Anda di halaman 1dari 55

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

A. Data Umum
1. Nama Kepala Keluarga : Tn. S
2. Alamat dan Telepon : RT 07 RW 02
3. Komposisi Keluarga
Jenis
No Nama Hubungan Usia Pekerjaan Pendidikan
Kelamin
1. Kepala
Tn. S L 62 tahun Montir STM
Keluarga
2. Ibu Rumah
Ny. Y P Istri 54 tahun SMA
Tangga
3. Ibu Rumah
An. A P Anak I 37 tahun SMA
Tangga
4. An. W L Anak II 36 tahun Buruh SMA
5. Tidak
An. T P Anak III 35 tahun SMP
Bekerja
6. Meninggal
An. U L Anak IV - Tidak sekolah
dunia
7. An.
L Anak V 34 tahun Karyawan SMA
AU
8. An. A L Anak VI 26 tahun Karyawan SMA
9. Ibu Rumah
An. P P Anak VII 25 tahun SMA
Tangga
Genogram

Keterangan :

= Laki – laki

= Perempuan

= Klien

= Tinggal Serumah

= Meninggal dunia

4. Tipe Keluarga
Tipe keluarga Tn. S adalah extended family (keluarga besar). Didalam rumah
Tn. S tinggal dengan Ny. Y (istri), An. T (anak ke 3) dan An. P (anak ke 7) beserta
suami dan anaknya.

5. Suku
Tn. S dan Ny. Y bersuku bangsa Jawa, yang sudah 2 tahun tinggal di Limo,
Depok. Sebelumnya keluarga Tn. S tinggal di Cilandak. Bahasa yang digunakan
sehari-hari adalah bahasa Indonesia. Tn. S dan Ny. Y tidak mempunyai pantangan
terhadap makanan, tetapi sejak Ny. Y menderita hipertensi Ny. Y sudah mengurangi
makan ikan asin.

6. Agama
Agama yang dianut keluarga Tn. S adalah agama Islam, mereka menjalankan
shalat lima waktu dan berpuasa di bulan Ramadhan. Semua aktivitas yang dilakukan
tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama Islam. Tn. S dan Ny. Y kurang aktif
mengikuti kegiatan pengajian, mereka selalu menjalankan shalat 5 waktu dirumah.
Anak-anak Tn. S juga mengerjakan shalat 5 waktu dirumah.

7. Status Sosial Keluarga


Sebagai seorang montir, Tn. S tidak memiliki penghasilan tetap. Tn. S
mendapatkan upah Rp. 1.000.000,00 – Rp. 1. 500.000 per bulan. Untuk makan
keluarganya sehari-hari, Ny. Y yang hanya seorang ibu rumah tangga harus pintar-
pintar mengolah uang belanja yang diberikan suaminya. Semua anak Tn. S dan Ny. Y
sudah tamat sekolah, terkadang Tn. S mendapat uang dari anaknya yang terakhir
sebagai tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ketika keluarga ada yang sakit, keluarga Tn. S dan Ny. Y segera
membawanya ke dokter atau Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan. Tn.
S dan Ny. Y sedang menunggu BPJS selesai dibuat.

8. Aktivitas Rekreasi Keluarga


Keluarga tidak mempunyai kebiasaan rutin untuk berekreasi biasanya hanya
menonton TV jika ada waktu luang dan berkunjung ke rumah sanak saudara ketika
lebaran. An. T yang merupakan anak ke 3 dari Tn. S dan Ny. Y suka melukis dan
membuat kaligrafi untuk mengisi waktu luang dirumah.

B. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


1. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Keluarga berada pada tahap perkembangan berada pada tahap keluargaanak
dewasa (pelepasan). Hal ini didukung data masih ada anak Tn. S yang belum menikah
yaitu An. T. Selain itu, karena tipe keluarga Tn. S adalah extended family, maka
keluarga Tn. S juga berada pada tahap keluarga anak sekolah dimana cucu dari Tn. S
yang merupakan anak dari An. P masih duduk di bangku kelas 4 SD dan tinggal
serumah dengan TN. S dan Ny. Y.
Tugas perkembangan keluarga dengan anak dewasa menurut Friedman yaitu
memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar, membatu anak untuk mandiiri di
masyarakat, mempertahankan keintiman pasangan, membantu orang tua memasuki
hari tua serta penataan kembali peran dan kegiatan rumah tangga. Sedangkan tugas
perkembangan keluarga pada tahap anak sekolah adalah membantu sosialisasi anak
dengan tetangga, sekolah dan lingkungan, mempertahankan keintiman pasangan, dan
memenuhi kebutuhan dan biaya kehidupan yang semakin meningkat, termasuk
kebutuhan untuk meningkatkan kesehatan anggota keluarga. Pada tahap ini anak perlu
berpisah dengan orang tua, memberi kesempatan pada anak untuk bersosialisasi
dalam aktivitas baik di sekolah maupun di luar sekolah. Komunikasi suami istri tidak
ada masalah dan hubungan dalam keluarga Tn. S baik. Keluarga Tn. S selalu
berdiskusi ketika ada masalah atau mengambil suatu keputusan.

2. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi


Anak ketiga dari Tn. S dan Ny. Y belum menikah dan tidak bekerja serta
masih tinggal bersama. Hal ini dikarenakan An. T yang merupakan anak ketiga dari
Tn. S dan Ny. Y menderita penyakit Step dimana An. T bisa mengalami kejang
sewaktu-waktu dan bisa kambuh 3 kali dalam seminggu. Jadi, Tn. S dan Ny. Y
memutuskan untuk merawat An. T.

3. Riwayat keluarga inti


Keluarga Tn. S tumbuh dan berkembang dengan harmonis dan bahagia karena
dapat memenuhi semua kebutuhan istri maupun anak-anaknya, anak-anaknya tumbuh
dan berkembang dengan baik sesuai dengan tumbuh kembang anak dan dapat
bersosialisasi dengan lingkungan secara baik. Tn. S tidak pernah mengalami
perceraian, pernikahan Tn. S dengan Ny. Y tidak dalam paksaan, mereka bertemu
ketika remaja yang sering bermain bersama, dan akhirnya menikah pada waktu yang
ditentukan.

4. Riwayat Keluarga Sebelumnya


Tn. S adalah anak pertama dari 5 bersaudara dan Ny. Y adalah anak ketiga
dari 4 bersaudara. Ny. Y mengatakan hipertensi yang diderita merupakan penyakit
keturunan yang diwariskan dari ibu, selain itu Ny. Y mengatakan saudaranya juga ada
yang mengalami stroke.

C. Lingkungan
1. Karakteristik rumah
Tipe rumah dengan luas 100 m2, status rumah milik pribadi, atap rumah
terbuat dari genteng, jumlah ruangan 5 ruang terdiri dari 2 kamar tidur, 1 ruang tamu,
dapur dan kamar mandi. lantai rumah sudah memakai keramik, namun ada juga yang
masih berlantaikan semen. Biasanya Tn. S dan Ny. Y terkadang tidur di ruang tamu.
Kamar depan dan kamar dalam dipakai oleh anak-anaknya yaitu An. T dan An. P.
Penerangan menggunakan listrik, sinar matahari yang masuk kedalam ruangan
agak kurang terutama didalam kamar karena tidak ada jendela. Rumah terlihat cukup
rapi, keluarga buang air di WC, lantai kamar mandi bersih, penerangan di kamar
mandi cukup. Sumber air yang digunakan adalah air sumur yang dipompa
menggunakan mesin jet pump, pembuangan sampah yaitu dengan di kumpulkan lalu
diambil oleh petugas yang akan membuang ke tempat pembuangan sampah.
Denah Rumah Tn. S

Dapur

Kamar Mandi

kakKamar Tidur

Kamar Tidur

Teras

2. Karakteristik tetangga dan komunitas RW


Lingkungan tempat tinggal Tn. S termasuk masyarakat masih homogen yang
heterogen karena banyak pendatang dari berbagai daerah. Pekerjaan penduduk asli
diwilayah ini mayoritas buruh tanidan pedagang. Pengelolaan sampah yang ada
diwilayah ini dikumpulkan kemudian di ambil oleh petugas yang mengangkut
sampah.
Disekitar lingkungan tidak ada kebisingan ataupun polusi karena hanya daerah
hunian dan tidak ada pabrik. Fasilitas kesehatan yang ada ditempat tinggal Tn. S yang
paling dekat adalah Posyandu dan klinik dokter. Puskesmas untuk warga Limo
memiliki jarak tempuh yang cukup jauh, sehingga Tn. S lebih memilih ke Klinik
Dokter dekat rumahnya. Untuk fasilitas sosial ada masjid dan sekolah yang dapat
dijangkau dengan berjalan kaki. Pasar di wilayah ini agak jauh sehingga untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui tukang sayur dan warung. Kehidupan
komunitas saling membantu dan bergotong royong. Bila ada kasus kejahatan
ditangani oleh petugas keamanan. Alat transportasi yang sering digunakan oleh Tn. S
dan Ny. Y adalah motor dan angkot.

3. Mobilitas geografis keluarga


Tn. S bersama keluarga menempati rumahnya sudah 2 tahun. Letak rumah di
dekat jalan raya kampung, alat transportasi umum yang ada yaitu angkutan umum dan
ojek. Sedang untuk mobilitas, keluarga menggunakan sepeda motor. Jarak rumah ke
puskesmas ± 2 km.

4. Perkumpulan keluarga dengan interaksi dengan masyarakat


Keluarga Tn. S biasa berkumpul pada sore hari, sepulang kerja. Di lingkungan
rumah ada kegiatan rutin seperti pengajian ibu-ibu, pertemuan RT , poskamling,
posyandu dan kebersihan lingkungan. Kadang-kadang Tn. S ikut pertemuan RT. Ny.
Y sekarang tidak pernah ikut kegiatan karena takut jika berjalan jauh nanti jatuh.
Keamanan lingkungan terjaga, hubungan antar tetangga baik. Tn. S dan Ny. Y
menyadari pentingnya posyandu lansia untuk memantau kesehatan. Tetapi kendalanya
jarak posyandu yang jauh, sehingga enggan untuk datang.

5. Sistem pendukung keluarga


Dalam hal ini anggota keluarga saling mendukung dan apabila ada masalah
selalu dipecahkan bersama. Jika ada anggota keluarga yang sakit keluarga
memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada. Keluarga Tn. S tidak memiliki fasilitas
jaminan kesehatan (BPJS) yang dapat digunakan untuk pengobatan dan perawatan di
fasilitas kesehatan yang ada. Jika ada masalah, keluarga menyelesaikannya dengan
cara bermusyawarah untuk menemukan solusi terbaik.

D. Struktur Keluarga
1. Pola komunikasi keluarga
Pola komunikasi keluarga berjalan dengan baik secara verbal, bahasa yang
digunakan dalam berkomunikasi sehari-hari antar anggota keluarga dengan bahasa
Indonesia. Dalam komunikasi keluarga saling terbuka satu sama lain, Tn. S dan Ny. Y
mengatakan keputusan diambil dengan cara musyawarah.
Tn. S sering berkomunikasi dengan Ny. Y mengenai anak-anaknya. Kepada
anak-anaknya, mereka sering menegur dan menasehati apabila anaknya berbuat
salah. Komunikasi keluarga Tn. S cukup baik.

2. Struktur kekuatan keluarga


Keluarga Tn. S dalam berkomunikasi saling terbuka dan saling menghormati
dan menghargai serta saling membantu dan saling mendukung. Apabila ada masalah
Tn. S akan mengadakan diskusi. Tn. S memegang peranan, sedangkan Ny. Y selalu
mendukung keputusan suaminya meskipun terkadang Ny. Y yang memberi masukan
dan mengambil keputusan.

3. Struktur peran
Tn. S adalah kepala keluarga yang bekerja sebagai montir, Ny. Y adalah
seorang ibu rumah tangga, An. T adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara yang
belum menikah dan belum memiliki pekerjaan, dan An. P adalah anak bungsu Tn. S
dan Ny. Y yang sudah menikah dan tinggal serumah dan suami An. P menjadi tulang
punggung keluarga.

4. Nilai dan norma budaya


Keluarga Tn. S menjunjung tinggi nilai norma yang diyakini yaitu ajaran
agama Islam dengan cara mentaati peraturan dan menjauhkan larangan agama.
Didalam keluarga tidak ada konflik terhadap nilai-nilai dan aturan yang bertentangan
dengan kebudayaan yang dianut keluarga karena Tn. S dan Ny. Y selalu bersikap
tegas kepada anak-anaknya.

E. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif
Semua anggota keluarga Tn. S saling menyayangi satu sama lain. Tn. S
tinggal bersama istri dan anak-anaknya, menantu, serta cucunya, sehingga Tn. S tidak
merasa kesepian. Bila ada masalah, anggota keluarga akan bersikap terbuka. Apabila
ada anggota keluarga yang sakit maka mereka akan saling membantu.
2. Fungsi Sosialisasi
Keluarga Tn. S menekankan perlunya berhubungan dengan orang lain dan
tetangga sehingga interaksi atau hubungan dalam keluarga dan masyarakat
berlangsung dengan baik dan tidak ada konflik yang terjadi dalam kehidupan keluarga
bercermin adanya sikap sopan santun anak terhadap orang tua.

3. Fungsi Perawatan Kesehatan


Ny. Y mengatakan jika salah satu anggota keluarganya sakit seperti sakit
kepala, pilek, batuk, Ny. Y memberikan obat warung, tetapi jika ada anggota keluarga
yang sakit mendadak misalnya pingsan, dan kejang, Ny. Y baru mengajak anggota
keluarganya pergi ke klinik dokter terdekat.
Ny. Y hampir setiap hari memasak sayuran ataupun tumisan, tetapi Ny. Y
masih sering makan makanan yang asin. Jika tidak asin, mengatakan Ny. Y kurang
nafsu makan. Ny. Y mengatakan sudah tidak makan ikan asin sejak 2 tahun yang lalu.
Waktu istirahat dan tidur keluarga Tn. S biasanya pukul 21.00, namun pada malam
hari Tn. S dan Ny. Y sering terbangun karena An. T yang menderita step sering
mengalami kejang, sehingga waktu tidur Tn. S dan Ny. Y terganggu.
Ny. Y menderita hipertensi sejak 2 tahun yang lalu. Setelah mengetahui bahwa
dirinya mempunyai hipertensi, Ny. Y mulai berhenti makan ikan asin. Ketika Ny. Y
mengalami sakit kepala, ia pergi ke Puskesmas untuk mendapatkan pengobatan.

F. Stress dan Koping Keluarga


1. Sumber Stressor
Ny. Y mengatakan selalu memikirkan keadaan keluarganya, karena anak
ketiganya masih menjadi tanggungannya bersama suaminya, masalah kesehatannya
yang memiliki riwayat step dari kecil yang bisa kambuh tanpa diduga. Tidak hanya
itu, masalah kesehatannya yang membuat Ny. Y tidak dapat bekerja lagi untuk
membantu keuangan keluarganya.

2. Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah


Keluarga selalu memecahkan masalah dengan musyawarah sehingga hasil
yang didapatkan dapat meringankan beban salah satu anggota keluarga, dan dapat
mengatasi masalah yang timbul.
3. Strategi koping yang digunakan
Keluarga Tn. S dan istrinya selalu membicarakan masalah keluarga bersama
dan sesekali bersama anak-anaknya jika membicarakan tentang harapan-harapan
mereka terhadap anaknya.

4. Strategi adaptasi disfungsional


Sejauh ini tidak ada masalah yang berat atau bergeser dari norma yang pernah
dialami oleh keluarga Tn. S . Hasil pengkajian didalam keluarga Tn. S tidak
didapatkan adanya cara-cara menghadapi masalah secara mal adaptif.

G. Harapan Keluarga terhadap Asuhan Keperawatan


Ny. Y mengatakan merasa sangat senang dengan kehadiran perawat dan berharap
dapat membantu keluarga memahami tentang perawatan penyakit. Tn. S berharap di
dalam kelurganya dalam keadaan sehat.

H. Pemeriksaan Fisik
NO SISTEM Tn. S Ny. Y An. T An. P
TD: 160/90 TD: 170/110 TD: 140/90 TD: 120/80
mmHg, mmHg, R: 18 x/mnt R: 20 x/mnt
N : 80 x/m, N : 90 x/m, N: 85 x/mnt N: 75 x/mnt
TTV dan S : 36 0C S : 36 0C S: 36OC S: 360C
1.
EKSTREMITAS R: 20 x/m R: 18 x/m Ekstermitas Ektermitas
Ekstermitas Ekstermitas normal, normal,
normal, kekuatan normal, kekuatan kekuatan tonus kekuatan tonus
tonus otot 5 tonus otot 5 otot 5 otot 5
Simetris, rambut Simetris, tidak Simetris, Simetris,
berwarna hitam, ada ketombe, rambut rambut
dengan Rambut berwarna berwarna
KULIT/ penyebaran berwarna hitam, hitam, tidak hitam, tidak
2.
KEPALA rambut putih sedikit rontok, ada ketombe, ada ketombe,
(uban) yang dengan tidak ada lesi, tidak ada lesi,
belum merata, penyebaran tidak ada tidak ada
tidak ada rambut putih benjolan, dan benjolan, dan
ketombe, tidak (uban) yang tidak rontok. rambut tidak
ada lesi, rambut belum merata rontok.
tidak rontok, tidak dan sedikit dicat
ada benjolan. coklat, tidak ada
benjoalan, tidak
ada lesi.
Konjungtiva tidak Konjungtiva Konjungtiva Konjungtiva
terlihat anemis, tidak anemis, agak anemis, tidak terlihat
tidak ada katarak, tidak ada katarak, penglihatan anemis,
3. MATA penglihatan tidak penglihatan tidak jelas penglihatan
jelas karena jelas karena jelas
mengalami rabun mengalami rabun
jauh (Miopi) jauh (Miopi)
Simetris, keadaan Simetris, Simetris, Simetris,
bersih, fungsi keadaan bersih, keadaan keadaan
4. TELINGA pendengaran baik fungsi bersih, fungsi bersih, fungsi
pendengaran baik pendengaran pendengaran
baik baik
Simetris,keadaan Simetris,keadaan Simetris,keada Simetris,keada
bersih, tidak ada bersih, Tidak ada an bersih, an bersih, tidak
5. HIDUNG kelainan yang kelainan yang Tidak ada ada kelainan
ditemukan ditemukan kelainan yang yang
ditemukan ditemukan
Mukosa mulut Mukosa mulut Mukosa mulut Mukosa mulut
lembab,keadaan lembab, tidak ada lembab,keadaa lembab,keadaa
6. MULUT
bersih, tidak ada kelainan n bersih, tidak n bersih, tidak
kelainan ada kelainan ada kelainan
Pergerakan dada Pergerakan dada Pergerakan Pergerakan
terlihat simetris, terlihat simetris, dada terlihat dada terlihat
DADA/THORA suara jantung S1 suara jantung S1 simetris, suara simetris, suara
7.
X dan S2 tunggal, dan S2 jantung S1 dan jantung S1 dan
tidak terdapat tunggal,tidak S2 S2
palpitasi, suara terdapat tunggal,tidak tunggal,tidak
nafas vesikuler, palpitasi, suara terdapat terdapat
dada sebelah mur-mur (-), palpitasi, suara palpitasi, suara
kanan tampak ronchi (-), mur-mur (-), mur-mur (-),
terdapat benjolan. wheezing (-) ronchi (-), ronchi (-),
wheezing (-) wheezing (-)
Pada pemeriksaan Pada Pada Pada
abdomen tidak pemeriksaan pemeriksaan pemeriksaan
didapatkan abdomen tidak abdomen tidak abdomen tidak
adanya didapatkan didapatkan didapatkan
pembesaran adanya adanya adanya
hepar, tidak pembesaran pembesaran pembesaran
8. ABDOMEN kembung, hepar, tidak hepar, tidak hepar, tidak
pergerakan kembung, kembung, kembung,
peristaltik usus pergerakan pergerakan pergerakan
35x/mnt, tidak peristaltik usus peristaltik usus peristaltik usus
ada bekas luka 35x/mnt, tidak 35x/mnt, tidak 35x/mnt, tidak
operasi ada bekas luka ada bekas luka ada bekas luka
operasi operasi operasi

I. Fungsi Perawatan Kesehatan


Pengkajian dilakukan pada hari Rabu, 10 Oktober 2014 pada pukul 10.00 WIB.
Tn. S dan Ny. Y memiliki 7 orang anak, anak keempat telah meninggal saat masih kecil
karena sakit, anak ketiga yaitu An. T tinggal bersama Tn. S dan Ny. Y serta An. P yang
sudah berkeluarga juga tinggal bersama Tn. S dan Ny. Y. Keluarga Tn. S adalah extended
family. Tn. S terkadang bekerja di bengkel sebagai montir dengan penghasilan tidak tetap,
Ny. Y adalah ibu rumah tangga. An. P yang merupakan Anak bungsu dari Tn. S dan Ny.
Y adalah ibu rumah tangga dengan satu orang anak. Suami An. P bekerja sebagai buruh
dengan penghasilan tidak tetap dan juga berperan sebagai tulang punggung keluarga.
Rumah yang ditempati keluarga Tn. S adalah rumah An. P dan suaminya, luas
tanah 100 m2, atap rumah genteng, lantai rumah rebuat dari keramik pecah yang disemen,
serta masih ada sebagian rumah yang berlantaikan semen penerangan rumah dengan
listrik, kondisi rumah kurang bersih. Bagian rumah terdiri 2 kamar tidur, satu ruang
televisi yang bergabung dengan ruang tamu, satu kamar mandi dan dapur. Hanya ruang
tamu yang memiliki jendela, sisanya tidak memiliki jendela bagian dapur dan kamar
mandi memiliki ventilasi yang kecil – kecil, namun pintu rumah sering dibuka agar
cahaya dan udara dapat masuk kerumah. Sumber air adalah jet pump, sedangkan untuk
pembuangan saluran air di samping di septic tank, jarak antara septic tank dengan
sumber air bersih > 10 m, sampah disatukan oleh Ny.N dan akan diambil oleh petugas
kebersihan.
Saat ditanyakan tentang hipertensi Ny. Y dan Tn. S tidak bisa menjawab dan
tampak bingung. Ny. Y mengeluh sering pusing, cepat lelah, sering terbangun di tengah
malam dan sulit tidur lagi, jika ia sedang pusing, terasa panas di bagian wajahnya. Ny. Y
mengatakan tidak kuat melakukan aktivitas berat. Ny. Y mengatakan ibunya mempunyai
riwayat hipertensi. Ny. Y mengatakan jika pusing ia suka minum obat penurun darah
tinggi dari Puskesmas. Ny. Y dan Tn. S mengatakan suka mengkonsumsi makanan
penurun darah tinggi dan tidak tahu takarannya, sehingga kondisi kesehatannya langsung
menurun. Ny. Y pernah mengikuti seminar tentang jantung, namun kurang memahami
penyakit darah tinggi yang ia miliki. Hasil pemeriksaan TTV Ny. Y didaptkan:
TD:170/110 mmHg, N : 90 x/m, S : 36 0C, R: 18 x/menit.

J. Analisa Data
NO DATA DIAGNOSA
1 DS : Ketidak efektifan
a. Ny. Y mengatakan sering merasa pusing perfusi jaringan pada
b. Ny. Y mengatakan cepat merasa lelah keluarga Tn.S (62
c. Ny. Y mengatakan sering terbangun tengah malam tahun) khususnya Ny.
dan susah tidur lagi. Y (54 tahun)
d. Ny. Y mengatakan jika sedang pusing, terasa panas
pada bagian wajahnya.
e. Ny. Y mengatakan tidak kuat melakukan aktivitas
berat
f. Ny. Y mengatakan ibunya mempunyai riwayat
hipertensi.

DO :
a. TTV Ny. Y :
TD: 170/110 mmHg,
N : 90 x/m,
S : 36 0C
R: 18 x/menit
b. Ny. Y terlihat pucat
c. Ny. Y tampak memegangi kepalanya
2 DS : Risiko
a. Ny. Y mengatakan ibunya mempunyai riwayat kekambuhan/ketidakpat
hipertensi uhan terhadap program
b. Tn. S mengatakan bahwa istrinya suka masak yang perawatan diri pada
asin. keluarga Tn.S (62
c. Ny. Y mengatakan jika pusing ia suka minum obat tahun) khususnya Ny.
penurun darah tinggi dari Puskesmas. Y (54 tahun)
d. Ny. Y dan Tn. S mengatakan suka mengkonsumsi
makanan penurun darah tinggi dan tidak tahu
takarannya, sehingga kondisi kesehatannya langsung
menurun.
e. Ny. Y pernah mengikuti seminar tentang jantung,
namun kurang memahami penyakit darah tinggi yang
ia miliki.

DO :
a. TTV Ny. Y :
TD: 170/110 mmHg,
N : 90 x/m,
S : 36 0C
R: 18 x/menit
b. Ny. Y terlihat pucat
c. Ny. Y tampak memegangi kepalanya
3. DS : Kurang pengetahuan
a. Ny. Y mengatakan sering merasa pusing pada keluarga Tn. S (62
b. Ny. Y mengatakan cepat merasa lelah tahun) khususnya Ny.
c. Ny. Y mengatakan sering terbangun tengah malam Y(54 tahun)
dan susah tidur lagi.
d. Ny. Y mengatakan jika sedang pusing, terasa panas
pada bagian wajahnya.
e. Ny. Y mengatakan tidak kuat melakukan aktivitas
berat
f. Ny. Y mengatakan ibunya mempunyai riwayat
hipertensi.
g. Tn. S mengatakan bahwa istrinya suka masak yang
asin.
h. Ny. Y mengatakan jika pusing ia suka minum obat
penurun darah tinggi dari Puskesmas.
i. Ny. Y dan Tn. S mengatakan suka mengkonsumsi
makanan penurun darah tinggi dan tidak tahu
takarannya, sehingga kondisi kesehatannya langsung
menurun.
j. Ny. Y pernah mengikuti seminar tentang jantung,
namun kurang memahami penyakit darah tinggi yang
ia miliki.

DO :
a. TTV Ny. Y :
TD: 170/110 mmHg,
N : 90 x/m,
S : 36 0C
R: 18 x/menit
b. Ny. Y terlihat pucat
c. Ny. Y tampak memegangi kepalanya
d. Ny. Y tampak bingung ketika ditanya tentang
penyakit hipertensi
e. Ny. Y tidak bisa menyebutkan pengertian dari
hipertensi
f. Ny. Y banyak bertanya tentang penyakitnya
J. Diagnosa Keperawatan Keluarga
a. Ketidakefektifan perfusi jaringan pada keluarga Tn.S (62 tahun) khususnya Ny. Y (54
tahun)
b. Risiko kekambuhan/ketidakpatuhan terhadap program perawatan diri pada keluarga
Tn.S (62 tahun) khususnya Ny. Y (54 tahun)
c. Kurang pengetahuan pada keluarga Tn. S (62 tahun) khususnya Ny. Y(54 tahun)

K. Diagnosa Keperawatan Skoring


1. Ketidakefektifan perfusi jaringan pada keluarga Tn.S (62 tahun) khususnya Ny. Y (54
tahun)
No Kriteria Nilai Bobot Perhitungan Pembenaran
1. Sifat 2 1 2/3 x 1 = 1 Sifat masalah adalah sebagai ancaman
masalah: kesehatan, hal ini dibuktikan dengan
Ancaman sudah terjadi hipertensi pada Ny. Y
kesehatan yaitu : 170/ 110 mmHg. Apabila tidak
segera diatasi dapat mengakibatkan
komplikasi lebih lanjut seperti, stroke,
gagal jantung, perdarahan mata/
retina.
2. Kemungkina 1 2 1/2 x 2 = 1 Kemungkinan masalah untuk diubah
n masalah adalah sebagian, hal ini dilihat dari
untuk diubah keluarga kurang mengetahui tentang
: sebagian penyakit dan tidak dapat melakukan
perawatan sendiri untuk memperingan
keluhan, tetapi Ny. Y suka pergi ke
Puskesmas untuk mendapatkan
pengobatan dan keluarga serta
masyarakat mendukung mengenai
penyakit Ny. Y.
3. Potensial 2 1 2/3 x 1 = 2/3 Potensial masalah untuk dicegah
masalah adalah sedang, hal ini dapat dilihat
untuk dari Ny. Y sudah menderita hipertensi
dicegah: sejak dua tahun yang lalu dan Ny. Y
sedang suka pergi ke Puskesmas untuk
mendapatkan pengobatan, selain itu
Ny. Y sudah tidak makan ikan asin
lagi dan tidak minum kopi.
4. Menonjolnya 1 1 1/2 x 1 = 1/2 Menonjolnya masalah adalah masalah
masalah: ada tapi tidak perlu segera diatasi, hal
masalah ada ini dapat dilihat dari pernyataan Ny. Y
tapi tidak yang menyatakan bahwa ia sudah
perlu segera berhenti makan ikan asin, tetapi Tn. S
diatasi mengatakan bahwa istrinya kadang
masak terlalu asin, selain itu Tn. S dan
Ny. Y suka makan makanan yang
dapat menurunkan hipertensi namun
tidak tahu takarannya.
Total 3 1/6

2. Risiko kekambuhan/ketidakpatuhan terhadap program perawatan diri pada keluarga


Tn.S (62 tahun) khususnya Ny. Y (54 tahun)
No. Kriteria Nilai Bobot Perhitungan Pembenaran
1. Sifat 2 1 2/3 x 1 = 2/3 Sifat masalah adalah ancaman
masalah: kesehatan, hal ini dibuktikan dengan
ancaman sudah terjadi hipertensi pada Ny. Y
kesehatan yaitu : 170/ 110 mmHg. Apabila
tidak segera diatasi dapat
mengakibatkan komplikasi lebih
lanjut seperti, stroke, gagal jantung,
perdarahan mata/ retina.
2. Kemungkinan 1 2 1/2 x 2 = 1 Kemungkinan masalah untuk diubah
masalah adalah cukup, hal ini dilihat dari
untuk diubah keluarga kurang mengetahui tentang
: cukup penyakit dan tidak dapat melakukan
perawatan sendiri untuk
memperingan keluhan, tetapi Ny. Y
suka pergi ke Puskesmas untuk
mendapatkan pengobatan dan
keluarga serta masyarakat
mendukung mengenai penyakit Ny.
Y.
3. Potensial 2 1 2/3 x 1 = 2/3 Potensial masalah untuk dicegah
masalah adalah tinggi, hal ini dapat dilihat
untuk dari Ny. Y sudah menderita
dicegah: hipertensi sejak dua tahun yang lalu
Tinggi dan Ny. Y suka pergi ke Puskesmas
untuk mendapatkan pengobatan,
selain itu Ny. Y sudah tidak makan
ikan asin lagi dan tidak minum kopi.
4. Menonjolnya 0 1 0 Menonjolnya masalah adalah
masalah: masalah ada tapi tidak perlu segera
masalah ada diatasi, hal ini dapat dilihat dari
tapi tidak pernyataan Ny. Y yang menyatakan
perlu segera bahwa ia sudah berhenti makan ikan
diatasi asin, tetapi Tn. S mengatakan bahwa
istrinya kadang masak terlalu asin,
selain itu Tn. S dan Ny. Y suka
makan makanan yang dapat
menurunkan hipertensi namun tidak
tahu takarannya.
TOTAL 2 1/3

3. Kurang pengetahuan pada keluarga Tn. S (62 tahun) khususnya Ny. Y(54 tahun)
No Kriteria Nilai Bobot Perhitungan Pembenaran
1 Sifat 3 1 3/3 x 1 = 1 Sifat masalah sudah actual, hal ini
masalah: dibuktikan dengan sudah terjadi
aktual hipertensi pada Ny. Y yaitu : 170/ 110
mmHg. Apabila tidak segera diatasi
dapat mengakibatkan komplikasi lebih
lanjut seperti, stroke, gagal jantung,
perdarahan mata/ retina.
2. Kemungkin 1 2 1/2 x 2 = 1 Kemungkinan masalah untuk diubah
an masalah adalah sebagian, hal ini dilihat dari
untuk keluarga kurang mengetahui tentang
diubah : penyakit dan tidak dapat melakukan
sebagian perawatan sendiri untuk memperingan
keluhan, tetapi Ny. Y suka pergi ke
Puskesmas untuk mendapatkan
pengobatan dan keluarga serta
masyarakat mendukung mengenai
penyakit Ny. Y.
3. Potensial 3 1 3/3 x 1 = 1 Potensial masalah untuk dicegah adalah
masalah sedang, hal ini dapat dilihat dari Ny. Y
untuk sudah menderita hipertensi sejak dua
dicegah : tahun yang lalu dan Ny. Y suka pergi
tinggi ke Puskesmas untuk mendapatkan
pengobatan, selain itu Ny. Y sudah
tidak makan ikan asin lagi dan tidak
minum kopi.
4 Menonjolka 1 1 1/2 x 1 = 1/2 Menonjolnya masalah adalah masalah
n masalah : ada tapi tidak perlu segera diatasi, hal
masalah ini dapat dilihat dari pernyataan Ny. Y
ada, tapi yang menyatakan bahwa ia sudah
tidak perlu berhenti makan ikan asin, tetapi Tn. S
segera mengatakan bahwa istrinya kadang
ditangani masak terlalu asin, selain itu Tn. S dan
Ny. Y suka makan makanan yang dapat
menurunkan hipertensi namun tidak
tahu takarannya.
TOTAL 3 1/2
L. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Kurang pengetahuan pada keluarga Tn. S (62 tahun) khususnya Ny. Y (54 tahun)
2. Ketidak efektifan perfusi jaringan pada keluarga Tn.S (62 tahun) khususnya Ny. Y
(54 tahun)
3. Risiko kekambuhan/ketidakpatuhan terhadap program perawatan diri pada keluarga
Tn.S (62 tahun) khususnya Ny. Y (54 tahun)
M. Intervensi Keperawatan

TUJUAN EVALUASI
DIAGNOSA
INTERVENSI
KEPERAWATAN
TUM TUK KRITERIA STANDAR
Kurang Setelah Setelah dilakukan
pengetahuan pada dilakukan 3x tindakan
keluarga Tn. S (62 kunjungan keperawatan
tahun) khususnya pertemuan selama 1x60
Ny. Y (54 tahun) diharapkan menit, diharapkan
masalah keluarga mampu :
masalah 1. Mengenal
perfusi masalah penyakit
jaringan hipertensi
teratasi Dengan cara :
a) Menyebutkan RESPON a) Hipertensi adalah 1. Mendiskusikan kembali bersama
definisi VERBAL suatu keadaan keluarga definisi hipertensi
penyakit dimana tekanan 2. Tanyakan kembali definisi hipertensi
hipertensi darah persisten 3. Berikan reinforcement positif kepada
dimana tekanan keluarga atas jawaban yang tepat
sistoliknya diatas
140 mmHg dan
tekanan diastoliknya
diatas 90 mmHg

b) Menyebutkan RESPON b) Penyebab hipertensi: 1. Diskusikan dengan keluarga tentang


3 dari 10 VERBAL 1) Keturunan penyebab penyakit hipertensi
penyebab 2) Usia 2. Motivasi/dukung keluarga untuk
hipertensi 3) Garam meyebutkan penyebab hipertensi
4) Kolestrol 3. Berikan reinforcement positif atas
5) Kegemukan jawaban yang tepat
6) Stress
7) Rokok
8) Kafein
9) Alkohol
10) Kurang olahraga

c) Menyebutkan RESPON c) Tanda dan gejala 1. Diskusikan dengan keluarga tanda gejala
3 dari 7 tanda PSIKOMOT hipertensi : penyakit hipertensi
dan gejala OR 1) Sakit kepala atau 2. Motivasi keluarga untuk menyebutkan
hipertensi pusing kembali tanda gejala hipertensi
2) Berat di tengkuk 3. Berikan reinforcement positif atas
3) Mata berkunang- jawaban yang tepat
kunang dan kabur
4) Mudah lelah
5) Mudah marah
6) Sesak nafas
7) Susah tidur

d) Menyebutkan RESPON d) Pencegahan 1. Dorong keluarga untuk menyebutkan


3 dari 7 cara VERBAL hipertensi : pencegahan penyakit hipertensi
pencegahan 1) Jaga berat badan 2. Berikan reinforcement positif atas
penyakit 2) Kurangi makan jawaban yang tepat
hipertensi makanan
berlemak dan
garam
3) Berhenti
merokok dan
alcohol
4) Kurangi atau
tidak minum
kopi
5) Cukup istirahat
dan tidur
6) Hindari stress
7) Olahraga secara
teratur

2. Keluarga mampu
mengambil
keputusan untuk
merawat anggota
keluarga yang
menderita
hipertensi
Dengan cara :
a) Menyebutkan RESPON a) Akibat lanjut dari 1. Jelaskan pada keluarga akibat lanjut
2 dari 4 VERBAL hipertensi yang tidak apabila hipertensi tidak diobati
akibat lanjut di obati : 2. Motivasi keluarga untuk menyebutkan
tidak 1) Gangguan kembali akibat lanjut dari hipertensi yang
diobatinya penglihatan tidak diobati
hipertensi 2) Stroke 3. Beri reinforcement positif atas jawaban
3) Serangan keluarga yang tepat
jantung
4) Gagal ginjal
b) Memutuskan RESPON b) Keluarga 1. Diskusikan kembali dengan keluarga
untuk VERBAL memutuskan untuk tentang lingkungan keluarga untuk
merawat Ny. merawat anggota merawat keluarga dengan hipertensi
Y dengan keluarga dengan 2. Beri reinforcement positif atas keputusan
masalah hipertensi keluarga untuk merawat anggota
hipertensi keluarga dengan hipertensi

3. Setelah 1 x 60
menit kunjungan
keluarga mampu
merawat anggota
keluarga dengan
hipertensi
Dengan cara :
a) Menyebutkan RESPON a) Perawatan hipertensi 1. Diskusi dengan keluarga tentang
3 dari 5 cara VERBAL di rumah : pecegahan hipertensi
perawatan 1) Mengkonsumsi 2. Motivasi keluarga untuk menyebutkan
hipertensi di kurangi garam pencegahan hipertensi
rumah dapur 3. Beri reinforcement positif atas usaha
2) Hindari stress yang di lakukan keluarga
yang berlebih
3) Hindari makanan
yang berlemak
dan mengandung
kolesterol
4) Olahraga teratur
5) Hindari rokok

b) Membuat RESPON b) Keluarga dapat 1. Mendemonstrasikan pada keluarga


obat PSIKOMOT mendemonstrasikan 2. cara membuat obat tradisional
tradisional OR cara membuat obat 3. Beri kesempatan keluarga untuk
untuk tradisional : membuat obat tradisional
hipertensi mentimun 4. Berikan reinforcement positif pada
keluarga atas usaha keluarga
5. Pastikan keluarga akan melakukan
tindakan yang di ajarkan bila di perlukan

4. Setelah 1 x 60
menit kunjungan,
keluarga mampu
memodifikasi
lingkungan yang
dapat mencegah
hipertensi
Dengan cara :

a) Menyebutkan RESPON a) Cara memodifikasi 1. Jelaskan lingkungan yang dapat


2 dari 2 cara VERBAL lingkungan untuk 2. mencegah hipertensi
memodifikasi mencegah 3. Motivasi keluarga untuk mengulangi
lingkungan hipertensi: penjelasan yang diberikan
1) Hidari asap rokok 4. Beri reinforcement positif atas jawaban
2) Ciptakan keluarga
lingkungan yang
nyaman bagi
keluarga untuk
menghindari
stress

b) Melakukan RESPON b) Pada kunjungan 1. Observasi lingkungan rumah pada


modifikasi PSIKOMOT tidak terencana kunjungan dengan terncana
lingkungan OR keluarga melakukan 2. Diskusikan dengan keluarga hal positif
yang tepat tindakan modifikasi yang sudah dilakukan keluarga
bagi Ny. Y lingkungan 3. Berikan reinforcement positif atas upaya
yang dilakukan keluarga

5. Keluarga mampu
memanfaatkan
pelayanan
kesehatan
Dengan cara :
a) Menyebutkan RESPON a) Manfaat kunjungan 1. Informasikan mengenai pengobatan dan
kembali VERBAL ke fasilitas pendidikan kesehatan yang dapat
manfaat kesehatan: diperoleh keluarga di klinik/balai desa,
kunjungan 1) Mendapatkan pengobatan Puskesmas, dan Rumah Sakit
fasilitas pelayanan 2. Motivasi keluarga untuk menyebutkan
kesehatan kesehatan kembali hasil diskusi
pengobatan 3. Beri reinforecement positif atas hasil
hipertensi yang di capainya
2) Mendapat
pendidikan
kesehatan tentang
hipertensi
b) Memanfaatka RESPON 1) Keluarga membawa 1. Motivasi keluarga untuk membawa klien
n pelayanan VERBAL anggota keluarga apabila kondisinya tidak dapat ditangani
kesehatan dengan hipertensi : di rumah
dalam pusing, sakit kepala, 2. Temani keluarga ke klinik/BP bila
merawat mata berkunang – diperlukan
hipertensi kunang, mudah lelah 3. Berikan pujian atas hasil yang dicapai
2) Adanya kartu
berobat
TUJUAN EVALUASI
DIAGNOSA
INTERVENSI
KEPERAWATAN
TUM TUK KRITERIA STANDAR
Ketidak efektifan Setelah Setelah dilakukan
perfusi jaringan dilakukan 3x tindakan
pada keluarga Tn.S kunjungan keperawatan
(62 tahun) pertemuan selama 1x60
khususnya Ny. Y diharapkan menit, diharapkan
(54 tahun) masalah keluarga mampu :
masalah 1. Mengenal
perfusi masalah
jaringan penyakit
teratasi hipertensi
Dengan cara :
a. Menyebutkan RESPON a. Hipertensi adalah 1. Mendiskusikan kembali bersama
definisi VERBAL suatu keadaan keluarga definisi hipertensi
penyakit dimana tekanan 2. Tanyakan kembali definisi hipertensi
hipertensi darah persisten 3. Berikan reinforcement positif kepada
dimana tekanan keluarga atas jawaban yang tepat
sistoliknya diatas
140 mmHg dan
tekanan
diastoliknya diatas
90 mmHg

b. Menyebutkan RESPON b. Penyebab 1. Diskusikan dengan keluarga tentang


3 dari 10 VERBAL hipertensi: penyebab penyakit hipertensi
penyebab 1) Keturunan 2. Motivasi/dukung keluarga untuk
hipertensi 2) Usia meyebutkan penyebab hipertensi
3) Garam 3. Berikan reinforcement positif atas
4) Kolestrol jawaban yang tepat
5) Kegemukan
6) Stress
7) Rokok
8) Kafein
9) Alkohol
10) Kurang olahraga

c. Menyebutkan RESPON c. Tanda dan gejala 1. Diskusikan dengan keluarga tanda


3 dari 7 tanda PSIKOMOT hipertensi : gejala penyakit hipertensi
dan gejala OR 1) Sakit kepala atau 2. Motivasi keluarga untuk menyebutkan
hipertensi pusing kembali tanda gejala hipertensi
2) Berat di tengkuk 3. Berikan reinforcement positif atas
3) Mata berkunang- jawaban yang tepat
kunang dan kabur
4) Mudah lelah
5) Mudah marah
6) Sesak nafas
7) Susah tidur

d. Menyebutkan RESPON d. Pencegahan 4. Dorong keluarga untuk menyebutkan


3 dari 7 cara VERBAL hipertensi : pencegahan penyakit hipertensi
pencegahan 1) Jaga berat 5. Berikan reinforcement positif atas
penyakit badan jawaban yang tepat
hipertensi 2) Kurangi makan
makanan
berlemak dan
garam
3) Berhenti
merokok dan
alcohol
4) Kurangi atau
tidak minum
kopi
5) Cukup istirahat
dan tidur
6) Hindari stress
7) Olahraga secara
teratur
2. Keluarga
mampu
mengambil
keputusan untuk
merawat
anggota
keluarga yang
menderita
hipertensi
Dengan cara :
a. Menyebutka RESPON a. Akibat lanjut dari 1. Jelaskan pada keluarga akibat lanjut
n 2 dari 4 VERBAL hipertensi yang apabila hipertensi tidak diobati
akibat lanjut tidak di obati : 2. Motivasi keluarga untuk menyebutkan
tidak 1) Gangguan kembali akibat lanjut dari hipertensi
diobatinya penglihatan yang tidak diobati
hipertensi 2) Stroke 3. Beri reinforcement positif atas jawaban
3) Serangan keluarga yang tepat
jantung
4) Gagal ginjal

b. Memutuska RESPON b. Keluarga 1. Diskusikan kembali dengan keluarga


n untuk VERBAL memutuskan untuk tentang lingkungan keluarga untuk
merawat merawat anggota merawat keluarga dengan hipertensi
Ny. N keluarga dengan 2. Beri reinforcement positif atas keputusan
dengan hipertensi keluarga untuk merawat anggota
masalah keluarga dengan hipertensi
hipertensi

3. Setelah 1 x 60
menit kunjungan
keluarga mampu
merawat anggota
keluarga dengan
hipertensi
Dengan cara :
a. Menyebutkan RESPON a. Perawatan 1. Diskusi dengan keluarga tentang
3 dari 5 cara VERBAL hipertensi di pecegahan hipertensi
perawatan rumah : 2. Motivasi keluarga untuk menyebutkan
hipertensi di 1) Mengkonsumsi pencegahan hipertensi
rumah kurangi garam 3. Beri reinforcement positif atas usaha
dapur yang di lakukan keluarga
2) Hindari stress
yang berlebih
3) Hindari makanan
yang berlemak
dan mengandung
kolesterol
4) Olahraga teratur
5) Hindari rokok

b. Membuat obat RESPON b. Keluarga dapat 1. Mendemonstrasikan pada keluarga cara


tradisional PSIKOMOT mendemonstrasikan membuat obat tradisional
untuk OR cara membuat obat 2. Beri kesempatan keluarga untuk
hipertensi tradisional : membuat obat tradisional
mentimun 3. Berikan reinforcement positif pada
keluarga atas usaha keluarga
4. Pastikan keluarga akan melakukan
tindakan yang di ajarkan bila di perlukan
4. Setelah 1 x 60
menit kunjungan,
keluarga mampu
memodifikasi
lingkungan yang
dapat mencegah
hipertensi
Dengan cara :
a. Menyebutkan RESPON a. Cara memodifikasi 1. Jelaskan lingkungan yang dapat
2 dari 2 cara VERBAL lingkungan untuk 2. mencegah hipertensi
memodifikasi mencegah 3. Motivasi keluarga untuk mengulangi
lingkungan hipertensi: penjelasan yang diberikan
1) Hidari asap 4. Beri reinforcement positif atas jawaban
rokok keluarga
2) Ciptakan
lingkungan
yang nyaman
bagi keluarga
untuk
menghindari
stress
b. Melakukan RESPON b. Ada kunjungan 1. Observasi lingkungan rumah pada
modifikasi PSIKOMOT tidak terencana kunjungan dengan terncana
lingkungan OR keluarga 2. Diskusikan dengan keluarga hal positif
yang tepat melakukan yang sudah dilakukan keluarga
bagi Ny. Y tindakan modifikasi 3. Berikan reinforcement positif atas upaya
lingkungan yang dilakukan keluarga

5. Keluarga mampu
memanfaatkan
pelayanan
kesehatan
Dengan cara :
a. Menyebutkan RESPON a. Manfaat kunjungan 1. Informasikan mengenai pengobatan dan
kembali VERBAL ke fasilitas pendidikan kesehatan yang dapat
manfaat kesehatan: diperoleh keluarga di klinik/balai desa
kunjungan 1) Mendapatkan pengobatan PKM
fasilitas pelayanan 2. Motivasi keluarga untuk menyebutkan
kesehatan kesehatan kembali hasil diskusi
pengobatan 3. Beri reinforecement positif atas hasil
hipertensi yang di capainya
2) Mendapat
pendidikan
kesehatan
tentang
hipertensi

b. Memanfaatka RESPON 1) Keluarga 1. Motivasi keluarga untuk membawa klien


n pelayanan VERBAL membawa anggota apabila kondisinya tidak dapat ditangani
kesehatan keluarga dengan di rumah
dalam hipertensi : pusing, 2. Temani keluarga ke klinik/BP bila
merawat sakit kepala, mata diperlukan
hipertensi berkunang – 3. Berikan pujian atas hasil yang dicapai
kunang, mudah
lelah
2) Adanya kartu
berobat
TUJUAN EVALUASI
DIAGNOSA
INTERVENSI
KEPERAWATAN
TUM TUK KRITERIA STANDAR
Risiko Setelah Setelah dilakukan
kekambuhan/ketida dilakukan 3x tindakan
kpatuhan terhadap kunjungan keperawatan
program perawatan pertemuan selama 1x60
diri pada keluarga diharapkan menit, diharapkan
Tn.S (62 tahun) masalah keluarga mampu :
khususnya Ny. Y masalah 1 Mengenal
(54 tahun) perfusi masalah
jaringan penyakit
teratasi hipertensi
Dengan cara :
a Menyebutk RESPON a Hipertensi adalah 1. Mendiskusikan kembali bersama
an definisi VERBAL suatu keadaan keluarga definisi hipertensi
penyakit dimana tekanan 2. Tanyakan kembali definisi hipertensi
hipertensi darah persisten 3. Berikan reinforcement positif kepada
dimana tekanan keluarga atas jawaban yang tepat
sistoliknya diatas
140 mmHg dan
tekanan
diastoliknya diatas
90 mmHg

b Menyebutk RESPON b Penyebab 1. Diskusikan dengan keluarga tentang


an 3 dari 10 VERBAL hipertensi: penyebab penyakit hipertensi
penyebab 1) Keturunan 2. Motivasi/dukung keluarga untuk
Hipertensi 2) Usia meyebutkan penyebab hipertensi
3) Garam 3. Berikan reinforcement positif atas
4) Kolestrol jawaban yang tepat
5) Kegemukan
6) Stress
7) Rokok
8) Kafein
9) Alkohol
10) Kurang olahraga

c Menyebutk RESPON c. Tanda dan gejala 1. Diskusikan dengan keluarga tanda


an 3 dari 7 PSIKOMOT hipertensi : gejala penyakit hipertensi
tanda dan OR 1) Sakit kepala atau 2. Motivasi keluarga untuk menyebutkan
gejala pusing kembali tanda gejala hipertensi
hipertensi 2) Berat di tengkuk 3. Berikan reinforcement positif atas
3) Mata berkunang- jawaban yang tepat
kunang dan kabur
4) Mudah lelah
5) Mudah marah
6) Sesak nafas
7) Susah tidur

d Menyebutka RESPON d. Pencegahan 1. Dorong keluarga untuk menyebutkan


n 3 dari 7 VERBAL hipertensi : pencegahan penyakit hipertensi
cara 1) Jaga berat 2. Berikan reinforcement positif atas
pencegahan badan jawaban yang tepat
penyakit 2) Kurangi makan
hipertensi makanan
berlemak dan
garam
3) Berhenti
merokok dan
alcohol
4) Kurangi atau
tidak minum
kopi
5) Cukup istirahat
dan tidur
6) Hindari stress
7) Olahraga secara
teratur
2 Keluarga
mampu
mengambil
keputusan untuk
merawat
anggota
keluarga yang
menderita
hipertensi
Dengan cara :
a. Menyebutka RESPON a. Akibat lanjut dari
n 2 dari 4 VERBAL hipertensi yang 1. Jelaskan pada keluarga akibat lanjut
akibat lanjut tidak di obati : apabila hipertensi tidak diobati
tidak 1) Gangguan 2. Motivasi keluarga untuk menyebutkan
diobatinya penglihatan kembali akibat lanjut dari hipertensi
hipertensi 2) Stroke yang tidak diobati
3) Serangan 3. Beri reinforcement positif atas jawaban
jantung keluarga yang tepat
4) Gagal ginjal

b. Memutuska RESPON b. Keluarga 1. Diskusikan kembali dengan keluarga


n untuk VERBAL memutuskan untuk tentang lingkungan keluarga untuk
merawat merawat anggota merawat keluarga dengan hipertensi
Ny. N keluarga dengan 2. Beri reinforcement positif atas keputusan
dengan hipertensi keluarga untuk merawat anggota
masalah keluarga dengan hipertensi
hipertensi

4. Setelah 1 x 60
menit kunjungan
keluarga mampu
merawat anggota
keluarga dengan
hipertensi
Dengan cara :
a. Menyebutkan RESPON a Perawatan hipertensi 1. Diskusi dengan keluarga tentang
3 dari 5 cara VERBAL di rumah : pecegahan hipertensi
perawatan 1) Mengkonsumsi 2. Motivasi keluarga untuk menyebutkan
hipertensi di kurangi garam pencegahan hipertensi
rumah dapur 3. Beri reinforcement positif atas usaha
2) Hindari stress yang di lakukan keluarga
yang berlebih
3) Hindari
makanan yang
berlemak dan
mengandung
kolesterol
4) Olahraga teratur
5) Hindari rokok

b. Membuat obat RESPON b Keluarga dapat 1. Mendemonstrasikan pada keluarga cara


tradisional PSIKOMOT mendemonstrasikan membuat obat tradisional
untuk OR cara membuat obat 2. Beri kesempatan keluarga untuk
hipertensi tradisional : membuat obat tradisional
mentimun 3. Berikan reinforcement positif pada
keluarga atas usaha keluarga
4. Pastikan keluarga akan melakukan
tindakan yang di ajarkan bila di perlukan
5. Setelah 1 x 60
menit kunjungan,
keluarga mampu
memodifikasi
lingkungan yang
dapat mencegah
hipertensi
Dengan cara :
a. Menyebutkan RESPON a Cara memodifikasi 1. Jelaskan lingkungan yang dapat
2 dari 2 cara VERBAL lingkungan untuk 2. mencegah hipertensi
memodifikasi mencegah 3. Motivasi keluarga untuk mengulangi
lingkungan hipertensi: penjelasan yang diberikan
1) Hidari asap 4. Beri reinforcement positif atas jawaban
rokok keluarga
2) Ciptakan
lingkungan
yang nyaman
bagi keluarga
untuk
menghindari
stress
b. Melakukan RESPON b. Ada kunjungan tidak 1. Observasi lingkungan rumah pada
modifikasi PSIKOMOT terencana keluarga kunjungan dengan terncana
lingkungan OR melakukan tindakan 2. Diskusikan dengan keluarga hal positif
yang tepat modifikasi lingkungan yang sudah dilakukan keluarga
bagi Ny. Y 3. Berikan reinforcement positif atas upaya
yang dilakukan keluarga

6. Keluarga mampu
memanfaatkan
pelayanan
kesehatan
Dengan cara :
a. Menyebutkan RESPON a. Manfaat kunjungan 1. Informasikan mengenai pengobatan dan
kembali VERBAL ke fasilitas pendidikan kesehatan yang dapat
manfaat kesehatan: diperoleh keluarga di klinik/balai desa
kunjungan 1) Mendapatkan pengobatan PKM
fasilitas pelayanan 2. Motivasi keluarga untuk menyebutkan
kesehatan kesehatan kembali hasil diskusi
pengobatan 3. Beri reinforecement positif atas hasil
hipertensi yang di capainya
2) Mendapat
pendidikan
kesehatan
tentang
hipertensi

b. Memanfaatka RESPON 1) Keluarga 1 Motivasi keluarga untuk membawa klien


n pelayanan VERBAL membawa anggota apabila kondisinya tidak dapat ditangani
kesehatan keluarga dengan di rumah
dalam hipertensi : pusing, 2 Temani keluarga ke klinik/BP bila
merawat sakit kepala, mata diperlukan
hipertensi berkunang – 3 Berikan pujian atas hasil yang dicapai
kunang, mudah
lelah
2) Adanya kartu
berobat
CATATAN TINDAKAN KEPERAWATAN

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Tanggal dan
Diagnosa Implementasi Evaluasi
Waktu
1, 2, dan 3 TUK 1 : S:
• Mengucapkan salam 1. Ny. Y menjawab salam
• Memvalidasi keadaan keluarga 2. Ny. Y mengatakan kepalanya sedikit pusing
• Mengingatkan kontrak 3. Ny. Y menyetujui pertemuan saat ini selama 60
• Menjelaskan tujuan menit tentang hipertensi
4. Ny. Ymenyebutkan pengertian dari hipertensi yaitu
1. Hipertensi adalah suatu keadaan dimana suatu keadaan dimana tekanan darah persisten
tekanan darah persisten dimana tekanan dimana tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan
sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg.
diastoliknya diatas 90 mmHg 5. Ny. Y dapat menyebutkan penyebab hipertensi yaitu
2. Menanyakan pada keluarga tentang keturunan, usia, stress, dan kurang olahraga
hipertensi 6. Ny. Y dapat mengidentifikasi penyebab Hipertensi
3. Mendikusikan dengan keluarga tentang 7. Ny. Y dapat mengenal tanda-tanda hipertensi
hipertensi: keturunan, usia, garam, 8. Ny. Y dapat membandingkan apa yang terjadipada
kolestrol, kegemukan, stress, rokok, kondisi saat ini.
kafein, alkohol, kurang olahraga 9. Ny Y dapat mengidentifikasi masalah yang timbul
4. Memotivasi keluarga untuk menyebutkan 10. Dapat menyimpulkan masalah yang dihadapi
kembali penyebab hipertensi
5. Mendorong keluarga untuk O:
mengidentifikasi penyebab hipertensi 1. IbuNkooperatif dan aktif saat dijelaskan
6. Mendiskusikan mengenai tanda-tanda
hipertensi A:
Tanda – tanda hipertensi : sakit kepala dan 1. Ny. Y dapat menyebutkan pengertian hipertensi
tengkuk, Jantung berdebar-debar, Sukar 2. Ny. Y dapat menyebutkan penyebab hipertensi
tidur, Nafas pendek, mudah marah, Sesak 3. Ny. Y dapat mengidentifikasi penyebab dan tanda –
nafas, Pandangan kabur tanda hipertensi
7. Membantu keluargamembandingkan apa 4. Ny. Y dapat menyimpulkan penyakit yang ia derita
yang telah di jelaskan dengan kondosi
klien. P:
8. Memotivasi Ny. Y mengidentifikasi Lanjutkan ke TUK berikutnya.
masalah yang timbul
9. Bersama menyimpulakan masalah yang
dihadapi Ny. Y
10. Memberikan reinforment positif atas
usaha Ny. Y
1, 2, dan 3 TUK 2
1. Menjelaskan kepada keluarga akibat lanjut S :
apabila hipertensi tidak diatasi yaitu, stroke, 1. Ny. Y mengatakan akibat bila tidak segera diatasi dapat
gagal ginjal dan kebutaan. menyebabkan stroke dan penyakit jantung
2. Respon verbal: 2. Ny. Y mengatakan akan merawat dirinya bila
Ny. Y mampu menyebutkan akibat lanjut hipertensinya kambuh sesuai dengan anjuran .
hipertensi apabila tidak diobati O:
3. Memotivasi keluarga untuk menyebutkan 1. Ny. Y mendengar penjelasan yang diberikan
kembali akibat lanjut dari hipertensi. 2. Ny. Y kooperatif dan aktif saat diskusi.
4. Mendiskusikan kembali dengan keluarga 3. Ny. Y terlihat mengerti dengan apa yang dijelaskan
tentang keinginan keluarga untuk merawat A:
anggota keluarga dengan hipertensi. 1. Ny. Y dapat menyebutkan akibat lanjut bila hipertensi
5. Memberikan reinforcement positif atas tidak di atasi.
jawaban keluarga dan keputusan untuk 2. Ny. Y memutuskan untuk merawat dirinya bila
merawat anggota keluarga dengan hipertensi hipertensinya kambuh.
P:
1. Evaluasi Tuk 1 dan 2, serta lanjutkan ke TUK 3.
TUK 3
1. Menjelaskan kepada keluarga cara merawat
anggota keluarga dengan hipertensi di S :
rumah yaitu dengan kurangi konsumsi 1. Ny. Y mengatakan cara merawat hipertensi di rumah
garam dapur,hindari stress yang berlebih, yaitu dengan mengurangi konsumsi garam,
hindari makanan yang berlemak dan menghindari makanan berlemak dan mengandung
mengandung kolesterol, Olahraga teratur kolesterol, dan olahraga teratur
(30 – 45 menit/hari), hindari rokok. 2. Ny. Y memutuskan untuk melakukan penataan
Respon Verbal : rumah.
Ny. Y mampu menyebutkan cara merawat
anggota keluarga dengan hipertensi di O :
rumah 1. Ny. Y mendengar penjelasan yang diberikan
2. Memotivasi keluarga untuk menyebutkan 2. Ny. Y kooperatif dan aktif saat diskusi.
kembali cara perawatan hipertensi di 3. Ny. Y terlihat mengerti dengan apa yang dijelaskan
rumah 4. Ny. Y terlihat mengerti dengan apa yang di
3. Memberikan reinforcement positif atas demonstrasikan
jawaban keluarga dan keputusan untuk 5. Ny. Y dapat mendemonstrasikan kembali cara
merawat anggota keluarga dengan membuat jus mentimun
hipertensi
4. Mendiskusikan kembali dengan keluarga A :
tentang keinginan keluarga untuk 1. Ny. Y memutuskan untuk melakukan modifikasi
modifikasi lingkungan dengan melakukan lingkungan dengan melakukan penataan rumah
penataan rumah .
5. Menjelaskan kepada keluarga cara P :
merawat anggota keluarga dengan 1. Evaluasi TUK 3 lanjutkan TUK 4
hipertensi di rumah yaitu membuat obat
tradisional untuk hipertensi dengan
melakukan teknik relaksasi otot progresif.
Respon Psikomotor :
Ny. Y mampu mendemonstrasikan
pembuatan obat tradisional untuk
hipertensi
6. Memotivasi keluarga untuk
mendemonstrasikan kembali pembuatan
obat tradisional untuk hipertensi
7. Memberikan reinforcement positif atas
jawaban keluarga dan keputusan untuk
merawat anggota keluarga dengan
hipertensi
8. Mendiskusikan kembali dengan keluarga
tentang keinginan keluarga untuk
modifikasi lingkungan dengan melakukan
penataan rumah

TUK 4
1. Menjelaskan kepada keluarga untuk S :
memodifikasi lingkungan yang dapat 11. Ny. Y mengatakan cara modifikasi lingkungan
mencegah hipertensi yaitu dengan cara dengan hipertensi adalah dengan cara membuat
membuat TOGA di sekitar perkarangan menghindari asap rokok,menciptakan lingkungan
rumah dan tanah garapan yang dimiliki yang nyaman bagi keluarga untuk menghindari stress
Bpk I, menghindari asap
rokok,menciptakan lingkungan yang O :
nyaman bagi keluarga untuk menghindari 1. Ny. Y mendengar penjelasan yang diberikan
stress 2. Ny. Y kooperatif dan aktif saat diskusi.
Respon Verbal : 3. Ny. Y terlihat mengerti dengan apa yang dijelaskan
Ny. Y mampu menyebutkan cara 4. Ny. Y memutuskan untuk melakukan penataan
modifikasi lingkungan yang dapat rumah..
mencegah hipertensi A:
2. Memotivasi keluarga untuk menyebutkan 1. Ny. Y memutuskan untuk
kembali cara modifikasi lingkungan yang melakukan penataan rumah.
dapat mencegah hipertensi P:
3. Memberikan reinforcement positif atas 1. Evaluasi TUK 4 lanjutkan TUK 5
jawaban keluarga dan mendiskusikan
dengan keluarga untuk memutuskan
pergi ke pelayanan kesehatan.
4. Menjelaskan kepada keluarga untuk
melakukan modifikasi lingkungan yang
tepat bagi Ny. Y yaitu dengan melakukan
penataan rumah yang baik dan benar
Respon Afektif :
Ny. Y memutuskan untuk melakukan
modifikasi lingkungan dengan
melakukan penataan rumah yang baik
dan benar
5. Memberikan reinforcement positif atas
sikap keluarga untuk memodifikasi
lingkungan dan mendiskusikan dengan
keluarga untuk memutuskan pergi ke
pelayanan kesehatan.
TUK 5
1. Menjelaskan kepada keluarga untuk S :
memanfaatkan pelayanan kesehatan 1. Ny. Y mengatakan manfaat kunjungan fasilitas
Respon Verbal : kesehatan yaitumendapatkan pelayanan kesehatan
Ny. Y mampu menyebutkan manfaat pengobatan hipertensi dan mendapat pendidikan
kunjungan fasilitas kesehatan kesehatan tentang hipertensi
2. Memotivasi keluarga untuk menyebutkan
kembali manfaat kunjungan fasilitas O :
kesehatan. 1. Ny. Y mendengar penjelasan yang diberikan
3. Memberikan reinforcement positif atas 2. Ny. Y kooperatif dan aktif saat diskusi.
jawaban keluarga dan keputusan untuk 3. Ny. Y terlihat mengerti dengan apa yang dijelaskan
merawat anggota keluarga dengan 4. Ny. Y memutuskan untuk memanfaatkan pelayanan
hipertensi kesehatan.
4. Menjelaskan kepada keluarga untuk
memanfaatkan pelayanan kesehatan dalam A :
merawat hipertensi 1. Ny. Y memutuskan untuk memanfaatkan pelayanan
Respon Verbal : kesehatan.
Ny. Y mengatakan kartu BPJS masih
dalam proses P:
5. Memberikan reinforcement positif atas 1. Evaluasi TUK 5, lanjutkan diagnosa selanjutnya
jawaban keluarga dan keputusan untuk
memanfaatkan pelayanan kesehatan dengan
hipertensi