Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PENDAHULUAN

FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) KESEHATAN LINGKUNGAN


DUSUN IV DESA MUARA PENIMBUNG ULU
KECAMATAN INDRALAYA INDUK
KABUPATEN OGAN ILIR

KEPERAWATAN KOMUNITAS

Oleh:

KELOMPOK 5 & 6

LizzaWirma, S.Kep Merry Selviana, S.Kep


Rani Ayu Putri Utami, S.Kep Resi Salsuda, S.Kep
Endra Kurniawan Parinduri, S.Kep Adelia Pradita, S.Kep
Raytiah Mariani, S.Kep Dwi Purnama Sari, S.Kep
Bekti Istiani, S.Kep

PROGRAM PROFESI NERS


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2018
LAPORAN PENDAHULUAN
FOKUS GRUP DISKUSI KESEHATAN LINGKUNGAN
DUSUN VI DESA MUARA PENIMBUNG

A. Pendahuluan

Kesehatan masyarakat adalah ilmu yang bertujuan untuk mencegah


penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan melalui usaha-
usaha pengorganisasian masarakat. Salah satunya pengorganisasian
pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosa dini dan
pengobatan (IAKMI, 2012).
Kesehatan lingkungan adalah cabang ilmu kesehatan masyarakat yang
berkaitan dengan semua aspek dari alam dan lingkungan yang dapat
mempengaruhi kesehatan manusia. Kesehatan lingkungan didefinisikan oleh
World Health Organization sebagai aspek-aspek kesehatan manusia dan
penyakit yang disebabkan oleh faktor-faktor dalam lingkungan. Hal ini juga
mencakup pada teori dan praktek dalam menilai dan mengendalikan faktor-
faktor dalam lingkungan yang dapat berpotensi mempengaruhi kesehatan.
Kesehatan lingkungan mencakup efek patologis langsung bahan kimia, radiasi
dan beberapa agen biologis, serta dampak (sering tidak langsung) di bidang
kesehatan dan kesejahteraan fisik yang luas, seperti psikologis, sosial dan
estetika lingkungan termasuk perumahan, pembangunan perkotaan,
penggunaan lahan dan transportasi (Pirenaningtyas, 2007).
Kontribusi lingkungan dalam mewujudkan derajat kesehatan merupakan
hal yang penting di samping masalah perilaku masyarakat, pelayanan
kesehatan dan faktor keturunan. Lingkungan memberikan kontribusi terbesar
terhadap timbulnya masalah kesehatan masyarakat (Pirenaningtyas, 2007).
Menurut Notoadmodjo (2003), pendidikan kesehatan adalah suatu bentuk
intervensi atau upaya yang ditujukan kepada perilaku, agar perilaku tersebut
kondusif untuk kesehatan.

Kebijakan terkait kesehatan lingkungan, tertuang dalam undang-


undang/peraturan pemerintah berikut:
1. Undang-undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup
2. Undang-undang No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
3. Peraturan Pemerintah No 18 Tahun 1999 jo Peraturan Pemerintah No 85
tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah B3
4. Peraturan Pemerintah No 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran
Udara
5. Peraturan Pemerintah No 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan B3
6. Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air
dan Pengendalian Pencemaran Air

Tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan adalah:

1. Melakukan koreksi atau perbaikan terhadap segala bahaya dan ancaman


pada kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia

2. Melakukan usaha pencegahan dengan cara mengatur sumber-sumber


lingkungan dalam upaya meningkatkan derajad kesehatan dan
kesejahteraan hidup manusia

3. Melakukan kerjasama dan menerapkan program terpadu di antara


masyarakat, dan institusi pemerintah serta lembaga non pemerintah dalam
menghadapi bencana alam atau wabah penyakit menular

Masalah-masalah kesehatan lingkungan yang banyak terjadi di


Indonesia adalah sebagai berikut:
1. Air bersih, merupakan air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari
yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila
telah dimasak.
2. Kesehatan pemukiman. Rumah dikatakan sehat apabila memenuhi kriteria,
seperti: kebutuhan fisiologis (pencahayaan, suhu, ruang gerak yang cukup
dan terhindar dari kebisingan yang mengganggu); kebutuhan psikologis
(privasi yang cukup dan komunikasi yang sehat antara keluarga dan
penghuni rumah); persyaratan pencegahan penularan penyakit antar
penghuni rumah; persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan.
3. Pembuangan sampah. Teknik pengelolaan sampah yang baik harus
memperhatikan unsur-unsur, yaitu penimbulan sampah, penyimpanan
sampah, pengumpulan, pengelolaan, pemanfaatan, pengangkutan dan
pembuangan.
4. Pembuangan kotoran/tinja. Metode pembuangan tinja yang baik yaitu
dengan menggunakan jamban yang memenuhi persyaratan diantaranya
tanah permukaan tidak terkontaminasi, tidak terjadi kontaminasi air tanah
yang mungkin memasuki mata air atau sumur, tidak terjadi kontaminasi air
permukaan, tinja tidak terjangkau oleh lalat dan hewan lain, jamban
terbebas dari bau dan kondisi yang tidak sedap dipandang, metode
pembuatan dan pengoperasian sederhana dan tidak mahal.
5. Makanan dan minuman. Persyaratan kebersihan makanan dan minuman di
tempat pengelolaan makanan meliputi persyaratan lokasi dan bangunan,
persyaratan fasilitas sanitasi, persyaratan dapur, ruang makan dan gudang,
persyaratan bahan makanan dan makanan jadi, pengelolaan makanan,
penyimpanan bahan makanan dan peralatan yang digunakan.
6. Serangga dan binatang penganggu. Serangga sebagai reservoir bibit
penyakit.
7. Pencemaran lingkungan diantaranya pencemaran air, tanah dan udara.

Pada pertemuan perdana yang dinamai Forum Komunikasi bersama


masyarakat, telah didapatkan masalah kesehatan yang sering terjadi pada
tatanan lingkungan di dusun IV Desa Muara Penimbung Ulu Indralaya Ogan
Ilir, yaitu pembuangan sampah/limbah rumah tangga, limbah hewan ternak,
pencemaran air laut/sungai. Tujuan pelaksanaan Focus Group Discussion
(FGD) adalah untuk mendapatkan data kualitatif yang lebih akurat untuk
dijadikan data pembentukan instrument pengumpulan data kuantitatif
sehingga tindakan yang akan dilakukan tepat sasaran.

B. Tujuan Kegiatan
1. Tujuan Umum
Focus Group Discussion (FGD) bertujuan untuk mendapatkan data
kualitatif yang lebih akurat untuk dijadikan dasar pembentukan
instrument pengumpulan data kuantitatif sehingga tindakan yang
dilakukan tepat sasaran.

2. Tujuan Khusus
a. Menggali informasi mengenai pengetahuan masyarakat tentang sumber
air, pemanfaatanya, serta perilaku hidup bersih dan sehat.
b. Menggali informasi mengenai pengetahuan masyarakat tentang
pengelolaan sampah.
c. Menggali informasi mengenai pengetahuan masyarakat tentang
keberadaan hewan ternak

C. Perencanaan Kegiatan
1. Nama Kegiatan
Focus Group Discussion (FGD) tentang pengelolaan sumber daya dan
pembuangan limbah, serta perilaku hidup bersih dan sehat di Dusun IV
Desa Muara Penimbung Ulu Indralaya Ogan Ilir

2. Sasaran
Perangkat Desa Muara Penimbung Ulu Indralaya Ogan Ilir, khususnya
Dusun IV

3. Metode Kegiatan
Metode yang digunakan adalah focus group discussion dengan curah
pendapat

4. Media/alat
a. Pengeras suara
b. Alat tulis
c. Kamera
5. Waktu dan Tempat
Hari/ Tanggal : Jum’at, 02 Maret 2018
Waktu : 15.00 WIB s.d selesai
Tempat: Rumah Kediaman Ketua RT. Dusun IV Desa Muara
Penimbung Ulu Indralaya Ogan Ilir

6. Pengorganisasian
a. Pengaturan Tempat
Keterangan :

: Pembawa Acara : Notulen

: Moderatir : Masyarakat

: Observer : Fasilitator

b. Susunan Acara
1. Fase orientasi (10 menit)
a. Pembukaan oleh MC
b. Penjelasan susunan acara
c. Penyampaian tujuan pertemuan

2. Fase Kerja (25 menit)


a. Pemaparan tentang perilaku hidup bersih dan sehat
b. Diskusi dipandu oleh pembawa acara

3. Fase Terminasi (10 menit)


a. Menyimpulkan hasil diskusi
b. Menutup acara

D. Uraian Tugas
1. Penanggungjawab kegiatan: Dwi Purnama Sari, S.Kep
a. Menyusun laporan pendahuluan
b. Bertanggungjawab terhadap kelangsungan acara sejak perencanaan,
persiapan, pelaksanaan dan evaluasi
c. Mengkoordinasi pelaksanaan kegiatan
d. Menyampaikan tujuan pelaksanaan pertemuan

2. Pembawa acara: Dwi Purnama Sari, S.Kep


a. Membuka acara
b. Menyampaikan susunan acara
c. Mengatur ketepatan waktu
d. Menutup acara
e. Memimpin proses ramah tamah
3. Moderator: Resi Salsuda, S.Kep
a. Memimpin proses FGD (penjajakan II)
b. Merencanakan bersama peserta FGD untuk pertemuan selanjutnya

4. Notulen: Merry Selviana, S.Kep


a. Bertanggung jawab mendokumentasikan seluruh kegiatan
b. Membacakan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan
c. Menyusun laporan hasil kegiatan

5. Observer: Rani Ayu, S.Kep


a. Mengobservasi jalannya acara
b. Mengingatkan moderator dan fasilitator jika ada penyimpangan
c. Memberikan masukan atau laporan kegiatan diskusi
d. Membuat catatan penting selama kegiatan

6. Fasilitator: Bekti Istiani, S.Kep & Adelia Pradita, S.Kep


a. Membuat pemerataan diskusi
b. Mengingatkan partisipasi dan keaktifan peserta pertemuan

E. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Jumlah peserta > 70%
b. Perlengkapan memadai
c. Mahasiswa yang hadir 100% dan anggota kelompok menjalankan
tugas sesuai dengan perannya

2. Evaluasi Proses
a. Peserta aktif dalam pertemuan
b. Alat atau media berfungsi dengan baik
c. Waktu sesuai dengan rencana
d. Mahasiswa berperan aktif
e. Warga aktif dalam diskusi

3. Evaluasi Hasil
Didapatkan data kualitatif pemahaman peserta diskusi mengenai definisi
perilaku hidup bersih dan sehat, pengelolaan dan pembuangan
sampah/limbah rumah tangga, limbah hewan ternak, pencemaran air
laut/sungai.