Anda di halaman 1dari 14

Nama : Siti Marwah Syarif

Kelas : 4J

TEORI
1. Ada empat konverter daya yaitu!
Jawab : Konvrensi DC-DC, Penyearah AC-DC, Inverter DC-AC, Cycloconverter AC-
AC.

2. Jelaskan salah satu contoh penggunaan untuk konvrensi DC-DC !


Jawab : Listrik DC 15V dengan komponen elektronika diubah menjadi listrik DC 5V.

3. Jelaskan salah satu coontoh untuk penggunaanpenyearah AC-DC!


Jawab : Listrik AC 220 V/50 Hz diturunkan melewati trafo menjadi 12V AC dan
kemudian disearahkan oleh diode menjadi tegangan DC 12V.

4. Jelaskan salah satu coontoh untuk penggunaan inverter DC-AC!


Jawab : Listrik DC 12 V dari akumulator dengan perangkat inverter diubah menjadi
listrik tegangan AC 220V, frekuensi 50 Hz.

5. Jelaskan salah satu coontoh untuk penggunaan Cycloconverter AC-AC!


Jawab : Tegangan AC 220 V dan frekuensi 50 Hz menjadi tegangan AC 110 V dan
frekuensi yang baru 100 Hz.

6. Gambarkan rangkaian converter DC-DC pada tipe linier!


Jawab :

7. Apakah PLC itu?


Jawab : PLC merupakan sistem yang dapat memanipulasi, mengeksekusi, dan atau
memonitor keadaan proses pada laju yang amat cepat, dengan dasar data yang bisa
diprogram dalam sistem berbasis mikroprosesor integral. PLC menerima masukan dan
menghasilkan keluaran sinyal-sinyal listrik untuk mengendalikan suatu sistem.

8. Gambarkan struktur SCR?


Jawab :
9. Sebutkan yang mempengaruhi peratan!
Jawab : Pemilihan kapasitor, filter keluaran, keluaran rata-rata, arus masuk dari pulsa-
pulsa.

10. Dari struktur SCR apa fungsi dari kaki (pin) Gate?
Jawab : Melalui kaki (pin) gate tersebut memungkinkan komponen ini di trigger menjadi
ON, yaitu dengan memberi arus gate. Ternyata dengan memberi arus gate Ig yang
semakin besar dapat menurunkan tegangan breakover (Vbo) sebuah SCR. Dimana
tegangan ini adalah tegangan minimum yang diperlukan SCR untuk menjadi ON. Sampai
pada suatu besar arus gate tertentu, ternyata akan sangat mudah membuat SCR menjadi
ON. Bahkan dengan tegangan forward yang kecil sekalipun.

11. Jelaskan karakteristik dari V-I SCR pada grafik dibawah!

Jawab : Pada gambar tertera tegangan breakover Vbo, yang jika tegangan forward SCR
mencapai titik ini, maka SCR akan ON. Lebih penting lagi adalah arus Ig yang dapat
menyebabkan tegangan Vbo turun menjadi lebih kecil. Pada gambar ditunjukkan beberapa
arus Ig dan korelasinya terhadap tegangan breakover. Pada datasheet SCR, arus trigger
gate ini sering ditulis dengan notasi IGT (gate trigger current). Pada gambar ada
ditunjukkan juga arus Ih yaitu arus holding yang mempertahankan SCR tetap ON. Jadi
agar SCR tetap ON maka arus forward dari anoda menuju katoda harus berada di atas
parameter ini.

12. Gambarkan symbol SCR jenis LASCR!


Jawab :
13. Bagaimanakah cara keja DIAC?
Jawab : DIAC dibuat dengan struktur PNP mirip seperti transistor. Lapisan N pada
transistor dibuat sangat tipis sehingga elektron dengan mudah dapat menyeberang
menembus lapisan ini. Sedangkan pada DIAC, lapisan N di buat cukup tebal sehingga
elektron cukup sukar untuk menembusnya. Struktur DIAC yang demikian dapat juga
dipandang sebagai dua buah dioda PN dan NP, sehingga dalam beberapa literatur DIAC
digolongkan sebagai dioda.
Sukar dilewati oleh arus dua arah, DIAC memang dimaksudkan untuk tujuan ini. Hanya
dengan tegangan breakdown tertentu barulah DIAC dapat menghantarkan arus. Arus
yang dihantarkan tentu saja bisa bolak-balik dari anoda menuju katoda dan sebaliknya.
Kurva karakteristik DIAC sama seperti TRIAC, tetapi yang hanya perlu diketahui adalah
berapa tegangan breakdown-nya.

14. Apa yang dimaksud dengan TRIAC?


Jawab : TRIAC mempunyai kontruksi sama dengan DIAC, hanya saja pada TRIAC
terdapat terminal pengontrol (terminal gate). Sedangkan untuk terminal lainnya
dinamakan main terminal 1 dan main terminal 2 (disingkat mt1 dan mt2). Seperti halnya
pada DIAC, maka TRIAC pun dapat mengaliri arus bolak-balik, tidak seperti SCR yang
hanya mengalirkan arus searah (dari terminal anoda ke terminal katoda).

15. Gambarlah rangkaian Triac Phase!


Jawab :
D1
RL

A1

Vin R1 G

A2
D2

16. Buatlah control circuit dari rangkaian di atas!


17. Gambarkan circuit PWM pada saat Normal, Low Vo, High Vo!
Jawab :

18. Gambarkan karakteristik V-I DIAC!


Jawab :

19. Gambarkan Lay Out system Listrik pada industry!


Jawab :
20. Untuk mendapatkan efisiensi yang kecil dengan cara?
Jawab : Memperkecil rugi-rugi dan ukuran yang kecil dan kompak.

21. Rugi daya dalam saklar adalah?


Jawab :
 Saklar on v(t) = 0
 Saklar off i(t) = 0
 Daya P9t)= V(t).i(t) = 0
 Saklar ideal rugi daya = 0

22. SCR jenis GCS biasanya digunakan sebagai?


Jawab : SCR jenis GCS biasanya digunakan sebagai rangkaian-rangkaian pencacah,
digital, dan rankaian lain dengan picu negative untuk penghentian oprasi.

23. Gambarkan sketsa pengaturan proses daya!

Power Switching Power


Input Converter Output

Control
Input

Controller

Reference
24. Gambarkan rangkaian penyearah AC-DC pada outputnya setengah gelombang!
Jawab :

25. Cara kerja thyristor adalah?


Jawab :
 Thyristors hampir sama dengan diode
 Thuristors tidak akan menghantar jika tidak ada arus bias maju pada Gate
 Thyristors akan berhenti menghantar jika tegangan nol atau arus berhenti
HITUNGAN
26. Hitunglah , sebuah SCR diketahui memiliki I = 10 mA dan V = 0.7 volt. Maka dapat
GT GT
dihitung tegangan V yang diperlukan agar SCR ini ON ?
in
Vbc

LOAD

IGT
Vb SCR
450Ω
VGT

Jawab : Vin = IGT(R) + VGT = (10-3x450) + 0.7 = 4.9 volt

27. Berapakah tegangan V yang diperlukan agar SCR ini ON ?


in

Vbc

LOAD

IGT = 0,02 A
Vb SCR
150Ω
VGT = 0,5 V

Jawab : Vin = IGT(R) + VGT = (0.02x150) + 0.5 = 3.5 volt

28. Hitunglah, sebuah SCR diketahui memiliki I = 15000 μA , V = 0.9 volt dan V = 3.9
GT GT in
volt berapakah hambatan yang diperlukan?
Jawab : Vin = IGT (R) + VGT
Vin −VGT 3,9−0,9
R= = = 200Ω
IGT 15 −3

29. Hitunglah, sebuah SCR diketahui memiliki I = 26x10-3 A, R = 375 Ω dan V = 10000
GT in
mv berapakah V yang diperlukan? Jawab :
GT
Jawab : VGT = Vin – (IGT (R))
VGT = 10 – (26x10-3 x 375) = 0,25 volt
30. Jika diketahui I dari TRIAC pada rangkaian 10 mA dan V = 0.7 volt. Lalu diketahui
GT GT
juga yang digunakan adalah sebuah DIAC dengan V = 20 V, maka dapat dihitung
bo
TRIAC akan ON pada tegangan?

VAC

LAMPU

10 kΩ
R
IGT

VGT
C Vbo

Jawab : V = I (R)+V +V = (10x10-3 x 10x103) + 20 + 0.7 = 120,7 Volt


GT bo GT

31. Dari rangkaian di atas, jika tegangan pada saat TRIAC akan ON adalah 150 Volt, dengan
I = 2x10-4, VGT = 0.9 volt, dan tahanan 7.5x103 Ω. berapakah Vbo nya?
GT
Jawab : V = I (R)+V +V
GT bo GT
Vbo = V – (IGT R) - VGT
Vbo= 175 - (2x10-2 x 7.5x103) – 0.9 = 24.1 volt

32. Dari rangkaian di atas, jika tegangan pada saat TRIAC akan ON adalah 180 Volt, dengan
Vbo = 30.7 volt, VGT = 0.9 volt, dan tahanan 3.5x103Ω. berapakah IGT nya?
Jawab : V = I (R)+V +V
GT bo GT
𝑉− 𝑉𝑏𝑜 − 𝑉𝐺𝑇
IGT = 𝑅
180− 30.7− 0.9
IGT = = 0,0424 A = 42,4 mA
3.5 𝑥 10 3

33. Dari rangkaian di atas, jika tegangan pada saat TRIAC akan ON adalah 120 Volt, dengan
Vbo = 16.5 volt, VGT = 0.8 volt, dan IGT = 21 mA nya?
Jawab : V = I (R)+V +V
GT bo GT
𝑉− 𝑉𝑏𝑜 − 𝑉𝐺𝑇
R= 𝐼𝐺𝑇
120 – 16.5− 0.8
R = = 5135 Ω = 5.135 kΩ
21 𝑥10 −3

34. Penyearah gelombang penuh diberikan tegangan 12V AC, dan arus 1A, tegangan ripple
up = 3,4V, frekuensi ripple fp = 100Hz, dan tegangan cut-in diode Uf = 0,7 V. Hitunglah,
faktor daya transformator?

Jawab : PT = 1,23 · Pd = 1,23 · 12V · 1A

= 14,8 W

35. Dari soal no. 34 berapakah besar tegangan AC?


𝑈𝑑
Jawab :U1 = + 2 .Uf
2

12 𝑣
= + 2 .0,7 v =9,88 V
2

36. Dari soal no. 34 berapakah besar kapasitas kapasitor?


0,75 𝑥 𝐼𝑑 0,75 𝑥 1 𝐴
Jawab : CG = = 100 𝐻𝑧 𝑥 3,4 𝑉 = 2.200 μF
𝑓𝑝 𝑥 𝑈𝑝

37. Penyearah Thyristor dengan beban resistif. Tegangan input 100V AC. Hitung tegangan
DC saat sudut penyalaan α = 0° dan α= 60°.
𝑈
Jawab : 0o = 𝑈𝑑 ∝ = 1 Udo α = 0o 100 volt
𝑑𝑜
𝑈
60o = 𝑈𝑑 ∝ = 0.75 Udo α = 60o 75 volt
𝑑𝑜

38. Transistor BC 107 difungsikan gerbang NAND = Not And, tegangan sinyal 1 U1 = 3,4
V, tegangan LED UF = 1,65 V, Ub = 5V, arus mengalir pada LED IF = 20 mA, tegangan
UBE = 0,65 V, dan Bmin = 120, tegangan saturasi UCEsat = 0,2 V dan factor penguatan
tegangan U = 3. Tentukan besarnya tahanan RC?
Jawab :

39. Tentukan besaran tahanan RV dari soal no. 38?


Jawab :

40. Transistor BC 107 difungsikan gerbang NAND, tegangan sinyal 1 U1 = 2,5 V, tegangan
LED UF = 2,25 V,Ub = 7 V arus mengalir pada LED IF = 15 mA, tegangan UBE = 0,78
V, dan Bmin = 120, tegangan saturasi UCEsat = 0,25 V dan faktor penguatan tegangan
U= 3. Tentukan besarnya tahanan RV?.
(𝑈𝑏 −𝑈𝐵𝐸 ) .𝐵𝑚𝑖𝑛 2,5 𝑉−0,78 𝑉 .120
Jawab : RV = = = 4,58 kΩ
𝑈 . 𝐼𝐹 3 .15𝑚𝐴

41. Tentukan besar tahanan RC dari soal no. 40?


𝑈𝑏 −𝑈 𝐹 − 𝑈𝐶𝐸𝑠𝑎𝑡 7−2,25 − 0,25
Jawab : RC = = = 300 Ω
𝐼𝐹 15𝑚𝐴

42. Jika harga puncak sinyal setengah gelombang 12 V, berapa harga rata-rata tegangan
tersebut?

Jawab : Diketahui Vm = 12 V
Ditanya Vdc ?
𝑉𝑚 12
Vdc = 𝜋 = 3,14 = 3,82 V

43. Suatu diode zener 5V3 dipasang seri dengan R. Apabila Pz=1W. Tentukan nilai VD
untuk, V = 4V dan V= 6V

Jawab : a) V= 4 Volt
V<Vz, VD=VR
4V<5V3
Diode dalam keadaan terbuka. Maka nilai VD sama dengan nilai VR yaitu 4 Volt
b) V= 6 Volt
V>Vz, VD=Vz
6>5V3 maka nilai VD sama dengan Vz yaitu 5V3

44. Dari soal no. 43, Berapakah nilai tegangan pada R untuk kondisi a) dan b)?
Jawab : VR pada tegangan = 4 Volt
P =V . I
1W = 4V . I
I =P / V = 1W / 4V = 0.25A
V=I.R
4 = 0.25A . R
R = 4 / 0.25 = 16 ohm
Iz = VR – Vz / R
VR=(Iz . R)+Vz
= (0.25A . 16Ω)+5V3 = 4 + 5V3 = 9 V3

45. Dari soal no. 43, Berapakah nilai R, agar diode tetap aman?
Jawab : VR pada tegangan = 6 Volt
P =V . I
1W= 6V . I
I =P / V = 1W / 6V = 0.16A
V=I.R
6 = 0.16A . R
R = 6 / 0.16 = 37.5 ohm
Iz = VR – Vz / R
VR =(Iz . R)+Vz
= (0.16A . 37.5_)+5V3
= 6 + 5V3 = 11V3

Nilai R agar diode dalam kondisi aman


Pz = Vz.Iz
1W = 5V3.Iz
Iz = 1W / 5V3 = 0.18 A
R dipilih agar aman Iz<Izm
0.18<Izm
Iz = VR-Vz / R
0.18 = 11V3 – 5V3 / R
R = 11V3 – 5V3 / 0.18 11V3
= 33.3Ω

33.3 Ω < 37.5 Ω

merupakan tegangan VR pada tegangan V=6V karena V > Vz = 6 > 5V3 dan dianggap
telah melebihi tegangan zenernya (batas aman) maka digunakan tegangan 11V3 untuk
memilih nilai R agar aman !!

46. Dari rangkaian di atas, jika tegangan pada saat TRIAC akan ON adalah 220 Volt, dengan
Vbo = 24 volt, VGT = 0.9 volt, dan tahanan 5,5x103Ω. berapakah IGT nya?
Jawab : V = I (R)+V +V
GT bo GT
𝑉− 𝑉𝑏𝑜 − 𝑉𝐺𝑇
IGT = 𝑅
220 – 24 − 0.9
IGT = = 0,035 A = 35 mA
5,5 𝑥 10 3

47. Penyearah gelombang penuh diberikan tegangan 22V AC, dan arus 2A, tegangan ripple
up = 5 V, frekuensi ripple fp = 50Hz, dan tegangan cut-in diode Uf = 0,9 V. Hitunglah,
faktor daya transformator?

Jawab : PT = 1,23 · Pd = 1,23 · 22V · 2A

= 54,12 W

48. Dari no. 47 hitunglah besaran tegangan AC?


𝑈𝑑
Jawab :U1 = + 2 .Uf
2
22 𝑣
= + 2 .0,9 v =17,35 V
2

49. Dari no. 48 berapakah besar kapasitas kapasitor?


0,75 𝑥 𝐼𝑑 0,75 𝑥 2 𝐴
Jawab : CG = = 50 𝐻𝑧 𝑥 5 𝑉 = 6000 μF
𝑓𝑝 𝑥 𝑈𝑝

50. Jika harga puncak sinyal setengah gelombang 24 V, berapa harga rata-rata tegangan
tersebut?

Jawab : Diketahui Vm = 24 V
Ditanya Vdc ?
𝑉𝑚 24
Vdc = 𝜋 = 3,14 = 7,64 V