.
Misalnya, manajer departemen jasa perbaikan dan pemeliharaan yang bertanggung jawab
memelihara peralatan di departemen-departemen jasa perbaikan dan pemeliharaan yang
bertanggung jawab terhadap biaya yang berkaitan dengan tugasnya itu. Contoh lainnya adalah
gaji dari seseorang yang bekerja separuh waktu sebagai tenaga penjualan dan separuh waktunya
lagi sebagai agen pembelian. Akuntansi konvensional akan mengalokasikan gaji ini berdasarkan
waktu yang digunakan untuk setiap aktivitas. Sebaliknya, akuntansi pertanggung jawab atas
aktivitas dari orang tersebut.

Akuntansi pertanggungjawaban melaporkan baik siapa yang membelanjakan uang tersebut


maupun apa yang dibeli oleh uang tersebut. Oleh karena itu, akuntansi pertanggungjawaban
menambahkan dimensi manusia pada perencanaan,akumulasi data,dan pelaporan. Karena biaya
dianggarkan dan diakumulasikan sepanjang garis tanggung jawab,laporan yang diterima oleh
manajer segmen sangat sesuai untuk evaluasi kinerja dan alokasi penghargaan. Lebih lanjut lagi,
orang yang memiliki kinerja tersebut tidak akan memandang laporan itu sebagai sesuatu yang
tidak adil atau mempertanyakannya berdasarkan praktik alokasi akuntansi yang arbitrer.
Akuntansi pertanggungjawaban menimbulkan kesadaran terhadap biaya dan pendapatan di
seluruh organisasi serta memotivasi manajer segmen untuk berusaha kea rah pencapaian tujuan.
Akuntansi pertanggungjawaban mengarahkan perhatian mereka kepada faktor- faktor yang
memerlukan perhatian khusus dan bahwa mereka memiliki kekuasaan untuk melakukan
perubahan.