Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

GT 3202 PENGINDERAAN JAUH


INTEGRASI DAN MANAJEMEN LAYER

FITRIA RAHMA 23115051

TEKNIK GEOMATIKA

JURUSAN INFRASTUKTUR DAN KEWILAYAHAN INSTITUT

TEKNOLOGI SUMATERA

2018
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Integrasi berasal dari bahasa Latin yaitu Interger yang artinya lengkap atau utuh. Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Integrasi yaitu pembaruan hingga menjadi kesatuan
yang utuh atau bulat. Menurur Ippho Santoso Integrasi diartikan menyatunya pikiran, perkataan
dan perbuatan untuk melahirkan reputasi dan kepercayaan. Dari pengertian tersebut bisa diketahuai
bahwa integrasi suatu proses penggabungan sesuatu untuk menjadi sebuah sumber yang utuh dan
kuat sebagai penunjang suatu ilmu. Makna integrasi pada sisitem informasi geografis yaitu suatu
penggabungan data yang berbeda sumbernya digunakan untuk melihat suatu kesatuan data yang
utuh.

Integrasi pada GIS berupa basis data atau database. Database merupakan suatu kumpulan data
atau file yang saling berhubungan, lalu disimpan dalam media elektronik yang terorganisir,
sehingga bisa diakses secara mudah dan cepat. Untuk mendapatkan database yang yang mudah
diakses dan cepat maka diperlukan stuktur basis data yang saling terhubung, stuktur table yang
efisien dan sistematis, space atau ruang penyimpanan yang cukup, tidak ada atau meminimalkan
pengulangan, serta tidak ada data yang ambigu dari semua table. Database mengenai data geografis
inilah yang disebut dengan Geodatabase.

Geodatabase terdiri feature classes (spasial) dan table (non-spasial). Feature Class merupakan
kumpulan dari beberapa feature yang memiliki bentuk geometri dan atribut sama. Feature classes
dalam geodatabase berupa single feature atau individu dan dapat juga disusun dalam suatu feature
datasets. Semua feature datasets dalam sebuah geodatabase menggunakan sistem koordinat yang
sama. Ada dua sistem geodatabase yaitu Server-Geodatabase dan Personal Geodatabase. Server-
Geodatabase merupakan Relational Database Management System (Oracle, SQL-Server, DB2)
dan Personal Geodatabase menggunakan sistem data MS-Access.

1.2 Tempat dan Tempat


Hari dan tanggal : Selasa, 20 Februari 2018 Tempat
: Ruangan D.305
BAB II
PEMBAHASAN
 Integrasi
• Membuka Catalog yang terdapat diwindow argis
• Lalu buka folder yang akan digunakan dengan ,memilih tool Add Data. Add Data → SIG
Itera 2018→ Modul 01→ Data Dasar→ Data Cad

• Maka akan tampil seperti yang dibawah.

• Klik Add data lagi pada catalog, kemudiah pilih Add Data→ SIG Itera 2018→ Modul
01→ Data Dasar→ Data Raster. Maka akan tampil seperti dibawah ini
• Lalu Pilih Add Data→ SIG Itera 2018→ Modul 01→ Data SHP. Lalu tampilkan pada
layar. Maka akan muncul seperti ini

• Add Data→ SIG Itera 2018→ Modul 01→Data Table→ Sheet1. Kemudian klik kanan
pada layer, Diplay XY data untuk menentukan koordinat yang digunakan.

• Akan tampil seperti ini:


• Add data lagi pilih Data Text spot heigh. Lalu display XY data, dan tentukan
kooerdinat yang akan digunakan.

• Akan menghasilkan seperti ini

 
 Proses pembuatan file Geodatabase
• Klik kanan pada folder connection→Klik New→ File Geodatabase→ beri nama.
Kemudian pilih koordinat yang akan digunakan.
Klik kanan feature database→ Pilih Import→ Feature Class (Multiple)→ pilih feature yang
akan dimasukkan dalam feature class tersebut→ OK

DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/30187455/Laporan_Praktikum_GD_4101_Sistem_Infor
masi_Geografis_Modul_1_Integrasi_Data_dan_Geodatabase (Diakses Minggu, 4
Maret 20.28 WIB)
http://gis-indonesia.blogspot.co.id/2011/05/geodatabase-database-berbasis-gis.html
(Diakses Minggu, 04 Maret 2018 pukul 21.03 WIB)