Anda di halaman 1dari 22

EVALUASI MUTU PELAYANAN

TENAGA KESEHATAN

Workshop kredensial
TENAGA KESEHATAN

Junainah, skm

Jakarta, 1-3 desember 2016


UNDANG-UNDANG REPUBLIK
INDONESIA
NOMOR 36 TAHUN 2014
TENTANG TENAGA KESEHATAN

 Tenaga kesehatan memiliki peranan penting


untuk meningkatkan kualitas pelayanan
kesehatan yang maksimal kepada masyarakat
agar masyarakat mampu untuk meningkatkan
kesadaran, kemauan,dan kemampuan hidup sehat
sehingga akan terwujud derajat kesehatan yang
setinggi-tingginya
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 36 TAHUN 2014
TENTANG TENAGA KESEHATAN

 Upaya kesehatan harus dilakukan oleh tenaga


kesehatan yang bertanggung jawab, yang memiliki
etika dan moral yang tinggi, keahlian, dan
kewenangan yang secara terus menerus harus
ditingkatkan mutunya melalui pendidikan dan
pelatihan berkelanjutan, sertifikasi, registrasi,
perizinan, serta pembinaan dan pengawasan
PENGERTIAN MUTU

“Mutu adalah totalitas dari wujud


serta ciri suatu barang atau jasa yang
didalamnya terkandung pengertian
rasa aman atau pemenuhan
kebutuhan para pengguna”
( Din ISO 8402, 1086)
MUTU PELAYANAN
tenaga KESEHATAN
 Derajat kesempurnaan pelayanan tenaga kesehatan yang
sesuai standar profesi dan standar pelayanan

 Menggunakan potensi sumber daya yang tersedia secara


wajar, efisien, dan efektif serta diberikan secara aman
dan memuaskan

 Sesuai norma, etika, hukum, dan sosial budaya


MUTU PELAYANAN
tenaga KESEHATAN
BATASAN MUTU
PELAYANAN tenaga KESEHATAN

1. Derajat kepuasan pasien ukuran yang dipakai


bersifat umum yakni
sesuai dengan tingkat
kepuasan rata-rata
penduduk.

2. Upaya yang dilakukan upaya yang dilakukan


tersebut harus sesuai
dengan kode etik serta
standar pelayanan profesi
Kebijakan Dalam Menjamin Mutu
Tenaga Kesehatan

1. Peningkatan kemampuan dan mutu tenaga


kesehatan
2.Penerapan standar dan pedoman pelayanan
3. Peningkatan profesionalisme ( kompetensi,
moral, etika)
4.Penyelenggaraan Quality Assurance
5.Peningkatan kerjasama dan koordinasi
Aspek mutu tenaga kesehatan

Kompetensi

Mutu tenaga
kesehatan

Pendidikan
berkelanjutan
Aspek mutu : KOMPETENSI

 Menurut ISO 17024, Kompetensi adalah kemampuan yang


dapat diperagakan untuk menerapkan pengetahuan,
keterampilan dan sikap sesuai dengan atribut personal
sebagaimana yang ditetapkan dalam skema sertifikasi.

 Menurut BNSP, Kompetensi Kerja adalah spesifikasi dari


setiap sikap, pengetahuan, keterampilan dan atau
keahlian serta penerapannya secara efektif dalam
pekerjaan sesuai dengan standar kinerja yang
dipersyaratkan.
EVALUASI KOMPETENSI

 Untuk dapat mengevaluasi kompetensi tenaga


kesehatan maka dilakukan uji kompetensi

 uji kompetensi merupakan proses penilaian


pengetahuan, keterampilan maupun sikap kerja melalui
pengumpulan bukti yang relevan untuk menentukan
apakah seseorang kompeten atau belum kompeten
pada suatu unit kompetensi atau kualifikasi tertentu.
PERANGKAT EVALUASI KOMPETENSI

 Standar Kompetensi Kerja Nasiona


Indonesia(SKKNI) adalah rumusan kemampuan kerja
yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan
dan atau keahlian serta sikap kerja yang relevan
dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang
ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang undangan yang berlaku.
PERANGKAT EVALUASI KOMPETENSI

 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) adalah lembaga


pelaksana uji kompetensi dan sertifikasi
kompetensi yang telah mendapatkan lisensi dari
Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
perangkat EVALUASI KOMPETENSI

 Tempat Uji Kompetensi (TUK) adalah tempat kerja


atau suatu organisasi yang membuat simulasi tempat
kerja yang memenuhi persyaratan tempat kerja yang
baik (good practice) sebagai tempat untuk
melaksanakan uji kompetensi sesuai dengan materi
dan metoda uji kompetensi yang akan dilaksanakan.
perangkat EVALUASI KOMPETENSI

 Asesor Kompetensi adalah seseorang yang


memiliki kompetensi dan memenuhi persyaratan
untuk melakukan dan/atau menilai uji kompetensi
pada jenis dan kualifikasi tertentu.
Indikator Penilaian Mutu
Tenaga Kesehatan

Indikator yang mengacu pada aspek :


• kualitas
• KUANTITAS
• SIKAP PERILAKU
ASPEK KUALITAS

 Salah satu hal yang tidak bisa lepas dari profesi


tenaga kesehatan yakni profesionalisme yang
melibatkan komitmen dari tenaga kesehatan agar
mampu memberikan perbaikan kualitas dan
keterampilan dari waktu ke waktu.

 Aspek ini meliputi penilaian kompetensi dan


penilaian kinerja profesi tenaga kesehatan
ASPEK KUANTITAS

 yakni profesionalisme yang meliputi target kerja


dari tenaga kesehatan agar mampu memberikan
peningkatan target kinerja dari waktu ke waktu.

 Aspek ini meliputi penilaian capaian kinerja dan


capaian angka kredit
ASPEK SIKAP PERILAKU

 yakni profesionalisme yang meliputi etika profesi


dari tenaga kesehatan agar mampu memberikan
performa dan pelayanan prima atau service
excellent dari waktu ke waktu.

 Aspek ini meliputi penilaian etika dan disiplin


tenaga kesehatan
ASPEK MUTU : PENDIDIKAN
BERKELANJUTAN

 Perencanaan program pelatihan (TNA : Training Need


Asessment)

 Pendidikan dan pelatihan terkait profesi tenaga


kesehatan dan pendidikan formal berkelanjutan

 Evaluasi meliputi pengukuran dampak terhadap tenaga


kesehatan, dan jika memungkinkan, dampak terhadap
organisasi dan pelayanan kesehatan.
ASPEK MUTU : PENDIDIKAN
BERKELANJUTAN

 Mekanisme evaluasi merupakan upaya penjaminan mutu


yang berfungsi:
1. Memantau semua program pelatihan yang
berhubungan dengan filosofi, tujuan dan sasaran
penyelenggara.

2. Menetapkan keberhasilan tenaga kesehatan dalam


mencapai perubahan kognitif, afektif dan/atau perilaku,
dan jika memungkinkan memberi masukan untuk
perubahan organisasi dan pelayanan kesehatan.
Quality is not an act,
it is a habit

TERIMA KASIH