Anda di halaman 1dari 15

Penentuan Muatan Spesifik Elektron

Aisyah Nestria, Putri, Numan Nadhor


Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang

Abstrak Eksperimen kali ini membahas tentang e/m dimana e itu sendiri adalah
elektron dan m adalah massa elektron. Dalam praktikum ini bertujuan untuk
mempelajari lintasan gerak elektron akibat pengaruh medan listrik dan magnet, serta
menghitung besarnya nilai e/m dari elektron. Dalam eksperimen ini, dilakukan
pengukuran jari-jari berkas lintasan elektron yang berbentuk lingkaran sebanyak 7 kali
pengukuran. Berkas lintasan elektron tersebut dapat berbentuk lingkaran karena
pengaruh mendan magnet Bayangan dibangkitkan oleh koil Helmhotz, sehingga
elektron yang dilepaskan oleh elektron ditarik oleh beda potensial mengalami
pergeseran lintasan daribentuk linier menjadi berbentuk lingkaran. Dari pola
demikianlah, dicoba di tarik korelasi antara nilai arus listrik pada koil Helmhotz, nilai
beda tegangan elektrongun dan besar radius yang terbentuk. Sehingga bisa didapat nilai
akhir dari perbandingan antara e/m guna mengetahui lebih jauh karakterisitik elektron.
Lintasan elektron yang berbentuk lingkaran pada alat percobaan untuk menentukan
harga e/m dikarenakan adanya perubahan arah dan kecepatan elektron yang bergerak
dalam medan magnet (kumparan Helmholtz). Lintasan yang berbentuk lingkaran
tersebut akan berubah menjadi lebih kecil jika tegangan yang diberikan tetap dan arus
dinaikan, dan akan berubah menjadi lebih kecil jika diberi kuat arus tetap dan tegangan
diperkecil. Nilai e/m pada percobaan ketika Vpemercepat konstan adalah 6 × 10-11 C/kg
dan untuk B konstan adalah 4,11 × 10-11 C/kg, sedangkan menurut literatur adalah 1,76
× 10-11 C/kg. Perbedaan nilai lebih disebabkan kesalahan paralaks
Kata kunci : elektron ,jari-jari,beda potensial,arus, Helmholtz.

Pada tahun 1889 J. J. Thompson Prinsip yang digunakan Thomson dalam


menyelidiki kelakuan sinar katoda. Sinar melakukan pengukuran ini adalah jika suatu
katoda adalah aliran elektron-elektron yang muatan elektron bergerak di dalam ruang
keluar dari katoda dan masuk ke anoda. yang berada di bawah pengaruh medan
Pada eksperimennya Thompson berhasil magnet atau medan listrik maka muatan
menunjukkan bahwa sinar katoda tersebut akan mengalami gaya sehingga
merupakan partikel-partikel yang jauh lebih pergerakan elektron akan menyimpang.
ringan dari atom dan berada pada semua Adanya gejala fisis ini dipertimbangkan
bentuk benda. Hal ini ditunjukkan dengan sebagai pergerakan muatan elektron
menentukan perbandingan muatan per didalam medan magnet maupun medan
massa elektron (e/m). Partikel yang listrik persis seperti partikel yang
menjadi bagian dari sebuah atom tersebut dilemparkan horizontal didalam medan
dinamakan elektron. Elektron ditemukan gravitasi bumi.
dengan menggunakan tabung kaca yang
bertekanan sangat rendah yang tersusun Sistem yang digunakan terdiri dari sebuah
oleh plat logam sebagai elektroda pada tabung katode dan kumparan yang
bagian ujung tabung dan katoda sebagai berfungsi untuk menghasikan medan
elektroda dengan kutub negatif dan anoda magnet.
sebagai elektroda dengan kutub positif.
Kumparan ini disebut kumparan Helmholtz (m/s), jari-jari lingkaran r (m), maka gaya
yang digunakan untuk menghilangkan Lorentz menjadi gaya sentripetal gerak
medan magnetik bumi dan untuk melingkar:
memberikan medan magnet yang konstan
dalam ruang yang sempit dan terbatas. 𝑚𝑣 2
𝑒𝑣𝐵 =
Elektron yang dihasilkan oleh filamen 𝑟
(yang berlaku sebagai katoda), akibat 𝑚𝑣
proses termoelektron, akan dipercepat ke 𝑒𝐵 = … … … (2)
𝑟
arah anoda yang mempunyai beda tegangan
(𝑉) terhadap katoda. Dari prinsip kekekalan Dari persamaan (1) dan (2), maka
energi, jika tidak ada usaha yang dikenakan muatan spesifik elektron dapat dinyatakan
pada elektron, maka elektron tersebut akan sebagai:

𝑒⁄ = 2𝑣 … … … (3)
mempunyai energi kinetik akibat tegangan
(𝑉). 𝑚 𝑟 2𝐵3
Prinsip Dasar dan Penurunan Rumus
Pemercepatan Elektron dalam Electron Koil Helmholtz
Gun Dua buah koil lingkaran dengan jari-jari
sama dikemas secara paralel koaksial satu
Elektron gun digunakan untuk
sama lain dan dengan kuat arus sama
mempercepat elektron dalam medan listrik.
dilewatkan pada keduanya pada arah yang
Katoda dipanasi menggunakan pemanas
sama. Selanjutnya, medan magnet
(heater) dan melepaskan elektron termal.
homogen dapat diperoleh pada arah aksial
Jika antara katoda dan anoda diberi beda
diantara kedua koil tersebut. Prinsip inilah
potensial, maka elektron-elektron
yang digunakan dalam koil Helmholtz. Jika
dipercepat dalam medan listrik antara
kuat medan magnet yang digunakan adalah
anoda dan katoda. Jika kecepatan elektron
H (A/m), jari-jari lingkaran R (m), kuat arus
saat lepas dari katoda diabaikan dan
I (A), maka hukum Biot-Savart
tegangan yang digunakan pada anoda
memberikan persamaan berikut:
adalah V (Volt), maka kecepatan elektron v 8 𝐼 𝐼
(m/s) saat melewati anoda memenuhi 𝐻= = 0,7155 … … … (4)
hukum kekekalan energi, yaitu 5√5 𝑅 𝑅
Jika jumlah lilitan adalah N, kekuatan
1 medan magnet menjadi N kali. Jika
𝑚𝑣 2 = 𝑒𝑉
2 permeabilitas magnetik dalam vakum
adalah 4/107, maka rapat fluks antara
2𝑒𝑉 kedua koil akan menjadi,
𝑣=√ … … … (1) 4𝜋 𝑁𝐼
𝑚 𝐵 = 0,7155 7
10 𝑅
Gerakan Elektron dalam Medan Listrik 𝑁𝐼
𝐵 = 9,99. 107 [𝑊𝑏⁄𝑚2 ]
Elektron yang dipancarkan tegak lurus 𝑅
terhadap medan listrik homogen akan Dalam praktikum ini N = 130 lilitan, R =
mengalami gerak melingkar pada laju yang 0,150 (m), sehingga rapat fluks medan
sama dalam bidang yang tegak lurus medan magnet menjadi,
listrik. Jika rapat fluks medan listrik adalah 𝐵 = 7,79. 104 𝐼 [𝑊𝑏⁄𝑚2 ]
B (Wb/m2), laju gerak melingkar adalah v
Model Eksperimen Sehingga secara eksperimental nilai (e/m)
dapat ditentukan secara grafik
Berdasarkan persamaan muatan spesifik menggunakan model hubungan sederhana y
muatan dan rapat fluks medan magnet, = ax + b dengan x setara dengan V/I2 dan y
maka hubungan antara tegangan per setara dengan r2, harga (e/m) dapat
kuadrat arus V/I2 dengan jari-jari lintasan r diperoleh dari kemiringan garis. Oleh
dapat dituliskan: karena itu, besar muatan spesifik elektron
𝑉 1
2
= (𝑒⁄𝑚) (7,79. 10−4 )2 𝑟 2 didapatkan dari kemiringan garis pada
𝐼 2 grafik.
METODE

Pada eksperimen ini menggunakan alat dan dari pemercepat tegangan., tegangan V = 6,3
bahan sebagi berikut, sumber arus untuk V dan arus I = 0,4 & tegangan anoda maks
koil Helmholtz dengan tegangan 0 s/d 15 V = 500 V (arus anoda 10 mA). Eksperimen
dan arus 0 s/d 2,5 A, tipe RPS-1000N, RPS- ini, dilakukan pengukuran jari-jari berkas
2000N, DRP-55, Sumber daya untuk lintasan elektron yang berbentuk lingkaran
tabung lucutan elektron dengan tegangan 0 sebanyak 7 kali pengukuran. Berkas
s/d 500 V dan arus 0 s/d 30 mA dimana lintasan elektron tersebut dapat berbentuk
dengan mengatur secara bersamaan anatara lingkaran karena pengaruh medan magnet
tengangan koil dan anoda pada tabung akan Bayangan dibangkitkan oleh koil
memnuat berkas elektron melingkar , Helmhotz, sehingga elektron yang
Ampermeter DC maks 2 A, Mikroskop dilepaskan oleh elektron ditarik oleh beda
vernier dan katetometer MM-200N, potensial mengalami pergeseran lintasan
Magnet jarum, Baterai 6 s/d 12 V dan dari bentuk linier menjadi berbentuk
resitor variabel 10 Ω untuk koil Helmholtz, lingkaran. Dari pola demikianlah, dicoba di
Koil Helmholtz sebagai sumber medan tarik korelasi antara nilai arus listrik pada
magnet yang besarnya dapat menentukan koil Helmhotz, nilai beda tegangan elektron
besar arus yang melewatinya, jumlah lilitan gun dan besar radius yang terbentuk.
(N) = 130, jari-jari (R) = 0,150 m, Tabung Sehingga bisa didapat nilai akhir
dariperbandingan antara e/m guna
mengetahui lebih jauh karakterisitik
elektron.
Variabel bebas dari percobaan ini adalah
jari-jari lingkaran dan variabel terikat nya
adalah tegangan dan arusdan eksperimen
lucutan elektron pemanas sebagai tempat dianalisis menggunakan ralat kuadrat
pengamatan lintasan elektron yang dihasilkan terkecil.
HASIL

Pengamatan 1

No. V ± ΔV (Volt) I ± ΔI (Ampere) r ± Δr (m)

1. 1,44±0,5 1,97±0,005 0,0250±2,5.10-3

2. 1,66±0,5 1,96±0,005 0,0275±2,5.10-3

3. 2,00±0,5 1,95±0,005 0,0300±2,5.10-3

4. 2,32±0,5 1,95±0,005 0,0325±2,5.10-3

5. 2,72±0,5 1,95±0,005 0,0350±2,5.10-3

6. 3,24±0,5 1,95±0,005 0,0375±2,5.10-3

7. 3,57±0,5 1,94±0,005 0,0400±2,5.10-3

8. 4,07±0,5 1,94±0,005 0,0425±2,5.10-3

9. 4,53±0,5 1,94±0,005 0,0450±2,5.10-3

10. 5,00±0,5 1,94±0,005 0,0475±2,5.10-3

nst mistar = 0,1 cm=0,01 m


nst Voltmeter = 1 Volt
nst Amperemeter = 0,01 Ampere

Analisis Data
Berdasar data pengamatan yang telah diperoleh dalam penentuan muatan spesifik
(e/m) elektron dapat dihitung menggunakan teori ralat kuadrat terkecil. Dengan
menggunakan persamaan:

𝑉 𝑒 1
2
= ( ) (7,79. 10−4 )2 𝑟 2
𝐼 𝑚 2

Persamaan garis lurus:

𝑦 = 𝑎𝑥 + 𝑏
Linierisasi Grafik:

𝑉
𝑦=
𝐼2

𝑒 1
𝑏 = ( ) (7,79. 10−4 )2
𝑚 2

𝑥 = 𝑟2

Percobaan 1

Menghitung nilai x dan y

No. V I R x = r2 y = V/I2

1. 1,44 1,97 0,025 0,000625 0,371047953


2. 1,66 1,96 0,0275 0,00075625 0,43211162
3. 2 1,95 0,03 0,0009 0,525969757
4. 2,32 1,95 0,0325 0,00105625 0,610124918
5. 2,72 1,95 0,035 0,001225 0,715318869
6. 3,24 1,95 0,0375 0,00140625 0,852071006
7. 3,57 1,94 0,04 0,0016 0,948559889
8. 4,07 1,94 0,0425 0,00180625 1,081411415
9. 4,53 1,94 0,045 0,002025 1,203634818
10. 5 1,94 0,0475 0,00225625 1,328515251

Analisis data dengan metode kuadrat terkecil

No. x y x2 y2 xy

1. 0,000625 0,371047953 3,90625 x 10-7 0,137676583 0,000015625


2. 0,00075625 0,43211162 5,71914 x 10-7 0,186720452 2,07969 x 10-5
3. 0,0009 0,525969757 0,00000081 0,276644185 0,000027
4. 0,00105625 0,610124918 1,11566 x 10-6 0,372252415 3,43281 x 10-5
5. 0,001225 0,715318869 1,50063 x 10-6 0,511681085 0,000042875
6 0,00140625 0,852071006 1,97754 x 10-6 0,726024999 5,27344 x 10-5
7 0,0016 0,948559889 0,00000256 0,899765864 0,000064
8 0,00180625 1,081411415 3,26254 x 10-6 1,169450648 7,67656 x 10-5
9 0,002025 1,203634818 4,10063 x 10-6 1,448736774 0,000091125
10 0,00225625 1,328515251 5,09066 x 10-6 1,764952773 0,000107172
Σ 0,01365625 8,068765496 2,13802 x 10-5 7,493905779 0,000532422
Σ2 0,000186493 65,10497663 4,57113 x 10-10 56,15862382 2,83473 x 10-7

Dengan:

(Σx)2 = 0,000186493

(Σy)2 = 65,10497663

(Σxy)2 = 2,83473 x 10-7

Menghitung gradien garis (b)

𝑛. 𝛴𝑥𝑦 − 𝛴𝑥. 𝛴𝑦
𝑏=
𝑛. 𝛴𝑥 2 − (𝛴𝑥)2

10(0,000532422) − (0,01365625)(8,068765496)
𝑏=
10(2,13802 x 10−5 ) − 0,000186493

𝑏 = -3839,967412
Menghitung Sy

1 𝛴𝑥 2 . (𝛴𝑦)2 − 2. 𝛴𝑥. 𝛴𝑦. 𝛴𝑥𝑦 + 𝑛. (𝛴𝑥𝑦)2


𝑆𝑦 = √ |𝛴𝑦 2 − |
𝑛−2 𝑛. 𝛴𝑥 2 − (𝛴𝑥)2
𝑆𝑦

1 (2,13802 x 10−5 )(65,10497663) − 2(0,01365625)(8,068765496)(0,000532422) + 10(2,83473 x10−7 )


=√ |7,493905779 − |
10 − 2 10. (2,13802 x 10−5 ) − 0,000186493

𝑆𝑦 =4,910544551
Menghitung Sb

0,01365625 8,068765496 2,13802 x 10-5 7,493905779 0,000532422


0,000186493 65,10497663 4,57113 x 10-10 56,15862382 2,83473 x 10-7

𝑛
𝑆𝑏 = 𝑆𝑦 √
𝑛. 𝛴𝑥 − (𝛴𝑥)2
2

10
𝑆𝑏 = 4,910544551√ −5
10.2,13802. 10 − 0,000186493

𝑆𝑏 = 2971,51847

Ralat relatif

𝑆𝑏
𝑅𝑏 = . 100%
𝑏

2971,51847
𝑅𝑏 = . 100%
3839,967412

𝑅𝑏 =77,38395022
% (2 𝐴𝑛𝑔𝑘𝑎 𝑃𝑒𝑛𝑡𝑖𝑛𝑔)

Jadi, diperoleh nilai gradien garis hubungan antara x (r2) dengan y (V/I2) adalah b = (3,9±
3,0). 10-3 dengan ralat sebesar 77 % dimana b = (e/m)(1/2)(7,79.10-4)2.
Menghitung nilai muatan spesifik elektron

𝑒⁄ = 2𝑏
𝑚 (7,79. 10−4 )2

𝑒⁄ = 2(3839,967412)
𝑚 (7,79. 10−4 )2

𝑒⁄ =1,3 . 1010 𝐶⁄
𝑚 𝑘𝑔

Menghitung Se/m

2
ö 𝑒⁄𝑚
𝑆𝑒⁄𝑚 = √| . 𝑆𝑏 |
ö𝑏

2
2
𝑆𝑒⁄𝑚 = √| . 𝑆 |
(7,79. 10−4 )2 𝑏

2
2
𝑆𝑒⁄𝑚 = √| . 2971,51847|
(7,79. 10−4 )2

𝑆𝑒⁄𝑚 =1109,115172

Ralat relatif

𝑆𝑒⁄
𝑅𝑏 = 𝑒 𝑚 . 100%
⁄𝑚

1109,115172
𝑅𝑏 = . 100%
1,3 . 1010

𝑅𝑏 =8,76383 x 10−6 % (3 𝐴𝑛𝑔𝑘𝑎 𝑃𝑒𝑛𝑡𝑖𝑛𝑔)

Jadi, pada percobaan 1 diperoleh nilai muatan spesifik elektron adalah e/m = (130 . 109 ±
1,11. 103 )C/kg dengan ralat sebesar 8,76 %.
PEMBAHASAN
Jika suatu muatan elektron bergerak dalam elektron tersebut akan mempunyai energi
ruang yang berada dibawah pengaruh kinetic akibat tegangan (V) tersebut.
medan listrik atau medan magnet, maka
Elektron yang bergerak dalam medan
muatan tersebut akan mengalami gaya
magnet tersebut sama (akibat kumparan
sehingga pergerakan elektron tersebut akan
Helmholtz) sehingga terjadi perubahan arah
menyimpang. Adanya gejala fisis ini
dari kecepatan elektron tanpa merubah
dipertimbangkan sebagai pergerakan
kelajuannya. Sehingga, elektron tersebut
muatan elektron di dalam medan magnet
akan bergerak melingkar. Pada gerak
maupun medan listrik fisis, seperti partikel
melingkar ini besar gaya sentripetal sama
yang dilemparkan horizontal di dalam
dengan besar gaya medan magnet pada
medan gravitasi bumi.
elektron tersebut.
Pada percobaan ini menggunakan sebuah
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan
tabung katoda dan kumparan yang
disimpulkan bahwa jika arus listrik (I) tetap
berfungsi untuk menghasilkan medan
sedangkan nilai (V) tegangan berubah
magnet. Kumparan ini disebut koil
semakin kecil, maka diameter lintasan
Helmholtz (yaitu kumparan yang memiliki
electron akan semakin kecil karena V
besar jari-jari yang sama dengan jarak
berbanding lurus dengan kuadrat R.
kedua kumparan) yang digunakan untuk
menghilangkan medan magnetik bumi dan Dari analisis data diperoleh hasildari nilai

untuk memberikan medan magnet konstan (e/m) electron dalam percobaan ini sebesar

dalam ruang yang sempit dan terbatas. (130 . 109 ± 1,11. 103 )C/kg dengan ralat
sebesar 8,76 %.. Sedangkan nilai e/m
Elektron yang dihasilkan oleh filamen
berdasarkan teori adalah 1,7588. 1011 C/kg
(katoda) akibat proses termo-elektron akan
terdapat perbedaan antara hasil praktikum
dipercepat ke arah anoda yang mempunyai
dengan teori. Diperoleh perbedaan antara
beda tegangan (V) terhadap katoda. Dari
hasil praktikum dengan teori adalah sebesar
prinsip kekekalan energi, jika tidak ada
Δe/m = |1,3 – 1,7588|. 1011 = 4,59. 1010
usaha yang dikenakan pada elektron, maka
C/kg.
TUGAS
1. Buatlah tabel hasil analisis yang memuat V/I2 dan r2.
Percobaan 1

No. V I R x = r2 y = V/I2
1. 1,44 1,97 0,025 0,000625 0,371047953
2. 1,66 1,96 0,0275 0,00075625 0,43211162
3. 2 1,95 0,03 0,0009 0,525969757
4. 2,32 1,95 0,0325 0,00105625 0,610124918
5. 2,72 1,95 0,035 0,001225 0,715318869
6. 3,24 1,95 0,0375 0,00140625 0,852071006
7. 3,57 1,94 0,04 0,0016 0,948559889
8. 4,07 1,94 0,0425 0,00180625 1,081411415
9. 4,53 1,94 0,045 0,002025 1,203634818
10. 5 1,94 0,0475 0,00225625 1,328515251

2. Buatlah grafik antara V/I2 – r2 dari pasangan data pengamatan.


Percobaan 1

PERCOBAAN 1
1.4

1.2

0.8

0.6

0.4

0.2

Sumbu x (r2) dan sumbu y (v/I2)


3. Buat garis kecocokan terbaik (the Percobaan 1: y = 587,0429x +
0,004202889
best fit).
𝜇0 .𝑁𝐼𝑅 2 1
𝐵𝑧 (𝑧) = { 3 +
2 (𝑅 2 +𝑧 2 ) ⁄2
4. Tentukan nilai (e/m) dari kemiringan 1
3 }
grafik tersebut lengkap dengan ([2𝑏−𝑧]2 +𝑅 2 ) ⁄2

ralatnya. Turunan pertama Bz terhadap z


Telah dijabarkan pada bagian adalah
analisis. 𝑑𝐵𝑧 𝜇0 . 𝑁 𝐼 𝑅 2 2 3𝑧
= {− 3 5 −
𝑑𝑧 2 (𝑅 2 +𝑧 2 ) ⁄2

2 2(𝑧−2𝑏)
5. Dapatkan persamaan (4) 𝐻= }
3 [(2𝑏−𝑧)2 +𝑅 2 ]5⁄2
8 𝐼 𝐼
= 0,7155 berdasarkan
5√5 𝑅 𝑅 di z
hukum Biot-Savart. Mulailah
= b, turunan ini sama dengan nol,
dengan meninjau dua buah koil
dan turunan kedua Bz adalah
(Helmhotz) searah z yang terpisah
sejauh 2a = R. Selanjutnya 𝑑2 𝐵𝑧 −3𝜇0 . 𝑁 𝐼 𝑅 2 1
= { 5 −
𝑑𝐵 2 (𝑅 2 +𝑧 2 ) ⁄2
analisalah pada pusat jari jari.
5 2𝑧 2 1
+ −
2 (𝑅 2 +𝑧 2 )7⁄2 5
([2𝑏−𝑧]2 +𝑅2 ) ⁄2

5 2(𝑧−2𝑏)2
}
2 [(2𝑏−𝑧)2 +𝑅 2 ]1⁄2

𝑑𝑖 𝑏 = 𝑧 𝑚𝑎𝑘𝑎

𝑑2 𝐵𝑧 −3𝜇0 . 𝑁 𝐼 𝑅 2 2𝑅 2 −8𝑏 2
= ∫𝑧=𝑏 { 7 }
𝑑𝐵 2 [𝑧 2 −𝑅 2 ] ⁄2

𝑡𝑢𝑟𝑢𝑛𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑛𝑜𝑙 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑅 2-


4𝑏 2 = 0 maka 2b = R sehingga jarak
antara kedua kumparan harus sama
Dua buah kawat yang sesumbu
dengan jari-jari kumparan sehingga
masing-masing terdiri dari N buah
induksi magnet di titik p menjadi
lilitan dan diberi arus I yang searah. 3
𝜇0 . 𝑁 𝐼 8 𝜇0 . 𝑁 𝐼 4 ⁄2
Jika titik P berada ditengah-tengah 𝐵𝑧 = . 3 =
𝑅 5 ⁄2 𝑅 3

kumparan maka karena arusnya 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 eksperimen penentuan muatan


searah, induksi magnet di titik P spesifik dari electron diketahui bahwa
sama dengan nol. Induksi magnet di hubungan antara medan magnet dan arus
titik P : listrik adalah :
𝑁𝐼
𝐵 = 4,5 𝑥 10 -7 𝑅
= 7,8 x 10-4 I (terbukti) bidang) secara terus menerus (gambar p)
akan membentuk lintasan lingkaran
6. Lukiskan gaya-gaya yang bekerja dengan gaya Lorentz yang timbul menuju
pada elektron pada posisi berbeda. ke pusat lingkaran. Demikian juga dengan
Jelaskan berdasarkan hasil muatan negatif (gambar q). Gaya Lorentz
pengamatan dan bagaimana yang membentuk lingkaran ini dan
harusnya lintasan eletron tersebut! mengarah ke pusat disebut gaya
Elektron dapat bepindah dari satu sentripetal. Setiap benda yang bergerak
lintasan ke lintasan lainnya dengan membentuk lintasan lingkaran harus tetap
menyerap atau memancarkan energi diberikan gaya agar benda tersebut terus
tertentu. berputar.

7. Bagaimana agar gerak elektron


membentuk lintasan spiral?
Agar elektron membentuk lintasan spiral
maka harus diberikan medan magnet
kedua dengan arah tegak lurus medan
magnet pertama. Dengan tujuan gaya
Lorentz yang mendorong elektron untuk
berpindah dari posisi melingkar satu ke
melingkar berikutnya, sehingga kalau
diamati pergerakannya elektron tersebut
Gambar p
bergerak spiral. Sebenarnya pada pada
percepatan spiral electron masih
Gambar q
dimungkinkan melakukan eksperimen e/m
elektron, tapi yang menjadi kendala adalah
Bila sebuah partikel bermuatan listrik
tingkat ketelitiandan pengamatan sulit
bergerak tegak lurus dengan medan
dilakukan.
magnet homogeni yang mempengaruhi
selama geraknya, maka muatan akan
8. Bagaimana jika dalam kondisi gerak
bergerak dengan lintasan berupa lingkaran.
melingkar, sebatang magnet
Sebuah muatan positif bergerak dalam
didekatkan pada tabung tersebut.
medan magnet B (dengan arah menembus
Jelasakan apa yang terjadi!
Apabila salah satu kutub magnet Gambar a
didekatkan, maka akan timbul
medan magnet yang mempengaruhi Gambar b
gerak elektro. Penyimpangan
pergerakan elektron bergantung
kutub magnet yang didekatkan. Pada gambar diatas dapat dilihat
(gambar a) medan magnet dari koil

9. Gambarkan medan magnet dari koil Helmholtz, yaitu menyimpang

Helmholtz dalam eksperimen dan bahkan tegak lurus terhadap arah

medan magnet bumi? Gunakan utara dan selatan bumi. Pada gambar

magnet jarum (kompas) bagaimana b arah medan magnet bumi juga

pengaruhnya? menyimpang terhadap arah utara-


selatan bumi. Menurut percobaan
Oesterd, membuktikan bahwa arus
listrik dalam konduktor
menghasilkan medan magnet di
sekitarnya. Jika magnet jarum
(kompas) didekatkan pada kawat
tersebut, maka jarum kompas akan
menyimpang. Sama halnya jika
jarum kompas tersebut didekatkan
pada koil Helmholtz yang dialiri arus
lisrik, jarum tersebut akan
menyimpang.
KESIMPULAN
1. Gerakan elektron melingkar dalam medan magnet terjadi akibat adanya kumparan pada
koil Helmholtz. Sehingga terjadi perubahan arah kecepatan pada elektron tanpa
merubah kelajuannya sehingga elektron akan bergerak melingkar. Dimana diameternya
berbanding terbalik dengan besar medan magnet.
2. Besar muatan spesifik e/m electron:
a. Pada praktikum: Nilai e/m = (130 . 109 ± 1,11. 103 )C/kg
b. Pada teori: Nilai e/m = 1,7588. 1011 C/kg
Sehingga diperoleh penyimpangan sebesar 4,59. 1010 C/kg. antara hasil percobaan
dengan nilai yang semestinya pada teori.
Daftar Pustaka

Utami, Mei Budi, dkk. 2013. Eksperimen e/m Elektron. Surabaya: Universitas Airlangga
Masruroh, Intan, dkk. 2013. Penentuan Nilai e/m Elektron. Surabaya: Universitas
Airlangga.
Penyusun, Tim. 2017. Petunjuk Eksperimen Fisika Modern. Malang: Jurusan Fisika
FMIPA UM.
Tipler, Paul A,. (2001). Fisika untuk Sains dan Tekhnik Jilid 2 edisi ketiga. Jakarta :
Erlangga.
Anastopoulos, Charis (2008). Particle Or Wave: The Evolution of the Concept of Matter
in Modern Physics. Princeton University Press. hlm. 236–237. ISBN 0691135126.