Anda di halaman 1dari 5

Nama : Elissa Putri

NPM : 230110110107

Kelas : Perikanan – B

BAHAN PAKAN KONVENSIONAL

Pakan merupakan bagian yang paling penting dalam pertumbuhan ikan karena pakan
merupakan sumber makanan dan zat-zat yang diperlukan ikan. Pakan ikan diklasifikasikan
menjadi beberapa kelompok diantaranya:
• Berdasarkan fungsinya dalam menyediakan gizi atau potensi kimiawi, diantaranya adalah
sebagai sumber energi (Jagung, Sorgum, Minyak), Sumber Protein (Hewani : Tepung
ikan, Tepung daging, Nabati : Bungkil kedelei, Bungkil kacang, CGM dan bungkil kelapa)
• Berdasarkan Perannya Sebagai Penyusun Pakan Ikan, Digolongkan :
bahan Utama yang terdiri dari, penyedia protein, filler, feed Suplemen dan Feed Aditif,
Binder

Bahan pakan adalah (bahan makanan ternak) adalah segalah sesuatu yang dapat diberikan
kepada ternak baik yang berupa bahan organik maupun anorganik yang sebagian atau semuanya
dapat dicerna tanpa mengganggu kesehatan ternak.

Bahan pakan terdiri dari bahan organik dan anorganik. Bahan organik yang terkandung
dalam bahan pakan, protein, lemak, serat kasar, bahan ekstrak tanpa nitrogen, sedang bahan
anorganik seperti calsium, phospor, magnesium, kalium, natrium. Kandungan bahan organik ini
dapat diketahui dengan melakukan analisis proximat dan analisis terhadap vitamin dan mineral
untuk masing masing komponen vitamin dan mineral yang terkandung didalam bahan yang
dilakukan di laboratorium dengan teknik dan alat yang spesifik.

Pakan hewan berdasarkan penggunaannya dibadakan atas pakan konvensional dan pakan
inkonvensional. Pakan konvensional yaitu pakan yang sering digunakan meliputi jagung, dedak,
bungkil kedelai, bungkil kelapa, tepung ikan, tepung tulang, dan kulit kerang (grit). Pakan
Inkonvensional yaitu pakan unggas alternatif yag jarang digunakan, biassanya penggunaannya
apabila ketersediaan pakan konvensional diantaranya sorgum, gaplek, bungkil kacang tanah,
kacang kedele, kacang tanah, kulit kerang, cacing, siput dan lain sebagainya (Myluckyta, 2011)

Bahan pakan konvensional adalah bahan baku yang sering digunakan untuk menyusun
ransum, bahan pakan ini dapat berasala dari tanaman ataupun hewan, ikan, dan hasil sampingan
industri pertanian. Bahan pakan konvensional adalah bahan baku pakan yang biasanya
mempunyai kandungan nutrisi yang cukup (misalnya Protein) dan disukai ternak. Berdasarkan
asalnya, maka bahan baku pakan terbagi atas 2 yaitu (Ichwan (2005) Dalam Thutenq (2011)) ;

1. Bahan Pakan Nabati Bahan pakan nabati adalah bahan pakan yang berasal dari tumbuh-
tumbuhan. Bahan pakan nabati ini umumnya mempunyai serat kasar tinggi, misalnya
dedak dan daun-daunan. Disamping itu bahan pakan nabati banyak pula yang mempunyai
kandungan protein tinggi seperti bungkil kelapa. bungkil kedele dan bahan pakan asal
kacang-kacangan. Dan tentu saja kaya akan energi seperti jagung.
2. Asal Hewan Bahan pakan hewani ini umumnya merupakan limbah industri, sehingga
sifatnya memanfaatkan limbah. Bahan pakan hewani yang biasa digunakan adalah tepung
ikan, tepung tulang, tepung udang dan tepung kerang. Beberapa bahan pakan hewan yang
lain adalah cacing, serangga, ulat dll. Bahan-bahan pakan ini ditemukan ayam yang
dipelihara secara intensif, cacing, serangga dan lain-lain tidak diberikan. Tetapi bekicot
yang banyak didapat di musim hujan, sudah mulai diternakkan, merupakan bahan pakan
alternatif yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan protein pada ransum ayam.

Bahan pakan konvensional merupakan bahan makro , serta jagung, bungkil kedelai,
gandung, tepung ikan dan bahan lainnya. Contoh bahan pakan berdasarkan sifat fisik dan kimia
dibagi atas :

 Sumber energi
Yang termasuk dalam kelas ini adalah berbagai bahan pakan yang mengandung protein
kasar yang mengandung protein kasar kurang dari 20% dan serat kasar kurang dari 18% dalam
bahan kering. Contoh : jagung , dedak dan lain-lain.

 Sumber protein
Yang termasuk dalam kelas ini adalah berbagai bahan pakan yang mengandung protein
kasar lebih dari atau sama dengan 20% dalam bahan kering, baik yang berasal dari nabati
maupun hewani. Contoh : bungkil kelapa, bungkil kedelai dan tepung ikan.

 Sumber mineral

Yang termasuk dalam klas ini adalah berbagai bahan pakan yang mengandung kadar
mineral yang tinggi, baik sumber mineral makro maupun sumber mineral mikro. Contoh: Tepung
tui/lang, kulit kerang dan lain-lain.

 Sumber vitamin
Yang termasuk dalam sumber ini adalah berbagai bahan pakan yang tinggi kadar
vitaminnya, baik yang mengandung satu macam vitamin atau lebih. Contoh : Premix, Topmix,
dan lain-lain.

 Feed additives
Yang termasuk dalam kelas ini adalah berbagai bahan berbagai bahan pakan yang
ditambahkan dalam bahan pakan adalah berbagai bahan pakan yang ditambahkan kedalam pakan
dalam jumlah sedikit dalam jumlah tertentu, misalnya untuk memacu pertumbuhan, dan
biasannya mengandung asam amino, mineral mikro, vitamin, anti biotic, anti oksidan. Contoh :
Premix topmix, dan lain-lain.

Bahan- bahan pakan ikan merupakan bahan-bahan yang umum dipakai dalam pembuatan
pakan ikan. Bahan-bahan yang digunakan harus memenuhi syarat sebagai bahan baku pakan
yang baik. Diantara bahan-bahan pakan tersebut ada yang bersifat sebagai sumber energy,
sumber protein, feed suplemen, binder, sebagai filler dan lain- lain.

 Bungkil Kelapa
Bungkil kelapa merupakan produk ikutan yang dihasilkan dari pembuatan minyak kelapa.
Dalam istilah umum bungkil sering diartikan sebagai by product yang dihasilkan apabila bahan
baku dikeluarkan minyaknya. Bungkil kelapa akan terbentuk apabila endapan santan kelapa
dipanaskan selama beberapa jam sampai menghasilkan minyak dan akan muncul bungkil kelapa.
Komposisi kimia bungkil kelapa sebagai bahan baku pakan mengacu pada standar Nasional
Indonesia yang menjelaskan Persyaratan mutu standar bungkil kelapa meliputi kandungan nutrisi
dan batas toleransi aflatoxin.

 Bungkil Kedelai
Kandungan protein bungkil kedele yang diperoleh secara mekanik adalah 41% dan
mempunyai kandungan lemak 4,8%. Sedangkan yang diperoleh dengan pelarutan mempunyai
kandungan lemak sebesar 1,32%. Bungkil kedelai agak rendah mengandung kalsium (0,27%).
Kandungan phospor lebih rendah dibandingkan dengan bungkil biji kapas yaitu rata-rata 0,63%.

 Tepung Ikan
Tepung ikan (marine fish meal) adalah salah satu produk pengawetan ikan dalam bentuk
kering, kemudian digiling menjadi tepung. Bahan baku tepung ikan umumnya adalah ikan-ikan
yang kurang ekonomis, hasil sampingan penangkapan dari penangkapan selektif, glut ikan (ikan
yang melimpah) pada musim penangkapan dan sisa-sisa pabrik pengolahan ikan seperti pabrik
pengalengan dan pembekuan ikan dan minyak ikan.
Sumber :

Anggorodi. 1995. Nutrisi Aneka Ternak Unggas.PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Egarusiani. 2009. Bahan Kuliah Bahan Pakan. Wordpress.com. Diakses pada 12 Mei 2014

http://puslitbangnak.blogspot.com/2013/09/optimalisasi-pemanfaatan-bahan-pakan.html diakses
pada tanggal 11 Mei 2014 pukul 21.00 WIB

Puslitbangnak. 2011. Sumber Bahan Pakan Lokal Ternak Ruminansia. Jawa Barat. Diakses pada
12 Mei 2014