Anda di halaman 1dari 7

TUGAS 4 TECHNOPLEUNERSHIP

ANALISIS KEUANGAN DAN BIAYA USAHA

MIE LIDI ALA SPAGETHI ZAMAN NOW

KELAS: A

NAMA: 1. RITA SIHOTANG/ NIM: 122150004

2. TRI ULFA/ NIM: 122150010

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL


“VETERAN” YOGYAKARTA

2018
ANALISIS KEUANGAN DAN BIAYA USAHA

1. Pengertian Cost Structure


Cost Structure adalah komposisi biaya untuk mengoperasikan organisasi
mewujudkan proposisi nilai yang diberikan kepada pelanggan. Struktur biaya
yang efisien, menjadi kunci besarnya laba yang diperoleh organisasi.Struktur
biaya menjelaskan semua biaya yang terjadi untuk mengoperasikan model bisnis.
Cost structure ini terdiri atas biaya:
1. Biaya Variabel
Biaya variabel merupakan biaya – biaya yang totalnya selalu berubah
secara proporsional (sebanding) dengan perubahan volume kegiatan
perusahaan.
Berikut ini Tabel 4.1 biaya variabel Mie Lidi Ala Spagethi Zaman Now
sebanyak 20 porsi.
Tabel 4.1 Biaya variabel
Total Harga
No Jenis Biaya Kuantitas
(Rp)
1 Mie lidi mentah 1 kg 15000
2 Cabai rawit 100 gram 3000
3 Cabai Merah 100 gram 3000
4 Bawang Merah 250 gram 7500
5 Bawang Putih 50 gram 3000
6 Jahe Secukupnya 2000
7 Kunyit Secukupnya 2000
8 Tomat 250 gram 4000
9 Daun bawang Secukupnya 2000
10 Daun Jeruk Purut Secukupnya 2000
11 Lada bubuk 2 bks 2000
12 Gula Pasir 250 gram 3000
13 Gula Merah 100 gram 3000
14 Minyak Goreng 250 gram 3000
15 Sosis 250 grram 15000
16 Telur 5 butir 7000
17 Daging ayam 500 gram 16000
18 Bakso 250 gram 15000

Analisis Keuangan dan Biaya Usaha 2


Tabel 4.1 (lanjutan)
19 Jamur Secukupnya 12000
20 Tempe 2 bks 7000
21 Sayur-sayuran Secukupnya 6000
22 Mika 20 unit (@500) 10000
23 Sendok Plastik 20 unit (300) 6000
24 Biaya Pengiriman 35200
Total Harga 183700

2. Biaya Tetap
Biaya tetap adalah biaya – biaya yang di dalam kapasitas (range of
capacity) tertentu totalnya tetap, meskipun volumenya kegiatan
perusahaan berubah – ubah.
Adapun biaya variabel untuk Mie Lidi Ala Spagethi Zaman Now dapat
dilihat pada Tabel 4.2.
Tabel 4.2 Biaya tetap
No Jenis Biaya Kuantitas Harga (Rp) Total
1 Biaya Sewa Tempat 1 Bulan 1000000 1000000
2 Biaya Adminnistrasi 1 Bulan 20000 20000
3 Biaya Tenaga Kerja 2 Orang 600000 1200000
4 Wajan 1 @100000 100000
5 Panci 1 @80000 80000
6 Sendok goreng 1 @20000 20000
7 Saringan 1 @20000 20000
8 Kompor gas 1 @200000 200000
9 Pisau 2 @4000 8000
10 Mangkuk 3 @10000 30000
11 Sendok 3 @1500 4500
12 Gilingan 1 15000
Total 2697500

3. Biaya Total
Biaya total merupakan biaya gabungan antara biaya yang berpola tetap
(biaya tetap) dan berpola variabel (biaya variabel).
Biaya Total = Biaya variabel + Biaya tetap

Analisis Keuangan dan Biaya Usaha 3


= 183.700 + 2.697.500
= Rp 11.882.500

2. Margin Distribusi
Margin distribusi merupakan selisih anatara harga jual perunit dan biaya
variabel perunit atau merupakan besaran untuk menutup biaya tetap dan
memberikan keuntungan perunit.
a. Ratio Margin Kontribusi
Ratio Margin Kontribusi mengukur seberapa besar kemampuan dalam
menghasilkan laba operasi (laba usaha) dari penjualan bersih perusahaan
selama periode waktu tertentu.
Berikut Tabel 4.3, jika diproyeksikan penjualan 1000 piring spagethi
dalam sebulan.
Tabel 4.3 Margin kontribusi
Komponen Perunit (Rp) Jumlah
Penjualan 15000 15000000
Biaya Variabel 9185 9185000
Margin Kontribusi 5815 5815000
Biaya Tetap 2697500
Laba 3117500

b. Break Even Point (BEP)


Break Even Point (BEP) merupakan titik impas di mana posisi jumlah
pendapatan dan biaya sama atau seimbang sehingga tidak terdapat
keuntungan ataupun kerugian dalam suatu perusahaan.
Berikut perhitungan BEP pada Mie Lidi Ala Spagethi Zaman Now adalah:
FC
BEP = P−VC
2697500
BEP = 15000−9185

BEP = 463,89 unit ≈ 464 unit

BEP (rupiah) = 15000 x 464


= Rp 5.568.000

Analisis Keuangan dan Biaya Usaha 4


c. Margin of Safety (MOS)
Margin of safety merupakan kelebihan penjualan yang dianggarkan di atas
volume penjualan impas yaitu seberapa banyak penjualan boleh turun
sebelum perusahaan menderita kerugian.
Berikut perhitungan MOS pada Mie Lidi Ala Spagethi Zaman Now jika
menganggarkan penjualan 1000 piring :

MOS = Penjualan (dianggarkan) – BEP


= 15.000.000 – 5.568.000
= Rp 9.432.000

MOS
Prosentase MoS = Penjualan
9.432.000
= x 100%
15.000.000

= 62,88 %

Analisis Keuangan dan Biaya Usaha 5


Teknologi

Seperti yang dijelaskan di awal, teknologi memiliki kebutuhan yang erat dalam
penguasaan keilmuan dan penerapannya. Proses ini diperlukan untuk
mendapatkan otoritas teknologi yang diakui eksistensinya. Penyaluran keilmuan
serta teknis rekayasa ini didapatkan melalui proses pendidikan di universitas.
Proses pendidikan hingga memiliki kompetensi yang mumpuni inilah yang
disebut authorization. Setelah memiliki kompetensi yang memadai, ilmu dan
berbagai macam teori harus bisa dimanfaatkan, baik secara luas maupun sempit.
Pemanfaatan ini tidak harus menghasilkan produk nyata, namun dapat berupa
konsep dan ide pengembangan dari teori tersebut. Proses ini disebut utilization.

Berdasarkan sifatnya yang aplikatif, untuk dapat menjadi teknologi, ilmu-ilmu


yang dipelajari harus dapat diimplementasikan. Implementasi ini berupa karya
nyata yang dapat dimanfaatkan secara langsung dalam usaha keseharian manusia.
Proses rekayasa teknologi menjadi produk yang bisa dimanfaatkan secara
langsung merupakan tujuan akhir dari pengaplikasian sains dan keilmuan. Tahap
ini disebut implementation. Lalu, teknologi yang telah dihasilkan harus dapat
dikolaborasikan dengan kebutuhan yang ada, agar tepat guna dan bermanfaat
secara luas sekaligus spesifik. Proses ini disebut collaboration.

2. Entrepreneurship

Untuk mengembangkan jiwa entrepreneurship diperlukan beberapa tahapan,


antara lain internalization, paradigm alteration, spirit initiation, dan competition.
Internalization adalah tahapan penanaman jiwa entrepreneurship melalui
konstruksi pengetahuan tentang jiwa entrepreneurial serta medan dalam usaha.
Tahap ini berkutat pada teori tentang kewirausahaan dan pengenalan tentang
urgensinya. Setelah itu, paradigm alteration, yang berarti perubahan paradigma
umum. Pola pikir pragmatis dan instan harus diubah dengan memberikan
pemahaman bahwa unit usaha riil sangat diperlukan untuk menstimulus
perkembangan perekonomian negara, dan jiwa entrepreneurship berperan penting
dalam membangun usaha tersebut. Di tahap ini diberikan sebuah pandangan
tentang keuntungan usaha bagi individu maupun masyarakat.

Setelah pengetahuan telah terinternalisasi dan paradigma segar telah terbentuk,


diperlukan sebuah inisiasi semangat untuk mengkatalisasi gerakan pembangunan
unit usaha tersebut. Inisiasi ini dengan memberikan bantuan berupa modal awal
yang disertai monitoring selanjutnya. Lalu, perlu digelar sebuah medan kompetisi
untuk dapat mengembangkan usaha tersebut dengan baik.

Analisis Keuangan dan Biaya Usaha 6


3. Technopreneurship

Setelah memiliki kompetensi teknologi dan jiwa entrepreneurship, hal terakhir


yang perlu dilakukan adalah mengintegrasikannya. Teknologi yang telah dimiliki
kita kreasikan dan inovasikan untuk menyokong pengembangan unit usaha. Hal
ini dapat dilakukan secara nyata dalam proses produksi (contoh: Microsoft),
marketing (contoh: e-Bay), accounting, dan lain sebagainya. Kreativitas dan
pemanfaatan teknologi dengan tepat adalah hal utama dalam mengembangkan
jiwa technopreneurship.

Analisis Keuangan dan Biaya Usaha 7