Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH IDK 109

“Perspektif Keperawatan Tentang Kloning”


Dosen pembimbing :
Fahrudin kurdi. S.kep..Ns

Disusun Oleh Kelompok III :


1. ALIFIA RAHMA NADLIFAH (151001004)

2. IRMA MAULINDA DAMAYANTI (151001021)

3. TITA HENI FEBRIANTI (151001041)

4. GALIH PUJI PRASETYO (151001017)

5. TIFATUL AMIN HIDAYAH (151001040)

6. FADHILA KHUSMA AZIZ (151001012)

7. YUYUN SITI NURJANAH (151001047)

8. WIDYA PANGESTU AMBARWATI (151001045)

9. VINA ISMAWATI (151001044)

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

(STIKES) PEMKAB

2015/2016
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan
bimbingan-Nya kami dapat menyelesaikan menyusun makalah ini.
Makalah ini merupakan panduan bagi mahasiswa dalam melaksanakan proses pembelajaran.
Selain itu, makalah ini juga sebagai salah satu tugas dari mata kuliah IDK 107 serta dirancang
sedemikian rupa sehingga dapat menumbuhkan proses belajar mandiri, agar aktivitas dan
penguasaan materi dapat optimal sesuai dengan yang diharapkan.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua mahasiswa. Kritik dan saran tetap kami
harapkan guna perbaikan dan penyempurnaan makalah ini.

Jombang,31 september 2015

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................... i

DAFTAR ISI.................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH ................................................................ 1


B. RUMUSAN MASALAH ................................................................................ 1
C. TUJUAN PENULISAN .................................................................................. 1
D. MANFAAT PENULISAN..................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN

A. TINJAUAN TEORI ......................................................................................... 3


1. DEFINISI SISTEM IMUN ......................................................................... 3
B. PEMBAHASAN ............................................................................................. 8
1. PERSPEKTIF KEPERAWATAN TENTANG KLONING ..................... 8

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN .............................................................................................. 14
B. SARAN .......................................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA

2
BAB 1

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Kloning merupakan salah satu bioteknologi mutakhir yang sangat bermanfaat untuk
memultiplikasi genotip hewan yang memiliki keunggulan tertentu dan preservasi hewan
yang hampir punah. Walaupun keberhasilan produksi hewan kloning lewat transfer inti sel
somatik telah dicapai pada berbagai spesies, seperti domba, sapi, mencit, kambing babi,
kucing, dan kelinci, efisiensinya sampai sekarang masih sangat rendah yakni kurang dari 1
persen, dengan sekitar 10 persen yang lahir hidup.
Sejarah tentang hewan kloning telah muncul sejak awal tahun 1900, tetapi contoh hewan
kloning baru dapat dihasilkan lewat penelitian Ian Wilmut, dan untuk pertama kali
membuktikan bahwa kloning dapat dilakukan pada hewan mamalia dewasa. Hewan
kloning tersebut dihasilkan dari inti sel epitel kambing domba dewasa yang dikultur dalam
suatu medium, kemudian ditransfer ke dalam ovum domba yang kromosomnya telah
dikeluarkan, yang pada akhirnya menghasilkan anak domba kloning yang diberi nama
Domba Dolly. Penelitian-penelitian yang melibatkan spesies-spesies lain terus dilakukan,
seperti pada mencit, sapi, kambing, domba, dan babi dan dari informasi yang dihimpun
menunjukkan bahwa berbagai spesies hewan dapat dikloning lewat transplantasi inti.
Walaupun hewan kloning yang dihasilkan lewat transplantasi inti sangat tidak efisien,
akan tetapi fakta bahwa perkembangan kloning akan besar sekali dampaknya terhadap
kehidupan manusia menyebabkan percobaan-percobaan terkait kloning masih dilakukan.
Terlepas dari pro dan kontra terhadap proses kloning, pada dasarnya kloning tetap
memiliki beberapa manfaat yang dapat diperoleh manusia misalnya dalam melestarikan
keanekaragaman hayati yang terancam punah. Untuk itu, perkembangan pengetahuan
tentang kloning seperti proses kloning, tehnik kloning, serta manfaat kloning harus
dipahami secara benar.

B.Rumusan Masalah

1. Bagaimana perpektif keperawatan tentang kloning menurut pandangan


islam,hukum,dan medis?

C.Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini berdasarkan rumusan masalah di atas adalah

3
sebagai berikut.
1. Menjelaskan definisi kloning
2. Menjelaskan bagaimana tehnik-tehnik kloning yang pernah dilakukan
3. Menjelaskan manfaat dan keuntungan yang dapat diperoleh dari penerapan kloning

D.Manfaat
Manfaat yang diperoleh dari penulisan makalah ini adalah bagi penulis dan pembaca
dapat memperoleh pengetahuan tentang apa yang dimaksud dengan kloning, bagaimana
tehnik-tehnik kloning yang pernah dilakukan, manfaat dan keuntungan yang dapat
diperoleh dari penerapan kloning.

4
BAB II

PEMBAHASAN

A.TINJAUAN TEORI

KLONING GEN DITINJAU DARI PELUANG ALAM


Daniel Callahan 1972 (dikutip dari shannon, TA. 1987). Menyebutkan adanya 3 orientasi
dasar yang mempengaruhi cara kita memandang peluang-peluang alam.
• Pertama, ada model yang memandang alam sebagai sesuatu yang plastis, dalam arti bisa
direka/diolah oleh manusia. Dalam prespektif ini, alam dilihat sebagi hal yang asing dan jauh
dari manusia. Alam itu bersifat plastis sejauh dapat dibentuk dam dimanfaatkan dengan cara
apapun yang dianggap sesuai oleh manusia. Dengan demikian, alam adalah milik manusia
yang dapat dimanfaatkan sesukanya.
• Kedua, alam dapat dihayati sebagai hal yang suci. Pandangan ini dapat dijumpai dalam
tradisi keagamaan baik ditimur maupun di barat. Taoisme mengasumsikan kesesuaian
individu dengan alam, sehingga bisa menjadi bagian dari keseluruhan kosmis yang
ditayangkan oleh alam. Teolog dari abad pertengahan memandang alam sebagai jejak Tuhan.
Al-Qur’an diturunkan dengan perintah membaca sebagai firman pertama (Al-Alaq [96]: 1-5)
”bacalah atas nama penciptamu; yang telah menciptakan manusia dari segumpal nutfah;
bacalah ! dan tuhanmu sangat pemurah; yang telah mengajarkan penggunaan kalam;
mengjarkan hal-hal yang tidak diketahui olehnya” kalau ALLAH Secara langsung tidak dapat
kita lihat, yang tampak adalah bekas goresannya disekitar ita ini berupa semua kejadian yang
dapat kita amati di alam semesta. Pandangan ini menciptakan suatu sikap tanggung jawab
terhadap alam dan kemampuan untuk melestarikannya. Manusia boleh mengintervensi alam,
asal perbuatannya itu mengetahui ukuran dan tidak terlalu banyak.
• Ketiga, merupakan suatu model teologis. Pengertian ini mengasumsikan adanya tujuan dan
logika dalam alam. Terdapat suatu dinamisme internal dalam alam yang membawanya
kepada tujuan atau maksud tertentu. Setiap campur tangan dalam alam harus menghomati
tujuan-tujuan ini, sehingga dengan demikian mencegah akan terjadinya pelanggaran terhadap
keutuhan alam. Dengan demikian juga jangkauan terhadap intervensi manusia dalam alam
ditentukan oleh dinamisme alam itu sendiri.

KLONING GEN DITINJAU DARI SEGI ETIK PROFESI


Salah satu perdebatan dalam etik profesi adalah menyangkut tanggung jawab para ilmuan,

5
atau lebih umum tanggung jawab para ahli. Gustafon dalam beberapa tahun 1970 (dikutip
dari shannon, TA. 1987), mengemukakan beberapa model yang dapat dipakai untuk
menangani masalah tanggung jawab profesi ini yaitu :
• Pertama, para ilmuwan berhak untuk melakukan apa saja yang mungkin dilakukan.
Pembenaran dari pendapat ini adalah nilai yang inheren pada pengenalan itu sendiri. Hal itu
juga dilengkapi dengan pertimbangan bahwa keingintahuan intelektual merupakan suatu nilai
khusus disamping naluri yang melekat pada manusia untuk memecahkan persoalan. Dalam
model ini, satu-satunya kendala yang membatasi adalah tiadanya kemampuan teknis.
• Kedua, para ilmuwan yang tidak berhak untuk mencampuri alam. Larangan yang tegas ini
didasarkan atas keyakinan bahwa alam itu suci atau adanya anggapan bahwa setiap penelitian
melangar batas yang ditentukan oleh alam. Namun banyak yang tidak setuju untuk
menggunakan prinsip ini secara mutlak, melainkan memahaminya sebagai suatu dorongan
yang kuat untuk mempraktekkan tangung jawab yang sudah ada sebelumnya.
• Ketiga, ilmuwan tidak berhak untuk mengubah ciri-cir manusia yang khas. Model tanggung
jawab ini berkaitan dengan pandangan tedeologis tentang alam, yang menganggap bahwa
intervensi dalam alam dibatasi oleh suatu faktor khusus, yaitu ciri-ciri manusia.

Dengan demikian, berbeda dengan model kedua, karena disini orang dapat mencampuri
dengan alam, tetapi yang menjadi batasnya adalah kodrat manusia, dan bukan
ketidakmampuan teknis seperti pada model pertama. Akhirnya ilmuwan berhak untuk
memelihara pertumbuhan ciri-ciri manusia yang berharga dan menyingkirkan ciri-ciri yang
merugikan. Model ini menunjukan tingkat intervensi yang tinggi, baik untuk menguasai
maupun mengarahkan perkembangan manusia. Tujuannya adalah kualitas kehidupan.

KLONING GEN DITINJAU DARI HUKUM AGAMA


Prestasi ilmu pengetahuan yang sampai pada penemuan proses kloning,sesungguhnya telah
menyingkapkan sebuah hukum alam yang ditetapkan ALLAH SWT pada sel-sel tubuh
manusia dan hewan, karena proses kloning telah menyikap fakta bahwa pada sel tubuh
manusia dan hewan terdapat potensi menghasilkan keturunan, jika intisel tubuh tersebut
ditanamkan pada sel telur perempuan yang telah dihilangkan inti selnya. Jadi sifat inti sel
tubuh itu tak ubahnya seperti sel sperma laki-laki yang dapat membuahi sel telur peermpuan.
Pada hakikatnya islam sangat menghargai iptek. Oleh sebab itu islam terhadap kloning
tersebut tentunya sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat internasional. Didalam islam
berbeda antara hukum kloning binatang dan manusia.
6
Pada hukum kloning pada manusia. Menurut buku fatawa mu’ashiroh karangan Yusuf
Qurdhowy bahwa tidak diperbolehkanya kloning terhadap manusia. Atas beberapa
pertimbangan diantaranya :
o Pertama : Dengan kloning akan meniadakan keanekaragaman. (varietas).
ALLAH SWT telah menciptakan alam ini dengan kaedah keanekaragaman. Hal tersebut
tertuang dalam Al-Qur’an surat fathir ayat 26 dan 27. Sedangkan dengan kloning akan
meniadakan keanekaragaman tersebut. Karena dengan kloning secara tidak langsung
menciptakan duplikat dari satu orang. Dan dengan ini akan dapat merusak kehidupan
manusia dan tatanan sosial dalam masyarakat, efeknya sebagian telah kita ketahui dan
sebagian lainnya kita ketahui di kemudian hari.
o Kedua : Kloning manusia akan menghilang nasab (garis keturunan).
Bagaimana dengan hubungan orang ang mengkloning dan hasil kloningan tersebut, apakah
dihukumi sebagai duplikatnya atau bapaknya ataupun kembarannya, dan ini adalah
permasalahan yang kompleks. Kita akan kesulitan dalam menentukan nasab hasil kloningan
tersebut. Dan tidak menutup kemungkinan kloning dapat digunakan untuk kejahatan, Siapa
yang bisa menjamin jikalau diperbolehkan kloning tidak akan ada satu negara yang mencetak
ribuan orang yang digunakan sebagai prajurit militer yang berfungsi menumpas negara lain.
o Ketiga : Dengan kloning akan mengilangkan Sunatullah (nikah).
ALLAH SWT telah menciptakan manusia, tamanan, binatang dengan berpaang-pasangan.
Surat Addariyat 46.. Anak-anak produk kloning tersebut dihasilkan melalui cara yang tidak
alami. Padahal justru cara alami itulah yang telah ditetapkan ALLAH SWT untuk manusia
dan dijadikan-Nya sebagai sunnatullah untuk menghasilkan anak-anak dan keturunannya.
ALLAH SWT berfirman: ” dan Bawasannya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan
laki-laki dan perempuan, dari air mani apabila dipancarkan.” (QS. An Najm : 45-46).
o Keempat : Memproduksi anak melalui proses kloning akan mencegah pelaksanaan banyak
hukum-hukum syara’. Seperti hukum tentang perkawinan, nasab, nafkah, hak, dan kewajiban
antar bapak dan anak, waris, perawatan anak, hubungan kemahraman, hubungan ’ashabah
dan lain-lain. Disamping itu koning akan mencampur adukkan dam menghilangkan nasab
serta menyalahi fitra yang telah diciptakan ALLAH SWT untuk manusia dalam masalah
kelahiran anak. Kloning manusia sesungguhnya merupakan perbuatan keji yang akan dapat
menjungkir balikkan struktur kehidupan masyarakat.

Berdasarkan dalil-dalil itulah proses kloning manusia diharamkan menurut hukum islam dan
tidak boleh dilahsanakan. ALLAH SWT berfirman mengenai perkataan iblis terkutuk, yang
7
mengatakan : ”...dan akan aku (iblis) suruh mereka (mengubah ciptaan ALLAH), lalu benar-
benar mereka mengubahnya.” (QS.An Nisaa’ : 119).

KLONING GEN DITINJAU DARI HUKUM DI INDONESIA


Dalam UU kesehatan No.23 tahun 1992 terdapat ketentuan pasal-pasal tentang kehamilan di
luar cara alami sebagai berikut :
Pasal 16
1. Kehamilan diluar alami dapat dilaksanakan sebagai upaya terakhir untuk membantu suami
istri mendapat.
Penjelasan: Jika secara medis dapat membuktikan bahwa pasangan suami istri yang sah dan
benar-benar tidak dapat memperoleh keturunan secara alami, pasangan suami istri tersebut
dapat melakukan kehamilan diluar cara alami sebagai upaya terakhir melalui ilmu
pengetahuan dan teknologi kedokteran.
2. Upaya kehamilan diluar alami sebagimana dimaksud dalam ayat (1) hanya dapat dilakukan
oleh pasangan suami istri yang sah dan dengan ketentuan :
a. Hasil pembuahan sperma dan ovum dari suami istri yang bersangkutan, ditanamkan dalam
rahim istri dari mana ovum berasal.
b. Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan wewenangan untuk itu.
c. Pada sarana kesehatan tertentu.
Penjelasan: Pelaksanaan upaya kehamilan diluar cara alami harus dilakukan sesuai dengan
norma hukum, norma kesusilaan, dan norma kesopanan. Sarana kesehatan tertentu adalah
sarana kesehatan yang memiliki tenaga dan perelatan yang telah memenuhi persyaratan untuk
menyelenggarakan upaya kehamilan diluar cara alami dan ditunjuk oleh pemerintah.
3. Ketentuan mengenai persyaratan dalam ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan dengan peraturan
pemerintah.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam peraturan ini ialah :
• Sperma harus berasal dari suami sah dari pemilik ovum. Bila sperma berasal dari laki-laki
lain, hukumannya sama dengan perzinaan.
• Hasil pembuahan tidak boleh ditanam di dalam rahim wanita yang bukan pemilik ovum
yang dibuahi tersebut.
• Yang dimasud dengan keturunan adalah sperma dari suami.

Ketentuan pidana.
Ketentuan pidana untuk pelaku upaya kehamilan diluar cara alami diatur dalam pasal 82 ayat
8
(2) a yang berbunyi : Melakukan upaya kehamilan diluar cara alami yang tidak sesuai dengan
ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara
paling lama 5 (lima) tahun dan atau denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta
rupiah).

PANDANGAN ETIKA
Setelah dilaporkan tentang Dolly, seekor anak domba yang berhasil di klon dari sel domba
dewasa. Segera timbul pertanyaan di masyarakat terutama para ahli, apakah nantinya manusia
juga akan di klon? Sebab, teknologi ini dapat diterapkan pada semua mamalia termasuk juga
manusia. Tetapi dengan demikian munculah masalah etika, yang didasari berbagai pertanyaan
seperti apakah yang telah dilakukan dengan hewan ini boleh dilakukan pada manusia? Sejauh
manakah manusia dapat dan boleh malangkah ke depan tanpa kehilangan kemanusiaanya?
Para ilmuwan berpendapat dan memiliki keyakinan yang besar akan hal ini dapat membantu
pasangan yang infertil yang tidak bisa dibantu dengan metode lain untuk bisa mendapatkan
keturunan.
Dilihat dari tujuan kloning reproduktif yaitu penciptaan manusia baru maka kloning manusia
dapat dikatakan tidak etis karena tentu saja hal ini melampaui kekuasaan Tuhan.
Dilihat dari tujuan kloning dikatakan etis apabila digunakan untuk tujuan kesehatan atau
tujuan klinik. Penelitian yang berlangsung menyangkut diri manusia harus bertujuan untuk
menyempurnakan tata cara diagnostic, terapeutik dan pencegahan serta pengetahuan tentang
etiologi dan tatogenesis. Dan juga kloning tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi
yang dari pengembangannya untuk tujuan ekonomi, militerisme dan tindakan-tindakan
kriminal.

9
B.PEMBAHASAN

Kloning adalah kemajuan biotehnologi yang cukup mengemparkan dunia ketika


lahirlah seekor domba yang diberi nama Dolly, sehingga diangan-angankan bahwa suatu saat
kloning juga dapat dipakai untuk melahirkan manusia kloning , yang dihasilkan dari
penggandaan gen dan menghasilkan keturunan yang sifat nya sama dengan induknya baik
sifat dan hereditas maupun fisiknya.
Manfaat positif yang mungkin diperoleh antara lain: (1) kloning dapat membantu
pasangan suami-istri yang mempunyai problem reproduksi untuk memperoleh anak, (2)
Dengan kloning , para ilmuwan dapat mengobati berbagai macam penyakit akibat rusaknya,
beberapa gen yang terdapt dalam tubuh manusia,(3) Kloning memberikan peluang kepada
para ilmuwan untuk menentukan karakteristik (fisik dan mental),(4) ilmuwan dapat
menentukan silsilah seseorang yang tak dikenal (5) dapat menjadikan sebagai dasar untuk
membuktikan pelaku perzinahan.
Implikasi negatif (1) Proses penciptaan manusia merupakan hak prerogatif Allah
semata (the divine will), dengan mengkloning manusia , berarti telah memasuki dan
mengintervensi ranah kekuasaan Allah, (2) para ilmuwan tersebut tidak mempercayai bahwa
Allah adalah pencipta yang paling sempurna (ahsan al-Khaliqin), (3) Tuhan telah
menciptakan manusia dengan keragaman, kloning manusia bertentangan dengan sunatullah.
(partaonan Daulay, 2005 . 92).Menjadi hal yang menarik pada poling tahun 2001 oleh CNN,
diantara1005 orang amerika yang menganggap kloning manusia adalah ide yang buruk lebih
dari 90 persen. Dan hampir 69 persen menganggap itu adalah melawan kehendak Tuhan.
Hanya 19 persen pada tahun 1997 yang menganggap tidak melawan kehendak Tuhan dan
meningkat pada tahun 2001 , 23 persen menganggap itu tidak melawan perintah Tuhan.
Dalam kloning therapetik adalah rekayasa genetis untuk memperoleh sel, jaringan ,
organ dari satu individu tertentu untuk tujuan pengobatan atau perbaikan kesehatan, dari
embrio hasil konstruksi DNA sel telur diambil sel-sel bakalnya yang disebut stem cell, Stem
cell adalah sel bakal yang dapat berkembang menjadi bermacam-macam jaringan atau organ
yang sesuai dengan indukto (rangsangan) yang diberikan. Walaupun berkembang menjadi
jaringan yang berbeda, namun sel yang berasal dari stem cell yang sama memiliki sifat
genetik yang sama sehingga tidak akan terjadi proses penolakan . dengan kloning therapetik
diharapkan dapat membantu pencakokan jaringan yang tidak ada kepastiaannya bila
menunggu dari donor manusia lain.
Baru-baru ini ada perusahaan di Amerika yang mengusahakan pembentukan stemcell

10
tampa cloning dari ovum manusia lain atau pun binatang. Jadi stem cell dihasilkan dari cell
manusia itu sendiri dari darahnya , untuk pengobatan penyakit jantung koroner.seperti
penyakit angina pectoris dengan keluhan nyeri dada , perusahaan ini bernama thera Vitae,
yang menjamin tidakadanya usaha mengunakan ovum wanita lain dalam pembentukan stem
cell
Iskemi pada jantung disebabkan karena berkurangnya aliran darah dan oksigen
kejantung sehingga tidak tercukupinya kebutuhan otot jantung , iskhemia ini muncul bila
arteri koronaria menyempit atau tertutup secara penuh sehingga aliran darah dan oksigen
yang tersalur ke otot jantung berkurang, timbullah nyeri dada
Kloning secara etimologis berasal dari kata”clone” yang diturunkan dari kata
yunani ”klon” atau potongan, yang dipergunakan untuk memperbanyak tanaman. Kata ini
digunakan untuk 2 pengertian: (1) klon sel yang artinya menduplikasi sejumlah sel dari
sebuah sel yang memiliki sifat-sifat genetikanya identik, dan (2) Klon gen atau molekular,
artinya sekelompok salinan gen yang bersifat identik yang direplikasikan dari satu gen ke gen
yang lain.
Ditinjau dari cara kerja dan tujuannya, Kloning dapat dibedakan atas 3 macam: Kloning
embriologi (embrional cloning), Kloning DNA dewasa (Adult DNA Clonning)/Kloning
reproduksi (reproduktive cloning dan Kloning terapetik(therapeutic cloning)
Kloning adalah usaha memproduksi satu atau lebih individual tanaman atau hewan
(keseluruhan atau hanya perbagian saja), yang secara genetika sama dengan induk tanaman
atau binatang tersebut.
Kloning pengobatan (therapeutic cloning adalah disebut juga biomedical cloning yang
melibatkan proses somatic sel nucleus yang di suntikan pada ovum seorang wanita yang
sudah di angkat nukleusnya, dan Tujuan dari terapi cloning ini adalah untuk mengembangkan
organ yang akan ditransplantasikan yang secara genetika /DNA structural nya sama dengan
sipenerima transplantasi karena berasal dari sel nya sendiri. Sehingga resiko penolakan organ
menjadi kecil karena jaringan dan organ yang ditransplantasikan mempunyai sifat genetik
yang sama.
Ovum seorang wanita mengandung nucleus (intisel) berisi DNAnya, kemudian
berperan somatic sel yang di transfer ke pada ovum wanita yang mengalami tindakan sebagai
berikut: : Ovum seorang wanita diambil kemudian , nukleus diangkat diganti dengan sel lain
dari wanita tersebut lalu di beri electric shok, mulailah terjadi pembentukan preembrio. Dan
preembrio yang terbentuk akan membentuk banyak stemcell , dan stem cell tadi dapat
memacu tumbuhnya jaringan atau organ yang dibutuhkan untuk tumbuhnya organ dan
11
jaringan yang ditumbuhkan untuk menyembuhkan berbagai penyakit pasien seperti jantung,
parkinson. Stem cell adalah cel manusia yang unik yang secara teori dapat berkembang
menjadi macam-macam organ dan bagian tubuh manusia, kemudian jaringan dan organ
tersebut di transpalantasikan kepada pasien.
Kloning membuktikan bahwa tidak hanya sel kelamin yang dapat bereproduksi, sel
somatic (semua sel selain sel kelamin yaitu sel saraf, , sel kulit, sel tulang, sel otot , dsb) juga
dapat menghasilkan individu baru asal diimplantasikan ke dalam sel telur yang penuh dengan
gizi untuk pertumbuhan embrio. Kedua, sel-sel tubuh kita yang dianggap sebangai sel-sel
yang hanya bisa beregenerasi sebagai jenis yang sama dari dirinya sendiri (sel rambut yang
membelah diri hanya bisa membentuk sel rambut lainnya) ternyata dapat beregenerasi
menjadi berbagai jenis sel lainnya, yang akhirnya menjadi sebuah individu baru yang
lengkap. Inilah yang menjadi pemicu berkembangnya penelitian stem cell, sel muda yang
dapat berkembang menjadi sel
Cell Therapy
Pengobatan mengunakan metode cel terapi , dimana cell yang telah diisolasi dari
pasien sendiri diolah di laboratorium ditransplantasikan kembali kedalam jaringan yang telah
rusak.sehingga jaringan atau pembuluh darah yang rusak dapat kembali normal

Kloning dianggap dapat menolong pasangan yang tidak mempunyai keturunan dicoba
berbagai cara, baik publikasi yang menggembar-gemborkan telah lahir seorang bayi
perempuan tahun 2002, yang foto bayi maupun ibunya tidak pernah diketahui identitas yang
sebenarnya. Apakah ini hanya propaganda untuk menarik investor untuk menanamkan
modalnya dalam pengembangan kloning pada manusia. Walahualam. Karena beberapa
ilmuwan menyatakan kemungkinan sulit untuk menerapkan kloning pada manusia. Karena
untuk melahirkan domba dolly diperlukan 277 sel telur yang akhirnya berhasil menghasilkan
satu mahluk hidup, apakah ini sebagai penyelamatan mahluk hidup atau bahkan pemusnahan
mahluk hidup?

Arthur Caplan, pakar etika kedokteran Universitas Pennsylvania mengatakan, ia ragu Clonaid
sukses menciptakan kloning lewat 10 percobaan. Menurut Caplan, percobaan pada hewan
umumnya hanya menciptakan satu keberhasilan dalam 400 percobaan. Caplan mengatakan.
kloning juga sangat berbahaya Jika Anda melihat apa yang terjadi pada kloning hewan,
setengah jumlah hewan hasil kloning mati dalam waktu satu tahun, sementara mereka yang
12
bertahan hidup mengalami gangguan kesehatan. Saya pikir, kloning pada saat ini merupakan
jalan menuju penyakit yang abadi. Caplan mengatakan masih dibutuhkan waktu yang lama
sebelum bayi kloning yang sehat terlahir. Meski demikian, kelompok Raelian bersikeras
mereka telah berhasil dan kelak akan mengajukan bukti ilmiah. Bahkan, tidak beberapa lama
kemudian, sekitar pekan pertama Januari 2003, kelompok itu mengaku telah berhasil
melahirkan bayi kloning kedua dari pasangan lesbian asal Belanda. Namun, lagi-lagi, tidak
ada bukti ilmiah diajukan sehubungan pengakuan itu karena alasan hukum dan pribadi.

Awalnya Prinsip Seorang ilmuwan bernama Gurdon mengambil inti sel (nucleus) dari sel
telur katak, lalu menggantinya dengan sel usus, hasilnya lahirlah kecebong-kecebong kecil,
yang kemudian mati sebelum tumbuh menjadi katak dewasa
Spesies yang berhasil diklon Kecebong (1952) Ikan (1963) Domba (1996) Monyet , Anak
sapi, Kuda ,Dolly sidomba hasil kloning lahir tanggal 5 Juli 1996 di Roslin Institute,
Edinburgh, Skotlandia, "kloning" sendiri telah diselidiki dan di teliti dalam bidang biologi
sejak lama , namun baru terkenal dan dikenal orang sejak lahirnya dolly dari induk domba
yang berumur 6 tahun.

Dolly adalah anak domba yang lahir tanpa kurang suatu apapun, walaupun ia bermula
dari sebuah sel telur kosong yang diisi dengan nukleus sel kelenjar susu ibunya. Dr.Wilmut
menamakan domba kecil ini seperti artis Amerika berdada besar Dolly Parton). Dengan
demikian, tidak seperti domba normal lainnya yang memiliki separuh informasi genetika si
ayah dan separuh dari si ibu, setiap sel di tubuh Dolly menyimpan kode genetis yang sama
persis dengan ibunya..Bisa dikatakan Dolly adalah kembar dari si ibu yang terlambat lahir 6
tahun lamanya Umur si ibu pada saat itu).

Namun setelah hidup hanya 6 tahun (umur domba biasanya mencapai 11 - 12 tahun),
Dolly mati muda disebabkan penyakit paru - paru yang biasanya menyerang domba - domba
yang lanjut usia. Dolly juga mengidap penyakit arthritis, mengerasnya sendi - sendi dan
engsel tulang , dan penyakit ini juga biasa ditemukan pada domba yang sudah uzur.
Penelitian sesudah kematiannya, menunjukkan bahwa Dolly memiliki telomer yang lebih
pendek daripada domba normal seusianya. Telomer adalah bagian yang melindungi ujung-
ujung kromosom- bundelan rantai DNA- yang memendek setiap kali sebuah sel membelah,
atau boleh dikatakan setiap saat individu itu bertumbuh. Dolly dikloning dari domba yang
berusia 6 tahun dan hasil penelitian ini seolah - olah menunjukkan bahwa tubuh Dolly sudah
13
berumur 6 tahun pada saat dilahirkan.
277 adalah jumlah sel telur yang dipakai dalam percobaan ini. Dan satu - satunya yang
berhasil hanya hidup singkat. Tidak heran kalau kemudian timbul kalangan yang mati -
matian menentang kloning manusia. Bagi mereka ini tidak lain adalah sebuah pembunuhan
Pada tahun 2002 berita tentang "kloning" kembali menggemparkan dunia ketika Dr.
Boisselier, anggota Raelians ( sebuah grup religius yang percaya bahwa manusia diciptakan
oleh makhluk luar angkasa yang mengkloning dirinya sendiri) mengumumkan bahwa seorang
bayi kloning telah lahir dengan selamat, sebagai buah penelitian grupnya akhir tahun 2002
kemarin, Walaupun kemudian tidak pernah ada bukti foto bayi dan ibunya
Namun toleransi etika manusia : menciptakan anak sehat yang gennya didesain
sedemikian rupa , sehingga si kakak yang hampir mati karena menderita penyakit beta-
thalassaemia (sejenis kanker darah bawaan) dapat diselamatkan dengan transplantasi sumsum
tulang belakang dari stem cell embrio adiknya. Suatu kasus yang dimenangkan di pengadilan
Inggris bulan April lalu setelah melalui pengadilan selama hampir 1 tahun.
PANDANGAN MEDIS :
1. Riset klinis harus disesuaikan dengan prinsip moral dan ilmu pengetahuan yang
membenarkan riset medis. Selain itu, riset klinis hendaknya didasarkan atas percobaan
laboratoris dan eksperimen dengan bintang atau fakta-fakta ilmiah yang sudah pasti.
2. Riset klinis hendaknya secara sah, oleh ahli yang berkompeten dan dibawah pengawasan
tenaga medis yang ahli dibidangnya.
3. Setiap proyek riset klinis hendaknya didahului oleh suatu taksiran yang cermat terhadap
bahaya-bahaya yang mungkin terjadi didalamnya dan dibandingkan dengan manfaat yang
diperkirakan dapat diperoleh oleh orang yang menjadi objek riset atau orang lain.
4. Dokter seharusnya memberikan perhatian khusus dalam menjalankan riset klinis yang
mungkin merubah kepribadian orang yang bersangkutan.
Namun selain memiliki sisi gelap, penelitian kloning pada manusia sebenarnya memberikan
harapan bagi masa depan dunia kedokteran. Teknik kloning terapeutik memungkinkan dokter
mengidentifikasi penyebab keguguran spontan, memberikan pemahaman pertumbuhan cepat
sel kanker, penggunaan sel stem untuk meregenerasi jaringan syaraf, kemajuan dalam
penelitian masalah penuaan, genetika dan pengobatan.

Kloning dapat dianggap etis atau tidak etis bergantung pada tujuan dilakukan kloning
tersebut, yaitu:
1. Kloning dianggap tidak etis.
14
Dilihat dari tujuan kloning reproduktif yaitu penciptaan manusia baru maka kloning
manusia dapat dikatakan tidak etis karena tentu saja hal ini melampaui kekuasaan Tuhan.
2. Kloning dianggap etis.
Dilihat dari tujuan kloning dikatakan etis apabila digunakan untuk tujuan kesehatan atau
tujuan klinik. Penelitian yang berlangsung menyangkut diri manusia harus bertujuan untuk
menyempurnakan tata cara diagnostic, terapeutik dan pencegahan serta pengetahuan tentang
etiologi dan tatogenesis. Dan juga kloning tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi
yang dari pengembangannya untuk tujuan ekonomi, militerisme dan tindakan-tindakan
kriminal.

15
BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan
Dari hasil pembahasan makalah di atas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain:

1. Kloning dalam biologi adalah proses menghasilkan populasi serupa genetik individu
identik yang terjadi di alam saat organisme seperti bakteri, serangga atau tanaman
bereproduksi secara aseksual . Secara definisi, klon adalah sekelompok organisme
hewan maupun tumbuhan melalui proses reproduksi aseksual yang berasal dari satu
induk yang sama.
2. Ada beberapa tehnik kloning yang dikenal, antara lain tehnik Roslin dan Tehnik
Honolulu.
3. Manfaat kloning bagi manusia antara lain; untuk pengembangan ilmu pengetahuan,
untuk mengembangkan dan memperbanyak bibit unggul, untuk tujuan diagnostik dan
terapi, dan menolong atau menyembuhkan pasangan infertil untuk mempunyai
keturunan

B.Saran

Hendaknya ilmu kloning bisa dimanfaatkan untuk kepentingan manusia, terlepas dari
pro dan kontra terhadap kloning. Akan tetapi pengawasan terhadap kegiatan kloning juga
perlu awasi oleh pihak yang berwenang dalam hal ini oleh pemerintah yakni dengan
membuat peraturan yang jelas mengenai teknologi kloning, sehingga tidak terjadi
penyalah gunaan teknologi oleh pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab.

16
DAFTAR PUSTAKA

U.S Department of Energy Office of Science. Cloning fact sheet. Human Genome
Project Information. http://www.ornl.gov/hgmis
Kishigami S, Wakayama S, Thuan NV dkk. Production of cloned mice by somatic cell
nuclear transfer. Nat Protoc. 2006;1(1):125-38.
Virgi S. Dasar-dasar stem cell dan potensi aplikasinya dalam ilmu kedokteran. Cermin
Dunia Kedokteran. 2006;153:21-25.
Setiawan B. Aplikasi terapeutik sel punca embrionik pada berbagai penyakit
degeneratif. Cermin Dunia Kedokteran. 2006;153:5-8.
Hoffman LM, Carpenter MK. Characterization and culture of human embryonic stem
cells. Nat Biotechnol. 2005;23(6):699-708
Lanza RP, Cibelli JB, West MD. Human therapeutic cloning. Nat Med. 1999;5(9):975-
7.
Mollard R. Somatic Cell Nuclear Transfer (SCNT) or therapeutic cloning. ISSCR.
http://www.isscr.org/public/therapeutic_cloning.pdf
Perry A. Progress in human somatic cell nuclear transfer. N Engl Journal Med. 2005;
353(1):87-8.
Snyder EY, Loring JF. Beyond fraud – stem cell research continues. N Engl J Med.
2006;354(4):322-4.
Taylor R. Scientists move closer to human therapeutic cloning. Reuters.
http://www.sciam.com
Filsuf B. Pengertian Kloning Lengkap Dengan Tinjauannya. 2011.
http://bobbyartanto.blogspot.com/2011/12/pengertian-kloning-lengkap-dengan.html

17